PENGARUH CAPITAL INTENSITY. RETURN ON ASSETS. FIRM SIZE DAN COMPANY GROWTH TERHADAP ACCOUNTING CONSERVATISM PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTY. REAL ESTATE DAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI BURSA EFEK INDONESIA Michael Email: michaeltio37@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji bahwa capital intensity, return on assets, firm size, dan company growth berpengaruh terhadap accounting conservatism pada perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data yang digunakan yaitu laporan keuangan tahunan auditan perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Alat analisis yang dipakai untuk menguji data menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 20. Jumlah data penelitian ini adalah 285 data dari 57 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu variabel capital intensity, firm size dan company growth tidak berpengaruh terhadap accounting conservatism sedangkan variabel return on assets berpengaruh negatif terhadap accounting conservatism. Kata Kunci: Capital Intensity. Return On Assets. Firm Size. Company Growth dan Accounting Conservatism PENDAHULUAN Perusahaan yang telah go public dimana perusahaan melakukan hal tersebut untuk menghimpun dana segar yang lebih banyak berasal dari masyarakat luas. Dengan adanya dana baru dari masyarakat, perusahaan dapat melakukan ekspansi ataupun melakukan penelitian dan pengembangan sehingga membuat perusahaan harus mengkomunikasikan laporan keuangan bukan hanya kepada pihak internal saat ini, tapi juga sekarang kepada pihak eksternal yang dimana pihak eksternal ini seperti kreditur, investor dan badan Laporan keuangan merupakan dokumen yang disajikan dengan jelas oleh perusahaan yang digunakan untuk mempermudah pelaporan kondisi perusahaan dalam periode tertentu kepada pihak pembaca. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam memilih metode akuntansi yang akan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 digunakan untuk menyusun laporan keuangan kemudian dikomunikasikan, salah satunya yaitu prinsip konservatisme. Konservatisme merupakan prinsip akuntansi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengurangi kemungkinan manajer melakukan manipulasi atau melebih-lebihkan laporan keuangan. Prinsip konservatisme akuntansi adalah mengakui biaya dan kerugian secepatnya, mengakui pendapatan dan keuntungan selambatnya, menilai aset dengan nilai terendah dan kewajiban dengan nilai yang tinggi. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi accounting conservatism adalah capital intensity, return on assets, firm size, dan company growth. Capital intensity merupakan salah satu indikator untuk melihat kondisi biaya politis perusahaan yang dimana, variabel ini mengkaji tentang seberapa besar modal suatu perusahaan dalam bentuk aset yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan semaksimal mungkin. Rasio capital intensity bagi investor merupakan salah satu informasi yang sangat penting mengenai prospek perusahaan di masa yang akan Semakin besar suatu aset yang dimiliki oleh perusahaan, maka biaya politis seperti tuntutan gaji atau upah akan meningkat dikarenakan perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang besar. Maka dari itu, perusahaan akan menerapkan accounting conservatism pada pendapatan agar terhindar dari biaya politis yang besar. Return on assets merupakan bagian dari rasio profitabilitas yang mengukur tingkat kinerja keuangan sebuah perusahaan, dengan pengukuran ini maka dapat diketahui tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan semua kemampuan dan sumber aset yang ada. Return on assets mengkaji kemampuan dari modal yang ditanamkan dalam keseluruhan aset dalam suatu periode tertentu atau menilai kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak atau earning after tax. Perusahaan yang menghasilkan return on assets yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dalam kinerja yang baik. Maka dari itu, perusahaan akan menyajikan laporan yang kurang konservatif karena perusahaan ingin menjaga citra perusahaan yang baik di mata investor dan Firm size merupakan suatu skala atau patokan yang dapat menggambarkan besar kecilnya perusahaan. Gambaran besar maupun kecilnya perusahaan dapat dilihat dari total aset yang dimiliki, perusahaan yang besar menunjukkan perusahaan tersebut Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 memiliki jumlah aset yang besar pula untuk mendukung kelancaran perusahaan dalam menghasilkan laba, semakin besar perusahaan tersebut maka semakin besar juga biaya politis yang didapatkan. Dengan begitu, perusahaan akan menerapkan accounting conservatism pada laba yang didapatkan agar tidak terlalu tinggi guna menghindari biaya Company growth atau pertumbuhan perusahaan merupakan suatu harapan penting yang diinginkan oleh pihak internal perusahaan yaitu manajemen maupun eksternal perusahaan seperti investor dan kreditur. Company growth adalah suatu gambaran perusahaan yang dapat dikatakan bertumbuh baik dan buruk dilihatnya dari laporan keuangan yang dikomunikasikan oleh manajer perusahaan berupa pendapatan yang dihasilkan setiap periode ke periode berikutnya, semakin meningkat pendapatan perusahaan akan membuat aset dan biaya yang meningkat juga hal tersebut yang menyebabkan perusahaan akan melakukan prinsip konservatisme akuntansi. KAJIAN PUSTAKA Agency Theory Harahap . 5: . menyatakan bahwa agency theory disebutkan bahwa perusahaan adalah tempat atau intersection point bagi hubungan kontrak yang terjadi antara manajemen, pemilik, kreditur dan pemerintah. Teori ini menunjukan tentang pengawasan berbagai macam biaya dan memaksakan hubungan diantara kelompok ini. Salah satu hipotesis dalam agency theory ini adalah bahwa manajemen akan mencoba memaksimalkan kesejahteraannya sendiri dengan cara meminimalisasi berbagai biaya Agency theory menjelaskan adanya hubungan agensi muncul ketika salah satu pihak . menyewa pihak lain . untuk melaksanakan suatu jasa. Hubungan agency theory terhadap konservatisme adalah semakin padat modal suatu perusahaan menunjukkan semakin besar proteksi yang dilakukan oleh pemilik perusahaan. Dengan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kinerja manajer sehingga dapat mengurangi tindakan manipulasi laba karena manajer akan cenderung bersifat konservatif dalam melaporkan laba. Accounting Conservatism Hendriksen & Breda . 2: . mejelaskan bahwa konservatisme akuntansi adalah suatu kendala pada penyajian data yang sebaliknya mungkin dapat diandalkan dan Konservatisme akuntansi umumnya diartikan akuntan harus melaporkan aset dan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 pendapatan yang terendah terus melaporkan utang dan beban yang tertinggi. Begitu juga beban harus diakui secepatnya dan pendapatan diakui selambatnya. Harahap . 5: . menyatakan bahwa konservatisme digunakan untuk lingkungan yang sifatnya tidak menentu dan untuk menghadapi kemungkinan manajer terlalu optimis dengan maksud untuk melindungi kreditur dari pembagian kekayaan perusahaan dalam Konsep ini semakin berkurang karena manajer lebih menunjukkan laporan yang fair dan reliable. Menurut Savitri . 6: . percaya bahwa konservatisme secara mudah dapat dimengerti sebagai prinsip kehati-hatian . , dengan kehati-hatian maka kecenderungan yang ada di dalam laporan adalah pesimisme. Akuntansi tidak lagi mengungkapkan secara tepat nilai sebenarnya tapi cenderung menempatkan nilai laporan yang rendah dari nilai sebenarnya. Konservatisme dalam akuntansi adalah pemakaian metode yang terendah antara biaya atau harga pasar . ower cost or market atau LCM) ketika menilai persediaan dan aturan yang mengharuskan kerugian bersih akrual diakui atas komitmen pembelian barang untuk persediaan oleh perusahaan. Jika muncul keraguan, maka lebih baik menyajikan angka laba bersih dan aset bersih yang terlalu rendah daripada terlalu tinggi. Tentu saja, jika tidak ada keraguan, maka tidak perlu mengaplikasikan kendala ini. Capital intensity Menurut Savitri . 6: . mengungkapkan bahwa intensitas modal merupakan indikator political cost hypothesis, karena semakin besarnya aset yang digunakan oleh perusahaan dalam operasi untuk menghasilkan penjualan. Sehingga intensitas modal perusahaan dapat dijadikan sebagai indikator prospek perusahaan dalam memperebutkan Maka, perusahaan dengan keadaan aset yang besar akan melakukan pelaporan keuangan secara konservatif untuk menghindari biaya politis yang besar. Rivandi & Ariska . menyatakan bahwa intensitas modal merupakan gambaran dari besaran modal yang dibutuhkan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Intensitas modal termasuk dalam indikator yang bisa digunakan untuk meramalkan biaya politis perusahaan. Perusahaan yang memiliki banyak modal dihipotesiskan mempunyai biaya politis yang lebih tinggi dan manajemen akan mengurangi laba atau menyajikan laporan keuangan yang konservatif. Dalam penelitian ini, untuk capital intensity menggunakan proksi rumus total aset pada penjualan. Capital intensity menggambarkan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 seberapa mampu suatu perusahaan menggunakan modal dalam bentuk aset yang dimilikinya dalam mendapatkan hasil penjualan. Capital intensity yang dihasilkan perusahaan tinggi, maka accounting conservatism yang dihasilkan akan tinggi juga. Hal tersebut yang membuat manajer akan melaporkan keuangan perusahaan secara konservatif dimana dapat menurunkan laba agar biaya politis tidak meningkat. Berdasarkan pernyataan pengaruh capital intensity terhadap accounting conservatism yang didukung oleh penelitian Rivandi & Ariska . , bahwa capital intensity berpengaruh positif terhadap accounting conservatism. H1: Capital intensity berpengaruh positif terhadap accounting conservatism Return on assets Menurut Darmawan . 0: . menyatakan bahwa rasio profitabilitas merupakan rasio yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu dan juga memberikan gambaran tentang tingkat efektifitas manajemen dalam melaksanakan kegiatan operasinya. Efektifitas manajemen disini dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan. Perusahaan dikatakan memiliki nilai profitabilitas yang baik apabila mampu memenuhi target laba yang telah ditetapkan dengan menggunakan aset atau modal yang dimilikinya. Dalam penelitian ini, profitabilitas menggunakan proksi rumus return on assets (ROA). Pandangan Darmawan . 0: . terhadap return on asset merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak terhadap total aset. Return on assets merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan secara keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan secara relatif terhadap jumlah aset yang tersedia dalam Rasio pengembalian terhadap aset adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak dengan menggunakan aset yang dimiliki perusahaan. Return on assets adalah seberapa hebatnya perusahaan dalam menghasilkan laba yang maksimal dengan menggunakan aset yang telah diinvestasikan. Jadi semakin tinggi return on assets yang dihasilkan maka semakin bagus bagi perusahaan, return on assets yang tinggi memiliki arti bahwa laba yang dihasilkan tinggi maka dari itu manajer akan mengurangi penggunaan prinsip konservatisme agar perusahaan dapat menampilkan image bahwa perusahaan telah mampu mengelola aset untuk menghasilkan laba. Berdasarkan pernyataan return on assets terhadap accounting conservatism yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 didukung oleh penelitian Abdurrahman & Ermawati . bahwa return on assets berpengaruh negatif terhadap accounting conservatism. H2: Return on assets berpengaruh negatif terhadap accounting conservatism Firm size Firm size merupakan suatu indikator yang menunjukkan kekuatan keuangan perusahaan yang dapat dilihat dari aset, dimana aset perusahaan yang besar maka modal yang ditanamkan padat juga. Harjito & Martono . 7: . mengemukakan bahwa ukuran perusahaan dilihat dari angka yang ada dalam posisi keuangan. Angka yang dimaksud di posisi keuangan adalah total aset. Selain itu. Rodoni & Ali . 0: . menjelaskan proksi size biasanya adalah total aset perusahaan karena aset biasanya sangat besar nilainya dan untuk menghindari bias skala maka besaran aset perlu dikompres. Firm size diukur melalui total aset, semakin tinggi total aset, maka akan menghasilkan laba yang tinggi, dimana laba yang tinggi akan mempengaruhi biaya politis dan pajak yang tinggi. Oleh karena itu, manajer menerapkan prinsip konservatisme untuk menjaga laba agar tidak fluktuasi. Pernyataan firm size terhadap accounting conservatism yang didukung penelitian oleh Noviantari & Ratnadi . bahwa firm size berpengaruh positif terhadap accounting conservatism. H3: Firm size berpengaruh positif terhadap accounting conservatism Company growth Menurut Sulindawati. Yuniarta & Purnamawati . 8: . berpendapat bahwa perusahaan dengan company growth yang tinggi membutuhkan modal yang besar dan, cenderung menggunakan lebih banyak utang dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki company growth yang rendah. Company growth merupakan rasio yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisinya di dalam industri. Rasio company growth umumnya dilihat dari berbagai segi yaitu dari segi sales atau penjualan, earning after tax, laba per lembar saham, dividen per lembar saham, dan harga pasar per lembar saham (Fahmi, 2016: . Pandangan Kasmir . 8: . terhadap rasio pertumbuhan atau growth ratio merupakan rasio yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya. Rasio pertumbuhan yang dianalisis adalah pertumbuhan penjualan, laba bersih, pendapatan per saham dan dividen per saham. Oleh karena itu, penelitian dengan company growth Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 menggunakan proksi rumus pertumbuhan penjualan. Company growth atau pertumbuhan perusahaan merupakan hal yang bagus untuk sebuah perusahaan karena perusahaan yang bertumbuh memiliki laba yang selalu meningkat periode ke periode, laba yang meningkat akan meningkatkan biaya politik yang tinggi maka hal tersebut yang membuat manajer menyajikan laporan lebih konservatisme agar mengecilkan biaya politik perusahaan. Pernyataan company growth terhadap accounting conservatism yang didukung penelitian oleh Andreas. Ardeni, & Nugroho . bahwa company growth berpengaruh positif terhadap accounting conservatism. H4: Company growth berpengaruh positif terhadap accounting conservatism METODE PENELITIAN Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan Objek dalam penelitian yang diteliti oleh penulis adalah perusahaan sektor property, real estate, dan konstruksi bangunan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai dengan 2020. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah studi dokumenter. Pengambilan data yang diperoleh melalui dokumendokumen. Data-data yang diambil berupa laporan keuangan tahunan auditan pada tahun 2016 sampai dengan 2020 yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia. Teknik penarikan sampel yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga jumlah perusahaan yang disajikan sampel sebanyak 57 perusahaan. Variabel Independen Capital intensity (X. Perhitungan capital intensity menurut Rivandi & Ariska . sebagai berikut: Capital Intensity = Total Aset Penjualan Return on assets (X. Perhitungan return on assets menurut Rodoni & Ali . 0: . sebagai berikut: Return On Asset = Laba Bersih Setelah Pajak Total Aset Firm size (X. Perhitungan firm size menurut Noviantari & Ratnadi . sebagai berikut: Firm Size = Logaritma Natural Total Aset Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Company growth (X. Perhitungan company growth menurut Harahap . 1: . sebagai berikut: Pertumbuhan Penjualan= Keterangan: Penjualant Penjualant-1 Penjualant -Penjualant-1 Penjualant-1 = Penjualan tahun sekarang = Penjualan tahun lalu Variabel Dependen Accounting Conservatism (Y) Variabel dependen penelitian saat ini adalah accounting conservatism. Perhitungan accounting conservatism menurut Savitri . 6: . dapat dihitung dengan rumus yang diadaptasi dari Givoly & Hayn . sebagai berikut: CONACC= Keterangan: CONACC NIO DEP CFO (NIO DEP-CFO)y(-. = Earnings conservatism based on accrued items = Operating profit of current year = Depreciation of fixed assets of current year = Net amount of cash flow from operating activities of current year = Book value of closing total assets Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan . ositif atau negati. antara variabel bebas dengan variabel terikat. Regresi linear berganda dapat dirumuskan sebagai berikut: Y= a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Keterangan: = Accounting Conservatism = Konstanta b1,2,3 = Koefisien Regresi = Capital Intensity = Return On Assets = Firm Size = Company Growth = Error Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Capital Intensity ,7847 816,7721 16,119995 56,5013364 Retrun On Assets -,4386 ,3589 ,022022 ,0742681 Firm Size 285 25,0126 32,4545 29,226035 1,4701420 Company Growth -,9123 3,0778 -,018038 ,3996500 Accounting Conservatism 285 -,3245 ,7884 -,033103 ,0842461 Valid N . Sumber: Output SPSS 20, 2021 Berdasarkan Tabel 1, menampilkan capital intensity nilai minimum PT Bukaka Teknik Utama. Tbk. (BUKK) pada tahun 2019 sebesar 0,7847, nilai maximum pada PT Eureka Prima Jakarta. Tbk. (LCGP) pada tahun 2020 sebesar 816,7721. Nilai mean sebesar 16,1199 dan nilai standard deviation sebesar 56,5013. Return on assets yang mendapatkan nilai minimum pada PT Acset Indonusa. Tbk. (ACST) pada tahun 2020 sebesar -0,4386, nilai maximum pada PT Fortune Mate Indonesia. Tbk. (FMII) pada tahun 2016 sebesar 0,3589. Nilai mean return on assets sebesar 0,0220 dan nilai standard deviation sebesar 0,0742. Firm size yang mendapatkan nilai minimum pada PT Metro Realty. Tbk. (MTSM) pada tahun 2020 sebesar 25,0126, nilai maximum pada PT Waskita Karya (Perser. Tbk. (WSKT) pada tahun 2018 sebesar 32,4545. Nilai mean firm size sebesar 29,2260 dan nilai standard deviation sebesar 1,4701. Company growth yang mendapatkan nilai minimum pada PT Fortune Mate Indonesia. Tbk. (FMII) pada tahun 2017 sebesar -0,9123, nilai maximum pada PT Ristia Bintang Mahkotasejati. Tbk. (RBMS) pada tahun 2017 sebesar 3,0778. Nilai mean sebesar -0,0180 dan nilai standard deviation sebesar 0,3996. Accounting conservatism yang mendapatkan nilai minimum pada PT Lippo Karawaci. Tbk. (LPCK) pada tahun 2018 sebesar -0,3245, nilai maximum pada PT Acset Indonusa. Tbk. (ACST) pada tahun 2020 sebesar 0,7884. Nilai mean pada sebesar -0,0331 dan nilai standard deviation sebesar 0,0842. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Uji Asumsi Klasik Variabel Capital Intensity Return On Assets Firm Size Company Growth Tabel 2 Hasil Pengujian Asumsi Klasik Uji Uji Uji Uji Multikolinearitas Heteroskedastisita Autokorelasi Normalitas Collinearity Asymp. Sig. Durbin Statistics Sig. -taile. Watson Tolerance VIF 0,273 0,953 1,049 0,104 0,851 1,175 0,119 0,973 1,027 0,223 0,851 1,175 0,898 1,956 Sumber: Ringkasan Output SPSS 20, 2021 Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui bahwa tidak terdapat permasalahan asumsi klasik pada model regresi yang digunakan dalam model penelitian ini. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 3 Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. -,033 ,036 Lag_Capital Intensity 2,138E-005 ,000 ,026 1 Lag_Return On Assets -,524 ,044 -,614 Lag_Firm Size ,001 ,002 ,028 Lag_Company Growth -,009 ,006 -,077 Dependent Variable: Lag_Accounting Conservatism Sig. -,900 ,524 -11,843 ,575 -1,483 ,369 ,601 ,000 ,566 ,139 Sumber: Output SPSS 20, 2021 Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui persamaan regresi linear berganda dapat dibentuk dalam model matematis sebagai berikut: Y = -0,033 2,138 X1 Ae 0,524 X2 0,001 X3 Ae 0,009 X4 e Berikut penjelasan dari model matematis persamaan regresi linear berganda sebagai Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Nilai konstanta . dengan nilai negatif sebesar 0,033 yang memiliki arti bahwa apabila nilai variabel capital intensity, return on assets, firm size dan company growth memiliki nilai sebesar nol, maka nilai accounting conservatism sebesar -0,033. Nilai koefisien regresi pertama (X. adalah capital intensity. Nilai X1 mempunyai nilai positif sebesar 2,138 yang memiliki arti bahwa jika pada variabel return on assets, firm size dan company growth tidak mengalami perubahan dan nilai variabel capital intensity mengalami kenaikan sebesar satu persen maka nilai variabel accounting conservatism mengalami kenaikan sebesar 2,138. Nilai koefisien regresi kedua (X. adalah return on assets. Nilai X2 mempunyai nilai negatif sebesar 0,524 yang memiliki arti bahwa jika pada variabel capital intensity, firm size dan company growth tidak mengalami perubahan dan nilai variabel return on assets mengalami kenaikan sebesar satu persen maka nilai variabel accounting conservatism mengalami penurunan sebesar 0,524. Nilai koefisien regresi ketiga (X. adalah firm size. Nilai X3 mempunyai nilai positif sebesar 0,001 yang memiliki arti bahwa jika pada variabel capital intensity, return on assets dan company growth tidak mengalami perubahan dan nilai variabel firm size mengalami kenaikan sebesar satu persen maka nilai variabel accounting conservatism mengalami kenaikan sebesar 0,001. Nilai koefisien regresi keempat (X. adalah company growth. Nilai X4 mempunyai nilai negatif sebesar 0,009 jika pada variabel capital intensity, return on assets dan firm size tidak mengalami perubahan dan nilai variabel company growth mengalami kenaikan sebesar satu persen maka nilai variabel accounting conservatism mengalami penurunan sebesar 0,009. Analisis Korelasi Berganda dan Koefisien Determinasi Tabel 4 Hasil Pengujian Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,647 ,418 ,409 ,03549 Predictors: (Constan. Lag_Company Growth. Lag_Firm Size. Lag_Capital Intensity. Lag_Return On Assets Dependent Variable: Lag_Accounting Conservatism Sumber: Output SPSS 20, 2021 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Berdasarkan pada Tabel 4, dapat dilihat nilai koefisien korelasi yang dihasilkan pada kolom R sebesar 0,647 dapat diinterpretasikan bahwa hubungan antar variabel capital intensity, return on assets, firm size dan company growth terhadap accounting conservatism menunjukkan tingkat hubungan korelasi yang kuat. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan sebesar 0,409 atau 40,9 persen. Nilai adjusted R square menunjukkan bahwa kemampuan variabel capital intensity, return on assets, firm size dan company growth dalam menjelaskan perubahan terhadap accounting conservatism adalah sebesar 40,9 persen, sedangkan sisanya 59,1 persen dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain yang tidak dianalisis dalam model penelitian ini. Uji F Tabel 5 Hasil Pengujian F ANOVAa Sum of Squares Mean Sig. Model Square Regression ,230 ,058 45,669 ,000b 1 Residual ,320 ,001 Total ,550 Dependent Variable: Lag_Accounting Conservatism Predictors: (Constan. , ). Lag_Company Growth. Lag_Firm Size. Lag_Capital Intensity. Lag_Return On Assets Sumber: Output SPSS 20, 2021 Berdasarkan Tabel 5, dapat dilihat nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan demikian dapat diketahui bahwa model penelitian untuk capital intensity, return on assets, firm size dan company growth terhadap accounting conservatism layak dianalisis karena nilai signifikansi sebesar 0,000 yang dibandingkan kurang dari 0,05. Uji t . Uji t . digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Kriteria dalam pengambilan keputusan bahwa variabel independen signifikan terhadap variabel dependen adalah melihat nilai signifikan kurang dari 0,05 yang berarti variabel independen berpengaruh terhadap variabel Begitu sebaliknya jika nilai signifikans lebih dari 0,05 yang berarti variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Berdasarkan hasil penelitian, berikut diuraikan pembahasan pengaruh masingmasing variabel terhadap accounting conservatism: Pengaruh capital intensity terhadap accounting conservatism H1: Capital intensity berpengaruh positif terhadap accounting conservatism Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi capital intensity sebesar 2,138 dengan nilai signifikan sebesar 0,601 lebih besar dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H1 ditolak, sehingga dapat diartikan bahwa capital intensity tidak berpengaruh terhadap accounting conservatism. Dengan begitu, penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rivandi & Ariska . yang memiliki hasil penelitian bahwa capital intensity berpengaruh positif terhadap accounting conservatism. Pengaruh return on assets terhadap accounting conservatism H2: Return on assets berpengaruh negatif terhadap accounting conservatism Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi return on assets sebesar -0,524 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H2 diterima, sehingga dapat diartikan bahwa return on assets berpengaruh negatif terhadap accounting conservatism. Dengan begitu, penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh penelitian Abdurrahman & Ermawati . yang memiliki hasil penelitian bahwa return on assets berpengaruh negatif terhadap accounting conservatism Pengaruh firm size terhadap accounting conservatism H3: Firm size berpengaruh positif terhadap accounting conservatism Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi firm size sebesar 0,001 dengan nilai signifikan sebesar 0,566 lebih besar dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H3 ditolak, sehingga dapat diartikan bahwa firm size tidak berpengaruh terhadap accounting conservatism Dengan begitu, penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Noviantari & Ratnadi . yang memiliki hasil penelitian bahwa firm size berpengaruh positif terhadap accounting conservatism. Pengaruh company growth terhadap accounting conservatism H4: Company growth berpengaruh positif terhadap accounting conservatism Jurnal FinAcc Vol 8. No. Juli 2023 ISSN 2988-5574 Berdasarkan Tabel 3, dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi company growth sebesar -0,009 dengan nilai signifikan sebesar 0,139 lebih besar dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H4 ditolak, sehingga dapat diartikan bahwa company growth tidak berpengaruh terhadap accounting conservatism. Dengan begitu, penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Andreas. Ardeni, & Nugroho . yang memiliki hasil penelitian bahwa company growth berpengaruh positif terhadap accounting conservatism. PENUTUP Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa capital intensity, firm size, dan company growth tidak berpengaruh terhadap accounting conservatism. Return on assets berpengaruh negatif terhadap accounting conservatism. Penelitian memiliki keterbatasan antara lain, hasil pengujian dari nilai koefisien determinasi atau nilai adjusted R square sebesar 0,409 atau 40,9 persen yang dimana dapat dijelaskan pengaruh variabel capital intensity, return on assets, firm size dan company growth dalam menginterpretasikan perubahan terhadap accounting conservatism sebanyak 40,9 persen dan sisanya 59,1 persen masih ada faktor-faktor variabel lain. Pada sampel penelitian tersebut menggunakan sektor property, real estate dan konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada laporan keuangan tahunan serta diaudit selama lima tahun yaitu 2016 sampai dengan 2020. DAFTAR PUSTAKA