METAHUMANIORA ISSN: 2085-4838 : eISSN: 2657-2176 Vol. No. April 2026 Halaman: 30 - 37 PENGARUH CUITAN VIRAL RIDWAN KAMIL TERHADAP OPINI PUBLIK & ELEKTABILITAS PADA PILKADA DKI JAKARTA 2024: KAJIAN ETNOGRAFI VIRTUAL DAN READER RESPONSE Tsanaa Mahara Haq. RobiAoatul Muthmainnah. Aura Zahradiva Penggalih. Alma Shafifa Dilsari, dan Nani Darmayanti Program Studi Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Padjadjaran E-mail: tsanaa22001@mail. robiatul22001@mail. aura22001@mail. alma23003@mail. darmayanti@unpad. ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari cuitan-cuitan pada akun @ridwankamil terhadap keputusan pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Dengan menggunakan metode etnografi virtual dan reader response, penelitian ini mengeksplorasi keseluruhan pengguna media sosial baik respons maupun pengaruh yang dihasilkan. Dilengkapi dengan metode kualitatif deskriptif, metode ini berfokus untuk membahas secara rinci dengan menciptakan gambaran yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ditunjukan dengan analisis etnografi virtual, melalui empat level, di antaranya level ruang media, level dokumen media, objek media, dan level pengalaman. Level-level tersebut diolah dan menunjukan simpulan bahwa cuitan yang diunggah Ridwan Kamil pada masa lalu menimbulkan kecaman-kecaman pedas yang diarahkan pada calon kepala daerah DKI Jakarta. Dari 13 data cuitan Ridwan Kamil dalam media sosial X yang digunakan, keseluruhannya mendapatkan 29. 597 suka, 31. 054 postingan ulang, 5. 535 kutipan, dan 2. 837 komentar. Datadata tersebut pada level pengalaman dianalisis menggunakan pendekatan reader response. Analisis ini dibuktikan melalui survey dengan hasil 35 responden. Responden yang mewakili sampel masyarakat sekaligus pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 menyatakan sangat setuju . ,4%) terhadap protes mayoritas masyarakat atau netizen X terhadap cuitan yang diunggah Ridwan Kamil. Kata kunci: Ridwan Kamil. Pilkada DKI. Cuitan Viral. Respon Pembaca. Etnografi Virtual THE INFLUENCE OF RIDWAN KAMILAoS VIRAL TWEETS ON PUBLIC OPINION & ELECTABILITY IN THE 2024 DKI JAKARTA REGIONAL ELECTION: A VIRTUAL ETHNOGRAPHY AND READER RESPONSE STUDY ABSTRACT. This study aims to analyze the impact of tweets on the @ridwankamil account on voter decisions in the 2024 DKI Jakarta Pilkada. Using virtual ethnography and reader response methods, this research explores the full range of social media users responses and resulting influences. Equipped with descriptive qualitative methods, this method focuses on discussing in detail by creating a descriptive picture. The results are shown with virtual ethnographic analysis, through four levels, including the media space level, media document level, media object, and experience level. These levels are processed and show the conclusion that the tweets uploaded by Ridwan Kamil in the past caused scathing criticism directed at the DKI Jakarta regional head candidates. Of the 13 data of Ridwan KamilAos tweets on social media X used, all of them received 29,597 likes, 31,054 reposts, 5,535 quotes, and 2,837 comments. These data at the experiential level were analyzed using the reader response approach. This analysis was proven through a survey with the results of 35 respondents. Respondents who represent a sample of the community as well as voters in the 2024 DKI Jakarta Pilkada strongly agreed . 4%) with the majority of the public or netizen XAos protest against Ridwan KamilAos tweets. Keywords: Ridwan Kamil. Pilkada DKI. Viral Tweets. Reader Response. Virtual Ethnography PENDAHULUAN Media sosial telah menjadi salah satu alat komunikasi politik yang sangat penting dalam dekade Platform seperti X memungkinkan politisi untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat, menyampaikan pesan politik, membangun citra, dan memengaruhi opini publik secara luas. Indonesia, peran media sosial dalam politik semakin terlihat dengan meningkatnya jumlah pengguna Data dari We Are Social dan Hootsuite . menunjukkan bahwa lebih dari 72 juta orang Indonesia menggunakan X, menjadikannya salah satu platform utama untuk diskusi politik. Ridwan Kamil, mantan Gubernur Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu politisi yang sangat aktif menggunakan X. Dengan lebih dari 8 juta pengikut . ata per Februari 2. , ia secara konsisten memanfaatkan platform ini untuk berbagi informasi, pandangan, dan berinteraksi dengan Gaya komunikasinya yang santai, tapi informatif, menarik perhatian berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Sebagai contoh, ia sering menggunakan meme dan humor untuk DOI: https://doi. org/10. 24198/metahumaniora. Dikirim: 15 Oktober 2025. Diterima: 06 Februari 2026. Terbit: 20 April 2026 Metahumaniora. Vol. No. April 2026 menyampaikan pesan serius, sebuah pendekatan yang berbeda dari politisi lainnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa komunikasi politik di media sosial dapat memengaruhi keputusan pemilih. Sebuah studi oleh Nugroho . menemukan bahwa 63% responden merasa cuitan politisi di X memiliki peran dalam mempersuasi opini mereka terhadap kandidat tertentu. Dalam konteks Pilkada DKI Jakarta 2024. Ridwan Kamil dipandang sebagai salah satu kandidat potensial yang menggunakan X secara strategis untuk membangun basis pendukungnya. Cuitan Ridwan Kamil sering kali mencakup isu-isu yang relevan bagi masyarakat Jakarta, seperti transportasi, tata kota, dan lingkungan hidup. Sebagai contoh, salah satu cuitannya pada Januari 2024 tentang rencana integrasi transportasi massal di Jakarta mendapatkan lebih dari 50 ribu suka dan dibagikan ulang oleh 10 ribu pengguna. Respons ini menunjukkan bahwa publik memberikan perhatian besar terhadap ide-idenya, yang berpotensi memengaruhi preferensi politik mereka. Selain itu. Ridwan Kamil juga memanfaatkan X untuk merespons kritik dan pertanyaan masyarakat secara langsung. Hal ini menciptakan kesan bahwa ia adalah pemimpin yang terbuka dan responsif. Menurut Suryadi . , keterlibatan langsung seperti ini meningkatkan persepsi positif publik terhadap politisi, terutama di kalangan pemilih muda yang menghargai komunikasi dua arah. Namun, pengaruh media sosial tidak terlepas dari tantangan. Salah satu isu utama adalah disinformasi. Dalam sebuah studi oleh Kominfo . , ditemukan bahwa 45% pengguna media sosial di Indonesia pernah terpapar berita palsu terkait politik. Hal ini dapat memengaruhi persepsi pemilih, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi pandangan subjektif Ridwan Kamil melalui cuitannya yang diunggah pada tahun 2010 hingga 2012 dan dampaknya terhadap keputusan pemilih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan subjektif Ridwan Kamil melalui cuitannya pada tahun 2010 hingga 2012 yang kembali naik ke permukaan dan pengaruhnya terhadap keputusan pemilih pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini akan mengeksplorasi sentimen publik terhadap konten yang disampaikan. Data awal menunjukkan bahwa ada korelasi antara popularitas cuitan Ridwan Kamil dengan meningkatnya diskusi politik di X. Sebagai contoh, setelah cuitan tentang rencana urban farming di Jakarta, volume pencarian terkait Auurban farmingAy di Google meningkat sebesar 30% dalam dua hari. Hal ini jelas mengindikasikan bahwa media sosial menjadi salah satu cara untuk menarik massa Dengan memahami bagaimana Ridwan Kamil menggunakan X, penelitian ini dapat memberikan wawasan penting tentang efektivitas strategi media sosial dalam kampanye politik. Hasilnya diharapkan dapat menjadi panduan bagi politisi lain dan tim kampanye dalam memanfaatkan media sosial secara maksimal untuk membangun citra dan memengaruhi Dalam konteks demokrasi digital, studi ini juga memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih luas tentang peran media sosial dalam membentuk dinamika politik di Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan dapat mendorong diskusi lebih lanjut tentang etika, transparansi, dan tanggung jawab dalam penggunaan media sosial oleh politisi, guna mendukung demokrasi yang sehat dan inklusif. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode etnografi virtual dan reader response yang disajikan dalam bentuk metode kualitatif deskriptif. Walidin et al. dalam Fadli . menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah proses penelitian guna memahami fenomena manusia yang berkaitan dengan sosial serta menciptakan suatu gambaran yang menyeluruh dan disajikan dengan barisan kata. Perkembangan dari penelitian kualitatif yakni kualitatif deskriptif yang menurut Satori dalam Hanyfah et al. merupakan suatu penelitian yang didasarkan pada pengolahan data dengan sifatnya yang deskriptif. Data-data yang ada diolah dengan menggunakan teori pendekatan etnografi virtual dan reader response. Christine Hine dalam Iskandar, et al. menyebutkan bahwa etnografi virtual merupakan teori pendekatan yang biasanya dimanfaatkan ketika menyelidiki internet guna mengeksplorasi secara menyeluruh terhadap entitas/pengguna . saat menggunakan sosial media atau internet itu sendiri. Selain itu, etnografi virtual dipilih sebagai metode yang cocok dengan penelitian ini sebab tidak terbatasi baik itu geografis maupun waktu sekali pun. Etnografi virtual juga membantu penjelasan terkait kebiasaan komunitas yang lebih spesifik dengan penggunaan teknologi dalam berkomunikasi dan hal ini termasuk ke dalam penggunaan internet (Daniel, dalam Mayasari. Ada pula pengimplikasian analisis data dalam etnografi virtual yang ditunjukkan oleh Mayasari . sebagai berikut. Pengaruh Cuitan Viral Ridwan Kamil Terhadap Opini Publik & Elektabilitas pada Pilkada DKI Jakarta 2024: Kajian Etnografi Virtual dan Reader Response (Tsanaa Mahara Haq. RobiAoatul Muthmainnah. Aura Zahradiva Penggalih. Alma Shafifa Dilsari, dan Nani Darmayant. Metahumaniora. Vol. No. April 2026 Table 1. Analisis Data Etnografi Virtual Mayasari . Level Objek Ruang Media . edia Struktur perangkat media dan penampilan terkait dengan prosedur aplikasi yang bersifat teknis. Dokumen Media Isi dan aspek pemaknaan teks sebagai . edia archiv. artefak budaya Objek Media . edia Interaksi yang terjadi di media sosial dan komunikasi yang terjadi antar anggota komunitas melalui komen dan forum Pengalaman Motif, efek, manfaat yang terhubung secara (Experiental Storie. daring dan luring berupa rekomendasi. Sementara itu, pendekatan reader response merupakan pendekatan makna hermenetika postmodern dengan menitikberatkan makna pada tangan pembacanya bukan berdasarkan teks itu (Zaluchu, 2. Hal ini sesuai dengan objek serta subjek dari penelitian ini yakni terkait cuitan Ridwan Kamil dan juga reaksi dari para entitas/ pengguna . yang memicu pengaruhnya ketika rangkaian pilkada berlangsung. Objek penelitian utama pada artikel ini merupakan cuitan-cuitan Ridwan Kamil dari aplikasi X dalam rentang tahun 2010-2012 yang kembali mencuat menjelang pilkada DKI Jakarta 2024 sehingga hal tersebut memengaruhi para pemilih. Kemudian, adapun data yang didasarkan pada beberapa sumber Selain itu, terdapat data yang didasarkan pada respons atau interaksi dari beberapa pengguna X yang terdapat dalam cuitan Ridwan Kamil tersebut yang kemudian menjadi sasaran penelitian dengan model reader response yang juga menggunakan pendekatan teori etnografi virtual. Adapun beberapa tahapan dalam melakukan penelitian ini, yakni pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan penelusuran secara daring melalui cuitan Ridwan Kamil yang kembali menjadi perbincangan hangat warganet ketika Pilkada tengah berlangsung serta respons pengguna terkait cuitan tersebut yang disebarkan melalui kuesioner berdasarkan kriteria sampel ialah berusia 17 tahun atau lebih, beralamat KTP Provinsi Jakarta, dan sudah menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Tahap selanjutnya yakni pengolahan dan penganalisisan data yang telah terkumpul dengan menggunakan pendekatan etnografi virtual dan reader response. Kemudian, tahapan terakhir berupa penarikan simpulan yang menunjukkan reaksi seutuhnya dari dampak cuitan Ridwan Kamil selama masa Pilkada 2024 berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada prinsipnya, analisis etnografi virtual terbagi atas empat level, di antaranya, level ruang media . edia spac. , level dokumen media . edia achiev. , objek media . edia objec. , dan level pengalaman . xperiental storie. Kemudian levellevel tersebut diolah, dianalisis, dan ditarik menjadi sebuah simpulan berdasarkan rumusan masalah yang tercantum dalam penelitian ini. Level Ruang Media (Media Spac. Penelitian ini memposisikan media sosial Twitter . ini X) sebagai medium penelitian, tepatnya pada akun X Ridwan Kamil dengan nama pengguna @ridwankamil. Hal tersebut disebabkan oleh cuitan Ridwan Kamil pada tahun 2010-2012 yang kembali viral menjelang masa pemilihan kepala daerah. Selain itu, penelitian ini akan menguak alasan naiknya cuitan viral tersebut, lalu menganalisisnya untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan dari adanya cuitan-cuitan tersebut terhadap keputusan pemilih di pilkada DKI Jakarta 2024. Bahkan, jejak digital itu diasumsikan dapat memengaruhi citra yang dimiliki Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 yang tentunya dijadikan bahan pertimbangan bagi para pemilih untuk memutuskan siapa yang akan menjadi Gubernur DKI Jakarta kelak. Level Dokumen Media (Media Archiev. Pada level Dokumen Media ini, peneliti memfokuskan pengkajian pada cuitan kontroversial Ridwan Kamil dalam rentang tahun 2010-2012 yang kembali mencuat menjelang pilkada DKI Jakarta 2024 untuk membongkar asal usul, tujuan, serta arah pandang dari adanya konten-konten tersebut. Melansir dari laman tempo. Ridwan Kamil, eks Wali Kota Bandung itu telah mengakui bahwa dirinya pernah menjadi netizen dengan mengunggah cuitan-cuitan yang mendiskreditkan orang Jakarta dan telah sadar dari perilakunya yang buruknya Ia pun mengatakan bahwa sebagai seorang pemimpin ia mengaku lebih santun dan beretika. Selain itu. Ridwan Kamil pun sempat meminta maaf mengenai cuitan-cuitannya yang tidak pantas pada saat ia mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Barat pada tahun 2018 silam. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan cuitan kontroversial yang diunggah akan kembali mencuat. Ridwan Kamil kembali menjadi perbincangan hangat menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Individu yang tidak suka akan pencalonan Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jakarta nomor urut 1 mulai mengorek cuitan lamanya. Hal ini dibuktikan oleh salah satu pengguna X dengan nama pengguna @entalpih yang memberikan kecaman pedas terhadap calon gubernur tersebut. Kecaman pedas tersebut diunggah pada tanggal 25 Agustus 2024 dengan jumlah 44. 000 suka, 10. Pengaruh Cuitan Viral Ridwan Kamil Terhadap Opini Publik & Elektabilitas pada Pilkada DKI Jakarta 2024: Kajian Etnografi Virtual dan Reader Response (Tsanaa Mahara Haq. RobiAoatul Muthmainnah. Aura Zahradiva Penggalih. Alma Shafifa Dilsari, dan Nani Darmayant. Metahumaniora. Vol. No. April 2026 postingan ulang, dan 848 kutipan. Netizen lainnya yang merasa geram pun ikut memberikan respons serupa dengan mengolok-olok Ridwan Kamil melalui kolom komentar cuitan tersebut. Gambar 1. Tangkapan layar cuitan netizen yang mengkritik Ridwan Kamil dalam akun X dengan nama pengguna @entalpih. Tidak hanya itu, cuitan kontroversial lainnya pun ikut disoroti oleh netizen Indonesia. Pasalnya, terdapat beberapa cuitan berbau seksual bahkan mengandung nilai misoginis yang diunggah oleh calon Gubernur DKI Jakarta. Dalam cuitannya, ia menggunakan diksi-diksi yang terkesan erotis seperti goyangan, bodi, seksi, dan lingkar dada. Selain itu, tercantum pula nama-nama tokoh masyarakat perempuan yang tersohor seperti Agnes Monica. Luna Maya. Julia Perez. Sri Mulyani, dan Dewi Persik. Berikut tampilan cuitan tersebut. Gambar 2. Tangkapan layar cuitan Ridwan Kamil yang mengandung unsur seksual/erotis dan misoginis dengan nama pengguna @ridwankamil. Berdasarkan fenomena di atas, dapat diketahui bahwa pengguna media sosial, khususnya pada aplikasi X berperan penting dalam menyuarakan kasus cuitan kontroversial Ridwan Kamil pada akun @ridwankamil . Tentunya, partisipasi tersebut mengakibatkan timbulnya citra negatif yang dimiliki oleh eks Gubernur Jawa Barat 2018 sehingga berpengaruh terhadap keputusan pemilih di Pilkada DKI Jakarta tahun 2024. Level Objek (Media Objec. Dalam level Objek Media, penelitian ini menggali aktivitas Ridwan Kamil selaku calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2024 sebagai pengguna X dengan nama akun @ridwankamil sekaligus aktivitas pengguna dan antar pengguna yang emosional sebelum menjadi pemimpin masyarakat. Namun, yakni netizen X, baik pengikut ataupun non-pengikut calon Gubernur Data penelitian pada level analisis Objek Media berasal dari teks dan konteks yang ada pada media sosial X. Analisis berfokus pada tanggapan dari teks cuitan yang diunggah akun @ridwankamil tahun 2010-2012 yang telah terpilih berdasarkan konteks fenomena viralnya cuitan tersebut selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta tahun 2024. Dari 13 cuitan Ridwan Kamil dalam media sosial X yang terpilih, keseluruhannya mendapatkan 597 suka, 31. 054 postingan ulang, 5. 535 kutipan, 837 komentar. Rincian datanya adalah dapat dilihat pada Tabel 2. Ketika cuitan-cuitan lama Ridwan Kamil kembali naik ke permukaan selama masa kampanyenya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2024, cuitannya mendapat beragam tanggapan dari pengguna X, termasuk di antaranya berasal dari figur publik, akun base, dan komunitas. Sebagian besar komentar menyatakan keterkejutan mereka terhadap cara tokoh politik tersebut mengungkapkan gagasannya di ruang publik, terlebih saat itu Ridwan Kamil adalah pribadi berusia matang yang seharusnya sudah bisa menentukan hal yang sepantasnya dibagikan dalam media sosial yang tidak terbatas ruang dan waktu serta dapat oleh khalayak umum. Gambar 3, 4, 5. Berbagai komentar lainnya mencakup ungkapan rasa malu, kegelisahan, dan kekhawatiran netizen yang memposisikan diri mereka sebagai warga Jakarta yang nantinya akan dipimpin oleh Ridwan Kamil jika calon Gubernur nomor urut 1 tersebut terpilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Beberapa komentar juga membahas mengenai perbandingan kondisi antara Jawa BaratAesebagai daerah yang pernah dipimpin oleh Ridwan Kamil sebagai gubernur, dan Jakarta. Selain itu, tanggapan pengguna X lainnya yang dapat disoroti setelah ramainya kembali cuitan-cuitan Ridwan Kamil adalah pelabelan yang muncul terhadap diri Ridwan Kamil sebagai individu sekaligus tokoh politik. Pelabelan yang dilontarkan terhadap Ridwan Kamil di antaranya label seksis, misoginis, cabul, dan rasis. Hal ini pada akhirnya membentuk sebuah opini kolektif di masyarakat bahwa Ridwan Kamil bukanlah individu yang baik Pengaruh Cuitan Viral Ridwan Kamil Terhadap Opini Publik & Elektabilitas pada Pilkada DKI Jakarta 2024: Kajian Etnografi Virtual dan Reader Response (Tsanaa Mahara Haq. RobiAoatul Muthmainnah. Aura Zahradiva Penggalih. Alma Shafifa Dilsari, dan Nani Darmayant. Metahumaniora. Vol. No. April 2026 Table 2. Data Interaksi Cuitan Viral Terpilih @ridwankamil pada Periode 2010-2012 yang diambil per hari Minggu, 2 Februari Jumlah Postingan Ulang Jumlah Kutipan 5 Desember 2010 3 Juni 2011 9 Juni 2010 6 Agustus 2010 6 Juni 2011 komentar tidak bisa diakses karena cuitan telah dihapus 24 April 2011 8 April 2011 8 Januari 2012 10 Agustus 2010 12 Juli 2010 12 Mei 2011 9 Juni 2010 Cuitan Tanggal Unggah Jumlah Suka 26 Agustus 2010 Jumlah Komentar Pengaruh Cuitan Viral Ridwan Kamil Terhadap Opini Publik & Elektabilitas pada Pilkada DKI Jakarta 2024: Kajian Etnografi Virtual dan Reader Response (Tsanaa Mahara Haq. RobiAoatul Muthmainnah. Aura Zahradiva Penggalih. Alma Shafifa Dilsari, dan Nani Darmayant. Metahumaniora. Vol. No. April 2026 untuk memimpin Jakarta sebagai gubernur. Gambar pribadinya, @ridwankamil pada hari Minggu, 25 Agustus 2024. Gambar. 3, 4, dan 5. Tangkapan layar cuitan postingan ulang dan kutipan yang dibagikan oleh dua akun figur publik, yakni @realfedinuril dan @ mazzini_gsp serta komunitas @neohistoria_id yang menanggapi cuitan Ridwan Kamil. Gambar. 7, 8, dan 9. Tangkapan layar cuitan pengguna X lainnya yang memberikan pelabelan buruk seperti AuseksisAy. AucabulAy, dan AumisoginisAy terhadap Ridwan Kamil atas cuitannya yang diunggah melalui akun @ridwankamil. Gambar 6. Tangkapan layar cuitan pengguna X lainnya yang mengkritik cuitan Ridwan Kamil atas ketidakbijakannya dalam membagikan opini pribadi di ranah media sosial. Komentar tersebut diunggah oleh pengguna @ meltedheated dan @pandollarr. Ramainya pelabelan dan ujaran kebencian terhadap Ridwan Kamil yang diberikan netizen X membuat calon Gubernur DKI Jakarta tersebut akhirnya menghapus salah satu cuitannya yang paling banyak menarik perhatian, yakni cuitan yang diunggah pada 6 Juni 2011 berbunyi AuTengil, gaul, glamor, songong, pelit, gengsian, egois, pekerja keras, tahan banting, pamer, hedon. Itu karakter org JKT. #citybrandingAy. Ia pun turut menyampaikan permintaan maaf atas berbagai cuitannya yang menimbulkan kegaduhan dan kekecewaan Permintaan maaf tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam sebuah cuitan di akun X Gambar 10. Tangkapan layar cuitan Ridwan Kamil berisi permintaan maaf atas cuitannya yang tidak bijak sehingga menimbulkan kemarahan AA Pengaruh Cuitan Viral Ridwan Kamil Terhadap Opini Publik & Elektabilitas pada Pilkada DKI Jakarta 2024: Kajian Etnografi Virtual dan Reader Response (Tsanaa Mahara Haq. RobiAoatul Muthmainnah. Aura Zahradiva Penggalih. Alma Shafifa Dilsari, dan Nani Darmayant. Metahumaniora. Vol. No. April 2026 Level Pengalaman (Experimental Storie. Realitas yang terjadi di dunia virtual dengan realitas yang ada di dunia nyata dikaji dalam tahapan analisis level Pengalaman (Ezperimental Storie. Meninjau fenomena cuitan viral Ridwan Kamil ini, level Pengalaman dapat dianalisa menggunakan reader response yang akan mengungkap kaitan antara cuitan Ridwan Kamil dengan elektabilitasnya sebagai calon Gubernur nomor urut 1 dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta tahun 2024. Berdasarkan data, permintaan maaf yang dibagikan Ridwan Kamil pada tanggal 25 Agustus 2024 tak berhasil menyurutkan opini publik yang negatif terhadap dirinya. Bahkan, terdapat seruan untuk tidak memilih Ridwan Kamil pada hari pencoblosan dengan menggunakan tagar #AsalBukanRK. responden juga setuju bahwa cuitan Ridwan Kamil menimbulkan emosi negatif seperti kemarahan hingga kekecewaan dalam diri pemilih Pilkada DKI Jakarta. Kemudian, cuitan Ridwan Kamil pun disetujui oleh 85,7% responden mengandung unsur seksisme dan merugikan kelompok tertentu. Cuitan Ridwan Kamil juga dianggap mengandung kecenderungan misoginis berdasarkan data 51,4% responden yang memberi suara Sangat Setuju. Terakhir, sebanyak 57,1% responden merasa sangat setuju bahwa cuitan Ridwan Kamil mencerminkan kurangnya kesadaran tokoh politik tersebut terhadap sensitivitas sosial dan budaya. Responden yang mewakili sampel masyarakat sekaligus pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 juga menyatakan sangat setuju . ,4%) terhadap protes mayoritas masyarakat atau netizen X terhadap cuitan yang diunggah Ridwan Kamil. Gambar 13 dan 14. Data Penelitian 2025. SIMPULAN Gambar. 11 dan 12. Tangkapan layar beredarnya tagar #AsalBukanRK yang digaungkan oleh netizen X menanggapi cuitan viral Ridwan Kamil. Tagar ini digunakan sebagai ajakan untuk tidak memilih calon Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam Pilkada. Pengaruh cuitan viral Ridwan Kamil terhadap elektabilitasnya dalam Pilkada kemudian dibuktikan dengan data dalam survey bertajuk AuKuesioner Pengaruh Cuitan Viral RK terhadap Keputusan Pemilih di Pilkada DKI Jakarta 2024Ay. Dari total 35 responden yang sudah menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2024, sebanyak 57,1% menyatakan bahwa cuitan Ridwan Kamil menyebabkan sentimen negatif dan sebanyak 54,3% responden mengungkapkan bahwa mereka tidak memilih Ridwan Kamil dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 karena terpengaruh oleh cuitan viralnya AA(Gambar 13, . Kemudian, data mengungkapkan bahwa sebanyak 37,1% sangat setuju dan 51,4% lainnya menyatakan setuju bahwa cuitan Ridwan Kamil menimbulkan generalisasi yang tidak mendasar terhadap suatu identitas kelompok tertentu. 62,9% Cuitan-cuitan yang diunggah Ridwan Kamil pada akun @ridwankamil dengan rentang waktu 2010-2012 memberikan pengaruh besar terhadap elektabilitasnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Walaupun permintaan maaf sudah diunggah, opini negatif publik tidak kunjung surut. Naiknya tagar #AsalBukanRK membuktikan bahwa kecaman tersebut nyata. Dengan menggunakan metode etnografi virtual yang memiliki empat level pendekatan seperti ruang media, dokumen media, objek media, dan pengalaman, level-level tersebut dianalisis dan disimpulkan. Dengan mengambil data berjumlah 13 cuitan Ridwan Kamil dalam media sosial X, keseluruhannya 597 suka, 31. 054 postingan ulang, 535 kutipan, dan 2. 837 komentar. Berkat cuitancuitan viral tersebut. Ridwan Kamil dilabeli sebagai pribadi yang seksis, misoginis, cabul, dan rasis. Pengaruh tersebut dibuktikan dalam penelitian ini menggunakan survey bertajuk AuKuesioner Pengaruh Cuitan Viral RK terhadap Keputusan Pemilih di Pilkada DKI Jakarta 2024Ay. Dari 35 responden, sebanyak 57,1% menyatakan bahwa cuitan Ridwan Pengaruh Cuitan Viral Ridwan Kamil Terhadap Opini Publik & Elektabilitas pada Pilkada DKI Jakarta 2024: Kajian Etnografi Virtual dan Reader Response (Tsanaa Mahara Haq. RobiAoatul Muthmainnah. Aura Zahradiva Penggalih. Alma Shafifa Dilsari, dan Nani Darmayant. Metahumaniora. Vol. No. April 2026 Kamil menyebabkan munculnya sentimen negatif dan sebanyak 54,3% responden mengungkapkan bahwa mereka tidak memilih Ridwan Kamil pada Pilkada DKI Jakarta 2024 akibat cuitan-cuitan Data turut mengungkapkan sebanyak 37,1% sangat setuju dan 51,4% lainnya menyatakan setuju bahwa cuitan Ridwan Kamil menimbulkan generalisasi yang tidak mendasar terhadap suatu identitas kelompok tertentu. 62,9% responden juga setuju bahwa cuitan Ridwan Kamil menimbulkan emosi negatif seperti kemarahan dan kekecewaan dalam diri pemilih Pilkada DKI Jakarta. Kemudian, cuitan Ridwan Kamil pun disetujui oleh 85,7% responden mengandung unsur seksisme dan merugikan kelompok tertentu. Cuitan Ridwan Kamil juga dianggap mengandung kecenderungan misoginis berdasarkan data 51,4% responden yang memberi suara Sangat Setuju. Terakhir, sebanyak 57,1% responden merasa sangat setuju bahwa cuitan Ridwan Kamil mencerminkan kurangnya kesadaran tokoh politik tersebut terhadap sensitivitas sosial dan budaya. Responden yang mewakili sampel masyarakat sekaligus pemilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 juga menyatakan sangat setuju . ,4%) terhadap protes mayoritas masyarakat atau netizen X terhadap cuitan yang diunggah Ridwan Kamil. DAFTAR PUSTAKA