AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Pemberdayaan Kelompok Perempuan Melalui Pengelolaan Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus Di Dusun Tejon. Suhupawati1. Cici Haerani2. Devi Aningtia Sapira3. Endang Nurhidayah4. Ewit Nurdayanti5. Husnawati6. Muh. Fikron Birrulwalidain7. Reno Zenandi8. Siti Nur Khadijah9. Syaufian Assauri10. Winda Nur Wadi11. Ziadatun NiAoam12 Received: 20 Mei 2024 Revised: 20 Juni 2024 Accepted: 25 Juli 2024 ABSTRAK Pengelolaan potensi desa berbasis kearifan lokal adalah salah satu hal yang penting guna membantu dalam menunjang perekonomian masyarakat. Pengabdian ini mengulas tentang sumber daya alam lokal yang ada di Dusun Tejong. Dusun tejong adalah salah satu dusun yang terletak di Desa Ketangga. Kecamatan Suela. Kabupaten Lombok Timur. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu permasalahan masyarakat di Dusun Tejong adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi sumber daya alam lokal disekitar mereka yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya tambahan untuk membantu perekonomian masyarakat. Dusun Tejong memiliki banyak sumber daya alam terutama dari sektor pertanian seperti jagung, tembakau dan padi dll. Adapun tujuan dalam kegiatan ini ialah untuk mengetahui bentuk pengelolaan potensi desa . aun kelo. yang dilakukan oleh perempuan di Dusun Tejong. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan tahapan Participatory Rural Apricial kepada peremppuan yang mengelola daun kelor sebagai bahan makanan olahan . erupuk daun kelo. Daun kelor diolah menjadi makanan olahan kerupuk daun kelor untuk meningkatkan perekonomian perempuan di Dusun Tejong. Kata kunci : Pemberdayaan, perempuan, daun kelor ABSTRACT Managing village potential based on local wisdom is one of the important things to help support the community's economy. This service project discusses the local natural resources available in Tejong Hamlet. Tejong Hamlet is one of the hamlets located in Ketangga Village. Suela Subdistrict. East Lombok Regency. West Nusa Tenggara Province. One of the challenges faced by the community in Tejong Village is the lack of awareness among residents regarding the potential of local natural resources around them, which could be utilized as additional resources to support the community's economy. Tejong Village possesses abundant natural resources, particularly in the agricultural sector, such as corn, tobacco, and rice, among The objective of this activity is to identify the forms of village resource management . oringa leave. carried out by women in Tejong Village. Data collection techniques include yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 observation, interviews, and documentation, as well as the Participatory Rural Appraisal (PRA) method applied to women who manage moringa leaves as processed food ingredients . oringa leaf cracker. Moringa leaves are processed into moringa leaf crackers to enhance the economic well-being of women in Tejong Village. Keywords: Empowerment, women, moringa leaves PENDAHULUAN Pemanfaatan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam bukan hanaya sekedar memanfaatkan pengetahuan tradisional, tetapi juga merupakan suatu upaya untuk melestarikan dan mengembangkannya. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. yang menekankan pentingnya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan Dengan mengintegrasikan kearifan lokal kedalam program pemberdayaan masyarakat, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif antara pengetahuan tradisional dan teknologi modern, sehingga menghasilkan pengeloalaan sumber daya alam yang lebih efektif dan berkelanjutan. Sumber daya alam memegang peranan penting dalam menjamin keberlansungan pembangunan dan kehidupan bangsa dan negara dalam jangka panjang. Sumber daya alam adalah hal-hal seperti air, tanah, udara, gas alam, dan ruang yang berasal dari alam. Sumber daya alam adalah sesuatu yang bermanfaat dan dihargai dalam keadaan di mana kita mendapatkannya (Iswandi dan Indang, 2. Perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya alam, baik secara langsung maupun tidak langsung. Peran mereka seringkali terfokus pada aspek-aspek yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan pelestarian lingkungan di sekitar Perempuan memainkan peran vital dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan membangun ketahanan komunitas. Diberbagai tempat mereka terlibat aktif dalam pertanian berkelanjutan, pengelolaan air, konservasi hutan, hinga aksi-aksi kolektif dalam menghadapi Di negara sedang berkembang, perempuan selalu memiliki hubungan erat dengan hutan dan pepohonan. Secara turun temurun perempuan telah mengumpulkan produk dari pepohonan dan tanaman lain, produk yang telah memenuhi kebutuhan dasar mereka akan bahan bakar, pangan dan pakan ternak, juga untuk meningkatkan perekonomian perempuan. Perempuan lebih melihat potensi lokal sebagai sumber untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Perempuan yang memiliki local wisdom dalam mengelola dan melestarikan Pemberdayaan yang dilakukan melibatkan, membantu, merencanakan, memutuskan, dan mengelola sumber daya yang mereka miliki sehingga pada ahirnya perempuan memiliki kapasitas yang memadai dan kemandirian ekonomi, ekologi, dan sosial secara berkelanjutan. Dalam pemberdayaan ini, masyarakat Dusun Tejong mendapatkan pembelajaran secara mandiri dan berkembang upaya peningkatan kualitas kehidupan. Salah satu aspek dalam yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 pemberdayaan ini peran perempuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang berada disekitar mereka khusunya tumbuhan kelor. Tumbuhan kelor adalah salah satu bagian dari tanaman yang sudah banyak di teliti kandungan gizi dan kegunaannya. Kelor ialah tanaman penting yang berasal dari famili Moringaceae yang memiliki banyak kegunaan. Setiap bagian dari pohon ini memiliki manafaat sebagai sumber obat-obatan, makanan, produk kecantikan keperluan industri dan sebagai tanaman hias serta pupuk organik. Selain itu, kelor juga memiliki fungsi ekologis dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan melindungi erosi (Purba & Iriani, 2. Kelor merupakan salah satu pangan lokal dengan kandungan gizi yang sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang balita, serta banyak ditemukan di Indonesia namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Desa ketangga merupakan desa yang kaya akan sumber daya alamnya, salah satunya ialah tumbuhan kelor. Di beberapa dusun di Desa Ketangga, khususnya Dusun Tejong masyarakat menanam kelor di rumah, sawah, kebun dan tempat-tempat lainnya namun daun kelor belum bisa dikelola debagai makanan olahanmasyarakat masyarakat hanya memanfaatkan sebagai sayur. Dengan adanya sumber daya lokal yang mendukung serta masyarakat khusunya perempuan yang memiliki kemauan untuk belajar dan menciptakan sesuatu yang dapat meningkatkan perekonomian, ditambah dengan ketersediaan tanaman kelor dalam jumlah yang cukup banyak, maka produk kerupuk yang berbahan dasar daun kelor ini memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Melihat kurangnya pengelolaan terhadap sumber daya lokal, mahasiswa KKN kelompok 6 merasa tertantang untuk menciptakan suatu produk yang tidak hanya meberikan nilai ekonomi, tetapi juga dapat memberdayakan potensi lokal. Selain itu banyaknya dukungan dari masyarakat menjadi pendorong dalam proses pengembangan ini, hal ini membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan masyarakat khususnya PKK dan kader yang menjadi kekuatan dalam mewujudkan ide menjadi sebuah bisnis yang berkelanjutan. Di Dusun Tejong memiliki potensi daun kelor namun belum dimanfaatkan secara Oleh karena itu, pada kegiatan KKN ini bertujuan untuk pemberdayaan perempuan dalam pemanfaatan daun kelor yang bernilai ekonomi. METODE PELAKSANAAN Pengabdian KKN Bina Desa dalam kegiatan sosialisasi pemanfaatan potensi desa yang dirangkaikan dengan penyampaian potensi yang ada di desa ketangga khususnya di Dusun Tejong dan pelatihan pembuatan kerupuk daun kelor menggunakan metode intraktif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa dokumen atau catatan dan rekaman audio visual. Proses pengambilan data dalam pengabdian ini terdiri dari dua bagian yaitu pengambilan data sekunder dan data primer. Metode pengambilan data sekunder dilakukan dengan mengumpulkan berbagai dokumen Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak lain dan sudah diolah oleh pihak tersebut (GWR, 2008. Berdasarkan hasil observasi awal kegiatan KKN ini dilakukan. KKN Universitas Hamzanwadi dilakukan mulai tanggal 9 April-10 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Tejong Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Tim KKN terdiri dari yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 berbagai jenis program studi dan satu Fakultas yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, dengan harapan dapat menjadi utama dalam membangun jiwa kewirausahaan di Dusun Tejong. Kegiatan ini memiliki beberapa tahapan dalam pengabdian dengan mengacu pada prinsip PRA sebagai berikut. Tahap Persiapan Pada tahap ini. Mahasiswa KKN melakukan survei terkait dengan potensi desa, kelompok UMKM, bentuk pemanfaatan daun kelor. Di Dusun Tejong ditemui banyaknya tumbuhan daun kelor. Masyarakat hanya menanam tumbuhan kelor sebagai bahan untuk sayur bening. Masyarakt tidak memiliki pengetahuan tentang manfaat daun kelor dan bagaimana pengelolaan daun kelor menjadi bernilai ekonomi. Berdasarkan hal tersbut, tim KKN memanfaatan daun kelor untuk menciptakan makanan olahan dari daun kelor yang memiliki rasa enak tapi bernilai ekonomi. Kemudian tim mencari resep cara untuk membuat kerupuk kelor yang memiliki bahan utama dari daun kelor, setelah itu mencoba terus untuk mendapatkan hasil kerupuk yang sesuai dengan tujuan utama dari inovasi. Tahap Pelaksanaan Pengabdian mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi mulai dilakukan pada tanggal 9 April-10 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Tejong Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Tim KKN terdiri dari berbagai jenis program studi dan satu Fakultas yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, dengan harapan dapat menjadi utama dalam membangun jiwa kewirausahaan di Dusun Tejong. Kegiatan ini memiliki beberapa tahapan, yakni tahap persiapaaha yang terjadi serta mengidentifikasi potensi sumber daya yang dimiliki oleh desa atau dusun. Tahapa ini mulai dilakukan pada 26 April 2025 April 2025, jam 14. 00 Wita di Posko KKN. Bersama para tokoh pemuda terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan mengikuti proses diskusi pemetaan potensi dusun dengan menggambar sketsa dusun lengkap dengan legendanya dan persoalan yang dialami di Dusun Tejong. Pada tahap ini peserta berperan aktif daalam melihat kondisi Dusun dengan potensi yang dimiliki. Pada tanggal 4 Mei 2025 berlokasi di SDN 5 Ketangga Dusun Tejong dilaksanakan sosialisasi sekaligus pelatihan pembuatan kerupuk daun kelor. Peserta terdiri PKK. Kader, tokoh perempuan, tokoh pemuda dll. Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi, sesi pertama sosialisasi potensi desa yang disampaikan oleh tim KKN, sesi kedua pemaparan materi terkait manfaat daun kelor yang paparkan oleh Dosen Sosiologi Universitas Hamzanwwadi yakni ibu Huldia Samsiar. Pd, sesi ketiga yakni praktik pengolahan kerupuk daun kelor yang difasilitasi oleh mahasiswa KKN. Tahap rencan aksi dan tindak lanjut Pada tahap ini tim KKN melakukan melakukan beberapa tahap yakni pertama, mengumpulkan 10 peserta terdiri dari perempuan, tokoh pemuda. PKK. Kader dan Kadus dengan metode partisipatif. Kedua, memetakan kemajuan yang dirasa dalam pengelolaan daun kelor. Ketiga, memetakan persolaan yang ditemui dalam proses selama kegiatan pemberdayaan . ambatan dan tantanga. Keempat, menyusun langkah strategis untuk mengatasi permasalahan yang dhadapi perempuan dalam membuat kerupuk kelor termasuk melihat pencatatan keuangan yang dilakukan. yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 PEMETAAN POTENSI DESA Saat ini kearifan lokal yang ada di suatu wilayah semakin terlupakan seiring perkembangan zaman. Kearifan lokal sangat berarti bagi masyarakat yang penuh dengan Oleh karena kearifan lokal memiliki arti penting bagi pembangunan daerah pedesaan di nusantara. Desa menjadi landasan pembangunan desa dengan pemanfaatan kearifan lokal yang masih hidup di desa-desa. Dusun Tejong dalam pengelolaan potensi desa senantiasa mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. Warga masyarakat bersama mahasiswa KKN mengelola sumber daya lokal dengan berdasarkan pada nilai kearifan lokal yang dijalankan. Masyarakat Dusun Tejong sebagian besar menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baik laki-laki maupun perempuan. Terutama perempuan di Dusun Tejong, ketika pulang dari rantauan mereka kebingungan untuk mencari kerja. Terbiasa dengan kerja-kerja di luar negeri membuat mereka menjadi keterusan untuk kembali lagi menjadi TKI. Hal ini sidebabkan karena tidak memiliki kemampuan dalam melihat eluang dan potensi yang ada di wilayah Melihat kondisi inilah, mahasiswa KKN mengajak masyarakat khususnya perempuan untuk ikut terlibat dalam melakukan pemetaan tentang potensi dusun. Dalam pemetaan inilah tergambar beberapa potensi desa yang bisa dikembangkan oleh masyarakat. potensi tersebut seperti pertanian, wisata, tumbuhan kelor, dll. Selain potensi muncul beberapa persoalan di masyarakat seperti kekurangan air bersih. TKW, kurangnya lapangan pekerjaan dll. Dari persoalan tersebut mahasiswa KKN bersama masyarakat meyusun strategi untuk menjawab semua persoalan tersebut. Namun melihat kondisi masyarakat dan mahasiswa KKN memilih untuk menyelesaikan satu persolan yang bisa dikembangkan oleh masyarakat khususnya perempuan dan bisa menambah nilai ekonomi perempuan di dusun Tejong yaitu pengelolaan potensi daun kelor menjadi makanan olahan kerupuk kelor. Gambar 1: Menggambar Sketsa Dusun Tejong yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 PENGELOLAAN DAUN KELOR Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan mahasiswa KKN Bina Desa Universitas Hamzanwadi bahwa pengelolaan daun kelor di Dusun Tejong Desa Ketangga menunjukkan potensi yang sangat besar baik dari bidang sosial, budaya dan khusunya Daun kelor dikenal dengan berbagai macam manfaat baik untuk kesehatan. Namun pada kenyatannya masyarakat masih banyak yang belum mengetahu manfaat dari daun kelor dan cara memanfaatkanya. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan belum ada yang menginformasikan baik dari kadus, desa dll. Sebagian besar masyarakat masih memanfaatkan daun kelor sebagai konsumsi pribadi untuk bahan makanan sayur bening. Dengan potensi tumbuhan kelor yang besar maka hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat khusunya perempuan dalam meningkatkan kesadaran dan pemanfaatan daun kelor di Dusun Tejong. Berbagai inovasi dalam pengelolaan daun kelor menjadi produk yang memiliki nilai tambah, seperti kerupak daun kelor, stik daun kelor dll. Ini bisa menjadi peluang ekonomi bagi perempuan di Dusun Tejong. Meski begitu, apa yang dilakukan tidak bisa berjalan dengan apa yang diharapkan. Dalam pelaksananya tidak semua berjalan dengan apa yang diharapkan, terutama dalam pengelolaannya. Begitu besar potensi yang dimiliki namun belum dimanfaatkan secara keseluruhan. Namun dengan adanya KKN Bina Desa dalam melakukan pengabdian tumbuh kesadaran masyarakat khusunya perempuan untuk memanfaatkan daun kelor sebagai nilai tambah dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Gambar 1: Produk olahan daun kelor yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Dari hasil pengabdian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengelolaan potensi desa khusuya pengolahan daun kelor cukup mengalami peningkatan. Awalnya perempuan yang terlibat hanya 20 %. Setelah adanya pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN keteribatan perempuan meningkat sekitar 50 % dibandingkan sebelunya. Sebagian besar merasa percaya diri dalam menjalankan usaha selama mengiuti beberapa pertemuan yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Pemberdayaan ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan keluarga tetapi berpotensi untuk mendorong peningkatan ekonomi, sosial, dan budaya pada masyarakat Dusun Tejong. Hal ini menunjukkan dampak postif bagi yang signifikan. Keterlibatan perempuan ini tidak hanya sekedar menambah daftar hadir saja tapi kehadiran mereka menunjukkan bagaimana keaktifan dalam mengajukan usulan mereka dalam pengolahan daun kelor. Namun tantangan yang dihadapi ialah belum mampu mengeola usaha dengan baik. Keuangan usaha masih tercampur dengan keuangan pribadi. Tidak hanya itu, sebagian besar masyarakat dalam menjalankan usaha masi latah dengan kondisi saat ini. Sehingga banyak usaha yang dijalankan namun tidak bisa bertahan dengan lama. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan tentang manajemen bisnis dan dukungan dari pasangan sangatlah penting untuk memastikan keberhasilan dari program pemberdayaan ini. Untuk itu, pengabdian yang dilakukan di Dusun Tejong dilakukan untuk dapat menjadi model efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan memperkuat ekonomi keluarga sehingga perempuan bisa berkontribusi terhadap pebangunan ekonomi desa. DOKEMENTASI Gambar 1. 1 Observasi Gambar 1. 2 Diskusi Potensi Dusun yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gambar 1. 4 Hasil Pemetaan Potensi Dusun SOSIALISASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KERUPUK DAUN KELOR Gambar 1. Sosialisasi Pemanfaatan Daun Kelor Gambar 1. Penyampaian Potensi Dusun Seagai Potensi Lokal PELATIHAN PEMBUATAN KERUPUK DAUN KELOR yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 Gambar 1. Gambar 1. Pelatihan Pembuatan Kerupuk Daun Pelatihan Pembuatan Kerupuk Daun Kelor Kelor SOSIALISASI PEMASARAN Gambar 1. Sosialisasi Pemasaran Gambar 1. Sosialisasi Pemasaran yn AFADA : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. Vol. No. 2 Agustus 2025. AFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 3 No 2. Agustus 2025. Hal. 277Ae286 DOI: 10. 37216/afada. E-ISSN: 2986-0997 KESIMPULAN Perempuan diharapkan mampu untuk berkontribusi pada pembangunan. Untuk perempuan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam dirinya sehingga perempua tidak lagi terjerat dengan iming-iming sebagai Tenaga Kerja Indonesai (TKI). Itulah kenapa pemberdayaan perempuan harus dilakukan sebagai jalan untuk meningkatkan kebernilaian Potensi desa sebagai salah satu sumber daya yang dikembangkan sebagai nilai tambah pada ekonomi perempuan desa dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di desa. Dengan pemberdayaan ini perempuan desa memiliki nilai tawar dalam menjalankan usahanya dan peningkatan kepercayaan diri bagi perempuan. Untuk itu diperlukan adanya kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh desa supaya peremuan-perempuan desa bisa semakin berkembang sesuai dengan potensi desa dan potensi yang dimiliki. DAFTAR PUSTAKA