539 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI COMMUNITY BASED TOURISM DI DESA WISATA LEMBAH ASRI SERANG Oleh Riski Aziza Parpudian1. Dwiyono Rudi Susanto2. Moch. Nur Syamsu3 123Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta E-mail: 1rizkyaziza. p17@gmail. com, 2rudikuliah@stipram. id, 3nsamsu@stipram. Article History: Received: 21-01-2025 Revised: 23-01-2025 Accepted: 24-01-2025 Keywords: Pemberdayaan masyarakat. CBT. Desa wisata Abstract: Pariwisata merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan Dalam perkembangannya, pariwisata tidak hanya dipahami sebagai aktivitas rekreasi semata, melainkan sebagai alat pemberdayaan masyarakat lokal. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, muncul konsep pariwisata berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Desa Wisata Lembah Asri Serang, yang terletak di Kabupaten Purbalingga. Jawa Tengah, merupakan salah satu desa wisata yang menerapkan prinsip-prinsip CBT dalam pengembangannya. Potensi alam berupa lanskap pegunungan dan agrowisata, serta kekayaan budaya lokal, menjadi daya tarik utama desa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat dalam implementasi(CBT) di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Lembah Asri Serang dapat dilihat perencanaan bisnis, pengelolaan destinasi, pemasaran, konservasi lingkungan, dan pelestarian budaya. Kolaborasi dengan akademisi guna menciptakan solusi yang berbasis penelitian dan pengadaan program pelatihan bagi masyarakat desa. Kolaborasi dengan media lokal secara konsisten memberitakan perkembangan Implementasi penerapan CBT berupa pelestarian lingkungan, pelestarian sosial budaya, dan pemberdayaan ekonomi. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 PENDAHULUAN Pariwisata telah menjadi sektor strategis dalam pembangunan nasional, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan. Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah pusat dan daerah. Dalam perkembangannya, pariwisata modern menuntut model pengelolaan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin keberlanjutan lintas generasi. Sedangkan menurut Chabibah . pariwisata adalah kegiatan seseorang yang bepergian ke atau tinggal di suatu tempat di luar lingkungannya yang biasa dalam waktu yang tidak lebih dari satu tahun secara terus menerus untuk kesenangan bisnis atau tujuan lainnya. Konsep Pariwisata Berkelanjutan atau Sustainable Tourism menjadi paradigma penting dalam pembangunan destinasi wisata. World Tourism Organization (UNWTO) mendefinisikan pariwisata berkelanjutan sebagai pariwisata yang Aumemenuhi kebutuhan wisatawan saat ini dan daerah tujuan wisata, sekaligus melindungi dan meningkatkan peluang untuk masa depan. Ay Artinya, setiap kegiatan pariwisata perlu mempertimbangkan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut, pendekatan Community Based Tourism (CBT) menjadi strategi pengembangan wisata yang mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatan hasil dari pariwisata. Pembangunan pariwisata berkelanjutan memerlukan partisipasi dari semua pemangku kepentingan yang memiliki atau mendapat informasi, dan juga kepemimpinan politis yang kuat untuk menjamin adanya partisipasi yang luas didalamnya. Mencapai sebuah pariwisata berkelanjutan merupakan proses yang berkesinambungan dan memerlukan pemantauan dampak secara konstan, mengenalkan tindakan pencegahan dan/atau tindakan korektif bilamana diperlukan. Pariwisata berkelanjutan juga harus menjaga tingkat kepuasan wisatawan yang tinggi dan menjamin pengalaman yang penuh makna bagi wisatawan, menumbuhkan kesadaran tentang isu keberlanjutan dan mempromosikan praktek-praktek pariwisata berkelanjutan di antara mereka (Shalimar 2. Utami et al. menyebut bahwa CBT adalah model pengembangan pariwisata yang menekankan pada kesadaran nilai dan kebutuhan masyarakat lokal, serta distribusi manfaat yang merata. Keberhasilan CBT ditentukan oleh partisipasi masyarakat, manajemen yang baik, konservasi lingkungan, dan kemitraan yang kuat antar pemangku kepentingan. Dalam konteks pembangunan daerah, desa wisata menjadi model pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya lokal, tetapi juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan, pengelolaan, dan pemanfaatannya. Salah satu contoh penerapan CBT dapat ditemukan di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga. Jawa Tengah. Desa ini memanfaatkan potensi alam di lereng Gunung Slamet serta budaya lokal sebagai atraksi wisata, mulai dari kebun stroberi hidroponik, taman edukasi, hingga atraksi budaya seperti Kirab Gunungan dan Serang Carnival. Selain menawarkan keindahan dan edukasi, desa ini juga telah melibatkan masyarakat dalam berbagai sektor wisata seperti pengelolaan wahana, homestay, produk UMKM, hingga penyuluhan sadar wisata. Namun demikian, implementasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat tidak terlepas dari berbagai tantangan. Seperti disebutkan oleh Suganda . , keberhasilan CBT a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, keberadaan organisasi masyarakat, dan sistem manajemen lokal. Di Desa Lembah Asri Serang, masih ditemukan beberapa kendala seperti minimnya pelatihan bahasa asing, pengelolaan sampah yang belum optimal, dan belum maksimalnya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Keterlibatan pihak eksternal seperti pemerintah daerah, akademisi, media, dan sektor swasta . alam skema pentaheli. juga perlu ditingkatkan. keterbatasan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi kendala yang signifikan. Banyak warga yang belum memiliki keterampilan dasar dalam mengelola usaha pariwisata secara profesional, termasuk dalam hal pelayanan wisatawan, pengelolaan homestay, promosi digital, hingga manajemen keuangan usaha. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat sejauh ini masih sangat bergantung pada program pelatihan dari pemerintah daerah, kelompok sadar wisata, maupun Lembaga swadaya maysarakat Desa Serang sehingga keberlanjutannya belum terjamin secara mandiri. Kendala lain yang juga ditemukan adalah lemahnya penegakan regulasi dan ketergantungan terhadap dukungan eksternal. Meskipun telah ada Peraturan Desa yang mengatur tata kelola destinasi, pelaksanaannya belum optimal, terutama pada saat terjadi lonjakan wisatawan di musim liburan. Kemacetan lalulintas, peningkatan volume sampah, serta kerusakan fasilitas dan vegetasi menjadi hal yang sering terjadi karena keterbatasan infrastruktur dan tenaga pengelola di lapangan Oleh karena itu, penelitian ini disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat dalam implementasi Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga, yang mencakup partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata, solusi terhadap tantangan dalam penerapan pariwisata berkelanjutan, bentuk kolaborasi dengan pihak eksternal seperti pemerintah, akademisi, media, dan tokoh masyarakat, serta penerapan konsep CBT dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di desa tersebut. LANDASAN TEORI Pada sebuah upaya melakukan penelitian dibutuhkan panduan serta landasan berupa teori teori memiliki keterkaitan dengan sebuah penelitian yang sedang dilakukan. Berikut merupakan landasan teori dalam menunjang kegiatan penelitian: Srisusilawati dkk. , . menjelaskan bahwa pariwisata dikatakan sebagai gabungan fenomena dan hubungan timbal balik yaitu adanya interaksi dengan wisatawan, supplier bisnis, pemerintah dan tujuan wisata serta masyarakat daerah wisata Sinergi ekonomi kreatif dan pariwisata akan menghasilkan pemulihan ekonomi dan berkembangnya pariwisata yang positif, yang diharapkan terjadi pengembangan pemberdayaan masyarakat . omunitas setempa. melalui ekonomi kreatif yang membawa hal positif. Pemberdayaan bukan hanya dalam pengembangan potensi ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk karena pandemi, namun juga upaya peningkatan percaya diri, harga diri, dan harkat martabat serta terpeliharanya tatanan nilai kultural dan budaya setempat. Berdasarkan beberapa pendapat menurut ahli dapat disimpulkan bahwa pariwisata merupakan sebuah perpindahan atau kegiatan seseorang yang melakukan perjalanan wisata dari tempat tinggal ke daerah/wilayah tertentu namun tidak menetap pada wilayah tersebut. Menurut Rusyidi dan Fedryansah . Pemahaman mengenai pariwisata berbasis masyarakat terbagi atas empat cara pandang. Salah satu pemahaman mengenai paroiwisata berbasis masyarakat adalah pengembangan pariwisata berbasis masyarakat sebagai sebuah proses, menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dilihat sebagai a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mendapatkan manfaat dari pariwisata. Masyarakat dilibatkan dalam perencanaan bisnis, pengelolaan destinasi, pemasaran, dan pelayanan wisata, konservasi lingkungan, dan pelestarian budaya menjadi bagian penting dari proses ini. Utami dkk. , . Community Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas adalah model pengembangan pariwisata yang berasumsi bahwa pariwisata harus berangkat dari kesadaran nilai-nilai kebutuhan masyarakat sebagai upaya membangun pariwisata yang lebih bermanfaat bagi kebutuhan, inisiatif dan peluang masyarakat lokal. Tentu jika dilihat dari konsep pariwisata berbasis masyarakat partisipasi seta kesadaran akan pariwisata dalam pengembangan desa wisata sangat dibutuhkan. Sementara itu Pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism (CBT) merupakan sebuah pariwisata yang menyadari kelangsungan budaya, sosial dan lingkungan. Bentuk pariwisata ini dikelola dan dimiliki oleh masyarakat guna membantu wisatawan meningkatkan kesadaran mereka dan belajar tentang tata cara hidup masyarakat lokal (Sutama dkk. , 2. Sulistyadi dan Entas, 2019 yang menyatakan bahwa pariwisata berkelanjutan berfokus pada pengelolaan semua sumber-sumber pariwisata sehingga kebutuhan ekonomi, sosial, dan sebagainya dapat terpenuhi. Dengan demikian jika sumber daya manusia Desa Sumberagung sadar akan potensi wisata yang dapat dikembangkan maka pariwisata di Desa Sumberagung dapat berkelanjutan. Pribadi & Setiawan . menjelaskan bahwa Teori pentahelix adalah kerangka kolaborasi yang menggabungkan lima unsur utama pembangunan: pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, dan media. Model ini dikembangkan dari pendekatan triple helix . emerintah-akademisi-bisni. , lalu disempurnakan agar lebih sesuai untuk pembangunan yang partisipatif dan inklusif, termasuk dalam sektor pariwisata. Dalam konteks desa wisata, teori ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana sinergi kelima unsur tersebut mampu mendorong pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat . ommunity based tourism/CBT), dengan prinsip pemberdayaan, keberlanjutan, dan pelibatan aktif warga lokal METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, metode ini menjadikan landasan teori sebagai pengarah dan rumusan masalah sebagai panduan bagi penelitian untuk eksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan dikaji secara mendalam, luas dan Penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif diharapkan mampu menghasilkan data deskriptif melalui kata-kata yang tertulis atau lisan maupun perilaku yang diamati dari orang-orang atau aktivitas masyarakat. (Hermawan, 2. Lokasi penelitian yaitu Desa Wisata Lembah Asri Serang yang merupakan desa wisata berbasis komunitas yang telah memberdayakan masyarakat dalam pengembangannya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengelola desa wisata, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Purbalingga, akademisi, tokoh masyarakat setempat, serta media lokal. Arif dan Oktafiana . menjelaskan bahwa dalam pengumpulan data, untuk mendapatkan data yang dibutuhkan atau data yang otentik dengan peneliti sebagai instrumen penelitian, peneliti menerapkan beberapa tahap dalam pengumpulan data, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi kegiatan. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 metode dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumen pendukung. Untuk menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian, peneliti menetapkan beberapa variabel dan indikator. Variabel-variabel tersebut merepresentasikan aspek-aspek utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Penetapan indikator juga disesuaikan dengan pedoman wawancara yang dirancang secara tematik sesuai pendekatan kualitatif. Adapun rincian variabel, indikator, dan teori pendukung, dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel. 1 Variabel. Indikator, dan Teori Pendukung No. Variabel Peran Serta Masyarakat Indikator Keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan Partisipasi dalam pengelolaan Pelayanan dan promosi Pelestarian lingkungan dan Kolaborasi Pentahelix Penerapan Community-Based Tourism Peran dalam pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan peluang . Kontribusi dalam pelatihan atau pendampingan . Mendorong kebijakan atau kegiatan yang menjaga aset . erlindungan ) 4. Dukungan nyata . Pelibatan Masyarakat luas Distribusi manfaat secara merata Manajemen pariwisata yang baik Kemitraan internal dan eksternal yang kuat Konservasi lingkungan tidak Teori Pendukung Rusyidi dan Fedryansah . , menyatakan bahwa partisipasi masyarakat sebagai proses peningkatan kapasitas dalam Community Based Tourism Pribadi dan Setiawan . , menyatakan bahwa pentahelix sebagai model kolaborasi aktor dalam Utami dkk. Community Based Tourism menekankan partisipasi aktif masyarakat, manfaat langsung, pelestarian, dan pemberdayaan kapasitas lokal HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Wisata Lembah Asri Serang merupakan desa wisata yang terletak di 7A14'57" LS dan 109A17'12" BT Kecamatan Karangreja. Kabupaten Purbalingga. Jawa Tengah. Desa ini berada di kawasan dataran tinggi lereng Gunung Slamet, dengan ketinggian mencapai A1. meter di atas permukaan laut . luas wilayah sekitar 2. 875,222 hektare, dengan 566,470 hektare di antaranya merupakan kawasan kehutanan. Tipografi desa didominasi oleh lahan miring hingga curam, terutama di area-area dekat hutan dan perkebunan. Lahan pertanian dan kebun stroberi umumnya terletak di area dengan kemiringan sedang. Desa Wisata Lembah Asri Serang memiliki harga tiket masuk yang relatif murah yaitu a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Rp. 000,00 dengan keunikan alam, dan berbagai aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung, sehingga tidak heran jika banyak pengunjung lokal atau lain daerah banyak berkunjung ke Desa Wisata Lembah Asri Serang ini. Desa wisata Lembah Asri Serang memiliki banyak atraksi diantaranya adalah Dino Land. ATV bike, taman bunga, taman kelinci, kebun strawberry, taman labirin, kolam renang, high rope, sepeda air, tugu strawberry, flying fox, berkuda, taman bermain anak, pemandangan dengan view Gunung Slamet, dan hutan pinus. Sementara untuk wisata budaya seperti tradisi Kirab Gunungan dan Serang Karnaval sebagai bentuk kemakmuran dari Desa Serang sebagai penghasil sayur mayur dan di balut dengan barisan Serang Carnival. Namun untuk tradisi ini masih belum dilakukan setiap hari atau diagendakan sebagai acara tahunan, dan hari hari libur lainnya pengelola Desa Wisata Lembah Asri Serang juga secara rutin mengadakan pertunjukan tarian tradisional. Akses menuju Desa Wisata Lembah Asri Serang juga sangat mudah, bisa menggunakan sepeda motor, mobil, kendaraan umum seperti angkutan umum dan bus pariwisata, namun untuk transportasi umum seperti angkot dan gojek masih kurang Jarak yang ditempuh dari pusat kota menuju Desa wisata Lembah Asri Serang sekitar 45 menit dengan jalan yang sudah diaspal, namun rute yang berbelok dan menanjak karena lokasinya yang berada di lereng Gunung Slamet diharapkan untuk selalu berhati-hati. Untuk sistem navigasi bisa menggunakan google maps untuk rute menuju ke Desa wisata Lembah Asri Serang, sementara untuk bisa mengetahui lokasi setiap atraksi bisa menggunakan peta wisata yang tersedia di Desa wisata Lembah Asri Serang. Amenitas penunjang pariwisata di Desa wisata Lembah Asri Serang diantaranya parkiran yang luas, food court, meeting room, cottage, mushola, villa, tempat duduk di area joglo dengan view Gunung Slamet, toilet, tempat perbelanjaan, gubuk, papan informasi, pusat informasi, kereta wisata, dan tempat cuci tangan di beberapa area. Sementara untuk aktivitas yang dapat dilakukan di Desa wisata Lembah Asri Serang terdiri dari wisata edukasi berupa petik buah strawberry di kebun hidroponik, melihat keanekaragam budaya dari tradisi Kirab Gunungan dan Serang Carnaval, sementara bagi anak suka wisata air bisa melakukan aktivitas berenang di kolam renang, dan bisa mencoba atraksi yang ada di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Strategi pemberdayaan masyarakat dalam implementasi Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga mencakup partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata, bentuk kolaborasi dengan pihak eksternal seperti pemerintah, akademisi, media, dan tokoh masyarakat, serta penerapan konsep CBT dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga, berikut merupakan penjelasannya: Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Berdasarkan hasil penelitian, keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Lembah Asri Serang sangat dominan dan mencakup berbagai aspek penting, seperti perencanaan bisnis, pengelolaan destinasi, pemasaran, konservasi lingkungan, hingga pelestarian budaya. Hal ini mencerminkan praktik nyata dari konsep Community-Based Tourism (CBT), sebagaimana dijelaskan oleh Rusyidi dan Fedryansah . , bahwa pengembangan pariwisata berbasis masyarakat merupakan suatu proses yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mendapatkan manfaat langsung dari sektor pariwisata. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Pada aspek perencanaan bisnis, masyarakat tidak hanya dilibatkan secara formal melalui musyawarah desa, tetapi juga melalui lembaga-lembaga desa seperti BUMDes dan Pokdarwis. Pemerintah desa berperan dalam memfasilitasi perencanaan dan penganggaran, sementara BUMDes mengelola aspek usaha dan infrastruktur penunjang wisata. Pokdarwis menjadi pelaksana teknis yang menyusun program kerja, melatih warga dalam pelayanan wisata, dan menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan wisatawan. Bahkan, promosi desa juga dilakukan oleh masyarakat melalui media sosial dan metode komunikasi langsung, menciptakan bentuk partisipasi yang adaptif dan mandiri. Aspek pengelolaan destinasi, pengelolaan wisata dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat lokal. Mereka bertanggung jawab atas operasional harian, mulai dari penjagaan pos masuk, penarikan retribusi, pelayanan informasi, hingga pengelolaan atraksi dan fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah, serta taman tematik. Kegiatan gotong royong rutin dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan area wisata. Pengelolaan ini juga mencakup penerapan tata tertib pengunjung yang disusun bersama dan ditetapkan dalam peraturan desa, menunjukkan adanya pengaturan sosial yang kuat dan partisipatif. Dalam hal pemasaran, terdapat masalah mengenai kurangnya akses ke pasar yang lebih luas, serta kurangnya keterampilan dalam mengelola usaha berbasis pariwisata secara profesional di Desa Wisata Lembah Asri Serang, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan pelatihan dan pendampingan lebih lanjut bagi penyedia homestay, promosi hasil umkm melalui media sosial. Desa memanfaatkan berbagai platform seperti Instagram. TikTok. Facebook, hingga website resmi. Akun Instagram @dlas_serangofficial memiliki lebih dari 34 ribu pengikut dan aktif membagikan konten atraksi, testimoni, dan event wisata. Dukungan dari pemerintah daerah juga hadir melalui promosi dari akun resmi @purbalingga. dan @dinporapar_purbalingga. Masyarakat turut serta dalam berbagai expo dan pameran pariwisata untuk memasarkan produk lokal seperti keripik stroberi dan kopi Gunung Slamet, serta mengundang travel blogger dan influencer untuk memperluas jangkauan promosi Aspek konservasi lingkungan dijalankan melalui kegiatan kerja bakti, sistem pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , dan pelatihan konservasi yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan lembaga swadaya masyarakat. Masyarakat desa juga mulai mengenal konsep zero waste tourism dan diberi edukasi untuk meminimalkan dampak negatif dari pariwisata massal, hari hari libur atau hari besar nasional peningkatan jumlah pengunjung mengakibatkan peningkatan produksi sampah, kerusakan ekosistem, serta pembatasan akses jalan, soluasi atas pemasalah tersebut adalah menyediakan tempat sampah terpilah di berbagai titik strategis, pengenalan zero waste tourism untuk meningkatkan kesadaran wisatawan dan pelaku usaha tentang pentingnya mengurangi limbah dan mendaur ulang bahanbahan yang dapat digunakan kembali, serta himbauan untuk mengikuti jalur resmi yang telah diberi papan petunjuk yang telah disediakan Aspek pelestarian budaya pengelola mengadakan pertunjukan seni seperti festival Gunung Slamet, salah satu acara tahunan unggulan di Kabupaten Purbalingga, dan pada hari hari libur lainnya pengelola Desa Wisata Lembah Asri Serang juga secara rutin mengadakan pertunjukan tarian tradisional. Kolaborasi antara pihak pengelola dengan pihak eksternal, seperti pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, serta media dalam mengelola Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pemuda. Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, dukungan diberikan melalui penyediaan anggaran dan bantuan teknis untuk pembangunan dan pemeliharaan fasilitas wisata. Selain itu, pemerintah juga berperan dalam merancang dan mendukung penyelenggaraan event atau festival budaya, serta melakukan promosi wisata melalui akun media sosial resmi seperti @dinporapar_purbalingga dan @purbalingga. Tokoh masyarakat, terutama yang tergabung dalam Pokdarwis, berperan sebagai fasilitator utama di lapangan. Mereka menjembatani komunikasi antara warga dan pengelola, serta turut membantu mengevaluasi pembukaan destinasi baru, penyelenggaraan kegiatan wisata, pendampingan pengunjung, hingga pelestarian budaya lokal. Keterlibatan Pokdarwis menciptakan kesinambungan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pengelolaan pariwisata. Di sisi lain, akademisi berkontribusi dalam memberikan solusi berbasis riset dan pendekatan ilmiah. Perguruan tinggi terlibat dalam merancang dan melaksanakan pelatihan untuk masyarakat, meliputi keterampilan pariwisata, kewirausahaan, pengelolaan lingkungan, dan literasi digital. Pendekatan akademis ini memperkuat kapasitas SDM lokal secara berkelanjutan. Sementara itu, media berperan penting dalam membangun citra dan promosi desa Kolaborasi dengan akun media sosial lokal seperti @Instapurbalingga membantu memperluas jangkauan promosi ke audiens digital, sedangkan media cetak seperti Radar Banyumas secara konsisten meliput perkembangan pariwisata dan kegiatan inovatif desa. Publikasi dari media-media ini telah mendorong peningkatan jumlah kunjungan sekaligus memperkuat eksistensi Desa Wisata Lembah Asri Serang di mata publik. Strategi penerapan konsep community Based Tourism terhadap keberlanjutan pariwisata di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga. Penerapan strategi Community-Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Lembah Asri Serang menjadi pendekatan utama dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Konsep ini tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam berbagai aspek pengelolaan dan pengembangan pariwisata. Pada aspek pelestarian lingkungan, strategi diterapkan melalui penetapan zonasi yang jelas antara wilayah pertanian, konservasi, dan pariwisata. Zonasi ini dirancang agar pembangunan tidak merusak ekosistem lokal yang menjadi daya tarik utama desa wisata. Selain itu, masyarakat menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dengan penyediaan tempat sampah terpilah di berbagai titik strategis. Upaya konservasi juga diperkuat melalui partisipasi dalam pelatihan lingkungan yang difasilitasi oleh dinas lingkungan hidup dan lembaga swadaya masyarakat. Pada aspek pelestarian sosial dan budaya, keterlibatan masyarakat tercermin dalam partisipasi aktif sebagai penyedia homestay. Banyak masyarakat lokal membuka rumah mereka untuk wisatawan, memberikan pengalaman tinggal yang autentik sekaligus memperkenalkan kehidupan sehari-hari warga. Masyarakat juga dilibatkan sebagai pemandu wisata yang memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah dan kearifan lokal. Dalam kegiatan budaya seperti Festival Gunung Slamet, warga berperan sebagai pelaku utama dari berbagai atraksi budaya dan spiritual yang dipertunjukkan. Sementara itu, aspek pemberdayaan ekonomi difokuskan pada pembukaan ruang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Berbagai bentuk usaha masyarakat yang berkembang antara lain homestay, warung makan, jasa transportasi wisata, toko oleh-oleh, dan jasa pemandu wisata. Di samping itu, pengembangan ekonomi kreatif juga didorong melalui produksi olahan stroberi, kerajinan tangan, kopi lokal, dan produk pertanian organik yang memiliki nilai jual tinggi. Melalui implementasi ketiga strategi ini. Desa Wisata Lembah Asri Serang telah mengintegrasikan prinsip-prinsip CBT secara nyata dalam kehidupan sehari-hari Strategi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan kelestarian lingkungan yang menjadi daya tarik utama desa wisata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam implementasi Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingga, dapat disimpulkan bahwa Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Lembah Asri Serang dapat dikaji dari berbagai aspek, termasuk dilibatkan dalam perencanaan bisnis, pengelolaan destinasi, pemasaran, konservasi lingkungan, dan pelestarian budaya. Guna mempermudah pengelolaan Desa Wisata Lembah Asri Serang, pengelola melakukan kolaborasi dengan pihak eksternal . emerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan medi. , bentuk kolaborasinya berupa pemerintah menyediakan anggaran dan dukungan teknis untuk pembangunan dan pemeliharaan fasilitas wisata, merancang event atau festival budaya, serta promosi wisata di akun resmi milik Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga. Sementara itu Pokdarwis membantu mengarahkan, menjembatani, dan dapat membantu mengevaluasi adanya pembukaan destinasi wisata baru, penyelenggaraan acara, pendampingan pengunjung, dan pelestarian budaya lokal. Kolaborasi dengan media guna menciptakan solusi yang berbasis penelitian dan pengadaan program pelatihan bagi masyarakat desa. Kolaborasi dengan media lokal seperti @Instapurbalingga, media lokal seperti Radar Banyumas secara konsisten memberitakan perkembangan pariwisata. Penerapan konsep Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Lembah Asri Serang menjadi strategi utama dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat, implementasi penerapan konsep ini berupa pelestarian lingkungan, pelestarian sosial budaya, dan pemberdayaan ekonomi SARAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dalam implementasi Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Lembah Asri Serang. Kabupaten Purbalingg. adalah sebagai berikut: Perlu dilakukan peningkatan kerja sama yang berkelanjutan dengan pihak akademisi, tidak hanya terbatas pada kegiatan KKN atau penelitian, tetapi juga dalam bentuk program pelatihan, pendampingan usaha, serta pengembangan riset inovatif untuk peningkatan kualitas pelayanan pariwisata. Diperlukan peningkatan program program yang berkaitan dengan peningkatan pelestarian budaya, sehingga program kebudayaan bukan hanya di hari hari besar atau acara tahunan namun diharapkan menjadi acara rutin mingguan serta mendorong a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRTour JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 kebijakan atau kegiatan yang menjaga aset budaya . Penguatan kemitraan dengan media digital lokal perlu diformalkan dalam bentuk kerja sama strategis agar promosi wisata dapat dilakukan secara berkelanjutan, konsisten, dan sesuai dengan target segmen wisatawan DAFTAR PUSTAKA