PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI DAN BIAYA TRANSPORTASI KANTOR POS UNGARAN DALAM RANGKA EFISIENSI DENGAN METODE SAVING MATRIX. NEAREST INSERTION DAN NEAREST NEIGHBOR Yudho Purnomo1. Dirgo Wahyono2. Adhi Suhendra Anggahandika3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama Semarang Jl. Tegalsari Raya 102, 6282144254244 yudhocendekiaku@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Penggunaan biaya Bahan Bakar Minyak pada kendaraan yang tidak tetap setiap bulannya mengindikasikan terdapat permasalahan rute yang tidak tetap pula pada Kantor Pos Ungaran. Penelitian ini menggunakn pendekatan kualitatif. Penulisan Artikel penelitian ini berkaitan dengan penentuan rute distribusi dengan tujuan untuk efisiensi biaya menggunakan metode saving matrix, nearest insertion dan nearest neighbor. Berdasarkan 13 alternatif yang ditawarkan, ditemukan alternative yang optimal dan memenuhi target Top Key Goal (TKG) PT. Pos Indonesia sebesar 10% diperoleh dari metode saving matrix sebesar 11. 35% dan metode nearest neighbor sebesar 11. sehingga efisiensi yang dilakukan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap target kinerja yang ditetapkan. Kata Kunci: Rute. Rute Distribusi. Saving Matrix. Nearest Insertion. Nearest Neighbor. Efisiensi Biaya. Masalah Rute Kendaraan. PENDAHULUAN Industri logistik merupakan industri yang aktivitasnya meliputi aktivitas fisik dan juga mental. Industri tersebut merupakan industri yang menggunakan biaya tinggi, memerlukan teknologi yang tinggi dan canggih, serta memiliki risiko yang Meskipun demikian, bagian-bagian signifikan dari produksinya masih mengandalkan input manusia yang kompeten dan profesional. Performa logistik yang stabil sangat penting dan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi negara. Jasa logistik di Indonesia sangat berperan penting pada masyarakat dan sejumlah perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional. PT. Pos Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian BUMN. PT. Pos Indonesia membuka pelayanan jasa pengiriman dokumen, barang, pembayaran internasional berbasis western union dan lainnya,yang berpengalaman yang berdiri sejak 26 Agustus 1746. Saat ini, bentuk badan usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering disebut dengan PT Pos Indonesia. Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1995. Peraturan pemerintah tersebut berisi tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan umum (PERUM) menjadi sebuah perusahaan (PERSERO). Aktivitas logistik merupakan hal yang penting di dalam proses bisnis Pos Indonesia. Khususnya dalam bidang jasa kurir yang meliputi kegiatan collecting, processing, transporting, distribution, dan delivery, yang merupakan kunci berlangsungnya proses bisnis di perusahaan jasa Collecting, merupakan suatu proses dimana sesuatu hal dalam kondisi ini adalah surat dan paket akan dikumpulkan. Proses pengumpulan sendiri di Pos Indonesia dilakukan oleh dua bagian. Bagian pertama yang melakukan pengumpulan adalah loket, dimana tugas loket . agian pelayana. adalah mengumpulkan surat dan paket yang akan dikirim melalui Pos dari berbagai konsumen / customer. Processing adalah kegiatan dimana barang dan paket akan di pisahkan sesuai tujuannya. Barang pos biasanya dibagi menjadi 2 jenis yaitu barang incoming dan barang outgoing. Barang incoming ialah barang yang akan di distribusikan untuk lokal area, sedangkan barang outgoing adalah barang yang ditujukan bukan untuk lokal area. Transporting proses transportasi di PT Pos Indonesia di bagi menjadi 3 golongan . remier, sekunder, tersie. Kendaraan tersier merupakan angkutan yang diperuntukan untuk jaringan kantor pos dengan kantor cabang yang berada dibawahnya. Kendaraan sekunder merupakan kendaraan yang melewati jaringan antara Sentral Pengolahan Pos (SPP, dulu di kenal dengan nama Mail Processing Center/MPC) dengan kantorkantor pos di setiap kabupaten dan kota. Sedangkan kendaraan primer merupakan kendaraan yang di gunakan hanya untuk melayani jaringan antar SPP seperti antara SPP Semarang dan Jakarta. Distribusi memiliki peran penting dari supply chain untuk dapat memenuhi order pelanggan. Pertimbangan tingkat layanan dan biaya distribusi menjadi penting dalam keputusan strategi dan perencanaan distribusi. Menurut kamus besar bahasa indonesia distribusi adalah pembagian pengiriman barang barang kepada orang banyak maupun ke beberapa tempat. Menurut Philip Kotler . distribusi merupakan sekumpulan organisasi yang membuat sebuah proses kegiatan penyaluran suatu barang atau jasa siap untuk di pakai atau di konsumsi oleh para konsumen . PT Pos Indonesia memiliki 3 saluran distribusi menurut angkutannya, dan semua angkutan telah terjadwal. Jadwal ini pun tetuang dalam N22 (N22 adalah Rute kendaraan atau jalur antar. Delivery, menurut Suyono . delivery adalah penyerahan muatan yang merupakan kegiatan menyerahkan barang dari dan ke wilayah pelabuan. Menurut Djoko . delivery adalah kegiatan pengalihan kepemilikan disk suatu barang, seperti pengalihan kepemilikan dari pengirim ke perusahaan pengangkut, atau dari perusahaan pengangkut ke penerima barang. Monitoring proses delivery kepada setiap customer merupakan tanggung jawab dari manajer proses, transportasi dan antaran (PROSTRAN). Tidak herannbahwa permasalahan penentuannjalur distribusi ini banyak terjadi di perusahaan-perusahaan. Permasalahannpenentuannrute distribusi ini sering disebut sebagai Vehicle Routing Problem. Vehicle Routing Problem (VRP) ialah sebuah permasalahanndimana terdapat beberapanrute yang harus dilalui oleh sejumlah kendaraannyang berangkat dari suatu depotnmenuju beberapa tempat Permasalahannrute ini termasuk dalam Vehicle Routing Problem (VRP) yaitu permasalahan penentuannrute kendaraannuntuk melayani beberapa pelanggan. Bentuk dasar VRP secara umum berkaitanndengan masalah penentuannsuatu rute (Vehicl. denganode denganndemandnatau permintaannyang diketahui dan rute yang menghubungkan depot dengan pelanggan, dannantar pelanggannyang lainnya (Toth & Vigo, 2. Mengacu pada latar belakang penelitian ini, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam proses pendistribusian surat dan paket KP Ungaran. Kabupaten Semarang. Selain itu, peneliti sangat tertarik untuk melakukan efisiensi yang di harapkan oleh PT Pos Indonesia sebagaimana yang dituangkan ke dalam Pos Indonesia Way. Optimalisasi yang diharapkan akan menentukan jalur terbaik dan terpendek, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan judul AuPenentuan Rute Distribusi Dan Biaya Transportasi Kantor Pos Ungaran Dalam Rangka Efisiensi. Ay II. METODE PENELITIAN Berdasarkan pada latar belakang serta identifikasi masalah rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah Bagaimana skema rute baru yang optimal berdasarkan biaya dan waktu. Berapa besar efisiensi yang bisa dilakukan. Berapa besar biaya dan waktu yang dapat di capai setelah dilakukan efisiensi. Adapun tujuan dari penelitian yang penulis lakukan adalah Mengetahui rute yang optimal berdasarkan biaya dan waktu. Mengetahui besarnya efisiensi yang bisa di capai. Mengetahui besarnya biaya dan waktu yang dapat di capai setelah dilakukan Syarat pada permasalahan ini adalah jumlah kendaraan dalam armada dibatasi dan mereka dapat mempunyai kapasitas maksimum yang berlainan. Tujuan prosedur pemecahan ini asalah untuk memilih penugasan kendaraan dan routing sebaik mungkin. Teknik ini dikenal sebagai metode saving atau penghematan. Rute sangat erat kaitannya dengan jalan. Jalan mempunyai suatu sistem jaringan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam suatu hubungan hirarki. Menurut peranan pelayanan jasa distribusinya, sistem jaringan jalan terdiri dari sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder, yang dimaksud Sistem jaringan jalan primer dan sekunder. Proses awal penelitian ini yaitu penulis memahami TKG (Top Key Goa. PT Pos Indonesia kemudian melakukan pengamatan KP Ungaran dalam melakukan TKG perusahaan. Penulis menemukan kondisi dimana adanya ketidakoptimalan dalam pendistribusian proses inbound. Untuk menyelesaikan masalah yang ada penulis harus mengumpulkan data-data yang Data-data ini diperoleh langsung dari KP Ungaran. Data yang sudah terkumpul langsung diolah menggunakan metode saving matrix, neaerest insertion, neaerest Metode ini dipilih karena sesuai dengan fokus penelitian yaitu optimalisasi dari segi biaya dan waktu, hal ini diperkuat oleh penelitian penelitian Dengan demikian perusahaan dapat melakukan efisiensi dengan memilih rute yang jarak tempuhnya pendek agar dapat memenuhi TKG perusahaan. Simulasi yang dilakukan akan memberikan sudut pandang tentang tingkat keefisiensian yang masih mungkin dilakukan di kantor pos Ungaran. Untuk lebih jelas, kerangka pemikiran dapat dilihat pada diagram alir atau flowchart berikut: Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Menurut (Prof. Dr. Sugiyono, 2. metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan trianggulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada Penelitian ini mengumpulkan data berkaitan dengan Penentuan Rute Distribusi dan Biaya Transportasi dengan jenis penelitian kualiattif Teknik Analisis Teknik analisis dalam penelitiannini menggunakann3 metode. Metode saving matrix heuristic atau Clarke and Wright Algorithm, nearest insertion, dan nearest neighbor akan menciptakannsebuah matriks jarak antar tiap titik atau Perhitungannterus dilakukannberulang sampai semua titik atau lokasi tiap KPC (Kantor Pos Caban. sudah terhubung, maka akan menghasilkan sebuah rute pendistribusian. Saving matrix. Disamping dapat memenuhi semua permintaanndari tiap KPC. Metode ini juga akan memberikan solusi rute dengan ongkos yang minimum, didahulukanndalam membuat sebuah rute maka semakin besar pula efisiensi yang dilakukan. Berikut disajikan algoritma penyelesaian Metode Clarke and Wright Saving Algorithm Membuat matriks jarak yaitu matriks jarak antara KP Ungaran. Kabupaten Semarang dengan KPC dan jarak antara masing- masing KPC. Pengukuran jarak dari titik A ke B dengan jarak titik B ke A sehingga matriks jarak inintermasuknmatriks simetris. Bentuk umum matriks jarak Nearest Insertion Merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah rute. Tidak jauh berbeda pada metode sebelumnya. Tahap awal metode ini menggunakan matriks jarak sebagai dasar perhitungan, matriks jarak ini seperti matriks jarak yang digunakan oleh metode saving matrix. Tahap selanjutnya ialah menentukan node pertama berdasarkan jarak paling dekat dengan depot, misalkan rute 1 memiliki 3 node A. B, dan C masing-masing node berjarak tiga kilometer , empat kilometer, dan lima kilometer sehingga terpilihlah node A sebagai node pertama yang dikunjungi. Tahap berikutnya adalah dimana tahap ini di ulangi sampai semua node sudah dikunjungi dan mejadi sebuah rute. Pada tahap ini menggunakan node sebelumnya menjadi acuan perhitungan. (Utomo et al. , 2. Nearest neighbor Nearest neighbor menggunakan matriks jarak sebagai acuan sama seperti metode yang lain. Pada tahap awal node terdekat menjadi node pertama yang dikunjungi. Kemudian node berikutnya dipilih node terdekat dari node terpilih dilihat dari matriks jarak. (Elkan, 2. Pengumpulan Data NAMA KANTOR POS CABANG (KPC) KANTOR POS PRINGAPUS KANTOR POS BERGAS KANTOR POS BAWEN KANTOR POS AMBARAWA KANTOR POS JAMBU KANTOR POS BANYUBIRU KANTOR POS BANDUNGAN KANTOR POS SUMOWONO NOTASI PRS BRGS BWE ABW JAU BBR BDN SWO Data primer Waktu tempuh rata Ae rata Waktu tempuh adalah waktu yang diberikan oleh manager PROSTRAN kepada driver dalam pendistribusian mulai dari KPUNR sampai kembali ke KPUNR. Waktu normal yang diberikan untuk wilayah Ungaran mulai dari jam 09. 00 sampai dengan jam 12. Dalam observasi penulis sambil melakukan pemantauan google maps ikut dalam perjalanan seorang driver saat melakukan distribusi ke KPC dimana hasilnya waktu terbaik yang di tempuh untuk melakukan pendistribusian wilayah Ungaran adalah 4-6 jam dan menurut hasil wawancara kepada driver rata Ae rata driver mulai perjalanan sampai kembali ke KUNR adalah 4-6 jam dengan waktu istirahat rata- rata 30 menit. Kecepatan rata Kecepatan rata Ae rata di dapat dari jarak tempuh yang penulis hitung dibagi dengan jam atau waktu tempuh sampai kembali ke KPUNR 7 KM/ jam. Data sekunder Jarak KPUNR Ae KPC dan KPC Ae KPC Data jarak antara KPUNR Ae KPC dan antara KPC penulis dapatkan dari manajer PROSTRANT data ini pun di jadikan acuan dalam penghitungan N22 oleh manajer PROSTRANT. Waktu kerja. Jumlah kendaraan Waktu kerja dari setiap pekerja adalah 8 jam/ hari. Lama waktu kerja ini didapatkan hasil dari wawancara penulis dengan manajer DUKUM (Dukungan Umu. yang menangani masalah kepegawaian. Biaya BBM dan Harga BBM Biaya BBM setiap bulan mula dari bulan Januari 2020 sampai dengan awal semester 2021 didapati dari bukti laporan pemakaian BBM setiap bulannya yang di hitung dari struk pembelian BBM oleh driver. Sedangkan konsumsi BBM untuk grand max adalah 10 KM / L dan harga BBM per liter Rp. 7,650. Pengolahan Data Matrik jarak Tabel 1: Data jarak KPC wilayah Ungaran dalam satuan kilometer Sumber: maps. Tabel 2:Saving matriks wilayah Ungaran Sumber: dikembangkan oleh peneliti . Hitung nilai saving Matriks penghematan . aving matri. ini di buat berdasarkan matriks jarak, sehingga matriks penghematan . aving matri. ini juga merupakan matriks simetris. Matriks penghematan . aving matri. mempresentasikan efisiensi jarak yang akan mempengaruhi terhadap waktu efektif pengiriman produk dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan. Perhitungan matriks penghematan . aving matri. ini menggunakan persamaan: = d ( D,i ) d ( D,j ) Ae d ( i,j ) Langkah selanjutnya yaitu pengelompokan KPC kedalam rute-rute berdasarkan nilai penghematan . ilai savin. Langkah ini merupakan iterasi dari matriks penghematan . aving matri. Tahap pertama yaitu mengurutkan nilai saving terbesar sampai dengan yang terkecil. Kemudian dipilih urutan rute distribusi ke KPC, yang memiliki total nilai saving terbesar. Jadi dalam hal ini akan dibentuk beberapa opsi rute kemudian dipilih rute yang memiliki total nilai saving paling tinggi. Dapat dilihat dibawah ini: Dari susunan-susunan rute diatas yang ditentukan berdasarkan nilai saving ditentukan rute yang memiliki total nilai saving yang paling tinggi itulah yang dipilih menjadi rute pilihan. Berdasarkan penjabaran diatas maka rute yang terpilih adalah alternatif 11 urutan dari BRGS-PRS-BWE-ABR-JAU-BBRSWO karena memiliki total nilai saving paling tinggi. Maka rute looping-nya akan dijabarkan sebagai berikut: Rute awal pendistribusian yaitu 16,0 dimulai dari KPC BRGS dengan PRS. Untuk itu rute yang terbentuk adalah UPT-BRGS-PRS Rute berikutnya akan menjadi rute pendistribusian selanjutnya yaitu 16,6 KPC PRS dengan BWE. Karena PRS sudah dilewati, maka rute yang terbentuk adalah UPT-BRGS-PRS-BWE Rute berikutnya akan menjadi rute pendistribusian selanjutnya yaitu 34,0 antara KPC BWE dengan ABR Karena BWE sudah dilewati, maka rute yang terbentuk adalah UPT-BRGS-PRS-BWE-ABR Rute berikutnya akan menjadi rute pendistribusian selanjutnya yaitu 41,0 antara KPC ABR dengan JAU Karena ABR sudah dilewati, maka rute yang terbentuk adalah UPT-BRGS-PRS-BWE-ABR-JAU Rute berikutnya akan menjadi rute pendistribusian selanjutnya yaitu 40,6 antara KPC JAU dengan BBR Karena JAU sudah dilewati, maka rute yang terbentuk adalah UPT-BRGS-PRS-BWE-ABR-JAU-BBR Rute berikutnya akan menjadi rute pendistribusian selanjutnya yaitu 27,6 antara KPC antara BDN dengan BBR. Karena BBR sudah dilewati, maka rute yang terbentuk adalah UPT-BRGS-PRS-BWE-ABR-JAU-BBR-BDN Rute berikutnya akan menjadi rute pendistribusian selanjutnya yaitu 30,6 antara KPC BDN dengan SWO. Karena BDN sudah dilewati, maka rute yang terbentuk adalah UPT-BRGS-PRS-BWE-ABR-JAU-BBR-BDN-SWO Maka rute looping hingga kembali ke UPT (KPRK) adalah UPT-BRGS-PRS-BWE-ABR-JAUBBR-BDN-SWO-UPT. Jumlah KPC dalam jalur atas adalah sebanyak 8 KPC, pada langkah ke 7 dapat kita lihat sudah terdapat 8 KPC sehingga semua KPC sudah masuk semua dalam rute. Oleh karena itu, dapat kita katakan bahwa rute wilayah KP Ungaran telah tersusun secara optimal dari segi biaya dan waktu. Nearest Insertion Langkah awal ialah memilih KPC terdekat dengan UPT / Kantor Pos Pemeriksa (KPRK). Oleh karena itu KPC Bergas/BRGS menjadi KPC awal yang disinggahi untuk masing- masing wilayah distribusi. Untuk menentukan node berikutnya ialah mengukur KPC terdekat dari node sebelumnya berdasarkan perhitungan : = d. Ae d. BRGS PRS BWE ABR BDN SWO JAU BBR d(I,. Total Tabel: Tabel Iterasi 1 nearest insertion Langkah ini di lakukan sampai semua KPC di lalui sehingga terbentuk lah rute menurut nearest insertion sebagai berikut. Wilayah BRGS PRS BWE ABR BDN SWO JAU BBR Tabel: Rute menurut perhitungan nearest insertion Sehingga rute looping yang terbentuk dengan metode nearest insertion adalah UPT/KPRK-BRGS-PRS-BWE ABR-ABR-BDN-SWOUPT/KPRK Nearest Neighbor Nearest neighbor ialah metode dalam menentukan urutan KPC yang didasari dari jarak terdekat, akan tetapi metode penentuan node ini tanpa menggunakan rumus. Contoh. KPC yang terdekat adalah BRGS setelah itu, dari BRGS untuk menentukan node selanjutnya dilihat dari node yang memiliki jarak terdekat oleh BRGS yaitu PRS. Node awal BRGS Node yg belum dipilih PRS BWE ABR BDN SWO JAU BBR Jarak Tabel:Iterasi 1 Nearest Neighbor Setelah itu, dari PRS untuk menentukan node selanjutnya dilihat dari node yang memiliki jarak terdekat dari PRS yaitu BWE atau Bawen. Node awal PRS Node yg belum dipilih BWE ABR BDN SWO JAU BBR Jarak Tabel: Iterasi 2 Nearest Neighbor BRGS PRS BWE ABR BDN SWO JAU BBR d(I,. Total Dari keseluruhan KPC yang ada terdpat 1 KPC yang tersisa belum masuk dalam rute yaitu SWO atau Sumowono. Sehingga rute berikutnya setelah BBR adalah Sumowono. Untuk lebih jelasnya rute yang terbentuk menurut Neirest Neighbor adalah sebagai berikut: Wilayah BRGS PRS BWE ABR JAU BBR BDN SWO Tabel 1: Rute Menurut Perhitungan Nearest Neighbor i. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pembahasan Berdasarkan pengumpulan data diatas penulis merangkumnya sebagai berikut : KATEGO KONDSI AWAL SAVING MATRIX NEAREST INSERTIO NEAREST NEIGHBOR Waktu 6 JAM 2,5 JAM 4 JAM 2,5 JAM Jarak saving matrix, nearest 1 kendaraan saving matrix nearest neighbor nearest Biaya BBM / Penggunan 1 kendaraan REKOMENDASI TERBAIK saving matriks, nearest saving matrix, nearest Tabel 2: Perbandingan perhitungan Perbandingan Biaya BBM Total Jarak pemakaian 1 liter BBM Harga BBM/ liter = Biaya / hari Biayanpernhari x 30 hari kerja = Biaya BBM per bulan Biayanpernhari x 30 hari kerja = Biaya BBM per tahun . Perbandingan biaya BBM Perhitungan penggunaan BBM ialah berdasarkan : METODE Saving Matrix Nearest Nearest TOTAL JARAK KM/L PEMAKAIAN BBM / HR 7,86 HARGA BIAYA BBM/ HR 129,00 8,32 7,650 7,650 7,86 7,650 648,00 129,00 Tabel 3: Biaya BBM/ hari METODE BIAYA BBM/ Saving Matrix Nearest Nearest BIAYA BBM/ BULAN . HarinKerj. 129,00 870,00 440,00 648,00 440,00 280,00 129,00 870,00 Tabel 4: Biaya BBM/ tahun Perbandingan dari keadaan awal: Saving Matrix = 11. Nearest Insertion = 6. BIAYA BBM/ TAHUN Nearest Neighbor = 11. Hasil pembahasan Berdasarkan hasil pengolahan data yang penulis sajikan pada bab IV, ada beberapa rute yang digunakan Kantor Pos Ungaran Regional VI Semarang untuk mendistribusikan produk surat dan paket wilayah kabupaten Semarang. Berikut adalah rute rekomendasi pendistribusian KPUNR Kantor Pos Ungaran - KPC BergasAe KPC Pringapus - KPC Bawen Ae KPC Ambarawa Ae KPC Jambu Ae KPC Banyubiru Ae KPC Bandungan Ae KPC Sumowono - Kantor Pos Ungaran Ketiga metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu saving matrix, nearest insertion dan nearest neighbor memiliki hasil yang dapat menentukan rute distribusi yang efisien dari segi waktu, jarak, dan biaya. Metode saving matrix dapat mencapai efisiensi sebesar 11,35%, metode nearest insertion sebesar 6,16%, dan metode nearest neighbor sebesar 11,35%. Namun Efisiensi yang dilakukan dengan rute rekomendasi menggunakan metode saving matrix dan nearest neighbor yang mampu mencapai target efisiensi adalah sebesar 11. 35% dari target 10 % yang ditetapkan pada Top Key Goal (TKG) PT. Pos Indonesia sehingga apabila KP Ungaran menerima usulan ini KP Ungaran hanya perlu mengeluarkan biaya BBM sebesar Rp. 21,646,440. 00 / tahun dari sebelumnya sebesar Rp. 24,416,500. / tahun artinya penggunaan BBM per tahun dapat berkurang sebesar Rp. 2,770,060. Dengan simulasi berdasarkan rute rekomendasi diatas KP Ungaran hanya memerlukan 1 driver. Seorang driver memiliki waktu kerja sebesar 7,5 jam / hari sedangkan untuk menempuh rute rekomendasi hanya memerlukan waktu 2-4 jam. Apabila KP Ungaran mengikuti usulan maka dengan adanya rute baru tersebut proses pendistribusian ke KPC menjadi lebih efektif dan meminimalisir biaya transportasi. Berdasarkan analisis terhadap permasalahan yang telah ditemukan, diteliti, dan dilakukan perhitungan. ada beberapa saran yang dapat penulis berikan kepada perusahaan antara lain: Sebaiknya Kantor Pos Ungaran memberikan arahan kepada manager PROSTRAN menggunakan rute dengan urutan yang sesuai agar dapat mengoptimalkan setiap kegiatan distribusi surat dan paket. Sesuai dengan penelitian. Penulis menyarankan penggunaan rute baru dengan tujuan mengurangi biaya operasional dan waktu tempuh kendaraan untuk mempersingkat waktu pendistribusian barang hingga sampai ditempat tujuan. DAFTAR PUSTAKA