Volume 2 Nomor 2 April 2022 ISSN (Onlin. : 2774-7204 http://journal. febubhara-sby. org/equity Hal:151-159 Determinan Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Helmaise Sampewai. Andi Mattulada Amir, *Jurana Nurdin S. Ikbal A. Muhammad Din. Ternripada Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako. Indonesia DOI: 10. 46821/equity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh dari pendidikan etika bisnis dan profesi, love of money, dan religiusitas terhadap perilaku etis mahasiswa Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dengan jumlah sampel 90 orang yang terdiri dari angkatan 2016, 2017, dan 2018. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner melalui google Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan alat analisis SPSS versi 22 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan etika bisnis dan profesi berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi, begitu juga dengan variabel love of money dan religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Kata kunci: Pendidikan Etika Bisnis dan Profesi. Love of money. Religiusitas. Perilaku Etis. ABSTRACT The research aims to test and analyze the influence of business and professional ethics education, love of money, and religiosity on the ethical behavior of accounting students. The research method used is quantitative research. Respondents in this study were undergraduate students of the Department of Accounting. Faculty of Economics and Business. Tadulako University with a sample of 90 people consisting of the class of 2016, 2017, and 2018. Data collection technique by distributing questionnaires through google Data analysis techniques use multiple linear regression analysis with the help of SPSS analysis tool version 22 for windows. The results showed that the educational variables of business ethics and professions had a positive effect on the ethical behavior of accounting students, as well as the variables of love of money and religiosity positively on the ethical behavior of accounting student. Keywords: Education of Business and Professional Ethics. Love of Money. Religiosity. Ethical Bevavior. *Corresponding Author: Email: jurananurdin@gmail. This is an open access article under the CC-BY Helmaise Sampewai dkk. Determinan Perilaku Etis Mahasiswa Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. PENDAHULUAN Banyaknya skandal akuntansi yang terjadi telah mencoreng profesi akuntansi, misalnya skandal yang terjadi pada perusahaan Tesco Express di awal September 2014 yang telah terbukti menghapus labanya untuk menunjukkan bahwa profit yang diterima tidak terlalu besar, dimana selama 6 bulan Tesco melaporkan laba fiktif sebesar 250 miliar GBP dengan cara menunda pengakuan pendapatan. Indonesia, kasus PT Katarina Utama Tbk yang terjadi pada tahun 2010 membuat profesi akuntan menjadi isu penting. Kasus ini mengenai dugaan penyalahgunaan dana penawaran umum (IPO) dan juga pemalsuan laporan keuangan PT Katarina Utama Tbk. Kasus lainnya yaitu kasus penggelembungan nilai persediaan yang dilakukan oleh PT Kimia Farma Tbk pada tahun 2010. Adapun beberapa tindakan tidak etis mahasiswa akuntansi yang dilakukan saat mengikuti ujian, seperti menyontek, menanyakan jawaban teman, dan membuat gaduh saat ujian . engobrol dengan tema. Selain itu, selama mengikuti perkuliahan yaitu seperti adanya mahasiswa yang melakukan pemalsuan presensi perkuliahan, tidak ikut berkontribusi dalam mengerjakan tugas kelompok, dan dari aspek disiplin, mahasiswa sering terlambat dalam menghadiri perkuliahan, terlambat atau tidak mengumpulkan tugas, pada saat perkulihan berlangsung banyak mahasiswa yang tidak memperhatikan dosen ketika menerangkan materi. Mahasiswa akuntansi yang akan memasuki profesi akuntan sangat penting memiliki pengetahuan tentang kasus-kasus yang telah terjadi karena mahasiswa akuntansi merupakan masa depan profesi tersebut. Semakin banyaknya perilaku tidak etis yang dilakukan oleh mahasiswa akuntansi selama proses perkuliahan menunjukkan betapa pentingnya etika. Indriasasi dkk. menyatakan mahasiswa akuntansi harus memiliki kemampuan untuk dapat mengerti dan peka terhadap perilaku dan masalah etis yang terjadi karena kepekaan seorang mahasiswa akuntansi untuk masalah etika adalah landasan untuk profesi akuntan. Oleh karena itu pendidikan etika telah diakui mempunyai peranan penting dalam perkembangan profesi di bidang akuntansi. Hal ini menunjukkan urgensi dari perilaku etis, terutama bagi perkembangan ilmu akuntansi dalam kaitannya dengan aspek perilaku yang terlibat didalamnya. Uang merupakan salah satu faktor yang memengaruhi perilaku etis seseorang. Love of money adalah kecintaan seseorang terhadap uang. Love of money dapat mengendalikan perilaku etis seseorang, karena seseorang akan berperilaku baik guna mendapatkan penghargaan dan uang yang lebih banyak atas tindakan etisnya. Seseorang yang memiliki kecintaan terhadap uang akan memiliki motivasi bekerja yang giat dan baik sehingga dihormati dan menjadi tolok ukur keberhasilan di Faktor individu lain yang mempengaruhi perilaku etis yaitu religiusitas. Agama merupakan salah satu sumber etika. Agama diarahkan untuk memantapkan fungsi dan perannya sebagai landasan moral etika dalam bermasyarakat (Fauzan. Orang yang memiliki agama akan memegang nilai-nilai tertentu yang akan Helmaise Sampewai dkk. Determinan Perilaku Etis Mahasiswa Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. mempengaruhi tindakan dan keputusan individu tersebut (Alam dkk. , 2. Dapat disimpulkan bahwa semakin seseorang taat dengan ajaran agamanya, maka diduga ia akan semakin etis pula perilaku dan sikapnya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dipilih yaitu penelitian kuantitatif. Objek penelitian yaitu pendidikan etika bisnis dan profesi, love of money, dan religiusitas sebagai variabel independen dan perilaku etis mahasiswa akuntansi sebagai variabel dependen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui google form dan studi dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako aktif angkatan 2016, 2017, dan 2018. Dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan kriteria sampel sebagai berikut: Mahasiswa aktif angkatan 2016, 2017, dan 2018 Mahasiswa yang telah selesai mengambil mata kuliah etika bisnis dan profesi. Mahasiswa yang telah menyelesaikan mata kuliah akuntansi keperilakuan. Populasi sebanyak 949 mahasiswa dan ditentukan sampel sebanyak 90 sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Pendidikan etika bisnis dan profesi dalam penelitian ini diukur dengan mengacu pada penelitian yang menggunakan delapan kode etik yang harus dipatuhi sebagai dasar dalam berperilaku (Nugraha , 2. Pengukuran love of money menggunakan sepuluh indikator yang dikembangkan oleh (Aziz & Taman, 2. Menurut Najiyah . religiusitas diukur dengan menggunakan indikator dalam dan perilaku etis diukur dengan mengacu pada penelitian (Risa, 2. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui tahap uji asumsi klasik yang terdiri atas uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas, serta pengujian hipotesis dengan uji t . ji parsia. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pengujian validitas dan reliabilitas diperoleh hasil pengujian validitas dan reliabilitas terhadap variabel pendidikan etika bisnis dan profesi, love of money dan reIigiusitas serta perilaku etis mahasiswa akuntansi. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 1. Helmaise Sampewai dkk. Determinan Perilaku Etis Mahasiswa Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. Tabel 1 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Variabel Item Status Pendidikan Etika Bisnis dan Profesi Valid Love of money Valid Religiusitas Valid Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Valid Sumber: Data Diolah, 2020 Tabel 2 Hasil Pengujian Hipotesis (Uji . Model (Constan. 1,608 PEBP 2,648 LOM 1,994 Religiusitas 2,963 Dependent Variable: Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Sumber: Data Diolah, 2020 Status Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sig. ,112 ,010 ,049 ,004 Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa nilai thitung pendidikan etika bisnis dan profesi lebih besar dari ttabel . ,648 > 1,. dengan taraf ketidakpercayaan yaitu 10% . ,010 < 0,. Nilai tersebut memberikan makna bahwa secara parsial variabel pendidikan etika bisnis dan profesi berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Nilai thitung love of money lebih besar dari ttabel . ,994 > 1,. dengan taraf ketidakpercayaan yaitu 10% . ,049 < 0,. Nilai tersebut memberikan makna bahwa secara parsial variabel love of money berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Nilai thitung religiusitas lebih besar ttabel . ,963 > 1,. dengan taraf ketidakpercayaan yaitu 10% . ,004 > 0,. Nilai tersebut memberikan makna bahwa secara parsial variabel religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian yaitu pendidikan etika bisnis dan profesi berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa semakin meningkat pendidikan etika bisnis dan profesi yang dimiliki oleh mahasiswa maka perilaku etis mahasiswa semakin tinggi pula. Terdapat pengaruh yang searah antara pendidikan etika bisnis dan profesi terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi didukung oleh perolehan mean tertinggi dari pernyataan kuesioner yaitu dari pernyataan 2 dalam kuesioner yaitu Ausaya harus menjalankan tanggung jawab profesi sesuai denga kode etik profesi akuntanAy dan pernyataan 12 yaitu Ausaya tidak akan mengungkapkan informasi yang rahasia kepada pihak lain. Hal ini menunjukkan bahwa menurut mahasiswa akuntansi Universitas Tadulako yang akan menjadi akuntan dimasa depan harus menjalankan tanggung jawab profesinya sesuai dengan kode etik profesi akuntan. Akuntan memiliki tanggung jawab kepada Helmaise Sampewai dkk. Determinan Perilaku Etis Mahasiswa Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. pemakai jasa dan tanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota demi mengembangkan profesi akuntan. Akuntan harus menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan karena merupakan salah satu hal yang sangat penting yang harus dijaga oleh setiap akuntan dalam menjalankan jasa profesionalnya. Akuntan harus menghormati kerahasiaan klien atau pemberi kerja. Mahasiswa yang memiliki pendidikan atau pengetahuan yang baik tentang etika bisnis dan profesi akan dapat memahami hal-hal mengenai etika-etika bisnis dan profesi yang perlu diterapkan ketika menjalankan suatu bisnis atau profesi Dengan memberikan pengetahuan mengenai etika dalam bisnis dan profesi sejak masa perkuliahan, diharapkan akan meningkatkan kebiasaan mahasiswa dalam berperilaku etis dan kemudian akan terbawa ke dunia kerja nanti. Semakin tinggi pengetahuan etika yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi maka perilaku etis mahasiswa akuntansi semakin tinggi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nugraha dkk . dengan hasil penelitian pendidikan etika bisnis dan profesi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi, mereka berharap agar universitas dapat menghasilkan lulusan yang memiliki perilaku etis dan berkualitas sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja. Penelitian Wati & Sudibyo . dengan hasil pendidikan etika bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi. Penelitian Chairani & Nurhazana . dengan hasil penelitian mata kuliah etika profesi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemajuan perilaku etis mahasiswa. Untuk love of money diperoleh hasil bahwa love of money berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Semakin tinggi love of money yang dimiliki seseorang maka akan mempengaruhi dan meningkatkan perilaku etis yang Dalam hal ini responden merupakan mahasiswa yang sudah memiliki pemikiran dan pemahaman terhadap uang sudah dewasa, khususnya dalam memprioritaskan kebutuhan. Sebagaimana dalam teori Hierarki Kebutuhan Maslow yang terbagi menjadi lima tingkatan seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Pada lima tingkatan tersebut, uang berperan dalam setiap prosesnya meskipun dengan kadar yang berbeda. Dalam penelitian ini, peneliti memandang bahwa love of money berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi menandakan bahwa mahasiswa akuntansi Universitas Tadulako memiliki sikap yang cermat dan tidak boros terhadap uang. Hal ini didukung oleh bukti penelitian dengan nilai mean tertinggi yaitu pernyataan Ausaya menganggarkan uang saya dengan hati-hatiAy. Penganggaran uang dengan hati-hati dapat berarti bahwa uang merupakan hal yang penting dalam kehidupan sebagai salah satu alat untuk memenuhi kebutuhan. Sebagai mahasiswa dalam tahap pendidikan akan memiliki kesadaran bahwa berhemat itu perlu, sehingga uang harus digunakan dengan sebaik-baiknya karena mahasiswa yang mayoritas belum memiliki penghasilan sendiri. Memiliki sikap cinta uang dapat Helmaise Sampewai dkk. Determinan Perilaku Etis Mahasiswa Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. membangun rasa motivasi dan dorongan dalam diri seseorang sehingga ingin bekerja keras agar mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan. Atas dasar motivasi inilah membuat individu menjadi pribadi yang pekerja keras, tekun, dan bertanggungjawab, serta ketika mendapatkan uang maka akan digunakan dengan hati-hati. Konsep love of money sangat erat kaitannya dengan konsep ketamakan, sehingga orang yang mempunyai tingkat love of money yang tinggi, maka ia akan cenderung mempunyai sifat tamak atau serakah, akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara, tanpa mempertimbangkan perilaku tersebut etis atau tidak. Hal ini menciptakan pandangan yang negatif mengenai love of money karena dianggap individu yang materialistis. Padahal faktanya setiap individu memiliki kadar love of money yang berbeda-beda. Kecintaan terhadap sesuatu contohnya uang harus dilandasi dengan kadar yang tepat, sebab segala sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Love of money dapat menimbulkan kesadaran bahwa uang merupakan salah satu hal yang berperan dalam memenuhi berbagai Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pemayun & Budiasih . yang menyatakan bahwa love of money berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi, tingkat love of money tinggi akan berdampak pada semakin tinggi perilaku etis yang dimiliki mahasiswa akuntansi. Love of money akan memacu karir seseorang karena adanya apresiasi baik berupa uang mupun kekuasaan bagi mereka yang bekerja baik dan berperilaku etis. Penelitian yang dilakukan oleh Widyaningrum . menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki perilaku etis yang baik akan lebih rasional dalam memenuhi kebutuhan hidup dan lebih baik dalam memandang kebutuhan akan Hal tersebut dapat dijadikan sebagai alasan atas tingginya love of money yang dimiliki seseorang akan sejalan dengan perilaku yang lebih etis dalam menilai suatu Berdasarkan hasil olah data yang diperoleh, diketahui bahwa religiusitas berpengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Artinya bahwa semakin tinggi religiusitas yang dimiliki oleh seseorang, maka semakin tinggi pula tingkat perilaku etisnya baik dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Hal ini dibuktikan oleh pernyataan dengan mean tertinggi yaitu pernyataan Ausaya percaya kepada Tuhan Yang Maha EsaAy dan pernyataan Ausaya percaya bahwa setiap perbuatan manusia akan mendapatkan balasan dari TuhanAy. Peneliti memandang bahwa mahasiswa akuntansi Universitas Tadulako memiliki tingkat kepercayaan dan keyakinan yang kuat terhadap Tuhan menurut ajaran agamanya masing-masing dan percaya bahwa dalam melakukan perbuatan baik atau buruk akan mendapat balasan dari Tuhan. Responden enggan untuk melakukan perbuatan yang tidak etis karena setiap perbuatan yang dilakukan selalu di awasi oleh Tuhan. Helmaise Sampewai dkk. Determinan Perilaku Etis Mahasiswa Equity: Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. Agama merupakan salah satu sumber etika. Agama akan membentuk keyakinan, pengetahuan, dan sikap individu seseorang. Orang yang memiliki agama akan memegang nilai-nilai tertentu dan akan mempertimbangkan segala perilakunya sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Seseorang yang meyakini dan percaya bahwa setiap perbuatan dan niat tidak terlepas dari pengetahuan Tuhan Yang Maha Esa. Akuntan memiliki nilai etika yang diatur dalam kode etik profesi akuntan yang selaras dengan nilai-nilai agama. Contohnya, terkait dengan tanggung jawab profesi, agama mengajarkan setiap orang memastikan bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuatnya. Jika hal ini dimaknai dengan baik, bahkan pekerjaan yang dilakukan akan bernilai ibadah. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wiguna & Suryanawa . dimana religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Seseorang dengan tingkat kecerdasan spiritual tinggi cenderung memilih untuk mengembangkan dirinya pada aktivitas yang positif dan selalu berpikir untuk berperilaku yang tidak menyimpang. Penelitian yang dilakukan oleh Hutahahean & Hasnawati . yang menyatakan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku etis mahasiswa SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut pendidikan etika profesi memberikan pengaruh yang positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Menunjukkan bahwa mahasiswa akuntansi Universitas Tadulako memiliki pengetahuan atau pendidikan etika yang tinggi sehingga akan bersikap sesuai dengan etika yang berlaku. Semakin luas pengetahuan etika yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi maka perilaku etis mahasiswa akuntansi semakin tinggi. Love of money memberikan pengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Menunjukkan mahasiswa akuntansi Universitas Tadulako memiliki kecintaan terhadap uang tinggi yang diikuti juga oleh tingginya perilaku etis yang dimiliki. Individu yang memiliki love of money dan perilaku etis yang tinggi akan memiliki sikap yang cermat dan tidak boros terhadap uang, lebih rasional dalam memenuhi kebutuhan hidup dan lebih baik dalam memandang uang. Religiusitas memberikan pengaruh positif terhadap perilaku etis mahasiswa akuntansi. Menunjukkan bahwa tingkat religiusitas dan perilaku etis yang dimiliki oleh mahasiswa akuntansi Universitas Tadulako tinggi, dimana semakin tinggi tingkat religiusitas yang dimiliki mahasiswa maka semakin tinggi pula perilaku etisnya. DAFTAR PUSTAKA