Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENERAPAN AuMAGIC SCHOOL AIAy TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATERI PERUBAHAN WUJUD ZAT DI KELAS IV SDN TANAH KALI KEDINDING I Nika Aulia1. Dewi Lafayza Khaleda Zia2 . Nur Laili Samak3 . Surfilda Dwi Atika 4 . Ikbar Ar Rohman5 . Ika Dian Rahmawati 6 Universitas Trunojoyo Madura123456 pos-el: nikaaulia204@gmail. com1 , dewilafaza13@gmail. com2, lailiursa@gmail. surfildadwi@gmail. com4, ikbarpgsd22@gmail. Ika. rahmawati@trunojoyo. ABSTRAK Setiap makhluk yang bernyawa membutuhkan pendidikan dan memiliki hak yang sama untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya. Pendidikan merupakan proses yang membantu seseorang mengembangkan seluruh potensi dalam dirinya untuk dapat bertahan dan menghadapi tuntutan zaman. Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai banyak digunakan dalam bidang pendidikan. Belajar perlu adanya motivasi untuk memaksimalkan proses penyerapan ilmu. Variasi pembelajaran sebagai motivasi belajar diperuntukkan bagi anak-anak yang masih mengenyam pendidikan sekolah dasar, sehingga meminimalisir rasa bosan pada saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa Sekolah Dasar kelas IV melalui penerapan Magic School AI. Metode penelitian yang digunakan yakni metode pre-experimental design dengan desain one-shot case study. Pengumpulan data dilaksanakan selama 2 kali pertemuan berbantuan menggunakan lembar observasi sebagai alat ukur penilaiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran Magic School AI memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari presentase motivasi belajar siswa yang sebelumnya skor sebesar 46,88% dan setelah adanya penerapan pembelajaran menggunakan Magic School AI meningkat menjadi 57,99%. Kata kunci : Motivasi. Magic School AI. Sekolah Dasar ABSTRACT Every living being needs education and has the same right to obtain as much knowledge as Education is a process that helps a person develop all of their potential to be able to survive and face the demands of the times. In the current digital era, the utilization of Artificial Intelligence (AI) technology has begun to be widely used in education. Learning requires motivation to maximize the process of absorbing knowledge. Learning variations as learning motivation are intended for children who are still in elementary school, so as to minimize boredom during the learning process. This study aims to determine the learning motivation of elementary school students in grade IV through the application of Magic School AI. The research method used was a pre-experimental design method with a one-shot case study design. Data collection was conducted over 2 meetings using observation sheets as assessment measurement The results showed that the use of Magic School AI learning media had a positive effect on student learning motivation. This was indicated by the percentage of student learning motivation which previously scored 46. 88% and after implementing learning using Magic School AI increased to 57. Keywords: Motivation. Magic School AI. Elementary School PENDAHULUAN Pendidikan adalah sebuah proses mengembangkan seluruh potensinya. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 sehingga memiliki berbagai kemampuan yang berguna untuk menghadapi tuntutan dan tantangan zaman di masa mendatang (Harahap. & Pradana. , 2. Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati Pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan makhluk Setiap makhluk yang masih bernyawa membutuhkan pendidikan dan memiliki hak yang sama untuk memperoleh ilmu sebanyak mungkin agar menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkompeten. Di mana, setiap orang berhak untuk memperoleh pendidikan tanpa memandang latar belakang ekonomi, tingkat kecerdasan, maupun usia. Sebab, pendidikan adalah bekal yang sangat berharga bagi kehidupan manusia di masa kini maupun masa depan. Pendidikan bukan hanya sekedar proses pembelajaran melainkan kegiatan yang komprehensif yang tidak hanya berfokus pada penerimaan informasi dari serangkaian aktivitas terencana dan memaksimalkan capaian pembelajaran (Arnidha, 2. Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengutamakan keaktifan siswa, di mana mereka tidak hanya berperan sebagai penerima informasi secara pasif, tetapi dituntut untuk terlibat secara aktif dalam setiap Dalam pelaksanaannya, pembelajaran dilakukan melalui berbagai aktivitas yang beragam seperti diskusi kelompok, pengerjaan proyek praktik, pelaksanaan eksperimen, penyampaian presentasi, serta berbagai mendukung pemahaman siswa. Untuk mencapai pembelajaran yang efektif, diperlukan langkah-langkah strategis yang mencakup perencanaan pembelajaran pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, pemanfaatan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan media pembelajaran yang tepat, serta pelaksanaan evaluasi yang berkelanjutan. Media adalah alat penyampai Dalam konteks pendidikan, sebuah alat dapat dikategorikan sebagai media pembelajaran apabila digunakan untuk menyalurkan informasi dalam kegiatan belajar mengajar (Hasan, 2. Media berperan sebagai alat penyalur informasi dalam proses pembelajaran. Sebuah alat dapat dikategorikan sebagai media pendidikan ketika digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat bergantung pada penggunaan media yang sesuai. Media merupakan unsur penting dalam pendidikan yang tidak dapat diabaikan, sebab tanpa media yang sesuai, proses pembelajaran tidak dapat mencapai hasil maksimal. Hal ini telah diakui dalam dunia pendidikan selama bertahun-tahun, di mana para guru telah merasakan manfaatnya dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih baik. Sejarah panjang penggunaan media dalam pendidikan terus teknologi, menghadirkan berbagai bentuk dan jenis media yang semakin inovatif. Implementasi media pembelajaran secara tepat telah menunjukkan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence (AI) yaitu konsep yang berkembang pada era Revolusi Industri 4. dan Society 5. 0, yang mengintegrasikan pembelajaran mesin, serta komponen prinsipprinsip ilmiah yang meniru cara kerja neuron dalam otak manusia, dengan mengimplementasikan solusi teknologi Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati canggih melalui pendekatan rekayasa kecerdasan buatan (Zahara, 2. Dalam konteks pendidikan, teknologi Revolusi Industri 4. 0 telah membawa perubahan fundamental dalam sistem pembelajaran. Penggunaan digital, kecerdasan buatan (AI), realitas virtual (VR), dan augmented reality (AR) telah menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan adaptif. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengakses materi pembelajaran dari mana saja dan pengalaman belajar yang lebih personal sesuai dengan kemampuan dan gaya belajar masing-masing. Integrasi teknologi Industri 4. 0 dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern telah mengubah cara manusia berinteraksi, bekerja, dan menjalani aktivitas rutin. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam berbagai aspek kehidupan. Transformasi digital ini juga mendorong munculnya berbagai inovasi dan model bisnis baru yang berbasis teknologi. Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai banyak digunakan dalam bidang pendidikan. Salah satu aplikasi yang mulai dikenal dan digunakan yaitu Magic School AI, yang membantu guru dalam menciptakan materi pelajaran yang menarik dan mudah diakses oleh Menurut Oktavia & Suseno . , penggunaan media berbasis AI dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan memberikan pengalaman belajar yang pembelajaran berlangsung. Di mana, pembelajaran berbasis teknologi dapat meningkatkan daya tarik dan motivasi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan siswa untuk belajar secara mandiri maupun berkelompok. Pembelajaran yang menarik dan sesuai dibutuhkan terutama di sekolah dasar, agar siswa tidak merasa bosan dan lebih aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar yang sedang berlangsung di dalam kelas. Penggunaan Magic School memungkinkan guru menyusun materi pembelajaran dan latihan soal dengan lebih mudah dan cepat. Hal ini dapat membantu guru dalam menjelaskan materi perubahan wujud zat dengan cara yang lebih jelas dan mudah dimengerti oleh Dengan begitu, siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga termotivasi untuk ikut berpikir dan benar-benar memahami materi yang sedang dipelajari. Motivasi merupakan suatu dorongan internal yang muncul dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu, baik secara sadar maupun tidak sadar, dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan (Andriani, 2. Motivasi belajar adalah suatu kekuatan yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan pembelajaran, baik yang bersumber dari dalam diri . maupun dari luar diri . Dorongan ini memiliki peran yang sangat penting dalam proses semangat dan gairah belajar yang berkelanjutan, menjadi komponen yang tidak dapat dipisahkan dari proses mendorong siswa untuk tekun dan gigih dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, motivasi belajar tidak hanya berfungsi sebagai pendorong untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, tetapi juga berperan sebagai penggerak yang mengarahkan siswa untuk melakukan upaya-upaya konkret dalam Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati mencapai sasaran pembelajaran yang telah Motivasi ini mendorong siswa untuk mengembangkan strategi belajar yang efektif, mempertahankan fokus dan konsentrasi selama proses pembelajaran, serta mengatasi berbagai tantangan dan hambatan dalam belajar. Motivasi belajar sangat berpengaruh Ketika siswa merasa tertarik dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mereka akan lebih mudah memahami materi yang sudah dijelaskan. Diandaru . menyebutkan bahwa motivasi belajar adalah dorongan yang menjadi penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan belajar. Oleh karena itu, guru perlu mencari strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat dan semangat belajar Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan media pembelajaran Magic School AI dapat memengaruhi motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Tanah Kali Kedinding I, khususnya pada materi perubahan wujud zat. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkannya media pembelajaran berbasis AI. Dengan melihat hasil penelitian ini, diharapkan guru dapat lebih memahami manfaat penggunaan teknologi dalam meningkatkan kualitas Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan. SDN Tanah Kali Kedinding 1 menggunakan AI. Pembelajaran yang Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berperan dalam mempengaruhi motivasi menggunakan "Magic School AI" sebagai alat bantu pembelajaran. Menurut MaAofud & Abidin . yang mengemukakan bahwasannya saat ini, kebanyakan siswa sudah mengenal dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar maupun keperluan pribadi. Menurut Putri. Mahfudzah, & Khaerunnisa . yang mengemukakan bahwa Magic School AI dibuat untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan inovatif dengan memanfaatkan berbagai fitur kecerdasan Rencana kegiatan dalam penelitian ini terbagi menjadi empat tahap utama. Pada tahap persiapan, tim peneliti akan fokus pada penyusunan instrumen penelitian yang mencakup lembar observasi, angket, dan tes. Selain itu, tim juga akan mempersiapkan perangkat pembelajaran berbasis "Magic School AI" dan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta guru kelas IV. Untuk memastikan kelancaran implementasi, akan diberikan pengertian singkat kepada guru tentang penggunaan "Magic School AI". Rencana kegiatan dalam penelitian ini terbagi menjadi empat tahap utama. Pada tahap persiapan, peneliti akan fokus pada penyusunan instrumen penelitian yang mencakup lembar wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Selain itu, penelitian juga akan mempersiapkan perangkat pembelajaran berbasis "Magic School AI" dan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah serta guru kelas IV. Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati Untuk implementasi, akan diberikan pengertian singkat kepada guru tentang penggunaan "Magic School AI". Memasuki kegiatan dimulai dengan wawancara dengan guru kelas IV. Selanjutnya, menggunakan "Magic School AI" dalam materi Perubahan Wujud Zat. Selama proses pembelajaran berlangsung, peneliti mendokumentasikan seluruh aktivitas Pada tahap evaluasi, peneliti akan dilakukan menyebarkan angket motivasi belajar kepada siswa kelas IV . Dan tahap terakhir adalah analisis data, di mana peneliti akan mengolah data hasil observasi, menganalisis hasil angket motivasi belajar, serta menganalisis hasil Semua data yang terkumpul akan diolah dan dianalisis secara kesimpulan yang valid tentang efektivitas "Magic School AI" dalam pembelajaran. Hipotesis merupakan suatu pernyataan sementara yang belum bersifat pasti yang bersifat jawaban awal atau perkiraan awal yang dibuat oleh peneliti terhadap menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih (Sri Rochani Mulyani. Dari beberapa pernyataan diatas maka akan ditarik suatu kesimpulan hipotesa penelitian H1: Penerapan Magic School AI berpengaruh terhadap motivasi belajar H2: Penerapan Magic School AI tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Devista Dwi Hapsari. Gizza Yasmin Ramadhani, dan Nadia Islami Ikramullah dengan judul Literature Review: Pengaruh Artificial Intelegence (AI) Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik, menyatakan bahwasanya penerapan AI dinilai mampu memberikan umpan balik yang baik terhadap siswa, sehingga dengan penerapan AI tersebut siswa memahami materi dengan lebih baik dan mampu memperbaiki kesalahan siswa dengan baik. Keberhasilan penggunaan AI dalam pembelajaran adanya faktor dari pengetahuan, kesiapan guru terhadap AI Penelitian yang lain ditulis oleh Saiful Amir, dan Nurul Ajima Ritonga dengan judul Pengaruh Aplikasi AI Terhadap Motivasi dan Keterlibatan Siswa SMP Medan bahwasannya penggunaan aplikasi AI dalam pembelajaran memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dengan meningkatnya rasa ingin tahu oleh siswa terhadap aplikasi AI yang digunakan. Penelitian lain pula yang ditulis Selviana Ronsumber. Titik Rukmawati. Adi Sumarsono, dan Richard Samuel Waremra Pembelajaran Digital Dengan Kecerdasan Buatan (AI) : Korelasi AI Terhadap Motivasi Belajar Siswa menjelaskan pembelajaran memberikan pengaruh positif dalam motivasi belajar siswa karena penggunaan media pembelajaraan dengan teknologi memberikan hal baru memberikan respon yang berbeda dengan penggunaan media pembelajaran non Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tanah Kali Kedinding I tepatnya di Jalan Kalilom Lor Indah No. Tanah Kali Kedinding. Kenjeran. Surabaya Jawa Timur. Pelaksanaan penelitian ini di bulan April-Mei pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data berupa teknik random Pengambilan sampel dengan setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi bagian dari sampel, maka penelitian ini diambil kelas sampel yaitu kelas IV dengan jumlah 25 siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yakni metode preexperimental design dengan menggunakan satu kelas yang diberi perlakuan tanpa kelas kontrol. Disebut pre-experimental design karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh, sebab adanya variabel luar yang ikut variabel dependen. Desain penelitian yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa adalah one-shot case study. Desain yang dapat dengan satu kelas diberi Selanjutnya setiap pertemuan dilaksanakan penilaian menggunakan lembar observasi sebagai alat ukur motivasi belajar siswa. Pegumpulan metode wawancara, observasi, angket, dan Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data motivasi siswa selama pembelajaran berlangsung. Metode angket dipakai dalam penelitian ini untuk melihat respon siswa. Terakhir metode mengumpulkan data populasi penelitian seperti nama siswa dan bukti pelaksanaan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Selanjutnya, menggunakan jenis analisis deskriptif Analisis terhadap motivasi belajar siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Tanah Kali Kedinding I. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pembelajaran yang telah peneliti laksanakan selama dua kali pembelajaran berbasis teknologi AuMagic School AIAy. Pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan peneliti perlu dibandingkan dengan aspek motivasi Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian pembelajaran berbasis AuMagic School AIAy saat penelitian dengan aspek motivasi belajar yang telah dikemukakan oleh ahli. Berdasarkan Tabel 1 tentang pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi AuMagic School AIAy dapat diketahui motivasi siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Motivasi yang terlihat dari perilaku siswa sudah sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sardiman . dalam Candra. , dkk. yang terdiri atas: . tekun dalam menyelesaikan tugas, . bekerja keras dalam mengatasi kesulitan, . menunjukkan minat pada berbagai masalah yang dihadapi sebagai orang dewasa, . bekerja secara mandiri, . mudah bosan dengan tugas, . mempertahankan pendapat, . sulit untuk melepaskan sesuati yang diyakini, . senang menemukan dan mencari masalah. Tabel 1. Skor Motivasi Belajar Penerapan Media Belajar Magic School AI Indikator Motivasi Belajar Tekun Ulet . idak mudah putus as. Pertemuan I/sebelum penerapan (%) Pertemuan II/sesudah penerapan (%) 77,33 26,66 26,66 Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati Menunjukkan Lebih senang Dapat Senang mencari dan masalah pada soal-soal Rata-rata skor motivasi belajar 50,66 46,88 57,99 Pada Tabel 1 penulis menyajikan skor motivasi dalam bentuk persen dari observasi yang dilakukan. Hasil analisis lembar observasi motivasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pada beberapa indikatornya dari pertemuan pertama dan Hal ini terlihat pada baris terakhir Tabel 1 yang menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa dari pertemuan pertama dengan skor rata-rata 46,88% kemudian menjadi 57,99% di pertemuan Oleh karena itu setelah mendapatkan perlakuan pembelajaran menggunakan media AuMagic School AIAy, secara umum motivasi belajar siswa kelas IV SDN Tanah Kali Kedinding I Hal ini sesuai menurut Putri. Mahfudzah, & Khaerunnisa . yang mengemukakan bahwa Magic School AI dibuat untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan inovatif dengan memanfaatkan berbagai fitur kecerdasan Platform ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi secara aktif melalui fitur-fitur yang interaktif. Salah satu kelebihannya adalah kemampuan untuk menyusun rencana pembelajaran yang sederhana dan mudah dimengerti. Dengan teknologi yang dimilikinya. Magic School AI bisa mengenali cara belajar masingmasing siswa dan menyesuaikan materi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk mendeskripsikan motivasi belajar setiap indikator, berikut ini pembahasan masingmasing indikatornya: Tekun menghadapi tugas Data sebelum dilaksanakan menggunakan "Magic school AI" dengan memperoleh hasil presentase 44% dan setelah melakukan penerapan memperoleh hasil presentase 77,33% sehingga mengalami peningkatan sebanyak 33,33%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Magic School AI berhasil meningkatkan ketekunan siswa dalam mengerjakan Peningkatan disebabkan oleh sistem pembelajaran yang lebih terstruktur dan interaktif, membuat menyelesaikan tugas-tugas mereka. Ulet menghadapi kesulitan . idak mudah putus asa Data sebelum dilaksanakan menggunakan "Magic school AI" dengan memperoleh hasil presentase 26,66% dan setelah melakukan penerapan memperoleh hasil presentase 26,66% sehingga tidak Hal mengindikasikan bahwa Magic School AI belum efektif dalam meningkatkan ketahanan siswa dalam menghadapi Mungkin diperlukan strategi tambahan untuk membangun resiliensi dan menghadapi tantangan pembelajaran. Menunjukan bermacam macam masalah Data sebelum dilaksanakan menggunakan "Magic school AI" dengan memperoleh hasil presentase 66% dan setelah melakukan penerapan memperoleh hasil presentase 66% sehingga tidak mengalami Meskipun tidak ada peningkatan, angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati memiliki ketertarikan yang cukup baik terhadap berbagai masalah pembelajaran. Namun, masih ada ruang untuk peningkatan dalam membangun rasa ingin tahu siswa. Lebih senang belajar mandiri Data sebelum dilaksanakan menggunakan "Magic school AI" dengan memperoleh hasil presentase 50,66% dan setelah melakukan penerapan memperoleh hasil presentase 84% sehingga mengalami peningkatan sebanyak 33,34%. Ini adalah menunjukkan bahwa Magic School AI berhasil mendorong kemandirian belajar Platform ini tampaknya berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri. Dapat Data sebelum dilaksanakan menggunakan "Magic school AI" dengan memperoleh hasil presentase 22% dan setelah melakukan penerapan memperoleh hasil presentase 22% sehingga tidak mengalami Angka yang relatif rendah ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa mempertahankan pendapat masih perlu Mungkin diperlukan fitur atau aktivitas khusus yang melatih kemampuan argumentasi. Senang mencari dan memecahkan masalah pada soal soal Data sebelum dilaksanakan menggunakan "Magic school AI" dengan memperoleh hasil presentase 72% dan setelah melakukan penerapan memperoleh hasil presentase 72% sehingga tidak mengalami Meskipun tidak ada peningkatan, angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah memiliki minat yang baik dalam pemecahan masalah. Ini bisa menjadi Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan dasar yang kuat untuk pengembangan pembelajaran lebih lanjut. Magic School AI menunjukkan dampak positif yang signifikan terutama dalam aspek kemandirian belajar dan ketekunan menghadapi tugas. Namun, masih ada beberapa aspek yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal ketahanan menghadapi kesulitan dan kemampuan mempertahankan pendapat. Mungkin diperlukan pengembangan fiturfitur tambahan atau strategi pembelajaran yang lebih spesifik untuk meningkatkan aspek-aspek tersebut. Diagram Respons Siswa sangat setuju kurang setuju tidak setuju Gambar 1. Grafik repons siswa Respon siswa terhadap penggunaan Magic School AI dalam pembelajaram Berdasarkan Gambar 1, menunjukkan siswa merespon sangat setuju sebanyak 48,26%, siswa dengan respon setuju 45,65%, siswa dengan kurang setuju 3,91%, dan siswa yang merespon tidak setuju 2,17% dari jumlah total data yang diambil. Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwasannya Sebagian besar siswa merespon sangat setuju dan setuju hal ini menunjukkan bahwa siswa termotivasi untuk belajar dengan menggunakan Magic School AI. Hal ini sesuai menurut MaAofud & Abidin . yang mengemukakan bahwasannya saat ini, kebanyakan siswa sudah mengenal dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar maupun keperluan pribadi. Teknologi ini dirancang Nika Aulia. Dewi Lafayza Khaleda Zia. Nur Laili Samak . Surfilda Dwi Atika. Ikbar Ar Rohman. Ika Dian Rahmawati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dan mendukung proses belajar Jika digunakan dengan baik. AI bisa meningkatkan semangat belajar siswa karena memberikan akses informasi yang cepat, memungkinkan siswa belajar secara mandiri, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan menghadapi kesulitan belajar. Oleh karena itu, ke depannya perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut pada media pembelajaran berbasis AI, agar bisa membantu siswa meningkatkan semua aspek motivasi belajar secara menyeluruh. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Magic School memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas IV di SDN Tanah Kali Kedinding I. Terutama pada materi perubahan wujud zat, media ini terbukti membantu siswa menjadi lebih semangat dalam belajar. Penggunaan teknologi ini membuat siswa lebih rajin menyelesaikan tugas dan lebih mandiri dalam proses belajar. Dari hasil observasi, terlihat adanya peningkatan skor motivasi siswa dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Artinya, setelah menggunakan Magic School AI, siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam Hal ini juga didukung oleh hasil angket yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa pembelajaran dengan Magic School AI menyenangkan dan bermanfaat. Teknologi berbasis kecerdasan buatan ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga menyelesaikan latihan dengan cara yang lebih menyenangkan dan sesuai gaya belajar masing-masing. Namun, ada beberapa aspek motivasi yang belum DAFTAR PUSTAKA