Jurnal Abdimas PHB Vol 5 No 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Webinar Meneladani Akhlak Rasulullah SAW di Era Milenial Nuri Seftiani Rosmiati1. Hilma Zaina Nur Fauzi 2. Ani Nur Aeni 3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Jawa Barat, 40154. Indonesia e-mail: 1seftianinuri@upi. edu, 2hilmazaina@upi. edu 3aninuraeni@upi. Abstrak Belakangan ini generasi milenial menjadi topik hangat di kalangan masyarakat. Hal ini dikarenakan banyak perubahan yang terjadi terhadap cara hidup yang berbeda dengan generasi sebelumnnya. Banyak sekali pengaruh positif dan negatif dari perkembangan kehidupan saat ini menjadi boomerang aktif di setiap aspek. Sebagai upaya terhadap berbagai permasalahan diperlukan tindakan untuk meminimalisir permasalahan dengan sebuah penyuuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diadakan melalui media zoom meeting ini bertujuan untuk membentuk karakter dan mengelola generasi milenial agar memiliki karakter yang kuat dalam keagamaan. Target penerima program ini adalah pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum kalangan muda. Bagi peserta yang mengikuti webinar ini mendapatkan informasi mengenai bagaimana kita meneledani akhlak rasullullah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, karakteristik dan tantangan era milenial, dan cara-cara praktis yang dapat dilakukan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Harapan dari webinar ini untuk memahami dasar-dasar keyakinan lurus sebagai pembentukan karakter dan jati diri muslim yang berpedoman pada akhlak Rasulullulah SAW dan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai islami menuju generasi milenial yang hebat. Kata kunci: meneladani, akhlak dan generasi milenial PENDAHULUAN Generasi Millennial bisa dikatakan generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15Ae34 tahun. Generasi ini identik dengan karakter yang kreatif dan inovatif. Generasi ini merupakan kiblat dari segala aspek yang ada dan diharapkan dalam masyarakat. Generasi milenial ini digadang-gadang sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa ini. Begitu besar harapan bangsa ini kepada generasi milenial ini. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang diindikasikan menjadi sebab generasi milenial tidak dapat mewujudkan cita-cita bangsa tersebut. Hal yang mendasari tersebut adalah dikarenakan lunturnya nilai kesopanan dan tata krama, hingga mengalami krisis moral dan akhlak. Akhlak merupakan salah satu pilar utama kehidupan masyarakat sepanjang sejarah. Kita juga membaca dalam sejarah bahwa suatu bangsa menjadi kokoh apabila di topang dengan akhlak yang kokoh, dan sebaliknya, suatu bangsa akan runtuh ketika akhlaknya rusak. Hal ini juga berlaku pada umat islam yang pernah mengalami masa kejayaan, dan salah satu faktor yang mendukung kejayaan islam pada waktu itu adalah akhlak mulia. Bagi kaum muslim, dalam kehidupan berakhlak mulia, ada contoh ideal yang harus selalu dijadikan Jurnal Abdimas PHB Vol 5 No 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X teladan kapan dan dimanapun. Ia adalah nabi Muhammad Saw, yang salah satu misiyang di bawanya adalah untuk menyempurnakan akhlak. Tentang hal ini Allah SWT berfirman . Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang-orang yang mengharap Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Qs al-Ahzab: . Agar dapat meneladani perikehidupan mulia Nabi Muhammad Saw, maka tujuan webinar ini bagi generasi milenial muslim adalah mengarahkan pada terbentuknya manusia yang berakhlak mulia . l-akhlaq al-karima. Dengan demikian, penguatan karakter dan jati diri seorang muslim dalam bidang apapun harus diselaraskan dengan tujuan untuk membentuk peribadi yang berakhlak mulia, sehingga kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan menghancurkannya. Pengabdian masyarakat merupakan salah satu unsur tridarma Perguruan Tinggi. Tema pengabdian masyarakat yang dilakukan disini adalah AuMeneladani Akhlak Rasulullah SAW di Era Milenial" penyuluhan ini suatu tindakan atau kegiatan yang dilakukansecara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Muhammad Tri Ramdani. Supriadi, dan Hunainah pada tahun 2017 dengan judul "Penyuluhan Pendidikan Karakter sebagai Pilar dalam Membangun Moral dan Akhlak Anak" Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini membangun moral dan akhlak anak di masyarakat sekitar Palangkaraya, terutama wilayah sekitar PKBM Luthfillah di kel. Pahandut yang masih minim pengetahuan mengenai pendidikan umum, agama, dan minimnya kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter sehingga maih banyak ditemukan dari anak-anak kecil dan remaja yang tidak mengenyam pendidikan formal ataupun pendidikan kesetaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah komunikasi langsung . irect communicatio. sekaligus komunikasi tidak langsung . ndrect communicatio. , yaitu publikasi dalam bentuk undangan, materi print-out, dan pertunjukan mini-video. Kesimpulan penelitian yang berjudul "Penyuluhan Pendidikan Karakter sebagai Pilar dalam Membangun Moral dan Akhlak Anak" adalah: Berdasarkan jumlah sasaran yang dicapai, metode penyuluhan tidak menggunakan pendekatan perorangan dengan kunjungan rumah, surat-menyurat, dan hubungan telepon menginat terbatasnya tenaga dan waktu, akan tapi digunakan pendekatan kelompok yaitu dengan digelarnya diskusi kelompok. Berdasarkan media yang digunakan, maka metode penyuluhan kali ini menggunakan media lisan dan media terproyeksi, berupa gambar dan atau tulisan lewat: slide ppt, dan pertunjukan mini video dengan durasi singkat. Penelitian yang dilakukan memiliki kesamaan dengan penelitian terdahulu seperti disebutkan dalam hasil dan pembahasan yaitu metode yang digunakan penyuluhan menggunakan media lisan dan media terpryoksi berupa gambar dan tulisan melalui slide power point. METODE Program pengabdian masyarakat berbasis penyuluhan ini menggunakan berberapa tahap metode. Metode yang pertama adalah tahap pendaftaran calon peserta yang disertai survei terkait pengetahuan calon peserta penyuluhan mengenai pengetahuan para calon peserta mengenai akhlak Rasulullah dan pengetahuan calon peserta terkait akhlak Rasulullah yang dapat diteladani di era milenial ini. Tahap kedua berupa hari penyuluhan penyampaian materi mengenai AuMeneladani Akhlak Rasululah SAW di Era MilenialAy oleh narasumber. Dan tahap ketiga dilakukan survei kembali terkait pemahaman dan pengetahuan mengenai keteladanan akhlak Rasulullah SAW di Era milenial ini kepada peserta yang telah mengikuti Jurnal Abdimas PHB Vol 5 No 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Acara penyuluhan dipandu oleh MC yang bertugas mulai dari pembukaan, memandu jalannya acara, hingga proses penutupan acara penyuluhan yang berlangsung. Pemberian materi dilakukan oleh narasumber dengan metode ceramah disertai penggunaan Power Point terkait materi yang disampaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tahap persiapan Dalam penyelenggarakan PKM ini, metode yang digunakan di klasifikasikan menjadi beberapa metode. Pertama, teknik komunikasi yang digunakan merupakan teknik komunikasi tidak langsung, yaitu menggunakan media zoom meeting. Berdasarkan jumlah jumlah tujuan yang dicapai, metode konseling ini tidak menggunakan pendekatan personal yang melibatkan kunjungan rumah dan komunikasi karena keterbatasan sumber daya manusia dan waktu. Maka dari itu, kami melakukan pendekatan melalui pembagian informasi dan undangan melalui media sosial. Metode penyuluhan ini menggunakan media lisan dan proyeksi dalam format gambar dan atau tulisan melalui slide powerpoint, tergantung media yang dibutuhkan. Keseluruhan kegiatan ini dilakukan dalam beberapa fase. Berikut beberapa fase yang Tahap pertama, pada hari Rabu 27 Oktober 2021 tim peneliti berdiskusi untuk menentukan kegiatan PKM dan memilihin kegiatan penyuuhan dengan beberapa pertimbangan serta alas an, judul untuk penyuluhan ditentukan dan disepakati Bersama dengan judul AuMeneladani Akhlak Rasululah SAW di Era MilenialAy. Tahap kedua adalah tim peneliti mencari sumber dan bahan untuk materi di penyuluhan, setelah itu pembuatan PowerPoint dan pamflet sebagai sarana informasi diadakannya kegiatan ini. Kemudian membuat sebuah google form yang mana nantinya untuk sistem pendaftaran dan pendataan peserta webinar. Tahap ketiga adalah sosialisasi kegiatan ini kepada para caon peserta pnyuluhan melalui WhatsApp grup dan sosial media lainnya. Tahap keempat adalah pelaksanaan kegiatan penyuluhan melalui webinar AuMeneladani Akhlak Rasululah SAW di Era MilenialAy pada hari sabtu 30 oktober 2 Tahap pendaftaran calon peserta Pada tahap awal peneliti melakukan penyebaran informasi terkait akan dilaksanakannya penyuluhan dengan tema AuMeneladani Akhlah Rasulullah SAW di Era MilenialAy secara online melalui media Zoom Meeting beberapa hari sebelum diadakannya pelaksanaan penyuluhan. Penyebaran informasi disertai link google formulir pendaftaran penyuluhan yang bertujuan untuk mempermudah para calon peserta yang akan mengikuti kegiatan penyuluhan. Pada tahap pendaftaran ini peneliti juga melakukan survei melalui google formulir kepada para calon peserta penyuluhan terkait pengetahuan para calon peserta mengenai akhlak Rasulullah dan pengetahuan calon peserta terkait akhlak Rasulullah yang dapat diteladani di era milenial ini. Tujuan dari survei ini adalah mengetahui pengetahuan calon peserta terkait sifat Rasulullah dan keteladanan Rasulullah yang dapat diterapkan di era Milenial ini. Jurnal Abdimas PHB Vol 5 No 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 1. Survei Calon peserta Survei mahasiswa kepada para calon peserta penyuluhan terkait pengetahuan calon peserta terkait sifat Rasulullah dan keteladanan Rasulullah yang dapat diterapkan di era Milenial ini. 2 Tahap Penyuluhan Gambar 2. Pemberian Materi Jurnal Abdimas PHB Vol 5 No 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 2 menunjukkan pemberian materi oleh narasumber kepada para peserta terkait AuMeneladani Akhlah Rasulullah SAW di Era MilenialAy. Penjelasan tentang apa itu meneladani, apa itu akhlak, karakteristik dan tantangan di erta milenial, beriman akan adanya Nabi Muhammad SAW, mencintai serta memuliakan Nabi Muhammad SAW, patuh serta taat kepada Nabi Muhammad SAW. Keteladanan Rasulullah SAW, serta cara Ae cara apa saja yang dapat dilakukan sebagai sikap keteladanan terhadap Rasulullah SAW. Gambar 3. Kehadiran Peserta Penyuluhan Gambar 4. Kehadiran Peserta Penyuluhan Gambar 3 dan gambar 4 menunjukkan peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 34 orang dengan 32 peserta, 1 narasumber, dan satu MC dari total pendaftar sebanyak 37 orang dari target minimal 30 peserta yang diharapkan berpartisipasi hadir dalam kegiatan penyuluhan. Para peserta yang hadir memperoleh informasi mengenai bagaimana Meneladani Akhlah Rasulullah SAW di Era Milenial ini. Jurnal Abdimas PHB Vol 5 No 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X 3 Tahap evaluasi Gambar 5. Hasil survei Calon Peserta Hasil survel yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa 100% dari 37 calon peserta telah mengetahui sifat-sifat yang dimiliki Rasulullah SAW. Sedangkan terkait akhlak Rasulullah seperti apa yang dapat diteladani di era milenial ini ditemukan bahwa terdapat calon peserta yang tidak mengetahui dan juga merasa ragu terkait hal tersebut. Dengan rincian peserta didik yang telah menjawab ya sejumlah 57,1% menjawab mungkin 40% dan menjawab tidak sebanyak 2,9% dari total 35 calon peserta yang menjawab pertanyaan Gambar 6. Hasil survei peserta Jurnal Abdimas PHB Vol 5 No 1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 6 menunjukkan hasil survei setelah peserta mengikuti penyuluhan yang Berdasarkan hasil survei tersebut, menunjukkan bahwa 100% dari total 34 peserta yang hadir setelah mengkuti kegiatan penyuluhan ini mengetahui dan memahami keteladanan akhlak Tasulullah SAW di Era milenial ini. KESIMPULAN Melalui program ini mahasiswa telah menyampaikan suatu pengetahuan kepada peserta penyuluhan terkait bagaimana meneladani akhlak Rasululah SAW di era milenial. Para calon peserta penyuluhan melalui survei yang telah dilakukan menunjukkan masih terdapat beberapa orang yang tidak mengetahui dan ragu terkait pemahaman mengenai keteladanan akhlak Rasulullah SAW di era milenial ini. Penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa diharapkan dapat memperdalam pengetahuan dan pemahaman para peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan di akhir kegiatan penyuluhan, menunjukkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan telah memahami bagaimana AuMeneladani Akhlak Rasululah SAW di Era MilenialAy. SARAN Setelah peneliti evaluasi pada program serta saran dan masukan PKM selanjutnya, maka didapatkan dukungan yang positif, kami pada masa yang akan mendatang akan melaksanakan PKM dengan tema keagamaan dengan judul "Mahasiswa Sebagai Calon Pendidik : Meneladani Akhlak Rasulullah SAW di Era Milenial" untuk melatih dan membina kesadaran sejak dini kepada peserta didik SD Beranjak dari hal diatas, maka peneliti berniat mengadakan kegiatan penyuluhan pada tahun mendatang. Urgensi kegiatan tersebut dikarenakan Pendidikan akhlak merupakan dasar untuk membina generasi yang hebat dan bermanfaat, oleh karena itu pendidikan akhlak memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyerap ilmu pengetahuan sejak dini dan harus diajarkan sejak usia tersebut. saat ini merupakan saat yang tepat untuk meletakkan dasar bagi perkembangan kemampuan anak nantinya, terutama yang berkaitan dengan kepribadian dan Di sini kita membutuhkan kerja sama dengan orang tua. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan PKM kedepannya adalah metode ceramah, dialog, serta diskusi untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi dalam masyarakat terkait topik diatas. Dengan bantuan video serta media, presentasi bertujuan untuk membantu peserta lebih memahami, dan dapat menarik kesimpulan serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meminimalkan krisis moral yang terjadi. UCAPAN TERIMA KASIH