Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Tingkat Konsentrasi Siswa Dan Self Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Fase F Di SMA Negeri 2 Painan Sri Nata Zulheni1*. Caterina Lo2. Serli Diovani Teza3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: srinatazulheni8@gmail. 1,2,3 Received: 08/07/2025 . Revised: 15/07/2025 . Accepted: 10/08/2025 . Published: 12/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana beberapa faktor memengaruhi hasil belajar ekonomi siswa pada fase V jurusan IPS di SMA Negeri 2 Painan. Tujuan penelitian meliputi: pertama, menganalisis pengaruh tingkat konsentrasi siswa terhadap hasil belajar ekonomi. kedua, menguji pengaruh self-regulated learning . embelajaran regulasi dir. dan ketiga, menyelidiki pengaruh simultan konsentrasi dan self-regulated learning terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 70 siswa fase V jurusan IPS. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh siswa dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 2,700 yang lebih besar daripada t tabel 1,996, dengan tingkat signifikansi 0,009 (<0,. Self-regulated learning juga berpengaruh signifikan, dengan nilai t hitung 2,880 > 1,996 dan tingkat signifikansi 0,005. Selain itu, konsentrasi dan self-regulated learning secara simultan berpengaruh terhadap hasil belajar, ditunjukkan oleh nilai F sebesar 10,683 > 3,13 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,. Kata kunci: Tingkat Konsentrasi Siswa. Self-Regulated Learning. Hasil Belajar Abstract This study aims to determine the extent to which several factors influence studentsAo economics learning outcomes in the fifth phase of social studies at SMA Negeri 2 Painan. The objectives include: first, analyzing the effect of student concentration levels on economics learning outcomes. second, examining the influence of self-regulated and third, investigating the simultaneous effect of concentration and self-regulated learning on studentsAo performance. The research applies a quantitative approach with a population of 70 students in the fifth phase of social studies. Sampling used the saturated sampling technique, ensuring all students were included as Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS Hypothesis testing was conducted using the t-test for partial influence and the F-test for simultaneous The results demonstrate that student concentration significantly affects economics learning outcomes. This is evidenced by the calculated t-value of 2. 700, which is greater than the t-table value of 1. 996, with a significance level of 0. 009 (<0. Likewise, self-regulated learning also shows a significant effect, with a t-value 880 > 1. 996 and a significance level of 0. Furthermore, concentration and self-regulated learning simultaneously affect learning outcomes, as shown by an F-value of 10. 683 > 3. 13 and a significance level of 000 (<0. Keywords: Student Concentration Level. Self-Regulated Learning. Learning Outcomes PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan yang pesat. Perubahan ini berdampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan dan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas. Upaya pengembangan potensi diri individu dapat ditempuh melalui pendidikan, yang merupakan proses terencana dan sistematis untuk menggali, mengasah, serta mengembangkan kemampuan peserta didik melalui kegiatan pembelajaran di sekolah. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 285 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU No. 20 Tahun 2. Berdasarkan pengertian tersebut, pendidikan nasional berfungsi menyiapkan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan masa depan dengan meningkatkan mutu, kapasitas, dan martabatnya. Pendidikan juga dituntut untuk menghasilkan lulusan yang bermutu agar sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Hal ini sejalan dengan pandangan Pratama . yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas serta mampu bersaing pada era global. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem pengajaran, tetapi juga oleh pencapaian tujuan pembelajaran yang jelas, terarah, dan terukur. Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan jenjang pendidikan formal setelah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang lebih menekankan pada pendidikan akademik untuk mempersiapkan siswa melanjutkan ke perguruan tinggi. Kurikulum SMA terdiri atas mata pelajaran wajib dan mata pelajaran peminatan sesuai minat serta kemampuan siswa. Salah satu mata pelajaran peminatan adalah Ekonomi, yang mencakup konsep dasar seperti permintaan, penawaran, inflasi, dan pasar modal. Melalui pembelajaran ekonomi, siswa diharapkan mampu memahami cara kerja sistem ekonomi dan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran tercapai. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi capaian belajar siswa. Hasil belajar tidak hanya dilihat dari pencapaian nilai, tetapi juga dari perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor (Wulandari, 2. Rahman . menegaskan bahwa hasil belajar merupakan puncak dari proses belajar, yang pada sisi guru diakhiri dengan evaluasi, sedangkan pada sisi siswa mencerminkan capaian akhir dari usaha belajarnya. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa belum Data nilai ujian akhir semester ganjil kelas XI fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan tahun ajaran 2024/2025 menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar 80. Dari total 70 siswa, hanya 40% yang mencapai ketuntasan, sedangkan 60% lainnya tidak tuntas. Fakta ini menunjukkan bahwa standar keberhasilan belajar belum tercapai secara maksimal. Guru ekonomi mengungkapkan bahwa rendahnya hasil belajar diduga dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu rendahnya konsentrasi siswa dalam belajar serta kurangnya kemandirian belajar . elf-regulated Menurut Baharuddin . , faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar dapat dibagi menjadi faktor internal seperti motivasi, minat, perhatian, sikap, gaya belajar, ketekunan, kondisi fisik, dan psikis, serta faktor eksternal, yaitu lingkungan sekolah, teman sebaya, dan masyarakat. Konsentrasi menjadi salah satu faktor internal yang sangat Rahmadani . menekankan bahwa konsentrasi memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Hal senada dikemukakan oleh Indah Sari . bahwa konsentrasi adalah kemampuan memusatkan perhatian pada situasi belajar tertentu. Kurangnya konsentrasi dapat menyebabkan siswa mudah melupakan pelajaran dan tidak mencapai hasil yang optimal. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 286 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Hasil observasi di SMA Negeri 2 Painan menunjukkan bahwa konsentrasi siswa sering terganggu oleh faktor internal seperti kelelahan maupun faktor eksternal seperti penggunaan gawai di kelas. Walaupun guru telah berupaya menggunakan metode pembelajaran yang variatif, sebagian siswa tetap terlihat kurang fokus. Bahkan, ketika diberikan latihan soal, masih ada siswa yang kurang berusaha mengerjakan secara mandiri atau mencari alternatif solusi melalui buku pelajaran. Kondisi ini menandakan bahwa konsentrasi belajar siswa belum berkembang secara optimal. Selain konsentrasi, faktor lain yang turut memengaruhi hasil belajar adalah selfregulated learning (SRL). Dirgantini . mendefinisikan SRL sebagai kegiatan belajar aktif yang dilandasi oleh niat menguasai kompetensi untuk memecahkan masalah, dengan siswa secara mandiri mengatur tujuan, strategi, waktu, serta evaluasi belajar. Destiasari . menambahkan bahwa pengaturan diri dalam belajar melibatkan pemikiran, perasaan, serta tindakan yang direncanakan dan disesuaikan secara siklis untuk mencapai tujuan belajar. Penelitian terdahulu juga mendukung pentingnya SRL. Siska . menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan SRL tinggi mampu merencanakan, memantau, mengontrol, dan mengevaluasi proses belajarnya secara sistematis, sehingga lebih mudah mencapai tujuan belajar. Zimmerman dan Martinez-Pons dalam penelitian Azhar . menegaskan bahwa individu yang mampu mengatur dirinya dalam belajar serta memiliki keyakinan terhadap kompetensinya, cenderung mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi dibandingkan siswa dengan SRL rendah. Temuan observasi di SMA Negeri 2 Painan memperlihatkan bahwa sebagian besar siswa masih rendah dalam mengatur proses belajarnya. Hal ini terlihat dari partisipasi yang minim, rendahnya kesiapan belajar, serta kebiasaan melakukan aktivitas lain selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan dalam kemampuan konsentrasi maupun self-regulated learning, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivisme dengan tujuan menguji hipotesis melalui data yang diperoleh dari kuesioner. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Painan pada bulan April hingga Juni 2025 dengan subjek seluruh siswa kelas XI Fase F IPS yang berjumlah 70 orang. Karena jumlah populasi relatif kecil, maka teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Variabel yang diteliti terdiri dari variabel bebas, yaitu tingkat konsentrasi dan self regulated learning, serta variabel terikat berupa hasil belajar ekonomi siswa. Dengan desain penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang akurat mengenai pengaruh tingkat konsentrasi dan self regulated learning terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 2 Painan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment . -tabel = 0,. hasil uji validitas dan reliabilitas, seluruh butir pernyataan pada variabel Tingkat Konsentrasi Siswa (X. yang berjumlah 30 item dan Self Regulated Learning (X. yang berjumlah 15 item dinyatakan valid karena nilai r hitung lebih besar dari r-tabel. Dengan demikian, semua item tersebut layak digunakan dalam penelitian. Selain itu, juga dilihat dari hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel Tingkat Konsentrasi Siswa memiliki nilai Alpha Cronbach sebesar 0,910 dengan kategori sangat tinggi, sedangkan variabel Self Regulated Learning memiliki nilai Alpha Cronbach sebesar 0,782 dengan kategori tinggi. Hal ini membuktikan bahwa instrumen This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 287 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ penelitian digunakan memiliki konsistensi yang baik dan dapat diandalkan untuk mengukur variabel penelitian secara akurat. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan rumus Sturges ditetapkan 7 kelas dengan panjang kelas 3, lalu data dikelompokkan dalam interval untuk distribusi frekuensi dan persentase, serta dihitung ukuran deskriptif . ean, median, modus, maksimum, dan minimu. yang ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Analisis Deskriptif Variabel Hasil Belajar Kelas Interval Jumlah Median Mean Modus Standar Deviasi Maksimum Minimum Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Frekuensi 81,33 6,852 Persentase (%) Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada tabel 4. 1 dapat disimpulkan bahwa capaian hasil belajar siswa secara umum berada dalam kategori baik. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata sebesar 81,33 yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memperoleh nilai di atas standar minimum. Nilai median 78 dan modus 76 memperkuat bahwa distribusi data cenderung terpusat pada kategori baik. Standar deviasi sebesar 6,852 menunjukkan adanya variasi capaian, namun penyebarannya relatif wajar dan tidak terlalu jauh dari nilai rata-rata. Selain itu, dengan nilai maksimum 96 dan minimum 74, dapat disimpulkan bahwa tidak ada siswa yang memperoleh hasil di bawah kategori baik. Temuan ini menegaskan bahwa secara keseluruhan, hasil belajar siswa menunjukkan capaian yang positif dan merata. Tabel 2. Total Skor Responden Konsentrasi Siswa(X. Indikator Adanya penerimaan atau perhatian pada merespon materi yang diajarkan Mean 3,594 TCR (%) 71,89 Kriteria Baik 3,632 72,69 Baik Mampu mengaplikasikan pengetahuan yang 3,65 71,83 Baik This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 288 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Mampu mengemukakan ide atau pendapat 74,43 74,86 Baik Tidak bosan terhadap proses pelajaran yang Kesiapan pengetahuan yang didapat segera muncul bila diperlukan Rerata-rata 3,436 63,49 Baik 34,44 Baik 70,06 Baik Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Berdasarkan hasil analisis, tingkat konsentrasi siswa SMA Negeri 2 Painan secara umum berada dalam kategori baik dengan rata-rata capaian 70,06 persen. Indikator tertinggi adalah kemampuan mengemukakan ide atau pendapat . , yang menunjukkan siswa mampu menyampaikan gagasan dengan jelas saat berdiskusi. Sementara itu, indikator terendah adalah tidak bosan terhadap pelajaran . , yang mengindikasikan masih ada siswa yang mudah mengantuk atau kesulitan mengingat kembali materi. Tabel 3. Total Skor Responden self regulated learning (X. Indikator Siswa mampu mempunyai pengelolaan diri Siswa harus memiliki pengendalian diri Keinginan untuk belajar Rerata-rata Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Mean 2,808 2,864 2,856 2,843 TCR (%) 56,91 51,92 57,14 55,33 Kriteria Baik Baik Baik Baik Rata-rata capaian responden pada self regulated learning sebesar 55,33 persen, dapat disimpulkan bahwa self regulated learning siswa berada dalam kategori baik. Indikator tertinggi adalah keinginan untuk belajar . , yang menunjukkan adanya motivasi yang cukup kuat dalam diri siswa. Namun, indikator terendah adalah pengendalian diri . , yang menandakan masih adanya kendala dalam mengatasi distraksi dan menunda-nunda Secara umum tingkat capaian responden pada variabel self regulated learning sudah berada dalam kategori baik, yang artinya siswa SMA Negeri 2 Painan memiliki tingkat percaya diri yang cukup baik dalam menghadapi berbagai situasi belajar maupun sosial. Indikator dengan capaian tertinggi adalah Keinginan untuk belajar dengan perolehan nilai sebesar 57,1429. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence 5,966315 0,094 0,094 -0,059 0,094 ,200c,d | 289 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Nilai sampel berjumlah 70 yang berarti data yang sedang diuji berdistribusi normal. Tabel 5. Uji Heteroskedastisitas Model (Constan. Tingkat Konsentrasi Siswa Self Regulated Learning Hasil Belajar Dependent Variable: ABS_RES Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error -6,313 6,402 0,073 0,03 -0,124 0,073 0,124 0,056 Standardized Coefficients Beta 0,271 -0,192 0,262 Sig. 2,41 -1,7 2,22 0,328 0,019 0,095 0,03 nilai signifikansi antara variabel independen perilaku asertif dan percaya diri dengan absolut residual lebih dari 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga penelitian ini dapat dilanjutkan. Tabel 6. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF Model (Constan. 1 Tingkat Konsentrasi Siswa Self Regulated Learning Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 0,927 0,927 1,079 1,079 Variabel tingkat konsentrasi siswa dan self regulated learning tidak ada hubungan antara kedua variabel, dikarenakan nilai VIF yang bernilai lebih kecil dari 10, 00 dan nilai tolerance yang bernilai lebih besar dari 0,10. Tabel 7. Uji Linearitas ANOVA Table HASIL BELAJAR * TINGKAT KONSENTRASI SISWA Between Groups (Combine. Linearity Deviation from Linearity 1,005 10,23 0,748 Sig. 0,498 0,003 0,801 Within Groups Total Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 290 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Nilai signifikan pada Deviation From Linearity sebesar ,801 > 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan linearitas pada variabel karena nilai signifikan kecil dari 0,05. Tabel 8. Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 9,536 1 Tingkat Konsentrasi Siswa 0,063 Self Regulated Learning 0,151 Dependent Variable: HASIL BELAJAR Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Standardized Coefficients Beta 0,298 0,318 Sig. 8,87 2,88 0,009 0,005 Berdasarkan persamaan regresi linear Y=84,598 0,171X1 0,436X2 e, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar ekonomi siswa dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi dan self regulated learning. Nilai konstanta sebesar 84,598 menunjukkan bahwa tanpa adanya pengaruh kedua variabel bebas, hasil belajar siswa tetap berada pada angka yang tinggi, yaitu 84,598. Koefisien regresi pada variabel tingkat konsentrasi (X. sebesar 0,171 mengindikasikan bahwa peningkatan konsentrasi siswa akan berkontribusi positif terhadap peningkatan hasil belajar, meskipun pengaruhnya relatif kecil. Sementara itu, variabel self regulated learning (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,436, yang berarti memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan konsentrasi dalam meningkatkan hasil belajar. Tabel 9. Uji-t Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error 9,536 0,063 0,151 (Constan. 1 Tingkat Konsentrasi Siswa Self Regulated Learning Dependent Variable: Hasil Belajar Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Standardized Coefficients Beta 0,298 0,318 Sig. 8,87 2,88 0,009 0,005 Berdasarkan hasil uji-t pada tabel 9, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel independen, berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Variabel tingkat konsentrasi memiliki t-hitung 2,700 lebih besar dari t-tabel 1,996 dengan signifikansi 0,009 < 0,05, sehingga konsentrasi siswa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Sementara itu, variabel self regulated learning memiliki t-hitung 2,880 lebih besar dari t-tabel 1,996 dengan signifikansi 0,005 < 0,05, yang menunjukkan bahwa self regulated learning juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Dengan demikian, kedua faktor tersebut sama-sama menjadi penentu penting dalam meningkatkan capaian akademik siswa. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 291 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 10. Uji-F Model Sum of Squares Regression 783,256 1 Residual 2456,187 Total 3239,443 Dependent Variable: Hasil Belajar ANOVAa Mean Square 10,68 Sig. ,000b Predictors: (Constan. Self Regulated Learning. Tingkat Konsentrasi Siswa Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai f-hitung = 10 , 683 > f-tabel = 3 , 13 f-hitung =10,683>f-tabel =3,13 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat kita disimpulkan bahwa tingkat konsentrasi dan self regulated learning ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Tabel 11. Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate ,492 ,242 ,219 6,055 Predictors: (Constan. Self Regulated Learning. Tingkat Konsentrasi Siswa Sumber : Hasil Olahan Data SPSS Versi 25 Berdasarkan nilai R squer sebesar 0,242 dapat disimpulkan bahwa tingkat konsentrasi siswa dan self regulated learning memberikan kontribusi sebesar 24,2% terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Sementara itu, sisanya sebesar 75,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Pembahasan Pengaruh Tingkat Konsentrasi Siswa Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Fase F Di SMA Negeri 2 Painan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Hal ini dibuktikan melalui uji-t dengan nilai t-hitung 2,700 > t-tabel 1,996 dan signifikansi 0,009 < 0,05, sehingga Ha diterima. Artinya, semakin tinggi tingkat konsentrasi siswa, semakin tinggi pula hasil belajar ekonomi yang mereka peroleh. Konsentrasi menjadi faktor penting karena memengaruhi kemampuan siswa dalam memusatkan perhatian, menyerap, dan mengingat materi yang diajarkan. Penelitian ini juga sejalan dengan pendapat Andriana . yang menegaskan bahwa konsentrasi merupakan aspek krusial dalam pembelajaran, serta konsisten dengan penelitian sebelumnya oleh Putri Rahmadani . dan Indah Sari . yang membuktikan bahwa konsentrasi belajar berhubungan positif dengan peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, guru, sekolah, dan orang tua perlu bersinergi untuk menciptakan kondisi yang mendukung peningkatan fokus siswa, baik melalui suasana kelas yang kondusif, metode pembelajaran interaktif, maupun motivasi belajar, sehingga capaian akademik siswa dapat ditingkatkan secara optimal. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 292 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Self Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Fase F Di SMA Negeri 2 Painan Berdasarkan hasil uji-t dengan nilai t-hitung = 2 , 880 > t-tabel = 1 , 996 t- hitung =2,880>t-tabel =1,996 dan nilai signifikansi 0,005 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang berarti self regulated learning (SRL) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Artinya, semakin tinggi kemampuan siswa dalam mengatur diri saat belajar, semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapai. Siswa dengan SRL tinggi biasanya mampu merencanakan pembelajaran, mengelola waktu dengan baik, menyelesaikan tugas tepat waktu, serta melakukan evaluasi diri, sehingga mereka cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Sebaliknya, siswa dengan SRL rendah cenderung pasif, mudah terdistraksi, menunda tugas, serta kurang disiplin, sehingga hasil belajar yang diperoleh juga relatif rendah. Hal ini sejalan dengan teori Self Regulated Learning dari Barry Zimmerman . , yang menekankan bahwa keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh kemampuan siswa dalam mengontrol dan mengelola proses belajarnya secara mandiri. Penelitian ini juga konsisten dengan temuan Devi Dirgantini di SMAN 1 Kampar Timur, yang menunjukkan bahwa SRL memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi, dengan kontribusi sebesar 44,6%. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa SRL merupakan faktor penting dalam meningkatkan capaian akademik siswa, khususnya pada mata pelajaran Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu mengembangkan keterampilan SRL siswa melalui metode pembelajaran yang mendorong kemandirian, seperti pembelajaran berbasis proyek, refleksi diri, maupun pengelolaan waktu yang terstruktur. Dukungan dari orang tua serta lingkungan belajar yang kondusif juga menjadi faktor penunjang agar siswa mampu mengembangkan kemampuan SRL secara optimal. Pengaruh Tingkat Konsentrasi Siswa Dan Self Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Fase F Di SMA Negeri 2 Painan Berdasarkan hasil uji simultan dengan nilai ya Ea ycn yc yc ycu yci = 10 , 683 > ya yc yca yca yce yco = 3 , 13 F hitung =10,683>F tabel =3,13 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa tingkat konsentrasi dan self regulated learning secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Hal menunjukkan bahwa keberhasilan akademik siswa bukan hanya ditentukan oleh konsentrasi semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan mengelola proses belajar secara mandiri. Konsentrasi yang baik membuat siswa lebih mudah memahami dan menyerap informasi, sementara self regulated learning mendorong siswa untuk menetapkan tujuan, mengatur waktu, memantau perkembangan, serta melakukan evaluasi diri. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Rahmadani . dan Dirgantini . yang sama-sama menegaskan bahwa konsentrasi dan SRL berperan signifikan terhadap prestasi belajar. Dengan demikian, guru, sekolah, dan orang tua memiliki peran penting untuk membina kedua aspek ini secara seimbang. Guru dapat menciptakan pembelajaran yang kondusif dan interaktif, sementara siswa perlu dilatih agar lebih mandiri dalam mengatur waktu, strategi, dan tujuan belajar. Di SMA Negeri 2 Painan, siswa yang memiliki konsentrasi tinggi dan SRL baik terbukti lebih aktif, terorganisir, serta menunjukkan hasil belajar yang lebih memuaskan, khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Sebaliknya, siswa dengan konsentrasi rendah dan SRL lemah cenderung pasif, mudah terdistraksi, serta memperoleh capaian akademik yang lebih rendah. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 293 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Tingkat konsentrasi siswa (X. berpegaruh signifikan terhadap hasil belaja ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Hal Ini dapat dilihat dari perolehan nilai t-hitung 2,700 > t-tabel 1,996 dan nilai sig perhitungan yang diperoleh sebesar 0,009 < 0,05. Self regukated learning (X. berpegaruh signifikan terhadap hasil belaja ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Hal Ini dapat dilihat dari perolehan nilai t-hitung 2,880 > t-tabel 1,996 dan nilai sig perhitungan yang diperoleh sebesar 0,005 < 0,05. Tingkat konsentrasi siswa (X. dan self regulated learning (X. berpegaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Hal Ini dapat dilihat dari perolehan nilai F-hitung 10,683 > F-tabel 3,13 dan nilai sig yang dihasilkan dari perhitungan adalah 0,000 < 5% . DAFTAR PUSTAKA