JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 2953 - 2962 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Priyanggani1A. Sutarno2. Sardjijo3 Universitas Terbuka. Indonesia1,2,3 E-mail: priyanggani@gmail. com1, sutarno. fip@um. id2,sarjiyo@ecampus. Abstrak Salah satu yang menjadi penyebab rendahnya kedisiplinan peserta didik adalah kurangnya informasi sehingga menimbulkan Tetapi dengan melihat fenomena bahwa pemanfaatan grup AuWhatsappAymenarik untuk dikaji sebagai sebuah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesetiakawanan sosial, ketrampilan kerjasama kelompok, terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 6 segugus 5 Kota Batu, sebanyak 5 sekolah, yaitu SDN Oro-Oro Ombo 02. SDN Oro-Oro Ombo 01. SDN Oro-Oro Ombo 03. SDN Temas 01, dan SDN Temas 02, dengan jumlah siswa berkisar 100 anak dan menggunakan total sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah kesetiakawanan sosial dan keterampilan kerjasama kelompok, sedangkan variabel dependen adalah peningkatan hasil belajar yang dimoderasi oleh motivasi belajar. Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Model (SEM). Perangkat lunak yang digunakan untuk analisis structural adalah AMOS 22 dan untuk analisis deskriptif menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap kesetiakawanan sosial berpengaruh terhadap motivasi belajar. Ketrampilan kerjasama kelompok berpengaruh terhadap motivasi Kesetiakawanan sosial berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Ketrampilan kerjasama kelompok berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Motivasi belajar berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa. Motivasi belajar memediasi pengaruh kesetiakawanan sosial terhadap peningkatan hasil belajar. Motivasi belajar memediasi pengaruh ketrampilan kerjasama kelompok terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Kata Kunci: Sikap kesetiakawanan sosial. Keterampilan Kerjasama Kelompok. Peningkatan Hasil Belajar. Motivasi Belajar. Whatsapp Abstract This study aims to describe the influence of social solidarity and group cooperation skills on improving learning outcomes through motivation in students who use Whatsapp. The use of the "whatsapp" group is interesting to study as a study. This research was conducted to determine the influence of social solidarity, group cooperation skills, on improving learning outcomes of students who use the Whatsapp group Class 6 Cluster 5 Batu City with learning motivation as a mediating variable. This research was conducted on students using the Class 6 whatsapp group in 5 Batu City, as many as 5 schools, namely SDN Oro-Oro Ombo 02. SDN Oro-Oro Ombo 01. SDN Oro-Oro Ombo 03. SDN Temas 01, and SDN Temas 02, with a total of 100 students and using total sampling. The independent variables in this study were social solidarity and group cooperation skills, while the dependent variables were improvements in learning outcomes moderated by learning motivation. Variable measurements are performed using the Likert scale. Data analysis was carried out using the Structural Equation Model (SEM) The software used for structural analysis is AMOS 22 and for descriptive analysis using SPSS 23. The results showed the influence of social solidarity attitudes (X. on learning motivation (Y. The effect of group cooperation skills (X. on learning motivation (Y. The effect of learning motivation (Y. on learning outcomes (Y. The effect of social solidarity attitudes (X. on learning outcomes (Y. The effect of group cooperation skills (X. on learning outcomes (Y. The influence of social solidarity attitudes (X. on learning outcomes (Y. through motivation (Y. The effect of group cooperation skills (X. on learning outcomes (Y. through motivation (Y. The results of the analysis show that the attitude of social solidarity of Whatsapp users affects learning motivation. The cooperation skills of whatsapp user groups affect learning motivation. The social solidarity of whatsapp users affects the improvement of learning outcomes. The cooperation skills of whatsapp user groups affect the improvement of learning outcomes. Learning motivation affects the improvement of student learning outcomes. Learning motivation mediates the influence of social solidarity of whatsapp users on improving learning outcomes. Learning motivation mediates the influence of whatsapp user group cooperation skills on improving learning outcomes Students who use whatsapp group Class 6 Cluster 5 Batu City. Keywords : Attitudes of social solidarity. Group Cooperation Skills. Improving Learning Outcomes. Learning Motivation. Whatsapp Copyright . 2023 Priyanggani. Sutarno. Sardjijo ACorresponding author : Email : priyanggani@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Penggunaan AuWhatsappAy pada anak antara usia 11-13 tahun saat ini tak terelakkan lagi dan menjadi fenomena, dimana anak pada usia itu mereka sedang duduk di bangku kelas 5 atau 6, mereka suka berkelompok dengan teman sebaya dengan membentuk grup AuWhatsappAy, seperti yang terjadi pada siswa kelas 6 di kelas Peneliti sendiri, yaitu SD Negeri Oro-Oro Ombo 02. Kecamatan Batu Kota Batu. Partini . menyatakan bahwa Ciri-ciri khas anak masa kelas-kelas tinggi Sekolah Dasar adalah. Perhatiannya tertuju kepada kehidupan praktis sehari-hari. Ingin tahu, ingin belajar dan realistis. Timbul minat kepada pelajaran-pelajaran khusus. Anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi belajarnya di sekolah. Anak-anak suka membentuk kelompok sebaya atau peergroup untuk bermain bersama, mereka membuat peraturan sendiri dalam kelompoknya. Rasa kebersamaan timbul dari dalam diri seseorang yang saling membutuhkan orang lain. Dengan kebersamaan yang terjaga, akan muncul perasaan saling memahami satu sama lain. Jika hal tersebut berlangsung secara terus menerus menyebabkan adanya perasaan berhubungan secara erat pada seseorang tersebut atau kesetiakawanan. Dalam tahap perkembangan anak di usia sekolah, anak lebih banyak mengembangkan kemampuannya dalam interaksi sosial, belajar tentang nilai moral dan budaya dari keluarga serta mulai mencoba untuk menganbil bagian peran dalam kelompoknya. Adapun komunikasi memiliki empat fungsi yaitu, komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual dan komunikasi. Perkembangan sosial merupakan pencapaian suatu kemampuan untuk berperilaku/bersikap sesuai dengan harapan sosial yang berlaku di lingkungan sosialnya. Individu dikatakan sesuai dengan harapan sosial jika mencakup paling tidak tiga komponen, yaitu belajar berperilaku dengan cara yang disetujui secara sosial, bermain dalam peranan yang disetujui secara sosial, dan pengembangan sikap sosial. Hal tersebut Peneliti amati dengan melakukan observasi dan wawancara di SDN Oro-Oro Ombo 02. Kota Batu,dengan responden kelas 4,5, dan 6, dengan hasil sebagai Masa Anak Akhir (Late Childhoo. yang berlangsung pada anak dengan usia 9-12 tahun atau pada anak yang sedang duduk di SD kelas atas . elas 4, 5, dan . masa ini sering juga disebut sebagai masa bermain pada masa ini anak, memiliki dorongan untuk masuk dalam kelompok sebaya, dengan kata lain pada usia ini anak-anak mulai membentuk geng karena anak-anak merasa nyaman berada dalam lingkungan sebayanya. Kajian empiris dilakukan Wahyuni . Fitri . Pustikayasa. Et al, . bahwa pemanfaatan grup whatsapp dapat gunakan sebagai media pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat terlaksana tanpa dibatasi ruang dan waktu. Artinya, pembelajaran tetap terlaksana tidak hanya sebatas tatap muka dalam kelas saja, tetapi pembelajaran juga dapat dilaksanakan di luar jam-jam pelajaran. Dengan menggunakan grup WhatsApp pendidik diharapkan tidak hanya melaksanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum semata, tetapi juga dapat memberi dorongan untuk membangkitkan, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sehingga tujuan suatu pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Penggunaan AuWhatsappAy pada anak antara usia 11-13 tahun saat ini tak bisa dipungkiri lagi dan menjadi fenomena, dimana anak pada usia itu mereka sedang duduk di bangku kelas 5 atau 6, mereka suka berkelompok dengan teman sebaya dengan membentuk grup AuWhatsappAy, seperti yang terjadi pada siswa kelas 6 di kelas Peneliti sendiri, yaitu SD Negeri Oro-Oro Ombo 02. Kecamatan Batu Kota Batu. Dari uraian tersebut maka Peneliti tertarik untuk meneliti mengenai. Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial Dan Keterampilan Kerjasama Kelompok Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. METODE Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2013:. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Dalam metode tersebut peneliti menanyakan kebeberapa orang yang disebut responden tentang keyakinan, pendapat, karakteristik suatu obyek dan perilaku yang telah lalu atau Survei berkenaan dengan pertanyaan tentang keyakinan dan perilaku dirinya sendiri. Penelitian ini terdapat dua variabel yakni variabel independent . danvariabel dependent . Variabel independent/bebas: Sikap Kesetiakawanan Sosial. Kerjasama Kelompok. Variabel dependent/terikat: Hasil Belajar. Variabel mediasi atau intervening ialah Motivasi Belajar. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 6 segugus 5 Kota Batu, sebanyak 5 sekolah, yaitu SDN Oro-Oro Ombo 02. SDN Oro-Oro Ombo 01. SDN Oro-Oro Ombo 03. SDN Temas 01, dan SDN Temas 02, dengan jumlah siswa berkisar 100 anak. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan total sampling. Sugiono . Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi yaitu 100 siswa. Penelitian ini data dianalisis menggunakan teknik analisis jalur. Dalam statistik, analisis jalur atau biasa lebih dikenal dengan Path Analysis digunakan untuk mengetahui hubungan ketergantungan langsung di antara satu set variabel. Path Analysis adalah model yang serupa dengan model analisis regresi berganda, analisis faktor, analisis korelasi kanonik, analisis diskriminan dan kelompok analisis multivariat yang lebih umum lainnya seperti analisis anova, manova, anacova. Dalam hal kausalitas. Path Analysis dapat dipandang sebagai analisis yang mirip dengan analisis Keduanya sama-sama menganalisis model kausalitas. Perbedaannya terletak pada tingkat kerumitan Model analisis regresi lebih banyak menganalisis variabel dependent sebagai dampak dari variabel Variabel dependent tersebut tidak memberikan dampak terhadap variabel lainnya. Ketika peneliti dihadapkan pada model dimana variabel dependent menyebabkan variabel dependent lainnya, maka analisis jalur lebih cocok digunakan. Dalam hal lainnya, analisis jalur juga dapat dilihat sebagai SEM (Structural Equation Modelin. dimana analisis jalur adalah SEM yang hanya memiliki satu indikator, atau model stuktural dari analisis SEM. Perbedaannya adalah analisis jalur hanya menganalisis variabel konstruk, sedangkan pada SEM semua variabel baik variabel indikator maupun variabel konstruk dianalisis secara bersama-sama dalam satu model. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Analisis Jalur (Path Analysi. Analisis Jalur . digunakan untuk menguji model hubungan antar variabel yang berbentuk sebab akibat/kausal. Hasil perhitungan analisis jalur pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. , keterampilan kerjasama kelompok (X. terhadap motivasi belajar (Y. dapat diketahui sebagai berikut: Tabel 1. Hubungan antar Variabel Kausal Dependen Variabel Independen Standardized Coefficent B Motivasi Belajar (Y. Kesetiakawanan Sosial (X. 0,202 Keterampilan Kerjasama 0,318 Kelompok (X. t hitung Sig. Keterangan 2,145 3,366 0,034 0,001 Signifikan Signifikan Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. c : 0,05 R : 0,406 R2 : 0,165 Adjusted R2 : 0,147 Hasil Analisis Path Sumber: data primer diolah, 2020 Dari uraian di atas, dapat digambarkan melalui model analisis jalur berikut ini: Kesetiakawanan Sosial (X. Keterampilan Kerjasama Kelompok (X. PZX 0,202 . =0,. PZY 0,318 . =0,. Motivasi Belajar (Y. Sumber: Data diolah 2018 Bagan 1. Model Analisis Koefisien Jalur (X1. X2, dan Y. Keterangan: = koefisien jalur = probabilitas = variabel residu Pengaruh kesetiakawanan sosial (X. terhadap motivasi belajar (Y. memiliki thitung sebesar 2,145. Nilai probabilitas 0,034 dan koefisien sebesar 0,202, karena (P-value 0,034 < 0,. maka kesetiakawanan sosial (X. berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar (Y. Pengaruh keterampilan kerjasama kelompok (X. terhadap motivasi belajar (Y. memiliki thitung sebesar 3,366. Nilai probabilitas 0,001 dan koefisien sebesar 0,318, karena (P-value 0,001 < 0,. maka keterampilan kerjasama kelompok (X. berpengaruh signifikan terhadap terhadap motivasi belajar (Y. Analisis jalur pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. , keterampilan kerjasama kelompok (X. dan motivasi belajar (Y. terhadap hasil belajar (Y. Tabel 3 menunjukan hasil koefisien jalur sikap kesetiakawanan sosial (X. , keterampilan kerjasama kelompok (X. dan motivasi belajar (Y. terhadap hasil belajar (Y. Tabel 2. Hasil Analisis Path Persamaan Dependen Variabel Independen Standardized Coefficient B Hitung kesetiakawanan 0,274 3,645 hasil belajar sosial (X. (Y. keterampilan kerjasama 0,247 3,183 kelompok (X. motivasi belajar (Y. 0,445 5,625 : 0,05 R : 0,706 R2 : 0,499 Adjusted R2 : 0,483 Sig. Pengaruh 0,000 Signifikan 0,002 Signifikan 0,000 Signifikan Sumber: data primer diolah, 2020 Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat digambarkan melalui model analisis jalur sebagai berikut: PY2X,0,274 =0,. PY2Z0,445 . =0,. PY2Y0,247 . =0,. Sumber: Data diolah 2020 Bagan 2 Model Analisis Koefisien Jalur Kedua (X. Z terhadap Y. Keterangan: = sikap kesetiakawanan sosial = keterampilan kerjasama kelompok = motivasi belajar = hasil belajar = koefisien jalur = probabilitas = variabel residu Pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. terhadap hasil belajar (Y. memiliki thitung sebesar 3,645. Nilai probabilitas 0,000 dan koefisien sebesar 0,274, karena . ,000 < 0,. maka sikap kesetiakawanan sosial (X. berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Y. Pengaruh keterampilan kerjasama kelompok (X. terhadap hasil belajar (Y. memiliki thitung sebesar 3,183. Nilai probabilitas 0,002 dan koefisien sebesar 0,247, karena (P-value 0,000 < 0,. maka keterampilan kerjasama kelompok (X. berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Y. Pengaruh motivasi belajar (Y. terhadap hasil belajar (Y. memiliki thitung sebesar 5,625. Nilai probabilitas 0,000 dan koefisien jalur 0,445, karena (P-value 0,000 < 0,. maka motivasi belajar (Y. berpengaruh signifikan terhadap terhadap hasil belajar (Y. Berdasarkan ouput regresi pengaruh X 1. X2 dan Y1 terhadap Y2 dapat digambarkan sebagai berikut: Bagan 3 Model Analisis Jalur pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. , keterampilan kerjasama kelompok (X. dan motivasi belajar (Y. terhadap hasil belajar (Y. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Berdasarkan diagram jalur pada Gambar 3, maka dapat dihitung besarnya pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung serta pengaruh total antar variabel. Perhitungan pengaruh antar variabel dirangkum dalam Tabel 4. 8 sebagai berikut: Tabel 3. Pengaruh Langsung. Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial (X. Keterampilan Kerjasama Kelompok (X. Dan Motivasi Belajar (Y. Terhadap Hasil Belajar (Y. Pengaruh Variabel Pengaruh Pengaruh Tidak Pengaruh Langsung Langsung motivasi belajar (X1,X2-Y. x (Y1Y. 0,202 X 0,445 0,090 0,318 X 0,445 0,142 0,274 0,274 0,247 0,247 0,445 0,445 Sumber: Data primer diolah . Tabel 3 menunjukkan bahwa pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. terhadap motivasi belajar (Y. sebesar 0,202. Pengaruh keterampilan kerjasama kelompok (X. terhadap motivasi belajar (Y. sebesar 0,318. Pengaruh motivasi belajar (Y. terhadap hasil belajar (Y. sebesar 0,445. Pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. terhadap hasil belajar (Y. sebesar 0,274. Pengaruh keterampilan kerjasama kelompok (X. terhadap hasil belajar (Y. sebesar 0,247. Pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. terhadap hasil belajar (Y. melalui motivasi (Y. sebesar 0,090. Pengaruh keterampilan kerjasama kelompok (X. terhadap hasil belajar (Y. melalui motivasi (Y. sebesar 0,247. PEMBAHASAN Sikap kesetiakawanan sosial berpengaruh terhadap motivasi belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengaruh Sikap kesetiakawanan sosial berpengaruh terhadap motivasi belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu pada siswa pengguna AuWhatsappAy grup di kelas 6 gugus 5 kota Batu. Pengaruh sikap kesetiakawanan sosial (X. berpengaruh langsung terhadap motivasi (Y. sebesar 0,202 diperoleh nilai t hitung sebesar 2,145 dan nilai p-value sebesar 0,034 <0,05. Ho ditolak Ha diterima. Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan sebutan istilah kerjasama. Sementara dinegara-negara barat, kerjasama sering disebut dengan istilah kooperatif. Istilah kerjasama benar-benar sudah melekat dikalangan masyarakat Indonesia karena kerjasama merupakan kepribadian bangsa Indonesia. Kerjasama dapat diartikan bekerjanya 99 sejumlah siswa, baik sebagai anggota kelas secara keseluruhan atau sudah terbagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara bersamasama. Dengan demikian, semakin tinggi sikap sosial kerjasama siswa maka akan semakin bertambah pula motivasi dalam diri siswa. Sikap sosial kerjasama merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Sikap sosial sangat penting dalam kehidupan manusia, karena sikap sosial diperlukan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Secara teoritis hasil penelitian ini sejalan dengan Ratno Lukitno . berpendapat bahwa: Kesetiakawanan adalah sebuah perasaan berhubungan secara utuh yang membuat siapapun yang mempunyai perasaan ini menjadi sanak keluarga, perasaan timbal balik, perasaan menyadari kebaikan, yang di satu sisi mengikat mereka yang memiliki perasaan ini begitu kuat sehingga mengenyampingkan semua perbedaan yang timbul karena konflik ekonomi atau gradasi sosial, di sisi lain akan mengasingkan mereka yang tidak termasuk ke dalam kelompok mereka. Kesetiakawanan adalah keinginan untuk terlibat dengan kelompok lain. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Ketrampilan kerjasama kelompok berpengaruh terhadap motivasi belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Pengaruh kerjasama kelompok (X. berpengaruh langsung terhadap motivasi (Y. sebesar 0,318 diperoleh nilai t hitung sebesar 3,366 dan nilai p-value sebesar 0,001 <0,05. Ho ditolak Ha diterima. Secara teoritis hasil penelitian ini sejalan dengan Johnson . menuliskan bahwa: Kerjasama dapat menghilangkan hambatan mental akibat terbatasnya pengalaman dan cara pandang yang sempit, sehingga akan mungkin untuk menemukan kekuatan dan kelemahan diri, belajar menghargai orang lain, mendengarkan dengan pikiran terbuka, dan membangun persetujuan bersama. Bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan mampu membuat sebuah masalah menjadi tantangan yang harus dipecahkan secara bersama. Kerjasama adalah sesuatu yang terjadi secara alami. Kelompok dapat maju dengan baik apabila terdapat kerjasama yang baik pula antar sesama anggota kelompok. Kerjasama tersebut tidak dibuat-buat, tetapi antar anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Kesetiakawanan sosial berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Pengaruh Kesetiakawanan sosial (X. berpengaruh langsung terhadap hasil belajar (Y. sebesar 0,274 diperoleh nilai t hitung sebesar 3,645 dan nilai p-value sebesar 0,000 <0,05. Ho ditolak Ha diterima. Kesetiakawanan sosial . olidaritas sosia. adalah perasaan seseorang yang bersumber dari rasa cinta kepada kehidupan bersama sehingga diwujudkan dengan perbuatan yang nyata berupa pengorbanan dan kesediaan menjaga, membela, maupun melindungi terhadap kehidupan bersama. Sebagai bangsa yang majemuk atau masyarakat pluralistis beraneka ragam, tentu beraneka ragam pula permasalahannya, misalnya urusan kehidupan keluarga, di lingkungan masyarakat bahkan kehidupan bernegara. Hasilnya mungkin membawa kebahagiaan atau sebaliknya. Ketrampilan kerjasama kelompok berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa. Ketrampilan kerjasama kelompok berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Pengaruh Ketrampilan kerjasama kelompok (X. berpengaruh langsung terhadap hasil belajar (Y. sebesar 0,247 diperoleh nilai t hitung sebesar 3,183 dan nilai p-value sebesar 0,002 <0,05. Ho ditolak Ha Ruang kelas suatu tempat yang sangat baik untuk membangun kemampuan kelompok. Kerjasama dapat menghilangkan hambatan mental akibat terbatasnya pengalaman dan cara pandang yang sempit. Jadi, akan lebih mungkin menemukan kekuatan dan kelemahan diri, belajar untuk menghargai orang lain, mendengarkan dengan pikiran terbuka, dan membangun persetujuan kerjasama. Dengan bekerjasama kelompok kecil akan mampu mengatasi berbagai bentuk rintangan, bertindak mandiri dan dengan penuh rasa tanggung jawab, mengandalkan bakat atau pemikiran setiap anggota kelompok, mempercayai orang lain, mengeluarkan pendapat dan mengambil keputusan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kerjasama peserta didik dapat diartikan sebagai sebuah interaksi atau hubungan antara peserta didik dengan peserta didik dan peserta didik dengan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hubungan saling menghargai, saling peduli, saling membantu, dan saling memberikan dorongan akan membantu terlaksananya tujuan pembelajaran tercapai. Tujuan pembelajaran tersebut meliputi perubahan tingkah laku, penambahan pemahaman, dan penyerapan ilmu pengetahuan. Motivasi belajar berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Pengaruh Motivasi belajar (Y. berpengaruh langsung terhadap hasil belajar (Y. sebesar 0,455 diperoleh nilai t hitung sebesar 5,625 dan nilai p-value sebesar 0,002 <0,05. Ho ditolak Ha diterima. Dalam Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. hal ini belajar siswa akan berhasil kalai dalam dirinya ada kemauan untuk belajar, keinginana atau dorongan inilah yang disebut dengan motivasi. Motivasi adalah dorongan yang menggerakan, mengarahkan sikap dan pelaku individu dalam belajar. Di dalam motivasi terkandung adanyaharapan dan cita-cita siswa. Dengan harapan dan cita-cita diharapkan siswa dapat belajar mewujudkan aktualisasi diri. Dengan kemampuan siswa, kecapan dan keterampilan dam menguasai mata pelajaran diharpkan siswa dapat menerapkan dan menegembangkan kreativitas belajar. Kondisi siswa, dimana siswa yang dalam keadaan fit akan menyebabkan 40 siswa tersebut bersemangat dalam belajar dan mampu menyelesaikan tugas dengan baik. Kebalikan dengan siswa yang sedang sakit atau banyak persoalan maka siswa tersebut tidak akan mempunyai gairah dalam Disamping itu, kondisi lingkungan siswa yang berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergauln sebaya, kehidupan kemasyaratan juga mendukung adanya semangat dalam belajar. Misalkan dengan lingkungan yang aman, tentram dan indah, maka semngat dan motivasi belajar mudah diperkuat. Salain itu, melalui unsur-unsur dinamis dalam belajar yakni dengan siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan,ingatan dan pikiran yang mengalami perubahan berkat bimbingan, merupakan kondisi dinamis yang bagus bagi pembelajar. Pertisipasi dan teladan dalam memilih perilaku yang baik sudah merupakan upaya pembelajaran siswa. Meninjau hasil belajar yang harus dicapai oleh siswa dan juga proses belajar menuju hasil belajar ada langkah-langkah instruksional yang dapat diambil oleh guru dalam membantu belajar siswa dirumuskan dalam lima kategori diantaranya adalah informasi verbal, dalam hal ini siswa harus mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan baik yang bersifat praktis maupun teoritis. Kemudian dalam keterampilan intelek, siswa harus mampu menunjukkan kemampuannya dengan lingkungan hidup, mampu bersaing dengan dunia luar. Di samping itu ada juga strategi kognitif, siswa harus mampu menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri khususnya bila sedang belajar dan berfikir. Siswa mampu melakukan suatu rangkaian gerak-gerik jasmani dalam urutan tertentu, dengan mengadakan 41 koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara terpadu merupakan kategori dalam hal keterampilan motorik. Dan yang terakhir dan penting adalah sikap, siswa mampu bersikap positif terhadap sekolah karena sekolah merupakan proses menuju masa depannya. Berdasarkan rujukan diatas dapat dirumuskan bahwa motivasi belajar memiliki peranan yang sangat menentukan dan mendorong siswa untuk belajar dengan penuh perhatian dan konsentrasi dalam menerima pelajaran, sehingga tercapai tujuan yang diharapkan oleh siswa yaitu hasil belajarnya yang ditunjukkan dengan prestasi belajar akan meningkat. Jadi dalam hal ini motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar. Semakin tinggi motivasi belajar, maka hasil belajar yang dicapai akan semakin meningkat. Sebaliknya, semakin rendah motivasi belajar maka hasil belajar yang dicapai akan semakin menurun. Motivasi belajar memediasi pengaruh kesetiakawanan sosial terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Motivasi belajar memediasi pengaruh kesetiakawanan sosial terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu sebesar 0,090 diperoleh nilai t hitung sebesar 2,004 dan nilai p-value sebesar 0,045 <0,05. Ho ditolak Ha diterima. Hasil belajar adalah terjadinya perubahan dari hasil masukan pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil dan masukan dari lingkungan berupa rancangan dan pengelolaan motivasional tidak berpengaruh terdadap besarnya usaha yang dicurahkan oleh siswa untuk mencapai tujuan belajar Keller. et al, . Seseorang dapat dikatakan telah belajar sesuatu apabila dalam dirinya telah terjadi suatu perubahan, akan tetapi tidak semua perubahan yang terjadi. Jadi hasil belajar merupakan pencapaian tujuan belajar dan hasil belajar sebagai produk dari proses belajar, didapat hasil belajar. Motivasi belajar memediasi pengaruh ketrampilan kerjasama kelompok terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Motivasi belajar memediasi pengaruh ketrampilan kerjasama kelompok terhadap Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengaruh Sikap Kesetiakawanan Sosial dan Keterampilan Kerjasama Kelompok terhadap Peningkatan Hasil Belajar melalui Motivasi Pada Siswa Pengguna AuWhatsappAy Grup Ae Priyanggani. Sutarno. Sardjijo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu sebesar 0,142 diperoleh nilai t hitung sebesar 2,888 dan nilai p-value sebesar 0,004 < 0,05. Ho ditolak Ha diterima. Dalam pelaksanaan mata pelajaran memerlukan kerjasama yang baik antar anggota kelompok yang terdiri dari beberapa siswa yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Kerjasama antar anggota kelompok akan menentukan baik tidaknya produk yang dihasilkan. Kerjasama sangat diperlukan dalam suatu kelompok supaya kumpulan manusia tersebut dapat saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain. Adapun alasanalasan diperlukannya kerjasama kelompok menurut Setiyanti . menyatakan bahwa: . hasil kerjasama kelompok dapat memberikan hasil yang lebih banyak, . kerjasama kelompok memberikan semangat, kepuasan dan kebahagiaan bagi para anggota kelompok, . kemampuan perorangan dalam kerjasama kelompok dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja kelompok, dan . keberhasilan kelompok dapat diraih melalui saling membantu antar anggota kelompok. KESIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penelitian dengan judul AuPengaruh sikap kesetiakawanan sosial dan keterampilan kerjasama kelompok terhadap peningkatan hasil belajar melalui motivasi pada siswa pengguna AuWhatsappAy grup di kelas 6 gugus 5 kota Batu. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan: 1. Sikap kesetiakawanan sosial berpengaruh terhadap motivasi belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Ketrampilan kerjasama kelompok berpengaruh terhadap motivasi belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Kesetiakawanan sosial berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Ketrampilan kerjasama kelompok berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Motivasi belajar berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Motivasi belajar memediasi pengaruh kesetiakawanan sosial terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Motivasi belajar memediasi pengaruh ketrampilan kerjasama kelompok terhadap peningkatan hasil belajar Siswa Kelas 6 Gugus 5 Kota Batu. Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis mengajukan beberapa saran, sebagai berikut: 1. Bagi siswa. Sebaiknya Gugus 5 Kota Batu di Kota Batu dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan sikap kesetiakawanan sosial dan keterampilan kerjasama kelompok, hasil belajar dan motivasi dan Kecanggihan teknologi memang memudahkan kita dalam melakukan hal apapun terutama dalam kegiatan berkomunikasi, akan tetapi kita tetap memperluas wawasan dengan berbagai kegiatan dan tidak boleh terlena dengan kemudahan-kemudahan itu dan menjauhkan diri dari khalayak ramai atau berkomunikasi secara langsung. Bagi peneliti selanjutnya. Setelah melakukan penelitian ini, peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti suatu masalah yang tidak jauh berbeda, maka akan lebih baik penelitian di kemudian hari lebih mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil DAFTAR PUSTAKA