Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 PENERAPAN HUMAN CAPITAL MANAGEMENT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SDM DI PSDKU UNPAD PANGANDARAN Irpan Ilmi STIT NU Al-Farabi Pangandaran Email: irpanilmi1@gmail. Wulandari STIT NU Al-Farabi Pangandaran Email: wulandari045087@gmail. Hade Yustika Prayoga Email: hadeyustika02@gmail. Abstract This research aims to analyze the application of Human Capital Management (HCM) in the Off-Main Campus Study Program (PSDKU) of Padjadjaran University (UNPAD) Pangandaran in improving the quality of limited human resources (HR) to continue to achieve educational goals and services according to standards. This research uses a qualitative approach with interview methods to explore data related to HCM implementation. The research results show that the management process at PSDKU UNPAD Pangandaran is centralized at the main UNPAD campus in Jatinangor. HCM is a strategic approach that is implemented through planning, organizing, implementing and evaluating which includes recruitment, training and development, retention, performance assessment and compensation. However, there are significant obstacles, such as limited human resources, dependence on main campus regulations, and limited authority, which hinder the optimization of HCM implementation Keywords: Human Capital Management. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Human Capital Management (HCM) di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Pangandaran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terbatas untuk tetap mencapai tujuan pendidikan dan pelayanan sesuai standar. Penelitian ini menggunakan Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pendekatan kualitatif dengan metode wawancara untuk menggali data terkait implementasi HCM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses manajemen di PSDKU UNPAD Pangandaran terpusat di kampus utama UNPAD di Jatinangor. HCM menjadi pendekatan strategis yang diterapkan melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang mencakup rekrutmen, pelatihan dan pengembangan, retensi, penilaian kinerja, serta pemberian Namun, terdapat hambatan signifikan, seperti keterbatasan SDM, ketergantungan pada aturan kampus utama, dan keterbatasan wewenang, yang menghambat optimalisasi penerapan HCM di PSDKU untuk meningkatkan kualitas dosen dan staf. Kata Kunci: Human Pengembangan SDM. Capital Management. Sumber Daya Manusia. Pendahuluan Lembaga perguruan tinggi berperan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas agar siap menghadapi tantangan dunia kerja. Perguruan tinggi bertanggung jawab menyediakan pendidikan yang bermutu serta memiliki tugas strategis untuk membangun SDM yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan daya saing global. Perguruan tinggi diharapkan bisa terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik, staf pendukung, maupun lulusan yang dihasilkannya. Oleh sebab itu pengelolaan terhadap sumber daya manusia di lembaga perguruan tinggi membutuhkan penanganan yang spesifik dengan teknik modern serta ketepatan dalam pengelolaan sumber daya manusia yang efektif (Lestari 2. Diperlukan sebuah perubahan dan pola pikir baru yang mampu menjadikan para karyawan sebagai aset berharga . uman capita. yang bisa bergerak aktif menjalankan tugasnya dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Human Capital berfokus pada pengetahuan dan keterampilan individu yang bisa memberikan layanan profesional (Simbolon et al. Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNPAD Pangandaran memiliki permasalahan penting yaitu terbatasanya sumber daya manusia. Melalui permasalahan tersebut, penerapan Human Capital Management sebagai metode pelengkap dari Human Resource Management bisa dijadikan sebagai sebuah solusi yang efektif. (HRM) bersifat administratif, lebih berfokus pada aspek operasional dan prosedural ketimbang pengembangan SDM yang komprehensif. Berbeda dengan HRM. HCM menempatkan SDM sebagai modal atau aset berharga yang berperan vital dalam keberhasilan dan pengembangan perguruan tinggi. HCM diakui sebagai solusi strategis yang lebih komprehensif dan relevan (Sukoco and Prameswari 2. HCM diterapkan di PSDKU tidak hanya mengelola SDM dari sisi administratif, tetapi juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi, kapabilitas, dan kepuasan kerja setiap individu yang terlibat. Selain itu. HCM juga berkaitan dengan Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 upaya memberikan nilai tambah strategi dan investasi yang berguna bagi pembuatan keputusan managemen yang dilakukan dengan cara menganalisis dan melaporkan data (Yuniarsih et al. Dengan mengimplementasikan HCM. PSDKU bisa membangun SDM yang lebih inovatif, produktif, dan adaptif terhadap Penerapan HCM yang tepat di PSDKU diyakini dapat memberikan dampak signifikan pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, pengelolaan administrasi, serta mutu lulusan. Melalui HCM, institusi ini dapat mendorong setiap tenaga pendidik dan staf untuk memberikan kontribusi yang optimal sesuai dengan kompetensi mereka, sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung perkembangan profesional serta berorientasi pada pencapaian visi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Human Capital Management (HCM) yang diterapkan di PSDKU Universitas Padjadjaran (UNPAD) dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terbatas agar tetap mampu mencapai tujuan pendidikan dan pelayanan sesuai dengan standar. Secara khusus, penelitian ini akan mengidentifikasi langkah-langkah yang dilakukan oleh PSDKU dalam implementasi HCM yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi PSDKU yang didalamnya terdapat proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang diterapkan kedalam proses rekrutmen, seleksi, pelatihan, pengembangan, retensi, penilaian kerja, dan pemberian reward. Selain itu, peneliti juga menganalisis hambatan dalam penerapan Human Capital Management di PSDKU yang memliki sumber daya manusia yang terbatas serta ketergantungan pada kampus utama dalam proses pengelolaan SDM. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Bogdan dan Biklet . mendefinisikan metode penelitian kualitatif adalah tahapan riset yang didapatkan dalam bentuk deskriptip berupa kata-kata maupun kalimat yang disampaikan dalam bentuk lisan ataupun tulisan dari apa yang diteliti dan perilaku yang bisa diamati dengan mengarahkan latar dan individu secara holistik (Sulistyawati 2. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi langsung dari satf pengelola data Sumber Daya Manusia di PSDKU UNPAD Pangandaran bernama Nesya Ashri Rahayu. Kemudian Observasi dilakukan secara langsung terhadap aktivitas terkait pengelolaan sumber daya manusia, kemudian dokumentasi seperti analisis dokumen resmi institusi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2024 berlokasi di PSDKU UNPAD Pangandaran yang berada di Jl. Cintaratu. Cintaratu. Kec. Parigi. Kab. Pangandaran. Jawa Barat 46393. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman . yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiono 2. Hasil Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 penelitian disajikan dalam bentuk narasi yang menggambarkan berbagai aspek dan faktor yang mempengaruhi penerapan HCM di PSDKU UNPAD, dengan tujuan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi dan peluang peningkatan kualitas SDM melalui implementasi HCM. Hasil dan Pembahasan a Human Capital Management Human Capital menurut Becker . Human Capital adalah hasil penanaman investasi pada diri manusia. Inti teori ini menjelaskan investasi dalam pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan meningkatkan produktivitas individu, yang pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi organisasi dan Dalam konteks PSDKU UNPAD, teori ini menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dan kompetensi staf untuk menghadapi keterbatasan sumber daya. Human Capital Management (HCM) adalah pendekatan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia yang memandang SDM sebagai modal intelektual berharga yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kesuksesan Bagian ini merupakan bagian utama artikel hasil penelitian dan biasanya merupakan bagian terpanjang dari suatu artikel. Hasil penelitian yang disajikan dalam bagian ini adalah hasil AubersihAy. Proses analisis data seperti perhitungan statistik dan proses pengujian hipotesis tidak perlu disajikan. Hanya hasil analisis dan hasil pengujian hipotesis saja yang perlu dilaporkan. Tabel dan grafik dapat digunakan untuk memperjelas penyajian hasil penelitian secara verbal. Tabel dan grafik harus diberi komentar atau dibahas. Menurut Rivai. Human Capital Management adalah proses pengelolaan sumber daya manusia yang diperlukan sebagai aset utama dalam lembaga yang membutuhkan pembinaan dan dikembangkan layaknya sebuah aset yang berharga yang mampu memberikan sebuah keuntungan jangka panjang bagi lembaga (Yasa and Maheswari 2. Berbeda dengan Human Resource Management (HRM) tradisional yang cenderung berfokus pada fungsi administratif. HCM menitikberatkan pengelolaan SDM sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan nilai bagi Dosen dan staf sebagai sumber daya manusia dipandang sebagai aset paling berharga . uman capita. di lembaga perguruan tinggi (Lestari 2. Dalam dasarnya. HCM mengembangkan, dan memaksimalkan potensi SDM, sehingga setiap individu dalam organisasi dapat berkontribusi optimal sesuai dengan kompetensi dan kapabilitas mereka. Ramirez menyatakan bahwa HCM memberikan informasi sebagai arah strategis penambahan investasi, nilai, serta keputusan operasional SDM (Suseno 2. Ruang lingkup HCM meliputi serangkaian proses yang Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 dirancang untuk membangun, mempertahankan, dan meningkatkan kapabilitas SDM melalui fungsi manajemen menurut George R Terry yang menyebutkan fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi (Mubarok 2. Keempat fungsi tersebut di implementasikan dalam tahapan berikut . Rekrutmen dan seleksi. Proses rekrutmen dilakukan berdasarkan strategi perekrutan yang matang dengan menentukan kualifikasi standar yang perlu dimiliki oleh calon Standar tersebut bisa mencangkup pengetahuan dan kemampuan serta pengalaman yang sesuai dengan bidangnya. Setelah dilakukan perekrutan, maka dilanjutkan dengan tahapan seleksi menentukan apakah calon karyawan sudah sesuai dengan kriteria yang memenuhi persyaratan teknis dan memiliki kesesuaian nilai dengan lembaga. Pelatihan dan Pengembangan Pelatihan dan pengembangan yang berfokus pada peningkatan keterampilan dan kompetensi karyawan agar mampu memenuhi tuntutan pekerjaan yang semakin dinamis. Perguruan tinggi perlu merancang program pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan. Pelatihan ini tidak hanya terbatas pada penguasaan materi akademik, tetapi juga mencakup keterampilan manajerial, komunikasi, dan teknologi informasi. Retensi Retensi yaitu upaya untuk mempertahankan talenta dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan dan komitmen mereka. Penilaian Kinerja Penilaian ini dilakukan untuk mengukur kontribusi individu secara obyektif, memberikan umpan balik, serta merancang strategi pengembangan yang lebih lanjut. Sistem evaluasi kinerja yang objektif dan terukur harus diterapkan untuk memantau dan menilai kontribusi setiap individu. Hal ini penting untuk memberikan umpan balik yang konstruktif serta untuk merumuskan rencana pengembangan karir bagi karyawan. Konpensasi dan reward Konpensasi digunakan sebagai penghargaan bagi karyawan untuk mempertahankan dan menambah nilai mutu dan kualitas SDM yang ada. Kebijakan kompensasi yang adil dan sistem reward yang berbasis prestasi dapat meningkatkan motivasi dan loyalitas dosen serta tenaga kependidikan. Penghargaan terhadap pencapaian individu maupun tim juga penting untuk menciptakan budaya kerja yang positif (Yuliar 2. Keseluruhan elemen ini saling berkaitan dan bertujuan untuk menjadikan SDM sebagai aset strategis yang mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 secara berkelanjutan. Penerapan Human Capital Management (HCM) memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama di sektor pendidikan. HCM menekankan pentingnya pengembangan kapabilitas individu, yang dapat diimplementasikan melalui proses rekrutmen yang selektif, pelatihan berkelanjutan, dan program pengembangan profesional. Selain itu. HCM juga berfokus pada retensi talenta, yang merupakan faktor penting dalam menjaga kontinuitas kualitas pengajaran dan pengelolaan akademik. b Implementasi Human Capital Management di PSDKU UNPAD Pangandaran Seluruh proses manajemen PSDKU UNPAD Pangandaran terpusat di kampus utama di Universitas Padjajaran di Jatinangor. Berdasarkan peraturan rektor universitas padjajaran nomor 18 tahun 2018 tentang manajemen tenaga kependidikan non pegawai negeri sipil universitas padjajaran menyatakan bahwa pelaksanaan dan pembinaan manajemen sumber daya manusia dilaksanakan oleh pejabat UNPAD yang berwenang. HCM merupakan konsep strategis yang diterapkan di PSDKU UNPAD Pangandaran dalam pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas para dosen dan staf. Proses ini diterapkan sebagai salah satu strategi untuk melengkapi konsep Human Resource Management dalam proses pengelolaan sumber daya manusia di UNPAD Pangandaran sebagai inovasi baru (Suseno 2. Kampus utama Universitas padjajaran bertanggung jawab penuh terhadap proses pengelolaan sumber daya manusia di PSDKU UNPAD Pangandaran yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang dimplementasikan kedalam proses rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, retensi, penilaian kinerja, dan pemberian konpensasi atau reward (Lestari 2. Karena seluruh proses pengelolaan sumber daya manusia dilakukan di kampus utama. PSDKU UNPAD Pangandaran selalu memastikan komunikasi yang efektif antara kedua pihak. Direktur PSDKU UNPAD Pangandaran berperan sebagai penghubung yang memberi masukan terkait dengan kualifikasi khusus yang dibutuhkan PSDKU UNPAD Pangandaran serta mampu bekerja sama dengan HR kampus utama dalam mengidentifikasi spesifik, kualifikasi, serta peran yang dibutuhukan. Rekrutmen dan Seleksi Rekrutmen dan seleksi Standar tersebut bisa mencangkup pengetahuan dan kemampuan serta pengalaman yang sesuai dengan bidangnya. Berikut tahapan rekrutmen dan seleksi yang dilaksanakan di PSDKU UNPAD Pangandaran dengan menerapkan fungsi management menurut George R Terry . meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dengan menggunakan ilmu dan seni untuk menyelesaikan tujuan yang sudah ditetapkan. Tahap Perencanaan Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Pada tahapan ini bertujuan memastikan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan di PSDKU Unpad Pangandaran. Proses ini meliputi . identifikasi kebutuhan tenaga kerja terkait beban kerja, jumlah mahasiswa, dan kebutuhan administratif. penentuan jumlah dan spesifikasi tenaga kerja. penyusunan job description dan job specification. perencanaan anggaran yang meliputi estimasi biaya rekrutmen, proses seleksi, hingga pelatihan. koordinasi dengan kampus utama terkait persetujuan kebutuhan tenaga kerja dan proses rekrutmen oleh pihak kampus Pengorganisasian Pada tahapan ini ialah pembentukan tim yang bertanggung jawab terhadap proses rekrutmen dan seleksi. Proses pengorganisasian meliputi: . pembentukan tim rekrutmen dan seleksi yang melibatkan perwakilan dari PSDKU. HRD kampus pusat serta pakar bidang terkait. menentukan jadwal dan mekanisme proses mulai dari pengumuman lowongan hingga seleksi. penyusunan kriteria untuk penilaian yang objektif. menyesuaikan peran dan tanggung jawab dari semua pihak yang terkait. Pelaksanaan Pada tahapan ini PSDKU UNPAD Pangandaran mempublikasikan lowongan secara detail dan jelas tentang kualifikasi, deskripsi pekerjaan, serta prosedur pendaftaran. dilakukan proses menyaring dokumen lamaran dengan berdasarkan pada kriteria yang sudah . melakukan serangkaian tes seperti tes wawasan UNPAD. Tes bahasa inggris, psiko tes, tes kompetensi, dan wawancara. memilih kandidat berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan dan memberikan posisi kepada kandidat terpilih dan menetakannya di PSDKU UNPAD Pangandaran. Evaluasi Tahapan akhir proses rekrutmen dan seleksi adalah proses evaluasi, dengan melakukan analisis efektivitas proses rekrutmen melalui survei kepuasan kandidat dan evaluasi performa staf baru. Identifikasi hambatan dalam proses rekrutmen untuk perbaikan di masa depan (Onsardi 2. Pelatihan dan Pengembangan Dalam penerapan HCM, tentu peningkatan kemampuan atau skill dari karyawan menjadi salah satu aspek penting yang harus dilaksanakan oleh PSDKU UNPAD Pangandaraan. Berdasarkan undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menegaskan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi Iain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Undang-Undang 2. Maka dari itu, pelatihan dan pengembangan harus dilaksanakan di PSDKU UNPAD Pangandaran. Tercantum dalam peraturan rektor universitas padjajaran nomor 18 tahun 2018 tentang manajemen tenaga kependidikan non pegawai negeri sipil universitas Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 padjajaran menyebutkan bahwa pengembangan kompetensi dilakukan melalui pendidikan lanjut, pendidikan dan pelatihan, seminar, kursus, dan penataran. Proses pelatihan dan pengembangan meliputi: Perencanaan Tahapan perencanaan untuk proses pelatihan dan pengembangan. Pada proses ini. PSDKU UNPAD Pangandaran menyusun rencana pelatihan berdasarkan analisis kebutuhan kompetensi seperti keterampilan teknis, soft skills, atau pelatihan khusus yang membutuhkan sertifikasi. Analisis kebutuhan pelatihan tersebut kemudian mengajukan ke kampus utama untuk ditindak lanjuti. Pengorganisasian Pada tahapan ini dibentuklah struktur organisasi yang bertanggung jawab dalam proses pelatihan dan pengembangan. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan, kegiatan yang direncanakan dijalankan secara sistematis, seperti proses rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan kompetensi staf. Program pelatihan difokuskan pada pengembangan keahlian teknis, peningkatan kapasitas manajerial, serta penguasaan teknologi informasi yang relevan untuk mendukung aktivitas akademik. Evaluasi Tahap terakhir adalah evaluasi, yang bertujuan untuk menilai efektivitas dari perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan SDM. PSDKU dapat melakukan evaluasi melalui survei kepuasan staf, dan umpan balik dari seluruh pemangku kepentingan. Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk menyempurnakan proses HCM di masa mendatang. Selain itu, evaluasi juga dapat mengidentifikasi kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya atau hambatan administratif, sehingga solusi yang lebih baik dapat Selanjutnya, dilakukan penilaian keberlanjutan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana hasil pelatihan diterapkan dalam tugas sehari-hari, termasuk pengaruhnya terhadap produktivitas, inovasi, dan motivasi kerja (Onsardi 2. PSDKU UNPAD Pangandaran juga melibatkan proses evaluasi efisiensi sumber daya, dengan menilai alokasi biaya, waktu, dan fasilitas yang digunakan untuk pelatihan, apakah telah memberikan hasil yang sebanding dengan investasi yang dilakukan. Retensi Proses retensi di PSDKU UNPAD Pangandaran berfokus pada optimalisasi kinerja tim yang terbatas melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari perencanaan hingga Proses retensi di PSDKU UNPAD Pangandaran meliputi: Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Perencanaan Tahap perencanaan retensi dimulai dengan menganalisis kebutuhan organisasi untuk mempertahankan sumber daya manusia (SDM) yang ada. PSDKU UNPAD Pangandaran perlu mengidentifikasi posisi strategis dan kompetensi kunci yang mendukung pencapaian visi dan misi. Dalam konteks ini, perencanaan mencakup pengembangan strategi seperti peningkatan fasilitas kerja, pelatihan berkelanjutan, serta rencana jenjang karir. Selain itu. PSDKU harus memperhatikan data turnover karyawan sebelumnya untuk menentukan kebijakan retensi yang relevan dengan kondisi PSDKU. Strategi retensi, yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan sumber daya manusia yang ada. Fokus perencanaan meliputi peningkatan kesejahteraan karyawan, keseimbangan kerja, dan pengembangan karier yang relevan. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kepuasan dan keberlanjutan kinerja staf. Program-program retensi yang ditentukan, seperti peningkatan kompetensi, penghargaan terhadap prestasi, dan dukungan profesional, disesuaikan dengan sumber daya dan fasilitas yang didukung oleh kampus utama (Yuliar 2. Pengorganisasian Tahap kedua ini, struktur pendukung implementasi retensi dibentuk. PSDKU UNPAD Pangandaran dapat menunjuk tim khusus yang bertanggung jawab atas pengelolaan retensi, seperti bagian pengembangan SDM. Tugas tim ini mencakup pembuatan kebijakan kerja fleksibel, penyusunan program penghargaan berbasis kinerja, dan pengembangan komunikasi internal yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan pegawai. Pengorganisasian ini juga mencakup pembagian peran dan tanggung jawab dalam menyelenggarakan program retensi yang konsisten dengan budaya organisasi. program retensi, yang dilakukan dengan melibatkan berbagai inisiatif, seperti mentoring, sesi coaching, serta pemberian dukungan emosional dan profesional (Lestari 2. Pelaksanaan Pelaksanaan retensi melibatkan implementasi langsung program yang telah Di PSDKU UNPAD Pangandaran, hal ini bisa berupa penyelenggaraan pelatihan rutin, mentoring, atau coaching untuk pengembangan kompetensi karyawan. Selain itu, organisasi dapat menyediakan insentif, seperti kenaikan gaji berbasis prestasi atau fasilitas tambahan untuk meningkatkan kepuasan kerja. Di sisi lain, pelaksanaan program kesejahteraan seperti bantuan kesehatan, fleksibilitas jam kerja, dan lingkungan kerja yang inklusif juga dapat menjadi bagian dari strategi retensi. d Evaluasi Tahap terakhir adalah evaluasi, di mana PSDKU UNPAD Pangandaran melakukan penilaian berkala, biasanya setiap akhir bulan, untuk mengukur Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kepuasan kerja karyawan. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan efektivitas program retensi yang telah dilaksanakan, serta untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Pendekatan yang sistematis ini diharapkan mampu meningkatkan retensi sumber daya manusia meskipun dengan keterbatasan jumlah staf yang dimiliki (Rusik. Radiana, and Syukri 2. Penilaian Kinerja Tahapan proses penilaian kinerja pada human capital management di PSDKU Universitas Padjadjaran Pangandaran dapat dirancang secara sistematis untuk memastikan optimalisasi kualitas sumber daya manusia. Dalam peraturan rektor universitas padjajaran nomor 18 tahun 2018 tentang manajemen tenaga kependidikan non pegawai negeri sipil universitas padjajaran menyebutkan bahwa penilaian kinerja Tenaga Kependidikan di PSDKU UNPAD Pangandaran dilakukan pada akhir tahun dan dievaluasi setiap 6 bulan. Proses penilaian kinerja meliputi: Perencanaan Tahapan ini meliputi identifikasi tujuan kinerja sesuai dengan visi dan misi PSDKU serta penentuan indikator kinerja utama yang relevan dengan tanggung jawab setiap individu. Proses perencanaan ini dimulai dengan identifikasi kebutuhan institusi, seperti kualitas pengajaran, penelitian, dan layanan kepada Selanjutnya, disusun standar kinerja yang jelas dan terukur untuk setiap posisi, dengan melibatkan masukan dari direktur PSDKU dan unit terkait di kampus utama. Perencanaan ini bertujuan memastikan bahwa setiap individu memahami perannya dalam mendukung pencapaian visi dan misi institusi. Pada tahap ini, koordinasi antara direktur dan unit utama di kampus pusat diperlukan untuk menyelaraskan target organisasi dengan sumber daya yang tersedia. Pengorganisasian Tahap pengorganisasian melibatkan pembagian tanggung jawab kepada pihak yang berwenang untuk melaksanakan dan memonitor proses penilaian kinerja. Direktorat PSDKU bersama tim dari kampus utama membentuk tim khusus yang mengelola proses ini, termasuk menentukan jadwal, metode, dan alat evaluasi yang akan digunakan, seperti sistem berbasis teknologi atau wawancara Selain itu, dilakukan pelatihan kepada tim penilai agar memiliki pemahaman yang seragam mengenai indikator kinerja dan metode penilaian. Struktur pengorganisasian ini penting untuk memastikan kelancaran proses penilaian tanpa mengganggu operasional sehari-hari. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dilakukan dengan mengumpulkan data kinerja melalui berbagai metode, seperti penilaian mandiri oleh staf, pengamatan langsung, dan penilaian oleh atasan. Di PSDKU UNPAD Pangandaran, proses ini dilaksanakan secara berkala untuk memantau progres individu dan tim. Penilaian kinerja menggunakan pendekatan yang transparan dan berbasis bukti, sehingga setiap Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 individu dapat memahami dasar evaluasi yang dilakukan. Hasil penilaian sementara juga disampaikan kepada karyawan untuk memberikan umpan balik dan membuka ruang diskusi guna perbaikan lebih lanjut. Evaluasi Tahap ketiga adalah evaluasi, yang bertujuan mengukur pencapaian kinerja melalui analisis data kinerja dan pertemuan formal untuk membahas hasil dan kendala yang dihadapi. Hasil evaluasi ini kemudian menjadi dasar untuk tahap tindak lanjut, seperti penyusunan rencana pelatihan, pengembangan kompetensi, atau pemberian penghargaan kepada karyawan yang memenuhi atau melampaui target kinerja. Tahapan ini dirancang agar proses penilaian kinerja tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung keberlanjutan organisasi (Lestari 2. Pemberian Konpensasi dan Reward Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen, menyebutkan bahwa gaji adalah hak yang diterima oleh dosen atas pekerjaannya dari penyelenggara pendidikan tinggi atau Satuan Pendidikan Tinggi dalam bentuk finansial secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan (Peraturan Pemerintah (PP) 2. Proses pemberian kompensasi dan reward dalam Human Capital Management di PSDKU Universitas Padjadjaran (UNPAD) Pangandaran memerlukan tahapan terstruktur mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Perencanaan Proses ini mencakup identifikasi kebutuhan organisasi dan analisis kompetensi serta kinerja individu. Langkah ini melibatkan penyusunan kerangka kerja yang jelas untuk menentukan kriteria pemberian kompensasi dan reward, disesuaikan dengan tujuan organisasi dan ketersediaan anggaran. Pengorganisasian Tahap pengorganisasian melibatkan pembentukan tim atau unit khusus yang bertugas mengelola program kompensasi dan reward. Tim ini terdiri dari perwakilan manajemen dan bagian sumber daya manusia (SDM) dari kampus utama serta PSDKU. Mereka bertanggung jawab untuk menyusun prosedur operasional standar (SOP), memastikan komunikasi yang efektif kepada seluruh staf, serta mengatur mekanisme pelaporan dan pencatatan. Pengorganisasian ini juga melibatkan penetapan waktu dan metode pemberian kompensasi, seperti pemberian tunjangan bulanan atau penghargaan tahunan. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan mencakup eksekusi program pemberian kompensasi dan reward sesuai rencana dan SOP yang telah ditetapkan. Pegawai yang memenuhi kriteria menerima kompensasi dalam bentuk gaji, tunjangan, atau bonus. Reward non-moneter, seperti penghargaan karyawan terbaik, juga diberikan pada Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 momen tertentu seperti acara tahunan. Dalam tahap ini, komunikasi transparan dijaga untuk memastikan pegawai memahami dasar pemberian kompensasi dan reward, serta merasa diapresiasi atas kontribusi mereka. Evaluasi Data yang terkumpul dari tahap monitoring dianalisis untuk menilai efektivitas kebijakan kompensasi dan reward. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program kompensasi dan reward dalam meningkatkan kualitas sumber daya Proses ini mencakup pengumpulan feedback dari pegawai melalui survei atau diskusi kelompok, analisis dampak terhadap pencapaian target organisasi, serta review sistem kompensasi oleh tim SDM. Hasil evaluasi digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan dan peluang perbaikan, seperti menyesuaikan kebijakan kompensasi dengan standar industri atau kebutuhan unik PSDKU. Evaluasi yang berkala membantu memastikan bahwa program ini tetap relevan dan berdampak positif. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di PSDKU UNPAD Pangandaran, meski dengan jumlah staf yang terbatas. Karena seluruh proses pengelolaan sumber daya manusia dilakukan di kampus utama. PSDKU UNPAD Pangandaran selalu memastikan komunikasi yang efektif antara kedua pihak. Direktur PSDKU UNPAD Pangandaran berperan sebagai penghubung yang memberi masukan terkait dengan kualifikasi khusus yang dibutuhkan PSDKU UNPAD Pangandaran serta mampu bekerja sama dengan HR kampus utama dalam mengidentifikasi spesifik, kualifikasi, serta peran yang Hambatan dan Solusi dalam Implementasi Human Capital Management Menerapkan konsep Human Capital Management (HCM) di PSDKU UNPAD dihadapkan pada berbagai hambatan yang mengganggu efektivitas pengelolaan sumber daya manusia. Salah satu tantangan utamanya adalah PSDKU UNPAD Pangandaran tidak memiliki otonomi penuh dalam pengelolaan sumber daya Hal ini dikarenakan kurangnya sumber daya manusia sehingga menyebabkan proses pengelolaan ini dilakukan oleh kampus pusat yang ada di Jatinangor. Hal tersebut mengurangi kemampuan PSDKU UNPAD Pangandaran untuk mengembangkan program-program yang berkaitan dengan Human Capital Management yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal. Keterbatasan dalam penerapan HCM ini berdampak pada pengembangan kompetensi tenaga pendidik dan staf administrasi yang ada di PSDKU UNPAD Pangandaran. Struktur organisai yang tidak lengkap juga menyebabkan kurangnya pembagian tugas yang efektif. Saat ini PSDKU UNPAD Pangandaran hanya memiliki seorang direktur sebagai pemimpin. Posisi wakil direktur dan kepala bagian tertentu yang belum terisi menyebabkan beban pekerjaan tertumpu pada satu orang sehingga Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 kurang mendukung fungsi manajerial lainnya. Hal ini disebabkan kurangnya sumber daya manusia yang berkualifikasi yang mampu untuk mengisi jabatan kosong tersebut (Lestari 2. Dengan demikian, untuk mewujudkan penerapan HCM yang efektif. PSDKU perlu menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung pengembangan SDM secara berkelanjutan. Untuk mengatasi hambatan yang muncul dalam penerapan Human Capital Management (HCM) di PSDKU UNPAD Pangandaran, dilakukan langkah-langkah strategis yakni menciptakan kesadaran dan pemahaman tentang manfaat HCM. Pelatihan dan workshop yang difokuskan pada pengembangan kompetensi manajemen SDM diselenggarakan PSDKU UNPAD Pangandaran untuk membekali para pemimpin dan staf dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Selanjutnya PSDKU melakukan evaluasi terhadap struktur organisasi yang ada, memastikan adanya pemerataan tugas dan beban karena kurangnya sumber daya manusia di PSDKU ini. Selain itu PSDKU UNPAD Pangandaran juga penerapan HCM dengan langkahlangkah yang terencana dan bertahap. Melakukan analisis kebutuhan SDM untuk mengidentifikasi keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan visi dan misi institusi. Kemudian, langkah berikutnya adalah merancang program rekrutmen yang strategis dan berorientasi pada pencarian talenta terbaik yang sesuai dengan nilai dan budaya kampus. Setelah itu. PSDKU UNPAD Pangandaran dapat mengembangkan program pelatihan dan pengembangan yang relevan untuk meningkatkan keterampilan dan kinerja karyawan. Dengan melibatkan semua pihak dalam proses perencanaan dan pelaksanaan. PSDKU dapat menciptakan lingkungan yang mendukung penerapan HCM secara efektif dan berkelanjutan. Serta dengan keterbatasan sumber daya manusia PSDKU mampu memberikan pembelajaran serta pelayanan secara optimal. Kesimpulan PSDKU UNPAD Pangandaran menerapkan mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Human Capital Management (HCM) meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya. Hal ini tidak hanya mendukung pengelolaan administrasi dan layanan pendidikan yang lebih baik, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Strategi HCM yang diterapkan di PSDKU UNPAD Pangandaran dapat menjadi model inovatif bagi pengelolaan SDM di institusi pendidikan lainnya dengan kondisi serupa. Dengan fokus pada pengembangan potensi individu dan pengelolaan SDM yang efektif. PSDKU UNPAD Pangandaran menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya bukanlah halangan untuk mencapai keunggulan. Melalui implementasi strategi HCM yang berkelanjutan, institusi ini tidak hanya menciptakan lingkungan pendidikan yang adaptif dan inovatif, tetapi juga memperkuat daya saing institusi secara Penerapan Human Capital Management Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sdm Di Psdku Unpad Pangandaran Irpan Ilmi. Wulandari. Hade Yustika Prayoga Tanzhimuna Vol 4. No 2. Desember 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Keberhasilan ini membuktikan pentingnya sinergi antara visi kepemimpinan, komitmen seluruh elemen institusi, dan optimalisasi sumber daya yang ada untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berdampak luas. Daftar Pustaka