HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya INTEGRASI KEARIFAN LOKAL TE ARO NAWEAK LAKO DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Mikaus Gombo Universitas Baliem Papua . gombo@gmail. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengintegrasikan kearifan lokal Te Aro Naweak Lako ke dalam pendidikan karakter di Sekolah Dasar di Wamena. Kabupaten Jayawijaya. Papua. Aro Naweak Lako mengandung nilai empati . dan kebersamaan . yang selaras dengan tujuan pendidikan karakter untuk membentuk siswa yang berbudi pekerti dan peduli sosial. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan guru, pengembangan modul pembelajaran berbasis budaya lokal, pendampingan di kelas, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara. Guru dari tiga sekolah dasar terlibat aktif dalam proses ini. vHasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai empati, tanggung jawab, dan Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat adat dengan keterlibatan tokoh lokal yang menghidupkan kembali cerita rakyat dan praktik gotong royong, yang semakin terpinggirkan oleh modernisasi. Evaluasi karakter siswa mengindikasikan peningkatan signifikan pada aspek empati, tanggung jawab, kerjasama, dan cinta budaya. vGuru dan orang tua memberikan apresiasi karena pendekatan ini lebih kontekstual dan berdampak langsung pada perilaku siswa di sekolah dan rumah. Kegiatan ini merekomendasikan replikasi model Te Aro Naweak Lako di sekolah lain di wilayah pegunungan Papua sebagai langkah pelestarian budaya dan penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Kearifan Lokal. Pendidikan Karakter. Te Aro Naweak Lako. Sekolah Dasar Abstrac This community service activity aims to integrate the local wisdom of Te Aro Naweak Lako into character education at elementary schools in Wamena. Jayawijaya Regency. Papua. Te Aro Naweak Lako embodies the values of empathy . and togetherness . , which align with the goals of character education to develop students who are virtuous and socially The implementation methods include teacher training, development of learning modules based on local culture, classroom mentoring, and evaluation through observation and interviews. Teachers from three elementary schools actively participated in this process. The results showed an increased understanding among students of the values of empathy, responsibility, and cooperation. This activity also strengthened the relationship between schools and the indigenous community by involving local leaders who revived folk stories and communal work practices . otong royon. , which have increasingly been marginalized by Student character evaluations indicated significant improvements in empathy, responsibility, cooperation, and cultural appreciation. Teachers and parents expressed Copyright . Mikaus Gombo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya appreciation for this approach because it is more contextual and has a direct impact on student behavior both at school and at home. This activity recommends replicating the Te Aro Naweak Lako model in other schools across the Papua highlands as a means of cultural preservation and strengthening character education based on local wisdom. Keywords: Local Wisdom. Character Education. Te Aro Naweak Lako. Elementary School Pendahuluan dari Jubaedah et al. , yang menemukan Sekolah Wamena, bahwa nilai seperti toleransi, kejujuran, dan gotong royong dapat ditanamkan secara homogenisasi budaya akibat derasnya arus efektif melalui pendekatan lokal wisdom dalam pembelajaran tematik SD. Dalam bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter konteks ini. Te Aro Naweak Lako diagendakan melalui kearifan lokal Te Aro Naweak Lako. Jayawijaya (SD) Untuk . Wamena. Lebih lanjut, modul pembelajaran Studi berbasis kearifan lokal telah terbukti valid dan praktis (Jaziroh & Apriani dkk. , 2. membentuk karakter siswa, khususnya rasa meningkatkan nilai religiositas, kejujuran, hormat, tanggung jawab, dan gotong royong empati, kesopanan, dan kerjasama secara signifikan pada siswa kelas i SD di daerah Wamena, sebagai pusat budaya sukusuku Pegunungan Hal ini menunjukkan pentingnya Jayawijaya, menyusun modul yang kontekstual dan menghadapi tekanan dari globalisasi yang lingkungan Jayawijaya. nilai-nilai kalangan generasi muda. Te Aro Naweak Lako. Implementasi dalam konteks IPS juga sebuah konsep kearifan yang menekankan empati . dan kebersamaan . , . potensial menjadi landasan karakter untuk menggunakan media berbasis kearifan lokal, siswa SD. Penelitian Wulandari et al. dan menemukan peningkatan rasa cinta menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal budaya serta pemahaman konsep sosial dalam pendidikan sangat krusial untuk dengan konten sehari-hari siswa SD. Metode menjaga rasa cinta budaya dan karakter ini relevan dan sejalan dengan visi integrasi kebangsaan di era globalisasi Te Aro Naweak Lako ke dalam kurikulum Aulia et al. IPS Model pendidikan karakter berbasis tematik PPKn dan IPS di SD Wamena. lokal juga mendapatkan dukungan empiris Namun, studi dari Sekolah Tinggi Islam Copyright . Mikaus Gombo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Blambangan Banyuwangi (Mundzir, 2. di kearifan lokal. Kearifan Te Aro Naweak Lako Provinsi Banyuwangi menyoroti hambatan karakter di SD Wamena. terhadap nilai lokal, kurangnya dukungan Berdasar uraian di atas, pengabdian kebijakan, dan keterbatasan sumber daya ini diharapkan mampu menghasilkan modul Oleh karena itu, pelatihan intensif dan praktik pembelajaran yang tidak hanya guru dan dukungan modul siap pakai membentuk karakter siswa yang peduli, pelaksanaan program di Wamena berjalan toleran, dan memiliki empati tinggi. Dengan membantu menggali dan mengaplikasikan Studi Bantul potensi nilai Te Aro Naweak Lako, diharapkan Sekolah Dasar di Wamena menjadi ikon Rukiyati & Purwastuti . menggunakan implementasi pendidikan karakter berbasis lagu tradisional untuk pendidikan karakter budaya di Papua. di TK. hasilnya menunjukkan penanaman Metode Pengabdian Yogyakarta nilai rendah hati, tanggung jawab, dan Metode pengabdian masyarakat ini kerjasama dapat diterima sangat baik oleh dilaksanakan selama enam bulan di SD anak usia dini. Hal ini memperkuat strategi Negeri penggunaan media lokal seperti bahasa, pendekatan kualitatif deskriptif dan R&D Proses dimulai dengan identifikasi Wamena internalisasi Te Aro Naweak Lako. Menurut Wulandari . , menurunkan kesadaran siswa akan nilai lokal seperti gotong royong dan integritas, mengintegrasikan kearifan lokal Te Aro Naweak Lako. Selanjutnya, dikembangkan kearifan lokal sangat diperlukan. Sementara modul pembelajaran berbasis nilai lokal Luh De et al. dalam konteks Denpasar mengemukakan bahwa pengintegrasian nilai Implementasi lokal seperti Tri Hita Karana secara kolaboratif antara guru, tokoh adat, orang tua, dan siswa melalui metode kelestarian budaya. Study Irsan dkk. kooperatif yang memfokuskan pada praktik juga menemukan bahwa nilai toleransi, langsung dalam kelompok. Evaluasi dan refleksi dilakukan secara berkala untuk Copyright . Mikaus Gombo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya menilai efektivitas dan melakukan perbaikan dilakukan secara formatif melalui observasi guru, wawancara siswa dan orang tua, serta Pelatihan memperkuat pemahaman filosofis Te Aro tanggung jawab. Sebagai pelengkap, juga Naweak dilakukan asesmen kualitatif akhir . efleksi mengintegrasikannya di kelas tematik serta mendala. terkait persepsi peningkatan PPKn. Bahan latihan mencakup cerita rakyat. Menurut Masruroh dkk. keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Lako gotong-royong video dokumentasi lokal. Ini sejalan dengan kajian Rike Erlande . yang menemukan kategori baik dalam pemahaman karakter teknologiAemisalnya Ini keberhasilan program di Wamena. Refleksi dilakukan bersama guru dan pemangku interaktif dan kontekstual. Pengembangan adat untuk menyusun rekomendasi. Sesuai modul menggunakan hasil pelatihan dan model R&D, revisi dilakukan pada modul bahan lokal, dikemas dalam unit tematik dan pelatihan ulang guru jika diperlukan. Direktur. Purwani & Mustikasari Prinsip evaluasi berkelanjutan juga sejalan . dengan pengalaman di Pekalongan, di mana berbasis kearifan lokal sebagai media efektif integrasi muatan lokal dalam IPS memberi menanamkan nilai kedisiplinan, toleransi, nilai tambah karakter siswa . lokalAemembantu PPKn dan kerjasama melalui pendekatan naratif. Modul-teks. Program 6Ae8 bulan, dengan metode deskriptif-kualitatif . Tahapan meliputi: . pelatihan guru tentang Implementasi filosofi Te Aro Naweak Lako. penyusunan modul tematik karakter. implementasi bercerita kisah adat Te Aro Naweak Lako, dalam pembelajaran PPKn dan kurikulum diskusi nilai, simulasi gotong-royong, dan . evaluasi formatif dan sumatif. refleksi sikap. Di dalam kelas, metode Dini Annisha . menyatakan bahwa kooperatif digunakan, sebagaimana yang Kurikulum digunakan Baduy Luar dalam meningkatkan integrasi kearifan lokal dengan cara holistik karakter kerjasama. Guru juga mengajak dalam pembelajaran, menjadikannya inklusif tokoh adat untuk hadir dan memberi dan bermakna. Teknologi seperti video penuturan nilai-nilai lokal tersebut. Evaluasi dokumentasi lokal juga digunakan sebagai Merdeka Copyright . Mikaus Gombo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya media bantu belajar, sejalan dengan Rike kerjasama dan toleransi pada tingkat SD. Erlande . yang menekankan peran Selain itu, melalui wawancara mendalam, orang tua melaporkan perubahan dalam PPKn berbasis kearifan lokal dinamika keluarga. anak-anak kini lebih Guru SD di Wamena dilatih untuk serta menunjukkan rasa saling menghormati melalui cerita rakyat lokal, praktik gotong antar saudara. Ini merefleksikan internalisasi royong, dan ritual adat sederhana. Contoh nilai gotong royong dan kebersamaan secara kegiatan: siswa menanam sayuran bersama Hasil ini bermanfaat sejalan di pekarangan sekolah sambil menerapkan dengan penelitian Jubaedah et al. konsep empati dan kerja sama. yang menemukan penguatan nilai kejujuran, teatrikal adat lokal setelah diskusi nilai. toleransi, dan kerjasama saat kearifan lokal penggunaan bahasa lokal dalam interaksi dijadikan media pembelajaran karakter . sehari-hari. Rekam dokumentasi berupa video dan foto menyatakan bahwa integrasi kearifan lokal memperlihatkan keterlibatan tokoh adat dalam pelajaran IPS meningkatkan rasa cinta meningkatkan ketertarikan dan motivasi siswa atas materi. Jubaedah dkk. juga siswa terhadap nilai lokal. Adopsi teknologi menemukan bahwa nilai seperti toleransi dan kejujuran efektif ditanamkan lewat pembelajaran lokal wisdom dikonfirmasi dalam studi Rike Erlande Hasil dan Pembahasa . tentang pembelajaran PPKn berbasis Nurul Dinda peka membantu orang tua tanpa diminta. Aulia Pelaksanaan pengabdan masyarakat kearifan lokal menggunakan teknologi integrasi nilai Te Aro Naweak Lako selama Setelah pelaksanaan selama 1 bulan, enam bulan menghasilkan peningkatan yang observasi dan wawancara menunjukkan signifikan dalam karakter siswa, khususnya adanya peningkatan signifikan dalam sikap aspek empati . dan kebersamaan kerjasama, empati, dan rasa cinta terhadap . Observasi guru menunjukkan bahwa budaya lokal. Guru melaporkan 75% siswa lebih dari 80% siswa secara aktif membantu menunjukkan kesiapan membantu teman teman dalam kegiatan kelompok sebuah dalam tugas kelompok. Orang tua mencatat indikator empati yang kuat. Hal ini sejalan perubahan positif dalam sikap anak di dengan temuan Irsan et al. yang menyatakan bahwa integrasi kearifan lokal rumah tanpa disuruh. Potensi kearifan lokal dalam pembelajaran meningkatkan aspek meningkatkan rasa cinta tanah air juga Copyright . Mikaus Gombo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya diungkapkan Lestari . Kendala utama Pembahasan adalah terbatasnya sumber daya modul lokal Integrasi kearifan lokal Te Aro Naweak dan waktu guru. Solusinya: pengembangan Lako yang menekankan empati . dampak signifikan terhadap perilaku sosial Evaluasi Observasi karakter dalam aspek empati, kerjasama, kemampuan siswa untuk bekerja sama dan menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebelumnya pasif menjadi responsif. Hal ini konsisten dengan studi Irsan dkk. , mencerminkan perbaikan karakter yang menyebutkan integrasi nilai lokal yang terjadi. Ini sejalan dengan hasil literatur dalam pembelajaran membentuk karakter Nurmala Sari . yang menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal toleransi, dan kontrol emosional. Melalui . ra-implementas. kerjasama dan peduli siswa SD. Namun, melaporkan perilaku anak di rumah berubah kurangnya modul lokal dan waktu terbatas mereka kini lebih mandiri membantu menjadi tantangan bagi guru. Sebanyak 60% guru melaporkan memerlukan sumber daya tersebut sesuai dengan Jubaedah et al. berupa panduan siap pakai. Permasalahan yang menemukan bahwa pembelajaran lokal ini sejalan dengan Mundzir . , yang wisdom seperti gotong royong dan kejujuran mencatat bahwa keberhasilan integrasi nilai terbukti efektif memperkuat kepribadian lokal sangat bergantung pada ketersediaan Kesadaran kultural ini menjadi bukti materi ajar serta dukungan kebijakan internalisasi nilai Te Aro Naweak Lako dalam Secara Hal kehidupan nyata siswa. berhasil membentuk karakter siswa yang Keterlibatan lebih peduli, empatik, dan kolaboratif. Siswa kegiatan pembelajaran memberikan dimensi juga menunjukkan peningkatan rasa bangga autentik bagi siswa. Dokumentasi video dan terhadap budaya lokal dengan menguasai istilah-istilah, praktik adat, dan cerita rakyat antusiasme siswa dalam mengikuti sesi Ini membuktikan bahwa strategi bercerita adat dan praktik gotong royong. Rike Erlande . menyatakan bahwa memperkuat karakter sekaligus melestarikan penggunaan teknologi seperti video budaya warisan budaya. Aro Naweak Lako Copyright . Mikaus Gombo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya PPKn karakter berbasis rubrik terbukti efektif. interaktif berbasis kearifan lokal. Model ini Dengan demikian. SD di Wamena dapat tampak cocok untuk menggabungkan lokal dijadikan model pengembangan karakter wisdom dan metode modern di Wamena. berbasis budaya, yang relevan bagi daerah Evaluasi yang menghadapi tantangan serupa. empati, tanggung jawab, kerjasama, dan Prinsip Te Aro Naweak Lako memiliki cinta budaya menunjukkan peningkatan kesamaan filosofis dengan Leva Nuang di Jayapura rata-rata kebersamaan, tanggung jawab, komunikasi. Temuan ini diperkuat oleh dan kerja sama. Di Denpasar, integrasi Tri Thomy Sastra Atmaja . yang menyebut Hita Karana dilaksanakan lewat muatan bahwa nilai-nilai adat seperti gotong royong lokal dan penguatan karakter simultan. Model ini membuktikan bahwa penguatan karakter melalui konteks lokal berhasil Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). manakala: . keterlibatan tokoh adat dan Adaptasi rubrik ini layak dijadikan model orang tua, . pelatihan dan dukungan guru, evaluasi di daerah lain. materi ajar siap pakai, dan . monitoring Terlepas Penutup hambatan utama bagi guru. Sebanyak 60 % Simpulan guru menyatakan perlunya panduan siap Kegiatan Kondisi ini sejalan dengan Mundzir yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan . , yang menyoroti pentingnya kebijakan pendidikan karakter di Sekolah Dasar di mendukung integrasi kearifan lokal dalam Wamena menunjukkan hasil yang sangat Penyusunan modul oleh tim Konsep Te Aro Naweak Lako, yang pengabdi menjadi langkah solutif untuk merepresentasikan nilai empati . , menunjukkan bahwa integrasi nilai lokal Te Aro Naweak Lako tidak hanya membentuk peduli, kooperatif, dan memiliki kepedulian karakter siswa, tetapi juga memperkuat hubungan keluarga dan komunitas adat. mengaitkan konteks budaya lokal dengan Strategi materi tematik PPKn dan IPS mampu guru, dokumentasi digital, dan evaluasi menumbuhkan pemahaman siswa terhadap Wamena. Pembahasan Aro Naweak Lako Pembelajaran Copyright . Mikaus Gombo. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya nilai-nilai Pelatihan Keterlibatan tokoh adat dan penggunaan media lokal seperti cerita rakyat serta praktik gotong royong memberikan suasana mengembangkan pembelajaran karakter kontekstual berbasis budaya lokal. Hasil Kolaborasi evaluasi menunjukkan peningkatan karakter komunitas lokal harus terus dibina agar siswa dalam aspek empati, tanggung jawab, karakter berjalan secara harmonis. indikator capaian karakter meningkat secara Evaluasi berkala dan pengembangan signifikan setelah integrasi nilai-nilai lokal model pembelajaran yang adaptif dengan tersebut dalam pembelajaran. nilai Te Aro Naweak Lako dapat menjadi Selain itu, keterlibatan guru dan rujukan bagi sekolah-sekolah di wilayah orang tua dalam proses ini menjadi salah lain yang memiliki konteks budaya satu kunci keberhasilan. Guru menunjukkan antusiasme dalam menerapkan pendekatan berbasis kearifan lokal, walaupun masih Dengan pendekatan ini, pendidikan terdapat kendala dalam ketersediaan bahan karakter tidak hanya menjadi program ajar dan panduan yang sesuai konteks lokal. formal semata, tetapi juga menjadi alat Sementara itu, orang tua menyampaikan pelestarian budaya dan penguatan identitas bahwa anak-anak lokal bagi generasi muda Papua, khususnya di Jayawijaya. nilai-nilai Daftar Pustaka diajarkan di sekolah. Annisha. Integrasi Penggunaan Saran