Vol. No. November 2024, hal, 182-197 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss2. Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPA Al-Muttaqiin di Krinjing. Mertelu. Gedangsari. Gunungkidul. Mochammad Rifki Pradana . Abdul Gafur. Maryono Maryono. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Al-QurAoan Tajwid TPA Penulis Koresponden : rkpradana@gmail. ghafurabdul02@gmail. maryono003@gmail. ABSTRAK Al-QurAoan merupakan firman Allah yang wajib diimani, dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim. Dalam membaca AlQurAoan seorang muslim membutuhkan ilmu tajwid. Tujuan mempelajari ilmu tajwid yaitu agar dapat membaca sesuai dengan yang dituntunkan Allah dan Rasulnya, agar tidak terjadi kesalahan ketika membacanya. Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada, yujawwidu tajwidan yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Penulis mendapati di TPA AlMuttaqiin memiliki kekurangan dari segi kualitas bacaan. Penulis mendapati banyak kesalahan dalam membaca Alquran pada pembinanya, khususnya dalam ilmu Tajwid. Dengan kondisi tersebut, penulis melihat bahwa para pembina TPA Al-Muttaqiin sangat membutuhkan pembelajaran ilmu tajwid. Diharapkan setelah mendapatkan pembinaan, terjadi peningkatan kualitas Dalam pelaksanaan program pembelajaran, penulis menggunakan metode tiga tahap, yaitu observasi, persiapan, dan pelaksanaan. Sedangkan untuk menguji efektifitas, penulis menggunakan paired samples test dan pengisian angket. Dari hasil uji efektifitas, penulis mendapatkan hasil bahwa hasil paired samples test . bernilai 4,19. Nilai t0 yang melampaui taraf signifikasi 1% menandakan bahwa pembinaan yang dilakukan memiliki efektifitas yang tinggi. Peserta juga merasakan kepuasan kegiatan pembelajaran, dengan dibuktikan nilai angket sebesar 87,6%, jika dicocokan dengan skala Linkert, maka hasil dari nilai ini mendapatkan skor (Sangat Positi. PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan firman Allah yang wajib diimani, dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim. Seorang tidak dikatakan beriman apabila tidak mengimani bahwa Al-QurAoan adalah Firman Allah dan landasan utama orang yang beriman. Membaca Al-qurAoanpun memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah Shallallau AoAlaihi Wasallam pernah bersabda : aAEac aINA a AaO aeEa eI aIIe a aEac aI ECae aI aOA AuSebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-QurAoan dan mengajarkannyaAy. (HR. Bukhori : 5. Membaca Al-QurAoan tidak sama dengan membaca bacaan lainnya. Allah menmerintahkan membaca Al-QurAoan dengan tajwid . Allah TaAoala berfirman : U AaO aac acE ECa a aI aA AacOEA AyDan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Ay (QS. Al-Muzzammil : . Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA Dalam membaca Al-QurAoan seorang muslim membutuhkan ilmu tajwid. Tujuan mempelajari ilmu tajwid yaitu agar dapat membaca sesuai dengan yang dituntunkan Allah dan Rasulnya, agar tidak terjadi kesalahan ketika membacanya. Kesalahan dalam membaca Al-QurAoan dapat mengubah makna yang terkandung didalamnya. Maka hukum dalam mempelajari ilmu tajwid adalah fadhu kifayah, sedangkan membaca Al-QurAoan dengan tajwid fadhu Aoain. Oleh sebab itu, seorang muslim harus mengetahui hukum-hukum tajwid dalam membaca Al-QurAoan. (Akbar, 2. Maka, bagi orang yang telah mengetahui urgensinya dan tidak memulai untuk mempelajarinya, ia akan mendapatkan dosa, karena ia dapat menyebabkan perubahan makna yang terkandung ddi dalam AlQurAoan. (Oktarina, 2. Pengertian Ilmu Tajwid Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada, yujawwidu tajwidan yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. (Anita, 2. Dalam pengertian lain menurut lughoh, tajwid dapat pula diartikan sebagai: AaeEaacOa aI acEe aOeA Terjemah: "Segala sesuatu yang mendatangkan kebajikan". Sedangkan pengertian tajwid menurut istilah adalah: Ilmu yang dengan ilmu tersebut diberikan segala pengertian tentang huruf, baik hak-hak huruf . aqqul har. maupun hukum-hukum baru yang timbul setelah hak-hak huruf . ustahaqqul har. dipenuhi yang terdiri atas sifat-sifat huruf, hukum-hukum mad, dan lain sebagainya. Sebagai contoh tarqiq, tafkhim dan yang semisalnya. Ruang Lingkup Pembelajaran Ilmu Tajwid . Haq Al-Huruf. Yaitu segala sesuatu yang lazim . ajib ad. pada setiap huruf. Huruf ini meliputi sifat-sifat huruf dan tempat-tempat keluarnya huruf. Apabila hak huruf ditiadakan, maka semua suara atau bunyi yang diucapkan tidak mungkin mengandung makna karena bunyinya menjadi tidak jelas. Mustahaq Al-Huruf. Yaitu hukum-hukum baru yang timbul oleh sebab-sebab tertentu setelah hak-hak huruf melekat pada setiap huruf. Mustahaq al-huruf meliputi hukum- hukum seperti izhar, ikhfa', iqlab, idgam, qalqalah, gunnah, tafkhim, tarqiq, mad, waqaf dan lain-lain. Selain pembagian di atas ada juga yang membagi pokok bahasan ilmu tajwid ke dalam enam cakupan masalah, yaitu: Makharij al-huruf Sifat al-huruf Ahkam al-huruf Ahkam al-mad wa al-qasr Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Mochammad Rifki Pradana. Abdul Gafur. Maryono Maryono . Ahkam al-waqf wa al-ibtida . Al-khat al-usmani TPA/TPQ (Taman Pendidikan Al-QurAoan/Taman Pendidikan QurAoa. merupakan salah satu wadah pendidikan non-formal yang yang menjadi perantara agar seseorang mengetahui cara membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. dalam pelaksanaannya setiap TPA memiliki kurikulum yang berbeda-beda. Kualitas setiap TPA pun berbeda-beda. Apabila pembina TPA memiliki kapasitas dibidangnya, maka santri yang dibina akan memiliki kualitas yang baik pula. Begitu pula sebaliknya, maka kualitas santri tidak akan baik. Gambar 1. Pertemuan Dewan Pembina TPA Al-Muttaqiin dan Mahapeserta Kukerta. Penulis mendapati di TPA Al-Muttaqiin. Krinjing. Mertelu. Gedangsari. Gunungkidul. yang diasuh oleh Bapak Selamet (Divisi Pendidikan Masjid Al-Muttaqii. memiliki kekurangan dari segi kualitas bacaan. Penulis mendapati banyak kesalahan dalam membaca Alquran, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dan lansia yang dibina, hingga para pembina itu sendiri, khususnya dalam ilmu Tajwid. Pengetahuan para pembina terkait ilmu tajwid sangat terbatas. Hal ini dikarenakan materi ajar dari pembina sebelumnya yang juga terbatas. Tidak ada pendalaman ilmu Tajwid secara mendetail dan juga prakteknnya. Sehingga apa yang mereka dapatkan pun juga sebatas yang mereka terima dari pembina yang lebih senior. Disamping itu para pembina juag masih berusia belia. Para pembina yang mendapatkan amanah merupakan santri TPA yang telah menyelesaikan Iqro, kemudian Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA mendapat pembinaan metode pengajaran selama kurang lebih 1 tahun. Usia mereka antara kelas 9 SMP hingga 12 SMK, dengan data sebagai berikut : Tabel 1. Daftar Pembina TPA Al-Muttaqiin. Krinjing Dari data diatas, penulis melihat bahwa para pembina TPA Al-Muttaqiin sangat membutuhkan pembinaan ilmu tajwid. Diharapkan setelah mendapatkan pembinaan, terjadi peningkatan kualitas pembelajaran TPA Al-Muttaqiin. Dengan sistem kaderisasi dan pembelajaran yang baik. TPA Al-Muttaqiin dapat melahirkan banyak pembaca Al-QurAoan dengan kemampuan yang METODE PENGABDIAN Metode yang diterapkan dalam penulisan ini agar dapat berhasil, memiliki 3 tahap,(Risnayanti, 2. Observasi yang dilakukan di awal program untuk menganalisis masalah pembelajaran tajwid yang terdapat pada TPA Al-Muttaqiin. Persiapan program, meliputi : Jadwal kegiatan yang disepakati antara pembina dan penulis. Kesiapan penulis untuk melakukan pembelajaran pada pembina TPA Al-Muttaqiin. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan 7 kali tatap muka. Adapun dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa kegiatan : Perkenalan sekaligus wawancara pembina TPA Pre-Test ilmu tajwid Pembelajaran ilmu tajwid Post-Test ilmu tajwid Pengisian angket Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Mochammad Rifki Pradana. Abdul Gafur. Maryono Maryono Dalam menguji efektifitas program pembelajaran, penulis menggunakan metode uji berpasanngan (Paired Sample t Tes. dengan hipotesis H0= Tidak terjadi peningkatan dari hasil Pre Test ke Post Test setelah diberi tindakan, dan HA= terjadi peningkatan dari hasil Pre Test ke Post Test setelah diberi tindakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Masalah Masjid Al-Muttaqiin yang terletak di Krinjing. Mertelu. Gedangsari. Y, memiliki sistem kaderisasi yang cukup bagus. Bapak Selamet menuturkan, dalam kurun waktu 6 tahun TPA AlMuttaqiin dapat melahirkan 3 generasi Pembina. Pembina inilah yang berperan aktif dalam melaksanakan pembelajaran Al-QurAoan. Akan tetapi beliau menyampaikan bahwa keilmuan para pembina terkait dengan ilmu tajwid masih terbatas. Hal ini dapat dibuktikan saat penulis melakukan pre-test ilmu tajwid yang penulis lakukan pada 12 pembina TPA Al-Muttaqiin, dengan 6 butir soal. Apakah yang dimaksud ikhfa' haqiqi? Apakah yang dimaksud ikhfa' syafawi Apa yang dimaksud idghom ?mutaqoribain? Apa yang dimaksud qolqolah? Apa yang dimaksud mad wajib muttashil? Sebutkan 5 tempat makhorijul huruf Dari 6 butir soal tersebut, penulis mendapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 2. Hasil Pre-Test Rekomendasi Perbaikan Hasil diatas telah menunjukkan bahwa pengetahuan para pembina TPA Al-Muttaqiin sangat Maka, perlu adanya pembelajaran ilmu tajwid bagi para pembina, agar pembelajaran di TPA Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA Al-Muttaqin kedepan menjadi lebih baik. Program yang penulis tawarkan meliputi pembinaan seputar ilmu tajwid dan kaidah-kaidah dalam bahasa Arab, karena keduanya sangat berkaitan. Tindak Lanjut Rekomendasi Selanjutnya penulis dan tim melakukan persiapan pembelajaran dangan melakukan penyusunan jadwal pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan setiap hari Kamis-Minggu. Cakupan materi yang diajarkan meliputi : Tahsin (Perbaikan bacaa. Makhorij dan Sifatul huruf (Tempat-tempat keluarnya huruf dan sifat-sifat huru. Bahasa Arab dasar Khot (Kaidah penulisan Bahasa Ara. Ilmu Tajwid Ghoribul QurAoan (Kata-kata yang penulisan dan pengucapannya berbeda di dalam Al-QurAoa. Terjemah QurAoan dengan susunan jadwal sebagai berikut : Tabel 3. Susunan Pengampu Pembelajaran Tajwid Dalam program ini, penulis berkesempatan untuk mengampu pembelajaran makharijul huruf & sifatul huruf dan Tajwid yang merupakan cakupan di dalam Ilmu Tajwid secara umumnya. Pembelajaran makharijul huruf & sifatul huruf dilaksanakan setiap hari Kamis pada tanggal 11, 18, dan 25 Januari 2024. Sedangkan untuk pembelajaran Tajwid dilaksanakan setiap hari Sabtu pada tanggal 6, 13, 20, dan 27 Januari 2024. Makhorijul huruf secara umum terbagi menjadi 5 bagian, yaitu: Al-Jauf (Rongga mulut dan rongga tengoroka. dan sifat hurufnya Al- Halq (Tengoroka. dan sifat hurufnya Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Mochammad Rifki Pradana. Abdul Gafur. Maryono Maryono Pada pekan kedua, yaitu pada hari Kamis, 18 Januari 2024, pertemuan dihadiri oleh 83,33%, yaitu 10 orang pembina lagi. Materi yang penulis berikan yaitu : Al- Lisan (Lida. dan sifat hurufnya Pada pekan ketiga, yaitu pada hari Sabtu, 20 Januari 2024, pertemuan dihadiri oleh 100%, yaitu 12 orang pembina. Materi yang penulis telah ajarkan yaitu : As-Syafataan (Kedua Bibi. dan sifat hurufnya Al-Khaisyum . angkal hidun. dan sifat hurufnya Untuk Pembelajaran Tajwid. Materi yang penulis berikan pada pertemuan pertama yaitu : Hukum Ghunnah Musyaaddadah Hukum Nun Sukun atau Tanwin Iqlab IkhfaAo Haqiqi Idghom Bighunnah Pada pekan kedua, yaitu pada hari Sabtu, 13 Januari 2024, pertemuan dihadiri oleh 83,33%, yaitu 10 orang pembina lagi. Materi yang penulis berikan pada pertemuan pertama yaitu : Hukum Nun Sukun atau Tanwin Idzhar Halqi Idghom Bilaaghunnah Idzhar Wajib Hukum Mim Sukun Hukum Idghom Pada pekan ketiga, yaitu pada hari Sabtu, 20 Januari 2024, pertemuan dihadiri oleh 80%, yaitu 8 orang pembina. Materi yang penulis telah ajarkan yaitu : Hukum Qolqolah Hukum Lam TaAorif Hukum Lam Jalalah Hukum RoAo Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA Penulis merangkum perhitungan kehadiran peserta pembelajaranilmu tajwid pada tabel di bawah ini : Tabel 4. Perhitungan Kehadiran Pembina TPA Al-Muttaqiin Pada Pembelajaran Tajwid Dari data yang penulis tampilkan pada tabel 2 di atas, maka dapat kita lihat, bahwa rata-rata kehadiran pembina TPA Al-Muttaqiin pada pembelajaran tajwid yang penulis selenggarakan adalah sebanyak 68,75%, yang artiny di setiap pertemuan ada 31,25% pembina yang tidak hadir. Dari data diatas, juga dapat kita lihat, ada 1 orang pembina yang memiliki jumlah kehadiran paling sedikit,yaitu Arga Saputra. Tabel 5. Perhitungan Kehadiran Pembina TPA Al-Muttaqiin Pada Pembelajaran Makharijul Huruf dan Sifatul Huruf Dari data yang penulis tampilkan pada tabel 2 di atas, maka dapat kita lihat, bahwa rata-rata kehadiran pembina TPA Al-Muttaqiin pada pembelajaran makharijul huruf dan sifatul huruf yang penulis selenggarakan adalah sebanyak 88,89%, yang artiny di setiap pertemuan ada 11,111% pembina yang tidak hadir. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Mochammad Rifki Pradana. Abdul Gafur. Maryono Maryono Gambar 2. Pelaksanaan Pembelajaran Ilmu Tajwid . Pembina TPQ Al-Muttaqiin Setelah melakukan pembelajaran ilmu tajwid, pembina TPA l-Muttaqiin diuji kembali dengan Post-Test. Post-test ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan para pembina TPA Al-Muttaqiin setelah dilakukan pembelajaran ilmu tajwid. Post Test dilaksanakan pada tangal 26 Januari 2024. Soal yang diujikan sama seperti soal yang telah diujikan sebelumnya pada pre-test, yaitu : Apakah yang dimaksud ikhfa' haqiqi? Apakah yang dimaksud ikhfa' syafawi Apa yang dimaksud idghom ?mutaqoribain? Apa yang dimaksud qolqolah? Apa yang dimaksud mad wajib muttashil? Dari post-test ini didapatkan hasil sebagai berikut :. Tabel 6. Hasil Post Test Pembelajaran Ilmu Tajwid Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA Uji Efektivitas Pembelajaran Ilmu Tajwid Pembuktian uji efektivitas dilakukan melalui perhitungan statistik menggunakan uji berpasanngan (Paired Sample t Tes. dengan hipotesis H0= Tidak terjadi peningkatan dari hasil Pre Test ke Post Test setelah diberi tindakan, dan HA= terjadi peningkatan dari hasil Pre Test ke Post Test setelah diberi tindakan. Berikut adalah urutan-urutan dan hasil perhitungan nilai t : Menentukan rata-rata nilai selisih (MD), dengan rumus dan perhitungan sebagai berikut : MD = Oco o oya MD = 12 = 21,5 Menentukan Standar Deviasi (SD), dengan rumus dan perhitungan sebagai berikut : Oco oya2 SDD= Oo o ycA Oco oya Oe ( oycA ) SDD= Oo 12 Oe ( 12 ) SDD= Oo751,4 Oe 462,25 SDD= Oo289,15 SDD=17,01 Menentukan Standar Error Rata-Rata (SEMD), dengan rumus dan perhitungan sebagai SEMD = SEMD = ycIya OoycAOe1 17,01 Oo12Oe1 SEMD = 3,31 Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Mochammad Rifki Pradana. Abdul Gafur. Maryono Maryono SEMD = 5,13 Menentukan t0, dengan rumus dan perhitungan sebagai berikut : ycA t0 = ycIya t0 = 5,13 t0 = 4,19 Berdasarkan tabel output AuPaired Sample TestAy diatas, diketahui t hitung bernilai 4,19. Selanjutnya adalah tahap mencari nilai t tabel, dimana t tabel di cari berdasarkan nilai df . egree of freedom atau derajat kebebasan ) dan nilai signifikansi dengan rumus : df = N-1 df = 12-1 = 11 Dari rumus diatas, diketahui bahwa nilai df adalah sebesar 11, dengan nilai taraf signifikasi yang dapat dilihat pada gambar tabel t pada gambar 4 yaitu : untuk taraf signifikasi 5% sebesar 2,20099 sedangkan untuk taraf signifikasi 1% sebesar 3,10581. Nilai taraf signifikasi dapat dilihat pada tabel t dibawah ini : Tabel 7. Tabel t Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA Setelah melakukan perhitungan, pengambilan keputusan dilakukan dengan cara membandingkan antara nilai t hitung dengan t tabel. adapunt0 pedoman atau dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut : Jika nilai t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan HA diterima. Sebaliknya, jika nilai t hitung < t tabel, maka H0 di terima dan HA ditolak. Berikut perbandingan nilai t hitung dan t tabel dengan taraf signifikasi 5% dan 1% : 2,20099 < 4,19 > 3,10581 yang artinya tt5% < t0 > tt1%. Pembuktian hipotesis Berdasarkan hasil perhitungan t0, karna nilai t hitung > t tabel, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan diatas dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak dan HA diterima. Nilai t0 yang melampaui taraf signifikasi 1% menandakan bahwa pembinaan yang dilakukan memiliki efektifitas yang tinggi. Angket Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPA Al-Muttaqin di Krinjing. Mertelu. Gedangsari. Gunung Kidul. Setelah melakukan uji paired samples test, dan mendapatkan hasil hipotesa, penulis mengajuakan pengisian angket kepada peserta pembelajaran, guna untuk memperkuat bukti efektifitas program pembelajaran ini. Berikut adalah tabel soal pada angket ang penulis berikan kepada peserta: Tabel 8. Soal Angket Pembelajaran Ilmu Tajwid Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Mochammad Rifki Pradana. Abdul Gafur. Maryono Maryono Nilai Angket Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPA Al-Muttaqin di Krinjing. Mertelu. Gedangsari. Gunung Kidul. Teknik pengambilan data nilai angket yang digunakan dalam penelitia ini berupa pembagian angket respon peserta yang berbentuk lembaran kertas yang dibagikan bersamaan dengan post test. Analisa data mengunakan statistik deskriptif rnggunakan kala Linkert dengan melihat respon peserta terhadap pembelajaran yang dilakukan. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut : Reduksi data Yang dilakukan pada langkah reduksi data adalah membuat skor setiap pilihan dari jawaban yang akan digunakan pada skala Likert sebagai berikut: Tabel 9. Skor Setiap Butir Soal Angket Keterangan : STS : Sangat Tidak Setuju : Tidak Setuju : Ragu-ragu/tidak berpendapat : Setuju : Sangaat Setuju Respon peserta dapat diukur dengan menggunakan angket berdasarkan jumlah respon positif atau negatif pada setiap item yang diberikan. Umpan balik dikatakan positif apabila peserta merasa puas terhadap pembelajaran yang dilakukan, kesenangannya dalam belajar, dan minatnya terhadap kegiatan yang dilakukan. Sedangkan jawaban negatifnya adalah jika peserta merasa tidak puas terhadap pembelajaran, tidak tertarik belajar dan tidak tertarik pada kegiatan pembelajaran. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA Data nilai pengisian angket Setelah memberikan kertas angket kepada peserta, penulis merangkum hasil jawaban yang telah peserta isi, dengan hasil sebagai berikut : Tabel 10. Nilai Pengisian Angket Hasil bahasan: Nilai tertinggi = Jumlah soal y Skor tertinggi y Jumlah peserta 5 y 5 y 12 = 300 . umlah tertingg. Nilai terendah = Jumlah soal y Skor terendah y Jumlah peserta 5 y 1 y 12 = 60 . umlah terenda. Nilai akhir Oco o o ycNycuycycayco ycAycnycoycaycn ycoyceycyceycoycycycEaycaycu y 100% = ycAycnycoycaycn OcycAycnycoycaycn ycyceycycycnycuyciyciycn y 100% = 87,6% . Menentukan kriteria respon setiap kategori dengan menggunakan kriteria interpretatif yaitu angka 85% O RS dinyatakan sangat positif, angka 70% O RS < 85% hasil tes positif, 50% O RS < 70% dilaporkan kurang positif dan angka RS < 50% dinyatakan negatif. RS adalah respon peserta terhadap kriteria tertentu (Sholihah, 2. Bedasarkan hasil dari hitungan sebelumnya, hasil observasi mengunakan angket pada peserta mendapatkan nilai 87,6%, jika dicocokan dengan skala Linkert maka hasil dari nilai ini mendapatkan skor (Sangat Positi. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Mochammad Rifki Pradana. Abdul Gafur. Maryono Maryono KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Dalam pelaksanaan pembinaan Tajwid dan Makhorijul Huruf kepada pembina santri TPA AlMuttaqiin telah memberikan pengalaman dan pelajaran yang begitu berkesan bagi kami dalam melaksanakan tugas KKN di Desa Mertelu Dusun Krinjing, maka di dalam pelaksanan Pembinaan selama satu bulan ini dapat disimpulkan bahwa: Selama proses KKN di Desa Mertelu Dusun Krinjing mendapat banyak dukungan dan respon positif dari perangkat Desa dan warga sekitar sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan Dengan adanya pembinaan ini mendapat menjadi pembuka wawasan dan pengetahuan dalam memahami cara membaca Al-Quran sesuai dengan kaidah-kaidah Tajwid dan fasih dalam mengucapkan huruf hijaiyah bahasa Arab dengan benar. Metode pengajaran dalam pembinaan ini menggunakan metode penyampaian materi dan praktik, dengan metode tersebut dapat dikumpulkan hasil berupa angka sangat positif yang menunjukan kegiatan ini mampu menjadikan peserta pembinaan dapat memperbaiki bacaan AlQuran dan memahami betapa pentingnya Ilmu Tajwid dan Makhorijul Huruf dalam menambah wawasan dan keilmuan mereka sebelum mengajar santri TPA yang mereka bina. Uji efektiitas yang dilakukan penulis melalui perhitungan statistik menggunakan uji berpasanngan (Paired Sample t Tes. , menunjukkan bahwa tt5% < t0 > tt1%. maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan diatas dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan HA diterima. Nilai t0 yang melampaui taraf signifikasi 1% menandakan bahwa pembinaan yang dilakukan memiliki efektifitas yang tinggi. Setelah kegiatan pembinana selesai dilanjutkan dengan menguji kepuasan peserta pembinaan menggunakan angket mendapatkan nilai 87,6%, jika dicocokan dengan skala Linkert maka hasil dari nilai ini mendapatkan skor (Sangat Positi. Ucapan terimakasih kepada civitas Akademik STAI Ali bin Abi Thalib, seluruh Donatur yang ikut andil dalam pendanaan kegiantan KKN Al- Munawwir tahun 2024, dan seluruh warga di Dusun Krinjing. Desa Mertelu yang berkenan untuk menjadi tempat penelitian bagi penulis diantaranya kegiatan Pembelajaran Ilmu Tajwid dan Makhorijul Huruf untuk pembina TPA Al- Muttaqiin. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pembelajaran Ilmu Tajwid Bagi Pembina TPAA DAFTAR PUSTAKA