Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 (December 2. 18 - 33 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Tiktokers: Studi Kasus Tentang Penerimaan Konsep Diri Yang Positif Pada Mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu. David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. * Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu, jonathanhosea24@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. David Eko Setiawan & Jonathan Hizkia Hosea Salendur. AuTiktokers: Studi Kasus Tentang Penerimaan Konsep Diri Yang Positif Pada Mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu,Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 1 (December 03, 2. : 1, accessed December 08, 2021, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/44. American Psychological Association 7th edition. (Setiawan, 2021, p. Received: 18 September 2021 Accepted: 03 November 2021 Published: 03 December 2021 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. Abstract This article aims to look at the self-concept that is formed in Christian youth today with the lively development of TikTok social media. Informing a positive self-concept of young people, external factors are very influential. Of the many studies that have been conducted, many have found that a positive self-concept is influenced by the TikTok social media application for TikTokers. Based on these facts, it is necessary to conduct research on the causes of positive self-concept for today's youth, especially Christian youth. Through descriptive qualitative research with a literature study approach and field surveys, it can describe the causes of positive self-concept TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu to be implemented for today's Christian youth. From this research, it was found that the positive self-concept of TikTokers ITBK Bukit Pengharapan is not affected by TikTok social media, but because TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu is young people who have accepted Christ and live life to be like Christ. Keywords: TikTok. Self Concept. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk melihat konsep diri yang terbentuk dalam diri anak muda Kristen di masa kini dengan semaraknya perkembangan media sosial TikTok. Dalam membentuk konsep diri yang positif anak muda faktor eksternal sangat mempengaruhi. Dari sekian banyak penelitian yang telah dilakukan, banyak yang menemukan bahwa konsep diri yang positif dipengaruhi oleh aplikasi media sosial TikTok bagi TikTokers. Berdasarkan fakta tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai penyebab konsep diri yang positif bagi anak muda masa kini khususnya anak muda Kristen. Melalui penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan survei di lapangan dapat dideskripsikan penyebab dari konsep diri yang positif TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu untuk diimplementasikan kepada anak muda Kristen masa kini. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa konsep diri yang positif pada para TikTokers ITBK Bukit Pengharapan tidak terpengaruh oleh media sosial TikTok, melainkan karena TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu adalah anak muda yang telah menerima Kristus dan menjalani kehidupan untuk serupa dengan Kristus. Kata kunci: Tiktok. Konsep Diri. PENDAHULUAN Bagi anak muda, konsep diri adalah penting mengingat hal tersebut akan berpengaruh pada masa perkembangan mereka. Pada dasarnya konsep diri bukan sekedar gambaran tentang diri, namun juga meliputi penilaian terhadap diri yang meliputi apa yang dipikirkan dan dirasakan tentang diri sendiri (Rahmat, 2007, pp. 99Ae. Hurlock berpendapat bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi konsep diri antara lain (Hurlock, 1. Usia kematangan, penampilan diri, kepatutan seks, nama dan julukan, hubungan keluarga, teman-teman sebaya, cita-cita. Sedangkan menurut Rahmat, terdapat dua faktor yang dapat berpengaruh pada konsep diri seseorang yaitu significant others yang memberikan pengaruh dan reference group . elompok rujuka. yang menjadi acuan dalam hidupnya dengan 19 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. menyesuaikan ciri-ciri kelompok tersebut (Rahmat, 2. Rupanya faktor eksternal menjadi salah satu penentu seseorang berurusan dengan konsep dirinya. Hal tersebut selaras dengan penelitian yang menyebutkan bahwa teman sebaya memiliki faktor dominan bagi anak muda dalam memengaruhi konsep diri (Kania Saraswatia et al. , 2. Maka dari itu, faktor eksternal perlu dipertimbangkan dalam mengkaji kosep diri pada anak muda. Terdapat dua macam konsep diri, yaitu konsep diri yang negatif dan positif. Konsep diri yang negatif adalah cara menilai diri secara negatif sehingga memunculkan gambaran diri yang salah. Gambaran diri yang salah ini terefleksi dari sikap tidak mau menerima keadaan diri sendiri secara benar dan tulus, namun cenderung merasa memiliki kekurangan dibandingkan dengan orang lain. Kosep tersebut akan menghasilkan perasaan inferior serta pencitra buruk terhadap diri sendiri. Sedangkan konsep diri yang positif adalah cara menilai diri sendiri secara positif berdasarkan nilai-nilai yang baik dan benar. Konsep ini akan menghasilkan kepribadian yang tangguh serta menerima diri sendiri apa adanya tanpa dipengaruhi oleh penilaian lingkungan sekitarnya. Bagi orang percaya, konsep diri yang positif tersebut diperoleh dari karya keselamatan di dalam Yesus yang telah mengubah kehidupan seseorang menjadi manusia baru (Ef. 4:24. Kolose 3:. Sehingga kehidupan lama telah berlalu, dan yang baru telah datang (II Kor. Dalam survei yang dilakukan peneliti kepada mahasiswa ITBK Tawangmangu ditemukan bahwa 75% dari mereka sangat setuju bahwa melalui karya penebusan Kristus memulihkan diri mereka. Sedangkan 23,1% setuju bahwa pemulihan diri itu terjadi melalui karya penebusan Kristus. Para responden juga mengaku bahwa yang merusak konsep diri mereka adalah dosa, sehingga solusinya adalah dipulihkan di dalam Kristus . ,3% menyatakan sangat setuju , dan 28,8% menyatakan setuj. Pemahaman rohani ini diakui mereka diperoleh saat mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara Disamping itu pengajaran di gereja lokal mereka masing-masing telah memperteguh keyakinan tersebut. Pelayanan rohani di ITBK Tawangmangu juga memberikan peran dalam memperkuat pemahaman rohani itu. Di era digital ini, media sosial telah begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurut laporan Indonesia Digital Report 2020, pengguna media sosial di Indonesia sebesar 160 juta orang (We Are Social, 2020, p. Mayoritas pengguna media sosial di Indonesia adalah anak muda (We Are Social, 2. Kedekatanya dengan media sosial ternyata juga memberikan pengaruh bagi kehidupan mereka. Pada golongan anak muda terdapat persepsi bahwa dengan menggunakan media sosial, mereka akan dianggap keren dan gaul (Putri et al. 20 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. Sedangkan anak muda yang tidak memiliki media sosial akan dianggap kuno dan gagap teknologi . (Putri et al. , 2. Reference group rupanya tidak bisa dianggap enteng, karena faktor tersebut ternyata memiliki peran besar bagi pengambilan keputusan dan penilaian pada anak muda (Dani & Padang, 2. Terdapat beberapa penelitian yang membahas mengenai pengaruh TikTok terhadap penggunanya, seperti penelitian Adawiyah yang membahas tentang pengaruh penggunaan aplikasi TikTok terhadap kepercayaan diri anak muda (Adawiyah, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Penggunaan Sosial Media TikTok dengan Kepercayaan Diri Remaja di Kabupaten Sampang. Selanjutnya, penelitian dari Kusuma serta Oktavianti tentang studi kasus aplikasi TikTok dalam membentuk konsep diri (Chandra Kusuma & Oktavianti, 2. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa aplikasi TikTok telah membentuk konsep diri pengguna ke arah yang kreatif, namun disamping itu, aplikasi ini juga membentuk konsep diri penggunanya kearah yang buruk misalnya kurangnya ketrampilan mengatur waku. Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah subjek penelitian. Penelitian-penelitian sebelumnya memiliki subyek yang hetrogen, sedangkan subyek penelitian ini bersifat homogen yaitu mahasiswa Kristen. Selain itu penelitian di kalangan Kristen terhadap pengaruh aplikasi Tiktok di kalangan pemuda Kristen masih sangat minim. Oleh sebab itu. penelitian ini bertujuan untuk mengalisa penyebab konsep diri yang positif pada pengguna TikTok khususnya di kalangan mahasiswa Kristen di ITBK Tawangmangu. Jawa Tengah. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini berpatokan pada data-data yang telah dikumpulkan untuk memahami fenomena yang terjadi (Kusumastuti & Ahmad Mustamil Khoiron, 2. Selain itu, penelitian ini bersifat deskriptif atau data yang terkumpul berbentuk kata-kata dan gambar serta tidak berfokus pada angka (Bogdan & Biklen, 1. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh melalui metode library research dan metode survei. Metode library research, yaitu pengumpulan data yang diperoleh melalui buku serta jurnal dalam bentuk hardcopy maupun elektronik yang dibaca, diteliti, dicatat dan disaring sesuai dengan topik pembahasan secara teoritis. Sedangkan metode survei merupakan pengumpulan data peneliti dari responden melalui pertanyaanpertanyaan yang mengarah kepada penelitian. Penelitian ini juga menggunakan analisis isi dan deskriptif. Tujuan akhir dari penelitian ini menemukan pembentuk konsep diri yang positif pada TikToker di ITBK Tawangmangu. 21 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian menemukan bahwa konsep diri yang positif pada 52 reponden dari Tiktoker ITBK Tawangmangu diperoleh saat mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat . % menyatakan sangat setuju, 23,1% menyatakan setuj. 67,3% menyatkan sangat setuju bahwa dosa telah merusak citra diri mereka, dan 28,8% menyatakan setuju akan hal tersebut. Berkaitan dengan penggunaan aplikasi TikTok, para Tiktoker di ITBK Tawangmangu mengaku setuju bahwa penggunaan aplikasi ini sebagai media hiburan saja . ,8%). Selain itu aplikasi ini dapat memicu kreatifitas dan inovasi . ,6% menyatakan sangat setuju, 36,5% menyatakan setuj. Disamping memicu kreatifitas dan inovasi, aplikasi TikTok juga mempu memberikan edukasi bagi para TikToker ITBK Tawangmangu untuk mudah menerima kritik . ,8% menyatakan sangat setuju, 46,2% menyatakan sangat setuj. Namun demikian para mayoritas TikToker ITBK Tawangmangu seapakat bahwa nilai diri mereka tidak tergantung pada pembuatan kontek pada aplikasi tersebut . ,7% menyatakan sangat setuju, 38,5% menyatakan setuj. Kosep diri mereka yang positif tidak dipengaruhi oleh aplikasi TikTok namun pada penerimaan Allah di dalam Kristus atas diri para TikToker . ,8% menyatakan sangat setuju, 42,3% menyatakan setuj. Mengenal Sekilas Tentang TikTokers Adapun TikTokers merupakan istilah kekinian bagi orang-orang yang membuat konten TikTok (Ismail, 2. Kata ini berasal dari nama sebuah aplikasi media sosial yaitu TikTok atau DouYin . alam bahasa Cin. , yaitu salah satu aplikasi media sosial dari Cina yang telah mengglobal sejak didirikan pada bulan September 2016 (Montag et al. , 2. Hanya dalam waktu setahun. DouYin berhasil mencapai 100 juta pengguna dengan 1 miliar tayangan video perhari sehingga aplikasi ini berkembang di luar wilayah Cina dan dikenal dengan TikTok. TikTok memungkinkan para penggunanya (TikToker. untuk membuat video dengan durasi waktu 15 yang dapat dikolaborasi bersama musik, filter dan fitur yang bervariasi Adawiyah. AuPengaruh Penggunaan Aplikasi TikTok Terhadap Kepercayaan Diri Anak muda Di Kabupaten Sampang. Ay. Seiring dengan perkembangannya, kini durasi video TikTok diperpanjang hingga 60 detik (Winarso, 2. Dari hal tersebut. TikTok sangat digemari oleh banyak orang, khususnya kaum muda sebagai sarana pengembangan 22 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. Karakteristik TikTok yang unik dari aplikasi lainnya membuat penggunanya merasa senang bahkan teradiksi dan men-scroll konten-konten di dalamnya. Cara kerja aplikasi ini bekerja sesuai dengan algoritmenya. Algoritme TikTok berbeda dengan aplikasi media sosial lainnya karena bersifat ebih demokratis sehingga mampu membuat konten penggunanya menjadi viral. Pengguna dapat menyunting video mereka dengan berbagai genre lagu, gaya tulisan, efek kamera dan lainnya sesuai dengan kepuasan dan keinginan pengguna. Selain itu. TikTok juga menggunakan hashtag dengan simbol Au#Ay untuk memudahkan pengguna mencari konten-konten yang diinginkan. Algoritme akan berfungsi dengan sendirinya sesuai dengan keinginan penggunanya melalui kolom pencarian (Firamadhina & Krisnani, 2. Konsep Diri dan Pembentukannya Konsep diri merupakan cara pandang individu terhadap dirinya sendiri serta persepektif orang lain terhadapnya untuk mengenal dan memahami dirinya sendiri (Novilita & Suharnan, 2. Penulis melihat bahwa konsep diri seseorang bukan hanya terbentuk dari cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri, tapi bagaimana seseorang tersebut mengambil peran sebagai orang lain untuk menilai dirinya. Dikutip dari Widiarti. Riswandi juga berpendapat bahwa konsep diri adalah pemahaman individu mengenai dirinya yang timbul akibat interaksi dengan orang lain (Widiarti, 2. Terlihat jelas bahwa konsep diri melibatkan orang lain sebagai peran yang penting. Dari hal tersebut Rahmat mengemukakan dua faktor eksternal yang membentuk konsep diri, yaitu significant others yang memberikan pengaruh dan reference group (Rahmat, 2. Significant others menurut Mead yang dikutip dari Fauziah adalah orang-orang terdekat dari individu atau orang-orang penting dalam hidupnya, bisa saja keluarga, saudara maupun sahabat dan sebagainya (Fauziah, 2019. Sedangkan reference group atau kelompok rujukan adalah suatu kelompok, organisasi atau perkumpulan dimana individu melakukan interaksi untuk mengarahkan dan juga menilai individu. Biasanya dalam reference group ini adalah teman, guru, pemimpin rohani, masyarakat dan lainnya (Fauziah, 2019. Secara umum, konsep diri terbagi menjadi dua jenis, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Kedua hal tersebut dibedakan dari cara individu menilai dan menerima dirinya sendiri. Selain itu konsep diri yang positif maupun negatif memiliki pengaruh yang besar terhadap lingungkan sekitar (Rahmat. Psikologi Komunikasi: . Sedangkan menurut Rogers, konsep diri yang positif adalah menerima dan konsep diri yang negatif adalah menolak (Najwa, 2. Melalui kedua pemahaman tersebut dapat ditarik pemahaman bahwa 23 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. konsep diri yang positif adalah konsep diri yang menerima dirinya sendiri dari caranya menilai dirinya dan konsep diri yang positif adalah penolakan terhadap penilaian terhadap diri sendiri. Kelahiran Baru dalam Kristus dan Dampaknya Bagi Konsep Diri Orang Percaya Manusia diciptakan Allah dengan keistimewaan. Sinaga menjelaskan bahwa keistimewaan manusia dari ciptaan Allah yang lain adalah dia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Sinaga, 2018, p. Berkhof menjelaskan makna dari gambar dan rupa Allah sebagai berikut(Louis, 2013, pp. 47Ae. Gambar dan Rupa Allah dalam diri manusia terkandung kebenaran asali yaitu pengetahuan tentang hal yang benar, kebenaran dan kesucian di dalam dirinya. Gambar dan Rupa Allah dalam diri manusia mengacu kepada natur konstitusional manusia yaitu seperti kekuatan intelektual, perasaan natural dan kebebasan moral. Gambar dan rupa Allah dalam diri manusia mencakup kerohanian manusia, sehingga manusia meskipun sebagai mahkluk jasmani namun juga merupakan mahkluk rohani yang memiliki kerohanian untuk berhubungan dengan Allah. Berdasarkan penjelasan Berkhof di atas, tampak manusia memiliki natur yang jauh berbeda dengan ciptaan yang lain, karena di dalm dirinya terdapat pengethauan tentang kebenaran, kesucian, perasaan, intektual dan kerohanian yang memampukan manusia berhubungan dengan Sang Pencipta. Hal ini tidak ada dalam ciptaan-ciptaan yang lainnya. Namun demikian ditemukan fakta bahwa akibat kejatuhan manusia di dalam dosa, mengakibatkan gambar dan rupa Allah tersebut rusak. Sinaga menjelakan sebagai berikut :AyFakta dalam Kejadian 3 selanjutnya menjelaskan bahwa keadaan dan keberadaan manusia mengalami kerusakan total kerena dosa (Sinaga, 2. Selanjutnya Sinaga menjelakan bahwa akibat kerusakan total tersebut manusia telah merusak keyakinan akan diri sendiri dan cenderung memiliki konsep diri yang negatif (Sinaga, 2. Manusia memilih sembunyi, malu dan takut terhadap Allah (Kej. 2: 9-. Untuk dapat memulihkan keadaan tersebut, maka manusia wajib bersandar akan karya Kristus di atas kayu salib. Karya Yesus di atas kayu salib telah mendamaikan manusia dengan Allah, sesama serta dirinya sendiri (Setiawan & Yulianingsih, 2019, pp. 242Ae. Karya Yesus sanggup memulihkan keadaan manusia berdosa menjadi manusia baru. Proses ini disebut kelahiran baru. Setiawan menjelaskan kelahiran baru sebagai peristiwa yang 24 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. terjadi ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi, yang melaluinya orang percaya menjadi ciptaan baru dan menerima hidup baru yang diungkapkan dalam perhatian dan minat-minat yang baru (David Eko Setiawan, 2019, pp. 156Ae. Konsep diri manusia baru jelas akan berubah seiring dengan pemulihan yang Yesus lakukan melalui karya Roh Kudus di dalam dirinya. Mengurai Konsep Diri Pada TikTokers Berdasarkan fenomena yang terjadi, anak muda masa kini telah menjadi narsis. Purnamasari dan Agustin dalam kutipan Aprilian berpandangan bahwa narsisme adalah suatu bentuk aktualisasi diri seseorang terhadap dirinya sendiri dengan berlebihan(Aprilian et al. Selain itu, narsisme juga merupakan suatu tindakan yang lahir dari keinginan seseorang untuk menunjukkan dirinya kepada orang bahwa dirinya adalah orang yang memiliki kelebihan dibandingkan orang lain demi memperoleh pujian dan perhatian bagi dirinya sendiri (Aprilian et al. , 2. Widiyanti. Solehuddin dan Saomah juga berpandangan bahwa seorang yang berperilaku narsis bukan hanya suka memotret diri sendiri dan dibagikan di media sosial melainkan juga membanggakan diri sendiri kepada orang lain (Aprilian et al. 2019, p. Melalui hal tersebut dapat disimpulkan dampak positif dari narsisme di media sosial yaitu rasa bangga atas diri sendiri, berpandangan baik pada diri sendiri, percaya diri dan membutuhkan apresiasi dari orang lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fauziah ditemukan bahwa TikTokers adalah suatu media anak muda untuk menunjukkan eksistensi dirinya kepada lingkungan pergaulannya yang terbentuk melalui ego. Ego yang dimaksud di dalam penelitian ini adalah sikap tidak peduli terhadap perkataan orang lain atau lingkungan sekitar (Fauziah, 2019. Analisis Terhadap Penerimaan Konsep Diri yang Positif TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu. Diagram 1. Gambaran Usia TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu. Rata-rata pengguna media sosial TikTok berdasarkan data yang diperoleh merupakan anak muda yang tergolong dalam generasi Z dengan tahun kelahiran 1995-2010. Wajar jika pengguna media sosial aktif di masa sekarang adalah generasi Z karena kehidupan mereka 25 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. sudah melekat dengan teknologi dan media sosial. Hal inilah yang membuat generasi Z berbeda dengan generasi di atasnya (Firamadhina & Krisnani, 2. Flippin menemukan bahwa ada hal-hal yang penting dalam kehidupan generasi Z yang tidak dapat diabaikan, yaitu kebahagiaan, hubungan, keamanan finansial dan puncak karir(Corey, 2019, p. Adapun permasalahan-permasalahan yang menyebabkan kepentingan diri mereka terhambat salah satunya disebabkan karena krisis identitas. Krisis identitas merupakan suatu periode disilusi atau perasaan kecewa akibat ekspetasi yang tidak tercapai(June, 2015, p. Jika dilihat dari problematika generasi Z atau anak muda masa kini, tidak heran jika banyak dari mereka mencari penghiburan diri, salah satunya lewat media sosial TikTok. Diagram 2. Gambaran Mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu Yang Merasa Bahagia Menggunakan TikTok. Gambar Diagram 2 telah menunjukkan dengan jelas bahwa TikTok menjadi aplikasi penghibur bagi sebagian besar mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu. Diagram 3 juga menunjukkan bahwa mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu menggunakan TikTok hanya sekedar menghibur diri dan menghilangkan kepenatan selama menjalankan perkuliahan. Diagram 3. Keaktifan TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu Dalam Menggunakan TikTok. 26 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. Diagram 4 dan 5. Jenis Kelamin dan Tingkat Kepercayaan Diri TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu. Jenis kelamin dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang. Laki-laki cenderung akan menunjukkan sikap percaya diri yang lebih tinggi dari pada perempuan (Adawiyah, 2020, p. Menurut Kartini percaya diri menunjukkan ketahanan terhadap tekanan, mampu mengendalikan berbagai hal, yakin akan fungsi atau daya guna diri sendiri, merasa hidup menyenangkan, mampu mengaktualisasikan diri dan dapat membuat seseorang tidak rendah hati (Adawiyah, 2020, pp. 138Ae. Jika dilihat dari diagram di atas, tingkat kepercayaan diri TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu hanya meningkat bagi sebagian orang. Data tersebut menunjukkan bahwa tidak semua pengguna TikTokers di ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu mengalami pembentukan konsep diri melalui TikTok. Diagram 6. Gambaran Sikap Menerima Kritik dan Masukan Pada TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu Pada umumnya, konsep diri yang terbentuk melalui ego dapat membuat seseorang tidak dapat menerima masukan dan kritik dari orang lain(Fauziah, 2019. Lain halnya dengan para TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu. Dengan hasil data yang 27 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. diperoleh, survei membuktikan bahwa sebagian dari pengguna TikTok memiliki sikap untuk mau menerima kritik dan masukan mengenai konten yang mereka buat. Diagram 7. Evaluasi Konten TikTok Yang Dinilai Kurang Baik Selain memiliki sikap menerima kritik dan masukan. TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu juga memiliki sikap yang baik untuk memperbaiki setiap konten-konten yang dianggap kurang patut untuk dibagikan ke media sosial. Sikap menerima ini menunjukan suatu konsep diri yang positif dari TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu. Penulis mencoba menilai konsep diri pada mahasiswa ITBK Bukit Pengharapan berdasarkan teori konsep diri yang negatif Brooks dan Emmert, diantaranya: Peka Pada Kritik Tidak tahan atau anti kritik terhadap individu. Individu bisa saja menjadi marah dan menganggap kritikan sebagai usaha menjatuhkan dirinya. Responsif Terhadap Pujian Individu merasa senang dan antusias terhadap pujian yang ditujukan padanya. Pujian dianggap sebagai apresiasi yang membuat nilai dirinya lebih tinggi dan harga diri menjadi tujuan utama. Sikap Hiperkritis Sikap individu yang kritis kepada orang lain serta menganggap remeh lingkungan. Sikap ini juga menyebabkan individu sulit untuk mengapresiasi atau menghargai kelebihan orang lain. Cenderung Merasa Tidak Disenangi Orang Lain Individu merasa tidak disenangi orang lain apalagi dengan kritikan dan masukan terhadap dirinya. Bersifat Pesimis Terhadap Kompetisi 28 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. Tidak mau bersaing dengan orang lain dalam mengejar prestasi, menganggap diri tidak mampu dan persaingan dianggap hanya akan membuat diri sendiri rugiRahmat. Psikologi Komunikasi: 104. Jika dilihat dari data-data responden yang diperoleh, maka hasilnya akan sangat Data lebih banyak menunjukkan konsep diri positif yang terbentuk dalam diri TikTokers ITBK Bukit Pengharapan yang berkaitan dengan kritik dan pujian dimana para TikTokers menerima setiap masukan atau kritik dari orang lain mengenai konten yang ia buat serta memperbaikinya dan juga tidak menganggap pujian atau tanggapan baik tidak terlalu penting (Diagram . Tiktokers hanya menjadikan TikTok sebagai sarana untuk menghibur Diagram 8. Perasaan Tidak Risau Mengenai Tanggapan Apapun Lantas apa yang menyebabkan konsep diri yang positif terbentuk dalam diri TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu? Data-data yang telah diperoleh di lapangan menunjukkan sikap yang positif dari setiap TikTokers terhadap respon lingkungan Diagram 9. Pandangan TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Mengenai Diri Mereka Yang Diterima Oleh Allah Apa Adanya Sikap positif yang muncul dari tiap individu menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan merasa bahwa hidupnya bermakna bagi orang lain sehingga ia mampu mengaktualisasikan dirinya kepada lingkungan. Memiliki sikap positif juga merupakan buah dari iman kepada Kristus. Ketika seorang individu merenungkan firman Allah, maka ia melakukannya serta meneladani Kristus karena 29 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. kepercayaannya(Matondang, 2. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu memiliki konsep diri yang positif. Konsep diri mereka bukan lagi menjadi hak pribadi melainkan menjadi milik Kristus, artinya identitas mereka adalah identitas Kristus. TikTokers ITBK Bukit Pengharapan tidak lagi menganggap diri mereka membutuhkan pujian dan apresiasi orang lain karena mereka memahami bahwa mereka dicintai oleh Allah apa adanya. Benih karakter Kristus itulah yang muncul dalam diri TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu sehingga mereka memiliki konsep diri yang positif. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Penelitian ini masih mememiliki banyak kekurangan dan keterbatasan, antara lain keterbatasan literatur tentang penelitian yang relevan dengan topik yang dibahas, khusunya subyek penelitiannya adalah komunitas Kristen. Padahal jika dikaji, penggunaan aplikasi TikTok di kalangan anak muda Kristen telah begitu marak. Peneliti merekomendasikan agar lebih banyak lagi penelitian yang dilakukan terhadap topik tersebut. Selanjutnya peneliti menemukan adanya unsur-unsur yang perlu diteliti lebih lanjut, semisal sejuah mana pengaruh Tiktok bagi pengembangan kepribadian pemuda atau remaja Kristen. Lalu korelasi antara pemulihan konsep diri melalui kematian Kristus dengan kemampuan anak muda Kristen dalam mengelola aplikasi TikTok dalam kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu juga dapat apakah terdapat pengaru negatif Tiktok bagi anak muda Kristen? Hal-hal itu masih perlu dikaji lebih mendalam lagi oleh peneliti lain demi pengembangan penelitian ini. KESIMPULAN Konsep diri yang positif dalam diri TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu dapat dipengaruhi oleh significant others dan group reference. Namun demikian, melalui penelitian ini tampak bahwa TikToker ITBK Tawangmangu mayoritas menyatakan bahwa pembentukan konsep diri yang positif itu saat terjadi saat mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selama. Saat itu mereka diampuni dari dosa yang merusak citra diri mereka serta dipulihkan. Pemahaman rohani ini diperkuat oleh pelayan gerejawi mereka masingmasing serta pelayanan-pelayanan rohani yang mereka peroleh semasa berada di ITBK Tawangmangu. Konsep diri mereka tidak lagi berdasarkan pandangan orang lain melainkan pandangan Allah terhadap pribadi mereka masing-masing. Hal ini bukan berarti tidak menerima masukkan sesama tetapi berarti menerima setiap kelebihan dan juga kekurangan diri dalam upaya menjadi serupa dengan Kristus. 30 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 David Eko Setiawan. Jonathan Hizkia Hosea Salendur. Konsep diri yang positif yang dimiliki oleh TikTokers ITBK Bukit Pengharapan Tawangmangu tidak didasarkan atas perkataan orang lain. Dasar yang mereka miliki adalah Alkitab yang membuat mereka memahami identitas diri mereka yang dikasihi oleh Allah apa Hal ini juga perlu diimplementasikan bagi kehidupan anak muda Kristen masa kini. Banyak hal yang dapat membuat konsep diri anak muda menjadi negatif. Maka diperlukan dasar yang kuat bagi anak muda Kristen untuk memahami identitas dirinya. BIODATA Nama Pekerjaan Umur Tempat Pekerjaan Alamat Email Nama Pekerjaan Umur Tempat Kuliah Alamat Email : David Eko Setiawan. : Dosen : 47 Tahun : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu : Tromol Pos I Tawangmangu . Karanganyar 57792 - Jawa Tengah : davidekosetiawan14217@gmail. : Jonathan Salendur : Mahasiwa : 20 Tahun : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu : Tromol Pos I Tawangmangu . Karanganyar 57792 - Jawa Tengah : jonathanhosea24@gmail. REFERENSI