MOTIVASI ORANG TUA DALAM DUNIA PENDIDIKAN SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA MIX MEDIA Noniek Putri Pariska. Yulianto Jurusan Seni Rupa. Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Surakarta noniekpariska20@gmail. com, 19antoyuli@gmail. ABSTRACT The role of parents is very important and primary as an aspect of life from young children to One aspect of life that must be taken seriously is education. Born into a family that upholds Javanese culture. Bapa Biyung has his own characteristics in providing motivation to continue to attain knowledge. Bapa Biyung directly and indirectly refers to life values that are in harmony with the essence of the macapat song. The process of creating this mix media work is based on research and supported by Herbert Read's thought creation method. There are three stages offered by Hebert Read, namely: observation, the stage of compiling the results of observations, the use of this arrangement to express, and artistic research methods for creating These stages during the creation process are fully realized as holistic stages. This mixed media work is presented in three-dimensional form with metaphorical language in the form of a unified figure of Ganesha resting on a tube containing a scroll of books. Regarding the medium, the creation of this mixed media work tries to respond to used items made from iron, plastic and In a special sense, this work was created to represent the creator's ideas about parental motivation in the world of education. In a general sense, this is present as a means of conveying moral messages to observers or art lovers, as well as as a creative alternative medium in the process of creating mixed media works. Keywords: Parents. Education, mix media, three dimensions ABSTRAK Peran orang tua sangat penting dan utama sebagai aspek kehidupan dari anak masih kecil hingga mereka dewasa. Salah satu aspek kehidupan yang wajib diperhatikan dengan serius yakni perihal pendidikan. Lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi budaya Jawa. Bapa Biyung memiliki karakteristik tersendiri dalam memberikan motivasi untuk terus menggapai ilmu Bapa Biyung secara langsung dan tidak langsung mengacu nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan inti tembang macapat. Proses penciptaan karya mix media ini berdasarkan pada riset dan dukung oleh metode penciptaan pemikiran Herbert Read. Terdapat tiga tahapan yang ditawarkan Hebert Read yakni: pengamatan, tahap penyusunan hasil pengamatan, pemanfaatan susunan tadi untuk mengekspresikan, serta metode penelitian artistik untuk Tahapan-tahapan tersebut selama proses penciptaan disadari penuh sebagai tahapan yang bersifat holistik. Karya mix media ini hadir dalam bentuk tiga dimensi dengan bahasa metafor berupa kesatuan bentuk figur Ganesha bertumpu pada tabung berisi gulungan buku. Terkait medium, penciptaan karya mix media ini mencoba merespon barang-barang bekas berbahan dasar besi, plastik dan kertas. Dalam artian khusus karya ini diwujudkan untuk merepresentasikan gagasan kreator tentang motivasi orang tua dalam dunia pendidikan. Dalam arti umum ini hadir sebagai salah satu sarana penyampaian pesan moral kepada para pengamat atau penikmat seni, serta sebagai media alternatif kreatif dalam proses penciptaan karya mix Kt Kunci: Orang Tua. Pendidikan, mix media, tiga dimensi Vol. No. Juni 2024 Noniek Putri Pariska. Yulianto Motivasi Orang Tua Dalam Dunia Pendidikan. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. PENDAHULUAN Latar Belakang Ide Penciptaan Orang tua iyalah sosok yang pertama memberikan pendidikan kepada anaknya dan bertanggung Jawab atas segala aspek kehidupan ketika anak masih di dalam kandungan, anak masih kecil hingga mereka dewasa. Peran orang tua baik ayah maupun ibu sama-sama memiliki peran penting untuk pembentukan dan perkembangan Menurut Yunus, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memperhatikan anaknya, jika anak kurang mendapatkan perhatian dari orang tua bisa memungkinkan anak berbuat semaunya sendiri tanpa memikirkan dampak yang dialami nantinya. Maka dari itu pengawasan dati orang tua terhadap anak sangat diperlukan supaya anak dapat memilih teman dan lingkup pergaulan yang baik (Yunus, 2020: . Menurut Andayani dan Koentjoro . alam Usmarni & Rinaldi, 2014: 43-. mengemukakan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan dipengaruhi salah satunya oleh budaya. Pada masyarakat Jawa pola asuh anak dipengaruhi salah satunya oleh usia orang tua, keterlibatan anggota keluarga, pendidikan orang tua, pengalaman mengasuh sebelumnya, dan keharmonisan suami istri. Pengasuhan anak dari waktu ke waktu mengalami perubahan, sebagaimana kebudayaan yang mempengaruhi pola asuh itu sifatnya adalah dinamis. Budaya Jawa yang masih kental di daerah Tulungagung. Jawa Timur tempat tinggal dan tempat kreator dilahirkan masih banyak keluarga yang menganut pola patriarki, sehingga banyak anak perempuan di sana setelah lulus SMA langsung menikah, karena perempuan di sana dianggap lemah dalam hal kekuasaan berbanding terbalik dengan laki-laki yang selalu di anggap lebih kuat dan lebih mampu dalam hal pelanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi budaya Jawa. Bapa Biyung memiliki karakteristik tersendiri dalam memberikan motivasi untuk terus menggapai ilmu Bapa Biyung secara langsung dan tidak langsung mengacu nilai-nilai kehidupan yang selaras dengan inti tembang macapat. Masyarakat Jawa beranggapan bahwa tembang macapat menambah nilai estetis dalam fase yang tengah dihadapi. Hal itu sejalan dengan dengan pendapat Teeuw . 4: . bahwa fungsi utile dan dulce dimungkinkan menjadi aspek yang esensial setelah pemilihan moral. Artinya, ada kesesuaian fase yang tengah dihadapi oleh masyarakat terhadap tembang macapat. Dari tembang macapat yang terdiri dari . Maskumambang, . Mijil, . Sinom, . Kinanti, . Asmaradhana, . Gambuh, . Dhandanggula, . Durma, . Pangkur, . Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Megatruh, dan . Pucung. Tembang Macapat tersebut menggambarkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal. Tinggal di desa tak sepenuhnya orang tua kreator taksepenuhnya berpikir untuk mengadopsi pemikiran secara saklek , seperti halnya kebiasaan yang umum terjadi di lingkungan tempat tinggal kreator. Terkait perihal pendidikan, orang tua kreator sangat serius untuk wajub diperhatikan dan diperjuangkan. Orang tua kreator beranggapan bahwa pendidikan iyalah hal yang dianggap penting setelah ilmu agama, karena pendidikan bisa menjadikan bekal perjalanan hidup hingga tua nantinya. Hidup dalam keluarga yang sederhana telah disadari oleh orang tua kreator, bahwasanya tidak mampu memberikan warisan berupa materi atau harta kekayaan. Melainkan, orang tua kreator selalu bersungguh-sungguh untuk berjuang mengantarkan anaknya pada jalan kesuksesan masa depan. Tembang macapat seperti halnya penjelasan di atas banyak terjadi fenomena yang di jumpai sekarang ini, banyak anak muda yang berani kepada orang tuanya, hilangnya sopan santun kepada orang yang lebih tua. Padahal pendidikan moral merupakan pendidikan yang di anggap penting sama halnya dengan pendidikan formal baik di sekolah maupun luar sekolah. Pendidikan moral lahir dan berkembang atas didikan orang tua dan lingkungan tempat tinggal anak. Kreator dibesarkan di keluarga pedagang sehingga dari kecil sudah dididik menjadi mandiri dan menjadi perempuan yang kuat dan sabar. Kreator kecil dahulu pernah bermimpi apakah bisa melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi, padahal orang tuanya hanya pedagang makanan saja. Berkat semangat motivasi orang tua serta perjuangan orang tua yang diberikan kepada kreator sehingga kreator bisa mewujudkan mimpi orang tua yang mungkin pernah hanya dijadikan angan-anagan saja yang tidak mudah terwujud. Dari sini kreator sangat bersyukur bisa memiliki orang tua yang sangat memotivasi anaknya dalam hal pendidikan di mana itu merupakan anugrah yang sangat indah dari apapun. Pentingnya untuk diangkat sebagai karya yakni motivasi orang tua yang sangat jarang di dapatkan pada daerah yang masih menganut pola patriarki yang ada di wilayah Tulungagung. Jawa Timur. Apalagi di daerah tempat tinggal kreator merupakan daerah yang banyak sekali orang tua yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri, sehingga dampak yang terjadi yaitu anak di titipkan kepada neneknya yang sudah lansia. Hal Ini menjadi kurangnya pengawasan anak dalam hal pendidikan, anak menjadi malas belajar, tidak takut dengan orang yang lebih tua. Kreator di sini membuat karya bertujuan untuk mengajak anak muda untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, disiplin patuh kepada orang tua, serta pengorbanan, perjuangan, kepercayaan orang tua Vol. No. Juni 2024 Noniek Putri Pariska. Yulianto Motivasi Orang Tua Dalam Dunia Pendidikan. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. yang telah diberikan diberikan kepada anaknya. Berdasarkan uraian di atas, kreator tertarik mengungkap perjuangan orang tua untuk di jadikan motivasi orang tua yang ada di Jawa yang masih menganut pola patriarki di luar sana untuk mendukung anaknya supaya bisa meraih cita-citanya lewat pendidikan. Landasan Penciptaan Karya Proses penciptaan karya yang terinspirasi dari motivasi orang tua dalam dunia pendidikan yang menggunakan penerapan nilai-nilai karakter dalam tembang macapat. Sejalan dengan itu Khoiriyah dan Syarif . 9: . menegaskan bahwa nilai-nilai karakter yang terdapat pada tembang macapat merupakan nilai budaya turun temurun yang syarat kebenarannya. Dari ke-11 tembang macapat, secara spesifik terdapat pola yang mendasar dengan nilai karakter yang diberikan orang tua kepada kreator yakni pucung, mijil, pangkur, kinanthi sebagai berikut: Pucung: Pada tembang pucung terdapat nilai karakter yang terkandung didalamnya yaitu, rasa ingin tahu, bersahabat, bertanggung Jawab. Contohnya pada larik tembang pucung yang berbunyi Aungilmu iku kalakone kanthi lakuAy yang memiliki arti ilmu atau pengetahuan itu dapat diperoleh atau terlaksana dengan usaha, lirik ini memiliki karakter disiplin dan kerja keras. Seperti halnya orang tua kreator mendidik kreator supaya menjadi orang yang disiplin dan kerja keras. Mijil: Pada tembang mijil terdapat nilai karakter yang terkandung yaitu religius, jujur, kerja keras, kreatif, menghargai, bersahabat, peduli sosial, rasa ingin tahu, disiplin, gemar membaca, demokratis, toleransi, semangat, mandiri, tanggung Jawab. Contohnya pada lirik Bapak ibu guru wus maringi artinya artinya bapak ibu guru telah memberi mengajarkan disiplin, demokratis, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, dan tanggug Jawab. Seperti yang di kemukakan oleh Rismiati . 8: . menyatakan bahwa berbagai nilai karakter yang ada pada tembang mijil merupakan bentuk nyata dari kebutuhan karakter masyarakat multikultural saat ini. Sama halnya dengan sifat dan karakter anak pada masa sekarang yang juga relevan dengan tembang ini. Pangkur: Pada lirik Sekar Pangkur kang winarna artinya Tembang Pangkur yang disajikan ini mengajarkan gemar membaca, rasa ingin tahu. Lelabuhan kang kanggo wong ngaurip artinya sebagai bakti untuk kehidupan manusia mengajarkan religius, peduli sosal, bersahabat, tanggung Jawab. Dari penggalan tembang diatas merupakan Gambaran terhadap nilai karakter yang terdapat pada tembang pangkur Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. yaitu gemar membaca, rasa ingin tahu, religious, peduli sosial, bersahabat, dan tanggung Jawab. Sama seperti yang diajarkar orang tua kreator tentang nilai karakter seperti halnya yang sudah terkandung pada tembang pangkur. Kinanthi: Pada lirik pangkur yang relevan yaitu Lantip wasis gesangsira artinya cerdas, pintar hidupnya menggambarkan nilai kreatif dan Trawaca ing ancasipun artinya jelaslah tujuannya mengajarkan tanggung jawab dan kerja keras. Pada lirik tersebut menanamkan nilai dan motivasi kepada anak untuk menerapkan nilai kreatif dalam hidupnya, jelas tujuan yang akan dituju, tanggung Jawab dan kerja Pada tataran aspek visual, karya mix media ini hadir dalam bentuk tiga dimensi dengan bahasa metafor berupa kesatuan bentuk figur Ganesha bertumpu pada tabung berisi gulungan buku. Menurut Salim pengertian metafora adalah pemakaian kata-kata yang menyatakan suatu maksud yang terkait dengan makna sebenarnya, yang berbentuk kiasan dengan menggunakan perbandingan . Terkait medium, penciptaan karya mix media ini mencoba merespon barang-barang bekas berbahan dasar besi, plastik dan kertas. Pemilihan bahan baku dari barang-barang bekas untuk direspon sebagai karya mix media berupaya mengurangi sampah dari plastik dan besi yang sukar untuk diuraikan dan menjaga lingkungan dari limbah plastik dan besi. Adanya karya ini diharapkan bisa menjadi bagian dari motivasi kepada anak muda serta orang tua untuk menerapkan nilai-nilai karakter tembang macapat pada kehidupan sehari-hari. Dalam artian khusus karya ini diwujudkan untuk merepresentasikan gagasan kreator tentang motivasi orang tua dalam dunia pendidikan. Karya yang di buat menggunakan bahan mix media. Menurut Mikke Susanto istilah mix media atau media campuran, dalam kesenian berarti kombinasi antara banyak media atau bahan yang berbeda seperti halnya menggabungkan efek cahaya, bunyi dan film. Teknik memadukan media ini pernah populer pada tahun 1960-an seperti oleh Andy Warhol pada pertunjukkan Exploding Plastic Invitable 1966. Prinsip istilah ini juga bisa berarti menggambarkan kerja pada seni rupa untuk mengomposisikan material-material yang berbeda dan bervariasi, seperti antara cat minyak dan kolase kertas dan lain-lain (Susanto, 2016:. Teknik mix media dalam seni modern memiliki peran yang penting dalam mengembangkan kreativitas dan imajinasi pengguna, serta memungkinkan mereka untuk bereksplorasi dengan berbagai jenis media dan teknik yang berbeda (Hunaifah,2. Seni rupa tiga dimensi adalah karya yang memiliki dimensi panjang, dimensi lebar dan dimensi tinggi. Vol. No. Juni 2024 Noniek Putri Pariska. Yulianto Motivasi Orang Tua Dalam Dunia Pendidikan. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. PEMBAHASAN Perwujudan Karya Proses penciptaan karya mix media ini berdasarkan pada riset dan dukung oleh metode penciptaan pemikiran Herbert Read. Terdapat tiga tahapan yang ditawarkan Hebert Read yakni: pengamatan, tahap penyusunan hasil pengamatan, pemanfaatan susunan tadi untuk mengekspresikan (Soedarso, 1990: . , serta metode penelitian artistik untuk berkarya. Tahapan-tahapan tersebut selama proses penciptaan disadari penuh sebagai tahapan yang bersifat holistik. Penciptaan karya ini menggunakan teori yang di kemukakan oleh Herbert Read yaitu pengamatan, tahap penyusunan hasil pengamatan, pemanfaatan susunan tadi untuk mengekspresikan, serta metode penelitian artistik untuk berkarya. Pengamatan Proses pengamatan dilakukan dengan menggunakan memory . kreator dari kecil hingga dewasa. Pada penciptaan karya dengan melibatkan beberapa hal yang dilakukan sebagai persiapan dan perencanaan dalam menciptakan sebuah karya. Pada karya ini, ide-ide penciptaan karya seni mix media berdasarkan sebuah pengamatan terdahulu yang menjadi memory . masa kecil kreator untuk dijadikan pemantik menciptakan karya seni mix media sebagai sumber inspirasi. Inspirasi tersebut dapat diperoleh melalui pengamatan maupun pengalaman kreator. Gambar 1. Teko Besi Bekas (Foto diambil oleh Noniek Putri Pariska, pada tanggal 15 Desember 2023. Pukul. 32 WIB) Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Gambar 2. Drum Plastik Bekas (Foto diambil oleh Noniek Putri Pariska, pada tanggal 15 Desember 2023. Pukul 09. 00 WIB) Tahap Penyusunan Hasil Pengamatan Setelah melewati proses pengamatan pengkarya merangkai hasil pengamatan untuk dipilah-pilah dijadikan ide untuk membuat karya. Pada tahap ini kreator menggabungkan deformasi berbentuk hewan dan manusia menggunakan media barang bekas sebagai bahan dan media untuk menciptakan karya. Deformasi yaitu perubahan susunan bentuk yang dilakukan dengan sengaja untuk kepentingan seni, yang sering terkesan sangat kuat atau besar sehingga kadang-kadang tidak lagi berwujud figur semula atau sebenarnya, sehingga hal ini dapat memunculkan figur atau karakter baru yang lain dari sebelumnya (Susanto. Mikke 2011: . Gambar 3. Drum Besi Bekas (Foto diambil oleh Noniek Putri Pariska, pada tanggal 16 Desember 2023. Pukul. 30 WIB) Vol. No. Juni 2024 Noniek Putri Pariska. Yulianto Motivasi Orang Tua Dalam Dunia Pendidikan. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Gambar 4. Drum Plastik Bekas (Foto diambil oleh Sri Aji Bagaskara, pada tanggal 15 Desember 2023. Pukul 10. 30 WIB) Gambar 5. Pemotongan Pola pada Teko Bekas (Foto diambil oleh Sri Aji Bagaskara, pada tanggal 16 Desember 2023. Pukul 14. 30 WIB) Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Gambar 6. Rancangan Bentuk (Foto diambil oleh Noniek Putri Pariska, pada tanggal 17 Desember 2023. Pukul 20. 15 WIB) Pemanfaatan Susunan Tadi untuk Mengekspresikan Pada tahap ini merupakan tahap terpenting di mana kreator memilah dan menggabungkan antara ide satu dengan lainnya. Di sini eksperimen dalam pembuatan bentuk menggunakan teknik assembling . untuk menjadikan bentuk asli tong plastik dan tong besi menjadi satu karakter yakni Dewa Ganesha. Teknik assembling menurut Sugiharto yaitu teknik dalam pembuatan karya patung dilakukan dengan merangkai material patung yang berasal dari beberapa benda menjadi komposisi baru (Sugiharto, 2. Vol. No. Juni 2024 Noniek Putri Pariska. Yulianto Motivasi Orang Tua Dalam Dunia Pendidikan. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. Gambar 7. Penggabungan Material (Foto diambil oleh Noniek Putri Pariska, pada tanggal 18 Desember 2023. Pukul 19. 30 WIB) Gambar 8. Pemasangan Lampu (Foto diambil oleh Noniek Putri Pariska, pada tanggal 18 Desember 2023. Pukul 22. 00 WIB) Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Gambar 9. Proses Pewarnaan (Foto diambil oleh Sri Aji Bagaskara, pada tanggal 19 Desember 2023. Pukul 10. 23 WIB) Gambar 10. Hasil setelah diberi warna (Foto diambil oleh Noniek Putri Pariska, pada tanggal 19 Desember 2023. Pukul 10. 30 WIB) Vol. No. Juni 2024 Noniek Putri Pariska. Yulianto Motivasi Orang Tua Dalam Dunia Pendidikan. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. HASIL DAN DESKRIPSI KARYA Gambar 11. AuAstawidyysanaAy. Mix Media 115 x 57 x 205 cm, 2024 (Foto oleh: Noniek Putri Parisk. Karya mix media yang berjudul AuAstawidyysanaAy terinspirasi dari pengalaman personal kreator mengenyam pendidikan dari masa anak-anak, remaja hingga dewasa dengan dukungan penuh dari Bapa Biyung. Karya ini menghadirkan memory atau ingatan terdahulu untuk dijadikan pemantik sebuah karya mix media. Menghadirkan visual Dewa Ganesha sebagai kepala dalam karya mix media yang memiliki makna yakni sebagai dewa ilmu pengetahuan. Karya ini terinspirasi dari Dewa Ganesha karena sebagai hewan yang memiliki intelegasi tinggi dibandingkan hewan lainnya. Tubuhnya yang besar melambangkan sebagai tempat berlindung dan kekuatan yang mampu dijadikan andalan bagi yang meminta perlindungannya. Dewa Ganesha juga memiliki gelar sebagai Dewa pengetahuan dan kecerdasan. Dewa pelindung. Dewa penolak bala atau bencana dan Dewa kebijaksanaan. Hal ini sama halnya dengan Bapa Biyung yang selalu mendukung anaknnya dalam hal religi, ilmu pengetahuan, melindungi, bijaksana, mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Dalam karya instalasi ini menghadirkan metafor Dewa Ganesha dari barang bekas dan perabotan rumah tangga yang pernah dipakai Bapa Biyung untuk menghasilkan kebaruan pada karya. Ada 4 tangan yang dihadirkan yang menjadi simbol agama, pendidikan, kebijaksanaan dan melindungi. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. Dalam karya ini menggunakan metafor yang dihadirkan melalui lukisan yang ada di bagian bawah, untuk menggambarkan memory personal ketika anak-anak bersama Bapa Biyung sehingga menampilkan warna-warna yang ceria yang dominan pink untuk menggambarkan betapa bahagia pengkarya bersama Bapa Biyung, karena diluaran sana banyak yang tidak seberuntung seperti pengkarya seperti broken home ada juga anak-anak mendapatkan kasih sayang dari Bapa Biyungnya. Bagian tong yang terbuat dari seng dibuat seperti almari untuk menyimpan buku karena selama pengkarya bersama Bapa Biyung selalu mendapatkan pelajaran hidup setiap harinya tidak hanya pelajaran mata pelajaran di sekolah. Dari anak-anak hingga dewasa pengkarya selalu di dukung keinginan pengkarya dalam hal pendidikan. Dalam prinsip Bapa Biyung pendidikan harus menjadi prioritas setelah religi, karena dengan pendidikan orang tidak akan di pandang rendah atau sebelah mata. Bapa Biyung menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang berilmu dan tidak ingin seperti Bapa Biyung yang sering mendapatkan pandangan negatif dari tetangga maupun keluarga besar pengkarya. Namun stigma negatif ini menjadi cambuk bagi pengkarya dan ingin membuktikan bahwasanya orang yang tidak punya dalam hal materil dapat mengenyam pendidikan tinggi Bapa Biyung selalu mengusahakan berbagai macam cara, bagaimana cara pasti diusahakan mencarikan biaya untuk pendidikan anaknya. Pesan yang ingin disampaikan pada karya instalasi ini adalah perjalanan Bapa Biyung yang tidak pernah patah semangat untuk memberikan hal yang terbaik dalam segala hal termasuk pendidikan. Pengkarya sangat bersyukur mempunyai Bapa biyung seperti beliau, karena selalu memberikan hal positif untuk segala hal dan mengajarkan bahwa selalu kuat dalam hal apaun dan tidak mudah patah semangat, meskipun lahir dari keluarga yang sederhana tetapi harus tetap semangat dan buktikan bahwa pengkarya mampu dan tidak hanya selalu dipandang sebelah mata saja. PENUTUP Penciptaan ini karya ini mencoba menempatkan hal-hal yang erat kaitannya dengan motivasi orang tua dalam dunia pendidikan sebagai kata kunci, untuk direpresntasikan dalam wujud karya seni. Spirit motivasi orang tua, perjuangan, nilainilai pola asuh masyarakat Jawa yang telah diberikan orang tua kepada kepada kreator dalam dunia pendidikan, telah memicu gagasan yang dirasa menarik dan layak diangkat menjadi tema penciptaan karya. Keberadaan tembang macapat hadir untuk memperkuat Vol. No. Juni 2024 Noniek Putri Pariska. Yulianto Motivasi Orang Tua Dalam Dunia Pendidikan. Artikel ini dilindungi di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution 4. penyempurnaan gagasan penciptaan. Nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam tembang macapat khususnya pucung, mijil, pangkur dan kinanti relevan dengan pola asuh yang ditanamkan orang tua kepada kreator. Kesadaran atas kreativitas dalam proses eksperimen . enciptaan kary. ini mencoba bertumpu pada pengalaman dan memori yang dimiliki oleh kreator. Implementasi proses eksperimen kreatif yang meliputi ide atau gagasan, media, dan teknik berkarya ini telah mengeksplorasi benda-benda bekas berbahan besi, plastik, dan Benda-benda tersebut diolah kembali dan disusun hingga membentuk visual tiga dimensi bermetafor yang mewakili ide gagasan kreator. Karya tiga dimensi mix media ini menghadirkan metafor Dewa Ganesha dari barang bekas dan perabotan rumah tangga yang pernah dipakai Bapa Biyung. Dewa Ganesha juga memiliki gelar sebagai Dewa pengetahuan dan kecerdasan. Dewa pelindung. Dewa penolak bala atau bencana dan Dewa kebijaksanaan. Hal ini sama halnya dengan Bapa Biyung yang selalu mendukung anaknnya dalam hal religi, ilmu pengetahuan, melindungi, bijaksana, mengusahakan yang terbaik untuk anaknya. Secara khusus karya ini mencoba hadir sebagai pusat perhatian para penonton, untuk mendekatkan, dan mengajak mengelola kembali memori yang dimilikinya terhadap motivasi dan spirit perjuanagan orang tua perihal kualitas dan ketercapaian pendidikan anaknya. DAFTAR REFERENSI Haidar. Zahra. Macapat: Tembang Jawa. Indah dan Kaya Makna (Cetakan Pertam. Jakarta: Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Hunaifah (Pendidikan Seni Rupa. Pemanfaatan Tinta dan Pastel (Mix Medi. untuk Pembelajaran Seni Lukis Pada Sisiwa Kelas XII Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa. Universitas Muhammadiyah Makasar. Khoiriyah. Fathul & Zainuddin Syarif. Eksistensi Tembang Mamaca (Macapa. dalam Dimensi Kultur. Mistik dan Religius. Jurnal Pemikiran Keislaman, 30. DOI: https://doi. org/10. 33367/tribakti. Patria Mukti. Endang Widyastuti. Peran Ayah dalam Masyarakat Jawa: Tinjauan Psikologi Indigenous. Jurnal Psikohumanika. Vol. No. Juni 2018. Hal. Rosmiati. Ana. Educational Value Contained in the Verse of Macapat Mijil Chant (A Sociolingistics Revie. Journal of Literature. Languages and Linguistics. Vol. 41, 12-19. Vol. No. Juni 2024 Jurnal Brikolase Online: : https://jurnal. isi-ska. id/index. php/brikolase/index doi: 10. 33153/brikolase. SP. Soedarso. Tinjauan Seni Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Suku Dayar. Hal. Salim. Peter, 1991. Kamus bahasa Indonesia Kontemporer. Modern English Press. Jakarta. Sugiharto. Bambang. Untuk Apa Seni. Susanto. Mikke. Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Yogyakarta: DictiArt Lab & Djagad Arthropoda House. Susanto. Mikke. Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. Yogyakarta: DictiArt Lab & Djagad Arthropoda House. Teeuw. Hans. Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: Dunia Pustaka Jaya. Hal. Usmarni. & Rinaldi. Perbedaan Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak pada Etnis Minang Ditinjau dari Tingkat Pendapatan. Jurnal RAP UNP. Vol. 5 No. 1, hlm. Yunus Bayu. Anastasya Rahmadina. Peran Orang Tua dalam menanamkan Nilai Karakter Kearifan Lokal Pada Masyarakat Pesisir. Jurnal Edukasi. Vol. Issue 2. Tahun 2020. Hal. DOI: https://doi. org/10. 15294/edukasi. Vol. No. Juni 2024