Jurnal AGRINIKA. : 108-118 Kajian Kesesuaian Lahan Perkebunan Kopi Rakyat Kawasan Lereng Gunung Arjuna Kabupaten Malang Dimas Prakoswo Widayani1* dan Kresna Shifa Usodri1 Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan. Politeknik Negeri Lampung. Bandar Lampung. Indonesia *Korespondensi : dp. widayani@gmail. Diterima 26 Agustus 2020/Direvisi 9 September 2020/Disetujui 18 September 2020 ABSTRAK Gunung Arjuna merupakan kawasan pegunungan dengan hutan serta beberapa tanaman budidaya yang terletak di Kabupaten Malang. Jawa Timur. Hutan tersebut merupakan kawasan kompleks yang dimanfaatkan sebagai kawasan lindung, riset dan juga hutan produksi untuk komoditas pertanian. Kondisi hutan yang kompleks mengakibatkan kondisi lingkungan tersebut sangat bervariatif. Hutan terdiri dari beberapa kawasanya, yaitu hutan lindung, hutan produksi, perkebunan kopi serta kawasan tanaman semusim. Kawasan gunung Arjuna memiliki beberapa tegakan diantaranya pinus dan mahoni namun sebagian besar dipenuhi oleh pinus sebesar 90% dan pohon mahoni berkisar Sebagian besar tanaman kopi yang terdapat pada kawasan hutan gunung Arjuna adalah jenis kopi arabika sedangkan sisanya adalah kopi robusta. Penelitian ini dilakukan di kawasan lereng Gunung Arjuna. Terletak di Desa Sumbersari. Kecamatan Karangploso. Kabupaten Malang. Jawa Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan JuliAeOktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil beberapa titik sampel yang mewakili yang mewakili tanaman kopi di kawasan tesebut. Beberapa plot sampel pengambilan sampel untuk analisis kesesuaian lahan diidentifikasi pada kawasan: Adapun tahapan pengamatan yang dilakukanya itu pengambilan data suhu udara menggunakan termohigrometer dengan mengambil data suhu minimum dan maksimum, pengambilan kelembapan udara dengan alat termohigrometer juga data minimum dan maksimum serta data intensitas cahaya menggunakan lux meter, pengambilan sampel tanah untuk mengukur hara serta kesuburan tanah, mengukur ketinggian serta tingkat kelerengan lahan. Hasil pengamatan yang telah dilakukan akan dianalisis menggunakan metode analisis kesesuaian lahan, dengan menyesuaikan data kawasan tersebut dengan tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman kopi robusta dan Kata kunci: Agroforesti. Kesesuaian lahan. Kopi. Mahoni. ABSTRACT Mount Arjuna is a mountainous area with forests and several cultivated plants located in Malang Regency. East Java. The forest is a complex area that is used as a protected area, research and production forest for agricultural commodities. The complex is located in the forest resulted in highly varied environmental conditions. The forest consists of several areas, namely protected forest, production forest, coffee plantation, and seasonal The Arjuna mountain area has several stands including pine and mahogany. Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. but most of it is filled with pines by 90% and mahogany trees around 10%. Most of the coffee plants found in the Arjuna mountain forest area are Arabica coffee, while the rest is robusta This research was conducted on the slopes of Mount Arjuna, located in Sumbersari Village. Karangploso District. Malang Regency. East Java. This research was conducted in July to October 2017. This research employed a survey method by taking several sample points that represent the coffee plants in the area. Several sampling plots for land suitability analysis were identified in the area: The observation stages were carried out by taking air temperature data using a thermohygrometer by taking minimum and maximum temperature data, taking air humidity using a thermohigrometer as well as minimum and maximum data and light intensity data using lux meters, taking soil samples to measure nutrients and soil fertility, and measuring the height and slope of the land. The results of the observations that have been made will be analyzed using the land suitability analysis method, by adjusting the area's data with the land suitability level for robusta and arabica coffee plants. Key words : agroforestry. land suitability. PENDAHULUAN Gunung Arjuna kawasan pegunungan yang terdapat hutan serta beberapa tanaman budidaya di dalamnya di kabupaten Malang. Jawa Timur. Hutan kawasan kompleks yang dimanfaatkan sebagai kawasan lindung, riset dan juga Kondisi hutan yang kompleks tersebut sangat bervariatif. Pada kawasan hutan arjuna terdapat beberapa kawasan yaitu hutan lindung, hutan produksi, perkebunan kopi serta kawasan tanaman Komoditas pertanian yang terdapat pada kawasan lereng gunung arjuna adalah tanaman kopi. Sebagian besar tanaman kopi yang terdapat pada kawasan tersebut adalah jenis kopi arabika sedangkan sisanya adalah kopi Tanaman kopi merupakan tanaman C3 yang dibudidayakan tidak membutuhkan penerangan sinar matahari penuh, oleh karena itu diperlukan pohon rindang (Capityn et al. , 2. Kawasan gunung arjuna memiliki beberapa tegakan diantaranya pinus dan mahoni namun sebagian besar dipenuhi oleh pinus sebesar 90% dan sedikit dari pohon mahoni berkisar 10%. Pemanfaatan pohon pelindung di perkebunan kopi akan mengurangi intensitas cahaya yang diterima oleh (Lisnawati et al. , 2. Agroforestri adalah sebuah alternatif pemanfaatan lahan yang terdiri dari tanaman keras campuran . ohon atau sema. dengan atau tanpa tanaman tahunan. Sistem agroforestri dapat berfungsi secara ekologis sebagai penyedia nutrisi dan sumber pendapatan tambahan sebagai Hal agroforestri adalah untuk menjaga keseimbangan fungsi ekologi yang dapat Pohon peneduh memberikan banyak manfaat, yaitu . Meningkatkan bahan organik tanah dan nutrisi atau unsur hara, . Mengurangi akibat erosi tanah, . keanekaragaman hayati serta menekan Page 109 of 118 Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. pertumbuhan gulma. Aplikasi budidaya penggunaan varietas yang adaptif akan (LypezRodryguez et al. , 2. Pertumbuhan, perkembangan serta pro-duktivitas suatu tanaman dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kondisi genetis suatu tanaman serta faktor eksternal yang di pengaruhi dari lingkungan. Pengaruh ling-kungan kesesuaian lahan meliputi kesuburan tanah, kelerengan serta kondisi iklim. Evaluasi atau penilaian kesesuaian lahan alternatif penggunaan lahan, dan dalam hal ini ditujukan untuk penggunaan lahan Kondisi kesesuaian lahan memberikan informasi tentang potensi pemanfaatan lahan, dan upaya perbaikan yang diperlukan untuk optimalisasi lahan Sistem Penilaian kesesuaian lahan antara lain sistem perkalian parameter, penjumlahan, dan sistem matching atau mencocokan antara kualitas/karakteristik lahan . and qualities/ land characteristic. dengan persyaratan penggunaan lahan termasuk persyaratan tumbuh tanaman, lingkungan dan manajemen . anduse Kesesuaian lahan tanaman pertumbuhan tanaman, terutama kondisi iklim mikro disekitarnya tanaman kopi. Peneduh dalam budidaya kopi berperan sistem agroforestri tersebut sudah banyak dilkukan oleh masyarakat (Cerdyn et al. Iklim dapat lebih penting dari pada tanah dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsurunsur iklim seperti suhu, radiasi matahari, dan kelembaban memiliki peranan penting dalam produksi tanaman. Selain itu, iklim menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan tanah. (Karyati. Sidiq Ardianto, 2. Dengan kondisi tegakan yang berbeda derta ketinggian yang juga berbeda maka akan mempengaruhi dari kesesuaian lahan dan iklim dari komoditas (Prakoswo Berdasarkan permasalahan tersebut, lingkungan sangat mempengaruhi dari hasil akhir proses budidaya dalam hal ini adalah produksi kopi. Tanaman kopi akan tumbuh dengan baik jika kondisi lingkungan sesuai baik dari sisi agroklimat dan juga dari kesesuaian lahanya. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilakukan di kawasan lereng Gunung Arjuna. Terletak pada Desa Sumbersari. Kecamatan Karang ploso. Kabupaten Malang. Jawa Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli Ae Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil beberapa titik sampel yang mewakili tanaman kopi di kawasan Beberapa pengambilan sampel untuk analisis kesesuaian lahan diidentifikasi pada Agroforestri pinus dan kopi robusta Agroforestri pinus dan kopi arabika Agroforestri mahoni dan kopi robusta Agroforestri mahoni dan kopi arabika Page 110 of 118 Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. Tahapan pelaksanaan penelitian meliputi survey kondisi kawasan lereng gunung arjuna, kemudian penentuan titik lokasi sampel untuk pengambilan data kesesuaian lahan kemudian kegiatan pengambilan data dilapangan serta Adapun tahapan pengamatan yang dilakukan yaitu pengambilan data suhu udara menggunakan termohigrometer dengan mengambil data suhu minimum dan maksimum, pengambilan kelembapan udara dengan alat termohigrometer juga data minimum dan maksimum. Serta data intensitas cahaya menggunakan lux meter pada siang hari, pengukuran dilakukan di bawah dan di luar naungan. Pengambilan sampel tanah untuk mengukur hara serta kesuburan tanah, mengukur ketinggian serta tingkat kelerengan lahan . e Camargo, 2010. Wang et al. , 2. Pengambilan sampel tanah dilakukan di sekitar titik pengukuran intensitas cahaya. Sampel tanah yang telah diperoleh kemudian dianalisis di Laboratorium Tanah. Analisis data statistik Hasil pengamatan yang telah dilakukan akan dianalisis menggunakan metode analisis kesesuaian lahan, dengan menyesuaikan data kawasan tersebut dengan persyaratan tumbuh untuk tanaman kopi robusta dan arabika. Kelas kesesuaian lahan disimbolkan dengan S1. S2. S3, dan N untuk menunjukkan tingkat kesesuaiannya. Kelas menggambarkan potensi lahan secara perbaikan . yang diperlukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Terdapat dua jenis kopi yang dikembangkan pada kawasan lereng Gunung Arjuna yaitu jenis kopi arabika dan jenis kopi robusta, dari kedua jenis kopi tersebut kopi arabika memiliki jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan jenis kopi robusta. Berdasarkan analisis kesesuaian lahan kopi arabika pada Tabel 1 menunjukkan bahwa kondisi lahan aktual tergolong kategori S3 karena adanya faktor pembatas seperti suhu, curah hujan dan juga ketersediaan hara Tabel 1. Kesesuaian lahan tanaman kopi arabika pada kawasan AF pinus kopi Karakteristik Lahan Temperatur . Suhu rata-rata (AC) Ketersediaan air Curah hujan/tahun. Media Perakaran Tekstur tanah Retensi hara . KTK Tanah Nilai Data Kesesuaian Lahan Aktual Usaha Perbaikan Kesesuaian Lahan Potensial Liat 43,67 Page 111 of 118 Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. C-Organik Ketersediaan hara N Total K Tersedia P2O5 Tersedia Bahaya erosi . Lereng Hasil Penilaian 0,48 0,44 2,30 Pupuk P Keterangan: ( ) : Upaya pengelolaan sedang, ( ) : Upaya pengelolaan tinggi. S1: Sangat sesuai. S2: Cukup sesuai. S3: Sesuai marginal Estrada et al. , . , menyebutkan berpengaruh pada produktivitas kopi pada lahan yang memiliki tekstur tanah liat. Dengan demikian kondisi lahan aktual dapat ditingkatkan dengan berbagai cara, pada ketersediaan hara P dapat ditingkatkan dengan penambahan pupuk kesesuaian menjadi S1. Fungsi penting fosfor di dalam tanaman yaitu dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer dan menyimpan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya. Oleh karna P dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang cukup besar maka disebut unsur hara Di dalam tanah P terdapat dalam berbagai bentuk persenyawaan yang sebagian besar tidak tersedia bagai Sebagian besar pupuk yang diberikan ke dalam tanah, tidak dapat digunakan oleh tanaman Sedangkan pada kondisi suhu dan juga curah hujan kesesuaianya dikarenakan faktor alam sehingga nilai kesesuaian lahan potensial nya masih tergolong S3 karena adanya faktor pembatas tersebut. Kelas S3 merupakan lahan yang mempunyai faktor pembatas berat, dan faktor pembatas ini akan mempengaruhi produktifitas,dan memerlukan tambahan masukan yang lebih banyak dibanding lahan yang tergolong S2. Jenis kopi arabika merupakan jenis kopi yang menghendaki kondisi suhu yang rendah serta ternaungi untuk menghasilkan produksi yang optimal (Kusumaningtyas & Chofyan, 2. Peningkatan suhu disekitar tanaman kopi mempengaruhi kadar CO2 dan O2 disekitarnya permukaan daun. Suhu yang tinggi dan intensitas cahaya yang pemecahan O dari H O, membuat lebih banyak molekul O2 lebih melimpah di permukaan daun dibandingkan CO2. Ini pada gilirannya, akan menyebabkan fotorespirasi, menyebabkan tumbuhan kehilangan energi pertumbuhan. Jenis dikembangkan pada kawasan Lereng Gunung Arjuna yaitu kopi robusta Tabel 2. Walaupun tidak sebanyak kopi arabika namun jenis robusta juga berpengaruh terhadap produksi kopi di kawasan Lereng Gunung Arjuna. Berdasarkan analisis kesesuaian lahan kopi robusta terhadap kawasan pinus menunjukan kesesuaian aktual terdapat faktor pembatas yaitu ketersediaan hara P sehingga nilai Page 112 of 118 Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. kesesuaian lahan masuk dalam golongan S3. Pohon peneduh mempengaruhi bahan organik yang dihasilkan oleh Pohon memainkan peran penting dalam sistem perkebunan kopi berkelanjutan, karena terkait dengan ketentuan siklus hara dan penekanan terhadap erosi tanah, selain fungsinya sebagai regulator terhadap terciptanya kondisi iklim mikro yang mampu beradaptasi atau cocok untuk Tumbuhan peneduh juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekologi dan nutrisi tanah serta untuk memberikan nutrisi makro pada budidaya tanaman Kondisi aktual tersebut dapat ditingkatkan dengan meningkatkan faktor pembatas yaitu ketersediaan P dengan melakukan pemupukan P secara intensif. Selain dengan penambahan input pupuk, peningkatan unsur P dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pH tanah. Dimana pH tanah pada kawasan pinus dan mahoni tergolong rendah. P tidak tersedia bagi tanaman karena terikat oleh Al, peningkatan P-tersedia dengan kenaikan pH. Sehingga nilai kesesuaian lahan potensial jenis kopi robusta terhadap kawasan pinus masuk dalam golongan S1. Lahan merupakan lingkungan fisik yang meliputi iklim, relief, tanah, hidrologi, dan vegetasi. Faktorfaktor mempengaruhi potensi dan kemampuan lahan untuk mendukung suatu tipe penggunaan tertentu. Tabel 2. Kesesuaian lahan tanaman kopi robusta pada kawasan AF pinus kopi Karakteristik Lahan Temperatur . Suhu rata-rata (AC) Ketersediaan air Curah hujan/tahun. Media Perakaran Tekstur tanah Retensi hara . KTK Tanah C-Organik Ketersediaan hara N Total K Tersedia P2O5 Tersedia Bahaya erosi . Lereng Hasil Penilaian Nilai Data Kesesuaian Lahan Aktual Usaha Perbaikan Kesesuaian Lahan Potensial Liat 43,67 0,48 0,44 2,30 Pupuk P Page 113 of 118 Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. Keterangan: ( ) : Upaya pengelolaan sedang, ( ) : Upaya pengelolaan tinggi. S1: Sangat sesuai. S2: Cukup sesuai. S3: Sesuai marginal Budidaya tanaman kopi bergantung pada sejumlah faktor biofisik, seperti iklim, tanah, bentuk lahan, dan genetika, yang topografri lahan (Bertrand et al. , 2011. Haggar et al. , 2. Tanah mempunyai Klasifikasi tanah, iklim dan evaluasi lahan merupakan salah satu cara untuk mengetahui kecocokan suatu lahan untuk pengebangan tanaman pertanian (Mighty, 2. Dengan kondisi nilai kesesuaian lahan S1 maka budidaya kopi robusta sangat cocok dibudidayakan pada kawasan pinus. Terlepas dari ketinggian kawasan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kopi robusta (Ritung et al, 2. Sedangkan pengembangan kopi pada kawasan mahoni juga sama dengan kawasan pinus, terdapat dua jenis kopi yaitu arabika . dan robusta (Tabel Tabel 3. Kesesuaian lahan kopi arabika terhadap kawasan mahoni Karakteristik Lahan Temperatur . Suhu rata-rata (AC) Ketersediaan air Curah hujan/tahun. Media Perakaran Tekstur tanah Retensi hara . KTK Tanah C-Organik Ketersediaan hara N Total Nilai Data Kesesuaian Lahan Aktual Usaha Perbaikan Kesesuaian Lahan Potensial Liat 69,39 0,29 K Tersedia 1,15 P2O5 Tersedia Bahaya erosi . Lereng Hasil Penilaian 4,74 Pemupukan 4-7 0 Keterangan: ( ) : Upaya pengelolaan sedang, ( ) : Upaya pengelolaan tinggi. S1: Sangat sesuai. S2: Cukup sesuai. S3: Sesuai marginal. Page 114 of 118 Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. Tabel 4. Kesesuaian lahan kopi robusta terhadap kawasan mahoni Karakteristik Lahan Temperatur . Suhu rata-rata (AC) Ketersediaan air Curah hujan/tahun. Media Perakaran Tekstur tanah Retensi hara . KTK Tanah C-Organik Ketersediaan hara N Total Nilai Data Kesesuaian Lahan Aktual Usaha Perbaikan Kesesuaian Lahan Potensial Liat 69,39 Blerang 0,29 K Tersedia 1,15 P2O5 Tersedia Bahaya erosi . Lereng Hasil Penilaian 4,74 Pemupukan Keterangan: ( ) : Upaya pengelolaan sedang, ( ) : Upaya pengelolaan tinggi. S1: Sangat sesuai. S2: Cukup sesuai. S3: Sesuai marginal Tanaman kopi pada kawasan mahoni tidak sebaik kondisi tanaman kopi pada lahan pinus walaupun dengan umur yang sama yaitu 3-5 tahun Sama halnya dengan kawasan pinus, kesesuaian lahan pada kawasan mahoni pada kopi jenis arabika terdapat faktor pembatas yaitu suhu dan curah hujan yang terlalu tinggi sedangkan pada jenis robusta tergolong sudah sesuai. Sehingga pada jenis kopi arabika termasuk pada golongan S3 sedangkan jenis kopi robusta termasuk dalam golongan S1. Eakin et al. , . Tucker et al. , . , menyebutkan bahwa, curah hujan dan suhu merupakan faktor pembatas utama pada budidaya Tanaman kopi tidak dapat dibudidayakan di semua tempat, namun dapat dibudidayakan dengan kondisi kecocokan kawasan yang sangat tepat guna mendapatkan hasil yang optimal (Mundia & Rono, 2. Tanaman membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesis sebagai upaya tumbuh dan kembang serta memproduksi hasil secara optimal (Paradiso dan Pascale, 2. , akan tetapi tanaman kopi tidak membutuhkan sinar matahari penuh. Kanopi matahari (Siles et al. , 2. Perbedaan intensitas cahaya akan mempengaruhi Perbedaan intensitas cahaya disebabkan oleh Page 115 of 118 Dimas Prakoswo Widiyani dan Kresna Shifa Usodri. Kajian Kesesuaian LahanA. perbedaan jenis naungan. Pinus dan mahoni miliki perbedaan dalam bentuk daun, ukuran daun dan kanopi, demikian intensitas cahaya yang ditransmisikan diterima oleh tanaman kopi akan berbeda Intensitas cahaya yang terlalu tinggi atau rendah menyebabkan fotosintesis kurang optimal. Peningkatan suhu akan menurunkan panen biji kopi. Selain itu, serasah pohon rindang yang ada di permukaan tanah akan mengalami proses dekomposisi dan akan terjadi pelepasan mineralisasi nutrisi ke dalam tanah dan menjaga kelembaban tanah, khususnya selama kekeringan berkepanjangan dan saat suhu meningkat (Martini & Roshetko. Terlepas dari kondisi kesesuaian lahan pada kawasan mahoni terhadap tanaman kopi, kondisi tanaman kopi berkaitan erat dengan adanya alelopati mengganggu pertumbuhan serta hasil dari Seperti (Mukaromah et al. , 2. , tanaman menghambat pertumbuhan dari tanaman mengandung zat alelopati yang dihasilkan dari daun. penelitian Mukaromah et al. menunjukkan bahwa serasah daun tanaman di bawah pohon mahoni. Daun macrophylla mengandung limonoid, minyak esensial, dan polifenol . uercetin, katekin, dan kaemfero. (Moghadamtousi et al. , 2013. Paritala et al. , 2. Limonoid adalah tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol. KESIMPULAN Berdasarkan kondisi kesesuaian lahan tanaman kopi pada kawasan Lereng Gunung Arjuna dapat dikatakan jenis kopi robusta seharusnya lebih cocok untuk dikembangkan pada kawasan Namun pada kenyataanya jenis tanaman kopi yang banyak dikembangkan pada kawasan Lereng Gunung Arjuna adalah jenis kopi arabika. Hampir sekitar 80% jenis kopi yang dikembangkan pada kawasan Lereng Gunung Arjuna adalah kopi arabika dan sisanya adalah jenis kopi DAFTAR PUSTAKA