Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume. Nomor. Tahun 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Available online at: https://journal. id/index. php/jpbb Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi Umi Latifah1*. Mahluddin Mahluddin2 UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia Alamat: Jl. Lintas Jambi-Muara Bulian KM. Simpang Sungai Duren. Jambi Luar Kota. Muaro Jambi 36361 Korespondensi penulis: umilatifah11202@gmail. Abstract : This article discusses the role of the principal as a manager in implementation of the Independent Curriculum at Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung. Jambi City. The method used is qualitative research with a case study approach. Data was collected through interviews, observation and documentation. The research results show that: . The school principal has a significant role starting from planning, organizing, implementing and evaluating the curriculum. There are obstacles for the principal in carrying out his role as a manager in implementing the Independent Curriculum, namely that it takes a long time and is not easy for the principal to study the Independent Curriculum, time constraints and the physical condition of the principal as well as teacher motivation and understanding that need to be improved. The school principal takes proactive steps to resolve these obstacles, such as increasing the principal's personal understanding, carry out rescheduling and time management, as well facilitating teachers in increasing their understanding and professionalism through training, participating in routine KKG activities, and direct coaching. Keywords: Principal. Manager. Independent. Curriculum. Education. Abstrak : Artikel ini membahas tentang peran kepala sekolah sebagai manajer dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Kepala sekolah memiliki peran yang signifikan mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum. Terdapat kendala kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai manajer dalam penerapan Kurikulum Merdeka yaitu waktu yang lama dan tidak mudah bagi kepala sekolah untuk menelaah tentang Kurikulum Merdeka, keterbatasan waktu dan kondisi fisik kepala sekolah serta motivasi dan pemahaman guru yang perlu ditingkatkan. Kepala sekolah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menyelesaikan kendala tersebut seperti meningkatkan pemahaman pribadi kepala sekolah, melakukan penjadwalan ulang dan manajemen waktu, serta memfasilitasi para guru dalam meningkatkan pemahaman dan profesinalismenya melalui pelatihan, mengikuti kegiatan rutin KKG, serta pembinaan langsung. Kata kunci: Kepala Sekolah. Manajer. Kurikulum. Merdeka. Pendidikan. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan salah satu bagian terpenting yang selalu mendapat perhatian cukup serius, pendidikan Indonesia mengalami perubahan dan perbaikan yang signifikan dari waktu ke waktu, segala bentuk kebijakan pendidikan masuk dalam sistem pendidikan nasional, kebijakan tersebut tidak lain adalah hasil pemikiran para pendidik, dengan tujuan agar sistem pendidikan nasional harus mampu menyelaraskan konsepnya dengan kebutuhan masyarakat, maka pendidikan nasional secara kolektif harus mampu melakukan perubahan dengan menciptakan bangsa yang cerdas dan memiliki keterampilan yang bernilai, tinggi kerohanian dan sopan santun yang mulia (Matlani, 2020:. Received Januari 08, 2025. Revised Januari 26, 2025. Accepted Februari 22, 2025. Online Available . Februari 24, 2025 Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi Menurut Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024. Kurikulum Merdeka ditetapkan secara resmi menjadi kerangka dasar dan struktur kurikulum untuk seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka merupakan inovasi pendidikan yang bertujuan memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam proses pembelajaran. Konsep ini memandang pendidikan sebagai perjalanan panjang pengembangan pemahaman, keterampilan dan karakter, bukan sekedar menyerap informasi. Kurikulum Merdeka berfokus pada pemberdayaan siswa untuk menjadi pembelajar mandiri, kritis, dan kreatif yang siap menghadapi berbagai tantangan dunia nyata (Arum, 2024:19-. Menurut Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah, penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah memiliki ciri khas tersendiri karena mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan nasionalisme dalam setiap aspek pembelajaran yang diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikan di madrasah, melahirkan profil anak didik yang berkarakter Pancasila dan Rahmatan lil AoAlamin sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi diri secara optimal dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman (KMA No. 450 Tahun 2024:. Kepala sekolah sebagai manajer bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pengelolaan sekolah, pengembangan tenaga pengajar, serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana, kepala sekolah juga mempunyai peranan penting dalam meningkatkan mutu pengajaran. Melihat peran kepala sekolah, maka tantangan bagi kepala sekolah adalah mampu menyelenggarakan pendidikan di sekolah secara terfokus, terencana dan berkelanjutan, dengan memperhatikan mutu pedoman dan pengajaran (Rosmana et al, 2023:. Peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan terkait kurikulum merdeka adalah partisipasi aktif kepala sekolah dalam proses pengembangan Partisipasi ini ditujukan agar kepala sekolah mampu menghimpun guru dan tenaga kependidikan dalam perannya menciptakan dan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (Berkovich dalam Hidayat et al. , 2023:. (Hidayat et al. , 2. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Jelutung Kota Jambi bahwasannya dalam penerapan Kurikulum Merdeka dilakukan secara bertahap dan prosesnya sudah baik, kepala sekolah memberikan pembinaan langsung kepada guru, memfasilitasi pelatihan/sosialisasi, workshop dengan mengundang ahli di dalam sekolah maupun di luar sekolah, dan membentuk tim penggerak kurikulum merdeka dalam mendukung penerapan kurikulum. Namun berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan, salah JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. satunya penelitian oleh Arum Wulandari . bahwasannya masih ada beberapa problematika dalam penerapan kurikulum merdeka yaitu: . kurangnya pemahaman kepala sekolah dan guru dalam kaitannya dengan kurikulum merdeka, . kondisi lingkungan sekolah, . keterbatasan sumber daya, serta . keterbatasan sarana dan prasarana yang mendukung penerapan kurikulum merdeka (Arum, 2. Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, tentunya peran seorang kepala sekolah sebagai manajer sangat penting dalam mengurai dan menyelesaikan permasalahan yang ada dalam penerapan kurikulum merdeka di sekolah sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan tercapainya tujuan pembelajaran, serta dapat meningkatkan mutu pendidikan dan sekolah itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih dalam mengenai peran kepala sekolah sebagai manajer dalam penerapan kurikulum merdeka. KAJIAN TEORITIS Kepala sekolah memiliki tanggungjawab manajerial dalam pendidikan, yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Menurut Mulyati . peran kepala sekolah merupakan tanggung jawab dan partisipasi seorang kepala sekolah dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, membina tenaga kependidikan, dan mendayagunakan sekaligus memelihara sarana dan prasarana serta bertanggungjawab dalam meningkatkan mutu pendidikan. Perencanaan yang matang adalah langkah awal yang krusial untuk mencapai tujuan pendidikan yang efektif. Kepala sekolah mempunyai tantangan untuk dapat menjalankan pendidikan di sekolah agar terarah, berencana dan berkesinambungan dengan menetapakan kebijakan dan memberikan ide yang dapat meningkatkan mutu Kepala sekolah sebagai manajer atau pengelola adalah kepala sekolah secara operasional melakukan pengelolaan peserta didik, ketenagaan, kurikulum, keuangan, sarana dan prasarana, ketatausahaan sekolah, serta hubungan antara sekolah dengan masyarakat, selain itu pengorganisasian sumber daya yang efektif juga berkontribusi pada keberhasilan implementasi kurikulum (Yuliana, 2021:. Sebagai seorang manajer, kepala sekolah berperan dalam perencanaan kurikulum, pengorganisasian sumber daya, pelaksanaan kurikulum, serta pengawasan dan evaluasi. Sekolah merupakan suatu organisasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan, di mana berbagai pengetahuan dan sumber daya manusia dikembangkan. Sekolah membutuhkan kepala sekolah yang dapat merencanakan, mengorganisasi, memimpin Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi pelaksanaan kurikulum, serta mengawasi dan mengevaluasi dalam penerapan kurikulum. Oleh karena itu memiliki seorang manajer sangatlah penting dalam mengelola organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan (Wahjosumidjo dalam Syakir, 2022:. Kurikulum Merdeka berisi konsep pembelajaran yang berpusat pada anak. Selaras dengan pernyataan Ki Hajar Dewantara bahwa prinsip merdeka belajar dapat menjadi sarana peningkatan kompetensi diri sesuai karakter anak, hingga menjaga moral atau sikap anak dalam penanaman nilai pendidikan karakter. Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dirancang lebih fleksibel dan berorientasi kontekstual, konteks budaya, misi sekolah, dan kebutuhan anak (Nursalam et al, 2023:. Kurikulum Merdeka adalah keputusan dari pemerintah dimana harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi guru dan peserta didik. Hal ini melibatkan kurikulum yang mengutamakan pembelajaran yang menyenangkan dan pemikiran inovatif dari para guru. Merdeka dalam belajar merupakan langkah baru dalam meningkatkan sistem pendidikan nasional agar tidak monoton dan dapat berkembang sesuai zamannya (Mahluddin et al, 2024:12. Dalam Perencanaan guru diberikan kebebasan untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan diberikan ruang untuk meningkatkan pembelajaran yang berkaitan dengan mutu pekerjaan sehingga tercapainya tujuan pendidikan (Hidayat et al, 2023:. Kepala sekolah sebagai manajer berperan dalam menetapkan tujuan pelaksanaan Kurikulum Merdeka, menyusun program Kurikulum Merdeka. Dalam pengorganisasian sumber daya Kepala Sekolah berperan dalam mengalokasikan dan mengelola sumber daya baik sumber daya manusia . uru, tenaga pendidik, dan peserta didi. , ketenagaan, kurikulum, keuangan, sarana dan prasarana, ketatausahaan sekolah, serta hubungan antara sekolah dengan masyarakat sesuai dengan kebutuhan terkait dengan kurikulum merdeka, menyusun dan menetapkan tugas sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Dalam pelaksanaan Kepala Sekolah berperan dalam memberikan penguatan sumber daya manusia dengan tujuan keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Dalam evaluasi Kepala Sekolah berperan dalam mengelola kinerja dengan menjadi mediator, motivator, supervisor dan evaluator dalam penerapan kurikulum merdeka, memantau dan memastikan pelaksanaan kegiatan dalam penerapan kurikulum merdeka berjalan lancar sesuai dengan rencana/tujuan yang telah ditetapkan (Sudjiati & Muhdi, 2024:162-. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan Lokasi penelitian pada penelitian ini yaitu MI Darussalam Jelutung Kota Jambi. Subjek pada penelitian ini yaitu kepala sekolah sebagai informan utama, perwakilan guru wali kelas pada fase A. B dan C, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang sarana dan prasarana, bidang hubungan masyarakat serta staf tata usaha selaku tenaga kependidikan/staf administrasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di MI Darussalam Jelutung Kota Jambi Sebagai manajer kepala sekolah sangat memegang peran yang sangat penting didalam keberhasilan penerapan kurikulum merdeka di Madrasah. Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam penerapan kurikulum merdeka di MI Darussalam sudah sangat baik mulai dari perencanaan program kurikulum merdeka, pengorganisasian sumber daya, pelaksanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka, hingga evaluasi dalam penerapan kurikulum merdeka. Perencanaan Kurikulum Merdeka Peran kepala sekolah dalam perencanaan Kurikulum Merdeka mencakup penetapan tujuan, penyusunan program, dan pembentukan tim penggerak. Kepala sekolah melakukan sosialisasi dan pelatihan untuk memastikan semua guru memahami kebijakan kurikulum. Perencanaan merupakan langkah awal yang krusial untuk mencapai tujuan Pendidikan yang efektif (Mulyati, 2. Kepala sekolah harus memahami konteks dan tujuan dari Kurikulum Merdeka agar dapat merancang program yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan madrasah (Nurlailah. Dalam Kurikulum Merdeka, mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan siswa. Pembelajaran yang berpusat pada siswa menjadi salah satu prinsip utama, dimana siswa diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Perencanaan yang matang akan meningkatkan efektivitas implementasi kurikulum (Hidayat et al, 2. Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi Berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi perencanaan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam merupakan langkah awal yang fundamental bagi kepala sekolah sebagai manajer. Dalam tahap ini Kepala sekolah bertanggung jawab untuk menetapkan tujuan pelaksanaan kurikulum yang sesuai dengan konteks madrasah dan kebutuhan siswa. Proses perencanaan melibatkan kolaborasi dengan guru dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk orang tua, untuk memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang seragam mengenai tujuan kurikulum. Melalui diskusi terbuka, kepala sekolah dapat menggali masukan dari berbagai pihak, sehingga rencana yang disusun tidak hanya mencerminkan visi sekolah tetapi juga aspirasi komunitas. Dengan pemahaman yang baik tentang konteks internal dan eksternal, kepala sekolah dapat merumuskan strategi yang lebih tepat dan relevan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Pengorganisasian Sumber Daya Kepala sekolah dalam pengorganisasian bertanggung jawab dalam mengalokasikan sumber daya manusia dan sarana prasarana untuk mendukung penerapan kurikulum. Pengorganisasian ini dilakukan dengan mempertimbangkan keahlian dan pengalaman guru, serta kebutuhan siswa. Pengorganisasian berfungsi untuk menciptakan struktur yang efisien dalam lembaga pendidikan (Yuliana, 2. Pengorganisasian adalah bahwa pembagian tugas dan wewenang serta tanggung jawab seharusnya disesuaikan dengan kompetensi, minat, bakat dan pengalaman serta kepribadian masing-masing orang yang diperlukan dalam menjalankan beberapa tugas tersebut (Farhani dalam Sudjiati & Muhdi, 2024: . Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi Dalam pengorganisasian Kepala sekolah MI Darussalam memastikan bahwa semua sumber daya baik manusia maupun material, dikelola dengan baik. Ini mencakup penempatan guru sesuai dengan kompetensinya, pembagian tugas yang jelas, dan pengelolaan sarana prasarana yang memadai. Penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang mampu mengelola sumber daya dengan efektif akan lebih sukses dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. Kepala sekolah juga menciptakan kerjasama yang baik antara guru dan staf lainnya. Dengan memfasilitasi kolaborasi diantara mereka, kepala sekolah dapat menciptakan tim yang solid dan saling mendukung dalam menjalankan proses pembelajaran. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Kepala sekolah dalam pelaksanaan bertanggungjawab untuk menjadi contoh yang baik, memfasilitasi, serta memastikan pemahaman dan profesionalisme guru terkait pembelajaran dalam kurikulum merdeka untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam pelaksanaan ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya: penetapan awal pelaksanaan JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. rencana kegiatan, pemberian contoh tata cara pelaksanaan tugas dari pimpinan, pemberian motivasi bagi para guru agar dapat bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, pembinaan bagi para guru, peningkatan mutu dan kualitas kerja, serta pengawasan kinerja (Abusama dalam Sudjiati & Muhdi, 2024:. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai manajer dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka kepala sekolah MI Darussalam memastikan bahwa semua guru memahami dan dapat melaksanakan kurikulum sesuai dengan yang telah direncanakan. Kepala sekolah memfasilitasi guru untuk memastikan pengembangan profesionalisme nya melalui beberapa strategi yang mendukung pelaksanaannya diantaranya KKG, sosialisasi, pelatihan, seminar, workshop, baik secara online maupun offline yang diadakan pemerintah atau mengadakan sendiri di madarasah dengan mengundang narasumber/ahli yang paham terkait kurikulum merdeka bisa dari guru penggerak, pengawas, ataupun teman sejawat. Dalam sosialiasi/pelatihan tersebut para guru belajar bahkan praktik langsung dalam pembuatan modul ajar, perangkat ajar, dan pelaksanaan P5RA. Evaluasi Kurikulum Merdeka Kepala sekolah dalam evaluasi bertanggungjawab dalam mengontrol dan mengawasi pelaksanaan kurikulum merdeka. Evaluasi dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki program sebelumnya, sehingga kedepannya bisa menjadi lebih baik (Sudjiati & Muhdi, 2024:. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai manajer dalam evaluasi kurikulum merdeka kepala sekolah melakukan evaluasi secara berkala melalui supervisi untuk mengukur efektivitas implementasi kurikulum dan melihat sejauh mana tujuan pendidikan tercapai. Evaluasi ini mencakup pengamatan terhadap perangkat ajar, proses pembelajaran, analisis hasil belajar siswa, serta umpan balik dari guru dan siswa. Melalui evaluasi yang sistematis, kepala sekolah dapat mengidentifikasi kekurangan dan mengembangkan strategi perbaikan untuk masa depan. Kepala sekolah melibatkan seluruh staf dalam proses evaluasi sehingga semua pihak dapat memberikan masukan yang berharga untuk Dengan menciptakan forum refleksi, kepala sekolah dapat memfasilitasi diskusi tentang apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran serta setiap guru dapat terus belajar dan berkembang, sehingga kualitas pendidikan di madrasah dapat terus meningkat seiring waktu. Evaluasi yang efektif akan memastikan bahwa Kurikulum Merdeka tidak hanya diterapkan, tetapi juga dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan tantangan yang muncul di lapangan. Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi Faktor Penghambat Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di MI Darussalam Jelutung Kota Jambi Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dalam penerapan kurikulum merdeka terdapat beberapa kendala yang menjadi penghambat bagi kepala sekolah MI Darussalam dalam menjalankan perannya sebagai manajer yaitu: Pemahaman Kepala Sekolah terkait Kurikulum Merdeka Sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang prinsip dan konsep Kurikulum Merdeka agar dapat mengarahkan dan membimbing guru-guru dengan efektif. Pemahaman yang cukup tentang kurikulum merupakan langkah awal yang krusial dalam manajemen pendidikan. Pemahaman dan komitmen kepala sekolah sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi kurikulum di sekolah (Hidayat et al, 2. Oleh karena itu, kepala sekolah MI Darussalam terus belajar memperdalam pengetahuannya agar dapat lebih siap dalam memimpin implementasi kurikulum di Madrasah Keterbatasan Waktu dan Kondisi Fisik Kepala sekolah memiliki banyak tanggung jawab, mulai dari pengelolaan administrasi sekolah hingga supervisi proses pembelajaran. Banyaknya tugas yang menjadi tanggungjawab kepala sekolah MI Darussalam, waktu dan kondisi fisik sering kali menjadi penghambat dalam menjalankan tanggungjawabnya, sulit bagi kepala sekolah untuk memberikan perhatian penuh terhadap penerapan kurikulum baru dan sakit atau kelelahan yang berakibat pada penundaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan bagi guru. Hal ini sesuai dengan teori kepemimpinan yang menyatakan bahwa kesehatan dan kesejahteraan pemimpin sangat mempengaruhi efektivitas kepemimpinannya dalam suatu organisasi (Hidayat et al. , 2. Kurangnya Motivasi. Pemahaman, dan Kemampuan Guru terkait Kurikulum Merdeka Kepala sekolah MI Darussalam berusaha untuk memotivasi dan memberikan pemahaman guru melalui pelatihan dan dukungan, tetapi jika guru tidak memiliki pemahaman yang cukup, usaha tersebut sering kali tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Menurut Nursalam et al. , motivasi yang rendah pada guru dapat mengakibatkan resistensi terhadap perubahan kurikulum. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Cara Kepala Sekolah menyelesaikan faktor penghambat terkait perannya sebagai manajer dalam penerapan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dalam penerapan kurikulum merdeka kepala sekolah MI Darussalam sebagai manajer melakukan beberapa cara untuk menyelesaikan faktor penghambat dalam menjalankan perannya sebagai manajer yaitu: Meningkatkan Pemahaman Pribadi Kepala sekolah menyadari bahwa pemahaman yang mendalam mengenai Kurikulum Merdeka sangat penting sebelum dapat memberikan arahan yang tepat kepada guru. Oleh karena itu, kepala sekolah terus belajar dengan aktif dengan belajar mandiri melalui literatur, mengikuti pelatihan, diskusi, dan kegiatan kolaboratif dengan kepala sekolah lain yang sudah berpengalaman dalam menerapkan kurikulum merdeka. Mulyati . menjelaskan bahwa pemimpin yang terus belajar dan mengembangkan dirinya akan lebih efektif dalam menjalankan tugasnya. Manajemen Waktu dan Penjadwalan Ulang Manajemen waktu yang efektif merupakan strategi lain yang diterapkan kepala sekolah untuk menyelesaikan berbagai kendala terkait penerapan kurikulum merdeka. Dengan manajemen waktu dan melakukan penjadwalan ulang, kepala sekolah dapat memastikan bahwa semua kegiatan yang berkaitan dengan penerapan kurikulum dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai rencana. Nuryoso et al . menyatakan bahwa pengelolaan waktu yang baik sangat penting untuk mencapai efisiensi dalam pencapaian tujuan. Memberikan Pelatihan dan Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam hal ini, kepala sekolah berperan aktif dalam mengorganisir pelatihan yang relevan, termasuk workshop, mengikuti KKG rutin dan seminar yang membahas strategi pengajaran yang sesuai dengan kurikulum merdeka dan berbagai hal yang berkaitan dengan kurikulum merdeka baik yang diadakan pemerintah maupun madrasah sendiri. Peningkatan profesionalisme guru memiliki dampak positif terhadap kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas (Savitri et al. , 2. Dengan mendukung pengembangan profesional guru, kepala sekolah tidak hanya meningkatkan kapasitas pengajaran mereka tetapi juga mendorong motivasi dan kepercayaan diri dalam menerapkan kurikulum secara efektif. Peran Kepala Sekolah sebagai Manajer dalam Penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Jelutung Kota Jambi KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan peran kepala sekolah sebagai manajer dalam penerapan kurikulum merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Jelutung Kota Jambi meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap penerapan Kurikulum Merdeka di Madrasah. Oleh karena itu peran kepala sekolah sebagai maanjer sangat signifikan dan berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan maupun madrasah. Terdapat beberapa kendala/penghambat diantaranya pemahaman kepala sekolah terkait kurikulum merdeka, keterbatasan waktu dan kondisi fisik, serta kurangnya motivasi dan pemahaman dari guru. Kepala sekolah mengambil langkahlangkah yang proaktif dalam menyelesaikan penghambat tersebut kepala sekolah diantaranya, meningkatkan pemahaman pribadi dengan terus belajar, melakukan manajemen waktu yang baik, serta memfasilitasi pelatihan dan pengembangan profesionalisme guru. DAFTAR REFERENSI Hidayat. Pardosi. , & Zulkarnaen. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan kurikulum merdeka. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 6. , 9Ae18. https://doi. org/10. 30605/jsgp. KMA No. 450 Tahun 2024 - Pedoman implementasi kurikulum pada madrasah_ayomadrasah . Matlani, & Khunaifi. Analisis kritis Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun Jurnal Ilmiah IqraAo, 13. , 81Ae102. Merdeka. , & Di. TEMANGGUNGSEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2023 / 2024. Mulyati. Peran kepala sekolah dalam pendidikan. Jurnal el-Idarah Manajemen Pendidikan Islam, 8. , 1Ae16. https://journal. id/el-idarah Nurlailah. Mahluddin, & Hurmaini. Implementasi kurikulum merdeka mata pelajaran bahasa Inggris dalam pengembangan kreativitas peserta didik di SMP Islam Terpadu AnNahl Percikan Iman Jambi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 12318Ae12323. Nursalam. Sulaeman. , & Latuapo. Implementasi kurikulum merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek pada sekolah penggerak kelompok bermain terpadu Nurul Falah dan Ar-Rasyid Banda. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8. , 17Ae34. https://doi. org/10. 24832/jpnk. Rosmana. Iskandar. Ayuni. Hafizha. Faiza. Fireli. , & Devi Ranisa. Kesiapan sekolah dalam proses penerapan kurikulum merdeka di SD. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3, 3161Ae3172. JPBB - VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Sudjiati. , & Muhdi. Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam implementasi kurikulum merdeka. Jurnal Inovasi Pembelajaran di Sekolah, 5. , 158Ae167. https://doi. org/10. 51874/jips. Syakir. Peran kepala sekolah sebagai administrator . tudi multisitu. di MIN 1 dan MIN Flores Timur. Jurnal Visionary, 1. , 43Ae52. https://ejournal. id/index. php/visionary/article/view/638 Yuliana. Kepemimpinan kepala sekolah efektif. Universitas Negeri Yogyakarta Press (UNY Pres.