JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TERINTEGRASI DI PUSKESMAS HARAPAN RAYA PEKANBARU TAHUN 2017 Susi Hartati Akademi Kebidanan Sempena Negeri Pekanbaru. Pekanbaru 28294. Indonesia email: hartatisusi@gmail. Abstrak Latar Belakang: Angka kesakitan dan kematian ibu merupakan masalah yang sangat besar bagi kesehatan terutama bagi negara-negara berkembang. Faktor penyebab angka kematian dan kesakitan ibu salah satunya karena tidak terdeteksinya tanda bahaya selama kehamilan karena kunjungan ANC yang tidak teratur. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan survey analisis korelasi, desain penelitian cross sectional. Populasi seluruh ibu primigravida trimester i yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling jumlah sampel 122 orang . Menggunakan data Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru bulan September sampai bulan Mei 2017. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data Univariat dan Bivariat. Hasil: Hasil analisa univariat yaitu mayoritas responden dengan kategori pengetahuan cukup yaitu 78 orang . ,9%), minoritas responden dengan pengetahuan baik yaitu 12 orang . ,8%), mayoritas responden dengan kunjungan ANC yang tidak lengkap sebanyak 68 orang . ,7%) dan minoritas dengan kategori lengkap melakukan kunjungan ANC sebanyak 54 orang . ,3%). Adapun hasil analisa secara bivariat didapatkan hasil . > pvalue. Simpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan ibu primigravida tentang tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC terintegrasi di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Disarankan bagi tempat penelitian agar terus meningkatkan pelayanan khusus pada ibu hamil dan melaksanakan dengan baik pelayanan ANC terintegrasi Kata Kunci : Pengetahuan. Kunjungan ANC. Ibu primigravida Abstract Background: Mother's morbidity and mortality rate is a big problem for health especially for developing countries. Factors that cause maternal mortality and morbidity one of them because of not detected danger signs during pregnancy due to irregular antenatal care visit. Methods: Quantitative research type with survey correlation analysis, cross sectional research design. Population of all trimester i primigravida mothers who visited antenatal care at Harapan Raya Pekanbaru Public Health Center. The sampling technique is consecutive sampling of 122 samples. Using primary data. The research was conducted at Harapan Raya Pekanbaru Public Health Center from September to May 2017. The research instrument used questionnaire. Univariate and Bivariate data analysis. Result: The result of univariate analysis is the majority of respondents with enough knowledge category that is 78 people . ,9%), minority of respondents with good knowledge that is 12 people . 8%), majority of respondents with incomplete antenatal care visit counted 68 people . ,7% %) and the minority with the complete category made antenatal care visit as many as 54 people . 3%). The result of bivariat analysis obtained . > p-value . Conclusions: This means that there is a relationship between primigravida mother's knowledge about the danger sign of pregnancy with visit of ANC integrated at Harapan Raya Pekanbaru Public Health Center. It is advisable for research sites to continue to improve the special services of pregnant women and carry out well the integrated antenatal care. Keywords: Knowledge. Ante Natal Care Visit. Primigravida JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 PENDAHULUAN Kehamilan adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau Bila dihitung dari saat kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu . inggu ke-13 hingga ke-. , dan trimester ketiga 13 minggu . inggu ke-. ( Prawihardjo, 2. Menurut World Health Organization (WHO,2. sekitar 15% dari seluruh ibu hamil kehamilannya akan bertumbuh dan berkembang menjadi komplikasi yang mengancam jiwa ibu, hal tersebut terjadi dikarenakan ibu tidak memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya selama masa kehamilannya Antenatal care terpadu merupakan pelayanan antenatal komprehensif dan berkualitas yang diberikan kepada semua ibu hamil. Pelayanan tersebut dapat diberikan oleh dokter, bidan, perawat dan tenaga medis lain yang terlatih dan profesional (Ayu Indah Rachmawati. Ratna Dewi Puspitasari , 2. Menurut Marniyati. Saleh, & Soebyakto . WHO memprediksikan bahwa 15% ibu hamil dapat mengalami komplikasi yang membahayakan jiwa. Faktor penting dalam mengurangi mortalitas maternal ialah memiliki tenaga kesehatan yang terampil saat persalinan. Selain itu, sangat penting bekerja sama dengan ibu, keluarga dan masyarakat dalam mempersiapkan persalinan atau kelahiran serta membuat rencana tindakan apabila terjadi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Pada saat ini telah diperkirakan 228 orang ibu meninggal dalam tiap 1. proses persalinan di Indonesia. Angka kematian ibu saat melahirkan yang telah ditargetkan dalam MDGs pada tahun 2015 adalah 110, dengan kata lain akselerasi sangat dibutuhkan pencapaian target tersebut masih cukup Indonesia dianggap belumm mampu mengatasi tingginya angka kematian ibu yang 307 per 1. kelahiran hidup. Berarti setiap tahunnya 778 kematian ibu atau setiap dua jam ada dua ibu hamil, bersalin, nifas Kecenderungan perbandingan pada tahun 1990 yang masih 450 per 000 kelahiran hidup namun target MDGs yang 125 per 1. 000 kelahiran hidup terasa sangat berat untuk dicapai tanpa upaya percepatan (Strategi Akselerasi Pencapaian Target MDGs. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu . ang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifa. sebesar 359 per 100. 000 kelahiran hidup. Laporan tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2012. AKI sebesar 112,7 per 1. 000 kelahiran hidup dan perdarahan sebanyak 39%, diikuti dengan hipertensi dalam kehamilan sebesar 20%, partus lama 9%, infeksi 3% dan penyakit lain seperti penyakit jantung, diabetes dan lain-lain . Angka kematian ibu akibat langsung dari kehamilan di negara berkembang sampai saat ini masih dirasakan cukup Faktor penyebab resiko kematia dan kesakitan ibu salah satunya adalah karena tidak terdeteksinya tanda bahaya selama kehamilan karena kunjungan Antenatal Care (ANC) tidak teratur (Samiati. Fajar, 2. Menurut Varney Helen. Kriebs Jamn M . negara-negara berkembang ada lima penyebab utama kematian ibu, diantaranya adalah perdarahan,sepsis, hipertensi akibat kehamilan, aborsi yang tidak aman dan persalinan macet. Komplikasi penyebab kematian ibu terbanyak adalah karena perdarahan pada JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 kehamilan 45,7%, hipertensi selama kehamilan 14,5% dan infeksi 8%. Menurut Anna Mieke. Martha Irene Kartasurya . Pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan merupakan hak yang penting untuk diketahui oleh masyarakat, khususnya ibu hamil. Hal ini penting karena jika diketahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan diketahui sejak dini, maka penanganannya akan lebih Berkaitan dengan hal itu,para petugas kesehatan juga terus-menerus berupaya menyebarluaskan pengenalan tanda dan bahaya pada ibu hamil (Hidayatun Mukaromah, 2. Saat pengetahuan yang lebih tentang resiko tinggi kehamilan maka kemungkinan ibu akan menentukan sikap dan berprilaku untuk mencegah, menghindari atau mengatasi masalah resiko kehamilan tersebut. Dan ibu memiliki kesadaran untuk melakukan kunjungan antenatal untuk memeriksakan kehamilannya, sehingga apabila terjadi resiko pada masa kehamilan tersebut dapat ditangani secara dini dan tepat pada tenaga kesehatan (Hasugian,2. Tanda-tanda bahaya kehamilan tanda-tanda mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan atau priode antenatal,yang apabila tidak dilaporkan atau ridak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Tanda-tanda bahaya selama priode antenatal seperti perdarahan pervaginam, sakit kepala yang hebat dan menetap, perubahan visual secara tiba-tiba . emandangan kabur, rabun senj. , nyeri abdomen yang hebat, bengkak pada muka atau tangan, bayi kurang bergerak seperti biasa, ketuban pecah sebelum waktunya. Pengetahuan dan persiapan uang harus dilakukan ibu hamil yaitu mengenali tanda-tanda bahaya dan melaksanakan (Maisura & Darmawati, 2. Menurut Nurjasmi, . Ibu hamil yang jarang komplikasi kehamilan, karena dengan pelayanan perawatan kehamilan yang teratur dapat dilakukan deteksi secara dini terhadap kemungkinan adanya penyakit yang timbul pada masa Cakupan K1 dan cakupan K4 mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 bahwa adanya Continue Of Care dalam penangan ibu hamil dan menilai sejauh mana peranan petugas dalam penanganan ibu hamil. Pada tahun 2014, capaian indikator kinerja Persentase Ibu Hamil Mendapat Pelayanan Antenatal (Cakupan K. belum terealisasi dengan baik yaitu mencapai 95% (Dinas Kesehatan Provinsi Riau, 2015. Data cakupan K4 menurut distribusi kabupaten/kota menunjukkan adanya kabupaten/kota dengan capaian tertinggi terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir sebesar 100%, diikuti oleh Kabupaten Kep. Meranti 99,5% Kabupaten Bengkalis sebesar 97,6%. Kabupaten/Kota capaian terendah adalah Kabupaten Rokan Hilir sebesar 74,9% diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hulu sebesar 86,1%, dan Kabupaten Kampar sebesar 86,4% ((Kesehatan & Riau, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2016, yang melakukan kunjungan Antenatal Care tertinggi terdapat Di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru dari jumlah ibu hamil yaitu 2649 di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru, ibu hamil yang melakukan K1 di bulan dibulan November yaitu sebanyak 213 orang dan K4 yaitu sebanyak 209 orang, sedangkan K1 dibulan Desember yaitu sebanyak 210 orang dan K4 yaitu sebanyak 206 orang. Cakupan K1 dan cakupan K4 mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 bahwa adanya Continue Of Care dalam penangan ibu hamil dan JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 menilai sejauh mana peranan petugas dalam penanganan ibu hamil. Pada tahun AuPersentase Ibu Hamil Mendapat Pelayanan Antenatal (Cakupan K. Ay belum terealisasi dengan baik yaitu mencapai 95% (Dinas Kesehatan Provinsi Riau, 2. Data cakupan K4 menurut distribusi kabupaten/kota menunjukkan adanya kesenjangan cakupan antar kabupaten/kota dengan capaian tertinggi terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir sebesar 100%, diikuti oleh Kabupaten Kep. Meranti 99,5% Kabupaten Bengkalis sebesar 97,6%. Kabupaten/Kota capaian terendah adalah Kabupaten Rokan Hilir sebesar 74,9% diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hulu sebesar 86,1%, dan Kabupaten Kampar sebesar 86,4% (Dinas Kesehatan Provinsi Riau, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2016, yang melakukan kunjungan Antenatal Care tertinggi terdapat Di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru dari jumlah ibu hamil yaitu 2649 di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru, ibu hamil yang melakukan K1 sampai bulan Desember 2017 yaitu sebanyak 210 orang dan K4 yaitu sebanyak 206 orang. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kunjungan Antenatal Care Terintergritas Di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Tahun 2017Ay. METODE PENELITIAN Jenis korelasi dengan desain penelitian ini merupakan studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Pada bulan Maret-Mei Tahun 2017. Populasi dalam penelitian seluruh primigravida trimester i diwilayah kerja Puskesmas Harapan Raya dari bulan September 2016- Mei 2017 sebanyak 175 orang dan jumlah sampel berjumlah 122 orang dengan teknik pengambilan sampel Consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist dan Data di analisa menggunakan uji Chi Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Hasil penelitian yang telah Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kunjungan Antenatal Care Terintergrasi Di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Tahun 2017 dapat di lihat di bawah ini : Tabel Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Bahaya Kehamilan di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Tahun 2017 No. Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Frekuensi (%) Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa sebanyak 78 orang . ,9%) dan minoritas respoden berpegetahuan baik yaitu sebanyak 12 orang . ,8%). Tabel Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kunjungan Ibu Primigravida tentang Bahaya Kehamilan di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Tahun 2017 No. Kepatuhan Lengkap Tidak lengkap Jumlah Frekuensi JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa ANC terintegrasi responden dalam kategori tidak lengkap yaitu sebanyak 68 orang . ,7%), dan minoritas responden dalam kategori lengkap yaitu sebanyak 54 orang . ,3% Analisis Bivariat Hubungan Pengetahuan ibu primigravida tentang tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan antenatal care terintegrasi di puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Tabel 3 Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kunjungan Antenatal Care Terintergritas Di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru Tahun 2017 Kunjungan Antenatal Care Terintegrasi Pengetahuan Jlh Baik Cukup Kurang Total Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa dari 12 responden yang berpengetahuan baik 9 orang dalam kategori lengkap melakukan kunjungan ANC Terintegrasi dan 3 orang . %) dalam kategori tidak lengkap, dari 78 responden yang berpengetahuan cukup 35 orang . ,9%) dalam kategori lengkap melakukan kunjungan ANC Terintegrasi dan 43 orang . ,1%) dalam kategori tidak lengkap, dan dari 32 responden yang bearpengetahuan kurang 10 orang . ,3%) dalam kategori lengkap melakukan kunjungan ANC Terintegrasi dan 22 orang . ,8%) dalam kategori tidak lengkap. Dari hasil uji Chi-Square, dengan menggunakan sistem komputerisasi menunjukkan hasil dengan p-value =0,03 maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Kunjungan Antenatal Care Terintegrasi Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru 0,03 0,05 PEMBAHASAN Berdasarkan diperoleh dari 12 orang responden yang berpengetahuan baik dengan lengkap melakukan kunjungan ANC Terintegrasi selama hamil sebanyak 9 orang . %) dan yang tidak lengkap sebanyak 3 orang . %). Sedangkan dari 78 orang responden yang berpengetahuan cukup dengan lengkap melakukan kunjungan ANC Terintegrasi selama hamil sebanyak 35 orang . ,9%) dan yang tidak lengkap sebanyak 43 orang . ,1%). Selain itu dari 32 responden yang berpengetahuan kurang dengan lengkap melakukan kunjungan ANC Terintegarsi sebanyak 10 orang . ,3%) dan yang tidak lengkap sebanyak 22 orang . ,8%). Berdasarkan Sumi menggunakan uji Chi Kuadrat dengan 1 sampel didapatkan nilai 2= 14,28 dan nilai ini lebih besar dari 2 tabel = ,841. Dengan ketentuan bila nilai 2 Ou 2 tabel. Maka H0 ditolak dan H1 diterima. JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN. VOL. 3 NO. 1 JULI 2018 artinya ada Keteraturan Ibu Hamil dalam Melaksanakan Kunjungan Antenatal Care (ANC) terhadap Hasil Deteksi Dini Risiko Tinggi Ibu Hamil di Poli KIA RSUD Gambiran Kota Kediri (Sumy Dwi Antono, 2. Dari hasil uji chi-square, dengan menggunakan program SPSS 15,0 for windows menunjukkan hasil dengan p value = 0,03 maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kunjungan ANC Terintegrasi. Tanda bahaya kehamilan merupakan tanda-tanda adanya bahaya yang terjadi selama kehamilan dan apabila tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu, yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi dan motivasi yang kuat agar ibu memeriksakan kehamilannya secara Dengan adanya perbedaan jumlah pengalaman hamil mungkin dapat mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan. SIMPULAN Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa hasil uji Chi-square diperoleh hasil dengan P-value = 0,000 (=0,. Maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat Hubungan antara Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Kunjungan Antenatal Care Terintergrasi Di Puskesmas Harapan Raya Tahun 2017. UCAPAN TERIMAKASIH AlhamdulillahirobbilAoalamin penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini serta kepada Kepala Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru yang telah banyak memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian dengan judul Hubungan Pengetahuan Ibu Primigravida tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Kunjungan Antenatal Care Terintergrasi Di Puskesmas Harapan Raya Tahun DAFTAR PUSTAKA