Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 159 - 168 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. MATRIK Jurnal Manajemen dan Teknik IndustriProduksi Journal homepage: http://w. id/index. php/matriks Analisis Dampak Lingkungan Produksi Sepatu Kulit Menggunakan Metode Value Stream Mapping (VSM). Life Cycle Assessment (LCA), dan Material Flow Analysis (MFA) Isna Nugraha1*. Dean Tirkaamiana2. Sinta Dewi3. Iffad Rakmanhuda4 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik & Sains. UPN AuVeteranAy Jawa Timur Jl. Rungkut Madya. Gunung Anyar. Surabaya. Jawa Timur, 60294. Indonesia. ti@upnjatim. Corresponding Author INFO ARTIKEL ABSTRAK doi: 10. 350587/Matrik Penelitian ini menganalisis dampak lingkungan produksi sepatu kulit di UMKM XYZ melalui integrasi Value Stream Mapping (VSM). Life Cycle Assessment (LCA), dan Material Flow Analysis (MFA). Pendekatan terpadu digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan proses, hotspot dampak lingkungan, dan ketidakefisienan aliran material. Hasil menunjukkan bahwa pemotongan bahan memberikan kontribusi dampak terbesar . ,82%), diikuti penjahitan . ,15%), finishing . ,57%), perakitan . ,65%), dan perancangan . ,80%). Analisis LCA menghasilkan dampak global warming sebesar 123,83 kg COCC-eq (A0,41 kg COCC-eq per pasan. , ozone formation 5,35 kg NOx-eq, dan human toxicity air 5,35 kg VOCs-eq. Pemanfaatan 64 kg limbah kulit dan 45 kg limbah karet menjadi produk bernilai tambah efektif meningkatkan keuntungan sebesar 110%, dari Rp1. 000 menjadi Rp2. Rekomendasi meliputi optimalisasi pola pemotongan, pemanfaatan limbah berbasis circular economy, dan efisiensi energi pada tahap finishing. Integrasi VSMAeLCAAe MFA terbukti meningkatkan efisiensi material sekaligus mendukung keberlanjutan produksi. Jejak Artikel : Upload artikel 26 Januari 2026 Revisi oleh reviewer 12 Maret 2026 Publish 31 Maret 2026 Kata Kunci : Life Cycle Assessment. Material Flow Analysis. Sepatu Kulit. UMKM. Value Stream Mapping ABSTRACT This study analyzes the environmental impact of leather shoe production at XYZ MSMEs through the integration of Value Stream Mapping (VSM). Life Cycle Assessment (LCA), and Material Flow Analysis (MFA). The integrated approach was used to identify process waste, environmental hotspots, and material flow inefficiencies. The results show that the cutting process contributes the highest impact . 82%), followed by sewing . 15%), finishing . 57%), assembly . 65%), and design . 80%). LCA results indicate a global warming impact of 83 kg COCC-eq (A0. 41 kg COCC-eq per pai. , ozone formation of 5. 35 kg NOxeq, and human toxicity air of 5. 35 kg VOCs-eq. The utilization of 64 kg of leather waste and 45 kg of rubber waste into value-added products effectively increased profit by 110%, from IDR 1,185,000 to IDR 2,490,000. Recommendations include optimizing cutting patterns, implementing circular economy-based waste utilization, and improving energy efficiency in the finishing stage. The integration of VSMAeLCAAeMFA enhances material efficiency and supports production sustainability. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Nugraha et all/Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 159 - 168 Pendahuluan Metode Penelitian Lingkungan merupakan komponen penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia . Peningkatan pertumbuhan ekonomi telah memberi tekanan besar terhadap sumber daya alam dan ekosistem . , sehingga pembangunan industri perlu menerapkan prinsip keberlanjutan untuk menjaga keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan . Aktivitas produksi yang tidak terkendali juga dapat menyebabkan pemborosan material konsumsi energi . Industri permasalahan rendahnya efisiensi proses, tingginya konsumsi listrik, serta pengelolaan limbah kulit dan sol karet yang belum optimal. Kondisi ini umum terjadi pada UMKM yang masih terbatas dalam penerapan teknologi hijau . Sektor kulit dan alas kaki juga termasuk industri dengan dampak lingkungan tinggi, terutama pada kategori global warming potential dan human toxicity . Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu untuk mengidentifikasi waste, memetakan aliran material, dan menilai dampak lingkungan. Value Stream Mapping (VSM) digunakan untuk memetakan aliran proses dan mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah . Life Cycle Assessment (LCA) untuk menilai dampak lingkungan sepanjang siklus hidup produk . , dan Material Flow Analysis (MFA) untuk menggambarkan aliran serta kehilangan material . Integrasi ketiganya memberikan gambaran menyeluruh terkait efisiensi proses dan dampak lingkungan . Beberapa penelitian sebelumnya umumnya menggunakan VSM. LCA, atau MFA secara Sedangkan, pada penelitian ini mengintegrasikan ketiganya dalam satu alur analisis pada skala UMKM sepatu kulit untuk mempertimbangkan aspek proses, lingkungan, dan ekonomi secara bersamaan . Pada penelitian ini digunakan tiga metode analisis, yaitu Value Stream Mapping (VSM). Life Cycle Assessment (LCA), dan Material Flow Analysis (MFA). VSM digunakan untuk memetakan aliran material dan informasi dalam proses produksi serta mengklasifikasikan aktivitas menjadi value-added (VA), non-value added (NVA), dan necessary but non-value added (NNVA) . Metode ini membantu meningkatkan efisiensi proses dan mendukung lingkungan dan ekonomi . LCA merupakan metode terstandar untuk menilai dampak lingkungan sepanjang siklus hidup produk sesuai ISO 14040/14044 . Seluruh input dan output dianalisis berdasarkan functional unit melalui tahapan goal and scope definition, life cycle inventory (LCI), life cycle impact assessment (LCIA), dan interpretation . Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak seperti SimaPro berbasis database Ecoinvent . MFA digunakan untuk mengidentifikasi dan menyeimbangkan aliran material dalam suatu sistem . Tahapannya meliputi system definition, pengolahan data, pengembangan model, dan evaluasi . , dengan dukungan perangkat seperti STAN . OCPM Framework . , dan Microsoft Excel . Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada UMKM XYZ, produsen sepatu kulit di Surabaya. Penelitian ini menganalisis aliran proses produksi, konsumsi energi, dan timbulan limbah menggunakan Value Stream Mapping (VSM). Life Cycle Assessment (LCA), dan Material Flow Analysis (MFA) secara terpadu untuk mengidentifikasi titik kritis dampak Tahapan Penelitian Tahapan penelitian ini dibagi menjadi lima langkah utama. Pertama, identifikasi proses produksi sepatu kulit dengan menentukan urutan aktivitas mulai dari penerimaan bahan Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 159 - 168 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. baku hingga produk akhir berdasarkan input, output, dan waktu siklus. Kedua, pemetaan proses menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk menggambarkan aliran material dan informasi serta mengidentifikasi aktivitas Value Added. Non-Value Added, dan Necessary Non-Value Added sebagai dasar evaluasi Ketiga, lingkungan dilakukan menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan cradleto-cradle, yang meliputi tahapan Goal and Scope Definition. Life Cycle Inventory (LCI). Life Cycle Impact Assessment (LCIA), dan Interpretation. Batas sistem . ystem boundar. mencakup seluruh tahapan produksi hingga pemanfaatan kembali limbah sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular. Keempat, analisis aliran material dilakukan dengan Material Flow Analysis (MFA) untuk menilai keseimbangan massa antara input bahan baku, produk, dan limbah melalui visualisasi Diagram Sankey. Kelima, penyusunan rekomendasi dilakukan berdasarkan hasil integrasi VSM. LCA, dan MFA guna meningkatkan efisiensi proses, mengurangi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai Ketiga metode tersebut digunakan secara berurutan, di mana VSM mengidentifikasi titik pemborosan proses. LCA menunjukkan besarnya dampak lingkungan pada tiap tahapan, dan MFA menelusuri aliran material serta peluang perbaikannya. Diagram ini memperlihatkan hubungan antar tahapan produksi sepatu kulit, mulai dari aliran bahan baku, energi, hingga proses daur ulang limbah yang menjadi bagian dari siklus hidup produk secara menyeluruh. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan visual menggunakan perangkat lunak OpenLCA untuk menilai dampak lingkungan serta memvisualisasikan aliran material melalui Diagram Sankey. Data energi, emisi, dan limbah diperoleh dari kombinasi pengukuran langsung di lapangan, literatur pendukung, serta estimasi default value dari database Ecoinvent. Pendekatan ini memastikan validitas hasil analisis dan representasi yang akurat terhadap kondisi aktual proses produksi di UMKM XYZ. Hasil dan Pembahasan Value Stream Mapping (VSM) Gambar 2. Value Stream Mapping Produksi Sepatu Kulit Sumber: Pengolahan Data UMKM XYZ . Proses divisualisasikan menggunakan Value Stream Mapping dengan mencantumkan durasi setiap Proses dimulai dari gudang hingga tahap perencanaan. Pada tahap ini dilakukan kebutuhan dan tren pasar dengan membuat sketsa awal yang mencakup detail desain seperti bentuk, tinggi hak, dan ornamen, serta pemetaan pola yang akan digunakan untuk proses pemotongan. Setelah tahap perencanaan, dilanjutkan dengan pemotongan bahan, yaitu pemotongan kulit berdasarkan pola yang telah dibuat pada tahap perencanaan. Kemudian, pada tahap penjahitan bahan, potongan kulit dijahit menjadi komponen sepatu, termasuk bagian Gambar 1. System Boundary LCA (Cradle-toCradl. Sumber: Bureau of Economic Geology. University of Texas at Austin . Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Nugraha et all/Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 159 - 168 menggunakan mesin jahit atau secara manual. Dalam proses perakitan sepatu kulit, komponen-komponen sepatu disatukan menjadi sepatu utuh, seperti memasangkan last . etakan kak. untuk membentuk struktur sepatu, menyambungkan bagian upper dengan midsole dan outsole, serta melakukan proses pembentukan dan pengeringan. Tahap terakhir penyempurnaan dan penambahan detail pada sepatu, seperti pemolesan, pewarnaan, dan meningkatkan daya tarik dan ketahanan. Life Cycle Assessment (LCA) Adapun tahapan dalam Life Cycle Assessment (LCA), diantaranya: Global Scope Life Cycle Assessment Tahapan ini berfungsi untuk menetapkan tujuan pelaksanaan analisis LCA serta mendefinisikan ruang lingkup, batasan sistem, dan unit fungsional yang digunakan dalam Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi timbulan limbah serta menganalisis dampak lingkungan yang muncul akibat aktivitas produksi pada Objek penelitian difokuskan pada produk sepatu kulit, dengan cakupan analisis menggunakan pendekatan cradle to cradle yang mencakup seluruh rangkaian proses produksi, mulai dari tahap perancangan dan desain, pemotongan bahan, penjahitan, perakitan, hingga tahap akhir yaitu finishing. Life Cycle Inventory (LCI) Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis melalui tahapan Life Cycle Inventory (LCI). Pada tahap ini dilakukan pengumpulan serta pengolahan data terkait seluruh input dan output yang terlibat dalam proses produksi sepatu kulit sesuai dengan batasan sistem yang telah ditetapkan. Input mencakup seluruh bahan baku, material pendukung, serta energi yang digunakan selama proses produksi berlangsung. Sementara itu, output meliputi hasil akhir dari proses tersebut, baik berupa produk jadi maupun limbah yang dihasilkan. Analisis Life Cycle Inventory (LCI) ini bertujuan untuk menyajikan hasil evaluasi yang sistematis terhadap aspek lingkungan pada setiap tahapan produksi, sehingga dapat diketahui besarnya kontribusi masing-masing proses terhadap potensi dampak lingkungan. Berikut disajikan data input dan output Life Cycle Inventory (LCI) untuk produksi sebanyak 300 pasang sepatu kulit: Tabel 1. Input dan Output LCI Produksi Sepatu Kulit Input Materia Jumla Satua Perancangan dan Desain Kertas Tinta Listrik Pemotongan Bahan Kulit Sol karet Alat Potong Mesin Potong Listrik Penjahitan Bahan Benang Perakitan Sepatu Kulit Sol karet 44 Lem Perekat Paku Listrik Finishing Polishin Dyeing Unit Gas CO2 Sisa Sisa sol Gas CO2 Gas CO2 Emisi VOC Emisi CO2 Emisi NOx . Sepatu Unit Bagian Sisa Satua Protecti Coating Listrik Jumla Listrik Output Materi Sumber: Data Primer diolah, 2025 Proses produksi sepatu kulit menghasilkan emisi gas utama berupa COCC. VOC, dan NOx yang menjadi indikator dampak lingkungan, khususnya terhadap pemanasan global dan pencemaran udara. Emisi COCC bersumber dari penggunaan energi listrik dan bahan bakar, sedangkan VOC dan NOx berasal dari proses Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 159 - 168 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. finishing serta bahan kimia seperti lem dan Data menggunakan OpenLCA untuk menilai kontribusinya terhadap global warming, human toxicity, dan ozone formation, sehingga dapat diketahui tahapan produksi yang paling berpengaruh dan strategi pengurangannya. No. Life Cycle Impact Assessment (LCIA) Setelah tahap Life Cycle Inventory (LCI) selesai, dilakukan Life Cycle Impact Assessment (LCIA) untuk menilai besarnya dampak lingkungan dari proses produksi sepatu kulit. Setiap emisi dan penggunaan sumber daya dianalisis untuk mengetahui kontribusinya terhadap berbagai kategori dampak lingkungan. Tahapan ini juga menjadi dasar dalam membandingkan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah penerapan metode Life Cycle Impact Assessment (LCIA). Dampak Lingkungan Terestial Aquatic (N) Aquatic (P) Human toxicity air Human toxicity water Tabel 2. Kategori Dampak Pada LCA No. Dampak Lingkungan Global Warming Ozone Depletion Ozone Formation (Vegetatio. Ozone Formation (Huma. Acidification Deskripsi Penyebab Dampak emisi gas rumah kaca suhu global. Emisi CO2. CH4. N2O, dan gas rumah kaca lainnya bahan bakar pertanian, dll. Pengurangan lapisan ozon stratosfer yang Bumi dari sinar ultraviolet (UV) Pembentukan ozon troposfer . yang dapat negatif pada tanaman dan Pembentuka ozon troposfer yang dapat negatif pada Pengasaman akibat emisi gas Emisi CFCs, halons, dan bahan kimia perusak ozon Emisi VOCs (Volatile Organic Compound. dan NOx yang bereaksi di bawah sinar Emisi VOCs dan NOx dari industri, dll. Pembakaran bahan bakar Human toxicity soil Ecotoxicity water chronic Ecotoxicity water acute Ecotoxicity soil chronic Hazardous Deskripsi Penyebab asam, seperti SO2 dan NOx, yang dapat hujan asam Kelebihan nutrien . eperti nitroge. di ekosistem darat yang dapat Kelebihan nutrien nitrogen di ekosistem air alga berlebih dan kematian organisme air. Kelebihan nutrien fosfor di ekosistem air alga berlebih dan kematian organisme air. Dampak bahan kimia beracun di udara terhadap fosil, proses industri, dll. Dampak bahan kimia beracun di air terhadap Dampak bahan kimia beracun di tanah terhadap Dampak bahan kimia beracun di air terhadap ekosistem air dalam jangka Dampak bahan kimia beracun di air terhadap ekosistem air dalam jangka Dampak bahan kimia beracun di tanah terhadap ekosistem tanah dalam jangka Dampak jumlah berbahaya yang sepanjang siklus hidup produk. Pertanian, domestik dan Pertanian, domestik dan Pertanian, domestik dan Emisi industri, bahan bakar Limbah sumber air. Pertanian, bahan kimia. Limbah Tumpahan bahan kimia. Pertanian, bahan kimia. Proses industri, bahan kimia Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Nugraha et all/Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 159 - 168 No. Dampak Lingkungan Slags/sheds Bulk waste Radioactive Resource . Deskripsi Dampak dari jumlah limbah slag . isa proses loga. dan sheds . isa Jumlah limbah besar yang sepanjang siklus hidup produk. Jumlah limbah radioaktif yang sepanjang siklus hidup produk. Penggunaan sumber daya alam, termasuk bahan baku, energi, dan air. Gambar 4. Model Graph Produksi Sepatu Kulit Sumber: Pengolahan Data UMKM XYZ . Penyebab Industri produksi bahan Hasil pengolahan data dengan OpenLCA menggambarkan lima tahapan utama produksi sepatu kulit, yaitu perancangan, pemotongan, penjahitan, perakitan, dan finishing. Setiap tahap memiliki input bahan baku yang berbeda sesuai fungsi masing-masing dalam membentuk produk akhir. Konstruksi, industri berat. Industri nuklir, . Hasil Analisis Life Cycle Impact Assessment (LCIA) Hasil analisis LCIA dengan OpenLCA menunjukkan tiga kategori utama dampak lingkungan dari produksi sepatu kulit, yaitu pemanasan global, pembentukan ozon troposfer, dan toksisitas terhadap manusia melalui udara. Ketiga dampak tersebut berasal dari emisi gas dan penggunaan bahan kimia selama proses produksi. Ekstraksi bahan baku, penggunaan air dalam proses Sumber: Data Primer diolah, 2025 . Inventory Result Tabel 3. Hasil Analisis LCIA Dampak Lingkungan global warming ozone formation human toxicity air Nilai 123,83 5,35 5,35 Satuan kg CO2-eq kg NOx-eq kg VOCs-eq Sumber: Data Primer diolah, 2025 Hasil analisis Life Cycle Impact Assessment (LCIA) menunjukkan bahwa produksi sepatu kulit pada UMKM XYZ menimbulkan dampak lingkungan utama berupa pemanasan global sebesar 123,83 kg COCC-eq untuk 300 pasang produk . ekitar 0,41 kg COCC-eq per pasan. , pembentukan ozon 5,35 kg NOx-eq, dan toksisitas udara 5,35 kg VOCs-eq. Dampak terbesar berasal dari emisi COCC akibat penggunaan listrik pada tahap pemotongan dan finishing, sehingga efisiensi energi dan pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi langkah penting dalam upaya pengurangan emisi karbon. Jika dibandingkan dengan hasil penelitian global, nilai emisi tersebut tergolong lebih rendah dibandingkan studi oleh Bodoga . yang melaporkan jejak karbon sebesar 18,65 kg COCC-eq per pasang sepatu kerja dan penelitian oleh Rossi yang menunjukkan nilai sekitar 27 kg COCC-eq per pasang sepatu hiking . Perbedaan tersebut disebabkan oleh skala Gambar 3. Inventory Result Sumber: Pengolahan Data UMKM XYZ . Tahap ini menghasilkan data output dari proses produksi sepatu kulit berupa emisi COCC. VOC. NOx, serta limbah padat seperti sisa potongan kulit dan sol. Data tersebut diolah menggunakan OpenLCA untuk mengetahui kontribusi tiap proses terhadap dampak lingkungan, sehingga diperoleh gambaran sejauh mana aktivitas produksi memengaruhi emisi udara dan limbah padat. Siklus Produk (Model Grap. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Matrik : Jurnal Manajemen & Teknik Industri Ae Produksi Volume XXVI. No. Maret 2026. Halaman 159 - 168 p-ISSN: 1693-5128, e-ISSN : 2621-8933 doi: 10. 350587/Matrik v26i2. produksi UMKM yang lebih kecil, penggunaan bahan baku lokal, serta konsumsi energi listrik yang relatif rendah dibandingkan industri besar. Temuan ini sejalan dengan studi Navarro yang menegaskan bahwa tahap penyamakan dan finishing merupakan titik kritis terhadap emisi karbon dan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam industri kulit . Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa efisiensi energi serta pengelolaan limbah dan bahan kimia pada tahap akhir produksi berperan penting dalam menurunkan dampak lingkungan, sekaligus menunjukkan bahwa penerapan integrasi metode VSMAeLCAAeMFA efektif dalam keberlanjutan produksi pada skala UMKM. Material Flow Analysis (MFA) Jumlah limbah ini menunjukkan adanya kehilangan material yang cukup besar dari total bahan baku yang digunakan. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa optimalisasi pola pemotongan masih memiliki peluang perbaikan yang cukup luas. Jika dijual langsung, limbah tersebut menghasilkan keuntungan Rp1. 000 dalam enam hari. Namun, apabila diolah menjadi produk bernilai tambah, keuntungan meningkat menjadi Rp2. 000 atau meningkat sekitar 110% dibandingkan penjualan limbah secara Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah secara produktif efektif dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi. Tabel 4. Hasil Analisis Peningkatan Nilai Tambah Limbah UMKM XYZ Jenis Hasil Harg Kuantit Kuantit Limba Pengolaha Total Jual Potonga Dompet 30 pcs n Kulit 64 kg Sabuk 42 pcs Potonga Pupuk n Karet 45 kg Total Keuntungan Gambar 5. Diagram Sankey Produksi Sepatu Kulit Sumber: Pengolahan Data UMKM XYZ . Sumber: Data Primer diolah, 2025 Pada bagian ini, proses produksi dianalisis Diagram Sankey lingkungan terbesar. Lebar garis menunjukkan intensitas aliran, sedangkan warna merah menunjukkan dampak negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemotongan bahan memiliki kontribusi tertinggi . ,82%), diikuti penjahitan . ,15%), finishing . ,57%), perakitan . ,65%), dan perancangan . ,80%). Persentase tersebut menunjukkan bahwa lebih dari setengah dampak produksi terkonsentrasi pada satu tahapan utama. Hal ini mengindikasikan bahwa efisiensi pada tahap pemotongan akan memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan dampak secara Proses tersebut menghasilkan rata-rata 64 kg limbah kulit dan 45 kg limbah karet per periode Sebanyak 64 kg limbah kulit dapat diolah kembali menjadi produk baru, menghasilkan 30 buah dompet dengan harga jual Rp 45. 000 per buah dan 42 buah ikat pinggang dengan harga jual Rp 20. 000 per buah. Sementara itu, 45 kg limbah karet dapat diubah menjadi 25 karung pupuk organik yang dijual dengan harga Rp 000 per karung. Dari hasil pengolahan tersebut, total keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 2. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah yang sebelumnya dianggap sebagai sisa produksi sebenarnya memiliki potensi nilai tambah yang signifikan apabila dikelola secara tepat. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa integrasi analisis proses melalui VSM, pengukuran dampak melalui LCA, dan evaluasi aliran material melalui MFA mampu menghasilkan solusi yang tidak hanya Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Program Studi Teknik Industri. Universitas Muhammadiyah Gresik. Jawa Timur. Indonesia Nugraha et all/Matrik. Vol. XXVI. No. 2 Maret 2026. Halaman 159 - 168 mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan kinerja ekonomi UMKM. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi memberikan arah perbaikan yang aplikatif dan . Kesimpulan dan Saran Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Value Stream Mapping (VSM). Life Cycle Assessment (LCA), dan Material Flow Analysis (MFA) memberikan gambaran komprehensif terhadap efisiensi proses serta dampak lingkungan pada produksi sepatu kulit di UMKM XYZ. Analisis mengungkap bahwa tahap pemotongan bahan memiliki kontribusi terbesar terhadap emisi dan pemborosan material, sedangkan hasil LCA menunjukkan dampak utama berupa pemanasan global, pembentukan ozon troposfer, dan toksisitas udara yang dipicu oleh penggunaan energi listrik serta bahan kimia pada proses finishing dan perakitan. Melalui MFA, diketahui bahwa limbah padat hasil pemotongan dapat dimanfaatkan menjadi produk baru seperti dompet, sabuk, atau pupuk organik, sehingga menurunkan dampak keuntungan hingga dua kali lipat. Secara keseluruhan, integrasi VSMAeLCAAeMFA pada UMKM sepatu kulit merupakan pendekatan baru dalam menilai efisiensi lingkungan secara terpadu, yang terbukti efektif dalam keberlanjutan produksi pada skala usaha kecil dan menengah. Daftar Pustaka