Taqdir Volume 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah Sania Alfaini IAIN Surakarta Shania. alfaini86@gmail. Abstract Curriculum is an important focus for educational institutions of various levels. Because it describes the vision, mission, and educational goals of the nation, there needs to be a good pattern and form of curriculum. To carry out the curriculum at an institution requires organized curriculum management, including concepts, planning, implementation and MA Al-Ukhuwah sukoharjo is one of the educational institutions that has a structured curriculum management. The research method used is qualitatively descriptive, , by retrieving data through interviews and documentation from related parties. The results found are the curriculum concepts used in MA Al-ukhuwah covering the national and local pesantren curriculum. Seen how the planning carried out by all stakesholders, the implementation of curriculum structure and the equitable self-development of santri as well as curriculum evaluation that produces many achievements as well as alumni of Islamic character and has advantages in their fields. Keywords: Local Content Curicculum. Arabic Language Abstrak Kurikulum merupakan fokus penting bagi lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan. Karena menggambarkan visi, misi, dan tujuan pendidikan bangsa, maka perlu adanya pola dan bentuk kurikulum yang baik. Untuk melaksanakan kurikulum pada suatu lembaga diperlukan manajemen kurikulum yang tertata, meliputi konsep, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. MA Al-Ukhuwah sukoharjo merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki manajemen kurikulum yang terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi dari pihak terkait. Hasil yang ditemukan adalah Konsep kurikulum yang digunakan di MA Al-ukhuwah meliputi kurikulum nasional dan local pesantren. Terlihat bagaimana perencanaan yang dilakukan oleh seluruh stakesholders, pelaksanaan struktur kurikulum dan pengembangan diri santri yang merata juga evaluasi kurikulum yang menghasilkan banyak prestasi juga alumni berkarakter islam dan memiliki keunggulan pada bidangnya. Kata Kunci: Kurikulum Muatan lokal. Bahasa Arab PENDAHULUAN Dalam mengelola lembaga pendidikan yang baik tentunya harus terdapat pola sistem pendidikan yang baik pula, karena itu pemerintah telah membuat sebuah aturan terkait dengan isi, tujuan, dan bahan pelajaran serta cara yang dipakai untuk dijadikan sebuah pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar yang dinamakan dengan kurikulum. Kurikulum ini mempunyai posisi strategis Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah dalam lembaga pendidikan karena mendiskripsikan visi, misi, serta tujuan dari pendidikan bangsa. Penguasaan suatu bahasa asing idealnya dilakukan dengan penciptaan lingkungan berbahasa yang baik. Praktiknya, dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia khususnya pada Madrasah , hal tersebut masih tergolong kurang sehingga dalam mempelajarinya siswa masih merasa asing dan beberapa dintaranya Pembelajaran bahasa arab di Indonesia terfokus kepada banyaknya teori yang digunakan, seperti penggunaan qowaAoid yang tergolong AukompleksAy bagi para siswa yang masih dalam proses pembelajaran, utamanya mereka yang kurang memiliki latarbelakang mempelajari bahasa Arab. Proses pengenalan bahasa arab dapat dimulai dengan memahami ketrampilan berbahasa seperti mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Kemahiran berbicara menjadi hal yang dapat dibuktikan bahwa seseorang mampu menguasai suatu bahasa. Menurut Munif . tujuan dari praktik berbicara / Maharah Kalam tersebut yakni agar seseorang mampu menyampaikan apa yang dimaksudkannya melalui lisan. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan lingkungan berbahasa, slah satunya dengan membnetuk kurikulum muatan lokal. Dalam membentuk kurikulum muatan lokal tidak terlepas dari campurtangan pihak sekolah, atau yang biasa disebut manajemen. Manajemen tidak akan terlepas dari kegiatan pembelajaran karena manajemen tersebut merupakan usaha untuk mensukseskan suatu tujuan dalam Diperlukan adanya pengelolaan, penataan, dan pengaturan ataupun kegiatan yang sejenis yang masih berkaitan dengan lembaga pendidikan guna mengembangkan sumber daya manusia agar dapat memenuhi tujuan daripada pendidikan tersebut seoptimal mungkin. Manajemen kurikulum adalah sebuah bentuk usaha atau upaya bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran khususnya usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar. Dalam upaya Ae upaya tersebut diperlukan adanya evaluasi, perencanaan, dan pelaksanaan yang merupakan satuan rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Sedangkan manajemen pembelajaran ialah suatu sistem dengan komponenkomponen yang saling berkaitan. Komponen-komponen pembelajaran meliputi: peserta didik, guru, bahan ajar, kurikulum, sarana prasarana, serta strategi pembelajaran (Dedi Lazuardi, 2. Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah Dengan demikian manajemen kurikulum dan pembelajaran saling berkaitan satu sama lain dalam suatu pendidikan, untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen kurikulum salah satu aspek yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran dalam pendidikan nasional. Di samping itu, kurikulum merupakan suatu sistem program pembelajaran untuk mencapai tujuan institusional pada lembaga pendidikan, sehingga kurikulum memegang peranan penting dalam mewujudkan sekolah yang bermutu atau berkualitas. Untuk menunjang keberhasilan kurikulum, diperlukan upaya pemberdayaan bidang manajemen atau pengelolaan kurikulum. Pengelolaan kurikulum pada tingkat lembaga atau sekolah perlu di koordinasi oleh pihak pimpinan . dan pembantu pimpinan . yang dikembangkan secara integral dalam konteks 2 Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta disesuaikan dengan visi dan misi lembaga pendidikan yang bersangkutan. Berdasarkan hal tersebut, makalah ini ditulis untuk membantu mempersiapkan manajemen sekolah bermutu terutama berkenaan dengan manajemen kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan di sekolah, baik itu dilakukan oleh para guru, komite sekolah, kepala sekolah, dan pihak pihak yang terkait dengan mengembangkan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan. Kurikulum adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat dan menunjang satu sama lain. Komponen-komponen kurikulum tersebut terdiri dari tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Dalam bentuk sistem ini kurikulum akan berjalan menuju suatu tujuan pendidikan dengan adanya saling kerja sama di antara seluruh subsistemnya. Apabila salah satu dari variabel kurikulum tidak berfungsi dengan baik, maka sistem kurikulum akan berjalan kurang baik dan maksimal. (Nasbi, 2. Oleh sebab itu untuk mencapai pembelajaran yang efektif dan efisien guru atau ustadz sudah menjadi kewajiban untuk mempersiapkan semua perangkatperangkat yang berkaitan dengan kurikulum maupun alat pembelajaran seperti program tahunan, program semester, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian tujuan dari penelitiannya ini untuk mengetahui konsep penerapan kurikulum muatan lokal dengan penciptaan lingkungan berbahasa Arab (BiAoah Lughowiyya. Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah Beberapa diantaranya Habibi . bahwa pembentukan lingkungan berbahasa Arab berbasis pesantren tradisional maupun modern dapat meningkatkan ketrampilan berbicara bahasa Arab pada siswa MAN 1 Surakarta Program Khusus. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Atabik . yakni bahasa Arab yang difungsikan sebagai muatan lokal difungsikan untuk alat komunikasi aktif berbicara bahasa Arab dan strategi yang digunakan adalah campuran, hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan berbahasa siswa. Teori yang digunakan dalam pembelajarannya memiliki kesamaan dengan teori belajar behaviorisme el-bandura dimana didalamnya memuat trial and error , mengingat, menirukan , mengasosiasi dan menganalogi, diungkap oleh (Hadi,2. TEORI Kurikulum Muatan Lokal Menurut Nickels. McHugh dalam Wahyuddin . menyebutkan bahwa manajemen adalah proses untuk mewujudkan sebuah organisasi dalam melakukan rangkain kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian sumber daya yang ada pada lembaga tersebut. Sedangkan makna kurikulum menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sitem pendidikan Nasional bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan Manajemen kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus dikembangkang sesuai dengan konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikuum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), oleh karena itu, otonomi yang diberikan pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum secara mandiri denga memprioritaskan kebutuhan dan ketercapian sasaran dalam visi dan misi lembaga pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijakan nasional yang telah ditetapkan. Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah Landasan diberlakukannya kurikulum muatan lokal yakni berdasarkan surat keputusan mentri pendidikan dan kebudayaan 0412/U/1987 juga pemberlakuan sistem otonomi pendidikan yang menyebabkan tiap satuan pendidikan memiliki keleluasaan dalam menneukan kurikulum yang bersifat tambahan tersebut. Kurikulum muatan lokal sendiri merupakan kurikulum yang dibuat oleh tiap sekolah yang menyesuaikan pada kompetensi yang ingin dituju oleh siswa berdasarkan nilai , aspek maupun budaya daerah setempat, keberadaan kurikulum muatan lokal terpisah dengan mata pelajaran lain namun dapat digunakan untuk menjembatani siswa dalam mengasah ketrampilannya disampaikan oleh Mulyasa dalam (Undri, 2. Kurikulum Pendidikan Agama Islam dibutuhkan bagi umat Islam untuk dapat memahami ajaran islam secara menyeluruh dan sempurna, hal tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan penerapan islam dalam keseharian dan Untuk meningkatkan pemahaman ajaran islam yang efektif dan efisien diperlukan perkembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tak terkecuali pada pada perkembangan kurikulum bahasa Arab yang diperlukan untuk memahami pedoman umat muslim yakni Al-QurAoan dan Hadits Ruang Lingkup Kurikulum Muatan Lokal Ruang lingkup kurikulum muatan lokal menyesuaikan dengan . kebutuhan ekonomi,sosial maupun budaya daerah setempat seperti mata pelajaran seni, agama maupun teknologi sesuai dengan kebutuhan tiap daerah . kebutuhan isi meliputi bahasa, ketrampilan, adat istiadat yang dapat menunjang kompetensi siswa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Kurikulum muatan lokal dibuat untuk mengenalkan siswa kepada perbaikan sikap yang terikat dengan budaya daerah, beriringan dengan kompetnsi akademik yang dikuasai oleh siswa. Kurikulum muatan lokal sepenuhnya dibuat oleh pihak sekolah, baik dari segi waktu pelaksanaan, proses pembelajaran hingga tujuan yang ingin dicapai. Dalam mengembangkan kurikulum muatan lokal, tiap sekolah diberikan wewenang dalam menyusun komponen kurikulumnya baik dari standar kompetensi, kompetensi dasar, hingga indikatornya, menurut muhaimin dalam Nasir . ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam mengembangkan Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah kurikulum muatan lokal yakni . isi materi yang akan dikembangkan . termasuk dalam mata pelajaran intrakulikuler yang dapat dikembangkan . bentuk penilaian berupa kuantitatif . materi yang diajarkan memiliki jenis produk ataupun jasa . hendaknya memiliki lebih dari satu mata pelajaran muatan lokal. Dikemukakan oleh muhaimin dalam Nasir . juga bahwa selain berkaitan dengan ciri khas suatu daerah,muatan lokal juga berkaitan dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh suatu sekolah, sehingga didalamnya tidak hanya memuat pelajaran yang bersifat daerah seperti bahasa daerah maupun kesenian daerah melainkan juga berkaitan dengan bahasa asing lainnya seperti bahasa inggris ataupun bahasa Arab. BiAoah Lughowiyyah Pembentukan lingkungan berbahasa Arab merupakan salah satu dari sistem pembelajaran bahasa Arab yang berorientasi pada komunikasi langsung, suatu proses komunikasi dalam berbahasa dapat dicapai apabila terdapat lingkungan sosial yang mendukungnya yakni dengan penciptaan lingkungan berbahasa (Tuhfatul, 2. Tujuan pembentukan lingkungan berbahasa Arab yakni penguasaan siswa terhadap bahasa arab dalam mengungkapkan fakta/kejadian secara fasih dan benar. Prinsip pembentukan lingkungan berbahasa yakni dengan memperbanyak mempraktikkan percakapan, perbendahraan kosakata, banyak melatih pendengaran dan pengucapan berbahasa arab serta mencari lawan bicara (Aqib & Murtadlo, 2. Dalam melakukan pembentukan biAoah lughowiyyah ,ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan diantaranya prinsip prioritas yakni mengajarkan sebelum mempraktikkan, memberikan kosakata sederhana yang sering diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip korektisitas yang meliputi fonetik yakni pelafalan yang benar , sintaksis yakni kedudukan kata dalam kalimat dan semiotik yakni bahwa satu kata memiliki banyak makna (Oensyar & Hifni, 2. Dalam mengajarkan kosakata dimulai dari penggunaan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan qowaid pun juga perlu diperhatikan sesuai dengan kosakata yang diajarkan agar pemahaman dapat dicapai secara menyeluruh, pada tahap penerjemahan juga diperlukan proses dari reseptif menjadi produktif sehingga siswa dapat memahami implementasinya. Kesemuanya haruslah diperhatikan sehingga dapat tercapai tujuan terciptanya lingkungan berbahasa arab yang baik. Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah Iskandar Wassid dalam Tuhfatul . mengungkapkan bahwa penciptaan lingkungan berbahasa dapat dilakukan secara formal dan informal , secara formal berarti siswa mempraktikkan bahasa sesuai dengan arahan guru dan berkaitan dengan kaidah bahasa yang telah dipelajarinya, sedangkan pembelajaran muhadatsah secara informal berarti siswa mempraktikkan bahasa secara alami dikarenakan adanya lingkungan berbahasa yang mendukung. Dalam menciptakan lingkungan berbahasa Arab diperlukan adanya perhatian terhadap visi,misi dan tujuan yang ingin diharapkan oleh suatu lembaga pendidikan, hal tersebut tidak lepas dari peran para guru dan pimpinan sekolah yang menciptakan kebijakan juga pemberian fasilitas demi menunjang proses penciptaan lingkungan berbahasa Arab Penciptaan suatu lingkungan berbahasa melalui pembelajaran muhadatsah dapat dilakukan oleh suatu lembaga pendidikan islam melalui kurikulum muatan lokal, atau biasa disebut kurikulum mandiri sekolah. Menurut Miller and Seller dalam (Wahyuddin, 2. bahwa implementasi kurikulum merupakan suatu konsep ide program atau tatanan kurikulum ke dalam praktek pembelajaran atau berbagai kreativitas baru sehingga terjadinya pada sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Komponen yang harus dipertimbangkan dalam implementasi kurikulum adalah studi tentang program baru, identifikasi sumber, penerapan peran, pengembangan professional, penjadwalan dan bentuk waktu sistem komunikasi ,dan sebagainya. Implemetasi kurikulum terbagi menjadi dua jenis, meliputi pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah terdiri atas tanggungjawab kepala sekolah sebagai pemimpin, koordinasi anggota kurikulum dan pembinaan kurikuler. Sedangkan pada pelaksanaan kurikulum tingkat kelas teridri atas pembagian tugas mengajar, pembinaan ekstrakulikuler, dan lain-lain. METODE Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Yaitu memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian tentang fenomena yang terjadi saat ini. Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah Proses yang dilakukan adalah pengumpulan dan penyusunan data, serta melakukan analisis dan penafsiran data tersebut. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan dengan cara, pewawancara . mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan kemudian terwawancara . memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Sedangkan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data secara tidak langsung pada subjek penelitian melainkan menggunakan dokumen. Subyek dari wawancara tersebut adalah salah satu anggota kurikulum MA Al-Ukhuwah adalah wakil kepala bidang kurikulum bapak Muhsin,Lc,M. Hi. dan salah satu anggota bagian kurikulum yang bernama bapak Muh. Amirullah . H Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model analisis interaktif. Teknik analisis ini dimulai dengan mereduksi data, yaitu merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting dari hasil wawancara . yang telah diperoleh. Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan . data, dengan teks yang bersifat naratif. Langkah ke tiga adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pondok Pesantren Al-Ukhuwah Sukoharjo Merupakan salah satu pondok pesantren yang terletak di Desa Mranggen . Kelurahan Joho. Kecamatan Sukoharjo. Kabupaten Sukoharjo. Pondok pesantren ini didirikan oleh Yayasan Pendidikan Al-Ukhuwah Sukoharjo sejak tahun 2002. Menjadi salah satu pondok pesantren yang banyak diminati oleh berbagai macam kalangan, salah satu yang menjadi alas an terjaminnya mutu pendidikan pondok pesantren Al-Ukhuwah adalah memiliki akreditasi dari Universitas Islam Madinah berdasarkan surat pernyataan No. 023/09/SU. 2/IX/2016, selain itu pondok pesantren al-ukhuwah juga mendapatkan akreditasi A oleh BAN-SM pada tahun Pondok pesantren ini menawarkan program pendidikan dari berbagai bidang, seperti Raudhatul Athfal yang setingkat dengan taman kanak-kanak. Madrasah salafiyah ula setingkat sekolah dasar. Madrasah salafiyah wustho setingkat sekolah menengah pertama. Takhasus bahasa Arab untuk program Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah persiapan bahasa bagi santriwan/ti yang berasal dari sekolah luar dan bertujuan memasuki MA . Madrasah Aliyah yang setingkat dengan sekolah menengah pertama . IAodad duAoat untuk pembentukan kaderisasi daAoi dan juga program IAodad muhafidzat untuk membentuk guru yang focus terhadap hafalan Al-QurAoan. Visi dan Misi pondok pesantren Al-Ukhuwah yakni mencetak generasi muslim yang memahami ilmu syarAoi dan mampu mengamalkannya serta mampu mendakwahkannya dengan metode yang benar. Pada penelitian ini, kami terfokus pada implementasi manajemen kurikulum di MA Al-Ukhuwah Sukoharjo ,berikut merupakan hasil dari penelitian kami tentang manajemen kurikulum di Madrasah Aliyah Al-Ukhuwah Sukoharjo: Konsep kurikulum MA Al-Ukhuwah Sukoharjo MA Al-Ukhuwah Sukoharjo memiliki target kelulusan para alumninya untuk dapat menghafal Al-QurAoan minimal 8 juz, mampu menguasai bahasa Arab secara aktif juga mampu menguasai dasar-dasar ilmu agama sebagai modal ke perguruan tinggi Islam didalam maupun diluar negeri. Kurikulum yang digunakan di MA AlUkhuwah terbagi menjadi dua jenis, yakni kurikulum nasional yang berada dibawah naungan kemenag dan kurikulum local yang berdiri dibawah yayasan pondok. Kurikulum Nasional yang dimaksud yakni kurikulum yang diterapkan oleh pihak pemerintah . seperti mata pelajaran Untuk program penjurusan yang ada di MA Al-Ukhuwah adalah program keagamaan. Kurikulum muatan lokal pesantren berisi beberapa mata pelajaran dan sistem pembelajaran yang telah disepakati oleh pihak yayasan. Implementasi Kurikulum Muatan Lokal MA Al-Ukhuwah Sukoharjo Perencanaan Kurikulum di MA Al-Ukhuwah Sukoharjo melibatkan seluruh stakeholders di sekolah, penetapan diberlakukannya kurikulum dilakukakn sejak awal tahun ajaran baru, sosialisasi dilakukan secara terbuka kepada seluruh stakeholders melalui pertemuan yang diadakan tiap tahun, hal tersebut selaras dengan pendapat Bean dalam Wahyuddin . Beane dalam (Wahyudin, 2. menyatakan bahwa perencanaan kurikulum adalah suatu proses ketika berbagai komponen dalam berbagai level membuat keputusan tentang bagaimana seharusnya sebuah tujuan belajar, cara mencapai tujuan tersebut melalui situasi belajar mengajar, serta keefektifan dari metode yang digunakan. Perencanaan kurikulum menyangkut usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tim Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah penyusun kurikulum, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan untuk masing-masing. Mengenai karakteristik perencanaan kurikulum sebagai berikut: Perencanaan kurikulum harus berdasarkan konsep yang jelas . Perencanaan kurikulum harus dibuat dalam kerangka kerja yang komprehensif . Perencanaan dan pengembangan kurikulum paling efektif jika dikerjakan secara bersama-sama . Perencanaan kurikulum harus memuat program sekolah . Dalam perencanaan kurikulum harus diadakan evaluasi . Pengorganisasian kurikulum menurut Wahyudin dalam Saajidah . mendefinisikan pengorganisasian kurikulum ialah pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan serta mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Dimana mata pelajaran yang dimuat dalam kurikulum nasional yakni Ilmu tafsir, ilmu hadits, ilmu fikih, ilmu kalam, akhlak , balaghah, bahasa Arab, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika. TIK,olahraga dan SKI. Sedangkan untuk kurikulum lokal pondok pesantren yaitu memuat pelajaran ilmu-ilmu islam seperti mustholah hadits, qowaidul fikih, ushul fiqih, ulumul qurAoan, fikih dakwah, adab wan nushus, suluk. Sedangkan untuk pelajaran bahasa Arab muatan local pesantren meliputi Nahwu. Shorf. TaAobir wa InsyaAo. Khot wa ImlaAodan mutholaAoah. Selain itu. MA Al-ukhuwah Sukoharjo juga memiliki struktur kurikulum di luar kelas, yang memuat pelajaran Al-QurAoan . Tajwid. Hifdzul Mutun, dan Kajian, kurikulum tersebut difungsikan untuk meningkatkan keilmuan santri tentang al-qurAoan dan hadits, pelaksanannya diadakan pada pagi/siang/sore/malam, dimana tidak bertabrakan dengan jadwal mata pelajaran didalam kelas. Pelaksanaan kurikulum 2013 yang dijalankan di MA Al-Ukhuwah saat ini masih menggunakan kurikulum darurat, dengan tetap memperhatikan putusan DirJen Pendidikan Agama Islam nomor 2791 bahwa pembelajaran tetap dilakukan sesuai kondisi madrasah masing-masing dengan tetap memperhatikan penjagaan protokol kesehatan. Jumlah jam pelajaran yang semulanya memiliki 45 jam pelajaran dalam seminggu, maka saat ini diberlakukan pengurangan jam menjadi 22 jam pelajaran selama satu minggu. Untuk buku teks pelajaran yang digunakan pada Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah kurikulum nasional menggunakan ketentuan bahan ajar yang berasal dari kemenag, sedangkan untuk beberapa pelajaran muatan local pesantren menggunakan kitabkitab yang direkomendasikan oleh pihak maAohad. Dimana penggunaan buku teks berbahasa arab tersebut juga telah dianalisis dari berbagai bidang penguasaan ketrampilan siswa dalam berbahasa arab, analisis yang dilakukan sebelum memilih buku bahasa Arab yang baik adalah dengan menganalisis dari segi lingusitik, nonlinguistik dan pedagogis (Asyrofi & Pransiska, 2. Dalam penguasaan mata pelajaran bahasa Arab muatan local pesantren yang berkaitan dengan qiraAoah , buku ajar yang digunakan menggunakan Al-Arobiyah bayna Yadayk dengan sistem berjenjang, jilid 1 &2 digunakan untuk tingkat Madrasah Salafiyah Wustho (MSW), jilid 3&4 untuk tingkat MA. Sedang untuk mata pelajaran kaidah bahasa Arab menggunakan kitab Silsilah An-Nahwiyah juga kitab mulakhos. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan sistem jarak jauh menggunaakan grup whatsApp, untuk mempermudah komunikasi antar asatidz dan para santriwan/ti. Program pengembangan diri para santriwan di MA Al-Ukhuwah lebih terfokus pada kemampuan fisik seperti mukhoyyam atau kemah, memanah, bulu tangkis, karate, basket dan futsal. Juga ketrampilan pada bidang usaha seperti pelatihan hidroponik, pelatihan leadership bersama TNI untuk melatih Selain itu terdapat kegiatan pidato berbahasa Arab, inggris dan Indonesia yang bernama Muhadhoroh . Para asatidz pun diberikan kesempatan untuk mengembangkan tingkat profesionalitasnya melalui kegiatan workshop kurikulum, seminar pendidikan dan pelatihan media pembelajaran online, workshop pembelajaran bahasa Arab, kemampuan mengasah keilmuan para guru, dan lain-lain. Selain itu, terdapat program pembentukan lingkungan bahasa bagi para asatidz , yakni wajib menggunakan bahasa Arab dilingkungan MA terjadwal dari pukul 07. 00 hingga pukul 13. 00, tujuan program tersebut untuk membiasakan para asatidz dan santriwan/ti untuk menggunakan bahasa Arab. Workshop implementasi kurikulum juga diadakan dengan mendatangkan sumber yang kompeten dibidangnya untuk membahas tentang penetapan kurikulum 2013 di MA Al-Ukhuwah Sukoharjo. Kepala yayasan/maAohad memiliki peran sebagai komite madrasah, yakni berhak untuk mengatur segala aktivitas pada seluruh program pendidikan pondok pesantren Al-Ukhuwah di berbagai Strukutr kepemimpinan tertinggi dalam MA dipimpin oleh kepala MA yaitu Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah bapak Agus Susehno,Lc . Dan dibantu oleh beberapa wakil kepala pada bidang kurikulum,sarpras, humas, kesiswaan dan tahfidzul qurAoan. Waka Kurikulum diketuai oleh bapak Muhsin,Lc. dalam pelaksanannya . MA Al-ukhuwah memiliki struktur muatan kurikulum nasional dan kurikulum pesantren. Evaluasi kurikulum dilakukan oleh seluruh pengurus yang mengadakan pertemuan rutin pada tiap tahunnya, dengan monitoring yang dilakukan oleh pihak kepala madrasah pada tiap liqoAo atau pertemuan tiap bulannya bersama dengan para asatidz. Sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Taba dalam Sholeh . Taba tidak setuju dengan proses pembuatan kurikulum baru, yang lebih ia utamakan adalah pengevaluasian dan perbaikan kurikulum yang telah ada. Dengan memperhatikan beberapa hal, diantaranya Mengembangkan keseluruhan rangka kurikulum. Mendesiminasi kurikulum yang telah diuji. Merevisi dan memadukan unit-unit eksperimen, dlln. Sejauh ini, ketercapaian kurikulum yang diberlakukan di MA Al-Ukhuwah telah mencapai tingkat keberhasilan yang signifikan dilihat dari meningkatnya grafik hasil ujian Nasional pada tiap tahun, meningkatnya minat para pendaftar, bertambahnya prestasi para santriwan/ti di bidang QurAoan terbukti pernah menjuarai lomba Musabaqah Hifdzil QurAoan tingkat ASEAN, peringkat nilai UN tertinggi se AeMadrasah Aliyah provinsi Jawa Tengah, juara lomba kompetensi sains madrasah (KSM) pada tingkat kabupaten, dan juga beberapa prestasi pada bidang lainnya. Selain itu, tolak ukur kesuksesan MA Al-Ukhuwah Sukoharjo juga dapat dilihat dari para lulusan yang melanjutkan di beberapa universitas ternama seperti Universitas Al-Azhar Kairo. Universitas ABHA Arab Saudi. Universitas Muhammad bin Su. Universitas Islam Madinah dan beberapa universitas islam di Indonesia lainnya. Evaluasi kurikulum tersebut selaras dengan pendapat Mesiono dkk . Evaluasi adalah suatu tahap pemantauan yang berguna untuk memastikan tingkat pencapaian suatu tujuan yang telah ditetapkan melalui proses perencanaan dalam suatu lembaga atau organisasi. Evaluasi kurikulum merupakan proses pengukuran keberhasilan kurikulum yang diterapkan pada suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan program-program kurikulum. Taqdir 8 . , 2022 p-ISSN 2527-9. e-ISSN 2621-1157 Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Pesantren Dengan BiAoah Lughowiyyah AoArobiyyah SIMPULAN Kurikukulum muatan local pesantren dengan pengembangan lingkungan berebahasa Arab di MA Al-Ukhuwah Sukoharjo memiliki beberapa tahap seperti perencanaan yang melibatkan kepala yayasan pondok dan seluruh stakeholdres didalamnya, pengorganisasian kurikulum yang mengkategorikan kurikulum muatan local dan kurikulum nasional , pelaksanaan krikulum yang sudah tergambar dengan jelas juga evaluasi kurikulum yang selalu diadakan tiap tahunnya. Pembentukan lingkungan berebahasa Arab di MA Al-Ukhuwah ini tergambar dari sisi sumber belajarnya, metode pembelajarannya dan juga kegiatan atau sistem pembelajaran yang dilaksanakan baik didalam maupun diluar kelas. DAFTAR PUSTAKA