HUBUNGAN AROMATERAPI SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DENGAN PENGURANGAN MUAL PADA IBU HAMIL DI KLINIK JULIANA HARAHAP TAHUN 2024 Elvi Sepriani A. Yetti Atiyah A Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan. Medan Email : elvisepriani27@gmail. com ,yettinasution84@gmail. ABSTRAK Mual dan muntah atau morning sickness adalah keluhan yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini tidak hanya terjadi sesekali atau saat pagi saja, tetapi bisa berlangsung sepanjang hari sehingga dapat mengganggu aktivitas ibu hamil. Mual saat hamil bisa terjadi karena perubahan fisik dan kadar hormon dalam tubuh. Mual pada ibu hamil sebenarnya kejadian wajar terjadi dan tidak berbahaya. Selama ibu masih bisa mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi selama hamil, kondisi ini tidak membahayakan ibu hamil serta janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan aromaterapi sebagai terapi komplementer dengan pengurangan mual pada ibu hamil. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan di Klinik Juliana Harahap periode Maret sampai dengan Juli Tahun 2024. Sampel yang diperoleh dengan tehnik accidental sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat 95% ( =0,. Hasil penelitian didapatkan hasil bahwa mayoritas responden menggunakan aromaterapi sebanyak 27 responden. % ), mayoritas responden mengalami tidak mual sebanyak 30 responden . % ), ada hubungan antara Aromaterapi Sebagai Terapi Komplementer Dengan Pengurangan Mual Pada Ibu Hamil Tahun 2024 dengan p value 0,001 <0,05. Diharapkan agar tenaga kesehatan dapat memberikan informasi kepada semua ibu hamil akan manfaat aromaterapi dalam mengurangi mual selama kehamilan. Aromaterapi dapat memberikan rasa rileks pada ibu hamil sehingga meningkatkan kesehatan dan kenyamanan pada ibu hamil selama kehamilan. Kata Kunci : Aromoterapi. Pengurangan Mual pada ibu hamil Ketidaknyamanan yang umum terjadi pada ibu hamil 50% terjadi pada kehamilan LATAR BELAKANG trimester pertama (Rosalinna, 2. Menurut World Health Organization Mual muntah pada ibu hamil, sering (WHO, 2. jumlah kejadian emesis disebut morning sickness, disebabkan oleh gravidarum mencapai 12,5%, dari seluruh perubahan hormon, terutama meningkatnya jumlah kehamilan di dunia, dengan angka hormon HCG dan estrogen, serta sensitivitas kejadian yang beragam yaitu mulai dari 0,3% terhadap bau dan rasa. Kondisi ini umumnya di Swedia, 0,5% di Canada, 10,8% di China, terjadi pada trimester pertama kehamilan dan 0,9% di Norwegia, 2,2% di Pakistan, dan dipicu oleh faktor fisik dan emosional, seperti 1,9% di Turki (WHO, 2. stres dan kelelahan. Mual dan muntah atau morning sickness adalah keluhan yang paling sering Wanita hamil yang mengalami mual dan dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini tidak muntah pada trimester pertama sekitar 60 %, hanya terjadi sesekali atau saat pagi saja, sedangkan sekitar 90% berhenti pada usia tetapi bisa berlangsung sepanjang hari kehamilan 20 minggu, tetapi 10% wanita sehingga dapat mengganggu aktivitas ibu memiliki gejala yang berlanjut hingga hamil (Yulianti, dkk 2. sepanjang kehamilan 2 dan sekitar 5%, gejala tersebut berhenti hanya setelah melahirkan bayi (Ahmad, 2. Secara psikologis 80% wanita hamil yang mengalami mual dan muntah juga akan mempengaruhi kualitas hidup mereka. Mual muntah seringkali diabaikan karena dianggap Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa mual dan muntah pada kehamilan apabila tidak ditangani dengan baik dapat berdampak serius bagi ibu dan bayi. Dimana mual muntah yang parah dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum, mempertahankan hidrasi yang adekuat (Setyowati, 2. Aromaterapi memang dipercaya dapat membantu Ibu merasa relaks karena memiliki wangi yang menenangkan. Dengan tubuh dan pikiran yang relaks, tentu akan sangat membantu Ibu dalam persiapan untuk Aromaterapi memberikan ragam efek bagi penghirupnya, seperti ketenangan, kesegaran, bahkan bisa membantu ibu hamil mengatasi mual dan muntah. Salah satu aromaterapi yang digunakan untuk mengatasi mual muntah yaitu aroma terapi lavender, peppermint dan lemon (Anggraini, 2. Berdasarkan penelitian Astuti, dkk tentang Pemberian aromaterapi lemon dapat meredakan keluhan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di TPMB Surabaya didapatkan hasil bahwa sebelum diberikan terapi aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tampak siring. Dari latar belakang masalah diatas, peneliti berminat meneliti tentang untuk pengurangan mual pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi untuk mengidentifikasi hubungan aromaterapi pengurangan mual pada ibu hamil. METODE PENELITIAN Jenis penelitian dalam penelitian ini kuantitatif yang menggunakan pendekatan variabel untuk membuktikan adanya hubungan sebab akibat. Penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian analitik (Myrnawati, 2. Desain penelitian adalah cross sectional study. Penelitian yang berjudul komplementer dengan pengurangan mual pada ibu hamil yang dilaksanakan pada bulan maret sampai dengan Juli Tahun 2024. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan di Klinik Juliana Dalimunthe Tahun 2024. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Sumber data penelitian ini adalah data primer dengan HASIL Sebagian besar ibu hamil mengalami mual dan muntah sebanyak 73,3 % mengalami mual berat dan sebanyak 70% mengalami mual Berdasarkan penelitian Aryasih, dkk tahun 2022 tentang pemberian aromaterapi peppermint untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil trimester I didapatkan hasil bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi Tabel 1: Hasil Analisis Univariate Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Aromaterapi Di Klinik Juliana Dalimunthe Tahun 2024 Aromaterapi Menggunakan aromaterapi Tidak Menggunakan Total komplementer dengan mual pada ibu hamil di Klinik Juliana Harahap Tahun 2024. Berdasarkan tabel 1 diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, mayoritas responden mengikuti senam prenatal sebanyak 27 responden . % ) dan minoritas responden tidak mengikuti senam prenatal sebanyak 3 responden . %). Tabel 2 :Hasil Analisia Univariate Distribusi Frekuensi Mual Ibu Hamil Di Klinik Juliana Harahap Tahun Mual Mual Tidak Mual Total Berdasarkan tabel 2 diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, mayoritas responden mengalami tidak mual sebanyak 30 responden . % ) dan minoritas mengalami mual sebanyak 0 responden . %). Tabel 3 :Hasil Analisis Bivariate Distribusi Frekuensi Hubungan Aromaterapi sebagai Terapi Komplementer mual Di Klinik Juliana Harahap Tahun 2024 Aromaterapi Mual Mual Menggunakan Tidak Total Jumlah Tidak Mual 0,00 Berdasarkan tabel 3 diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, mayoritas responden mengalami mual di Klinik Juliana Harahap Tahun 2024 sebanyak 27 responden . % ) dan minoritas tidak menggunakan aromaterapi dan mengalami mual di Klinik Juliana Dalimunthe Tahun 2024 sebanyak 3 responden . %) dengan P value 0,001< 0,05. Terdapat PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 1 diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, mayoritas menggunakan aromaterapi sebanyak 27 responden . % ) dan minoritas responden tidak menggunakan aromaterapi sebanyak 3 responden . %). Aromaterapi memang dipercaya dapat membantu Ibu merasa relaks karena memiliki wangi yang menenangkan. Dengan tubuh dan pikiran yang relaks, tentu akan sangat membantu Ibu dalam persiapan untuk Aromaterapi memberikan ragam efek bagi penghirupnya, seperti ketenangan, kesegaran, bahkan bisa membantu ibu hamil mengatasi mual dan muntah. Salah satu aromaterapi yang digunakan untuk mengatasi mual muntah yaitu aroma terapi lavender, peppermint dan lemon (Sugita, 2. Menurut asumsi peneliti bahwa terdapat kesesuaian hasil penelitian dengan teori bahwa Menggunakan aromaterapi dapat mengurangi mual pada ibu hamil. Berdasarkan tabel 2 diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, responden mengalami tidak mual sebanyak 30 responden . % ) dan mengalami mual sebanyak 0 responden . %). Mual muntah pada ibu hamil, sering disebut morning sickness, disebabkan oleh perubahan hormon, terutama meningkatnya hormon HCG dan estrogen, serta sensitivitas terhadap bau dan rasa. Kondisi ini umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan dan dipicu oleh faktor fisik dan emosional, seperti stres dan Mual dan muntah atau morning sickness adalah keluhan yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini tidak hanya terjadi sesekali atau saat pagi saja, tetapi bisa berlangsung sepanjang hari sehingga dapat mengganggu aktivitas ibu Menurut asumsi peneliti bahwa terdapat kesesuaian hasil penelitian dengan teori bahwa mual banyak dialami ibu hamil pada kehamilan khususnya pada ibu hamil trimester I. Berdasarkan tabel 3 diperoleh hasil bahwa dari 30 responden, mayoritas responden mengalami mual di Klinik Juliana Harahap Tahun 2024 sebanyak 27 responden . % ) dan minoritas tidak menggunakan aromaterapi dan mengalami mual di Klinik Juliana Dalimunthe Tahun 2024 sebanyak 3 responden . %) dengan P value 0,001< 0,05. Terdapat komplementer dengan mual pada ibu hamil di Klinik Juliana Harahap Tahun 2024. Menurut aromaterapi dapat mengurangi mual pada ibu hamil sebagai terapi komplemeter. DAFTAR PUSTAKA