Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . PENGARUH LEVERAGE. CASH FLOW. LIQUIDITY DAN GROWTH OPPORTUNITY TERHADAP CASH HOLDING Kent Evangelista Hensu1* dan Augustpaosa Nariman2 Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: kent. 125190010@stu. Abstract: This research aims to find empirical evidence regarding the impact of leverage, cash flow, liquidity and growth opportunities on cash holdings in the manufacturing industry infrastructure of companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2020 The sample was selected using a purposive sampling method, and the valid data consisted of 121 sample companies over a period of 3 years. Data is processed using SPSS (Statistical Product and Service Solutio. version 22 for Windows and Microsoft Excel 2013. The results of the F test show that leverage, cash flow, liquidity and growth opportunities have a significant effect on cash reserves. The implications of this study indicate that all independent variables collectively are able to predict cash holdings. Partial testing reveals that leverage and cash flow show a positive and insignificant effect on cash holding, liquidity has a positive and significant effect on cash holding, growth opportunity has a negative and insignificant effect on cash holding. Keywords: Cash Flow. Cash Holding. Growth Opportunity. Leverage. Liquidity Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai dampak leverage, cash flow, liquidity dan growth opportunity terhadap cash holding pada infrastruktur industri manufaktur perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20192020. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, dan data yang valid terdiri dari 121 sampel perusahaan selama rentang waktu 3 tahun. Data diolah menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutio. versi 22 untuk Windows dan Microsoft Excel 2013. Hasil uji F menunjukkan bahwa leverage, cash flow, liquidity dan growth opportunity berpengaruh signifikan terhadap cadangan kas. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel independen secara kolektif mampu memprediksi cash holding. Pengujian parsial mengungkapkan bahwa leverage dan cash flow menunjukkan pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap cash holding, liquidity berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding, growth opportunity berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap cash holding. Kata kunci : Cash Flow. Cash Holding. Growth Opportunity. Leverage. Liquidity Pendahuluan Semua perusahaan, baik lokal maupun global, menghadapi tantangan dan tugas yang Secara keseluruhan, tujuan utama bisnis adalah meraih keuntungan yang meningkat dari waktu ke waktu, sehingga para investor dan karyawan dapat meraih Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . Peningkatan laba dapat dicapai dengan meningkatkan volume penjualan, serta menjaga aset perusahaan. Kas menjadi salah satu komponen dari kekayaan paling likuid yang dimiliki oleh perusahaan, kekayaan paling likuid itu sendiri ialah kekayaan yang dapat diubah menjadi kas dengan mudah dan tanpa mengalami penurunan nilai kekayaan tersebut. Perusahaan dapat menggunakan dana tersebut untuk memenuhi tanggung jawab dalam membiayai kegiatan operasional, membayar upah karyawan, membeli bahan baku, dan memenuhi kewajiban keuangan lainnya. Pengelolaan perusahaan yang melibatkan pembiayaan kewajiban finansial dan operasional termasuk dalam cash holding. Korporasi di Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang tak terduga akibat pandemi yang berdampak pada hasil produksi dan pemasukan korporasi. Menteri Perindustrian Doddy Widodo mengungkapkan bahwa sebelum terjadinya pandemi COVID-19, tingkat pemanfaatan industri manufaktur mencapai 76,29%. Namun, saat pandemi melanda Indonesia, tingkat pemanfaatan tersebut turun drastis menjadi 30@% (Sumber: w. com, 2. Penyebab turunnya penggunaan adalah karena kekurangan bahan baku dan permintaan ekspor yang minim. Bila perusahaan tidak memiliki cadangan kas yang cukup pada situasi tersebut, maka perusahaan dapat mengalami kesulitan keuangan yang dapat menimbulkan krisis keuangan. Cash holding merupakan aspek penting dari operasi perusahaan. Cash holding melibatkan akumulasi kas atau aset yang mudah dikonversi yang dimiliki oleh perusahaan sebagai kas dan setara kas, yang akan digunakan untuk menutupi biaya operasional dan kewajiban perusahaan. Sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Monica dan Suhendah . , cadangan kas mengacu pada jumlah kas yang tersedia dalam perusahaan yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel untuk mendukung kegiatan operasional dan memenuhi kebutuhan kas yang diinginkan perusahaan. Konsekuensinya, cash holding dianggap sebagai dana dalam bentuk kas dan setara kas yang dapat dengan mudah diubah menjadi kas. Dalam memutuskan untuk mempertahankan Cash holding, perusahaan harus memperhitungkan potensi dampak yang mungkin timbul. Leverage merupakan persyaratan penting yang dibiayai oleh tanggungan, sehingga leverage yang signifikan menunjukkan bahwa sebagian besar dana perusahaan didanai oleh pihak eksternal. Menurut Simanjuntak dan Wahyudi . , kelimpahan atau kelangkaan kas perusahaan dipengaruhi oleh kelimpahan atau kelangkaan leverage Cash flow mengacu pada pergerakan dana masuk dan keluar dari organisasi selama jangka waktu tertentu. Sesuai prinsip Treat-off, cash flow mewakili aset yang tersedia yang dapat digunakan, bahkan sebagai pengganti mata uang fisik. Arus kas bersih yang menguntungkan muncul ketika jumlah uang yang keluar dari perusahaan lebih rendah dari jumlah yang masuk. Di sisi lain, arus kas bersih yang tidak menguntungkan terjadi ketika dana yang keluar melebihi dana yang masuk. Arus kas bersih yang positif menyebabkan peningkatan cadangan kas perusahaan, sedangkan arus kas bersih yang negatif menghasilkan pengurangan cadangan kas perusahaan. Liquidity ialah teknik yang dipakai untuk menilai kapabilitas suatu perusahaan dalam memenuhi tanggung jawab jangka pendeknya. Untuk menilai keunggulan suatu perusahaan, perlu dipertimbangkan apakah perusahaan tersebut sanggup menunaikan kewajiban jangka pendeknya atau tidak. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah aset lancar yang dapat dijual atau diuangkan dengan cepat untuk memenuhi kewajiban Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . Growth opportunity adalah kesempatan atau peluang yang tersedia bagi perusahaan untuk meningkatkan dan berkembang di masa depan. Perusahaan memerlukan biaya operasional untuk tumbuh, sehingga mereka harus memiliki cadangan kas yang mencukupi (Stefany dan Ekadjaja, 2. Growth opportunity mencerminkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengidentifikasi peluang bisnis guna meraih keuntungan di masa mendatang. Kajian Teori Agency Theory. Menurut Scott . 5: . , teori keagenan adalah bagian dari teori permainan yang mengkaji pengaturan kontrak untuk memberi insentif kepada individu yang rasional untuk berperilaku sejalan dengan keinginan prinsipal. Hubungan keagenan muncul ketika prinsipal menyewa agen untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dan memberi mereka wewenang untuk membuat keputusan. Manajer mendapatkan wewenang penuh dalam mengelola perusahaan secara langsung sehingga pemegang saham tidak dapat mengamati kinerja manajer dengan baik (Angkawidjaja dan Rasyid. Dalam hal ini manajer akan mendapatkan lebih banyak informasi terkait perusahaan, maka pemegang saham seringkali kurang mengetahui terkait keputusan yang diambil manajer akibatnya menimbulkan konflik antara agent dan principal (Sumartha dan Tjakrawala, 2. Pecking Order Theory. Konsep ini dikemukakan oleh Myers dan Majluf . dan Myers . , yang mengakui bahwa kepemimpinan perusahaan lebih condong untuk memilih pembiayaan internal daripada pembiayaan eksternal, kecuali dihadapkan pada keadaan di mana pembiayaan eksternal tidak dapat dihindari. Teori ini menjelaskan bahwa tantangan utama dalam memutuskan struktur modal berasal dari akses informasi yang tidak seimbang antara manajemen dan investor. Perusahaan akan memprioritaskan menggunakan pembiayaan internal . aba ditaha. karena biaya pembiayaan dan risiko yang lebih rendah. Jika sumber dana itu belum mencukupi, maka entitas bisnis dapat mengalihkan aset likuidnya. Selain itu, apabila pendanaan internal tidak cukup untuk membiayai kebutuhan perusahaan, maka perusahaan akan menggunakan pendanaan eksternal dengan menerbitkan obligasi. Jika kebutuhan perusahaan masih belum terpenuhi, tindakan terakhir yang dapat diambil adalah menerbitkan saham baru. Teori pecking order menunjukkan pandangan yang berbeda dengan teori trade off di mana menurut teori pecking order, tidak ada hierarki yang terbaik atau optimal dalam menentukan cash holding perusahaan. Teori pecking order menunjukkan bahwa kas yang dipegang oleh perusahaan hanya untuk menghindari penggunaan pendanaan eksternal untuk kegiatan perusahaan, termasuk investasi. Cash Holding. Menurut Levina dan Sha . , cash holding adalah dana tunai yang dimiliki oleh perusahaan dan akan diinvestasikan dalam bentuk aset lancar yang akan dialokasikan kepada investor. Sari dan Zoraya . memaparkan bahwa terdapat beberapa manfaat dari memiliki kas . ash holdin. Pertama, perusahaan dapat menghemat biaya transaksi, dan jika perusahaan membutuhkan uang kas maka tidak perlu melikuidasi aset perusahaan. Kedua, jika perusahaan mengalami kesulitan untuk mendapatkan sumber pembiayaan diluar kas. Ketiga, memiliki kas sangat berguna untuk digunakan sebagai sumber pembiayaan saat terjadinya kelangkaan sumber dana di pasar Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . Leverage. Menurut Hery . , leverage merupakan strategi perusahaan dalam menentukan sejauh mana penggunaan dana eksternal untuk membiayai kegiatan Sementara itu, sesuai dengan (Kasmir, 2. leverage ialah perbandingan yang dipakai untuk mengevaluasi besarnya aset perusahaan yang didanai dengan Semakin besar leverage suatu perusahaan, semakin besar pula risiko gagal bayar perusahaan. Cash Flow. Cash Flow adalah arus kas dari aktivitas operasional di masa depan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, yang meliputi arus kas masuk dan arus kas keluar dari operasi (Liandi & Suryanawa, 2. Arus kas bersih yang menguntungkan muncul ketika jumlah kas masuk melebihi total kas keluar. Sebaliknya, arus kas yang tidak menguntungkan muncul ketika jumlah uang yang keluar melebihi jumlah uang yang masuk. Liquidity, menurut Hery . 5, p. , mengacu pada kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban dan utang segera. Strategi untuk meningkatkan cadangan kas tanpa bergantung pada pendanaan dari luar adalah dengan memanfaatkan alternatif yang dapat disesuaikan yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai (Aftab. Javid, & Akhter, 2. Modal kerja bersih adalah metrik yang digunakan sebagai pilihan aset likuid dan dapat menawarkan pandangan sekilas kepada investor tentang posisi keuangan perusahaan (Ali. Ullah, & Ullah, 2. Growth Opportubity. Growth opportunity disebut sebagai kemungkinan atau peluang bagi perusahaan untuk berkembang dan maju. Menurut studi yang dilakukan oleh Saputri dan Kuswardono . Growth opportunity adalah kemungkinan suatu perusahaan mencapai pertumbuhan melalui investasi atau usaha bisnis yang menguntungkan di masa Kaitan Antar Variabel Leverage dan Cash Holding. Berdasarkan penelitian (Selcuk & Yilmaz, 2. , pengaruh leverage memiliki efek positif terhadap cash holding karena perusahaan dengan beban utang yang tinggi menghadapi risiko keuangan seperti krisis, sehingga mereka berupaya meningkatkan cadangan kas/menahan lebih banyak kas untuk menghindari kemungkinan kebangkrutan. Namun, hasil yang berlainan menurut studi yang dilakukan oleh Kusumawati & Mardiati pada tahun 2019, pemanfaatan leverage berdampak negatif terhadap cash holding. Perusahaan yang memiliki rasio pinjaman yang tinggi cenderung memiliki simpanan kas yang rendah karena harus mengalokasikan dana untuk membayar angsuran pinjaman beserta bunganya. Cash Flow dan Cash Holding. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cicilia dan I Ketut pada . , dapat disimpulkan bahwa pergerakan uang memiliki pengaruh yang signifikan dan menguntungkan terhadap akumulasi dana. Pergerakan uang mengacu pada jumlah uang yang masuk dan keluar dari organisasi karena aktivitasnya. Organisasi dengan pergerakan uang yang substansial tidak bergantung pada sumber eksternal untuk pendanaan dan cenderung menjaga pendapatan mereka. Di samping itu, cash flow sebuah perusahaan dapat dianggap positif apabila arus uang keluar lebih rendah dibandingkan dengan arus uang masuk. Jika demikian, cash flow positif akan menambah dana tunai di Karena itu, dapat disarikan bahwa peningkatan cash flow akan berpengaruh Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . pada peningkatan cash holding. Tidak seperti studi yang dilakukan oleh Michael dan Rizky . yang menunjukkan bahwa cash flow berdampak buruk terhadap cash Dalam kegiatan suatu perusahaan dibutuhkan pendanaan untuk melakukan kegiatan operasionalnya. Cash flow akan berfungsi sebagai sumber pendanaan perusahaan yang dapat digunakan sebagai likuiditas sebagai alternatif uang tunai. Oleh karena itu, jika perusahaan memiliki aktivitas yang besar, cash flownya juga akan besar, namun hal ini akan mengakibatkan penurunan tingkat kepemilikan kas perusahaan. Dengan demikian, semakin tinggi cash flow perusahaan, semakin rendah pula cash holding perusahaan tersebut. Liquidity dan Cash Holding. Menurut studi yang dilakukan oleh Marlin dan Nariman . , kecukupan likuiditas berdampak buruk terhadap cadangan kas secara Bisnis dengan tingkat likuiditas yang tinggi biasanya memiliki jumlah uang tunai yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan adanya alat likuid yang dapat berfungsi sebagai pengganti uang tunai. Di sisi lain, sesuai penelitian yang dilakukan oleh Zefanya dan Liana . , terdapat variasi yang menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan likuiditas terhadap kepemilikan kas. Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban dan hutang jangka pendeknya dalam jangka waktu tertentu sangat mempengaruhi jumlah kas yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga membutuhkan cash holding yang lebih tinggi. Konsekuensinya, semakin besar likuiditas dalam suatu perusahaan, semakin besar pula jumlah kas yang dimilikinya. Growth Opportunity dan Cash Holding. Growth Opportunity adalah peluang yang diberikan oleh organisasi untuk maju dan berkembang di masa yang akan datang. Kemajuan suatu organisasi dilihat dari peluang usaha atau latihan bisnis yang dapat menguntungkan organisasi di kemudian hari. Tingkat perkembangan yang luar biasa akan menciptakan keyakinan seorang ahli keuangan untuk memasukkan sumber daya ke dalam modal, sehingga organisasi akan memiliki modal yang luas yang dapat mempengaruhi cash holding. Pernyataan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Simanjuntak dan Wahyudi . yang menetapkan bahwa Growth opportunity memiliki dampak yang menguntungkan dan perlu diperhatikan pada cash holding. Namun demikian, bertentangan dengan temuan Levina dan Sha . , growth opportunity memiliki pengaruh yang merugikan dan signifikan terhadap kuantitas cash holding yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Hal ini karena perusahaan memiliki kecenderungan untuk mengandalkan sumber pendanaan eksternal untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya, karena mereka memiliki akses yang lebih mudah ke pendanaan eksternal. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan oleh Elnatha dan Susanto . Hanaputra dan Vidyarto . Sudarmi dan Nur . Munchef . , dan Ummar et al . , penggunaan leverage memiliki dampak yang merugikan dan pengaruh signifikan pada cash holding. Namun penelitian yang dilakukan oleh Selcuk dan Yilmaz . Sufiyati et al . Margaretha dan Dewi . Chireka dan Fakoya . menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh yang menguntungkan dan signifikan terhadap cash holdings. H1 : Leverage memberikan dampak negatif dan signifikan terhadap cash holding. Temuan penelitian. Cash flow menunjukkan korelasi yang merugikan dan penting dengan cash holding perusahaan (Michael dan Rizky, 2. , (Sari dan Zoraya, 2. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . namun, hasil yang kontras telah diamati, di mana cash flow menunjukkan dampak yang menguntungkan pada cash holding (Cicilia dan I Ketut, 2. , (Chireka dan Fakoya, 2. dan (Muncef, 2. H2 : cash flow menunjukkan pengaruh yang menguntungkan dan signifikan terhadap cash holding. Menurut studi yang dilakukan oleh Zefannya dan Liana . Elnatha dan Susanto . Hanaputra dan Nugroho, dampak liquidity terhadap cash holding adalah positif dan substansial. Sebaliknya, temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Marlin dan Nariman . Sean dan Nugroho . menunjukkan bahwa liquidity berpengaruh merugikan dan signifikan terhadap cash holding. H3: Liquidity berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holdings. Temuan penelitian menunjukkan bahwa growth opportunity memiliki pengaruh yang menguntungkan dan signifikan terhadap cash holding (Simanjuntak dan Wahyudi, 2. , (Sumartha dan Tjakrawala, 2. , (Sethi dan Swain, 2. dan (Sudarmi dan Nur, 2. , tetapi hasilnya berbeda. Ditemukan bahwa growth opportunity memiliki dampak yang merugikan dan signifikan terhadap cash holding (Levina dan Sha, 2. , (Sudarmi dan Nur, 2. , dan (Ummar et al. H4: Growth opportunity memiliki dampak yang positif dan signifikan cash holding. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan dibawah ini Gambar 1. Kerangka Pemikiran Metodologi Studi ini memanfaatkan desain penelitian deskriptif. Studi deskriptif dipakai untuk mendapatkan data tentang hubungan antara variabel dependen dan independen, menguji hipotesis, prediksi, dan mendapatkan implikasi dari masalah yang ingin dipecahkan. Ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui nilai dari satu variabel atau lebih (Sugiyono. Penelitian deskriptif dipakai untuk menjelaskan sifat-sifat objek dan kejadian atau gejala khusus. Metode penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif yang didasarkan pada teori yang telah dibuat sebelumnya. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif adalah pengukuran dengan sejumlah satuan atau dinyatakan dengan angka. Pemilihan sample menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria pemilihan sampel adalah 1. Perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019 sampai dengan tahun 2021, 2. Perusahaan sektor infrastruktur yang tidak melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia tahun 2019 sampai dengan tahun 2021, dan 3. Perusahaan infrastruktur sektor publik yang laporan keuangannya telah diaudit berakhir pada tanggal 31 Desember untuk periode tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Jumlah data yang memenuhi kriteria sebanyak 48 perusahaan. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . Penelitian ini menggunakan data panel, yang merupakan gabungan dari data temporal dan data interseksi. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 - 2021. Catatan keuangan penelitian ini diperoleh dari website Variabel independen dari penelitian ini adalah leverage, cash flow, liquidity dan growth opportunity. Sedangkan variabel dependen dari penelitian ini adalah cash holding. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh faktor otonomi terhadap faktor keandalan perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2021. Variabel Operasional dan pengukuran yang digunakan adalah : Tabel 1. Variabel Operasional Dan Pengukuran Peneliti menggunakan uji statistik deskriptif untuk memeriksa subjek penelitian, dan menggunakan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan analisis regresi berganda, yang meliputi uji F, uji t, dan uji koefisien Pada penelitian ini memanfaatkan aplikasi SPSS 22 dan Microsoft Excel Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas, dan Uji Autokorelasi. Uji standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Sample Kolmogorov-Smirnov Test (KS), uji statistik non-parametrik, dan nilai Asymp yang dihasilkan. Sig. -taile. sebesar 0,200 menunjukkan bahwa data mengikuti distribusi normal, karena lebih besar dari 0,05. Hasil uji Multikolinieritas menjukkan nilai tolerance leverage (Lev_X. 581 > 0. 10 dan nilai VIF leverage (Lev_X. 721 < 10. Nilai tolerance cash flow (CF_X. 755 > 0. 10 dan nilai VIF cash flow (CF_X. 324 < 10. Nilai tolerance liquidity (Liq_X. 724 > 0. 10 dan nilai VIF liquidity (Liq_X. 381 < 10. Nilai tolerance growth opportunity (GO_X. 842 > 0. dan nilai VIF growth opportunity 1. 187 < 10. Dapat disimpulkan bahwa masing-masing faktor individu memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10. Sementara itu. Variance Inflation Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . Factor (VIF) untuk masing-masing variabel independen menunjukkan nilai yang lebih kecil dari 10, sehingga menunjukkan tidak adanya multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi. Pengujian Heteroskedastisitas menggunakan uji Glejser, dan hasil analisis menunjukkan bahwa variabel leverage (Lev_X. menunjukkan nilai signifikan 0,2625 > 0,05. Variabel CF_X2 yang merepresentasikan cash flow memiliki nilai signifikan 0,492 yang lebih besar dari 0,05. Variabel Liq_X3 yang merepresentasikan liquiduty memiliki nilai signifikan 0,081 juga lebih besar dari 0,05. Variabel GO_X4 yang mewakili growth opportunity memiliki nilai signifikan 0,729, lagilagi lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah heteroskedastisitas pada model regresi. Uji autokorelasi Durbi-Watson (DW) dilakukan dengan menggunakan data olahan, menghasilkan nilai DW sebesar 1,391. Nilai ini lebih tinggi dari -2 dan lebih rendah dari 2, menunjukkan tidak adanya autokorelasi. Uji pengaruh . dilakukan setelah memenuhi semua persyaratan uji asumsi klasik, dan hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui hasil uji regresi berganda menunjukan persamaan regresi pada penelitian yaitu sebagai berikut: Y = 0. 056 X1 0. 001 X2 0. 112 X3 Ae 0. 001 X4 E Berdasarkan persamaan regresi linier berganda, dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi untuk konstanta adalah 0,077. Berdasarkan kesepakatan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa jika variabel leverage (X. , cash flows (X. , liquidity (X. , dan growth opportunity (X. bernilai nol, maka cash holding perusahaan (Y) menampilkan nilai 0,114. Leverage (X. memiliki nilai koefisien yang menguntungkan sebesar 0,056, menandakan bahwa setiap tambahan ukuran leverage (X. akan memperkuat cash holding (Y) sebesar 0,056 ukuran, dengan asumsi cash flow (X. , liquidity (X. , dan growth opportunity ( X. mempertahankan nilai yang tak tergoyahkan. sebaliknya, jika leverage (X. berkurang satu ukuran, cash holding (Y) akan turun sebesar 0,056 ukuran. Arus kas (X. memiliki koefisien yang menguntungkan sebesar 0,001, yang menandakan bahwa setiap tambahan ukuran arus kas (X. akan memperkuat cash holding (Y) sebesar 0,001 unit, dengan asumsi leverage (X. , liquidity (X. , dan growth opportunity (X. tetap konstan. sebaliknya apabila cash flow (X. berkurang sebesar satu satuan, maka cash holding (Y) juga akan berkurang sebesar 0,001 satuan. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . Likuiditas (X. memiliki koefisien yang menguntungkan sebesar 0,112, menandakan bahwa setiap ukuran tambahan liquidity (X. akan memperkuat cash holding (Y) sebesar 0,112 satuan, dengan asumsi leverage (X. , cash flow (X. , dan growth opportunity (X. mempertahankan nilai yang konsisten. sebaliknya jika liquidity (X. berkurang sebesar satu satuan, maka cash holding (Y) akan berkurang sebesar 0,112 Growth opportunity (X. memiliki koefisien merugikan sebesar -0,001, menunjukkan bahwa setiap ukuran tambahan growth opportunity (X. akan mengurangi cash holding (Y) sebesar -0,001 unit, dengan asumsi bahwa leverage (X. , cash flow (X. , dan liquidity (X. tetap konstan. sebaliknya, jika growth opportunity (X. berkurang satu unit, maka cash holding (Y) akan meningkat sebesar -0,001. Uji T Tabel 2. 1 Hasil Uji t Berdasarkan temuan uji t atau uji parsial, dapat disimpulkan pengaruh leverage, cash flow, liquidity, dan growth opportunity terhadap cash holding. Meneliti pengaruh leverage pada cash holding menghasilkan hasil sebagai berikut. Menurut uji parsial, nilai p untuk X1 adalah 0,066, lebih besar dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa leverage (X. tidak memiliki dampak yang signifikan secara statistik terhadap cash holding (Y). Nilai koefisien untuk leverage (X. sebesar 0,056, menunjukkan hubungan yang positif. Oleh karena itu, kesimpulan yang diambil dari analisis ini adalah leverage (X. berpengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik terhadap cash holding (Y). Berdasarkan hasil uji parsial, nilai p untuk X2 adalah 0,983, lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa cash flow (X. secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap cash holding (Y). Nilai koefisien pada cash flow (X. sebesar 0,001 yang menunjukkan arah yang menguntungkan. Kesimpulan dari pengujian ini adalah cash flow (X. berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap cash holding (Y). Berdasarkan temuan pemeriksaan parsial, nilai signifikansi X3 adalah 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa liquidity (X. memiliki pengaruh penting terhadap cash holding (Y). Nilai koefisien terhadap liquidity (X. sebesar 0,112 menunjukkan arah yang menguntungkan. Kesimpulan dari pemeriksaan ini adalah bahwa liquidity (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap cash holding (Y). Berdasarkan temuan pemeriksaan parsial, nilai signifikansi pada X4 adalah 0,924 > 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa peluang pertumbuhan (X. tidak berdampak besar pada cash holding (Y). Nilai koefisien untuk growth opportunity (X. sebesar -0,001 yang Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . menunjukkan arah negatif. Kesimpulan dari pemeriksaan ini adalah bahwa growth opportunity (X. memiliki pengaruh negatif dan dapat diabaikan terhadap cash holdings (Y). Uji F Tabel 2. 3 Hasil Uji F Pada penelitian ini menggunakan kuantitas sampel n = 121 dan kuantitas variabel independen k = 4, dengan tingkat signifikasnsi 0,05. Berikut adalah prasyarat untuk mengetahui estimasi F tabel dengan menghitung tingkat peluang . = k Ae 1 = 4 Ae 1 = 3 dan . = n Ae k = 121 Ae 4 = 117 sehingga dapat diperoleh F tabel 2,68. Berdasarkan temuan uji F pada tabel di atas, ternyata nilai F hitung sebesar 26,328 melebihi nilai F tabel sebesar 2,68 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Akibatnya, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak. Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini, khususnya leverage, cash flow, liquidity dan growth opportunity, berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu cash holding. Uji Koefisien Determinasi Tabel 2. 4 hasil Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan temuan uji koefisien determinasi yang telah disebutkan sebelumnya, nilai adjusted R squared menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,458. Temuan ini menunjukkan bahwa hanya 45,8% perubahan variabel dependen cash holding (Y) yang dapat dipertanggung jawabkan oleh variabel independen leverage (X. , cash flow (X. , liquidity (X. , dan growth opportunity (X. sebaliknya, 54,2% sisanya dari perubahan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1255-1266 Hensu dan Nariman : Pengaruh Leverage. Cash Flow. Liquidity dan Growth . variabel dependen cash holding (Y) dikaitkan dengan faktor lain yang tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini. Diskusi