JURNAL REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN UNIVERSITAS AISYAH PRINGSEWU Vol. No. Februari 2024 PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR : CASE STUDY Sugiarto1*. Giri Susanto2. Dian Arif Wahyudi3. Eko Wardoyo4. Hana Zumaedza Ulfa5 Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu Lampung sugiartoners@gmail. ABSTRAK Luka bakar merupakan salah satu kecelakaan di rumah tangga dengan proporsi yang tertinggi dan memerlukan perawatan yang sangat kompleks. Tujuan dari studi kasus ini adalah menggambarkan pertolongan pertama keluarga pada kejadian luka bakar. Studi kasus ini menggunakan metode Subjek penelitian adalah anggota keluarga yang pernah memberikan pertolongan pertama luka bakar sebanyak 4 partisipan. Pengumpulan data ini menggunakan wawancara dan observasi Hasil penelitian menunjukkan pertolongan pertama pada kejadian luka bakar ringan, meliputi: memastikan 3A, menghilangkan sumber luka bakar, mendinginkan luka bakar dengan air mengalir, menutup luka dengan kasa, membawa ke rumah sakit. Luka bakar sedang, meliputi: menjauhkan korban dari tempat kejadian, mengolesi luka dengan odol, mendinginkan luka dengan kipas, segera membawa ke rumah sakit. Luka bakar berat, meliputi: memastikan aman diri dan pasien, berteriak meminta bantuan, menghentikan luka bakar dengan menggunakan handuk basah, memanggil nama korban karena korban tidak sadar, melepaskan pakaian yang menutupi luka, mendinginkan luka bakar dengan kipas, melindungi area luka bakar dengan kain basah, segera membawa ke rumah sakit. Dapat disimpulkan bahwa tindakan pertolongan pertama yang dilakukan berbeda, tergantung jenis, penyebab, luas, pengetahuan, dan informasi tentang pertolongan pertama luka bakar. Maka dari itu diperlukan pendidikan tentang pertolongan pertama luka bakar terutama pada masyarakat. Kata Kunci: luka bakar, keluarga & pertolongan pertama. ABSTRACT Family First Aid for Burns Before Being Taken to the Emergency Room at Ngudi Waluyo Wlingi Hospital. Burns are one of the highest numbers of household accidents and require very complex The purpose of this case study is to describe the family's first aid in the event of a burn. This case study uses a descriptive method. Subjects were family members who had given first aid burns to as many as 4 participants. This data collection uses interviews and observation skills. The results showed first aid in the incidence of minor burns, including: ensuring 3A, removing the source of burns, cooling the burn with running water, closing the wound with gauze, bringing it to the Moderate burns, including: keep the victim away from the scene, smear the wound with toothpaste, cool the wound with a fan, immediately bring it to the hospital. Heavy burns, including ensuring self and patient safety, shouting for help, stopping burns using a wet towel, calling the victim's name because the victim is unconscious, removing clothes that cover the wound, cooling the burn with the fan, protecting the burn area with cloth wet, immediately bring to the hospital. It can be concluded that doing the first aid is different, depending on the type, cause, extent, knowledge, and information about first aid burns. Therefore, we need education about first aid burns, especially in the community Keywords: burns, family & first aid. PENDAHULUAN Kecelakan di rumah tangga menjadi kecelakaan dengan proporsi tertinggi tempat kejadian cedera pada tahun 2018, dengan persentase 44,7% (Badan Penelitian & Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Salah satu kecelakaan yang terjadi di rumah adalah luka bakar, maka dari itu JREMIK. Vol. No. Februari 2024 | 25 - 31 pertolongan pertama luka bakar sangat penting . re hospita. Penanganan dan perawatan luka bakar sampai saat ini masih memerlukan perawatan yang kompleks dan masih merupakan tantangan yang harus diperbaiki dari waktu ke waktu, karena sampai saat ini angka morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi (Noer dkk, 2. Banyak mitos yang salah di masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada luka bakar, misalnya mengoleskan odol, margarin atau kecap pada kulit yang terkena luka bakar, masih banyak masyarakat yang percaya, kalau luka bakar di rumah khususnya, kalau diguyur air akan semakin parah. Pertolongan pertama sangat dibutuhkan bagi keluarga. Pertolongan pertama ini diperlukan antara lain untuk mencegah efek lanjut yang tidak diinginkan dan mempertahankan kondisi jika ternyata perlu dilakukan rujukan menuju pusat pengobatan (Herawati & Argarini, 2. Pertolongan pertama yang harus membebaskan tubuh penderita dari bahan Daerah yang terbakar cukup direndam/disiram dengan air dingin . angan air e. karena akan menambah sakit. Luka bakar yang luas perlu segera mendapatkan tambahan cairan untuk mencegah dehidrasi, jika wilayah terbakar >10% penderita harus dirawat di RS (Susilowati, 2. Untuk itu sangat penting memberikan pertolongan pertama pada saat terjadi luka bakar di rumah, oleh sebab itu berdasarkan latar belakang diatas akan dilakukan penelitian tentang pertolongan pertama keluarga pada luka bakar. Tujuan dari studi kasus ini adalah keluarga pada kejadian luka bakar. studi pendekatan deskriptif Subjek Penelitian Adapun subjek dalam studi kasus ini Anggota memberikan pertolongan pertama pada luka bakar sebanyak 4 partisipan, dengan kriteria inklusi: . Anggota keluarga yang pernah memberikan pertolongan pertama luka bakar sebelum dibawa ke IGD, . Anggota keluarga yang menolong korban luka ringan/sedang/berat disebabkan oleh api/air panas, . Tinggal satu rumah dengan korban luka bakar saat kejadian. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi untuk penilaian keterampilan partisipan. Untuk Langkah-langkah pengumpulan data diawali dengan . Mengidentifikasi pasien yang mengalami luka bakar . Mengidentifikasi luka bakar yang diderita apakah ringan/sedang/berat. Mengidentifikasi penyebab luka bakar termal/panas . pi/air pana. , . Mengidentifikasi alamat rumah pasien. Meminta persetujuan responden, . Melakukan kontrak waktu pelaksanaan penelitian, . Melakukan wawancara melakukan pertolongan pertama luka Melakukan pertama luka bakar, . Melakukan terminasi penelitian sudah selesai dilakukan, . Melakukan analisa data. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menarasikan hasil wawancara masing-masing memberikan pertolongan pertama luka METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode JREMIK. Vol. No. Februari 2024 | 25 - 31 deskriptif dengan menghitung nilai keterampilan partisipan dengan rumus X100% N F P (Arikunto, 2. masing partisipan dalam memberikan ditunjukkan bahwa kemampuan partisipan 1 dalam melakukan pertolongan pertama pada luka bakar sesuai SOP adalah 100%, partisipan 2 kemampuan melakukan pertolongan pertama pada luka bakar sesuai SOP adalah 44%, partisipan 3 kemampuan melakukan pertolongan pertama pada luka bakar sesuai SOP adalah 58% dan partisipan pertolongan pertama pada luka bakar sesuai SOP adalah 50%. Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan wawancara maka masing-masing langkah pertolongan pertama pada luka bakar yang dilakukan oleh masing-masing partisipan adalah sebagai berikut: Keterangan: P = Prosentase F = Jumlah jawaban yang benar N = Jumlah Soal Kemudian nilai dikategorikan sebagai berikut: Nilai 76-100% dalam kategori baik, nilai 56-75% dalam kategori cukup dan nilai 40-55% dalam kategori kurang. Setelah data di kategorikan kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan Pertimbangan etik yang diterapkan adalah autonomy . emberikan kebebasan kepada partisipan bersedia atau tidak bersedia menjadi subjek penelitian dengan menandatangani atau tidak menandatangani informed consen. , anonymity . idak mencantumkan nama partisipan pada lembar observasi atau wawancara tetapi hanya mencantumkan inisial saj. , keadilan . enerapannya dalam bentuk semua partisipan mendapatkan perlakukan yang sama baik sebelum, selama maupun sesudah . diterapkan dengan memberikan informasi tentang pertolongan pertama yang benar pada partisipan setelah selesai melakukan wawancara dan observasi . penerapan prinsip etik ini adalah melakukan kontrak waktu terlebih dahulu kepada partisipan dan apabila partisipan merasa lelah selama penelitian berlangsung maka partisipan dapat berhenti dalam keikutsertaan sebagai partisipan. Partisipan 1 (Ny. Partisipan 1 melakukan pertolongan pertama pada luka bakar ringan yang ditandai dengan warna kemerahan, nyeri, dan bengkak, yang disebabkan oleh panas setrika yang mengenai tangan kiri bagian dalam, luas luka bakar 2,25%. Dari 8 langkah SOP pertolongan luka bakar ringan didapatkan partisipan melakukan semua dengan benar, maka kemampuan dalam mendapatkan nilai 100%, dengan langkahlangkah dilakukan adalah sebagai berikut: Sebelum menolong memastikan aman diri, aman korban, dan aman lingkungan. Tidak panik ketika menolong korban luka bakar, karena telah mendapat informasi tentang pertolongan pertama luka bakar dan pelatihan PMR. Menghilangkan sumber luka bakar dengan cara mencabut kabel setrika dan menjauhkan korban dari tempat kejadian. Mendinginkan luka bakar dengan air mengalir selama 5-7 menit. Kemudian tidak mengolesi odol karena HASIL Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan observasi keterampilan pada 4 partisipan maka keterampilan masing27 JREMIK. Vol. No. Februari 2024 | 25 - 31 tahu akan menghambat penguapan suhu pada luka. Menutup luka dengan kasa. Membawa ke rumah sakit langkahlangkah pertolongan pertama yang dilakukan sebagai berikut: Memastikan aman diri, aman pasien dengan cara mengangkat korban dari tempat kejadian. Berteriak meminta bantuan ke anggota keluarga lain. Panik ketika menolong, meskipun sudah pernah mendapat informasi tentang luka Menghentikan luka bakar dengan cara menyiram dengan air pada bagian yang tersiram air panas Melepaskan pakaian yang menutupi luka korban agar pakaian tidak melekat dengan Mendinginkan luka bakar dengan air selama 10-15 menit, dengan cara menyiram dengan air. Tidak ada pendarahan di bagian luka Melindungi area luka bakar dengan kain basah ketika akan dibawa ke rumah sakit agar luka tetap dingin Segera membawa ke rumah sakit dengan Partisipan 2 (Tn. Partisipan 2 melakukan pertolongan pertama pada luka bakar sedang yang ditandai dengan warna merah/pucat, nyeri, dan terdapat bulla, yang disebabkan oleh air panas, luas luka bakar 4,5% di sekitar dada. Dari 9 langkah SOP pertolongan pertama pada luka bakar sedang, didapatkan partisipan melakukan 4 langkah yang mendapatkan nilai 44%, dengan langkahlangkah dilakukan adalah sebagai berikut: Pada saat kejadian luka bakar partisipan mengamankan korban dengan cara menjauhkan korban dari tempat kejadian. Panik ketika menolong korban, karena belum pernah mendapat informasi tentang pertolongan pertama luka bakar. Mengolesi luka dengan odol, dengan alasan kebiasaan di lingkungan agar luka terasa dingin. Kemudian mendinginkan luka bakar dengan kipas, sampai korban dibawa ke rumah sakit. Tidak memecah bula ketika mengetahui luka terdapat bulla. Segera membawa ke rumah sakit dengan sepeda motor. Partisipan 4 (Ny. Partisipan 4 melakukan pertolongan pertama pada luka bakar berat yang ditandai dengan warna pucat/putih, dan kulit hitam/gosong, yang disebabkan oleh api, luas luka bakar 18% di bokong dan paha Dari 12 langkah SOP pertolongan luka bakar berat didapatkan partisipan melakukan 6 langkah yang sesuai, maka kemampuan memberikan pertolongan pertama mendapatkan nilai 50%, dengan Langkah-langkah pertolongan sebagai berikut: 1. Memastikan aman korban dan aman lingkungan ketika menolong, dengan cara mematikan sumber api dengan air Partisipan 3 (Tn. Partisipan 3 melakukan pertolongan pertama pada luka bakar berat yang ditandai dengan warna pucat/putih, dan nyeri, yang disebabkan oleh tersiram air panas, luas luka bakar 9% di paha kanan sampai lutut. Dari 12 langkah SOP pertolongan luka bakar berat didapatkan partisipan 3 melakukan 7 langkah yang JREMIK. Vol. No. Februari 2024 | 25 - 31 Panik ketika menolong, karena tidak pernah menolong kejadian luka bakar. Menghentikan luka bakar dengan menggunakan handuk basah yang ditaruh di bagian tubuh yang terkena api. Memanggil nama korban karena korban tidak sadar, dan mengecek pernafasan dengan melihat dada korban. Berteriak meminta pertolongan ke orang yang berada disekitar rumah. Ketika bantuan datang partisipan memindahkan korban ke tempat yang aman dan membebaskan dari benda-benda yang terbakar dengan cara menggunting pakaian Mendinginkan luka bakar dengan kipas sambil menunggu dibawa ke rumah sakit. Tidak ada pendarahan di bagian luka bakar, hanya kulit berwarna hitam. Membawa ke rumah sakit. langkah-langkah pertolongan pertama luka bakar karena informasi yang pernah didapat partisipan 1 tentang cara pertolongan pertama luka bakar dan pengalaman yang didapat dari pelatihan pertolongan pertama pada saat mengikuti PMR. Luka Bakar Sedang (Partisipan . Partisipan 2 melakukan tindakan tidak urut sesuai SOP dan beberapa tindakan yang salah. Partisipan 2 panik ketika menolong korban karena belum pernah mendapat informasi tentang pertolongan pertama luka bakar. Menurut Pieter . , panik adalah lapangan persepsi yang sangat sempit sekali dan tidak mampu berpikir logis. Adapun respons perilaku dan emosinya terlihat agitasi, mengamuk dan marah-marah, ketakutan, berteriak-teriak, kontrol diri, dan memiliki persepsi yang Partisipan 2 langsung mengolesi luka dengan odol, dengan alasan kebiasaan di lingkungan agar luka terasa dingin. Menurut Yulianingsih . dalam SOP pertolongan pertama luka bakar, mengolesi luka bakar dengan odol, mentega, minyak, kecap atau yang lainnya akan memperparah keadaan luka yang ada, cara ini akan memperparah keadaan luka karena bahan tersebut akan menutup pori-pori kulit sehingga kulit yang terbakar akan sulit untuk dibersihkan dan akan menghambat penguapan suhu pada luka. Partisipan 2 tidak membebaskan pakaian pada bagian luka, hal ini yang mengakibatkan baju melekat dengan luka Menurut SOP pertolongan pertama luka bakar, segera membebaskan bendabenda yang mudah meleleh/terbakar di sekitar area luka yang terbakar untuk menghindari pakaian menempel pada luka, dan mengurangi keparahan luka bakar (Yulianingsih, 2. PEMBAHASAN Luka Bakar Ringan (Partisipan . Partisipan 1 menunjukkan tindakan yang dilakukan sesuai SOP. Berdasarkan hasil wawancara partisipan 1 pernah mendapat informasi tentang pertolongan pertama luka bakar dan mendapat pelatihan pertolongan pertama saat mengikuti PMR. Hal ini yang mendasari langkah-langkah yang dilakukan partisipan 1 sesuai dengan SOP pertolongan pertama luka bakar. Menurut Anggraini dkk . SOP atau standar operasional prosedur merupakan acuan atau dapat dikatakan pedoman baku dalam melaksanakan suatu aktivitas Suatu unit kerja tertentu dapat dikatakan berhasil dan bekerja secara benar apabila semua aktivitas pekerjaannya mengacu pada SOP bidangnya. Tujuan utama dari SOP adalah untuk mempermudah setiap proses kerja dan meminimalisir adanya kesalahan dalam Berdasarkan wawancara dan observasi keterampilan pada partisipan 1 menunjukan kesesuaian JREMIK. Vol. No. Februari 2024 | 25 - 31 Berdasarkan hasil wawancara dan observasi keterampilan pada partisipan 2 diketahui partisipan 2 melakukan tindakan tidak sesuai SOP, dikarenakan partisipan tidak pernah mendapat informasi tentang pertolongan pertama luka bakar dan masih mempercayai mitos di masyarakat tentang pertolongan pertama luka bakar dengan menggunakan odol. Luka Bakar Berat menyiram luka dengan air mengalir. Apabila persediaan air terbatas, maka kompres air dingin menggunakan kain bersih bebas serat. Jika tidak ada air, gunakan es atau air es untuk mendinginkan luka bakar. Partisipan 4 tidak melindungi area luka bakar ketika dibawa ke rumah Menurut SOP pertolongan pertama luka bakar yang benar, luka harus ditutup dengan kasa/kain bersih. Menurut Yulianingsih . tutup dengan kasa steril dan plester untuk mencegah gesekan antara luka dengan pakaian yang dikenakan, juga untuk melindungi luka dari debu. Berdasarkan keterampilan pada partisipan 3 dan partisipan 4, diketahui pada partisipan 3 masih panik meskipun sudah mendapat informasi tentang pertolongan pertama pada korban luka bakar, namun tindakan yang dilakukan partisipan 3 sudah sesuai namun tidak urut. Pada partisipan 4 sudah mendapat informasi tentang pertolongan pertama luka bakar tetapi beberapa tindakan tidak sesuai dengan SOP, antara lain belum memastikan 3A, masih panik ketika akan menolong korban, dan mendinginkan luka menggunakan kipas, serta tidak menutup luka. (Partisipan 3 dan Partisipan . Partisipan 3 dan partisipan 4 menunjukkan tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan SOP. Berdasarkan hasil wawancara partisipan 3 dan partisipan 4 pernah mendapat informasi tentang pertolongan pertama luka bakar. Namun partisipan 3 dan partisipan 4 tidak sesuai dengan SOP. Partisipan 3 memberikan pertolongan tindakan yang dilakukan pertama kali adalah memastikan aman diri, aman pasien dengan cara mengangkat korban dari tempat kejadian, sedangkan partisipan 4 mengatakan memastikan aman korban dan aman lingkungan ketika menolong dengan cara mematikan sumber api. Hal ini tidak sesuai dengan SOP pertolongan pertama yang melakukan tindakan pertolongan pertama. man penolong/perawat memakai alat pelindung diri/APD, aman pasien: yaitu melihat keadaan pasien apakah ada indikasi cedera, aman lingkungan: yaitu mengamankan pasien dan diri kita dari lingkungan sekitar yang membahayaka. Partisipan 4 mendinginkan luka bakar dengan kipas sambil menunggu dibawa ke rumah sakit. Menurut SOP pertolongan pertama luka bakar cara mendinginkan luka bakar dengan cara menyiram dengan air mengalir. Menurut Stiles et al . jika air tersedia. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pemaparan studi kasus dapat disimpulkan bahwa tindakan pertolongan pertama yang dilakukan berbeda, tergantung jenis luka bakar, tingkat pengetahuan, pengalaman, informasi yang didapat tentang pertolongan pertama luka Pertolongan pertama luka bakar ringan berdasarkan observasi keterampilan mendapatkan nilai 100%, dengan Langkahlangkah: sebelum menolong memastikan aman diri, aman korban, dan aman menghilangkan sumber luka bakar dengan JREMIK. Vol. No. Februari 2024 | 25 - 31 cara mencabut kabel setrika dan menjauhkan korban dari tempat kejadian, mendinginkan luka bakar dengan air mengalir selama 5-7 menit, tidak mengolesi odol, menutup luka dengan kasa, membawa ke rumah sakit. Pertolongan pertama luka bakar sedang berdasarkan observasi keterampilan mendapatkan nilai 44%, dengan Langkahlangkah: mengamankan korban dengan cara menjauhkan korban dari tempat kejadian, penolong panik ketika menolong korban, mengolesi luka dengan odol, mendinginkan luka bakar dengan kipas, tidak memecah bula, segera membawa ke rumah sakit. Pertolongan pertama luka bakar berat mendapatkan nilai 54%, dengan Langkahlangkah: memastikan aman diri dan aman berteriak meminta bantuan, menghentikan luka bakar dengan cara menyiram dengan air/menghentikan luka bakar dengan menggunakan handuk basah, memanggil nama korban karena korban tidak sadar dan mengecek pernafasan dengan melihat dada korban, melepaskan pakaian yang menutupi luka korban, mendinginkan luka bakar dengan kipas, melindungi area luka bakar dengan kain basah, segera membawa ke rumah sakit. Journal of Community Engagement in Health, 1. Ae https://doi. org/10. 30994/jceh. Arikunto. S . Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI . Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. Diperoleh darihttps://labmandat. id/images/download/laporan/RK D/2018/aporan_Nasional_RKD2018_ FINAL. Herawati. L, & Argarini. Penanganan Pertama Luka Pada Anak. Sidoarjo: Oksana Publishing. Noer . Emergency Management of Major Burn. Surabaya: PT Revka Petra Media Pieter. HZ . Pengantar Psikopatologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Kencana Susilowati. R . Jurus Rahasia Menguasai P3K: Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Lembar langit Indonesia. Sutomo . Tenik Menyusun KtiskripsiTulisan Ilmiah dalam Jurnal Bidang Kebidanan. Keperawatan Kesehatan. Yogyakarta: F Tramaya Stiles. Kristina & Goodwin. N . Retrieved August 21, 2018, from https://w. g/ wp-content/uploads/2017/06/BBAFirst-Aid-Guideline-24. Yulianingsih. N . Self Help Emergency: Panduan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Sehari-hari. Yogyakarta: And. UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada responden yang sudah bersedia membantu jalannya penelitian ini hinga DAFTAR PUSTAKA