AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1272-1275 Edukasi Bela Negara Dalam Menumbuhkan Kecintaan Anak Terhadap Negara Republik Indonesia Melalui Kegiatan Lomba HUT RI Kamaluddin1. Rusdi2. Muhammad Ilham3. Firdaus Hulihulis4. Agnes Ribka Papilaya5. May Claudy Sanadi6. Norma Kammu7. Ibrahim Ibrahim8. Sukmawati Sukmawati9 1Administrasi Negara. Fakultas Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Sorong 2Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Sorong 3,4,5,6,7Ilmu Hukum. Fakultas Hukum. Universitas Muhammadiyah Sorong 8Pendidikan Bahasa Inggris. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sorong 9Pengolahan Hasil Perikanan. Fakultas Perikanan. Universitas Muhammadiyah Sorong *Corresponding author: kamal01. umsorong@gmail. Abstrak-Upacara dalam memperingati hari kemerdekaan yang telah dilaksanakan guna membentuk karakter generasi muda. Hari ulang tahun kemerdekaan biasanya diikuti dengan acara perlombaan, baik dari tingkat anak -anak hingga tingkat dewasa. Jenis lomba yang telah dilakasanakan diantaranya, memasukkan pensil dalam botol . Filosofi dari lomba ini menggambarkan kesabaran dan kegigihan dalam mencapai tujuan, makna yang bisa kita ambil dari perlombaan ini adalah kemampuan untuk fokus dalam meraih tujuan. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana aktualisasi bela negara bagi genera si muda dalam pengimplementasian dari k ehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara mengar ahakan secara langsung kepada partisipan , yakni menginformasikan gambaran sulitnya masyarakat indonesia memenuhi kebutuhan pangan pada masa Selain itu, para pejuang juga harus mempertimbangkan ketepatan saat melawan penjajah menggunakan senjata yang terbuat dari bambu runcing. Sala satu cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan karakter juang bela negara dilingkungan keluarga adalah melalui cerita dan motivasi. Karena anak-anak pada umumnya menyukai cerita. Cerita yang memiliki nilai moral sangat memiliki peranan signifikan dalam pembentukan Pendekatan yang dilakukan dalam perspektif bela negara dengan multi disiplin ilmu, perlu penerapan bela negara di indonesi a baik dalam bentuk non-fisik maupun fisik berupa sikap dan perilaku warga negara sehingga kecintaannya tumbuh terhadap negara kesatuan Republik Indonesia. Kata kunci: Bela Negara. Kecintaan Anak. Kesatuan dan Persatuan Abstrack- The ceremony in commemorating the independence day has been carried out to shape the character of the younger generation. Independence Day is usually followed by competitions, both from the children's level to the adult level. The types of competitions that have been held include putting a pencil in a bottle. The philosophy of this competition describes patience and persistence in achieving goals, the meaning that we can take from this competition is the ability to focus on achieving goals. This approach is used to find out how far the actualization of state defense for the younger generation is in the implementation of everyday life. The method of implementation is carried out by directing directly to the participants, namely informing an overview of the difficulty of the Indonesian people to meet their food needs during the colonial period. In addition, warriors must also consider accuracy when fighting invaders using weapons made of sharpened bamboo. One way that can be done to foster the character of fighting for the country within the family is through stories and Because children generally like stories. Stories that have moral values play a significant role in character building. The approach taken in the perspective of defending the country with multi-disciplines requires the application of defending the country in Indonesia both in non-physical and physical forms in the form of attitudes and behavior of citizens so that their love for the unitary state of the Republic of Indonesia Keyword: Defending the Country. Love for Children. Unity PENDAHULUAN Bela Negara merupakan sebuah semangat berani berkorban demi tanah air, baik harta bahkan nyawa sekalipun berani dikorbankan demi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (Hartini , 2. Bela Negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan yang dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air serta kesadaran hidup Kamaluddin | https://journal. id/index. php/amma | Page 1272 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1272-1275 berbangsa dan bernegara (Murtiningsih, et. , 2. Bagi warga negara Indonesia, usaha pembelaan negara dilandasi oleh kecintaan pada tanah air . ilayah nusantar. dan kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negara serta berpijak pada Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara. Keguanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dalam membentuk karakter bela negara terhadap Generasi penerus Bangsa. mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Muhammadiyah Sorong yang di tempatkan di Distrik Maladum Mes Kelurahan Saoka, membuat perlombaan untuk memperingati hari Kemerdekaan Negara Reublik Indonesia yang KE- 77 di SD NEGERI 41 Kota Sorong yang beralamat di Jl. Nusantara, kelurahan Saoka , distrik Maladum Mes. Kota Sorong. Papua Barat. Tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk mebentuk karakter bela negara dan mengenang jasa jasa pahlawan terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan RI serta pemahaman edukasi melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di SD Negeri 41 Kota Sorong. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilakukan terdiri dari kegiatan utama dan pendukung. Kegiatan utama yaitu upacara memperingati Hari kemerdekaan Republik Indonesia, acara pendukung tama yaitu lomba-lomba, dan kerja bakti dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. METODE Metode pelaksanaan dalam kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pendekatan yang dilakukan dalam perspektif bela negara dengan multi disiplin ilmu. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana aktualisasi bela negara bagi generasi muda dalam pengimplementasian dari kehidupan sehari-hari. Pada pelaksaannya dilakukan observasi dan melakukan beberapa edukasi kepada anak-anak di SD Negeri 41 Kota Sorong terhadap generasi muda dalam pembentukan karakter. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat dilaksanakan pada bulan Agustus, tahun 2022 di distrik Maladummes Kelurahan Tanjung Saoka. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan hasil observasi melalui kajian yang telah dilakukan pada tempat ataupun target yang dituju, memiliki beberapa perecanaan dan dukungan dari beberapa pihak, baik dari tokoh pemuda setempat, kelurahan Saoka maupun pihak sekolah. Didasari dari semaraknya kepedulian masyarakat dikelurahan saoka, dalam memperingati hari kemerdekaan RI ke -77 mulai terlihat sejak awal bulan agustus awal mulainya KKNT terlaksana. Bela Negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 rela berkorban demi menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Penerapan bela negara di Indonesia pada umumnya dalam bentuk non-fisik berupa sikap dan perilaku warga negara yang di jiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai dasar kewarganegaraan mencakup keimanan, saling tolong menolong dan kerjasama, toleransi, hak dan kewajiban individu, kebebasan mengatur diri sendiri, persamaan, perbedaan, kepercayaan dan patriotism, persatuan dan kesatuan, serta keadilan sosial (Lonto & Pangalila, 2. LombaAelomba dan upacara dalam memperingati hari kemerdekaan yang telah dilaksanakan guna membentuk karakter generasi muda, diantaranya adalah. Lomba makan kerupuk, lomba ini juga sangat populer. Perlombaannya terlihat gampang untuk dilakukan, tapi ternyata cukup sulit kenyataannya. Anak-anak ditantang menghabiskan kerupuk yang tergantung dengan kondisi tangan terikat. Kesulitan yang dirasakan saat mengikuti lomba inilah yang diangkat sebagai gambaran sulitnya masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan pangan pada masa penjajahan. Dalam lomba ini diikuti oleh siswa Ae siswi dari kelas 1, kelas 2 dan Kamaluddin | https://journal. id/index. php/amma | Page 1273 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1272-1275 Gambar 1. Lomba makan kerupuk Lomba balap kelereng bukan hanya siapa yang tercepat yang dapat mencapai garis finis melainkan kelereng yang ada di atas sendok tak boleh terjatuh hingga mencapai finish. Lomba ini memiliki arti tentang betapa pentingnya bertindak sigap. Namun selain sigap, seseorang dituntut harus tetap waspada agar tidak ceroboh dan tetap fokus terhadap segala hal yang berhubungan dengan kecepatan. Gambar 2. Lomba balap kelereng Lomba balap karung, siapa yang tidak kenal lomba adu lari menggunakan karung goni ini. Filosofi dari Balap Karung adalah refleksi dari beratnya kehidupan masyarakat Indonesia di masa Saat itu, masyarakat Indonesia teramat miskin hingga tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan. Lomba masukan pensil dalam botol, lomba ini menggambarkan kesabaran masyarakat pribumi saat menghadapi penjajah. Selain itu, para pejuang juga harus mempertimbangkan ketepatan saat melawan penjajah menggunakan senjata yang terbuat dari bambu runcing. Makna yang bisa kita ambil dari perlombaan ini adalah kemampuan untuk fokus dalam meraih tujuan. Hal ini senada dengan sikap para pejuang yang tetap fokus dan pantang menyerah untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Kamaluddin | https://journal. id/index. php/amma | Page 1274 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1272-1275 Gambar 3. Lomba masukkan pensil Penanaman jiwa bela negara ini harus dimulai sejak dini melalui pendidikan, dimana pendidikan pertama dan utama adalah lingkungan keluarga dan sekolah (Prasanti, 2. Artinya, pendidikan bela negara seharusnya diinisiasi dari lingkungan terdekat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan karakter juang bela negara di lingkungan keluarga adalah melalui cerita dan motivasi. Selain karena anak-anak suka akan cerita, juga karena kandungan atau nilai moral isi cerita memiliki peranan yang signifikan dalam pembentukan karakter (Mujahidin, 2. , terutama anak-anak di SD Negeri 41 Kota Sorong. Hal tersebut karena anak-anak masih sangat mudah dipengaruhi oleh cerita atau dongeng. Seperti Pesan pesan moral, seperti nilai kebaikan dan kejahatan, balasan bagi orang yang berbuat baik dan jahat, yang disisipkan melalui dongengdongeng akan diserap oleh anak. Kekaguman terhadap tokoh cerita perjuangan juga menjadikan anak belajar mengikuti karakter dalam cerita pejuang terdahulu. Oleh karena itu, untuk dapat menstimulasi perkembangan kepribadian anak secara optimal, konten cerita harus dipilih dengan KESIMPULAN Edukasi bela negara dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap negara republik Indonesia melalui kegiatan lomba HUT RI, yang dipadukan dengan cerita dan motivasi terhadap anak-anak di SD 41 Kota Sorong. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini sangat antusias. Melalui aneka perlombaan yang telah dilaksanakan diharapakan menumbuhkan karakter juang bela Negara. DAFTAR PUSTAKA