JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) p-ISSN : 2808-8786 . VOL 5. No. Oktober 2025, pp. 221 Ae 231 e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Pengaruh Pendidikan Technopreneurship Dan Dukungan Keluarga Terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi STIE STEKOM Ani Rahyuni 1. Siti Kholifah2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Studi Ekonomi Modern Jl. Diponegoro No. Dusun I. Wirogunan. Kec. Kartasura. Kabupaten Sukoharjo. Jawa Tengah 57166 Universitas Sains dan Teknologi Komputer Jl. Majapahit No. Pedurungan Kidul. Kec. Pedurungan. Kota Semarang. Jawa Tengah 50192 e-mail: 1vannuni17@gmail. com , 2olivstekom@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 25 Agustus 2025 Recived in revised form 12 September 2025 Accepted 21 September 2025 Available online 30 Oktober 2025 ABSTRACT This study aims to analyze the influence of technopreneurship education and family support on entrepreneurial intention among accounting students at STIE STEKOM Kartasura. The validity and reliability tests indicate that all research instruments are appropriate for use. The multiple linear regression results show that technopreneurship education has a significant effect with a significance value of 0. although its practical contribution is relatively small. In contrast, family support exerts a stronger influence, with a significance value of 0. 025 and a beta coefficient 233, highlighting the importance of external factors in shaping entrepreneurial intention. The F-test demonstrates that both variables simultaneously have a significant effect on entrepreneurial intention, with an F-value of 15. 777 and a significance level of 0. The coefficient of determination (Adjusted RA) of 0. indicates that the two variables explain 5. 2% of the variance in entrepreneurial intention, while the remaining variance is influenced by other factors such as personal motivation, work experience, or access to These findings suggest that although technopreneurship education is important, family support plays a greater role in fostering studentsAo entrepreneurial spirit. Keywords: technopreneurship education, family support, entrepreneurial intention, accounting students. STIE STEKOM Kartasura Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan technopreneurship dan dukungan keluarga terhadap niat berwirausaha mahasiswa akuntansi STIE STEKOM Kartasura. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian layak digunakan. Uji regresi linier berganda membuktikan bahwa pendidikan technopreneurship memiliki pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi Received 25 Agustus, 2025. Revised 12 September, 2025. Accepted 21 September, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 0,035, meskipun kontribusi praktisnya relatif kecil. Sebaliknya, dukungan keluarga berpengaruh lebih kuat dengan nilai signifikansi 0,025 dan koefisien beta 0,233, yang menegaskan pentingnya faktor eksternal dalam membentuk niat berwirausaha. Uji F memperlihatkan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha dengan F hitung 15,777 dan signifikansi 0,001. Koefisien determinasi (Adjusted RA) sebesar 0,052 mengindikasikan bahwa kedua variabel menjelaskan 5,2% variasi niat berwirausaha, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain seperti motivasi pribadi, pengalaman kerja, atau akses modal. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pendidikan technopreneurship penting, dukungan keluarga memiliki kontribusi lebih besar dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa. Kata Kunci: pendidikan technopreneurship, dukungan keluarga, niat berwirausaha, mahasiswa akuntansi. STIE STEKOM Kartasura PENDAHULUAN Dalam arus globalisasi yang semakin cepat, dunia usaha menghadapi dinamika yang menuntut perubahan besar. Salah satu aspek yang kini menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja adalah technopreneurshipAiperpaduan antara teknologi dan kewirausahaan. Kehadiran technology and entrepreneurship tidak hanya membuka peluang bagi individu untuk mencapai kemandirian ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya inovasi serta pembangunan ekonomi Hal ini menjadi relevan terutama di kalangan mahasiswa, generasi muda yang kelak berperan sebagai penggerak perubahan. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi niat berwirausaha pada mahasiswa menjadi semakin penting. Memasuki era Revolusi Industri 4. Indonesia turut aktif dalam perdagangan bebas melalui skema ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA). Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Kondisi ini menjadi indikator penting perkembangan ekonomi sekaligus peluang besar bagi wirausaha. Berwirausaha dipandang sebagai salah satu cara strategis untuk mendukung kesejahteraan Karena itu, penanaman nilai-nilai technology and entrepreneurship menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat abad ke-21, tidak hanya untuk mengatasi berbagai permasalahan perekonomian, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Praag dan Versloot menegaskan bahwa technology and entrepreneurship merupakan motor penggerak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan . Sebuah negara bahkan disyaratkan memiliki minimal 2% penduduk yang berwirausaha agar dapat mencapai kesejahteraan yang stabil. Sayangnya, meskipun jumlah pengusaha di Indonesia mengalami peningkatan, angka tersebut masih relatif rendah dibandingkan negara tetangga. Data menunjukkan bahwa rasio wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,1% dari total penduduk, sedangkan Malaysia telah mencapai 5%. Singapura 7%, dan Thailand 4,5%. Meski demikian, perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tetap menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, jumlah UKM di Indonesia terus meningkat setiap tahun, bahkan kontribusi pengusaha terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) naik dari 57,84% menjadi 60,34% dalam lima tahun terakhir. Dampak positif lainnya adalah menurunnya tingkat pengangguran dari 5,94% pada 2014 menjadi 5,13% pada Gambar 1 Jumlah UKM di Indonesia Sumber : BPS, 2018 Namun demikian, pengangguran masih menjadi persoalan besar, terlebih di kalangan lulusan pendidikan tinggi. BPS mencatat bahwa terdapat 856. 644 orang lulusan sarjana dan diploma yang menganggur, atau sekitar 12,22% dari total pengangguran nasional. Kondisi ini mengindikasikan rendahnya minat lulusan perguruan tinggi untuk berwirausaha. Sistem pendidikan di banyak universitas masih cenderung berorientasi pada pencetakan lulusan agar cepat memperoleh pekerjaan, ketimbang mendorong mahasiswa menciptakan lapangan kerja baru. JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Sejumlah penelitian menegaskan bahwa pendidikan technology and entrepreneurship serta dukungan keluarga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap niat berwirausaha. Prianto . dan Jannah . menyebutkan bahwa pendidikan kewirausahaan berbasis teknologi dapat mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta wawasan praktis yang mendorong lahirnya niat berwirausaha. Sejalan dengan itu. Hisrich . berpendapat bahwa pendidikan technopreneurship memiliki peran vital dalam membentuk pola pikir kreatif, inovatif, dan kritis dalam menghadapi tantangan bisnis. Pendidikan semacam ini bukan hanya memberikan pemahaman teoritis mengenai manajemen dan bisnis, melainkan juga melatih keterampilan praktis dan mentalitas berani mengambil risiko. Selain pendidikan, dukungan keluarga juga menjadi faktor penting. Mahasiswa yang memperoleh dorongan positif dari keluarga biasanya lebih percaya diri untuk memulai usaha. Sebaliknya, kurangnya dukungan bisa menjadi hambatan besar. Berdasarkan pengamatan di STIE STEKOM, meskipun program technopreneurship telah diberikan, tidak semua mahasiswa menunjukkan niat kuat untuk berwirausaha. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pendidikan tersebut serta sejauh mana dukungan keluarga berperan dalam mendorong niat berwirausaha mahasiswa. Dengan latar belakang fenomena tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengeksplorasi bagaimana pendidikan technopreneurship dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap niat berwirausaha mahasiswa Akuntansi STIE STEKOM. TINJAUAN PUSTAKA Pendidikan Technopreneurship Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan merupakan proses perubahan sikap dan perilaku individu maupun kelompok dalam rangka pendewasaan melalui pengajaran, pelatihan, dan Hal ini sejalan dengan Tando . yang menegaskan bahwa pendidikan adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk mengubah serta meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian, pendidikan dapat dipahami sebagai upaya membentuk kedewasaan diri melalui peningkatan intelektual dan perilaku. Pendidikan technology and entrepreneurship dipandang sebagai isi, metode, dan aktivitas yang mendorong pengembangan motivasi, kompetensi, serta pengalaman untuk menciptakan nilai tambah . Pandangan ini diperkuat oleh Sumarno . yang menekankan bahwa pendidikan tersebut tidak hanya menyalurkan pengetahuan, tetapi juga membangun pola pikir, sikap, motivasi, dan keterampilan Bahkan. Lestari dan Wijaya . menyatakan bahwa pendidikan ini mampu mengubah pola pikir mahasiswa sehingga berorientasi pada pilihan karier wirausaha. Indikator pendidikan technology and entrepreneurship menurut Bataragoa . Keterampilan technology and entrepreneurship Kurikulum atau mata kuliah technology and entrepreneurship Pelatihan technology and entrepreneurship Peluang usaha Pikiran yang mengelola resiko Dukungan Keluarga Menurut Esti dan Johan . , dukungan keluarga dapat dipahami sebagai bentuk perhatian, kenyamanan, penghargaan, maupun bantuan yang diberikan individu signifikan, baik melalui ayah, ibu, maupun saudara kandung. Dukungan ini mencerminkan adanya penghargaan, penerimaan, serta rasa kasih Selaras dengan itu. Wirartri . memandang keluarga sebagai unit sosial terkecil yang terdiri atas orang tua dan anak, yang hidup bersama di bawah satu atap dan saling bergantung satu sama lain. Lebih lanjut. Esti dan Johan . menegaskan bahwa keluarga adalah dua atau lebih individu yang terikat oleh darah, perkawinan, atau adopsi, dan melalui interaksi mereka mempertahankan kebudayaan. Ayuni . menambahkan bahwa dukungan keluarga merupakan sikap, penerimaan, serta tindakan yang diberikan sepanjang siklus kehidupan, baik berupa informasi, perilaku, maupun materi, sehingga individu merasa dicintai dan diperhatikan. Dengan demikian, dukungan keluarga dapat disimpulkan sebagai dorongan berupa nasehat, penghargaan, informasi, maupun bantuan material yang memberi manfaat emosional serta mendukung pengambilan keputusan individu. Indikator dukungan keluarga menurut Trini K. Bataragoa . , adapun sebagai berikut : Dukungan Emosional Dukungan intelektual Dukungan penilaian Dukungan ekonomi Pengaruh Pendidikan Technopreneurship Dan Dukungan Keluarga Terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Stie Stekom (Ani Rahyuni, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Dorongan Niat Berwirausaha Menurut Amalia dan Hadi . , minat berwirausaha menggambarkan kesiapan individu untuk bekerja keras, tekun, serta berani menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan usaha, dengan tekad untuk mandiri dan belajar dari setiap kegagalan. Sejalan dengan itu. Ramadhani dan Nurnida . mendefinisikan minat berwirausaha sebagai dorongan, ketertarikan, serta kemauan yang kuat untuk mandiri, berani mengambil risiko, dan terus belajar dari pengalaman. Christianingrum dan Rosalina . menambahkan bahwa minat usaha juga mencakup ketertarikan terhadap aktivitas kewirausahaan, keberanian menghadapi tantangan, serta keinginan untuk mewujudkan cita-cita melalui technology and entrepreneurship. Selanjutnya. Anggraeni . menyatakan bahwa minat berwirausaha merupakan keinginan dan kesediaan individu untuk bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup tanpa takut pada risiko, menekankan bahwa minat ini tumbuh seiring pengaruh faktor lingkungan dan karakter individu. Dengan demikian, minat berwirausaha dapat dipahami sebagai ketertarikan, keberanian, serta kemauan untuk menghadapi risiko dan belajar dari kegagalan demi mencapai kesuksesan. Menurut Trini K. Bataragoa . indikator minat berwirausaha adalah sebagai berikut : Percaya diri Kemampuan Rencana Perilaku wirausaha Karier Hipotesis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan diatas, maka hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu : H1 : Pendidikan Technopreneurship berpengaruh signifikan terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi STIE STEKOM. H2 : Dukungan Keluarga berpengaruh signifikan terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi STIE STEKOM . H3 : Pendidikan Technopreneurship dan Dukungan Keluarga berpengaruh secara bersamaan terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi STIE STEKOM. Kerangka Berfikir Gambar 2. Kerangka Berpikir Dari gambar diatas dapat di jelaskan bahwa variabel dependen adalah variabel yang dapat dipengaruhi variabel lain. Variabel dependen sendiri disini adalah Niat Berwirausaha Mahasiswa (Y). Sedangkan variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain, dalam hal ini variabel independen disini adalah Pendidikan Technopreneurship (X. dan Dukungan Keluarga (X. METODOLOGI PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIE STEKOM progdi akuntansi yang berjumlah 284 orang. Mengenai seberapa banyak jumlah sample yang dianggap mampu mewakili populasi, pengusul melakukan perhitungan dengan menggunakan rumus slovin : JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Dalam penelitian ini, total populasi (N) adalah 284 nasabah sehingga peneliti menentukan berdasarkan jumlah sampel yang akan di ambil sebagai responden yaitu 166 orang, dengan tingkat kepercayaan 95% . argin of error 5%, e = 0,. Maka perhitungannya adalah sebagai berikut: n = N / . N x eA)) Keterangan : n = 284 /. x eA)) n = 284 /. 284 x 0,05A)) n = 284 /. 284 x 0,0. n = 284 /. n = 284 / 1,71 n = 166,08 n = 166 Jadi jika di bulatkan maka ukuran sampel minimal dari 284 responden dengan margin error 5% yaitu 166 orang HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Data deskriptif yang menggambarkan keadaan atau kondisi responden merupakan infromasi tambahan untuk memahami hasil-hasil penelitian. Tabel 4. 1 Jenis Kelamin Responden JENIS KELAMIN Frequency Percent Valid LAKI LAKI PEREMPUAN Total Valid Percent Cumulative Percent Sumber : Data primer yang di olah SPSS 2025 Berdasarkan keterangan pada tabel 4. 1 di atas, dapat di ketahui jenis kelamin responden mahasiswa akuntansi yang di ambil sebagai responden, yang menunjukan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki, yaitu sebanyak 85 orang, sedangkan sisanya adalah responden perempuan sebanyak 81 orang. Adapun data mengenai umur responden mahasiswa akuntansi STIE STEKOM Kartasura adalah sebagai berikut : Tabel 4. 2 Umur Responden UMUR Valid 17-30 TAHUN 30-40 TAHUN >40 TAHUN Total Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Sumber : Data primer yang di olah SPSS 2025 Berdasarkan keterangan pada tabel 4. 2 di atas, dapat di ketahui umur responden mahasiswa akuntansi yang di ambil sebagai responden, yang menunjukan bahwa mayoritas responden adalah Pelanggan yang umurnya 17-30 tahun, yaitu sebanyak 107 orang, responden dengan umur 30-40 tahun yaitu sebanyak 49 orang, sedangkan sisanya responden dengan umur >40 tahun yaitu sebanyak 10 orang. Uji Validasi Tingkat validitas di lakukan uji signifikansi dengan membandingkan r hitung dengan nilai r tabel. Untuk degree of freedom . = n-k dalam hal inin adalah jumlah sampel dan k jumlah konstruk. Pada kasus ini besarnya df dapat di hitung df = 166 dengan alpha 0,05 di dapat 0,127, jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai r positif, maka butir pertanyaan tersebut di katakan valid. Tabel 4. 3 Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Item Pertanyaan Corrected Item Pertanyaan Total Correlation r Tabel Keterangan Pengaruh Pendidikan Technopreneurship Dan Dukungan Keluarga Terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Stie Stekom (Ani Rahyuni, et a. p-ISSN : 2808-8786 Pendidikan technopreneurship (X. Dukungan keluarga (X. Niat berwirausaha (Y) 0,715 0,517 0,417 0,402 0,643 0,528 0,373 0,421 0,543 0,345 0,553 0,528 0,535 0,355 e-ISSN : 2798-1355 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 0,127 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Uji Reliabilitas Untuk menguji reliabilitas instrumen, penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 4 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Pendidikan technopreneurship (X. Dukungan keluarga (X. Niat berwirausaha (Y) Reability Coeffisients 5 item 5 item 5 item Alpha 0,697 0,797 0,743 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Dari keterangan tabel 4. 4 di atas dapat di ketahui bahwa masing-masing variabel memiliki cronbach alpha > 0,60. Dengan demikian variabel (Pendidikan technopreneurship (X. Dukungan keluarga (X. , dan Niat berwirausaha (Y)) dapat di katakan reliabel. Uji Multikolineritas Untuk menguji multikolineritas, penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian multikolineritas dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 4. 5 Hasil Uji Multikolineritas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF ,552 1,812 ,552 1,812 Dependent Variable: Y Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Berdasarkan tabel 4. 5 di atas, pada multikolineritas nilai tolerance > 0,10, dan nilai VIF < 10,0 maka artinya hasil uji tidak terjadi multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas Untuk menguji heteroskedastisitas, penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian heteroskedastisitas dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 4. 6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Correlations Abs_RES Spearma n's rho Abs_RES Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) 1,000 ,212 Pendidikan ,212 ,132 1,000 Dukungan ,262 ,060 ,675** Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Pendidikan Dukungan Sig. -taile. ,132 Correlation Coefficient ,262 Sig. -taile. ,060 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. <,001 ,675** <,001 1,000 Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Berdasarkan tabel 4. 6 di atas, di ketahui nilai signifikansi atau Sig. -taile. variabel Pendidikan technopreneurship (X. sebesar 0,132 dan variabel Dukungan keluarga (X. sebesar 0,060. Karena nilai kedua variabel independen (X) > 0,05, maka dapat di simpulkan tidak terdapat masalah atau gejala heteroskedastisitas, artinya model regresi yang di gunakan untuk penelitian ini layak untuk di lakukan. Uji Normalitas Untuk menguji normalitas Kolmorgov-Smirnov, penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian normalitas dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 4. 7 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. Sig. -taile. e 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Unstandardized Residual ,0000000 2,24098188 ,156 ,156 -,166 ,186 ,370d ,531 ,518 ,543 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Berdasarkan tabel 4. 7 di atas, pada uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukan bahwa residual data yang di dapat tersebut mengikuti distribusi normal, berdasarkan hasil output dari SPSS menunjukan nilai Kolmogorov-Smirnov signifikan pada 0,543 > 0,05. Dengan demikian residual data berdistribusi normal dan telah memenuhi asumsi normalitas. Uji Analisis Regresi Linier Berganda Untuk menguji analisis regresi linier berganda, penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian analisis regresi linier berganda dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 4. 9 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Pendidikan Dukungan keluarga Dependent Variable: Niat berwirausaha Standardized Coefficients Beta Sig. <,001 Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Niat Berwirausaha = 15,081 0,184 (Pendidikan Technopreneurshi. 0,263 (Dukungan Keluarg. Adapun interpretasi masing-masing koefisien adalah sebagai berikut: Konstanta . : Nilai konstanta menunjukkan bahwa ketika variabel pendidikan technopreneurship dan dukungan keluarga bernilai nol, maka nilai niat berwirausaha adalah sebesar 15,081 satuan. Ini mencerminkan nilai dasar dari niat berwirausaha tanpa pengaruh kedua variabel independen. Pendidikan Technopreneurship (B = 0,184. Sig = 0,. : Koefisien sebesar 0,184 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satuan dalam pendidikan technopreneurship akan meningkatkan niat berwirausaha Pengaruh Pendidikan Technopreneurship Dan Dukungan Keluarga Terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Stie Stekom (Ani Rahyuni, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 sebesar 0,184 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Nilai signifikansi (Sig = 0,035 < 0,. menunjukkan bahwa pengaruh variabel ini terhadap niat berwirausaha signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Dukungan Keluarga (B = 0,263. Sig = 0,. : Koefisien sebesar 0,263 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satuan dalam dukungan keluarga akan meningkatkan niat berwirausaha sebesar 0,263 satuan, dengan asumsi variabel lainnya tetap. Nilai signifikansi (Sig = 0,025 < 0,. juga menunjukkan bahwa variabel dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha. Uji T Untuk menguji Uji T, penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian Uji T dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 4. 9 Hasil Uji T Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Pendidikan Dukungan keluarga Dependent Variable: Niat berwirausaha Standardized Coefficients Beta Sig. <,001 Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial adalah berdasarkan hasil uji t, variabel Pendidikan technopreneurship memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 035 (< 0. , yang berarti secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Niat berwirausaha. Namun demikian, nilai koefisien standar (Bet. sangat kecil, yaitu 0. 003, yang menunjukkan bahwa pengaruh praktisnya sangat lemah. Sementara itu, variabel Dukungan keluarga memiliki nilai signifikansi 0. 025 (> 0. , sehingga berarti secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Niat berwirausaha pada tingkat kepercayaan 95%. Uji F Untuk menguji Uji F, penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian Uji F dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 4. 10 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Mean Square Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Niat berwirausaha Predictors: (Constan. Dukungan keluarga . Pendidikan technopreneurship Sig. Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 Nilai F hitung sebesar 15,777 > nilai F tabel yaitu 3,900 dan nilai sig. Yaitu 0,01 < 0,05, maka H0 di tolak dan Ha di terima, artinya variabel Pendidikan technopreneurship dan Dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap Niat berwirausaha. Uji Koefisien Determinasi (R. Untuk menguji Uji Koefisien Determinasi (R. , penulis menggunakan analisis dengan software IBM SPSS Statistics. Adapun hasil pengujian Uji Koefisien Determinasi (R. dapat di lihat pada tabel berikut : Tabel 4. 11 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Dukungan keluarga . Pendidikan technopreneurship Sumber Data : Output SPSS di olah 2025 JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Dapat di lihat gambar tabel di atas ini, dapat di lihat dari bahwa nilai adjusted R2 adalah sebesar 0,52 atau 52% mengindikasikan bahwa variabel Pendidikan technopreneurship dan Dukungan keluarga berpengaruh simultan sebesar 52%, sementara sisanya sebesar 48 % di pengaruhi oleh faktor variabel lainnya. Pembahasan Pembahasan dari hasil pengujian ketiga hipotesis penelitian di bahas pada poin-poin berikut : Pengaruh Pendidikan technopreneurship terhadap Niat berwirausaha pada mahasiswa akuntansi STIE STEKOM Kartasura Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda, variabel Pendidikan Technopreneurship memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,184 dengan nilai signifikansi 0,035, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Pendidikan Technopreneurship berpengaruh signifikan secara positif terhadap niat berwirausaha siswa. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat pemahaman dan pengalaman siswa terhadap pendidikan technopreneurship, maka semakin tinggi pula niat mereka untuk terjun ke dunia Namun demikian, meskipun pengaruhnya signifikan secara statistik, nilai koefisien standar (Bet. yang sangat kecil sebesar 0,003 menunjukkan bahwa pengaruh praktisnya relatif lemah jika dibandingkan dengan variabel lain. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain yang lebih dominan dalam membentuk niat berwirausaha mahasiswa, seperti motivasi pribadi, akses terhadap modal, atau pengalaman kerja sebelumnya. Hasil ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Sumarno . , yang menyatakan bahwa kewirausahaan pendidikan dapat membekali individu dengan keterampilan dan pola pikir yang diperlukan untuk mengidentifikasi serta mengeksploitasi peluang bisnis, namun efeknya dapat bervariasi tergantung pada konteks dan implementasinya. Pengaruh Pendidikan technopreneurship terhadap Dukungan keluarga pada mahasiswa akuntansi STIE STEKOM Kartasura Variabel Dukungan Keluarga menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap niat berwirausaha, dengan nilai koefisien sebesar 0,263 dan tingkat signifikansi 0,025 . ebih kecil dari 0,. Nilai koefisien standar (Bet. sebesar 0,233 mengindikasikan bahwa dukungan keluarga memberikan kontribusi yang lebih kuat dibandingkan pendidikan technopreneurship terhadap pembentukan niat berwirausaha. Temuan ini menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mendorong siswa untuk menjadi Dukungan ini dapat berupa dorongan emosional, pemberian modal awal, serta restu dan kepercayaan dari orang tua. Mahasiswa yang merasa didukung secara psikologis maupun finansial oleh keluarganya cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi untuk memulai usaha. Hasil ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa lingkungan keluarga adalah salah satu faktor eksternal utama dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan seseorang . Pengaruh Pendidikan Enterpreneurship dan Dukungan keluarga secara simultan terhadap Niat berwirausaha pada mahasiswa akuntansi STIE STEKOM Kartasura Berdasarkan hasil uji F (ANOVA), diperoleh nilai F hitung sebesar 15,777 dengan signifikansi 0,001, yang berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan, variabel Pendidikan Technopreneurship dan Dukungan Keluarga berpengaruh signifikan terhadap Niat Berwirausaha mahasiswa akuntansi STIE STEKOM Kartasura. Lebih lanjut, hasil uji Koefisien determinasi (Adjusted RA) menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi pada niat berwirausaha sebesar 52%, sedangkan sisanya sebesar 48% dijelaskan oleh faktor lain di luar model, seperti faktor kepribadian, motivasi, lingkungan sosial, akses terhadap modal, dan pengalaman berwirausaha. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun Pendidikan Technopreneurship dan Dukungan Keluarga memiliki pengaruh yang signifikan, keduanya bukan satu-satunya faktor penentu niat siswa untuk berwirausaha. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih komprehensif perlu dipertimbangkan dalam rangka menumbuhkan semangat kewirausahaan, termasuk pelatihan intensif, inkubator kampus bisnis, dan kerja sama dengan pelaku usaha. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pengaruh Pendidikan Technopreneurship Dan Dukungan Keluarga Terhadap Niat Berwirausaha Mahasiswa Akuntansi Stie Stekom (Ani Rahyuni, et a. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan mengenai pengaruh pendidikan technopreneurship dan dukungan keluarga terhadap niat berwirausaha pada mahasiswa akuntansi STIE STEKOM Kartasura, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Pengaruh Pendidikan Technopreneurship terhadap Niat Berwirausaha Pendidikan technopreneurship berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha pada mahasiswa. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,035 (< 0,. , yang berarti bahwa semakin baik pemahaman dan penerapan pendidikan technopreneurship yang diterima siswa, maka semakin tinggi pula niat mereka untuk berwirausaha. Meskipun demikian, nilai beta yang rendah . menunjukkan bahwa pengaruh praktisnya relatif kecil. Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Niat Berwirausaha Dukungan keluarga juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha mahasiswa, dengan nilai signifikansi 0,025 (< 0,. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar dukungan dari keluarga . aik moral maupun mater. , semakin tinggi niat siswa untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Variabel ini menunjukkan kontribusi yang lebih kuat dibandingkan technopreneurship berdasarkan nilai koefisien beta . Pengaruh Pendidikan Technopreneurship dan Dukungan Keluarga secara Simultan terhadap Niat Berwirausaha Hasil uji F menunjukkan bahwa pendidikan technopreneurship dan dukungan keluarga secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap niat berwirausaha, dengan nilai F hitung 15,777 dan signifikansi 0,001 (< 0,. Nilai koefisien determinasi (Adjusted RA) sebesar 0,052 atau 5,2% menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan variasi niat berwirausaha sebesar 5,2%, sedangkan sisanya . ,8%) dijelaskan oleh variabel lain di luar model ini. Saran Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut: Untuk Institusi Pendidikan (STIE STEKOM Kartasur. : Disarankan untuk terus mengembangkan kurikulum technopreneurship yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri dan teknologi saat Praktik kewirausahaan berbasis teknologi perlu ditingkatkan melalui program inkubasi bisnis pelajar atau kolaborasi dengan startup lokal. Untuk Mahasiswa: Mahasiswa diharapkan lebih aktif dalam mengikuti pelatihan dan seminar kewirausahaan serta membangun jaringan usaha sejak dini. Pemanfaatan teknologi digital dan media sosial juga dapat dimaksimalkan sebagai sarana memulai bisnis. Untuk Keluarga Mahasiswa: Peran keluarga sangat penting dalam membentuk niat berwirausaha. Oleh karena itu, keluarga sebaiknya memberikan dukungan moral maupun motivasi yang positif terhadap anak-anak mereka untuk mencoba peluang usaha sejak bangku kuliah. Untuk Peneliti Selanjutnya: Penelitian berikutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti motivasi pribadi, lingkungan sosial, atau pengalaman organisasi yang dapat mempengaruhi niat berwirausaha, serta menggunakan metode penelitian yang lebih bervariasi seperti pendekatan kualitatif atau campuran . ix method. DAFTAR PUSTAKA.