Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN INFRASTRUKTUR Sarah Safitri1*. Linda Santioso2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: sarah. 125190176@stu. Abstract: The research was conducted to empirically prove the effect of leverage (DER), institutional ownership (IO), profitability (ROA), and company size (SIZE) on firm value (PBV) in infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. In the research to obtain a valid sample of 90 data from 38 companies after outliers were carried out using the purposive sampling method. This study tested the hypothesis using multiple linear regression methods and data were processed using SPSS version The results of this study stated that leverage and firm size did not have a significant effect on firm value. Institutional ownership has a significant negative effect on firm Profitability has a significant influence and has a positive direction on firm Keywords: Firm Value. Leverage. Institutional Ownership. Profitability, and Firm Size Abstrak: Penelitian dilakukan untuk membuktikan secara empiris tentang pengaruh leverage (DER), kepemilikan institusional (KI), profitabilitas (ROA), dan ukuran perusahaan (SIZE) terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian untuk memperoleh sampel yang valid sebanyak 90 data dari 38 perusahaan setelah dilakukan outlier menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menguji hipotesis menggunakan metode regresi linear berganda dan data diolah menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian ini menyatakan leverage dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kepemilikan institusional memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan dan memiliki arah positif terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Nilai Perusahaan. Leverage. Kepemilikan Institusional. Profitabilitas, dan Ukuran perusahaan. Pendahuluan Di era ekonomi yang semakin berkembang banyak ditemukan berbagai perusahaan yang dari berbagai sektor meliputi perusahaan publik dan non publik. Berdirinya suatu perusahaan memiliki tujuan tertentu baik untuk memajukan perusahaan sendiri dan untuk memajukan perekonomian negara. Terdapat 12 sektor perusahaan yang telah berdiri di indonesia yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Sektor perusahaan yang terdaftar memiliki sub sektornya masing-masing. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 928-937 Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. Semakin banyak perusahaan persaingan yang terjadi menjadi cukup ketat. Salah satu sektor yang terdaftar adalah perusahaan sektor infrastruktur. Perusahaan pada sektor infrastruktur nilai sebagai perusahaan yang tetap berkembang dengan stabil meski pada saat pandemi covid-19 yang terjadi hampir di seluruh negara. Meningkatkan nilai perusahaan merupakan salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk bersaing dengan yang lainnya. Nilai perusahaan dapat mencerminkan kinerja suatu perusahaan yang menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Oleh karena itu nilai perusahaan dianggap sangat penting dalam perusahaan. Kemakmuran para pemegang saham dapat meningkatkan nilai perusahaan karena digambarkan melalui harga saham perusahaan. Harga saham tinggi akan menarik minat investor terhadap perusahaan. Gambaran prospek perusahaan untuk masa yang akan datang dapat dilihat dari nilai perusahaan pada saat ini. Nilai perusahaan yang tinggi cenderung akan menggambarkan prospek perusahaan yang baik untuk masa yang akan datang. Hal tersebut mengatakan bahwa nilai perusahaan memiliki peran penting terhadap perusahaan. Penelitian ini menggunakan leverage, kepemilikan institusional, profitabilitas, dan ukuran perusahaan sebagai faktor faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Kajian Teori Signalling Theory. Brigham dan Houston . menyatakan teori sinyal merupakan informasi yang berisi tentang dimasa yang akan datang nilai perusahaan dapat ditingkatkan dan perusahaan memiliki peluang untuk meningkatkannya. Informasi yang diperoleh diberikan oleh manajemen. Menurut Ghozali . secara umum sinyal adalah isyarat didalam perusahaan yang dilakukan manajer kepada investor. Informasi yang berkaitan dengan kondisi dan prospek perusahaan untuk masa yang akan datang tentu lebih banyak dimiliki oleh perusahaan. informasi yang dimiliki lebih berkualitas dibandingkan informasi yang dimiliki investor. Agency Theory. Supriyono . menyatakan teori keagenan adalah tentang hubungan antara principal dengan agen. Demi memenuhi tujuan principal pembuatan keputusan menjadi wewenang agen, agen dituntut untuk bekerja karena telah diberi kontrak oleh principal. Agen diwajibkan melaksanakan tugas dan kewajiban dengan keahlian yang dimiliki karena telah menjadi tanggung jawabnya untuk menyelesaikan tugas tersebut (Sulistianingsih & Yuniati, 2. Nilai Perusahaan. Menurut Harmono . nilai perusahaan adalah kinerja perusahaan yang memiliki penilaian dari masyarakat. Menurut Brigham dan Houston . mengatakan nilai perusahaan adalah nilai buku saham suatu perusahaan untuk melihat seberapa besar pasar dapat menghargai nilai buku saham tersebut berdasarkan price to book value. Leverage. Menurut Hery . besarnya proporsi utang terhadap modal dapat diukur dengan menggunakan suatu rasio yaitu leverage. Rasio ini dapat mengetahu tentang perbandingan antara jumlah dana yang berasal dari pemilik perusahaan dengan jumlah dana dari kreditor. Menurut Kasmir . dalam mendanai usahanya perusahaan harus memiliki sumber dana yang dapat diperoleh dari pinjaman atau modal Kepemilikan Institusional. Kepemilikan institusional adalah presentase saham diperusahaan yang dimiliki oleh investor institusi (Mastuti & Prastiwi, 2. Menurut Prastiwi dan Walidah . sikap profesionalitas harus dimiliki oleh pemilik Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 928-937 Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. institusional agar dapat menghasilkan keputusan yang bisa menguntungkan semua pihak bukan hanya menuruti keinginan pribadi. Hal tersebut dengan cara mengawasi perilaku manajer secara intensif dan dapat mengurangi konflik keagenan. Profitabilitas. Menurut Sartono . profitabilitas merupakan suatu kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan laba yang biasanya berhubungan dengan modal, penjualan, dan total aktiva. Weygandt. Kimmel dan Keiso . menyatakan kesuksesan kegiatan operasional perusahaan dapat diukur tingkatannya menggunakan profitabilitas. Pembiayaan yang diperoleh perusahaan yang berasal dari utang dan ekuitas dapat dipengaruhi oleh tinggi dan rendahnya profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Perusahaan memiliki kemampuan yang dapat diberikan kepada investor seperti variasi layanan dan jumlah variasi kapasitas produk disebut ukuran perusahaan (Niresh & Velnampy, 2. Ukuran perusahaan adalah sebagai identitas perusahaan maka pihak investor harus mengetahui tentang ukuran perusahaan tempat berinvestasi atau perusahaan yang akan dijadikan tempat berinvestasi. Menurut Brigham dan Houston . rata-rata total aktiva perusahaan yang berkaitan sampai untuk tahun mendapat merupaka ukuran perusahaan. Kaitan Antar Variabel Leverage dengan Nilai Perusahaan. Berdasarkan teori keagenan . gency theor. leverage dengan nilai perusahaan memiliki kaitan. Perusahaan dapat mempunyai biaya agensi yang tinggi apabila memiliki proporsi utang yang lebih besar dalam stuktur modal, begitupun sebaliknya. Menurut Indrayani. Endiana dan Pramesti . besar kecilnya leverage yang dihasilkan perusahaan dapat mencerminkan nilai dari suatu perusahaan. Leverage dapat menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melunasi utang perusahaan. Kepemilikan Institusional dengan Nilai Perusahaan. Berdasarkan teori keagenan (Agency Theor. kepemilikan institusional dengan nilai perusahaan memiliki Manajemen perusahaan dalam pembuatan keputusan untuk bekerja demi memenuhi tujuan pemegang saham akan dimonitori oleh kepemilikan institusional yang berperan sebagai agen. Menurut Nuryono. Wijayanti dan Samrotun . kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin kuatnya tingkat pengendalian yang dilakukan pihak institusi yang berada disuatu perusahaan dalam hal meningkatakan nilai perusahaan oleh perilaku manajer. Hal tersebut akan berdampak hasil yang dihasilkan dari tingginya kepemilikan institusional. Profitabilitas dengan Nilai Perusahaan. Berdasarkan teori sinyal . ignaling theor. menunjukkan bahwa profitabilitas dengan nilai perusahaan memiliki kaitan. Laba yang meningkat dapat dihasilkan dari kinerja perusahaan yang baik, sehingga dapat memberikan sinyal untuk investor untuk berinvestasi yang dapat mengakibatkan nilai perusahaan akan mengalami peningkatan (Wiagustini, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Priyatama dan Pratini . menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh dan memiliki arah positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Mengindikasikan bahwa profitabilitas yang semakin tinggi akan mempengaruhi nilai suatu perusahaan menjadi lebih tinggi lagi. Ukuran Perusahaan dengan Nilai Perusahaan. Berdasarkan teori sinyal . ignaling theor. ukuran perusahaan dengan nilai perusahaan memiliki kaitan. Dilihat dari besarnya total aktiva, log size, nilai pasar saham yang dapat menjadi sinyal bagi Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 928-937 Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. perusahaan karena jika tiga indikator tersebut meningkat maka nilai perusahaan juga akan meningkat. Menurut Suardana. Endiana dan Arizona . skala yang dapat mengklasifikasikan besar kecilnya suatu perusahaan adalah ukuran perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin besar total aktiva dan penjualan yang dihasilkan, sehingga membuat nilai dari suatu perusahaan menjadi tinggi. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Oktaviarni. Murni, dan Suprayitno . dan Farizki. Suhendro dan Endang . yang menyatakan leverage tidak berpengaruh dan memiliki arah positif terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Herawan dan Dewi . dan Yanti dan Abundanti . yang menyatakan leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Ha1: leverage berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Dewi dan Abundanti . Nuryono. Wijayanti dan Samrotun . dan Mastuti dan Prastiwi . yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional memiliki pengaruh ke arah negatif terhadap nilai perusahaan. Amaliyah dan Herwiyanti . melakukan penelitian yang hasilnya menyatakan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap nilai Ha2: kepemilikan institusional berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Dewi dan Abundanti . Dewi dan Ekadjaja . dan Priyatama dan Pratini . yang menyatakan profitabilitas berpengaruh dan memiliki arah positif terhadap nilai perusahaan. Berbanding dengan Putranto dan Kurniawan . yang menghasilkan hasil bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh dengan nilai perusahaan. Ha3: profitabilitas berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan oleh Fatimah. Permadhy dan Triwahyunigtyas . dan Octaviany. Hidayat. Miftahudin . menghasilkan ukuran perusahaan memiliki pengaruh dengan nilai perusahaan dan memiliki arah positif terhadap nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Suardana. Endiana dan Arizona . yang menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai Ha4: profitabilitas berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan. Kerangka penelitian yang digambarkan dalam penelitian ini, sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemikiran Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 928-937 Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. Metodologi Metodologi yang digunakan penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dalam memilih sampe yang digunakan dengan teknik non-probability sampling dan purposive sampling sebagai metodenya. Laporan keuangan digunakan untuk memperoleh sampel dengan melihat dari perusahaan sektor infrastruktur yang ada di Bursa Efek Indonesia. Sampel akan diseleksi berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan, yaitu . Perusahaan sektor infrastruktur yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan per 31 Desember di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2021, . Perusahaan sektor infrastruktur yang yang menggunakan mata uang Rupiah dalam laporan keuangannya selama periode 2019-2021, dan . Perusahaan sektor infrastruktur yang memiliki pemegang saham institusional pada periode 2019-2021. Sampel penelitian diperoleh data valid sebanyak 90 data dari 38 perusahaan. Objek penelitian yang digunakan yaitu nilai perusahaan sebagai variabel dependen. Leverage, kepemilikan Institusional, profitabilitas, dan ukuran perusahaan sebagai variabel independen. Berikut merupakan tabel ringkasan operasional variabel yang terdapat pada penelitian ini: Tabel 1. Ringkasan Operasional Variabel Variabel Ukuran Skala Nilai Perusahaan PVB = Harga saham per lembar saham Nilai buku per lembar saham Rasio Leverage Debt to equity ratio = Total utang (Deb. Ekuitas (Equit. Rasio Kepemilikan Institusional KI = Jumlah saham investor institusional Jumlah Total Saham Rasio Profitabilitas ROA = Net Income Total Asset Rasio Ukuran Perusahaan Ukuran Perusahaan (SIZE) = Total Aset (L. Ordinal Sumber: Hasil Pengolahan Data Sekunder, 2023 Hasil Uji dan Kesimpulan Pengujian asumsi klasik dilakukan sebeleum melakukan pengujian hipotesis. Uji normalitas sebagai uji asumsi klasik yang pertama dengan menggunakan uji OneSample Kolmogorov-Smirnov. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data terdistribusi normal yang dapat dilihat dari nilai asymptotic significance . -taile. sebesar 0087 . 7 > 0. Uji multikolinearitas sebagai uji yang kedua. Menunjukkan hasil untuk pengujian semua variabel independen yaitu leverage, kepemilikan institusional, profitabilitas, dan ukuran perusahaan tidak terjadi multikolinearitas. Dilihat dari nilai tolerance yang diperoleh semua variabel independen lebih besar dari 1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Uji heteroskedastisitas sebagai uji yang ketiga Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 928-937 Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. yang menggunakan uji glejser. Hasil uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Dilihat hasil uji untuk menunjukkan variabel independen yang ada memiliki nilai lebih besar dari 0. 05 dan menghasilkan nilai yang signifikan. Uji autokorelasi sebagai uji asumsi klasik yang terakhir yang dilakukan dengan uji durbin-watson yang menunjukkan hasil pengujian dalam penelitian ini tidak terdapat masalah autokorelasi. Dilihat dari nilai durbin-watson yang diperoleh sebesar 1. 148 (-2 < 1,148 < . Setelah uji asumsi klasik dilakukan, selanjutnya melakukan pengujian pengaruh simultan . ji T). Tabel hasil uji T yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Uji T Coefficientsa Model 1 (Constan. DER (X. KI (X. ROA (X. SIZE X. Unstandarized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variabel: PBV (Y) Sumber: Hasil olah data dengan IBM SPSS versi 26 Hasil uji regresi linear berganda yang telah dilakukan dalam penelitian ini berdasarkan tabel diatas adalah sebagai berikut: Y = -0,645 0,008X1 - 0,241X2 0,189X3 0,699X4 e Dapat diketahui berdasarkan persamaan regresi linear diatas bahwa adanya hubungan yang sejalan antara variabel independen dengan variabel dependen, dapat dilihat dari nilai konstanta sebesar -0. Keempat variabel independen bernilai nol dan nilai perusahaan bernilai -0. DER menghasilkan nilai positif sebesar 0. dalam nilai koefisien regresi, yang mengartikan bahwa variabel independen dan variabel dependen memiliki hubungan yang sejalan. DER mengalami kenaikan satu-satuan dan dengan asumsi sifat konstan dari variabel independen lainnya, maka dapat menimbulkan meningkatnya nilai perusahaan (PBV) sebanyak 0. KI menghasilkan nilai sebanyak 241 dalam nilai koefisien regresi, yang mengartikan bahwa variabel independen dan variabel dependen memiliki pengaruh negatif. Jika KI mengalami kenaikan satu-satuan dan dengan asumsi sifat konstan dari variabel independen lainnya, maka dapat menimbulkan menurunnya nilai suatu perusahaan (PBV) sebanyak -0. ROA menghasilkan nilai positif sebesar 0. 189 dalam nilai koefisien regresi, yang mengartikan bahwa adanya hubungan yang sejalan antara variabel independen dengan variabel ROA mengalami kenaikan satu-satuan dan dengan asumsi sifat konstan dari variabel independen lainnya, maka dapat menimbulkan meningkatnya nilai suatu Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 928-937 Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. perusahaan (PBV) sebanyak 0. SIZE menghasilkan nilai positif sebesar 0. 699 dalam nilai koefisien regresi, yang mengartikan bahwa adanya hubungan yang sejalan antara variabel independen dengan variabel dependen. SIZE mengalami kenaikan satu-satuan dan dengan asumsi sifat konstan dari variabel independen lainnya, maka dapat menimbulkan meningkatnya nilai suatu perusahaan (PBV) sebanyak 0. Pada penelitian ini selanjutnya melakukan Uji F untuk menguji pengaruh simultan antar variabel independen dengan variabel dependen. Tabel hasil uji F adalah sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji F ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Dependent Variabel: PBV (Y) Predictors: (Constan. SIZE (X. KI (X. ROA (X. DER (X. Sumber: Hasil olah data dengan IBM SPSS versi 26 Penelitian ini memperoleh nilai signifikan uji F sebesar 0. 001 < 0. yang ditunjukkan dari tabel diatas. Hal tersebut menunjukkan model regresi layak untuk pengujian pengaruh antar variabel independen dan variabel dependen. Keempat variabel independen memiliki pengaruh secara signifikan dengan variabel dependen jika variabel tersebut yang digunakan dengan bersamaan. Diketahui hasil Uji T yang diperoleh berdasarkan tabel 2. Nilai signifikansi DER 933 lebih besar dari 0. 933 > 0. yang artinya Ha1 ditolak dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai signifikansi KI sebesar 023 lebih kecil dari 0. 023 < 0. yang artinya Ha1 diterima dan KI memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai suatu perusahaan. ROA menghasilkan signifikansi sebesar 0. 000 lebih kecil dari 0. 000 < 0. sehingga Ha1 diterima dan ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. SIZE menghasilkan signifikansi yaitu 0. 639 lebih besar dari 0. 639 > 0. yang artinya Ha1 ditolak dan SIZE tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan nilai perusahaan. Pada penelitian melakukan uji koefisien determinasi untuk mengetahui korelasi antara variabel independen yang terdiri dari 4 variabel dengan variabel dependen. Tabel hasil uji R adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji R Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 928-937 Safitri dan Santioso: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan Pada. Predictors: (Constan. SIZE (X. KI (X. ROA (X. DER (X. Dependent Variabel: PBV (Y) Sumber: Hasil olah data dengan IBM SPSS versi 26 Pada pengujian koefisien korelasi dapat diketahui nilai R berdasarkan tabel 4 436 yang artinya nilai tersebut mendekati nol. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa dalam pengujian ini variabel independen dan variabel dependen mempunyai hubungan yang lemah. Pada pengujian adjusted R2 dapat diketahu nilai adjusted berdasarkan tabel 4 adalah sebesar 0,152 . ,2%) yang artinya hanya sebesar 15,2% keempat variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Sisanya sebesar 84,8% variabel lain yang dapat menjeleskan yang tidak diuji dalam penelitian yang dilakukaan saat ini. Diskusi