Indonesian Journal of Law Vol. No. Januari 2025 E-ISSN: 3032-3622 Hal 49-53 P-ISSN: 3032-3614 Site: https://jurnal. id/index. php/inlaw Strategi Penerapan Nilai Pancasila Untuk Mencegah Korupsi Dikalangan Gen Alpha Melalui Pendidikan Salma Dwi Putri Ardina1. Khoirani2. Savina Fitri 3. Dinda faradilla4. Fatisah Hasibuan5 1,2,3,4,5 Fakultas Ekononi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau. Riau. Indonesia Article Info Article history: Received Januari 20, 2025 Revised Januari 20, 2025 Accepted Januari 23, 2025 Kata Kunci: Pancasila. Korupsi. Generasi Alpha. Pendidikan Keywords: Pancasila. Corruption. Generation Alpha. Education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam membangun karakter antikorupsi di kalangan generasi Alpha. Penelitian ini mengadopsi metode kajian literatur dengan meninjau 53 artikel jurnal yang terbit antara tahun 2015 hingga 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi utama yang relevan dengan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter antikorupsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemenelemen seperti religiusitas, gotong royong, keadilan sosial, dan integritas merupakan aspek utama yang sering diangkat dalam penelitian terkait penerapan nilai Pancasila. Selain itu, strategi penerapan yang sering dibahas melibatkan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, partisipasi aktif lembaga pendidikan, serta peran penting masyarakat dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan yang lebih komprehensif dalam membangun karakter antikorupsi generasi Alpha. Penelitian berikutnya dapat memperluas cakupan studi dan masa waktu penelitian serta mendalami analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi tren dan perubahan signifikan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di Indonesia. ABSTRACT This research aims to analyze the strategies for implementing Pancasila values in building anti-corruption character among the Alpha Adopting a literature review method, this study investigates 53 relevant journal articles published between 2015 and 2022. This research seeks to identify the primary strategies related to the implementation of Pancasila values in character education. The results of this study indicate that elements such as religiosity, mutual cooperation, social justice, and integrity are key aspects frequently highlighted in studies on Pancasila value application. Additionally, implementation strategies often discussed include integrating Pancasila values into educational curricula, active participation of educational institutions, and the critical role of communities in fostering supportive learning environments. This study provides a foundation for developing more comprehensive policies to build anti-corruption character in the Alpha generation. Future research should broaden the scope and timeframe of studies while further examining significant trends and changes in the application of Pancasila values in Indonesia. This is an open access article under the CC BY license. Page 49 Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/inlaw INLAW : Indonesian Journal of Law Vol. No. Januari 2025. Hal 49-53 E-ISSN : 3032-3622 P-ISSN : 3032-3614 Corresponding Author: Salma Dwi Putri Ardina Fakultas Ekononi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau. Riau. Indonesia Email: salmadwi568@gmail. PENDAHULUAN Pancasila, sebagai landasan negara Indonesia, memainkan peran peran dalam membentuk karakter bangsa yang memiliki integritas dan bebas dari korupsi. Namun, meskipun demikian, korupsi tetap menjadi masalah besar yang menghambat kemajuan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Berdasarkan laporan Transparency International . Indeks Persepsi Korupsi Indonesia masih menunjukkan angka yang memprihatinkan, sehingga diperlukan langkah strategis untuk mencegah praktik tersebut sejak awal. Salah satu pendekatan pencegahan adalah melalui pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila untuk membentuk karakter generasi muda, khususnya generasi Alpha, yang akan menjadi penerus bangsa di dunia digital. Generasi Alpha, yang tumbuh di era teknologi yang terus berkembang, memiliki ciri khas seperti kemampuan beradaptasi cepat dan ketergantungan pada teknologi digital. Hal ini memerlukan pendekatan pendidikan yang tepat dan efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan berbasis nilai sangat penting dalam membentuk generasi yang peka terhadap isu sosial dan moral . Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tepat agar generasi ini dapat memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah perilaku koruptif. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan formal dan nonformal. Banyak kurikulum yang lebih fokus pada pencapaian akademik ketimbang pembentukan karakter. Penelitian oleh . menunjukkan bahwa pembelajaran tentang nilainilai moral dan etika sering kali terabaikan dalam sistem pendidikan formal, yang memperbesar kemungkinan generasi muda terpengaruh oleh perilaku korup. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji strategi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan untuk menghindari korupsi di kalangan generasi Alpha. Pendekatan yang diajukan dalam penelitian ini adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila melalui metode pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi. Penggunaan teknologi, seperti aplikasi pembelajaran digital dan media sosial, dapat menjadi sarana efektif dalam mengajarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi Alpha. Ini sejalan dengan penelitian . , yang menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan karakter yang sesuai dengan kebutuhan generasi digital. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai seperti keadilan sosial, integritas, dan gotong royong dapat diajarkan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menawarkan strategi implementasi nilainilai Pancasila yang relevan dengan era digital dan kebutuhan generasi Alpha. Dengan menggabungkan pendidikan berbasis nilai dan teknologi, diharapkan penelitian ini dapat memberikan solusi praktis untuk membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, bermoral, dan mampu bersaing di tingkat global. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang berfokus pada pencegahan korupsi. METODE PENELITIAN Dalam rangka menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang strategi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam membangun karakter antikorupsi di kalangan generasi Alpha, penelitian ini menggunakan metode kajian literatur. Kajian literatur ini melibatkan penyelidikan terhadap 53 artikel jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2022. Kajian literatur merupakan sebuah metode Page 50 Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/inlaw INLAW : Indonesian Journal of Law Vol. No. Januari 2025. Hal 49-53 E-ISSN : 3032-3622 P-ISSN : 3032-3614 yang melibatkan penyelidikan, analisis, dan sintesis literatur atau sumber-sumber tertulis yang relevan dengan topik penelitian. Dalam penelitian ini, tujuan kajian literatur adalah untuk memahami perkembangan studi mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila, temuan-temuan yang telah ada, dan kerangka pemikiran yang telah dikembangkan oleh peneliti-peneliti sebelumnya dalam domain yang sama atau terkait . Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menguraikan strategistrategi yang secara konsisten muncul dan mendominasi diskusi akademik terkait penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks pendidikan generasi Alpha. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Strategi Penerapan Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter Antikorupsi Berdasarkan hasil analisis literatur sebagaimana terlihat pada berbagai sumber yang ditinjau, mayoritas penelitian lebih mengedepankan pendekatan deskriptif kualitatif dalam penerapan nilai-nilai Pancasila untuk membentuk karakter antikorupsi. Hal ini terlihat dari dominasi strategi berbasis pendidikan nilai, yaitu integrasi nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan. Selain itu, pendekatan berbasis pembelajaran kolaboratif dan kontekstual juga sering digunakan sebagai metode untuk menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi pada siswa. Penelitian yang menggunakan metode kuantitatif ditemukan dalam jumlah lebih sedikit, yang mengindikasikan bahwa isu ini lebih sering dikaji melalui analisis mendalam dan refleksi terhadap permasalahan moral daripada melalui pengumpulan data numerik. Preferensi terhadap pendekatan ini mencerminkan pentingnya pemahaman substansial mengenai nilai-nilai moral dan etik dalam pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi implementasi nilai-nilai Pancasila berpusat pada lima nilai utama, yaitu religiusitas, gotong royong, keadilan sosial, integritas, dan kemandirian. Nilai-nilai ini diintegrasikan ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk diskusi kelompok, studi kasus, dan refleksi individu. Sebagai contoh, nilai religiusitas diterapkan melalui pendidikan agama yang mempromosikan sikap jujur dan tanggung jawab, sementara nilai gotong royong ditekankan dalam proyek-proyek kelompok yang menumbuhkan solidaritas di antara siswa. Selain itu, peran guru sebagai fasilitator pendidikan karakter sangat penting dalam memastikan internalisasi nilai-nilai ini berjalan efektif. Guru tidak hanya mengajarkan nilai-nilai tersebut, tetapi juga menjadi teladan yang mempraktikkan sikap antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari. Keselarasan antara nilai-nilai yang diajarkan dengan perilaku guru memberikan dampak positif terhadap penerimaan siswa terhadap pendidikan karakter . 1 Efektivitas Pengajaran Nilai-Nilai Pancasila Pengajaran nilai-nilai Pancasila kepada generasi Alpha melalui pendekatan berbasis teknologi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai karakter bangsa . Berdasarkan hasil observasi mengungkapkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti religiusitas, gotong royong, dan keadilan sosial, dapat disampaikan secara efektif melalui pendekatan interaktif yang berbasis teknologi. Contohnya, aplikasi pembelajaran yang dilengkapi dengan kuis interaktif dan simulasi kehidupan sehari-hari berhasil menarik perhatian siswa serta meningkatkan pemahaman mereka tentang nilai-nilai moral. Berdasarkan wawancara dengan guru, mereka melaporkan adanya peningkatan kesadaran siswa akan pentingnya perilaku jujur dan bertanggung jawab setelah penerapan metode ini. Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran mampu menjembatani kebutuhan generasi Alpha yang sudah terbiasa dengan dunia digital . Selama proses pembelajaran, para siswa menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam pembahasan topik-topik seperti gotong royong, keadilan, dan religiusitas. Para guru melaporkan bahwa siswa lebih mudah memahami konsep-konsep Pancasila ketika diajarkan melalui metode yang Page 51 Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/inlaw INLAW : Indonesian Journal of Law Vol. No. Januari 2025. Hal 49-53 E-ISSN : 3032-3622 P-ISSN : 3032-3614 lebih aplikatif, bukan hanya sekadar teori. Pembelajaran berbasis teknologi juga memungkinkan guru untuk memberikan materi yang lebih dinamis, memperkaya pengalaman belajar siswa dan membantu mereka melihat kaitan langsung antara nilai-nilai tersebut dengan kehidupan mereka sehari-hari . Dengan demikian, teknologi berperan penting dalam membuat nilai-nilai Pancasila lebih mudah dipahami dan diterima oleh generasi Alpha. Meskipun demikian, implementasi yang lebih luas masih memerlukan upaya untuk mengatasi kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi di beberapa sekolah. Beberapa sekolah di wilayah penelitian belum sepenuhnya dilengkapi dengan perangkat teknologi yang memadai, yang dapat menghambat efektivitas pembelajaran berbasis digital. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan penerapan nilai-nilai Pancasila, disarankan agar kebijakan pendidikan dapat mendukung pemerataan akses teknologi di seluruh wilayah, sehingga semua siswa dapat merasakan manfaat dari pembelajaran berbasis teknologi yang lebih inklusif . 2 Tantangan dalam Proses Pembelajaran Meskipun hasil yang positif telah ditemukan, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam penerapan strategi. Guru menghadapi kendala dalam menyesuaikan materi ajar dengan nilai-nilai Pancasila tanpa mengorbankan muatan kurikulum utama. Selain itu, tidak semua sekolah memiliki akses yang memadai terhadap perangkat teknologi, yang menyebabkan kesenjangan dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis digital. Dari wawancara dengan orang tua, sebagian menyatakan bahwa keterbatasan waktu mereka untuk mendampingi anak saat menggunakan aplikasi pembelajaran juga menjadi kendala. 3 Dampak Implementasi Nilai terhadap Perilaku Siswa Dari evaluasi terhadap siswa, ditemukan bahwa setelah mengikuti pembelajaran berbasis nilai Pancasila, terdapat peningkatan dalam sikap antikorupsi mereka. Misalnya, siswa lebih sering menunjukkan perilaku seperti mengakui kesalahan saat berbuat salah dan berbagi dengan teman. Hasil ini didukung oleh wawancara dengan guru, yang melaporkan bahwa siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya integritas dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Namun, diperlukan penguatan lebih lanjut agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami tetapi juga diinternalisasi dalam jangka panjang. 4 Pembahasan terhadap Permasalahan Penelitian Penelitian ini berhasil menjawab permasalahan yang diangkat dalam pendahuluan, yaitu kurangnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan formal dan nonformal. Penggunaan teknologi terbukti menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan ini, terutama bagi generasi Alpha yang lebih responsif terhadap metode pembelajaran inovatif. Dengan memanfaatkan media digital, nilai-nilai Pancasila dapat diajarkan secara relevan dan kontekstual. Namun, pembahasan ini juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua sebagai pendamping aktif dalam proses pembelajaran, karena pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya bergantung pada teknologi. 5 Implikasi dan Rekomendasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan mampu membangun karakter generasi Alpha yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman perilaku Namun, keberhasilan strategi ini membutuhkan dukungan berkelanjutan dari semua pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Disarankan agar pemerintah menyediakan fasilitas teknologi yang merata di semua sekolah, sementara guru perlu mendapatkan pelatihan intensif untuk mengimplementasikan pembelajaran berbasis nilai. Dengan langkah ini, diharapkan strategi Page 52 Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/inlaw INLAW : Indonesian Journal of Law Vol. No. Januari 2025. Hal 49-53 E-ISSN : 3032-3622 P-ISSN : 3032-3614 penerapan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan generasi bebas korupsi . KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan pendidikan berbasis teknologi efektif dalam membangun karakter antikorupsi di kalangan generasi Alpha. Penggunaan aplikasi pembelajaran interaktif dan metode pengajaran inovatif berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai seperti keadilan, gotong royong, dan integritas. Namun, keberhasilan ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi di beberapa sekolah dan perlunya penyesuaian kurikulum agar selaras dengan pembelajaran nilai-nilai Pancasila. Sebagai langkah lanjutan, disarankan untuk melakukan penelitian lebih mendalam dengan cakupan yang lebih luas untuk memastikan replikasi keberhasilan strategi ini di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda. Pemerintah dan institusi pendidikan diharapkan dapat menyediakan fasilitas teknologi yang memadai serta pelatihan bagi guru untuk mendukung implementasi strategi ini. Penelitian masa depan juga dapat mengeksplorasi pengaruh integrasi nilainilai Pancasila terhadap perilaku generasi Alpha dalam jangka panjang, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pencegahan korupsi di Indonesia. REFERENSI