Abdimas Langkanae ISSN 2808-7682 Vol. No. Pendampingan Perencanaan dan Penataan Ruang Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng di Kecamatan Sendana. Kota Palopo Kastono1. Elma Elma2. Muhammad Yushan Patawari3 Program Studi Arsitektur Bangunan Gedung/Teknologi Rekayasa Multimedia/Teknologi Rekayasa Pangan. Politeknik Dewantara. Palopo. Indonesia kastono@atidewantara. Article Info Kata Kunci: Pendampingan Komunitas. Penataan Ruang Masjid. Perencanaan Partisipatif. Arsitektur Lingkungan. Palopo Copyright A 2025 The Author. Lisensi: cc-by-sa Abstrak Perencanaan dan penataan ruang berbasis partisipasi masyarakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan fungsi dan kenyamanan fasilitas ibadah, khususnya masjid skala Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng di Kecamatan Sendana. Kota Palopo, berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar. Namun, keterbatasan dalam pengaturan zonasi ruang, pola sirkulasi, serta fasilitas pendukung menyebabkan pemanfaatan ruang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini perencanaan dan penataan ruang masjid melalui pendekatan partisipatif dan konsultatif. Tahapan kegiatan meliputi survei awal lokasi, wawancara pemangku kepentingan, lokakarya desain partisipatif, penyusunan konsep dan gambar tata ruang teknis, serta evaluasi pemahaman dan kepuasan pengguna melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai prinsip zonasi fungsional, efisiensi sirkulasi, dan kenyamanan lingkungan. Usulan penataan ruang meningkatkan aksesibilitas, orientasi ruang salat, higienitas area wudu, serta pemanfaatan ruang multifungsi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model perencanaan masjid berbasis komunitas yang mengintegrasikan prinsip arsitektur dengan kebutuhan lokal secara berkelanjutan dan inklusif. Abdimas Langkanae ISSN 2808-7682 Vol. No. Pendahuluan Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks permukiman perkotaan dan peri-urban, masjid berperan sebagai simpul interaksi sosial yang mendukung kohesi komunitas dan penguatan nilai-nilai religius. Oleh karena itu, perencanaan dan penataan ruang masjid perlu memperhatikan aspek fungsional, kenyamanan, aksesibilitas, serta keberlanjutan lingkungan. Kecamatan Sendana di Kota Palopo merupakan kawasan dengan perkembangan permukiman yang relatif pesat, yang diikuti oleh peningkatan kebutuhan fasilitas publik, termasuk sarana ibadah. Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Namun, berdasarkan hasil observasi awal, terdapat beberapa permasalahan tata ruang, antara lain belum optimalnya zonasi antara ruang ibadah utama dan ruang pendukung, keterbatasan sirkulasi jamaah pada waktu salat berjamaah, serta kondisi area wudu dan fasilitas penunjang yang belum sepenuhnya memenuhi prinsip kenyamanan dan higienitas. Berbagai studi menunjukkan bahwa perencanaan ruang berbasis partisipasi masyarakat dapat meningkatkan keberterimaan desain, efisiensi pemanfaatan ruang, dan keberlanjutan pengelolaan fasilitas publik. Pendekatan ini menempatkan pengguna sebagai subjek aktif dalam proses perancangan, sehingga solusi yang dihasilkan lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dalam konteks masjid, keterlibatan takmir dan jamaah dalam proses perencanaan diyakini mampu memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap pemeliharaan fasilitas. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pendampingan perencanaan dan penataan ruang Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng melalui pendekatan partisipatif dan berbasis prinsip arsitektur lingkungan. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zonasi ruang, sirkulasi, kenyamanan termal, pencahayaan alami, dan pengelolaan fasilitas pendukung, sekaligus menghasilkan dokumen perencanaan tata ruang yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan masjid secara bertahap. Metode Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng. Kecamatan Sendana. Kota Palopo. Metode yang digunakan adalah pendampingan teknis berbasis perencanaan partisipatif dengan tahapan sebagai berikut: Identifikasi dan Analisis Awal Tahap awal dilakukan melalui survei lokasi untuk mengidentifikasi kondisi eksisting masjid, meliputi tata letak ruang, orientasi bangunan, akses masuk, sirkulasi jamaah, kondisi pencahayaan dan penghawaan alami, serta kelengkapan fasilitas pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, pengukuran sederhana, dan dokumentasi visual. Wawancara dan FGD Wawancara semi-terstruktur dan diskusi kelompok terarah (FGD) dilakukan dengan pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan perwakilan jamaah. Tujuan kegiatan Abdimas Langkanae ISSN 2808-7682 Vol. No. ini adalah menggali kebutuhan pengguna, permasalahan utama dalam pemanfaatan ruang, serta harapan terhadap pengembangan masjid di masa mendatang. Lokakarya Desain Partisipatif Lokakarya dilaksanakan untuk memperkenalkan prinsip dasar zonasi ruang masjid, sirkulasi jamaah, kenyamanan lingkungan, dan standar fasilitas ibadah. Peserta dilibatkan dalam penyusunan sketsa awal tata ruang melalui diskusi kelompok dan pemetaan kebutuhan ruang. Penyusunan Konsep dan Gambar Teknis Berdasarkan hasil survei dan lokakarya, tim pengabdian menyusun konsep penataan ruang yang dituangkan dalam gambar tata letak dua dimensi . enah zonasi, alur sirkulasi, dan penempatan fasilitas utama dan pendukun. Dokumen ini disiapkan sebagai panduan teknis bagi pengurus masjid dalam tahap pengembangan Evaluasi Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip penataan ruang dan kenyamanan masjid. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat perubahan rerata skor pengetahuan. Hasil Desain Evaluasi Pre-Test dan Post-Test Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen kuesioner tertutup yang disusun untuk mengukur tingkat pemahaman peserta mengenai prinsip penataan ruang masjid, meliputi: . zonasi fungsional, . sirkulasi jamaah, . kenyamanan termal dan pencahayaan, serta . higienitas dan aksesibilitas fasilitas wudu dan toilet. Setiap indikator dinilai menggunakan skala Likert 1Ae5 dan dikonversi ke dalam skor persentase . Ae. Pre-test diberikan sebelum lokakarya desain partisipatif, sedangkan post-test diberikan setelah penyampaian konsep tata ruang dan diskusi Tabel 1. Indikator Penilaian Pre-Test dan Post-Test Indikator Penilaian Zonasi Ruang Sirkulasi Jamaah Kenyamanan Termal & Pencahayaan Alami Higienitas & Aksesibilitas Fasilitas Wudu/Toilet Deskripsi Penilaian Pemahaman peserta terhadap pembagian zona ibadah, transisi, dan fasilitas pendukung Pemahaman alur masukAekeluar dan pengurangan Pemahaman penghawaan silang dan pemanfaatan cahaya alami Pemahaman standar kebersihan dan akses ramah lansia/disabilitas ISSN 2808-7682 Vol. No. Abdimas Langkanae Hasil Pre-Test dan Post-Test Tabel 2. Perbandingan Rerata Skor Pre-Test dan Post-Test Peserta Indikator Zonasi Ruang Sirkulasi Jamaah Kenyamanan Termal & Pencahayaan Alami Higienitas & Aksesibilitas Wudu/Toilet Rerata Keseluruhan Pre-Test (Rerat. Post-Test (Rerat. Peningkatan (Deskripsi: Grafik batang menunjukkan peningkatan skor pada seluruh indikator, dengan lonjakan tertinggi pada aspek zonasi ruang dan higienitas fasilitas wudu. Karakteristik Peserta Karakteristik Peserta Peserta kegiatan terdiri atas pengurus masjid, tokoh masyarakat, dan perwakilan jamaah dengan rentang usia 20Ae55 tahun. Keterlibatan lintas kelompok usia memungkinkan pertukaran perspektif antara generasi muda dan senior dalam merumuskan kebutuhan ruang masjid. Hasil Identifikasi Permasalahan Hasil survei menunjukkan beberapa isu utama, antara lain: . tumpang tindih fungsi antara ruang ibadah dan ruang pertemuan, . sirkulasi jamaah yang belum terpisah antara jalur masuk dan keluar, . area wudu yang kurang terlindungi dari percikan air dan belum ramah bagi lansia, serta . pencahayaan dan penghawaan alami yang belum optimal pada ruang salat utama. Usulan Penataan Ruang Usulan penataan ruang difokuskan pada pembagian zonasi fungsional yang jelas, meliputi zona ibadah utama, zona transisi . eras dan seramb. , zona fasilitas pendukung . udu, toilet, gudan. , serta zona sosial-edukatif . uang pertemuan dan TPA). Alur sirkulasi jamaah dirancang satu arah pada waktu salat berjamaah untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan. Evaluasi Pemahaman Peserta Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan peserta dari 45 menjadi 82. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pemahaman zonasi ruang dan higienitas fasilitas wudu, yang sebelumnya belum menjadi perhatian utama pengurus dan jamaah. Dokumentasi Kegiatan Pelaksanaan kegiatan pengabdian didukung dengan dokumentasi visual sebagai bukti keterlaksanaan program dan penguatan narasi hasil. Dokumentasi mencakup kegiatan sosialisasi awal, pemaparan konsep penataan ruang, visualisasi desain masjid, serta aktivitas pengukuran dan penandaan tapak bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap prinsip zonasi, sirkulasi, dan kenyamanan lingkungan masjid. Rerata skor pre-test meningkat dari 45 menjadi 82 pada post-test, dengan peningkatan tertinggi Abdimas Langkanae ISSN 2808-7682 Vol. No. pada aspek higienitas fasilitas wudu dan zonasi ruang ibadah. Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5 dan Gambar 6, hasil pendampingan tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi juga berlanjut pada tahap implementasi awal di Gambar 1. Sosialisasi dan penyampaian konsep pendampingan perencanaan masjid kepada masyarakat dan pengurus masjid. Gambar 2. Visualisasi desain arsitektural Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng sebagai hasil perencanaan tata ruang dan fasad. Gambar 3. Tampak depan hasil rancangan masjid yang menunjukkan zonasi pintu masuk, sirkulasi jamaah, dan elemen fasad. Abdimas Langkanae ISSN 2808-7682 Vol. No. Gambar 4. Kegiatan pengukuran awal dan penandaan tapak bangunan masjid bersama masyarakat secara partisipatif. Gambar 5. Proses persiapan lahan dan pemasangan bowplank sebagai tindak lanjut implementatif dari hasil pendampingan perencanaan. Integrasi dokumentasi visual memperkuat keterkaitan antara metode pendampingan dan hasil yang dicapai. Sosialisasi dan diskusi partisipatif yang ditampilkan pada Gambar 2 menunjukkan keterlibatan aktif pengurus dan jamaah dalam proses perencanaan. Visualisasi desain arsitektural pada Gambar 3 dan tampak depan rancangan pada Gambar 4 menegaskan penerapan prinsip zonasi ruang, sirkulasi satu arah, serta pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami. Tahapan implementatif awal, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 5 dan Gambar 6, memperlihatkan keberlanjutan program dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan di lapangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga mendorong komitmen kolektif untuk merealisasikan hasil perencanaan secara bertahap dan berkelanjutan. Catatan Tata Letak Gambar (Sesuai Template JDISTIRA) Gambar 2: 1 kolom . ebar A7,5 c. , resolusi 300 dpi, diletakkan setelah paragraf pembuka Subbagian 3. Gambar 3Ae4: 2 kolom . ebar A15,5 c. , resolusi 300 dpi, diletakkan berdampingan pada halaman berikutnya untuk menampilkan visualisasi desain dan tampak depan secara komparatif. Gambar 5Ae6: 1 kolom . ebar A7,5 c. , resolusi 300 dpi, diletakkan berurutan setelah paragraf terakhir Subbagian 3. Abdimas Langkanae ISSN 2808-7682 Vol. No. Seluruh gambar menggunakan format JPEG/PNG dengan rasio proporsional, caption di bawah gambar . ont Times New Roman 10 pt, spasi tungga. , dan penomoran otomatis melalui fitur Insert Caption pada Microsoft Word. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dan keberterimaan terhadap usulan desain. Keterlibatan langsung pengguna dalam proses perencanaan mendorong munculnya solusi yang lebih kontekstual dan realistis untuk diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan kapasitas sumber daya masjid. Simpulan Kegiatan pendampingan perencanaan dan penataan ruang Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dasar zonasi, sirkulasi, dan kenyamanan lingkungan Usulan tata ruang yang dihasilkan memberikan panduan teknis yang aplikatif bagi pengurus masjid dalam pengembangan fasilitas secara berkelanjutan. Model pendampingan berbasis partisipasi ini berpotensi direplikasi pada fasilitas ibadah lain dengan konteks serupa. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada pengurus Masjid Muhammadiyah Hj. Ulwiah Tenriajeng dan masyarakat Kecamatan Sendana. Kota Palopo, atas partisipasi dan dukungan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Daftar Pustaka