Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 PENDIDIKAN ADAB SOPAN SANTUN ANAK DALAM ISLAM Isma1, Fitriani2, Nur Ilmi3, Raodatul Jannah4, Umi Nur Kholifatun5 Email: ismhmsa06@gmail.com1, fitrianiblk10@gmail.com2, nurilmimjf09@gmail.com3, raodatuljannah123456@gmail.com4, uminur2076@gmail.com5 STAI Al-Gazali Bulukumba ABSTRAK Pendidikan Adab Sopan Santun pada anak sangat penting agar nilai-nilai filosofis yang diwariskan oleh nenek moyang tidak hilang diera modern saat ini, Pendidikan adab sopan santun bertujuan membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dewasa, mandiri, kreatif, dinamis, dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk perilaku yang baik pada siswa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan islam. Artikel ini didasarkan pada pencarian melalui google scholar dan menggunakan metode tinjaun pustaka (literature review artikel). Temuan pada penelitian kepustakaan menunjukkan bahwa, pembinaan moral pada anak-anak harus dimulai sejak dini. dengan demikiam, mereka akan memiliki akhlak yan baik saat dewasa. Orang tua memegang peran paling penting dalam pendidikan anak, karena mereka adalah madrasah pertama anakanaknya. Maka dari itu, ayah, ibu dan pendidik hendak mengasuh putra/putrinya dirumah maupun sekolah harus memiliki metode yang efektif, sehingga dapat mendidik anak dengan baik dan menjadikannya anak yang saleh dan salehah. Pendekatan pembelajaran adab dapat direrapkan melalui ucapan dan tindakan, adapun strategi yang digunakan, pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, strategi, motivasi, memberikan bimbangan Serta perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat menghambat sikap sopan santun pada anak. Dan para pendidik pun telah berupaya dalam meningkatkan adab sopan santun yaitu dengan mengadakan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Kata Kunci: Pendidikan Adab Sopan Santun, Nilai-nilai Filosofis, Karakter Siswa. 115 PENDAHULUAN Di era kontemporer ini, banyak generasi muda mulai meninggalkan prinsip-prinsip pemikiran yang diwariskan dari leluhur yang memiliki nilai yang sulit ditemukan di masa kini. Pendidikan Islam berlandaskan pada al-Qur’an dan Hadis, dengan tujuan agar manusia taat kepada ajaran agama dan memiliki akhlak yang mulia, sebagai satu-satunya jalan menuju kemuliaan di mata Allah. Dalam Islam, ada beberapa nilai inti, pertama (akhlak), kedua (adab), ketiga (keteladanan). Akhlak mencakup tugas dan tanggung jawab di luar syari’ah dan ajaran Islam secara umum. Adab merujuk pada sikap baik dalam tingkah laku, sedangkan keteladanan mengacu pada kualitas karakter yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketiga nilai ini menjadi pilar pendidikan karakter dalam Islam (Majid, 2012). Adab termasuk fondasi utama untuk kaum muslim dan muslimat. Nabi Muhammad diangkat menjadi suri tauladan dalam menigkatkan budi pekerti manusia, sehingga pendidikan akhlak menjadi fokus utama dalam Islam. Adab adalah kebutuhan utama bagi setiap manusia, di mana pun berada dan apa pun statusnya, adab selalu diperlukan dalam keluarga maupun masyarakat. Norma-norma kesopanan berbeda-beda di tiap daerah, sering dipengaruhi oleh konvensi budaya yang mendasarkan pada nilai-nilai sosial masyarakat (Fitriah & Hidayat, 2018). Anak-anak sebagai generasi mendatang akan mewarisi serta memperkaya nilai dan budaya dari generasi sebelumnya untuk kebaikan bersama. Ayah dan ibu memegang peran sentral sebagai pendidik utama bagi anak-anak mereka. Namun, tanggung jawab ini bisa dialihkan ke lembaga pendidikan jika ada keterbatasan pada orang tua (Zakiah Dradjad, 2017). Edukasi Islam membutuhkan pendidik yang memiliki kualitas adab tang tinggi, kehilangan adab menghasilkan generasi yang rentan. Pendidik dengan adab tinggidapat mengenali tantangan zaman dan memberikan pengetahuan yang relevan untuk mengatasinya. Kurangnya adab menghasilkan generasi yang tidak berakhlak, menyebabkan masalah sosial seperti narkoba, free sex, korupsi, dan tawuran (Ruba’i, 2012). Al-Attas (2013) menyebut krisis dunia saat ini sebagai dekadensi adab, atau the loss of adab. Guru diharapkan untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam meningkatkan moral generasi penerus untuk memastikan karakter bangsa tetap terjaga. Kemampuan mengajar, tingkat profesionalisme, kepribadian, dan keterampilan sosial sangat krusial bagi seorang guru dalam konteks ini (Mulyani, 2015). Kemampuan guru harus mencakup perilaku yang baik dan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat sekolah. Doni Koesoeman Albertus dalam bukunya “Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah” mengungkapkan bahwa elemen kunci dalam pendidikan karakter adalah budaya yang diterapkan di lingkungan sekolah. Perkembangan teknologi dapat mempengaruhi karakter anak. Teknologi yang disalahgunakan bisa membuat anak memiliki karakter buruk dan kecanduan bermain ponsel tanpa memikirkan belajar (Ananda et al., 2022). Perubahan sosial akibat arus globalisasi melalui media informasi membuat mata pelajaran Kebudayaan Islam tetap penting untuk menghadapi perkembangan zaman. Apakah pendidikan adab sopan santun sungguh-sungguh dalam fokus utama untuk implementasinya di sekolah? Sebab, sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak bisa menghindari pembentukan adab sopan santum bagi anak didik. ME TODE PE NE LITIA N Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk adab sopan santun seorang anak dalam pendidikan agama islam. Adapun teknik yang dipergunakan dalam metode ini ialah kualitatis serta metode penelitian ini artinya tinjauan pustaka atau literatur (literature review articel), Literatur review merupakan teknik penelitian dengan cara menelaah berbagai kajian kepustakaan yang diperlukan dalam penelitian (Nazir, 2014). Penelitian dilakukan dengan cara mencari referensi teori kepustakaan yang relefan dengan topik dan permasalahan yang peneliti temukan. Referensi teori yang diperoleh dari penelitian studi literatur tersebut i i i i i 116 dijadikan dasar utama pembahasan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, ada 15 jurnal yang dipilih merupakan journal yang telah diterbitkan dan diindeks oleh Google Scholar yang terbit pada tahun 2017-2024, dengan fokus permasalahan mengenai “Pendidikan Adab Sopan Santun Dalam Islam”. Penelitian ini membahas masalah-masalah dan isu-isu yang terkait dengan adab dan sospan santun. Kajian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi yang berarti sebagai referensi bagi peneliti lainnya, dengan menawarkan satu konsep yang bermanfaat melalui tulisan ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelusuran artikel ini dimulai pada bulan Juni 2024 melalui Google Scholar,artikelartikel ini ditelusuri secara berurutan, yang berarti semuanya berasal dari artikel tulisan Hidayat, A. (2022), Nurhanifah, N. (2018), Sari, L. E., Rahman, A., & Baryanto, B. (2020), Bustami, S. Hidayat. (2018), Zamroni, A. (2017), Dewi, R. P., Mukti, A., & Haidir, H. (2024), Ahmad, A. (2022), Khumairoh, D. A., Sulistiani, I. R., And Zakariya, Z. (2023), didalam Artikel pertama, karya tulisan dari Hidayat, A. (2022), Mengulas tentang Pendidikan moral dan penanaman nilai-nilai karakter sangat penting dalam pembelajaran, baik itu pendidikan formal maupun nonformal. Untuk itu diperlukan sistem atau aturan yang dapat mengatur setiap langkah dan tahapan yang digunakan untuk mencapai tujuan. Cara yang benar untuk mencapai suatu tujuan disebut manajemen, dalam hal ini manajemen dilaksanakan dalam proses pendidikan siswa. Dalam lingkup sekolah, jika semua sumber daya bekerja untuk menyelesaikan misi bersama, maka pengelolaan nilai adab dapat tercapai. Artikel kedua, Nurhanifah, N. (2018), Pembelajaran awal anak dimulai dari keluarga. Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan retatur cenderung memiliki masa depan yang cerah dan berkembang menjadi penerus yang baik. Pembelajaran yang berasal dari keluarga mempunyai peran yang sama pentingnya dalam pembelajaran disekolah. Analogi yang bisa digunakan ialah semisal koin yang memiliki dua sisi, dengan satu sisi mewakili pembelajaran dalam keluarga dan satu satunya mewakili pembelajaran di sekolah. Artikel ketiga, Sari, L. E., Rahman, A., & Baryanto, B. (2020), ayah dan ibu adalah individu yang bertanggung jawab atas kelahiran, perawatan, pengasuhan dan pendidikan sejak seorang anak dalam kandungan hingga dewasa. Pendidik ialah orang tua kedua yang berjasa dalam mendidik melalui lembaga pendidikan, baik formal maupun nonformal. Oleh karena itu, adab kepada orang tua dan guru berarti bersikap sopan dan santun kepada mereka sesuai dengan aturan agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Adapun hadis sopan santun 1) H.R. Ahmad Hadis riwayat Ahmad menyatakan bahwa Ubadah bin Samit mendengar nabi Muhammad Saw. bersabda: “mereka yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyukai orang yang lebih muda, dan tidak memahami hak kaum intelektual (untuk mengutamakan pendapatnya), tidak termasuk dalam kelompok kami. ” Hadis ini menekankan pentingnya menghormati guru. Seorang murid harus menunjukkan akhlak dan adab yang baik kepada gurunya, setelah menghormati kedua orang tua. Keberkahan ilmu sangat tergantung pada keikhlasan guru. Pendidikan Islam bertujuan membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dewasa, mandiri, kreatif, dinamis, dan berakhlak mulia. Artikel keempat, Bustami, S. Hidayat. (2018), membina anak bukan suatu pekerjaan yang mudah diraih hasilnya, oleh karena itu perhatian harus tertuju pada dua cara utama dalam mendidik, dengan lisan (kata-kata) dan pemberian contoh yang baik (perbuatan). Artikel kelima, Zamroni, A. (2017), Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling subur, paling lama dan paling penting bagi seorang anak pendidik untuk menanamkan standar-standar yang telah ditetapkan dan arah yang jlas kedalam tahap ini dengan sifat suci, 117 masa kana-kanak yang polos, kepolosan yang murni, kelembutan dan kelenturan tubuh, hati tetap murni dan jiwa tetap tidak tercemar. Artikel keenam, Dewi, R. P., Mukti, A., &Haidir, H. (2024), menanamkan akhlak pada siswa merupakan salah satu cara yang digunakan oleh para pendidik, dalam menentukan dan menerapkan strategi pembelajaran yang mutakhir. Mengingat pentingnya strategi sebagai salah satu faktor dalam dinamika dan keberhasilan kegiatan pembelajaran, maka strategi harus sesuai dan sejalan dengan keadaan siswa. Artikel ketujuh, Ahmad, A. (2022), Dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa, tidak cukup hanya dengan materi yang diajarkan. Ada faktor pendukung dan faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan. 1. faktor pendukung yang dapat membantu adalah dukungan penuh dari kepala Madrasah dan pimpinan, kerja sama yang baik antara semua pihak, serta bimbingan yang konsisten. 2. faktor yang dapat menghambat upaya ini seperti latar belakang peserta didik yang berbeda-beda sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda pula, lingkungan yang kurang mendukung, pengaruh negatif dari media teknologi, dan kurangnya perhatian dari orang tua. Artikel kedelapan, Khumairoh, D. A., Sulistiani, I. R., And Zakariya, Z. (2023), Upaya guru dalam menanamkan sikap sopan santun melibatkan pelaksanaan Budaya 5S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, SANTUN) di Sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, harmonis, dan kaya dengan nilai-nilai positif. Guru mengajarkan siswa untuk berinteraksi dengan sopan,saling menghargai, dan menunjukkan sikap positif terhadap sesama. Kajian literatur Artikel pertama, Hidayat, A. (2022). Temuan Langkah-langkah manajemen adab 1. tahap perencanaan 2. tahap perorganisasian 3. tahap pelaksanaan 4. tahap evaluasi Artikel kedua, Nurhanifah, N. (2018) Mulai dari keluaraga seorang anak belajar banyak hal, mulai dari cara berkomunikasi dengan orang lain, mengungkapkan terapan serta anggapan, menggunakan pendapat, bebicara, bertindak serta berkarakter. Artikel ketiga, Sari, L. E., Rahman, A., & Dalam Segala sikap anak yang mengaku Baryanto, B. (2020) muslim, haruslah memahami sumber-sumber ajaran islam pada aktivitas sehari-hari, baik dimasyarakat maupun di lingkungan sekolah. Bahkan lebih tepatnya dilingkungan keluarga, sebab pola lingkungan keluarga ada 2 orang tua yang mengasuh serta menjaga anaknya. Artikel keempat, Bustami, S. Hidayat. menurut A. Hassan, hal-hal yang harus (2018) dilakukan saat mendidik, membimbing serta melaranganak dari kebiasaan yang buruk adalah : 1. jika seseorang malas serta nakal dalam proses pembelajaran maka kita harus membimbingnya serta menasehatinya atau menyemangatinya dengan menjanjikan imbalan, jika anak tersebut menyelesaikan tugasnya. 118 2. Jika anak mulai rewel (gemar merampas barang punya orang lain), maka perlu diberikan nasehat secara baik. Artikel kelima, Zamroni, A. (2017) Adapun macam-macam adab, yaitu : 1. Adab pada Allah SWT 2. Adab pada kedus orang tua 3. Adab pada orang lain 4. Adab pada diri sendiri Artikel keenam, Dewi, R. P., Mukti, A., Strategi yang paling baik untuk membentuk &Haidir, H. (2024) asab soapan santun pada anak, yaitu : 1. pembiasaan 2. keteladanan 3. pemberian nasihat 4. strategi 5. motivasi 6. memberikan bimbangan Artikel ketujuh, Ahmad, A. (2022) sikap sopan santun cukup beragam serta terdapat sopan santun yang perlu diperhatikan, dijalankan serta ditanamkan terhadap siswa yaitu : 1. sopan saat menyampaikan pendapat 2. sopan santun saat bertindak Artikel kedelapan, Khumairoh, D. A., fungsi jangka panjang untuk sekolah, peserta Sulistiani, I. R., And Zakariya, Z. (2023) didik serta semua anggota sekolah. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang bersahabat, teratur, dan mengandung nilai-nilai positif, sekolah merupakan tempat untuk merangsang pemblajaran serta pengembangan diri. Tidak hanya itu, peserta didik juga dapat menuntut sikap sopan, santun dan etika pergaulan yang baik dalam kehidupannya kelak. Hasil dari pembahasan terkait delapan artikel ini mencakup Hidayat, A. (2022), Nurhanifah, N. (2018), Sari, L. E., Rahman, A., & Baryanto, B. (2020), Bustami, S. Hidayat. (2018), Zamroni, A. (2017), Dewi, R. P., Mukti, A., &Haidir, H. (2024), Ahmad, A. (2022), Khumairoh, D. A., Sulistiani, I. R., And Zakariya, Z. (2023). Dapat dirumuskan bahwa penanam sikap Adab Sopan Santun Pada Anak dapat diterapkan Pada Lingkungan Kelurga, Masyarakat dan Sekolah, karena sangat berpengaruh pada masa depan anak. KESIMPULAN Mendidik anak tentang adab sopan santun sebaiknya dimulai sejak dini, hal ini penting agar ketika merekan dewasa, mereka memiliki akhlak yang mulia. peran orang tua terutama Ibu, sangatlah penting dalam proses pendidikan ini, karena ia adalah madrasag pertama bagi mereka. Anak bagaikan bagaikan kertas putih yang brsih tanpa noda, baik buruknya akhlak mereka sangat dipengaruhi oleh pendidikaan yang diberikan oleh orang tua. Pendidikan adab sopan santun bertujuan membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang beriman, bertakwa, dewasa, mandiri, kreatif, dinamis, dan berakhlak mulia. Dalam menanamkan sikap sopan santun pada siswa, ada 2 metode dalam menanamkan sopan santu pada anak diantaranya, pertama dengan lisan, kedua dengan contoh/teladan. adapu strategi yang digunakan yaitu pembiasaan, keteladana, pemberian nasihat, strategi motivasi, memberikan bimbangan. Ada faktor pendukung dan faktor penghambat yang perlu dipertimbangkan dalam menamkan adab sopan santun pada anak disekolah, Adapun upaya pendidik didalam menumbuhkan sikap sopan santun yaitu melakukan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) 119 DAFTAR PUSTAKA Ahmad, A. (2022). Pengembangan Karakter Sopan Santun Peserta Didik: Studi Kasus Upaya Guru Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(2), 278-296. Amir, F., & Tomagola, L. M. (2022). Pendidikan Karakter Dalam Islam. Jurnal IlmiahWahana Pendidikan, 8(20), 353-359. Asad, A. (2022). Adab Pendidik Dalam Proses Pembelajaran. Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 54-65. Bustami, S. Hidayat. (2018). Pendidikan Berbasis Adab Menurut A. Hassan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 15(1) 1-18. Dewi, R. P., Mukti, A.,M & Haidir, H. (2024). STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAKUL KARIMAH SISWA DI SD NEGERI 106826 DESA SIDODADI.” Research And Development Journal Of Education, 10(1), 01-11. Dini, J. P. A. U. (2021). Penanaman Sikap Sopan Santun Dalam Budaya Jawa Pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5.(2), 2059-2070. Haris, A. H. (2017). Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Islam. Al-Munawwarah: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1) 64-82 Hidayat, A. (2022). Peran Guru Dalam Membentuk Adab Siswa Dalam Manajemen Pendidikan Islam. Muta’alim: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 85-95.Santri, Z. L., Mulyani, P.K., Setyasto, N., & Marjuni, M. (2023). IMPLEMENTASI NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DAN SOPAN SANTUN SISWA KELAS 5 SDN BANDUNGAN 02 KABUPATEN SEMARANG. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8.(2), 4823-4837. Khumairoh, D. A., Sulistiani, I. R., And Zakariya, Z. IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM 5S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, SANTUN) DALAM MEMBENTUK AKHLAK ISLAMI SISWA DI MI MIFTAHUL ULUM AMPLEDENTO KARANGPLOSO MALANG. JPMI: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 5(3) 221-230. Maulana, I. I., Hamzah, M., & Hidayat, M. S. (2023). KONSEP PENDIDIKAN ADAB ANAK TERHADAP ORANG TUA. Alpateach (Jurnal Profesi Pendidikan Dan Keguruan), 3(1), 1-5. Nurhanifah, N. (2018). Urgensi Pendidikan Islam Dalam Keluarga. At-Tafkir, 11(1), 117-131. Sada, H. J., Firdaos, R., & Sari, Y. (2018). Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Budaya Nemui Nyimah Di Masyarakat Lampung Pepadun. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 311-323. Sari, L. E., Rahman, A., & Baryanto, B. (2020). Adab Kepada Guru Dan Orang Tua: Studi Pemahaman Siswa Pada Materi Akhlak. Edugama: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 6(1), 75-92. Zamroni, A. (2017). Strategi Pendidikan Akhlak Pada Anak. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 12(2), 241264. 120