Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2024, 11-15 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI Edukasi Keselamatan Berkendara Bagi Siswa SMA Iva Mindhayani. Suhartono. Puji Asih Universitas Widya Mataram Ae Dalem Mangkubumen KT. 237 Yogyakarta E-mail: ivamindhayani@gmail. Abstrak Berkendara di jalan raya memiliki potensi bahaya tersendiri tanpa disadari. Potensi kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tidak terkecuali siswa sekolah menengah atas. Usia pelajar termasuk salah satu kelompok usia tertinggi yang mengalami kecelakaan. Sekarang ini, banyak siswa pergi sekolah mengendarai motor Maka dari itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pemahaman keselamatan dalam berkendara. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk untuk memberikan pengetahuan pada siswa sekolah menengah atas tentang keselamatan dalam berkendara. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pemaparan materi terkait keamanan berkendara, diskusi dan tanya jawab. Pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan sesuai perencanaan tim dan mitra. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa peserta kegiatan. Hal tersebut terlihat dari ketepatan peserta kegiatan dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri sebelum diberikan materi dan sesudah diberikan materi. Selanjutnya masih perlu dilakukan sosialisasi secara berkelanjutan supaya siswa memiliki mindset mengutamakan keselamatan dalam segala hal. Kata Kunci. Sosialisasi, keselamatan, keamanan berkendara Abstract Driving on the highway has its own potential dangers without realizing it. Potential accidents can happen anytime and anywhere, including high school students. Nowadays, students go to school using their own vehicles. Therefore, it is necessary to socialize and understand safety in driving. The method used is counseling with the presentation of material related to driving safety, discussion and FAQs. The implementation of service activities goes according to the planning of the team and partners. The results of the service activities showed an increase in the knowledge of students participating in the activity. This can be seen from the accuracy of activity participants in answering questions given by the speaker before being given material and after being given material. Furthermore, it is still necessary to carry out socialization on an ongoing basis so that students have a mindset of prioritizing safety in everything. Keywords. Socialization, safety, driving safety This is an open access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Permintaan kendaraan bermotor saat ini semakin pesat memberikan keuntungan tersendiri pada produsen kendaraan bermotor. Saat ini, bisa dilihat masyarakat lebih memilih kemana-mana naik kendaraan sendiri dibanding harus naik kendaraan umum. Data menunjukkan penambahan kendaraan didominasi kendaraan bermotor roda dua, mencapai 90% di Kota Jogja, dan 87% di DIY (Cahyana. Masyarakat berpikir bahwa dengan naik kendaraan sendiri lebih efisien. Sedangkan kalau naik kendaraan umum harus menunggu lama dan tidak bisa langsung sampai pada tujuan yang diinginkan. Akan tetapi, semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan sendiri membuat jalan semakin ramai dan padat. Hal tersebut membuat ruas jalan semakin terasa sempit sehingga berisiko meningkatnya terjadi kecelakaan kalau pengendara motor tidak waspada dan hati-hati. https://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Data sementara yang bisa dilihat di web Bappeda DIY menunjukkan jumlah kecelakaan di DIY tahun 2023 sudah mencapai 5. 037 kejadian, dengan korban meninggal dunia sebanyak 68 jiwa, korban luka ringan sebanyak 2. 710 jiwa, korban luka berat sebanyak 46 jiwa. Sedangkan data kepolisian hasil operasi Zebra 2023 menunjukkan adanya kenaikan kecelakaan sebesar 12% dibandingkan dengan tahun Tingginya angka kecelakaan di DIY memerlukan upaya dan kerjasama dari semua pihak baik kepolisian, masyarakat, dan pemangku kepentingan supaya kecelakaan dapat diminimalisir. Risiko kecelakaan bisa dialami oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun tidak terkecuali siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA). Kecelakaan yang ditimbulkan akibat aktivitas pekerjaan bisa dihindari sedini mungkin bila seluruh elemen masyarakat baik pihak sekolah dan orang tua memahami risiko dan bahaya yang bisa saja terjadi di lingkungan sekolah baik saat menuju sekolah ataupun saat pulang dari sekolah. Risiko kecelakaan perlu disadari oleh pekerja dapat terjadi kapan saja (Izhar et al. Pentingnya pemahaman akan keselamatan dan kesehatan kerja sejak sejak dini supaya budaya K3 dapat terlaksana dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pelatihan dan pendidikan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (Nilamsari & Damayanti, 2. Joko dalam Kompas. com mengemukakan bahwa usia kecelakaan lalu lintas tertinggi di dominasi kelompok usia pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda. Usia korban yang terlibat kecelakaan tertinggi pada tahun 2016-2020 adalah usia 15-24 tahun sebanyak 18-26 persen. Tingginya kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh faktor manusia atau kesalahan pengendara itu sendiri . Pengendara usia remaja memiliki risiko mengalami kecelakaan karena kemampuan yang belum matang dalam mempersepsikan terhadap risiko yang dihadapi (Haryanto, 2. (Sukmandari & Subekti, 2. Melihat hal tersebut pentingnya edukasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja bagi pelajar, salah satunya dengan berkendara dengan selamat. Pelajar perlu dibekali pengetahuan mengenai aturan dalam berkendara serta mengetahui rambu-rambu lalu lintas (Revy et al. , 2. (Maharani & Mutia Mawardah. Selain itu, perlunya menanamkan keselamatan dan kesehatan kerja sejak dini supaya pelajar memiliki mindset untuk selamat sehingga budaya K3 dapat terealisasi dengan baik. Ketika K3 sudah menjadi budaya, dalam kehidupan sehari-haripun mereka akan menerapkannya (Muthalib, 2. Bagi mereka yang belum boleh berkendara bisa mengetahui tata cara berkendara yang baik supaya kedepannya lebih matang dalam dalam berkendara motor di jalan (FITRIA, 2. Berdasarkan uraian diatas, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk mengedukasi siswa sekolah menengah atas supaya memiliki pengetahuan dan wawasan terkait impelementasi keselamatan dan kesehatan kerja, salah satunya yaitu tentang keselamatan dalam Harapannya dengan adanya kegiatan abdimas ini siswa sekolah menengah atas memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai terkait itu, sehingga akan selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Pengetahuan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan safety riding (Heryono et al. , 2. METODE Metode Pendekatan Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian meliputi: Penyuluhan. Pada kegiatan penyuluhan diberikan materi seputar Keselamatan dan kesehatan kerja (K. Dalam penyampaian materi menggunakan PPT berisi tentang poin-poin penting yang harus diketahui para siswa terkait keselamatan dalam berkendara. Diskusi dan tanya jawab. Metode ini dilakukan supaya materi yang disampaikan bisa dipahami peserta dengan baik dan terjalin dua arah. Selain itu, dengan adanya diskusi dan tanya jawab dapat mengetahui ada tidaknya peningkatan pengetahuan peserta kegiatan pada kegiatan pengabdian ini. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi, tim dosen dan mahasiswa turut berpartisipasi dalam memberikan pengetahuan atau mengedukasi siswa di SMA Negeri 1 Gamping terkait keselamatan dalam berkendara. Peserta kegiatan pengabdian adalah siswa sekolah dasar kelas XII IPA. Pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi 3 tahap yaitu: Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 Tahap persiapan Kegiatan awal yang dilakukan adalah mengurus perijinan ke pihak terkait. Pada tanggal 17 Maret Kaprodi Teknik Industri dan Ketua LPPM datang ke SMA Negeri 1 Gamping untuk meminta ijin sekaligus memberikan surat permohonan ijin untuk melaksakan kegiatan abdimas ke SMA Negeri 1 Gamping Yogyakarta. Pada Intinya pihak sekolah memberikan ijin untuk dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pihak sekolah memberikan waktu pada hari Selasa, 21 Maret 2023 pukul 11. 30 Ae 12. 30 WIB untuk pelaksanaan kegiatannya. Dalam kesempatan tersebut juga disepakati pihak yang mempersiapkan undangan serta menyiapkan tempat pelaksanaan Berdasarkan kesepakatan bersama pihak pengabdi mempersiapkan materi dan konsumsi. Sedangkan pihak sekolah menyiapkan mengkoordinir siswa yang terlibat dalam kegiatan abdimas serta tempat dan keperluan yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung. Tahap pelaksanaan Pada hari yang ditentukan pengabdi beserta tim menuju lokasi yang dituju. Pada jam yang telah ditentukan pengabdi memulai menyampaikan materi terkait edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. dengan tema Aukeselamatan dalam berkendaraAy pada siswa sekolah menengah atas. Peserta diberikan pengetahuan tentang aturan berkendara yang aman dan potensi bahaya serta risiko yang ada saat berkendara, hal-hal yang tidak diperbolehkan saat berkendara, dll. Penyampaian materi dilakukan dengan cara presentasi dan mengajak diskusi peserta kegiatan. Tahap evaluasi Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilihat dari bertambah atau meningkatnya pengetahuan peserta pelatihan dengan memberikan pertanyaan secara langsung kepada peserta kegiatan sesaat sebelum pemaparan materi dan sesudah pemaparan materi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberian materi dengan tema keselamatan dalam berkendara disambut baik oleh siswa siswi kelas XII IPA. Materi keselamatan dalam berkendara sesuai dengan kondisi para siswa. Siswa belum mengetahui tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta penerapannya dalam kegiatan sehari-hari. Dalam berkendara tentu ada aturan dan etika yang harus diperhatikan sehingga potensi bahaya yang ada serta berisiko pada kecelakaan bisa dikurangi atau dihindari. Terdapat hal-hal yang dianggap sepele bagi pengendara sebelum mulai berkendara seperti cek tekanan angin, fungsi spion, lampu, rem, dan lainlain. Terdapat peserta kegiatan yang menceritakan pengalamannya saat berkendara yaitu dengan kecepatan tinggi saat kondisi perasaan sedang tidak baik atau marah. Naik kendaraan kondisi marah atau kondisi perasaan yang tidak baik berpotensi terjadinya kecelakaan karena dalam berkendara butuh fokus dan konsentrasi supaya hal Aehal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Peserta lainnya mengungkapkan bahwa tidak melakukan pengecekan terhadap kendaraan sebelum mulai berkendara. Peserta juga mengemukakan bahwa mereka belum memiliki surat ijin mengemudi atau SIM C Gambar 1. Pemaparan materi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan cara memberikan edukasi keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk mengajak siswa mengetahui sejak dini tentang K3 dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa mampu mengenali risiko bahaya yang ada dan memiliki sikap peduli selamat. Implementasi K3 pada kehidupan sehari-hari yang dapat diimplementasikan salah satunya adalah saat berkendara motor. Peserta kegiatan diberikan pemahaman pentingnya melakukan pengecekan sebelum mulai berkendara supaya potensi bahaya yang mungkin dapat menyebabkan Copyright A 2024. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 5 . , 2024 terjadinya kecelakaan dapat dihindari atau diminimalisir (PERMATASARI, 2. Pemaparan materi seperti ditunjukkan Gambar 1. Setelah selesai pemberian materi, dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab. Peserta aktif bertanya khususnya mengenai banyaknya kecelakaan yang dialami pada usia muda dan bagaimana Setelah diberikan penjelasan, penanya menjelaskan bahwa pihak sekolah selalu mengingatkan agar berhati-hati dalam berkendara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara sikap dan perilaku keseamatan berkendara (Mokoginta et al. , 2. Kepemilikan surat ijin mengemudi juga berhubungan dengan perilaku safety riding (Sriyanti et al. , 2. Selain itu, kemampuan mengontrol diri dan kemampuan berkendara secara benar sangat ditekankan. Penggunaan alat pelindung diri seperti helm sesuai standar perlu diperhatikan. Selanjutnya dilakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan langsung kepada peserta. Tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta kegiatan. Pertanyaan diberikan sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan. Hal tersebut terlihat dari peserta ketika pertanyaan diberikan pertanyaan sebelum pemberian materi, peserta tidak bisa menjawab dengan benar. Setelah diberikan materi peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar. hasil evaluasi ini senada dengan kegiatan pengabdian sebelumnya yaitu sosialisasi K3 dasar pada siswa SD. Hasil menunjukkan pengetahuan peserta kegiatan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 90% dimana peserta berhasil menjawab dengan benar pertanyaan seputar K3 dasar (I Mindhayani, 2. Peserta kegiatan yang merupakan siswa sekolah menengah atas masuk dalam kelompok usia dengan risiko tertinggi dengan angka kematian terbanyak dalam kecelakaan dan kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan yang dialami pengendara motor dipengaruhi oleh faktor manusia itu sendiri (Sukmandari & Subekti, 2. Perilaku pengendara itu sendiri seperti melanggar lampu lalu lintas, menggunakan telepon, merokok, dan berkendara lebih dari dua orang (Setyowati et al. , 2. (Afif Mauludi et al. Berdasarkan fakta-fakta yang ada tentunya pemberian edukasi aman dalam berkendara sangat penting dan memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi di sekolah pada khususnya dan semua lapisan masyarakat pada umumnya (Syaputri & Mayasari, 2. Untuk selanjutnya kegiatan edukasi dan sosialisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan supaya siswa memiliki mindset atau cara berfikir mengutamakan keselamatan dalam segala hal. Salah satu cara yang dapat dilakukan supaya suasana berkendara di jalan raya tertib sehingga rasa aman dan nyaman terwujud adalah dengan memiliki perilaku safety riding (Septiari et al. , 2. Dengan demikian budaya K3 bukan menjadi hal yang sulit diterapkan. Hasil penelitian mengungkapkan pengaruh edukasi K3 berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan siswa (Iva Mindhayani & Asih, 2. SIMPULAN Hasil uraian pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di SMAN 1 Gamping dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan sesuai yang direncanakan oleh tim dan Meningkatnya jumlah siswa mengendarai motor sendiri perlu diimbangi kemampuan mengendarai motor dengan benar dan kemampuan mempersepsikan terhadap risiko yang dialami saat Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa peserta kegiatan. Hal tersebut terlihat dari ketepatan peserta kegiatan . dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri sebelum diberikan materi dan sesudah diberikan materi. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada . SMAN 1 Gamping yang telah memberikan ijin diselenggarakannya kegiatan pengabdian, . Universitas Widya Mataram melalui LPPM yang telah memberikan support dana. DAFTAR PUSTAKA