MANAJEMEN KOLABORASI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MASYARAKAT (STUDI DESKRIPTIF PADA ORGANISASI IKATAN KELUARGA BESAR BARINGIN SIP) Saparripin Idris. Doharni Rambe. Devi Afriani. Heny Hastuti Sekolah Tinggi Agama Isla m Sumatera Medan Jl. Sambu No. 44/64. Kota Medan. Sumatera Utara e-mail: saparripinsaid@gmail. com, harnyrambe@gmail. com, devii03031996@gmail. henyhastutih@gmail. Abstrak: Penelitian in bertujuan untuk menganalisis manajemen kolaborasi . erencanaan, pelaksanaan dan pengawasa. dalam meningkatkan mutu pendidikan yang dilakukan oleh organisasi Ikatan keluarga besar Baringin Sip (IKBSS). Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data melalui tahapan reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi dan member check. Adapun Hasil penelitian memaparkan bahwa majamen kolaborasi dilakukan oleh organisasi Ikatan keluarga Besar Baringin Sip (IKBSS) dengan lembaga pendidikan formal dan nonformal yang ada di desa Baringin tersebut. Manajemen kolaborasi tersebut berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Dalam hal perencanaan IKBSS berkolaborasi dalam menyusun program dan menyusun anggaran pendidikan. Dalam hal pelaksanaan IKBSS mendukung secara langsung dengan turut terlibat untuk mendidik dan mengontrol jalannya program pendidikan. Dalam hal pengawasan dengan cara mengevaluasi ketercapaian program dan mengevaluasi realisasi penggunaan anggaran pendidikan. Kata Kunci: Manajemen Kolaborasi. Mutu Pendidikan. Masyarakat Abstract: This study aims to analyze the various forms of collaborative management . lanning, implementation and monitorin. in improving the quality of education carried out by Ikatan keluarga besar Baringin Sip (IKBSS). The method used is qualitative by using a descriptive study approach. Collecting data using observation, interviews, and documentation studies. Data analysis through the stages of data reduction, data verification, and drawing Test the validity of the data using triangulation and member The results of the research explain that collaboration management is carried out by Ikatan keluarga besar Baringin Sip (IKBSS) organization with formal and non-formal educational institutions in the Baringin village. The collaborative management relates to planning, implementation and monitoring. In terms of planning. IKBSS collaborates in preparing programs and preparing education budgets. In terms of implementation. IKBSS supports directly by being involved in educating and controlling the course of education programs. In terms of supervision by evaluating the achievement of the program and evaluating the realization of the use of the education budget. Keywords: Collaboration Management. Quality of Education. Community Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 PENDAHULUAN Pergeseran penyelenggaraan sistem pemerintahan di Indonesia telah berimbas pada pengelolaan sistem pendidikan, yakni semula yang lebih bersifat sentralistik bergeser kearah pengelolaan yang bersifat desentralistik. (H. Usman, 2. Pendidikan ditunjukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya peranan lebih besar untuk ikut menyusuri program belajar dan agenda evaluasi. yakin selama hal tersebut tidak dilakukan perubahan, maka selama itu pula sekolah dan guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya mendidik secara benar, selama itu pula kita tidak akan memperbaiki kesalahan-kesalahan fundamental yang terjadi di sekolah-sekolah. (Meirawan, manusia, sebagaimana dirumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3 yakni membentuk watak serta peradaban bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara demokratis serta bertanggung Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan masalah yang dapat perkembangan pendidikan. Perkembangan pendidikan perlu diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan baik dalam jalur pendidikan formal, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan perguruan tinggi. (Leonard, 2. Salah meningkatkan mutu pendidikan efisiensi dan pemerataan. Formula baru ini memungkinkan sekolah memiliki otonomi yang luas, dan manajemen kebijakan nasional tidak terabaikan. Pengelolaan model baru inilah yang disebut Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Managemen. yang biasa disingkat satu langkah reformasi internal di bidang pendidikan yang harus dilakukan segera pedagagogis kepada sekolah dan guru. Selain itu, sekolah dan guru perlu diberi MBS. (Hamid, 2. manajemen berbasis sekolah merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah dalam rangka peningkatan mutu, efisiensi dan pemerataan pendidikan agar dapat Kualitas yang baik dalam suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh suatu perencanaan yang baik di dalam sebuah Untuk menghasilkan output yang berkualitas dibutuhkan penerapan dan pengelolaan manajemen yang baik, untuk melaksanakan sesuatu dengan tertib, teratur dan terarah diperlukan adanya (Gaol, 2. Manajemen merupakan ilmu dan seni mengatur prosespemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan Adanya formula baru dalam dunia pendidikan, dalam pengelolaan baru disekolah merupakan suatu upaya untuk 2 | Manajemen Kolaborasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Hikmah. Vol. No. Januari-Juni, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 mengakomodasi keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat, dan (A. Usman, 2. Manajemen berbasis sekolah tentu akan berjalan dengan baik mana kala tercipta kolaborasi yang solid antar seluruh stakeholder pendidikan. Walaupun konsep manajemen ini menekankan pada aspek otonomi, namun bukan berarti ini melepaskan tanggung jawab kebersamaan. Sebagaimana juga diketahui bahwa pendidikan merupakan sistem, itu artinya terdapat beberapa komponen yang satu sama lain saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu sangat lah sulit rasanya jika pendidikan tidak bekerjasama antar ragam komponen tersebut. (Sasongko. Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat, baik dalam pengelolaanya maupun juga dalam segi finansial atau Tanggjung jawab tentu memiliki kepedulian terhadap mutu pendidikan, khususnya pendidikan di masyarakat Desa Baringin. Terdapat dikhususkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, namun tentu saja organisasi ini tidak berjalan sendiri, terdapat kerjasama yang dilakukan baik, kepada lembaga pendidikan, tokoh pendidikan, pemangku kebijakan pendidikan dan lainlain. Tentu dalam pelaksnaan kerjasama ini terdapat beberapa aturan pengelolaan. Sosialisasi dan musyawarah program sekolah merupakan jalan yang efektif agar peran masyarakat menjadi semakin nyata dalam pelibatan urusan sekolah. Hubungan inilah yang akan mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola atau peningkatan mutu pendidikan di Desa Baringin. Untuk penelitian ini, akan dikemukakan beberapa penelitian terdahulu yakni manajemen dilakukan dengan peran dan fungsi masing-masing, hal ini lah kemudian yang disebut dengan manajemen kolaborasi. Kerjasama ataupun kolaborasi tidak serta merta menentukan keberhasilan tujuan yang telah di cita-citakan, sebab kolaborasi dan kerjasama tentu membutuhkan pengaturan dan pengelolaan tersendiri, kolaborasi pada pemberdayaan anak (Munawir et al. , 2. , prinsip majamen kolaborasi pada anak (Dahlan & Darwis, 2. Model Collaborative Management (Bynaben et al. , 2. , dari beberapa menyentuh pada aspek pendidikan, pengelolaan ini lah yang kemudian disebut dengan manajemen kolaborasi. (Mubarok. Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip salah satu organisasi yang masyarakat Desa Baringin. Saparripin Idris. Doharni Rambe. Devi Apriani. Heny Hastuti | 3 Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 METODE PENELITIAN Penelitian Manajemen Kolaborasi Dalam Memotivasi Majunya Pendidikan Masyarakat Baringin Sesuai dengan fokus penelitian,maka penelitian ini menggunakan pendekatan Jenis digunakandalam penelitian ini adalah tersedia dalam bentuk dokumen ataupun dari bahan kepustakaan dan dapat diperoleh peneliti dengan membaca, melihat ataupun mendengarkan. Pengumpulan data ini menggunakan beberapa cara yang dianggap relevan dengan penelitian, yaitu sebagai berikut Sedangkan analisis data menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha Disamping itu penelitian deskriptif terbatas pada usahamengungkapkan suatu masalah atau dalam keadaan ataupun peristiwa sebagaimanaadanya, sehingga bersifat sekedar mengungkapkan fakta. Penelitian ini dilaksanakan di Organisasi ikatan keluaga besar baringin sip (IKBBS) yang berada di Kec Dolok. Kab Padang Lawas Utara. Sumatera utara. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai dengan April 2021. Waktu penelitian tersebut dimulai dari penelitian, sampai pada penulisan laporan teknik induktif yaitu dengan cara menganalisa data yang bersifat khusus . akta empiri. kemudian mengambil kesimpulan secara umum . ataran konse. Secara tahapan analisis data terdiri dari reduksi data, penyaian data, dan penarikan Kemudian untuk keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, menggunakan bahan referansi lain, dan member check. Sumber data penelitian terdiri dua yakni sumber Data Primer dan sumber data Sumber data primer pada penelitian ini ialah data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertamayang dilakukan melalui wawancara, observasi Data oleh Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip dengan lembaga pendidikan, masyarakat . omite pendidika. Berikut ini akan dikemukakan manajemen kolaborasi tersebut mulai dari dari perencanaan, pelaksanaan dan suvervisi. yangdiperoleh peneliti berasal dari hasil wawancara dengan ketua organisasi dan beberapa anggota di organisasi tersebut. Sedangkan sumber data sekunder pada penelitian ini ialah data yang sudah HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagaimana penelitian ini untuk menganalisis pola manajemen kolaborasi yang dilakukan Perencanaan Pendidikan Perencanaan pendidikan dilakukan terhadap jalur pendidikan formal dan juga pendidikan nonformal. Pendidikan formal, lazimnya pada tiap memasuki ajaran baru menyusun ragam perencanaan kegiatan 4 | Manajemen Kolaborasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Hikmah. Vol. No. Januari-Juni, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 peningkatan mutu pendidikan, dan lazimnya juga di ikuti masyarakat dan perwakilan dari organisasi dan tokoh masyarakat setempat. Hasil wawancara dengan ketua Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) keterlibatan ragam unsur masyarakat ini bertujuan sebagaimana berikut ini: - Mengidentifikasi pendidikan dari masyarkat cita-cita - Mengidentifikasi permasalahan pendidikan yang sedang di perencanaan tersebut dapat permasalahan yang sedang - Sumbangsih saran dan masukan - Menggali ragam potensi yang Perencanaan menyangkut dua hal, yakni perencanaan anggaran dan perencanaan program. Perencanaan anggaran pendidikan pada dasarnya dilakukan terhadap sekolahsekolah yang dikelola oleh masyarakat, juga menutup kemungkinan juga dilakukan pada sekolah Perwakilan masyarakat di lembaga pendidikan terkumpul dalam satu wadah yang disebut dengan komite sekolah. komite sekolah adalah agar suatu organisasi masyarakat sekolah yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas sekolah. Komite sekolah yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, kepercayaan yang dibangun sesuai dengan potensi masyarakat setempat. Oleh karena itu, komite sekolah yang dibangun harus filosofis masyarakat secara kolektif. Artinya, komite sekolah mengembangkan ada pada ragam unsur tersebut sehingga dapat dimanfaatkan pada program pendidikan yang Menyusun program pendidikan yang akan ajaran baru pengguna . lient kewenangan . ower sharing and advocacy mode. , dan . artnership mode. yang difokuskan pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan. (Utari, 2. Dalam hal perencanaan program pendidikan komite sekolah bertugas Mengevaluasi program pendidikan yang telah penentuan dan pelaksanaan kebijakan menggalang dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat baik perorangan usaha/dunia industri maupun pemangku kepentingan lainnya Saparripin Idris. Doharni Rambe. Devi Apriani. Heny Hastuti | 5 Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 melalui upaya kreatif dan inovatif. Dari tugas ini tampak bahwa masyarakat dalam hal ini yang terwakili oleh Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) memiliki peranan yang penting dalam hal peningkatan mutu pendidikan di desa tersebut. (Septiana et al. , 2. Beberapa progam yang diusulkan yang memang mengkhususkan diri pada siswa-siswa keterbatasan Terkait dengan pembiayaan peran komite terhadap sekolah antara lain dalam bantuan-bantuan sekolah dan bantuan berupa masukan dan pendapat dalam pengembangan sekolah . edung, sarana, prasaran. lewat BP3 pendidikan sebagai berikut: - Fokus pembelajaran yang tidak hanya pada sisi kognitif tapi juga mengarah pada orientasi afektif dan Program ini ditawarkan permasalahan moral yang terjadi di tengah-tengah masyarakat - Penambahan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan minat dan perkembangan para siswa - Pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk mampu menghadapi tantangan era revolusi industri 4. - Program pembelajaran berbasis yang pada saat ini adalah komite sekolah atau secara langsung perorangan atau Kemudian penyediaan tempat untuk mendirian sekolah atau lapangan sekolahdan lain-lain untuk keperluan Dukungan dari komite sekolah dalam pengadaan saran dan prasarana sekolah sangat besar. Dengan adanya dana yang disumbangkan dari orang tua siswa maka kebutuhan sarana dan prasarana sekolah bisa terpenuhi walaupun belum Kemudian dengan adanya bantuan masyarakat dalam pengelolaan sarana dan prasarana sekolah maka kami pihak komite turut memfasilitasi dengan apa yang dibutuhkan oleh sekolah. kearifan lokal. Dalam hal ini difokuskan untuk mengarahkan siswa agar memahami kebudayaan derah tempat tinggal mereka, dan kebudayaan tersebut. Program pembelajaran inklusif, yang memberikan akses bagi siswa Pelaksanaan Pendidikan Dalam hal manajemen kolaborasi, khusus dalam pelaksanaan pendidikan Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) memberikan dukungan terhadap semua kegiatan yang telah disetujui untuk dilaksanakan. Dukungan dapat berupa lansung ataupun tidak dengan keterbatasan. Hal ini memungkinkan untuk siswa-siswa dengan keterbatasan fisik atau psikis, sebab daerah terkadang tidak memiliki lembaga pendidikan Dukungan Langsung berupa pendidikan yang telah ditetapkan untuk Dalam hal ini seperti misalnya menjadi tenaga pengajar, atau 6 | Manajemen Kolaborasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Hikmah. Vol. No. Januari-Juni, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 terlibat mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan program pendidikan. Dalam hal tidak langsung berupa tindakan moril seperti membantu kelancaran semua program, dan tidak menentang program yang telah direncanakan sejak awal Secara rinci dukungan langsung dapat dilihat pada rincian di bawah ini: - Terlibat kolaborasi atau kerjasama dalam program peningkatan mutu pendidikan - Ikut serta menuntun jalannya program pendidikan, sehingga dipastikan program tersebut berjalan sesuai yang telah - Terlibat program jika tidak sesuai strategis dalam proses pendidikan. Terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan akan mampu meningkatkan meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan sebagai pengguna jasa Oleh karena itu komite memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah dengan memberdayakan sumber daya yang ada di masyarakat. (Munawir et al. , 2. Pemenuhan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan sekolah untuk mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan merupakan upaya komite sekolah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui peran dan fungsi komite sekolah untuk keterlaksanaan proses pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan seperti gedung sekolah, alat dan media pembelajaran, sumber daya manusia dan lain sebagainya yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar harus terpenuhi dengan baik. dengan yang direncanakan. - Terlibat memanage semua kegiatan program, termasuk dalam memeriksa laporan nantinya telah dilaksanakan. Peningkatan Pendidikan adalah upaya sadar untuk peningkatan potensi peserta didik. Inti dari pendidikan adalah kegiatan pembelajaran. Untuk itu perlu adanya program dan Kegiatan penggalangan dana untuk pendidikan yang dilakukan oleh komite dankegiatan serta dukungan dana dan sarana prasarana pendidikan agar mampu memenuhi harapan peserta didik dan Oleh karena itu sarana dan prasarana memegang peranan yang sangat sekolah sangat memperhatikan kondisi sosial ekonomi orang tua peserta didik, hal ini terlihat dengan dilaksanakannya konsep subsidi silang dalam penarikan iuran dana pendidikan oleh komite sekolah. Hal ini Saparripin Idris. Doharni Rambe. Devi Apriani. Heny Hastuti | 7 Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 dimaksudkan agar siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tetap dapat bersekolah dengan bantuan dari siswa dari keluarga yang lebih mampu. Dalam melaksanakan perannya untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan adalah sebagai berikut: - Memberikan pertimbangan dalam hal pendataan kondisi sosial ekonomi keluarga peserta didik dan sumber daya pendidikan yang ada dalam masyarakat. Memberikan masukan dan pertimbangan kepada sekolah dalam penyusunan visi, misi, tujuan, kebijakan dan Memberikan pertimbangan kepada pengembangan kurikulum muatan lokal, dan meningkatkan proses pembelajaran dan pengajaran. Memverifikasi RAPBS diajukan oleh kepala sekolah, memberikan pengesahan terhadap RAPBS setelah proses verifikasi dalam rapat pleno komite sekolah. Memberikan dukungan kepada sekolah untuk secara preventif narkoba di sekolah, memberikan dukungan kepada sekolah dalam Pelaksanaan Melaksanakan konsep subsidi silang dalam penarikan iuran dari orang tua Melakukan pengawasan terhadap perencanaan dan pelaksanaan penjabaran kepada sekolah tentang hasil belajar siswa, memberoleh masukan, saran, dan ide kreatif dari Membantu menciptakan hubungan dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat. Mengadakan rapat atau pertemuan secara rutin atau insidental dengan kepala Meningkatkan kemitraan masyarakat Pengawasan Pendidikan Pengawasan adalah suatu cara untuk menetapkan standar prestasi kerja dengan tujuan merencanakan sistem umpan balik informasi, membandingkan prestasi sesungguhnya dengan standar yang telah ditetapkan, menentukan adanya penyimpangan dan mengukur signifikansi penyimpangan tersebut, dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua. (Iskandar, 2. Pengawasan terhadap program yang ada juga dilakukan oleh Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) baik secara langsung dan tidak langsung. Selain dalam bentuk pengawasan peran masyarakat dalam hal ini Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) yang berafiliasi dalam komite sekolah juga bertugas sebagai pengontrol perwujudannya adalah dalam bentuk pengawasan terhadap proses melakukan penilaian terhadap kualitas 8 | Manajemen Kolaborasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Hikmah. Vol. No. Januari-Juni, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 melakukan pengawasan terhadap proses dan kualitas perencanaan dan program sekolah, melakukan pengawasan terhadap organisasi sekolah,melakukan pengawasan program sekolah dan partisipasi sekolah pada program sekolah. Selain itu komite sekolah juga berperan serta dalam rangka transparansi penggunaan alokasi dana pendidikan termasuk dalam mengawasi penggunaan dana bantuan dari pusat yang mengalir ke Penggunaan dana baik yang berasal dari masyarakat maupun pemerintah dapat benar-benar efektif dan termonitor alokasinya, apakah sesuai dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) yang pendidikan/sekolah. (Mukodi, 2. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa keterlibatan Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) terlihat dari dua bentuk yakni Baringin Sip (IKBBS), berhak keuangan dan berhak untuk mengevaluasi laporan keuangan - Pengawasan anggaran, dan memantau output pengawasan hasil ujian akhir, memantau hasil prestasi yang didapat dari bidang akademik maupun nonakademik, sedangkan untuk memantau alumni pihak komite tidak berdiri sendiri, tetapi dibantu oleh pihak alumni tingkat dan pihak sekolah yang berupa bentuk lisan dan tertulis. Untuk bentuk tertulis melalui pendataan dari sekolah Komite hubungannya dengan peran sebagai badan pendidikan yakni dengan melakukan kontrol terhadap proses pengambilan keputusan di lingkungan dinas pendidikan termasuk penilian terhadap kebijakan yang langsung dan tidak langsung. Keterlibatan langsung itu sperti yang tertera di bawah - Pengawasan terhadap perkembagan program atau hasil dari kegiatan - Pengawasan terhadap penggunaan anggaran pembiayaan terhadap Adapun fungsi komite sekolah dalam melakukan pengawasan di suatu lingkup pendidikan adalah mengawasi pelaksanaan program di sekolah, alokasi dana dan sumber-sumber daya bagi pelaksanaan program tersebut. Di samping itu, pendidikan di lembaga sekolah yang program yang telah direncakanan Pengawasan terhadap laporan penggunaan anggaran pembiayaan. Komite sekolah dalam hal ini organisasi Ikatan Keluarga Besar dilakukan oleh komite sekolah akan menjadi masukan bagi Dewan Pendidikan untuk memetakan persoalan dalam pemerataan dan mutu keluaran pendidikan Saparripin Idris. Doharni Rambe. Devi Apriani. Heny Hastuti | 9 Hikmah. Vol. No. Januari-Juni 2021, p-ISSN: 1829-8419 e-ISSN: 2720-9040 Pengawasan yang dilakukan oleh Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) terjadwal sebanyak 2 kali dalam setahun, atau dikenal dengan pengawasan semester. Waktu ini terprogram perencanaan dilakukan setiap tahun, namun setiap semester akan pendidikan yang telah disepakati baik formal ataupun non formal. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk langsung maupun tidak langsung. Dari segi langsung berupa keterlibatan secara aktif organisasi dalam pelaksanaan pendidikan bahkan tidak menutup kemungkinan juga menjadi pelaksana dari pendidikan itu Sedangkan tidak langsung termasuk juga dalam hal laporan Laporan semester ini kemudian akan menjadi landasan untuk revisi program atau revisi keuangan, jika ditemukan beberapa hal yan tidak sesuai dengan program-program yang ada. (Lestari, 2. berkaitan dengan dukungan moril dan dukungan untuk mempromosikan dan mensosialisasikan semua program yang telah ada. Dalam hal pengawasan ataupun pengontrolan, dilakukan dengan dua acara yakni pengawasan terhadap program dan pengawasan terhadap anggaran. SIMPULAN Dari pembahasan penelitian di atas maka dapat manajemen kolaborasi maksudnya adalah tata pengaturan yang berkaitan dengan kerjasama antara Organisasi Ikatan Keluarga Besar Baringin Sip (IKBBS) dengan lembaga pendidikan yang ada di DAFTAR PUSTAKA