Ad-Daqqoq: Indonesian Journal of Religion and Social Movement Vol. 1 Issue 1, 2025 DOI: XX. x/x E-ISSN: x-x The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution Siti Sak Adah 1. Muhammad Fazlurrahman Hadi2 Universitas Muhammadiyah Surabaya. Indonesia 1,2 Email correspondence: mfazlurrahmanhadi@um-surabaya. Abstract: Article History Received: 15-03-2025 Reviced: 21-04-2025 Accepted: 24-05-2025 Keywords: Action Enterprise Social Media. Romantic Relationships. Elementary School Teenager. Digital Parenting Currently, we are in an era of globalization, where technological developments are accelerating rapidly and becoming increasingly The sophistication of this technology cannot be separated from one component, namely the internet. The internet has now become a figure whose presence cannot be separated from all aspects of human life, including the educational aspect, one of which is. Part of the global internet is social media which, directly or indirectly, certainly has a significant influence on all groups, including adults, young people and even small children. Especially for teenagers, social media has become a deadly virus that eats away at them and even makes them consume it like a staple food. One of the impacts of social media is demoralization in terms of social behavior related to romantic relationships among elementary school teenagers. Because of this, there is a need for education and cooperation between teachers and parents to provide full guidance and monitoring in using social media so that the negative impacts can be minimized and the positive impacts can be maximized. In the context of its relationship with personality, intelligence and ethics. The aim of this research is to determine the positive or negative impact of using social media on adolescent behavior as well as solutions to deal with or overcome it. To understand this problem further, researchers used qualitative methods . ibrary stud. using various reading sources related to research title. So it is hoped that the results of this qualitative research will be in the form of broader & deeper knowledge regarding the impact of social media and also related solutions to the rampant behavior of elementary school teenagers, namely in terms of romantic relationships. This is an open access article under CC BY-SA 4. 0 license. Copyright A 2024 by Author. Pu blished by CV. Zamron Pressindo Available online at: https://journal. id/index. php/addaqqo/issue/archive Siti Sak Adah et al. ABSTRAK: Pasa saat ini, kita berada di era globalisasi, dimana perkembangan teknologi melaju pesat dan semakin canggih. Kecanggihan teknologi ini, tak lepas dari satu komponen yaitu internet. Internet saat ini menjelma menjadi sosok yang kehadirannya tidak bisa lepas dari seluruh aspek kehidupan manusia termasuk dalam aspek pendidikan salah Bagian dari internet yang mendunia yakni media sosial yang secara langsung maupun tidak langsung tentu memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi semua kalangan baik itu orang dewasa, anak muda bahkan anak kecil sekalipun. Khususnya bagi para remaja, media sosial ini sudah menjadi virus mematikan yang menggerogoti diri mereka dan bahkan membuat mereka mengkonsumsinya seperti makanan pokok. Salah satu dampak dari media sosial yaitu terjadinya demoralisasi dalam hal perilaku sosial terkait hubungan asmara di kalangan remaja sekolah dasar. Karena hal itulah perlunya edukasi dan kerja sama antara guru dan orang tua untuk memberikan bimbingan dan pantauan secara penuh dalam menggunakan media sosial agar dampak negatifnya dapat diminimalisir dan dampak positifnya dapat Dalam konteks hubungan nya dengan kepribadian, intelegensi dan Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak positif ataupun negatif dari penggunaan media sosial terhadap perilaku remaja serta solusi untuk menghadapi atau mengatasinya. Untuk memahami permasalahan ini lebih jauh lagi, peneliti menggunakan metode kualitatif . tudi pustak. dengan menggunakan berbagai sumber bacaan yang berkaitan dengan judul penelitian. Sehingga nantinya diharapkan dari hasil penelitian kualitatif ini adalah berupa pengetahuan yang lebih luas & mendalam mengenai dampak media sosial dan juga terkait solusi terhadap maraknya perilaku remaja sekolah dasar yakni dalam hal hubungan asmara. Kata Kunci: Media Sosial. Hubungan Asmara. Remaja Sekolah Dasar. Digital Parenting PENDAHULUAN Saat ini, kita berada di era globalisasi dimana laju perkembangan teknologi makin pesat. Globalisasi menurut bahasa berasal dari kata globalize yang berarti Sedangkan pengertian globalisasi menurut istilah yakni menggambarkan interaksi sosial antar individu, kelompok atau masyarakat yang semakin intens yang berada di tempat/lokasi yang saling berjauhan. Menurut Winarno, globalisasi Bisa dimaknai juga sebagai sebuah sitem yang bisa memungkinkan adanya interaksi atau hubungan antara satu dengan yang lainnya dalam seluruh komponen kehidupan, baik itu dalam hal agama, bahasa, budaya, politik, ekonomi serta lingkungan 1. Ada Maria Ulfa. AuPengertian Globalisasi Menurut Para AhliAy. Tirto. November 2. , dalam https://tirto. id/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli-jenis-dampak-contohnya-glte diakses tanggal 29 Juni 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution beberapa jenis globalisasi, diantaranya yaitu globalisasi politik, globalisasi ekonomi dan globalisasi budaya. Salah satu produk globalisasi yang paling terlihat adalah teknologi yang berkembang sangat pesat dan mengakibatkan mudahnya seseorang memperoleh sesuatu yang dia inginkan dalam waktu yang instan. Contohnya saja alat komunikasi yaitu telfon genggam atau HP yang saat ini sudah sangat mudah didapatkan dengan model yang beragam serta harga terjangkau. Apalagi sekarang masa nya serba online, membeli barang pun tanpa harus ke toko nya langsung sudah bisa dengan mudah diantar sampai rumah dan metode pembayaran pun juga bisa bayar di tempat. Dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi, penggunaan internet juga makin berkembang pesat. Perkembangan teknologi tersebut saat ini sudah menggurita sampai ke desa-desa bahkan yang pelosok sekalipun, tidak hanya perkotaan saja. Meski pada kenyataannya, mungkin akses di daerah pelosok lebih kecil prosentasenya, tetapi tetap saja sudah terjangkau oleh internet. Ada satu unsur dari internet yang tak bisa dipisahkan dan sekarang sedang menjadi AuidolaAy bagi semua kalangan yaitu media sosial. Karena memang faktanya, media sosial sekarang tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi saja, tetapi juga bisa digunakan untuk mengekspresikan hati dan perasaan serta suasana yang dialami Selain itu, bisa juga digunakan untuk menampilkan trend atau prestasi, dan yang paling umum adalah bisa digunakan untuk mencari peluang menghasilkan uang yaitu melalui online shop. Media sosial adalah sarana komunikasi yang menjembatani antara satu orang dengan lainnya yang memungkinkan mereka untuk bertukar, pendapat, ide, gagasan serta pengalaman. Media sosial merupakan media elektronik yang bisa menjadi wadah untuk orang mengeksplor segala bakat dan potensinya yakni dengan membuat konten kreatif dan menarik contohnya serta membagikannya kepada banyak orang. Bisa dalam lingkup pertemanan sekitar maupun skala yang lebih luas yaitu luar daerah bahkan luar negeri pun juga bisa. 3 Di Kalangan remaja, mulai dari tingkat pendidikan SMA. SMP bahkan SD tentunya sudah tidak asing dengan hal tersebut. Malah seolah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari diri mereka dan membuat mereka tampil dengan slogan baru yakni tiada hari tanpa medsos. Karena memang penggunaan Hp yang sudah sangat meluas. Tidak hanya orang dewasa saja yang punya HP, tak jarang anak usia SD sudah dibelikan HP sendiri. Bahkan balita saja, juga banyak yang dipegangi HP oleh orang tuanya untuk mainan, dengan alasan lebih mudah dikondisikan jika main HP. Ibid. Fathia Firliyana. AuMedia Sosial : pengertian. Fungsi dan JenisnyaAy. Daily Social. Maret 2. , dalam https://dailysocial. id/post/media-sosial-adalah diakses tanggal 29 Juni 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. Kondisi yang demikian ini, tentu bisa menimbulkan dampak pada para remaja jika dalam penggunaan media sosial tidak ada batasan. Kalangan remaja yang Augila medsosAy ini tentunya akan bebas bereksplorasi tentang diri dan kegiatannya serta interaksinya dengan orang lain. Dalam hal ini, terutama yang menjadi fokus dari pokok bahasan adalah tentang hubungan asmara yang secara tidak langsung merupakan efek dari interaksi pada media sosial yang mungkin kurang ada batasan. Hal itu pula yang nantinya akan berdampak juga dalam berbagai aspek, baik itu kepribadian, intelegensi dan aspek etika. Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika hubungan asmara remaja yang kita fokuskan pada sekolah dasar, manfaat dan tantangan penggunaan media sosial, serta memberikan rekomendasi bagi pendidik dan lembaga kependidikan dalam mengintegrasikan media sosial secara efektif dalam Kalo dilihat dari fenomena zaman dulu dengan sekarang, perbedaanya sangat jauh. Hubungan asmara atau biasa disebut pacaran mungkin sudah umum terjadi di kalangan anak SMP atau SMA. Tapi ternyata, saat ini remaja SD pun sudah mulai terjangkit oleh AuvirusAy tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. untuk mengidentifikasi dan menganalisis dinamika hubungan asmara remaja sekolah dasar (SD) yang dipengaruhi oleh penggunaan media sosial serta bagaimana digital parenting dapat menjadi solusi. Metode studi pustaka memanfaatkan sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian guna mengumpulkan data yang relevan dengan topik ini. Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti menggali masalah secara lebih mendalam berdasarkan teori yang telah dikembangkan oleh para ahli Fokus utama penelitian ini adalah pada literatur yang membahas dampak media sosial terhadap perkembangan remaja, khususnya dalam aspek psikologis, sosial, dan etika. Sumber yang digunakan mencakup jurnal dan buku yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir untuk memastikan relevansi dan kemutakhiran Data dikumpulkan dengan mencari kata kunci seperti Aumedia sosial dan remaja,Ay Auhubungan asmara anak sekolah dasar,Ay dan Audigital parentingAy melalui database ilmiah seperti Google Scholar. ProQuest, dan ScienceDirect. Hanya sumbersumber yang berkualitas tinggi dan relevan dengan topik penelitian yang dipilih. Kriteria seleksi didasarkan pada keterkaitan langsung dengan tema penelitian, relevansi terhadap perkembangan anak, serta kualitas ilmiah dari masing-masing Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode analisis isi . ontent analysi. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi pola, tema, atau konsep utama dari literatur yang dipelajari. Dari hasil analisis ini, peneliti mampu memetakan dampak media sosial terhadap hubungan asmara anak usia SD serta menghubungkannya dengan efektivitas digital parenting sebagai solusi. Hasil analisis disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait fenomena yang diteliti. Studi pustaka dipilih karena efektif dalam memberikan perspektif yang komprehensif dan teoritis terhadap topik yang belum banyak dibahas secara empiris di lapangan. Meskipun tidak melibatkan pengumpulan data primer, penelitian berbasis literatur ini menyajikan kontribusi signifikan dengan menggabungkan berbagai temuan sebelumnya untuk menghasilkan solusi yang lebih relevan dan Dengan metode ini, diharapkan pendidik dan orang tua dapat memanfaatkan media sosial secara bijak dalam pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta meminimalkan dampak negatifnya, sambil memaksimalkan potensi positif yang ditawarkan oleh teknologi. PSIKOLOGI REMAJA & PERKEMBANGANNYA Konsep Perkembangan Remaja Remaja dapat diartikan sebagai fase perkembangan mulai masa kanak-kanak ke masa dewasa 4. Remaja berasal dari bahasa latin yaitu Adolescence yang diartikan sebagai fase transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa yang mengandung perubahan biologis, kognitif, psikososial dan sosial emosional 5. Masa remaja disebut juga sebagai masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, dimana mereka memiliki rasa keingintahuan yang besar dan sedang mengalami proses perkembangan menuju Masa remaja bisa disebut juga masa puber atau dalam istilah agama islam disebut masa akil baligh dimana salah satu ciri yang paling menonjol adalah mulai terjadinya perubahan fisik serta mulai munculnya ketertarikan dengan lawan jenis. Remaja yang puber ini posisinya di tengah-tengah antara masa anak-anak dan Pada masa ini mereka cenderung punya ambisi untuk selalu mencari dan ingin tahu terhadap suatu hal, belum terampil dalam mengelola emosi serta mereka belum cukup mampu untuk mengambil sebuah keputusan mana yang terbaik untuk Rahmah Hastuti. Psi. AuPsikologi RemajaAy (Yogyakarta : Penerbit ANDI, 2. , hlm 2 W Santrok. AuAdolesence 5 thAy (New York: McGraw-Hill, 2. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. Namun, fase remaja ini merupakan fase perkembangan yang sangat potensial baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik 6. Masa remaja ini, dari segi fisik bisa terbilang pesat perkembangannya di antara tahap-tahap perkembangan manusia. Selain perubahan fisik tersebut, remaja juga akan mengalami perubahan dan perkembangan secara psikologis. Hal itu ditandai dengan perkembangan jiwa nya yang semakin matang, yang pada akhir masa perkembangan remaja, jiwa mereka sudah tidak lagi mudah terpengaruh, sudah mampu memilih dan menyeleksi apa yang menurut mereka baik dan kurang baik. Pada fase remaja, juga mereka mulai belajar bertanggung jawab pada dirinya, keluarga dan lingkungannya. Pada akhirnya, mereka mulai sadar bahwa dan tidak mau diperlakukan seperti masa anak-anak lagi. Ada beberapa tahap perkembangan remaja menurut E. B Hurlock, yaitu . Early adoloscence (Tahap remaja awa. dimulai usia 11 tahun hingga 13 tahun. Middle adolescence (Tahap remaja madya/tenga. dimulai usia 14 tahun hingga 16 tahun. Late adolescence (Tahap remaja akhi. dimulai usia 17 tahun hingga 20 tahun. Kemudian ada pendapat lain juga yang menjelaskan tentang tahap perkembangan remaja menuju dewasa yaitu : Masa remaja awal . sia 10 sampai 12 tahu. Pada masa remaja awal ini, anak sudah mulai beralih meninggalkan peran nya sebagai anak-anak. Mereka sudah cenderung tidak mau dikekang dan tidak mau bergantung dengan orang lain. Mereka mulai belajar bertransformasi menjadi orang baru dengan label remaja yang cenderung melakukan sesuatu dengan mengikuti kehendaknya dan emosi nya. Masa remaja Madya . sia 13 sampai 15 tahu. Pada masa madya ini, remaja mulai memiliki kematangan dalam berfikir, mereka juga belajar mengelola emosi nya meski belum bisa maksimal dan juga mulai bisa menentukan/mengambil keputusan terhadap sesuatu. Remaja di fase ini juga sudah mulai memahami akan sebuah tanggung jawab baik itu terhadap dirinya sendiri atau dengan orang lain. Admin. AuPengertian remaja. Ciri-ciri. Tahapan dan Tugas Perkembangan RemajaAy. SumberPengertian. Desember 2. , dalam Http://w. id/pengertian-remaja diakses tanggal 30 Juni 7 Elizabeth Hurlock. AuPsikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang KehidupanAy (Jakarta : Gramedia, 1. , 41 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution . Masa remaja akhir . sia 16 sampai 19 tahu. Pada tahap akhir ini, remaja sudah memiliki kemantapan dalam berfikir karena ini adalah gerbang persiapan akhir menuju masa dewasa. Emosi juga sudah bisa dikendalikan dengan baik dan juga sudah bisa menghasilkan ide-ide dan pengalaman baru serta bisa membagikan hal positif terhadap orang lain. Pada masa ini, remaja juga sudah memiliki tujuan dan ada usaha untuk bagaimana bisa mencapai tujuan Merujuk pada dua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa tahap perkembangan remaja dimulai dari level terbawah yakni remaja usia SD (Sekolah Dasa. yaitu mulai umur 10 tahun yang duduk di kelas 4. Kemudian level tengah yaitu usia SMP (Sekolah Menengah Pertam. dan yang terakhir adalah usia SMA (Sekolah Menengah Ata. Prinsip perkembangan remaja, pada dasarnya merupakan proses kematangan interaksi antara individu dan lingkungannya dengan berbagai dinamikanya yang terjadi baik dalam hal kognitif, fisik, maupun emosional. Ada beberapa aspek perkembangan remaja, yaitu diantaranya: Perkembangan fisik remaja Perkembangan fisik adalah perubahan yang terjadi pada fisik/bentuk tubuh pada anak-anak di fase remaja menuju dewasa disertai dengan kematangan pada 9 Perkembangan fisik remaja ini terjadi pada konteks pubertas. Pada masa pubertas, perkembangan remaja ini dipengaruhi oleh hormon-hormon tertentu yang menyebabkan perubahan fisik yang ditandai dengan ciri seksual sekunder baik pada laki-laki & perempuan. Berikut ini tanda-tanda pubertas pada remaja : Perubahan Fisik Laki-laki memiliki hormon testosteron yang berguna mengatur tanda seksual sekunder, diantaranya perubahan fisik seperti tumbuhnya kumis, jenggot & jambang. Selain itu, tumbuh rambut di ketiak atau alat kelamin. Badan kelihatan lebih kekar & berotot, tumbuh jakun dan suara lebih berat. Sedangkan pada perempuan, dipengaruhi oleh hormon estrogen & progesteron yang mengatur seksual sekunder dengan ditandai perubahan ciri fisik diantaranya pinggul dan payudara yang mulai Sarwono. AuPsikologi PerkembanganAy (Jakarta : Rajagrafindo Persada, 2. , 64 Gamal Thabroni. AuPerkembangan Masa Remaja : Fisik. Kognitif. Psikososial, dsbAy,Serupa. Juli 2. , dalam https://serupa. id/perkembangan-masa-remaja diakses tanggal 30 Juni 2024 10 Ibid. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. membesar, tumbuh rambut pada alat kelamin dan ketiak dan juga mengalami Seksualitas Remaja Perkembangan seksual pada remaja ini ditandai dengan kematangan fungsi pada hormon yang dihasilkan. Dalam hal ini, mereka sudah mulai memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Pada perempuan misalnya yang cenderung lebih mendahulukan perasaan, ingin dimanja, ingin diperhatikan dan jika mengalami masalah, cenderung mudah menangis dan menyesal. Pengelolaan Emosi Masa remaja merupakan masa transisi yang membuat remaja tentu akan mengalami banyak gejolak dalam dirinya. Hal ini tentu membuat keadaan emosi yang tidak stabil. Remaja cenderung meluapkan emosinya secara spontan dan memiliki mood yang berubah-berubah tergantung situasi dan kondisi yang dialaminya. Mereka juga belum maksimal dalam mengelola emosi dengan baik, sehingga pada masa ini peran orang terdekat sangatlah penting terutama keluarga dan guru agar para remaja bisa mengontrol dan memanajemen emosinya dengan baik. Ketertarikan pada lawan jenis Salah satu ciri remaja yang paling sering terjadi pada masa pubertas yaitu rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Remaja pubertas cenderung mulai memperhatikan penampilan mereka dan meningkatkan jaring pertemanan mereka lebih luas. Suka mengenal orang baru, bersahabat dekat dan akhirnya timbul lah benih cinta. Bahkan tak jarang remaja yang pada akhirnya menuruti perasaan mereka dan menjalin hubungan dengan lawan jenis yang dinamakan pacaran. Perkembangan kognitif remaja Dalam hal kognitif, remaja tentu sangat berbeda dengan anak-anak. Ketika anak memasuki usia remaja, mereka mulai berfikir secara abstrak. Karena pemikiran abstrak bisa membantu mereka untuk memecahkan masalah dengan baik. Berfikir abstrak adalah kemampuan untuk menemukan cara yang bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Disinilah masa dimana remaja mulai mengalami berbagai problematika dan sekaligus mereka belajar mengatasi semua masalah yang mereka hadapi. Ahmad Faozan,dkk. AuPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IVAy,(Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan :2. ,54 12 Jemima Karyssa Rompies. Au9 Alasan mengapa Berpikir Abstrak Bermanfaat Untuk RemajaAy. Popmama. Januari 2. dalam https://w. com/big-kid/10-12-yearsold/jemima/alasan-mengapa-pemikiran-abstrak-bantu-remaja-bernalar-lebih-baik?page=all diakses tanggal 30 Juni 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution Berfikir abstrak memiliki banyak manfaat bagi kehidupan remaja. Diantaranya adalah bisa membantu mereka belajar lebih baik, lebih bisa mengendalikan diri, bisa mengelola emosi, dan juga bisa menjauhkan anak dari pikiran negatif. Anak-anak pada remaja mereka, mungkin rentan terhadap pemikiran yang negatif. Hal ini bisa terjadi karena berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Contohnya saja, pengaruh yang datang dari media sosial, atau dapat disebabkan oleh kejadian bullying di sekolah. Perkembangan Sosial Usia Remaja Pada usia remaja, perkembangan sosial ditandai dengan interaksi dan pergaulan yang semakin luas dan kompleks dibandingkan dengan masa kanak-kanak termasuk pergaulan dengan lawan jenis. Keinginan untuk mengenal dan mencari pengalaman dari orang baru semakin besar. Pada akhirnya mereka secara bebas bisa mengekspresikan diri untuk menarik perhatian dari orang sekitar atau mencari jaringan pertemanan yang baru. Efek pubertas pada remaja menyebabkan perubahan fisik, emosional dan juga berimbas pada kehidupan sosial mereka. Apalagi saat ini sudah ada tempat khusus yang bisa memberikan ruang seluas-luasnya untuk berinteraksi dengan orang lain baik yang sudah dikenal ataupun belum yakni media Proses perkembangan remaja berbeda pada setiap fase nya. Mulai dari fase remaja awal, tengah sampai akhir. Perubahan sikap dan perilaku remaja yang paling menonjol adalah dalam bidang sosial adalah mulai timbulnya perasaan yang menggebu-gebu untuk mencari perhatian dari lawan jenis. Dari yang awalnya tidak menyukai lawan jenis, menjadi muncul perasaan suka dengan lawan jenis. Hal itu pula yang mendorong mereka untuk memperluas pergaulan dan mengikuti berbagai kegiatan sosial dan menjadikan wawasan mereka bertambah luas. Selain itu, rasa kepercayaan diri mereka juga meningkat karena sudah hasil dari interaksi berkelanjutandengan banyak orang. Dinamika Hubungan Asmara Remaja Sekolah Dasar Fenomena anak SD yang berpacaran memang menjadi topik yang cukup diperbincangkan di masyarakat. Berpacaran pada usia sekolah dasar seringkali dipandang sebagai sesuatu yang prematur karena perkembangan emosional, sosial, dan mental pada usia tersebut belum lah matang dan masih butuh pengawasan ketat agar bisa terarah dengan baik. Anak usia SD merupakan fase awal perkembangan Pada fase awal ini, mereka harusnya fokus dengan aktivitas pembelajaran dan Ibid. Admin. AuPerkembangan Sosial Pada Masa Remaja . Tujuan. Perilaku dan Sikap Sosial dalam BergaulAy. Inspira. My. Id . November 2. dalam https://w. id/2021/11/perkembangan-sosialpada-masa-remaja. html diakses tanggal 1 Juli 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. sibuk berlomba-lomba mengejar prestasi serta konsentrasi pada perkembangan Namun, dengan dinamisnya kehidupan sosial, saat ini, anak usia SD malah banyak yang disibukkan dengan hubungan asmara atau biasa dikenal dengan istilah AuPacaranAy. Pacaran merupakan suatu hubungan yang dilakukan manusia dengan lawan jenisnya. Berpacaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia secara bersama dengan lawan jenisnya tanpa memiliki keterikatan pernikahan, dengan tujuan agar saling mengenal satu sama lainnya. Secara biologis, anak melakukan pacaran ketika mereka memasuki masa Anak laki-laki biasanya di umur 12 tahun dan untuk anak perempuan umur 11 tahun. Tapi tidak semua patokannya pada umur tersebut, tergantung kondisi diri & lingkungan yang mempengaruhinya. Hal ini disebabkan pada masa remaja, mereka akan mulai merasakan ketertarikan terhadap lawan jenisnya. Keadaan inilah yang tadi disebut pubertas, yakni kondisi fisik dan seksual remaja yang sudah mengalami Perihal pubertas ini, laki-laki dan perempuan memiliki batasan tertentu. Jika anak perempuan ditandai dengan Haid . yakni keluarnya darah dari alat kelamin perempuan. Peristiwa ini terjadi pada anak perempuan biasanya pada usia minimal 9 tahun. Sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah atau biasanya dengan dikhitan, anak laki-laki juga sudah bisa disebut akil baligh. Untuk anak laki-laki, misalkan hingga usia 15 tahun belum mengalami mimpi basah, dia juga sudah bisa dikatakan baligh atau puber karena kondisi tubuh manusia itu berbedabeda. Proses dan waktu yang terjadi antara satu dengan yang lain pun juga Tetapi tetap acuannya sama yaitu berkisar minimal umur 9 tahun dan maksimal umur 15 tahun. Fase paling rawan pada remaja adalah fase awal yakni usia 10-11 tahun. Fase tersebut bisa dibilang cukup mengkhawatirkan jika tidak dituntun dengan pola yang baik di masa perkembangannya. Karena pada dasarnya, mereka itu berada pada lingkungan yang bermacam-mcam. Ada lingkungan keluarga, pertemanan, lingkungan sekolah dan juga lingkungan dunia luar atau yang sering disebut dunia Secara langsung maupun tidak, lingkungan-lingkungan tersebut tentu memberikan dampak yang berbeda-beda untuk perkembangan remaja dalam menyambut masa pubertasnya. Arus globalisasi yang cukup deras, bisa menimbulkan kemrosotan moral pada anak yang berimbas pada aktivitas negatif yaitu pacaran di usia dini. Bahkan yang lebih parah lagi nanti bisa terjerumus pada pergaulan bebas yang bisa merusak masa depan para remaja itu sendiri. Thahir. AuPsikologi PerkembanganAy (Lampung : Aura Publishing, 2. Hasim. AuPacaran Dini Nggak UsahAy (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution Remaja pada fase awal atau usia sekolah dasar, keadaan mental nya masih belum stabil dan belum dewasa dalam memutuskan sesuatu. Rasa tanggung jawab juga belum sepenuhnya ada dalam diri mereka. Karena itu, jika berpacaran dilakukan pada fase ini, tentu akan sangat beresiko dan menimbulkan dampak negatif yang cukup signifikan. Istilah pacaran sudah tidak asing lagi bagi remaja bahkan anakanak. Pacaran merupakan hubungan dekat atau intim antara laki-laki dan Aktivitas pacaran yang dilakukan anak-anak SD zaman sekarang menurpakan suatu fenimena yang perlu mendapat perhatian khusus dari para orang tua dan pemangku pendidikan mengingat usia mereka masih jauh di bawah umur dan tidak seharusnya mengenal pacaran dulu, yang mana hal itu mungkin dikarenakan faktor pertemanan ataupun pengaruh media sosial yang saat ini laju perkembangannya sangat kuat. Dampak yang timbul dari aktivitas pacaran tentunya juga banyak, baik itu dampak positif maupun negatif. Jika pacaran dilakukan dengan sehat dan tidak menjurus ke arah seksual, maka akan membuat anak-anak semakin termotivasi dan semangat dalam segala aktivitas pendidikan nya. Kemampuan emosional juga dapat berkembang ketika pacaran. Akan tetapi, jika pacaran sudah mengarah ke hal yang berhubungan dengan aktivitas fisik yang berlebihan dan tanpa adanya pengawasan, hal itu tentu akan menjurus ke arah seksualitas. Jika pacaran sudah keluar dari batas kewajaran dan mengarah pada perilaku seksual, akan merembet juga pada ketidakstabilan kondisi emosional dan mental pada remaja. Fenomena hubungan asmara yang terjadi pada anak usia SMP atau SMA mungkin sudah biasa terjadi. Akan tetapi, jika itu terjadi pada anak usia SD, tentu hal itu menjadi PR besar bagi para orang tua maupun pendidik. Faktanya, anak SD zaman sekarang sudah mengenal bahkan ada juga yang sudah menjalani hubungan asmara Hal ini bisa terjadi karena tingkat pubertas anak yang semakin cepat. Anak usia SD sekarang banyak yang mengalami pubertas lebih awa dari biasanya. jika pada masa dulu, remaja mengalami pubertas saat memasuki usia SMP atau bahkan SMA ada juga yang baru mengalaminya. Namun saat ini anak SD mulai kelas 4 saja sudah ada mengalami pubertas dan dari mereka pun sudah mengalami ketertarikan dengan lawan jenisnya. Bagi anak sekolah dasar, istilah pacaran sudah bukan hal baru. Malah seolah sudah menjadi trend dalam kehidupan mereka. Mereka beranggapan bahwa masa remaja adalah masa emas untuk menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis. Bahkan ada yang menganggap bahwa mereka yang tidak berpacaran dianggap tidak gaul atau kuno. Para remaja ini biasanya membuat sebuah geng atau komunitas yang Admin. AuDampak Positif dan Negatif PacaranAy. Gooddoctor. Desember 2. dalam https://gooddoctor. id/pendidikan/dampak--positif-dan-negatif-pacaran/ diakses tanggal 1 Juli 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. mana mereka semua punya pacar. Mereka terkadang mempengaruhi teman lainnya yang belum punya pacar untuk segera mencari pacar. Miris sekali keadaan seperti ini terjadi pada generasi bangsa kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi ini bisa dipengaruhi oleh faktor internal misalnya keluarga yang kurang harmonis, penggunaan Hp berlebihan atau yang lainnya dan juga faktor eksternal yaitu lingkungan pergaulannya yang tidak terkontrol. Remaja yang berpacaran ini juga memiliki keingintahuan mendaalam tentang seksualitas tentunya karena pacaran remaja jaman sekarang sudah berkiblat pada hubungan orang dewasa. Berangkat dari rasa penasaran tentang seksualitas tadi, remaja pasti akan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk menjawab rasa haus akan keingintahuan mereka. Jika mereka tidak puas dengan satu jawaban, tentu akan mencari jawaban dari tempat lain lagi. Nah, disinilah terjadi ketimpangan karena pencarian sumber informasi yang tidak terarah menyebabkan info yang didapat tidak tepat dan malah menjurus ke arah pornografi yang bisa memicu anak-anak melakukan tindakan yang salah dan di luar batas kewajaran. Contohnya saja, ada berita di TV yang menunjukkan adanya kehamilan di usia SD. Bahkan ada kasu s pencabulan atau pemerkosaan yang dilakukan anak SD, dan masih banyak contoh yang lainnya. Karena pada dasarnya, meski sudah memasuki usia remaja, anak-anak SD masih tetaplah menjadi si peniru yang hebat. Pada anak usia SD, mereka belum bisa membedakan atau memfilter semua informasi dengan sempurna. Mereka belum memiliki kematangan penuh dalam mengolah informasi. Pada usia tersebut, otak mereka masih dalam proses berkembang, terutama dalam hal perencanaan atau pengambilan keputusan. Pada akhirnya, mereka akan mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang kompleks atau melihat konsekuensi jangka panjang dari tindakan yang mereka lakukan. Semakin maraknya pacaran di usia SD inilah yang perlu perhatian khusus dan merupakan PR besar bagi orang tua di rumah dan bagi para pendidik di sekolah untuk bisa memberikan edukasi tentang fenomena pacaran dan dampak negatifnya. Selain itu diperlukan juga seks education dan penguatan dalam bidang agama sejak dini agar nantinya para remaja kita bisa menghadapi masa pubertas mereka dengan ilmu dan mental yang kuat. MEDIA SOSIAL DAN PENGARUHNYA Pengertian Media Sosial Media sosial merupakan media elektronik online yang bisa menghubungkan para penggunanya dari berbagai temoat yang berbeda- beda untuk berkomunikasi Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution atau bertukar ide maupun pengalaman dalam satu forum virtual 18 . Pada intinya, media sosial adalah media untuk mengekspresikan diri dan membagikan ide-ide atau pengalaman baru yang mungkin bisa menjadi motivasi atau inspirasi bagi orang lain baik dalam bentuk visual atau audiovisual. Jenis-jenis Media Sosial. Jejaring sosial seperti Facebook, whatsapp, instagram, telegram, twitter yang menghubungkan antar pengguna misal teman, keluarga atau kenalan. Media sharing seperti Youtube, tiktok yang memberi peluang bagi penggunanya untuk bisa berbagi informasi atau menonton konten visual seperti video dan foto. Forum diskusi seperti kaskus. Quora yang memungkinkan pengguna untuk tanya jawab atau berdiskusi seputar suatu permasalahan/topik tertentu. Blogging seperti Blogger. Wordpress yang memungkinkan pengguna untuk menulis atau membaca berbagai artikel atau opini. Dari semua media sosial di atas, yang paling dominan digunakan oleh para remaja terutama usia SD yaitu jejaring sosial dan media sharing. Terutama jejaring sosial whatsapp atau facebook yang marak digemari. Baik untuk komunikasi dengan sesama teman maupun untuk berbagi kegiatan sehari-hari dalam bentuk foto. Selain itu, akses yang mudah juga berpotensi memberikan ruang seluas-luasnya untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. Selain whatsapp dan facebook. Youtube dan tiktok juga menjadi platform favorit, dimana anak bisa mengakses apapun yang dia ingin ketahui. Apalagi Fitur yang ada pada semua platform tersebut juga sangat lengkap hingga membuat anak-anak betah berlama-lama menatap layar HP karena saking asyiknya berselancar di sosial media tersebut. Pertumbuhan Media Sosial Pada era modern saat ini, laju perkembangan teknologi begitu cepat dan pesat serta memberikan dampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Salah satu dampak yang terlihat menonjol yaitu munculnya berbagai media. Zaman dahulu, media konvensional yang menduduki peringkat utama dalam menemani kehidupan Contoh dari media konvensional diantaranya ada televisi, radio dan surat Bahkan zaman dahulu, televisi hanyalah hitam putih. Seiring berkembangnya teknologi yang semakin canggih, televisi hitam putih berevolusi menjadi televisi berwarna dan sekarang juga muncul media baru yang lebih canggih lagi yaitu media Baik media konvensional maupun media digital memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya saja, untuk saat ini manusia lebih cenderung Zaky. AuPengertian media Sosial : Definisi. Ciri-ciri. Fungsi. Jenis-jenis. ContohAy. Zonareferensi. Juli 2. dalam https://w. com/pengertian-media-sosial/ diakses tanggal 1 Juli 2024 19 Ibid. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. memilih media digital yang semua bisa lebih mudah dan bisa diakses dalam waktu yang singkat. Mengapa manusia lebih memilih media digital? Diantara kelebihan media digital adalah selalu menampilkan konten yang terbaru . p to dat. sesuai dengan kondisi yang terkini, jangkauannya juga lebih mudah dan hemat, kemudian juga sangat interaktif dan bisa memperluas jaringan pertemanan sampai ke seluruh dunia. Semua itu bisa didapatkan dengan mudah hanya melalui satu alat elektronik yaitu telfon genggam atau biasa disebut hanphone. Meskipun begitu, media konvensional juga tidak hilang begitu saja dari kehidupan manusia karena mungkin tingkat kredilibilitasnya lebih akurat dibanding media digital yang sekarang ini marak sekali tercemar berita-berita HOAX dari segala sumber. Para pengguna HP, juga semakin meluas. Jika dulu mungkin di suatu desa hanya ada satu atau dua orang yang memiliki HP. Bahkan bisa dikatakan, hanya orang yang tergolong mampu . saja yang bisa membeli HP, berbeda dengan zaman sekarang. Keberadaan HP sudah mendunia, tidak pandang orang disebut kaya atau tidak, semua sudah punya HP. Karena memang HP sudah hadir dengan berbagai model dan harga yang bisa dijangkau oleh semua kalangan. Tidak hanya kalangan orang dewasa saja, remaja dan anak-anak juga masuk dalam pengguna aktif. Peran Media Sosial Dalam Pendidikan Peran media sosial sangatlah banyak dalam segala aspek kehidupan manusia. Dalam pendidikan khususnya, penggunaan media sosial juga memberikan dampak yang signifikan, baik dalam manfaat maupun tantangan yang perlu dihadapi. Diantara manfaat media sosial dalam pembelajaran yaitu : Peningkatan partisipasi siswa. Melalui platform media sosial, siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi, berbagi pendapat, dan menyampaikan pemikiran mereka dengan cara yang lebih terbuka dan inklusif. Hal ini dapat memperkuat keterlibatan siswa dalam Mendorong kolaborasi antara siswa. Dalam lingkungan media sosial, siswa dapat bekerja sama, berdiskusi, dan saling memberikan umpan balik secara online. Kolaborasi ini dapat memunculkan semangat kerja sama antar siswa. Mengembangkan kreativitas dan memperluas pemahaman mereka tentang materi pembelajaran. Meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa. Admin. AuPerbedaan Media Konvensional dan Media DigitalAy. Idegokil. Maret 2. dalam https://idegokil. com/perbedaan-media-konvensional-dan-media-digital/ diakses tanggal 1 Juli 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution Dalam lingkungan yang akrab dan terhubung secara sosial, siswa cenderung lebih bersemangat untuk belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Media sosial dapat memberikan konteks yang lebih menarik dan relevan bagi siswa, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih meningkatkan prestasi mereka. Dampak Positif dan Negatif Media Sosial Dampak terhadap remaja sekolah dasar Maraknya penggunaan gadget di kalangan remaja SD, tentunya membawa pengaruh yang cukup banyak. Salah satunya yaitu partisipasi aktif anak dalam ber media sosial. Mengingat bahwa media sosial adalah salah satu bagian tak terpisahkan dari gadget. Dampak media sosial terhadap anak Sekolah Dasar (SD) di Indonesia tentu memiliki aspek positif dan negatif. Jika digunakan sesuai porsinya, media sosial justru akan memberikan banyak dampak positif bagi anak-anak dan remaja, seperti: Media untuk berkomuniukasi dengan keluarga atau teman atau orang baru. Tempat untuk mengekspresikan diri serta berbagi karya seni, video, atau tulisan. Sarana mengembangkan minat dan bakat. Ruang untuk memperoleh informasi dan menambah wawasan lebih banyak. Dalam dunia pendidikan, media sosial juga memberikan dampak positif yang cukup signifikan diantaranya : Membuat komunikasi lebih mudah terutama dengan wali murid terkait dengan pemberian tugas di rumah atau perihal perkembangan peserta didik. Lebih cepat dan update dalam mendapatkan informasi termasuk informasi yang berhubungan dengan pendidikan. Sumber referensi bagi guru dalam melakukan inovasi dalam pembelajaran. Dalam hal ini guru bisa mencari bahan ajar seluas-luasnya dari berbagai sumber media sosial yang bentuknya sangat beragam dan menarik bagi peserta didik. Meningkatkan kreativitas murid. Media sosial bisa meningkatkan imajinasi dan kreativitas murid misalnya dalam pembuatan tugas yang melibatkan teknologi seperti membuat video atau yang lainnya. Sarana berbagi praktik baik bagi guru agar bisa mengembangkan potensi nya. Sarana berbagi kegiatan pembelajaran atau semua kegiatan sekolah. Meskipun memiliki manfaat yang signifikan, penggunaan media sosial dalam proses pembelajaran juga menimbulkan tantangan yang perlu diselesaikan. Salah satu Rio. AuDampak Positif dan Negatif Media Sosial Bagi PendidikanAy. Vestoli. Juni 2. dalam https://vestoli. com/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial-bagi-pendidikan/#gsc. tab=0 diakses tanggal 2 Juli 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. tantangan utama adalah media sosial dapat menjadi sumber gangguan bagi siswa, karena dapat mengalihkan perhatian mereka dari pembelajaran yang sedang Tantangan ini memerlukan pendekatan yang hati-hati untuk memastikan bahwa penggunaan media sosial tidak mengganggu fokus dan konsentrasi siswa dalam belajar. Dampak terhadap hubungan asmara remaja Sekolah Dasar Dampak negatif dari medsos salah satunya adalah membuat anak puber lebih Karena penggunaan media sosial atau internet dalam waktu yang lama dan berulang, bisa membuat anak terpapar informasi lebih banyak dan lebih cepat. Apalagi jika informasi yang diterima oleh anak, tidak sesuai porsinya dan secara individu mereka belum bisa menyaring semua informasi tersebut. Akibatnya, tingkat kedewasaan mereka pun lebih cepat. Pubertas dini bisa menyebabkan salah satunya membawa anak pada sebuah hubungan pacaran. Dampak media sosial terhadap perilaku pacaran anak SD ini merupakan satu topik yang cukup kompleks apalagi jika dilihat dari kacamata interaksi sosial mereka. Dampak positif ada, tapi mungkin lebih banyak negatifnya. Secara positif, media sosial dapat meningkatkan interaksi sosial anakanak. Anak-anak yang menggunakan media sosial cenderung lebih aktif dan kreatif. Mereka juga memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Karena mungkin pengetahuan dan wawasan mereka lebih luas. Mereka juga mudah dalam membangun relasi dan kolaborasi dengan temannya. Di sisi lain, ada dampak negatif yang mungkin terjadi, seperti kemalasan dalam menyelesaikan tugas, peningkatan tingkat emosi, dan penurunan sifat anak dalam hubungan dengan guru dan orang Selain itu, penggunaan media sosial juga dapat menyebabkan masalah seperti cyberbullying, rendahnya kualitas tidur, kecanduan, dan paparan konten yang tidak Dalam konteks pacaran, bahaya yang ditimbulkan akan lebih banyak lagi dan bisa mempengaruhi berbagai aspek. Diantaranya yaitu : Aspek kepribadian Kepribadian anak Sekolah Dasar (SD) adalah masa penting dalam pengembangan karakter mereka. Pada usia ini, anak-anak idealnya sudah mulai menunjukkan pengembangan kemampuan prestasi akademik. Tidak hanya bidang akademik saja, tapi juga bidang yang diminati oleh mereka. Mereka juga belajar menerima resiko dan tanggung jawab atas pilihan mereka. Secara umum, karakteristik kepribadian anak SD yaitu kegembiraan dalam bermain, kesenangan dalam bergerak , kecenderungan bekerja sama dalam kelompok dan keinginan untuk mencapai atau melakukan sesuatu secara langsung. Ini adalah masa masa emas dimana mereka sangat mudah menerima pengaruh dan pembelajaran, sehingga Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution lingkungan yang mendukung sangat berperan dalam membentuk kepribadian yang Anak-anak yang sudah berpacaran di usia SD, akan sangat berbeda dalam hal kepribadian terutama perilaku mereka. Mereka cenderung mengalami masalah dalam hal perilaku. Apalagi dalam pembelajaran, kepribadian mereka pasti akan berubah drastis dari biasanya. Anak yang memiliki pacar, akan cenderung lebih agresif, suka cari perhatian, suka bersolek agar terlihat baik di hadapan pacarnya. Terkadang juga mereka akan memiliki mood yang berubah-ubah. Bisa jadi bersemangat jika sedang baik-baik saja dengan pacarnya. Akan tetapi, seketika bisa berubah buruk mood nya jika sedang bermasalah dengan pacarnya. Kompleksitas hubungan pacaran tersebut pada akhirnya akan menyebabkan anak menjadi mudah murung dan bersedih. Inilah yang dinamakan Aukrisis kepribadianAy anak. Secara tidak langsung, hubungan yang dijalani akan terasa indah di awal, padahal bisa menggerogoti kepribadian anak secara perlahan. Bahkan bisa jadi dampak terburuknya, akan mempengaruhi kesehatan mental Karena anak yang berpacaran akan lebih banyak mengalami konflik dan tekanan sosial dari teman sebayanya yang bisa berdampak pada kesehatan mental Secara Hal inilah yang harus menjadi fokus utama bagi seorang pendidik jika menemukan fenomena peserta didiknya yang sudah berpacaran di usia SD. Aspek Intelegensi Istilah Intelegensi sering dikaitkan dengan kecerdasan. Intelegnsi disebut juga kemampuan seorang individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah sesuai dengan pengalamannya 23 Intelegensi anak Sekolah Dasar merupakan topik yang penting dan menarik. Pada usia SD, anak-anak mengalami perkembangan intelektual yang sangat pesat. Mereka berada di masa yang sering disebut masa rawan, dimana rasa keingintahuan mereka sangat besar. Intelegensi ini erat kaitannya dengan prestasi anak di sekolah. Hubungan seperti pacaran di kalangan anak SD cenderung memiliki dampak negatif terhadap prestasi akademik anak dalam kedudukannya sebagai murid. Hal ini bisa disebabkan karena bisa mengalihkan perhatiannya. Murid yang pacaran, fokus nya akan terpecah belah baik ketika di sekolah ataupun di rumah. Jadi, mereka itu berangkat sekolah sudah tidak hanya fokus dengan satu tujuan saja yaitu belajar. Akan tetapi ada hal lain yang mungkin dianggap lebih penting, yaitu bertemu dengan Jika dalam segi pencapaian prestaasi, sisi baiknya bisa juga ada ketika Delora Jantung Amelia. AuMedia Pembelajaran SD : Berorientasi Multiple IntellegencesAy (Malang : UMM Press, 2. 23 Sevilla. AuIntelegnsi : pengertian. Jenis. Faktor dan PotensiAy. Gramedia Blog. Juli 2. dalam https://w. com/best-seller/intelegensi diakses tanggal 2 juli 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. seorang murid memiliki pacar, dia akan lebih bersemangat dalam belajar dan meraih nilai yang bagus agar terlihat hebat di depan pacarnya. Tetapi yang namanya hubungan asmara, tidak akan mungkin berjalan mulus. Nah, dalam ketidakmulusan tersebut, yang nantinya bisa mengubah fokus murid. Hal itulah yang pengaruhnya luar biasa, jika terjadi kerumitan hubungan akan menyebabkan kemalasan anak dalam belajar, murid menjadi tidak bersemangat, konsentrasi buyar, dan akhirnya bisa menurunkan prestasi murid itu sendiri. Katidakstabilan prestasi inilah yang dikhawatirkan bagi murid yang sudah pacaran di usia SD. Dampak negatif yang ditimbulkan lebih besar dan jika itu terjadi, pembenahan juga akan berat dan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Aspek Etika Etika merupakan sesuatu yang berhubungan tentang benar dan salah, baiik atau buruk. Etika erat sekali kaitannya dengan moral. Definisi moral adalah sesuatu yang berhubungan tentang tingkah laku, budi pekerti yang membentuk karakter seseorang agar nantinya bisa menilai sesuatu itu baik atau tidak bagi dirinya maupun orang lain. Kedua istilah ini seringkali dianggap sama karena sama-sama bisa digunakan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan agar lebih baik. Perbedaan keduanya adalah etika lebih bersifat teori atau sistem nilai yang ada sedangkan moral lebih cenderung ke perilaku secara nyata yang langsung dilakukan 24 Menurut etika, pacaran pada usia SD merupakan topik sensitif dan memerlukan pendekatan yang bijaksana. Ketika anak SD mulai menunjukkan ketertarikan pada pacaran, terjadi banyak perubahan dalam hal sikap dan perilaku Dari segi sikap, mereka lebih susah dinasehati ketika punya pacar. Terjadi aktivitas di luar pembelajaran yang mungkin kurang pantas dilakukan, seperti berduaan di tempat sepi, janjian di luar sekolah, bahkan tak jarang ada juga yang bergandengan tangan. Tak cukup sampai di situ saja, ketika mereka berkomunikasi baik secara langsung atau lewat HP bisa jadi memanggil dengan sebutan yang tak Contohnya adalah panggilan sayang, cinta, dsb. Belum lagi ketika mungkin janjian dengan pacarnya, mereka juga akan berbohong pada orang tuanya di rumah. Dalam kedudukannya sebagai murid, hal-hal tersebut secara etika tergolong kurang pantas apalagi dilakukan anak usia SD karena sudah melenceng dari jalur etika yang benar. Begitu besar dampak pacaran dalam pendidikan terutama Efeknya bisa menjalar sampai ke banyak ranah yang tentu penyelesaiannya juga tidak akan mudah. Karena itu pentingknya edukasi sesuai usia Admin. AuPerbedaan etika dan moral beserta contohnyaAy, materibelajar. Juni 2. dalam https://materibelajar. id/perbedaan-etika-dan-moral diakses tanggal 2 Juli 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution kaitannya dengan bagaimana cara berinteraksi dengan lawan jenis secara sehat dan HUBUNGAN ASMARA REMAJA SD DALAM PERSPEKTIF ISLAM Dalam perspektif islam, pacaran atau berkencan tidak dianjurkan, terutama bagi anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang masih sangat muda. Hubungan yang terlalu dekat antara laki-laki dan perempuan bukan muhrim, dalam agama islam tidak diperbolehkan karena bisa menimbulkan prasangka buruk dan fitnah. Selain itu, peluang setan untuk menggoda dan menjerumuskan ke hal yang maksiat juga besar. Pacaran tentu dilarang dalam islam, karena bisa membawa kepada tindakan yang menyimpang dari agama, seperti perzinahan. Dalam surat Al IsraAo ayat 32. Allah aO aaE a C aA a AEIa On uacIacNau EA A acUEA a A aA a AaI Aa A aca aOA ca AOA Artinya: AuDan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan terburuk. Ay 25 Islam jelas melarang pacaran karena bertentangan dengan syariat dan mengarah pada perbuatan zina. Seperti yang telah dipaparkan pada penjelasan sebelumnya, anak yang pacaran pada usia SD seperti contoh bergandengan tangan dan berduaan di tempat sepi juga termasuk salah satu hal yang disebut mendekati Apalagi jika kalangan murid SD sudah melewati batas pacaran seperti yang pernah diberitakan di TV tentang kehamilan anak SD, hal itu adalah tamparan keras bagi dunia pendidikan di Indonesia. Masa depan para generasi muda sudah di ujung tanduk jika makin banyak terjadi hal tersebut. Naudzubillah Min Dzalik. Perilaku berbohong kepada orang tua ataupun guru juga termasuk salah satu akhlak yang buruk . khlakul madzmuma. , apalagi hal itu terjadi dalam Karena hal itu tentu tidak hanya akan terjadi di sekolah, tapi juga berlanjut di rumah bahkan di masyarakat. Pandangan masyarakat tentu tidak akan baik mengenai fenomena ini dan pada akhirnya nanti nama baik sekolah juga bisa Nah, disinilah peran dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencegah fenomena yang sangat riskan ini agar tidak berdampak terlalu parah pada kehidupan anak nanti ke depan nya. Dalam membentuk karakter siswa yang baik dan memperbaiki moral siswa, termasuk dalam menanggulangi fenomena pacaran di kalangan anak sekolah. Berikut Al QurAoan & Terjemahnya, (Surabaya : Nur Ilmu, 2. Surat Al Isra. Ayat 32 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. adalah beberapa cara dimana pendidikan agama dapat berkontribusi dalam hal C Mengajarkan nilai dan moral. Memberikan edukasi dampak negatif pacaran. Pendampingan dan bimbingan untuk yang sudah terlanjur pacaran. Mendorong keterlibatan orang tua dalam membatasi penggunaan gadget terutama media sosial. Menguatkan motivasi dan semangat belajar siswa melalui berbagai pendekatan dan metode belajar yang menarik dan menyenangkan agar perhatian siswa tidak terpecah belah. DIGITAL PARENTING SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN PACARAN REMAJA SEKOLAH DASAR Pengertian Digital Parenting Digital parenting merupakan proses mendidik atau mengajari anak untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam hal ini terutama anak yang masih usia rawan yaitu SD dan SMP. Konteks digital parenting ini termasuk pembatasan waktu penggunaan teknologi serta pengawasan penuh dalam aktivitas anak yang berhubungan dengan teknologi termasuk salah satunya internet dan gadget. 26Digital parenting disebut juga pengasuhan atau pendidikan digital yang mana dapat diterapkan di sekolah ataupun di rumah. JIka di sekolah, digital parenting bisa dilakukan oleh guru, sedangkan di rumah tentu orang tua yang menjadi peran utama terwujudnya digital parenting ini. Digital parenting sangat perlu diterapkan pada anak-anak atau remaja karena banyaknya bahaya potensi yang mungkin akan timbul dan dapat terjadi sewaktuwaktu seperti bullying, kekerasan online, konten-konten tidak pantas dan bisa berakibat di kehiduoan nyata 27 . Contohnya saja tindakan yang timbul karena pengaruh media sosial diantaranya hubungan asmara remaja usia dini, malas belajar, gaya hidup yang berlebihan (Flexin. , bahkan yang lebih parah sampai terjerumus pada pergaulan bebas dan tindakan kriminal. Hal ini disebabkan karena akses penggunaan HP sudah sangat bebas dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja. Dengan mengajarkan pada remaja cara penggunaan teknologi dengan aman, maka dapat membantu orang tua mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Admin. Mengenal Digital Parenting. Cara mendidik Anak di Era Digital Dengan cerdas. Fimela. Oktober 2. dalam https://w. com/parenting/read/5411071/mengenal-digital-parentingcara-mendidik-anak-di-era-digital-dengan-cerdas?page=3 diakses tanggal 4 Juli 2024 27 Ibid. Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution Seperti yang dipaparkan di atas, bahwa digital parenting seyogyanya bisa diterapkan di sekolah maupun di rumah. Berikut cara penerapan digital parenting: Penerapan digital parenting di sekolah Guru melakukan edukasi rutin. Hal ini tentang dampak negatif tentang penggunaan HP, media sosial serta pacaran usia dini. Entah itu sebulan sekali atau sebulan dua kali. Hal ini bisa membantu peserta didik memahami seluruh resiko yang terjadi akibat penggunaan Hp berlebihan atau pacaran. Mengintegrasikan tentang bahaya media sosial dan pacaran dalam pembelajaran. Tujuannya agar peserta didik terbiasa dan pada akhirnya nanti bisa meningkatkan kesadaran tentang dampak negatifnya yang harus dihindari. Dalam hal ini bisa dilakukan dengan sistem sosio drama yang nanti akan langsung diperankan oleh para peserta didik, agar mereka merasakan berada dalan situasi bahaya karena mengalami hal buruk akibat pacaran atau bermain hp berlebihan. Menggunakan sistem contoh. Guru disini bisa menerapkan dengan cara mengilustrasikan sebuah contoh kasus yang berkaitan dengan dampak negatif dari media sosial serta pacaran. Misalnya dengan menunjukkan atau menceritakan seorang anak yang mengalami gangguan penglihatan atau bahkan depresi karena kecanduan HP. Selain itu juga mungkin guru bisa memberi contoh kasus remaja SD yang hamil di luar nikah karena pacaran di usia dini dan masih banyak lagi contoh lainnya. Membentuk keyakinan kelas. Cara ini cukup efektif diterapkan karena dengan membentuk keyakinan atau aturan kelas misalnya saja. AuBoleh main HP di rumah ketika libur, atau boleh main HP 1 jam saja ketika di rumahAy. Contoh lain misal AuDilarang PacaranAy. Jika hal ini disepakati oleh satu kelas, peserta didik pasti akan merasa memiliki tanggung jawab untuk bisa mematuhi nya dengan baik. Karena konsekuensi jika melanggar, pasti ada sanksi berupa ejekan dari teman-temannya. Penguatan karakter religius peserta didik. Dalam menguatkan karakter peserta didik religius ini nanti harapan nya adalah mengerucut pada karakter akhlak Peran guru PAI sangat sentral disini, tentu harus tetap bekerja sama juga dengan guru yang lain. Misalnya dengan kegiatan pembiasaan islami atau penguatan praktek ibadah wajib dan sunah, baca tulis Al QurAoan, peserta didik diharapkan bisa tumbuh karakter islami yang nantinya bisa berpengaruh pada perilaku positif mereka. Kolaborasi dengan orang tua. Ini adalah cara pokok yang sangat perlu dilakukan. Pendidikan jika hanya diterapkan di sekolah saja, pasti akan sangat kurang, karena porsi waktu luang peserta didik lebih banyak di rumah. Alangkah baiknya jika Albertus Adit, 6 Dampak Negatif Media Sosial. Siswa Wajib Hati-Hati. Kompas. Com . Mei 2. dalam https://edukasi. com/read/2021/05/28/060700871/6-dampak-negatif-media-sosial-siswa-wajibhati-hati diakses tanggal 4 Juli 2024 Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. kolaborasi dengan orang tua selalu dilakukan. Guru selalu mengecek perkembangan peserta didik lewat orang tua. Bisa dilakukan dengan membuat grup WA khusus atau mengadakan home visit secara berkala jika ada permasalahan dengan anaknya atau mengenai pengawasan yang dilakukan orang tua di rumah. Terutama terkait pacaran dan penggunaan HP. Penerapan Digital parenting di Rumah Orang tua juga tetap terhubung dan bisa menggunakan teknologi. Sebagai orang tua, sangtlah pentimg untuk selalu update dalam perkembangan teknologi. Setidaknya bisa selangkah lebih cepat dari anak-anaknya. Makin pesat laju perkembangan teknologi, makin besar pula resiko yang akan dihadapi oleh anakanak. Aplikasi dan berita selalu muncul yang terbaru setiap harinya. Itulah pentingnya orang tua untuk selalu up to date. Membuat kesepakatan digital dengan anak. Kesepakatan digital ini semacam berisi aturan- aturan terkait penggunaan HP atau aktivitas online di rumah dan konsekuensinya jika melanggar. Misalnya saja, tidak boleh menggunakan HP ketika makan, ketika belajar atau aktivitas lainnya. Boleh main HP ketika waktu istirahat atau senggang dan tetap dengan pengawasan orang tua. Mengatur jadwal harian anak di rumah. Jadwal harian ini berupa rincian aktivitas anak dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Di jadwal ini, bisa dimasukkan juga waktu menggunakan HP dengan durasi waktu yang ditentukan orang tua. Membuat jadwal, dicetak dan ditempel di kamar anak. Dengan begini, anak akan belajar bertanggung jawab terhadap aktivitas nya. Masuk dalam dunia online anak. Sebagai orang tua, tentu perlu tahu dunia online Seberapa jauh anak-anak berselancar dalam dunia online mereka. Misalnya saja, tentu orang tua harus tahu apa saja akun sosial media anak, apa saja yang dilakukan anak ketika memegang HP. Bagaimana circle pertemanan anak di dunia maya, apa saja tontonan yang dikonsumsi anak, dan masih banyak lagi yang lainnya yang semua berhubungan dengan dunia online. Salah satu caranya adalah dengan berteman dengan anak di dunia online agar mudah memantau setiap aktivitas mereka. Memfilter pergaulan anak. Dalam hubungan nya dengan aktivitas pacaran yang kian merebak, orang tua perlu memberikan perhatian khusus terkait hal ini. Perlunya mempelajari siklus pertemanan anak, kemudian memfilter nya agar anak tidak masuk dalam dunia hubungan asmara yang terlalu dini nantinya. Tentu edukasi dari orang tua juga sangat penting, tidak hanya di sekolah saja. Dengan tujuan memperkuat pemahaman anak tentang bahaya negatif pacaran dan menumbuhkan kesadaran untuk menjauhinya. Pengawasan penuh. Dalam hal ini, jika orang tua sudah menerapkan semua hal di atas hendaknya bisa melakukan pengawasan pada aktivitas anak ketika tidak Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 The Dynamics of Romantic Relationships Among Elementary School Adolescents. Social Media, and Digital Parenting as a Solution pegang HP atau ketika di luar rumah. Dengan begini orang tua bisa tahu seberapa jauh media sosial berpengaruh terhadap perilaku anak secara nyata dan bisa mencari solusi dengan cepat bisa terjadi permasalahan. KESIMPULAN Seiring berkembangnya teknologi, internet pun juga berkembang pesat. Salah satu bagian dari internet yakni media sosial juga ikut melaju kencang yang menyebabkan para remaja sangat kecanduan dengan media sosial. Salah satunya adalah anak SD. Mereka begitu asyik dengan HP ketika di luar jam sekolah dan menjadi manusia super sibuk yang tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari layar HP. Ditambah lagi, akses ke media sosial seperti tik tok, instagram, atau yang lainnya sudah sangat mudah dan cepat dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Begitu cepatnya mereka bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena dampak negatif yang cukup besar terutama dalam interaksi sosial dengan lawan jenis yaitu munculnya fenomena pacaran. Hal tersebut diakibatkan faktor percepatan pubertas pada anak usia Sekolah Dasar. Peran guru dan orang tua untuk menangani masalah yang terjadi pada fenomena pacaran remaja SD tersebut agar dapat menggunakan media sosial dengan bijak sangatlah penting. Digital parenting hadir sebagai salah satu solusi untuk permasalahan ini. Dengan menerapkan digital parenting secara maksimal baik di sekolah atau di rumah, harapannya nanti bisa mengajarkan pada anak-anak dan remaja untuk menggunakan HP dan sosial media secara bijak dan bertanggung jawab. Guru sebagai aktor utama di sekolah, perlu melakukan kolaborasi dengan semua pihak sekolah demi tercapainya pendidikan digital parenting di sekolah. Karena digital parenting ini merupakan salah satu budaya positif untuk menghindarkan anak dari perilaku negatif seperti pacaran serta perilaku negatif lain yang timbul akibat media sosial dan penggunaan HP yang tidak ada batasan. Kolaborasi dengan orang tua juga merupakan salah satu aspek penting untuk bisa mencegah perilaku murid ke arah yang tidak baik. Jika digital parenting dilaksanakan satu arah saja, pasti hasilnya juga tidak akan maksimal. Maka dari itu, perlunya kerja sama yang kuat antara orang tua dan Apalagi jika para remaja sudah terkena permasalahan pacaran. Tentu hal itu tidak bisa diatasi begitu saja tanpa adanya kerja sama tersebut. Guru tampil dengan formula nya di sekolah, dan orang tua eksis dengan jurus nya di rumah. Jika upaya tersebut dilakukan dengan konsisten, pasti akan ada perubahan positif pada anak Ad-Daqqoq: Vol. 1 Issue 1, 2025 Siti Sak Adah et al. REFERENSI