P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 Jurnal Language education and literature Efektivitas Media Audio Visual Terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Drama Pada Siswa Kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau Lamia Wahyuning Prati1. Agung Nugroho2. Juwati3 Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau1,2,3 Email: lamiawahyuningprati@gamil. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan media audio visual terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama siswa kelas Vi-1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen onegroup pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa X yang berjumlah 287 siswa terdiri dari 9 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dan kelas yang dipilih sebagai sampel penelitian ini adalah kelas X-Vi-1 yang berjumlah 32 siswa. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian dengan penggunaan teknik tes dan angket. Teknik analisis data hasil dari tes pada penelitian ini dengan langkah yang menentukan nilai rata-rata dan simpangan baku, uji normalitas data, dan uji AutAy. Sementara teknik analisis data angket dengan menggunakan presentase frekuensi relatif. Berdasarkan dari hasil penelitian yang sudah didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa media audio visual efektif terhadap kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama pada siswa kelas Vi-1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Hal ini terbukti dari hasil penelitian perhitungan uji t, diperoleh nilai thitung = 813> ttabel = 2,04. Selanjutnya didukung dengan angket respon positif siswa yang menunjukkan bahwa sangat setuju 2,94% dengan kategori baik, setuju 4,25% dengan kategori sangat baik, tidak setuju 2,34% dengan kategori kurang baik, dan sangat tidak setuju 0,46% dengan kategori tidak baik. Sedangkan rata-rata respon negatif siswa menunjukkan bahwa dengan sangat setuju 1,22% dengan kategori kurang baik, setuju 3,09% dengan kategori baik, tidak setuju 2,16% dengan kategori kurang baik, dan sangat tidak setuju 0,65% dengan kategori tidak baik. Kata kunci : Audio visual, mengidentifikasi, unsur intrinsik drama. ABSTRACT This Study aims to determine the effectiveness of audio-visual media in the ability to listen to the intrinsic elements of drama for class Vi-1 students of SMP Negeri 9 Lubuklinggau. The research method used in this study is an experimentalone-group pre-test post-test design. The population in this study were all stundents of class X, totaling 287 students, consisting of 9 The sampling was done by simple random sampling and the class selected as the sample of this study was class X-Vi-1, which amounted to 32 students. The techniques used in data collection in the study was the use of the test and questionnaire techniques. The technique of analyzing the data from the test results in this study was to determine the the average value and standard deviation, test the normality of the data, and the AutAy test. Meanwhile, the questionaire data analysis technique uses a relative frequency percentage. Based on the research results that have been obtained, it can be concluded that audio-visual media is effective on the ability to identify the intrinsic elements of drama in class Vi-1 students of SMP Negeri 9 Lubuklinggau. This is evident from the results of the research on the calculation of the t test, the value of thung is 8,13E ttable = 2,04. And supported by a hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 positive students response questionnaire which showed that strongly agree 2. 94% in the good category, agrees 4. 25% in the very good category, disagree 2. 34% in the poor category, and strongly disagree 0. 46% withthe bad category. While the average negative response of students showed that strongly agree 1. 22% in the unfavorable category, agree 3. 09% in the good category, disagree 2. 16% with the poor category, and strongly disagree 0. 65% with not good Keywords: Audio visual, identify, intrinsic elements of drama. PENDAHULUAN Salah satu kompotensi dasar dalam kurikulum 2013 mengidentifikasi unsur intrinsik drama untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Materi pelajaran tentang Teks Drama terdapat dalam KD . yakni menginterpretasi drama tradisional dan modern yang dibaca dan ditonton/didengar tujuan pembelajaran pada akhir pembelajaran siswa dapat mendiskusikan unsur-unsur drama dan isi drama, siswa dapat mengidentifikasi isi drama dan siswa menanggapi dan melaporkan secara lisan atau tulisan isi drama yang ditonton. KI-4 kelas Vi pada kurikulum 2013 mencoba, mengolah dan menyaji dalam ranah konkret . engunakan, mengurai, merangkai, memoditifikasi, dan membua. dan ranah abstrak . enulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengaran. sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang atau teori. Drama merupakan proyeksi kehidupan manusia yang ditampilkan dalam bentuk pementasan. Menurut Endraswara . AuDrama adalah karya yang memiliki daya rangsang cipta, rasa, dan karsa yang amat tinggiAy. Melalui materi teks drama siswa melakukan kegiatan mengidentifikasi unsur intrinsik drama diharapkan siswa dapat merasakan dan menikmati pergolakan batin dan konflik-konflik kemanusian yang dialami oleh tokoh pada cerita teks drama. Dengan demikian, dalam menyimak unsur intrinsik drama siswa dapat menemukan etika, estetika, dan logika. Etika berkaitan dengan nilai baik-buruknya, estetika berkenan denganpersoalan indah atau jelek, dan logika berhubungan dengan permasalahan benar-salahnya pada Oleh karena itu, sekolah sebagai tempat siswa menerima pendidikan diharapkan dapat melatih konsentrasi daya simak dengan baik. Keberhasilan pada pengajaran mengidentifikasi unsur intrinsik drama. Menurut Ndruru . dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu . guru harus memberikan teladan sebagai penyimak yang kritis, pembicara yang efektif dan hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 menggunakan strategi serta teknik yang efektif pula, . setiap murid yang berpartisipasi dalam diskusi harus memiliki informasi tertentu yang akan disampaikan kepada teman-temannya. Dengan demikian dalam memahami pesan lisan, dibutuhkan keaktifan dan kekreatifan penyimak untuk mengelolakebahasan yang meliputi pemahaman terhadap kosakata yang disampaikan. Dengan penerapan media pembelajaran pada kegiatan proses belajar mengajar dengan materi mengidentifikasi unsur intrinsik drama maka akan menjadi solusi dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara maksimal. Berdasarkan observasi dan wawancara tepatnya pada hari selasa tanggal 7 Desember 2021 di SMP Negeri 9 Lubuklinggau, peneliti mendapatkan informasi dari Bapak Ady Karyanto. Pd. , guru Bahasa Indonesia media pembelajaran yang sering digunakan adalah media berbasis audio dan metode diskusi. Bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya materi pelajaran mengidentifikasi unsur intrinsik drama presentase yang belum mencapai ketuntasanya 30% siswa kurang dari KKM 62 dan presentase siswa yang sudah mencapai ketuntasan dari KKM 62 yaitu 70%. Selanjutnya peserta didik melakukan materi pembelajaran Remidial untuk membantu siswa mencapai hasil yang Kendala atau faktor penghambat bagi siswa saatbelajar yaitu kemampuan penalaran dan daya pikir peserta didik. Hal ini disebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami Isi Bacaan Teks Drama. Berdasarkan permasalahan, untuk dapat mencapai tujuan belajar yang diharapkan pembelajaran pada kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama pada siswa guru dapat menerapkan media pembelajaran yang tepat sebagai solusi yang efektif sepenuhnya diperlukan. Penggunaan media pembelajaran bisa digunakan sebagai alat bantu yang berfungsi melancarkan jalannya kegiatan belajar mengajar, agar tujuan yang ingin dicapai dari hasil belajar siswa dapat tercapai dengan baik. Pada proses pembelajaran mengidentifikasi unsur intrinsik drama, guru dapat memilih dan mengunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan pada siswa seperti menggunakan media audio visual yang dapat melatih konsentrasi daya simak pada proses belajar siswa. Media audio visual pada umumnya merupakan salah satu jenis media hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Menurut Rosyid, , . AuMedia audio visual merupakan salah satu jenis media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaranAy. Hal tersebut dilakukan untuk menyampaikan pesan yang terkandung dalam materi pelajaran serta menciptakan situasi belajar yang dapat mendukung siswa untuk belajar dengan baik sehingga akanmembantu tercapainya tujuan belajar. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media. Media audio visual secara tidak langsung membantu guru untuk mencapai hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran yang akan diterapkan untuk memaksimalkan pencapaian pembelajaran dengan waktu yang terbatas dan dapat memberikan daya pemahaman keterampilan yang lebih efektif. Audio visual yang digunakan bertujuan mempengaruhi sikap, nilai, dan tanggapan. Keberhasilan dalam menggunakan media pembelajaran dalam proses keterampilan mengidentifikasi drama dapat dilihat dari seberapa pahamnya dan respon siswa terhadap materi yang telah diberikan oleh guru. Untuk mencapai maksimalnya dalam proses belajar mengajar maka seorang guru hendaknya membekali dan melatih konsentrasi siswa terhadap bagaimana cara menyimak dengan baik dan benar, siswa juga diharapkan mampu mengingat dan menghubungkan serta menafsirkan serangkai fakta yang telah didengar maupun dibaca. Guru dapat memilih dan mampu menggunakan media pembelajaran salah satunya media audio visual, maka pendidik tersebut akan mampu memahami apa yang dibutuhkan dan diinginkan siswa dalam pembelajaran serta disesuaikan dengan kelemahan dan kelebihan masing-masing Melihat dari sumber penelitian yang relavan Fata . dengan judul AuEfektivitas Penggunaan Media Audio Visual dalam Menulis Teks Prosedur pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kualuhselatan Kabupaten Labuhan Batu UtaraAy. Hasil Posttest siswa kelompok kontrol memiliki nilai rata-rata 78. 4 yang tergolong B . dan kelompok eksperimen setelah menggunakan media audio visual memiliki nilai rata-rata 85. 8 yang tergolong A . angat bai. , yang sudah terbukti diteliti oleh yang berupa fakta kejadian di sekolah dan berdasarkan hasil observasi mengenai pembelajaran mengidentifikasi maka penulis memilih melakukan penelitian di SMP Negeri 9 Lubuklinggau, dalam penggunaan media yang ditonton dan didengar dengan hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 tujuan siswa yang mempunyai perbedaan cara belajar tersebut dapat menyesuaikan dirinya sehingga akan lebih efektif khususnya pada materi mengidentifikasi unsur intrinsik drama, tentunya ini akan meningkatkan minat dan menarik perhatian belajar siswa sehingga memperoleh hasil belajar yang maksimal dan baik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang banyak menggunakan angka-angka statistika yang diperoleh dari hasil tes mengidentifikasi unsur intrinsik Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes kemampuan mengindetifikasi unsur drama, kemudian nilai-nilai tersebut disimpulkan keseluruhan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, yaitu penelitian yang hanya meneliti satu kelas sebagai sampel penelitian, tanpa adanya kelas perbandingan. Sebelum mengadakan eksperimen yang sebenarnya, akan dilakukan pre-test untuk mencari nilai skor awal. Dari hasil pre-test itu akan dibandingkan dengan hasil post-test, maka akan mendapat skor akhir yang akan menentukan keberhasilan dalam penggunaan media audio visual terhadap kemampuan menyimak unsur drama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas Vi SMP NEGERI 9 Lubuklinggau tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri dari 9 kelas berjumlah 287 siswa. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan instrumen Random Sampling. Menurut Sugiyono . pengambilan data sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu, cara ini dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Teknik tes dalam penelitian ini mengunakan tes berbentuk esai dalam kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama berdasarkan teks drama berjudul Cita-citaku dan video drama teater berjudul Merdeka Karya Putu Wijaya yang berdurasi 36:03 Angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada respoden untuk dijawab. Angket dalam penelitian ini diberikan kepada siswa sampel . elas Vi-. SMP Negeri 9 Lubuklinggau, masing-masing 1 s. d 18 pertanyaan atau Angket penelitian ini berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai respon siswa tentang pembelajaran mengidentifikasi unsur intrinsik drama dengan penggunaan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 Jurnal Language education and literature media audio visual. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Maret s. 25 April 2022 dengan sampel penelitian, yaitu siswa kelas Vi-1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau tahun pelajaran 2021/2022 sebagai kelas sampel untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian. Tes yang diberikan kepada siswa berupa tes esai dengan tujuan dapat mengukur tingkat kemampuan siswa dalam mengidentifikasi drama, mengetahui keefektivan media audio visual dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama siswa kelas Vi-1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen One-Group Pre-Test Pos-Test Designuntuk dapat menunjukan tingkat kemampuan siswa dalam mengidentifikasi drama tersebut selama melaksanakan tes awal dan tes akhir, kemudian melaksanakan tes pre-test pada kelas sampel untuk melihat kemampuan awal siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik drama sebelum diberi perlakuan dengan mengunakan mengidentifikasi unsur intrinsik drama dengan memakai media audio visual pada kelas sampel, kemudian dilanjutkan kegiatan post-test untuk mengetahui kemampuan akhir siswa dalam mengidentifikasi unsur intrinsik drama sesudah diberi perlakuan menggunakan media audio visual. Deskripsi Hasil Kemampuan Awal Siswa (Pre-Tes. Kemampuan awal tes pada sampel . re-tes. siswa, diperoleh data bahwa nilai terendah yang didapat siswa sebesar 28 dan nilai tertinggi yang didapat oleh siswa sebesar 80 dengan nilai rata-rata pre-test adalah 49,25. Setelah diketahui nilai rata-rata tes awal . re-tes. , kemudian didapat nilai simpangan bakunya sebesar 14,45. Dan dapat dikatakan bahwa hasil belajar tes awal . re-tes. dalam kemampuannya menyimak drama masih rendah. Hasil data pre-test dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 Jurnal Language education and literature Tabel 1 Hasil Belajar Tes Awal (Pre-Tes. Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Drama Nilai Keterangan Tes Awal Pre-Test Frekuensi Presentase Ou 62 Tuntas < 62 Tidak Tuntas Jumlah Rata-rata 49,25 Berdasarkan tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai Ou 62 dengan kriteria tuntas yaitu 5 orang . %) dan juga siswa yang mendapatkan nilai < 62 dengan kriteria tidak tuntas yaitu 27 orang . %) dengan pemerolehan nilai rata-rata sebesar 49,25. Kemampuan Akhir Siswa (Post-Te. Kemampuan akhir tes pada sampel . ost-tes. siswa, yang diperoleh pada data nilai terendah yang diperolah siswa sebesar 36 dan juga nilai tertinggi yang diperoleh siswa sebesar 88 dengan nilai rata-rata post-test yaitu 66,5. Kemudian setelah diketahui bahwa nilai rata-rata tes akhir . ost-tes. , selanjutnya didapatkan nilai simpangan bakunya sebesar 12,43. Maka dapat dikatakan bahwa dari hasil belajar tes akhir . ost-tes. pada kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama menjadi lebih baik dari hasil tes awal . re-tes. Lebih jelasnya dari hasil data post-test dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel 2 Hasil Belajar Tes Akhir (Post-Tes. Kemampuan Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Drama Nilai Keterangan Tes Akhir Post-Test Frekuensi Presentase Ou 62 Tuntas < 62 Tidak Tuntas P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 Jurnal Language education and literature Jumlah Rata-rata Berdasarkan Tabel 7 di atas, bahwa dapat diketahui siswa yang mendapatkan nilai Ou 62 dengan kriteria ketuntasan yaitu 24 orang . %) dan siswa yang mendapatkan nilai < 62 dengan kriteria tidak tuntas adalah 8 orang . %) dengan pemerolehan nilai rata-rata sebesar 66,5. Pembahasan Berdasarkan dari hasil penelitian data tes awal . re-tes. sebelum menerapkan media audio visual yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menyimak pembelajaran. Tes yang diberikan kepada siswa mengenai kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama. Kegiatan pre-test ini, siswa ditugaskan untuk mengidentifikasi unsur intrinsik drama berdasarkan indikator penilaian yang telah Setelah semua siswa sudah selesai mengerjakan tes, kemudian guru memberikan penilaian tes awal pada pre-test yang ternyata nilai rata-rata siswa sebelum mengunakan media audio visual mencapai 49,25 dan masih dibawah KKM. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil data penelitian tes awal . re-tes. dapat diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai Ou 62 dengan kriteria ketuntas yaitu 5 orang . %) dan siswa yang mendapatkan nilai<62 dengan kriteria tidak tuntas yaitu 27 orang . %) dengan pemerolehan nilai rata-rata sebesar 49,25. Secara leksikal atau keseluruhandikatakan tuntas 82% dari jumlah siswa seluruhnya. Perhitungan dari hasil tes awal . yang menunjukkan bahwa masih rendahnya hasil belajar yang dicapai oleh siswa dalam menyimak unsur intrinsik drama sebelum diterapkan media audio visual . Disebabkan oleh kurangnya daya konsentrasi pada proses pembelajaran berlangsung yang menimbulkan rendahnya nilai tes awal, selain itu minat dan motivasi dari diri siswa dalam menyimak unsur intrinsik drama juga masih rendah sehingga diperlukan suatu penggunaan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa pada proses belajar seperti media audio visual. Proses pelaksaan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual pada hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 penelitian ini dilakukannya terlebih dahulu penyampaian materi menyimak unsur intrinsik drama sekaligus memberikan soal untuk menjawab simakan dari tayangan sebuah teater drama, dan dilanjutkan dengan menampilkan sebuah drama yang berjudul AuMerdekaAy. Kemudian siswa menyimak drama teater berjudul AuMerdekaAy yang ditampilkan oleh guru, siswa menyimak tayangan drama tersebut, siswa menjawab pertanyaan soal yang sudah dibagikan oleh guru berkaitan dengan tema, latar/setting, plot/alur, penokohan, dan amanat. Selanjutnya siswa menyimpulkan keseluruhan dari cerita drama tersebut dengan mengaitkan dikehidupan sekitar. Sementara itu ada beberapa hambatan yang dihadapi oleh siswa pada saat proses kegiatan pembelajaran dengan mengunakan media audio visual, yaitu masih ada beberapa yang masih kebingungan dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran dengan media audio visual dan juga siswa terdapat beberapa kurangnya antusias dan minat dalam mengikuti pembelajaran. Pada hambatan-hambatan tersebut peneliti mencari solusi untuk dapat mengatasi hal tersebut dengan upaya menjelaskan lebih rinci terhadap proses kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan baik serta menumbuhkan motivasi dan minat mereka dalam kegiatan tersebut. Kelebihan penggunaan media audio visual yang ditemukan pada penelitian ini menurut Andayani . ialah untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak mungkin dapat dipelajari secara langsung, dan memungkinkan belajar lebih bervariatif sehingga dapat menambah motivasi dan gairah belajar, serta dapat berfungsi sebagai sumber belajar secara mandiri tanpa sepenuhnya tergantung pada kehadiran guru. Hasil dari tes akhir . ost-tes. setelah mengikuti proses pembelajaran dengan mengunakan media audio visual atau setelah dilakukan perlakuan kegiatan treatment yang mengunakan media audio visual. Peneliti memberikan penilaian dari hasil belajar siswa kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau, dan ternyata nilai rata-rata tes akhir . ost-tes. siswa setelah mengunakan video meningkat menjadi 66,5. Besarnya pada peningkatan dari pre-testke post-test yaitu 17,25. Hal ini jelas bahwa penggunaan media audio visual yang mampu menpengaruhi keaktifan dan antusias siswa pada saat proses pembelajaran dan melatih diri siswa untuk cermat menyimak unsur intrinsik drama dalam video teater. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes akhir . ost-tes. diketahui bahwa siswa yang mendapatkan nilai Ou 62 dengan kriteria tuntas yaitu 24 hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 orang . %) dan siswa yang mendapatkan nilai < 62 dengan kriteria tidak tuntas adalah 8 orang . %) dari pemerolehan nilai rata-rata sebesar 66,5. Untuk pembuktian dari uraian diatas, dilakukan perhitungan uji normalitas data penelitian yang bertujuan untuk melihat apakah data hasil tes pre-tes dan post-test siswa berdistribusi normal atau tidak. Hasil dari perhitungan data uji normalitas yang menggunakan kecocokan dari x^2 . hi-kuadra. yang dapat disimpulkan bahwa hasil pre-tes dan post-test menunjukan data berdistribusi normal dengan taraf kepercayaan = 0,05, karena x^2hitung ttabel atau 8,12> 2,04. Maka dapat disimpulkan bahwa media audio visual efektif terhadap kemampuan menyimak unsur intrinsik drama siswa kelas Vi-1 SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Selain data tes, penelitian ini juga didukung data angket untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menyimak unsur intrinsik drama, peneliti mengunakan angket respon siswa yang diisi oleh siswa . setelah dilakukan posttest. Angket yang berisikan 18 pertanyaan yang dijawab oleh responden atau siswa. Setelah data terkumpul, data tersebut kemudian dianalisis dengan mengunakan skala Likert. Hasil rekapitulasi perhitungan jawaban angket respon positif dan negatif mengenai pembelajaran menyimak unsur intrinsik drama dengan penggunaan media audio visual sebagai berikut: Berdasarkan rekapitulasi perhitungan jawaban angket respon siswa bertujuan untuk mendukung dari data hasil penelitian yang merupakan respon siswa terhadap penggunaan media audio visual diterapkan pada penelitian yang telah berlangsung maka akan terlihat pada hasil rata-rata pada respon positif yang diperolah siswa yang menjawab sangat setuju 2,94% dengan kategori baik, setuju 4,25% dengan kategori sangat baik, tidak setuju 2,34% dengan kategori kurang baik, sangat tidak setuju 0,46% dengan kategori tidak baik. Sedangkan rata-rata repon siswa negatif siswa, diperoleh siswa yang menjawab sangat setuju 1,22% dengan kategori kurang baik, setuju 3,09% dengan kategori baik, tidak setuju 2,16% dengan kategori kurang baik, sangat tidak setuju 0,65% dengan kategori tidak baik. Sementara manfaat dari penyebaran angket hed by LP3MKIL yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. 3, 2022 Page:11-22 ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah, tanpa merasa khawatir apabila responden memberi jawaban yang tidak sesuai kenyataan yang ada dalam pengisian daftar pertanyaan yang telah dibuat, disamping itu juga responden mengetahui informasi tertentu yang diminta. SIMPULAN Berdasarkan pada pengujian hipotesis dengan uji AutAy, diperoleh thitung . dan ttabel . untuk taraf signifikan 5%. Dalam hal ini bearti thitung . > ttabel . Maka HO ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media audio visual secara signifikan efektif menuntaskan kemampuan mengidentifikasi unsur intrinsik drama siswa kelas Vi SMP Negeri 9 Lubuklinggau. Selanjutnya didukung dengan hasil dari rekapitulasi data perhitungan angket respon positif siswa yang menunjukkan bahwa sangat setuju 2,94% dengan kategori baik, setuju 4,25% dengan kategori sangat baik, tidak setuju 2,34% dengan kategori kurang baik, dan sangat tidak setuju 0,46% dengan kategori tidak baik. Sedangkan rata-rata respon negatif siswa menunjukkan bahwa dengan sangat setuju 1,22% dengan kategori kurang baik, setuju 3,09% dengan kategori baik, tidak setuju 2,16% dengan kategori kurang baik, dan sangat tidak setuju 0,65% dengan kategori tidak baik. DAFTAR PUSTAKA