Motivasi PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA PEMBELAJARAN DARING MAHASISWA DI KOTA SAMARINDA The Influence of Self-Reliance is Learning to Adapt to Online Learning of Students in The City of Samarinda Anggrainie Dyah Sulistyaning Suroso. Evi Kurniasari Purwaningrum. Siti Khumaidatul Umaroh . Bibit Nurcahyawati. Fakultas Psikologi. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Diva Assesment Center Email: Rani. suroso97@gmail. Abstrak: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar terhadap penyesuaian diri pada pembelajaran daring mahasiswa di Kota Samarinda. Penelitian ini melibatkan 111 mahasiswa yang berada pada semester 3 . di perguruan tinggi negeri dan swasta yang sedang manjalani perkuliahan secara daring di kota Samarinda. Data penelitian diperoleh menggunakan dua jenis skala yaitu skala kemandirian belajar dari The Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) dan skala penyesuaian diri dari Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS 20 for windows. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap penyesuaian diri pada pembelajaran daring mahasiswa di Kota Samarinda sebesar 26,8%. Kata Kunci: Mahasiswa. Kemandirian Belajar. Penyesuaian Diri Pada Pembelajaran Daring Abstract This research was conducted to knowing the effect of self-regulation learning on self adjustment on online learning among university students in Samarinda. This study involved 111 university students s who were in semester 3 . in public and private universities who were studying online in Samarinda. The measuring instrument used in this study was the self-regulation scale from The Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) and The self-adjustment scale of the Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ). Methods of data analysis in this study using simple regression analysis techniques. The regression test results showed a positive correlation between the variable self-regulation learning and self adjustment to online learning for university students with a value of 26,8%. Keywords: University Students. Self-Regulation Learning. Self-Adjustment to Online Learning Motivasi PENDAHULUAN Pada awal tahun 2020 ini dunia dikejutkan dengan wabah virus corona (Covid. yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. WHO mengumumkan bahwa Covid19 adalah pandemi yang menimpa dunia dan meminta kepada seluruh negara untuk bertindak dan mencegah penyebaran Covid19. Karena penyebarannya bukan saja mudah melalui manusia, tapi juga cepat dan luas. Karakter Covid-19 juga berbahaya karena membunuh dan jumlah kematian yang sangat besar dalam waktu yang singkat (Sari, 2. Kemunculan pandemi Covid-19 di Indonesia telah membuat sistem pembelajaran berubah secara drastis dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran di rumah secara daring. Sejak munculnya kasus pasien positif Covid19 di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama Republik Indonesia menerapkan kebijakan belajar dan bekerja dari rumah sejak pertengahan Maret 2020 (Hikmat, , 2. Di masa ini pembelajaran daring dapat dijadikan solusi pembelajaran jarak jauh ketika terjadi bencana alam. Seperti yang terjadi saat ini ketika pemerintah menetapkan kebijakan social distancing. Social distancing diterapkan oleh pemerintah dalam rangka membatasi interaksi manusia dan menghindarkan masyarkat dari kerumunan agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19. Pendidikan/pembelajaran daring telah menciptakan antusias yang begitu luar biasa, dimana sebelumnya pembelajaran dilakukan di era perkembangan teknologi Hal ini didasari dengan Undangundang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk: mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia, dan membuka kesempatan seluasluasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin (Rimbarizki & Susilo, 2. Perubahan pembelajaran dari tatap muka menjadi daring yang terjadi secara mendadak, memunculkan berbagai macam respon dan kendala bagi dunia pendidikan, tidak terkecuali tenaga pendidik yang merupakan ujung tombak pendidikan yang langsung berhadapan dengan siswa. Menurut Riganti . sejumlah kendala yang dialami pendidik ketika melaksanakan pembelajaran pelaksanaan pembelajaran daring yang mendadak akibat pandemi menggunakan internet sebagai satusatunya penyampaian materi pembelajaran. Namun, karena pendidik belum memiliki kesiapan mulai dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring hal ini yang menjadi kendala dalam melakukan pembelajaran Kebutuhan koneksi internet menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Namun kenyataan dilapangan membuktikan bahwa banyak masyarakat yang mengeluhkan jaringan Kemudahan penggunaan aplikasi yang digunakan oleh pendidik akan terhambat jika jaringan mengalami gangguan. Akibatnya materi pembelajaran yang diberikan oleh pendidik juga menjadi terhambat dan Pengelolaan pembelajaran, ketika pembelajaran berlangsung secara tatap muka, pendidik sudah terbiasa untuk melakukan pengorganisasian pembelajaran. Namun, hal yang menjadi kendala, ketika pembelajaran berlangsung secara daring adalah pendidik harus memilih materi pembelajaran dengan ekstra agar tidak terjadi kegagalan dalam memahami konsep materi yang diberikan oleh pendidik kepada siswa ketika mempelajari Di sisi lain, pendidik juga harus melihat ketercapaian kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Sehingga pembuatan materi ketika pembelajaran dilakukan secara daring harus dilakukan dengan maksimal. Pelaksanaan pembelajaran daring menimbulkan masalah baru dalam hal penilaian siswa. Ketika siswa diberikan tugas, hasilnya menunjukkan bahwa semua siswa memperoleh nilai maksimal. Hal tersebut menjadi pertanyaan bagi pendidik, apakah siswa benar-benar memahami materi atau siswa mendapatkan bantuan dari orang lain ketika mengerjakan tugas. Sehingga yang terjadi adalah pendidik tidak dapat menilai ketercapaian pembelajaran secara obyektif Motivasi sesuai dengan kemampuan siswa (Rigianti. Sejak virus Corona menyebar di Indonesia pada awal maret, menyebabkan pemerintah segera melakukan tindakan tegas untuk mencegah penyebaran yang lebih luas. Karena pada kasus ini, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona dapat menyebar sangat cepat dan telah banyak memakan korban jiwa diberbagai negara, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran yang sangat luas, di menerapkan pembelajaran jarak jauh, baik dari tingkat dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Dalam pelaksanaannya guru dan pendidik lainnya mencoba untuk memanfaatkan ilmu pembelajaran jarak jauh dengan cara memberikan materi serta tugas pelajaran melalui online (Devi, 2. Kendala-kendala yang dihadapi oleh mahasiswa seperti jaringan yang tidak ada, paket internet yang habis, pekerjaan rumah yang harus dikerjakan juga, dan tugas perkuliahan yang menumpuk (Harahap, dkk. , 2. Berbagai tuntutan akademik yang harus diselesaikan oleh mahasiswa menyebabkan mereka mengalami stres akademik. Ketidak mampuan peserta didik untuk dapat menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut membuat mereka mengalami Stres akademik diartikan sebagai keadaan dimana seseorang tidak dapat mempersepsi tuntutan akademik yang diterima sebagai gangguan (Barseli, dkk. , 2. Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seorang individu untuk mengatasi dan memenuhi kebutuhankebutuhan keharmonisan yang terdapat di dalam diri (Wulandari, 2. Menurut Ghufron dan Risnawita . penyesuaian diri merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi tuntutantuntutan, baik dari dalam diri maupun lingkungan sehingga terdapat keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan dengan tuntutan lingkungan, dan tercipta keselarasan antar individu dengan realitas. Schaneiders . alam Andriani, 2. mengatakan bahwa individu yang dapat menyesuaikan diri dengan baik adalah individu yang mempunyai keterbatasan pada dirinya, belajar untuk bereaksi terhadap dirinya dan lingkungan dengan cara yang matang, bermanfat, efesien, dan memuaskan, serta dapat menyelesaikan konflik, frustasi, maupun kesulitan-kesulitan pribadi dan sosial tanpa mengalami gangguan tingkah laku. Penyesuaian diri merupakan proses yang terus berlangsung dalam kehidupan individu (Runyon & Haber, dalam Siswanto, 2. Individu mengubah tujuan dalam hidupnya seiring dengan perubahan yang terjadi di Seseorang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik ialah orang yang memiliki respon-respon yang matang, efisien, memuaskan dan sehat. Sebaliknya, orang yang memiliki gangguan mental adalah orang yang sangat tidak efisien dan tidak pernah menangani tugas-tugas secara lengkap (Bertiutami, 2. Penyesuaian diri yang efektif dapat diukur dengan mengetahui bagaimana kemampuan individu menghadapi lingkungan yang senantiasa berubah. Menurut Pritaningrum penyesuaian diri dipengaruhi oleh regulasi diri . elf regulatio. , serta kemampuan dan kemauan seseorang untuk mengubah tingkah laku agar sesuai dengan lingkungannya. Sementara, menurut Agustian, dkk . penyesuaian diri dipengaruhi oleh kemandirian belajar . elf-regulated learnin. , kemampuan komunikasi, dan vocational skills. Penyesuaian diri juga dapat dipengaruhi oleh self esteem. Self esteem merupakan pendapat individu mengenai dirinya tentang keberhargaan yang diekspresikan dalam sikap penerimaan dan penolakan yang menunjukkan sejauh mana individu bahwa dirinya mampu, berarti, berhasil,dan berharga (Sandha, dkk. , 2. Penyesuaian diri perguruan tinggi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu gender, acculturative stress, coping skills, cultural distance, dan social support (Otlu. Utami . mengemukakan bahwa mahasiswa yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik akan mengalami hambatan seperti timbul rasa kecewa, frustasi, tidak dapat menghadapi masalah dengan baik, bahkan mengganggu kesehatan jiwa seseorang. Sementara itu menurut Arifin, dkk . mahasiswa yang memiliki kemampuan penyesuaian diri kurang, cenderung banyak mengalami masalah dalam pergaulan yang ditandai oleh kurangnya percaya diri, merasa tidak diterima oleh lingkungan, merasa tidak nyaman yang menjadikan munculnya konflik20 Motivasi konflik mental dan kesulitankesulitan lain yang berimbas pada prestasi akademik. Model pembelajaran yang dilakukan secara daring menuntut kreativitas dan keterampilan tenaga pendidik menggunakan Peserta didik juga diharapkan mampu mengakses jaringan aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran seperti Zoom, google meet, google classroom, whatsapp vidiocall dan beberapa aplikais lainnya, namun pada kenyataannya terdapat kendala muncul berkaitan dengan kurangnya akses jaringan yang tidak lancar, beban biaya data untuk mengakses aplikasi yang mahal, ketidaksiapan tenaga pendidik mengadaptasi teknologi, hingga siswa yang merasa terputus secara emosional dan sosial dengan siswa lainnya akibat dampak dari pembelajaran daring (Mansyur, 2. Proses pembelajaran dari rumah idealnya tetap dapat mengakomodasi mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan jenjang pendidikannya. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kesiapan pendidik, kurikulum yang sesuai, ketersediaan sumber belajar, serta jaringan yang stabil sehingga komunikasi antar peserta didik dan pendidik dapat efektif. Akan tetapi pada kenyataanya banyak siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran secara daring karena ketiadaan sinyal jaringan internet. Selain itu, kendala-kendala lain yang muncul seperti pada saat sistem online digunakan. Materi yang disampaikan tidak sepenuhnya dipahami oleh siswa kebingungan dalam menerima materi yang disampaikan guru, bahkan tidak semua siswa hadir ketika pembeajaran secara daring tersebut berlangsung karena jaringan yang tidak mendukung dan juga karena siswa merasa bosan dengan sistem belajar yang tidak Belajar mengakibatkan tenaga pendidik kesulitan untuk mengontrol kehadiran siswa, sehingga yang dapat mengikuti pembelajaran secara daring adalah siswa dengan fasilitas yang baik. Pada akhirnya pembelajaran tidak dapat tersalurkan dengan baik (Atsani, 2. Pada munggunakan kemandirian belajar sebagai variabel independen, menurut Dabbagh . dalam pembelajaran daring sangat diperlukan untuk terampil belajar secara mandiri karena pada saat proses belajar, siswa/i akan mencari, menemukan dan menyimpulkan apa yang telah dipelajari secara mandiri. Kemandirian belajar merupakan proses metakognisi yang mengatur proses perencanaan, pemantauan dan evaluasi dalam aktivitas belajar. Proses tersebut dilandasi oleh keyakinan pada kemampuan diri sendiri . elf-efficacy belief. dan oleh komitmen pencapaian tujuan belajar atau tugas-tugas akademis, sehingga tujuan belajar keterampilan dapat tercapai (Mulyadi, 2. Kemandirian kemampuan seorang siswa untuk berupaya secara mandiri dalam menggali informasi belajar dari sumber belajar selain guru (Suhendri, 2. Kemandirian belajar merupakan kemampuan seorang siswa untuk berupaya secara mandiri dalam menggali informasi belajar dari sumber belajar selain dari guru (Fajriyah, dkk. , 2. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Ardiansyah . bahwa kemandirian belajar merupakan suatu aktivitas belajar yang dilakukan peserta didik tanpa bergantung kepada bantuan dari orang lain baik teman maupun gurunya dalam mencapai tujuan belajar dan memecahkan sebuah masalah yang Hal ini dilakukan karena motif untuk menguasai suatu kompetensi yang telah Kompetensi itu didapat dari pengalaman dan latihan diri sendiri tanpa tergantung dengan orang lain dan diwujudkan dalam tingkah laku yang benar. Menurut Hadi dan Sovitriana . faktor yang dapat menentukan kemandirian belajar antara lain adalah motivasi belajar dan lingkungan sosial. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang baik, secara tidak langsung akan menimbulkan berkembang dengan atau tanpa dibantu oleh orang lain. Hal ini dikarenakan siswa yang termotivasi dalam belajarnya akan lebih teratur, terarah dan lebih mungkin tercapai tujuannya dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki motivasi belajar. Sedangkan, individu yang mendapat dukungan secara penuh dan diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri di dalam lingkungan, akan memiliki motivasi yang lebih tinggi. Dalam hal ini lingkungan keluarga yang menjadi faktor utama dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar memberikan kemampuan pada mahasiswa untuk dapat menyesuaiakan diri dan memahami setiap materi yang diberikan dalam melakukan pembelajaran secara daring. Kemandirian Motivasi menggambarkan bagaimana mahasiswa akan memiliki kekuatan untuk bertahan menghadapi hambatan dalam melakukan pembelajran secara daring, serta untuk belajar sendiri memahami setiap materi di dalam melakukan pembelajaran daring. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa seseorang yang memiliki kemandirian belajar yang baik diharapkan akan mampu untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan akademik dan tuntuan sosial di perguruan tinggi. Selain itu dengan kemandirian belajar yang dimilki, mahasiswa diharapkan mampu untuk menyesuaiakan diri dengan sistem pembelajaran daring . yang sedang berjalan saat ini. Semakin tinggi kemampuan yang dimiliki seseorang untuk meregulasi dirinya dalam belajar, maka akan semakin kecil kemungkinan untuk mengalami kesulitan atau hambatan-hambatan dalam menyesuaikan diri di perguruan tinggi, sehingga mempu mencapai hasil yang maksimal dalam proses akademis dan mampu mendapat prestais yang baik. Penelitian terdahulu berkaitan dengan kemandirian belajar dengan penyesuaian diri yang dilakukan oleh Arifin, dkk . Berdasarkan kemandirian belajar akan memberikan pengaruh sebesar 97,21% terhadap upaya peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Hal ini di dukung dengan temuan penelitian dari Nabila dan Laksmawati . menyebutkan bahwa terdapat hubungan positif antara regulasi diri dan penyesuaian diri. Berarti semakin tinggi regulasi diri akan semakin tinggi pula penyesuaian diri yang Ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Agustian, dkk . yang mengatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan kemampuan adaptasi. Hal kemandirian belajar yang baik akan membuat seseorang bertahan dalam tekanan yang dihadapi karena bisa menempatkan diri di Penelitian ini akan dilakukan terhadap yang saat pembelajaran secara daring di kota Samarinda. Pada penelitian ini peneliti ingin mengetahui seberapa besar tingkat penyesuaian diri mahasiswa di kota Samarinda yang saat ini menjalani pembelajaran secara daring. Karena, seperti yang diketahui bahwa saat ini perguruan tinggi merupakan salah satu lembaga yang terdampak dari penyebaran covid-19 yang menyebabkan mahasiswa diharuskan belajar daring dari rumah dikarenakan di berhentikannya pembelajaran langsung tatap muka di kelas untuk memutus mata rantai serta terpaparnya virus corona. Pada studi pendahuluan yang peneliti lakukan mengenai penyesuaian diri di awalawal pembelajaran daring dilakukan terhadap 45 mahasiswa melalui google form yang peneliti sebarkan melalui whatsapp kepada rekan-rekan peneliti yang sedang menjalankan perkuliahan secara daring dapat diketahui bahwa sebanyak 95,56% mahasiswa memiliki tingkat penyesuaian diri cukup baik. Hal ini menjelaskan dalam pembelajaran secara daring hambatan/ kesulitan dalam memenuhi tuntutan-tuntutan akademiknya, dan sebanyak 4,44% penyesuaian diri yang sangat baik yang berarti bahwa walaupun pembelajaran dilakukan secara daring mahasiswa tidak merasa Studi pendahuluan ini dilakukan berdasarkan dimensi penyesuaian diri yaitu academic adjustment, social adjustment, personalemotional adjustment, dan goal commitment-institutional attachment. Pada dimensi academic adjustment menunjukkan tentang bagaimana motivasi, kinerja dan kepuasan mahasiswa terhadap lingkungan akademik, dalam dimensi ini peneliti 93,3% mahasiswa menunjukan bahwa mereka cukup puas dengan lingkungan belajar melalui pembelajaran daring saat ini dan sebanyak 6,7% mahasiswa merasa sangat termotivasi dan puas dengan lingkungan belajar saat ini walaupun harus belajar secara daring. Social adjustment yaitu keterampilan untuk dapat bekerja sama dengan individu lain, pada dimensi ini peneliti menemukan bahwa selama melakukan pembelajaran daring sebanyak 82,2% mahasiswa merasa cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan bersosial terhadap individu lain, namun sebanyak 17,8% mahasiswa merasa belajar daring tidak menghambat mereka untuk dapat bekerjasama atau memenuhi kebutuhan bersosial. Personal-emotional adjustment yaitu tentang kesejahteraan atau rasa nyaman secara fisik maupun psikis dalam dimensei ini Motivasi peneliti menemukan bahwa sebanyak 8,9% mahasiswa merasa bahwa belajar secara daring membuat mereka tidak nyaman baik secara fisik maupun psikis, sedangkan sebanyak 88,9% mahasiswa cukup merasa sejahtera dalam melakukan pembelajaran secara daring, dan sebanyak 2,2% mahasiswa sangat nyaman dilakukan secara daring. goal commitmentinstitutional pencapaian tujuan seseorang. Dalam mencapai tujuan belajarnya peneliti menemukan sebanyak 88,9% mahasiswa cukup mengalami kesulitan karena sistem pembelajaran daring saat ini, sedangkan sebanyak 11,1% siswa tidak terganggu dalam mencapai tujuan belajarnya walaupun pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, mahasiswa merasa tidak memiliki minat dan motivasi dalam melakukan pembelajaran daring karena tidak dapat bertanya atau berinteraksi langsung dengan dosen maupun teman mahasiswa lainnya, mahasiswa merasa dalam perkuliahan daring terkadang tidak didukung dengan jaringan yang memadai, selain itu menurut memerlukan biaya yang cukup banyak untuk membeli paket data agar dapat menunjang berjalannya perkuliahan daring. Faktor lain yang dapat menghambat penyesuaian diri terhadap pembelajaran daring adalah masalah konsentrasi, mahasiswa merasa kesulitan untuk fokus dan memahami penjelasan materi yang diberikan oleh dosen dalam melakukan pembelajaran secara daring dibanding saat melakukan pembelajaran secara tatap muka selain itu, mahasiswa merasa metode pembelajaran daring tidak berjalan dengan baik karena banyak terjadi gangguan teknis saat pembelajaran daring sedang berlangsung misalnya jam kelas yang tidak teratur, suasana kelas tidak kondusif, banyak mahasiswa yang mematikan kamera dan berpakaian tidak rapi saat melakukan pembelajaran secara daring. Pemaparan tersebut sejalan dengan pernyataan Baker . yang menjelaskan penyesuaian diri dilingkungan kampus merupakan bagian untuk menanggapi tuntutan akademik, memiliki interaksi sosial dengan staf pengajar, mengambil bagian dalam kehidupan kampus, dan menjadi terikat dan berkomitmen untuk Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul. AuPengaruh kemandirian belajar terhadap penyesuaian diri pada pembelajaran daring mahasiswa di Kota SamarindaAy. METODE Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berada pada semsester 3 . baik laki-laki dan perempuan di perguruan tinggi negeri dan swasta yang sedang manjalani perkuliahan secara daring di kota Samarinda. teknik nonprobability sampling yang akan digunakan dalam sampling/convenience sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang didasarkan pada Pengumpulan data data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner. Kuisioner yang di gunakan untuk mengukur penyesuaian diri dalam pembelajaran daring kuisioner dari Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) yang diadaptasi oleh Hardhini . dengan menyesuaikan konteks penelitian yaitu pembelajaran daring . yang terdiri dari 24 item. Pengukuran variabel kemandirian belajar menggunakan instrumen kuesioner dari The Motivated Strategies for Learning Questionnaire Hardhini . dengan menyesuaikan konteks penelitian yaitu pembelajaran daring . yang terdiri dari 17 item dengan menggunakan skala likert dengan rentang angka 1 . angat setuj. sampai 4 . angat tidak setuj. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil menemukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel kemandirian belajar terhadap penyesuaian diri pada pembelajaran daring mahasiswa di Kota Samarinda, melalui persamaan garis regresi Y = 25,403 0,980 X. Menurut hasil perhitungan diketahui bahwa nilai korelasi antara kemandirian belajar dan penyesuaian diri adalah sebesar 0,517 yang berarti bahwa terdapat korelasi dalam tingkat cukup/sedang (Guilford, kemandirian belajar dan penyesuaian diri. Pengaruh kemandirian belajar terhadap penyesuaian diri dalam penelitian ini dapat dilihat dari nilai R squere sebesar 0,268 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini Motivasi berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kemandirian belajar terhadap penyesuaian diri dengan sumbangan efektif sebesar 26,8%. Sedangkan sebanyak 73,2% penyesuaian diri terhadap pembelajaran daring pada mahasiswa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sumbangan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri antara lain. self esteem (Sandha, 2. , efikasi diri, konsep diri, dukungan sosial (Sasmita, 2. , dan kondisikondisi fisik yang didalamnya terdapat kemauan dan kemampuan untuk dapat berubah, pengaturan diri, dan realisasi diri, serta proses belajar (Hidayati, 2. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kemandirian belajar mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penyesuaian diri pada pembelajaran daring mahasiswa, yang mana artinya semakin tinggi mahasiswa memiliki kemandirian belajar maka akan semakin tinggi juga tingkat penyesuaian diri yang dimilikinya. Sebaliknya, semakin rendah kemandirian belajar yang dimiliki maka akan semakin rendah pula tingkat penyesuaian diri yang dimiliki. Temuan ini mendukung pendapat Dabbagh . yang menyatakan bahwa dalam pembelajaran daring sangat diperlukan untuk terampil belajar secara mandiri karena pada saat proses belajar, siswa/i akan mencari, menemukan dan menyimpulkan apa yang telah dipelajari secara Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ziriskana . yang menunjukkan bahwa terdapat kontribusi positif regulasi diri terhadap penyesuaian diri. Regulasi diri yang dimiliki seseorang akan membuatnya mampu mengatur aktivitas belajarnya sendiri, memonitor motivasi dan tujuan akademik, serta menjadi pelaku dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksana proses belajar. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Agustian . yang mengatakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self regulation learning dengan kemampuan Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang dilakukan oleh seorang individu untuk mengatasi dan memenuhi kebutuhankebutuhan keharmonisan yang terdapat di dalam diri (Wulandari, 2. Dalam penelitian ini penyesuaian diri yang dimaksud adalah menjalankan kegiatan pembelajaran daring. Menurut Radestya . penyesuaian diri sangat penting dalam kegiatan belajar daring yang dihadapi oleh mahasiswa, karena pada saat ini mahasiswa dituntut untuk belajar secara mandiri dan mencari bahan materi, tidak hanya bergantung kepada materi dari dosen saja. Realita dilapangan menjelaskan bahwa sebanyak 53,2% mahasiswa tergolong memiliki tingkat penyesuaian diri yang Dalam studi pendahuluan yang peneliti lakukan peneliti menemukan bahwa salah satu faktor yang dapat menghambat penyesuaian diri terhadap pembelajaran daring adalah masalah konsentrasi, mahasiswa merasa kesulitan untuk fokus dan memahami penjelasan materi yang diberikan oleh dosen dalam melakukan pembelajaran secara daring dibanding saat melakukan pembelajaran secara tatap muka. Hal ini menjelaskan bahwa hambatan/ kesulitan dalam memenuhi tuntutan-tuntutan menyesuaikan diri pada pembelajaran secara Untuk terhindar dari hal ini, maka mahasiswa diharapkan memiliki kemandirian belajar yang baik untuk dapat terhindar dari pembelajaran daring. Kemandirian kemampuan seseorang dalam mengelola dan meregulasi dirinya untuk belajar secara secara mandiri dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, dengan kemandirian belajar memberikan kemampuan pada mahasiswa untuk dapat menyesuaiakan diri dan memahami setiap materi yang diberikan dalam melakukan pembelajaran secara daring. Kemandirian belajar pada mahasiswa tersebut menggambarkan bagaimana mahasiswa akan memiliki kekuatan untuk bertahan menghadapi hambatan dalam melakukan pembelajran secara daring, serta untuk belajar sendiri memahami setiap materi di dalam melakukan pembelajaran daring. Berdasarkan didapatkan bahwa sebanyak 30,6% mahasiswa memiliki tingkat kemandirian belajar yang tergolong tinggi. Dalam kegiatan perkuliahan yang dilakukan secara daring tentunya proses belajar yang dilakukan mahasiswa masih dipertanyakan, apakah mahasiswa bisa membagi waktunya saat sedang melakukan Motivasi kegiatan belajar daring dari rumah hingga proses belajar daring bisa berjalan dengan Dalam kegiatan belajar daring ini mahasiswa tentunya tidak bisa terus bergantung kepada materi yang diberikan oleh dosen, dan kapan harus mengerjakan tugas. Mahasiswa mempertanggungjawabkan sendiri kegiatan Dalam hal ini kemandirian belajar sangat dibutuhkan. Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa kemandirian menyesuaiakan diri dan memahami setiap materi yang diberikan dalam melakukan pembelajaran secara daring. Kemandirian menggambarkan bagaimana mahasiswa akan memiliki kekuatan untuk bertahan menghadapi hambatan dalam melakukan pembelajaran secara daring, serta untuk belajar sendiri memahami setiap materi di dalam melakukan pembelajaran daring. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar yang baik akan mampu untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan akademik dan tuntuan sosial di perguruan tinggi. Selain itu dengan kemandirian belajar yang dimilki, mahasiswa akan mampu menyesuaiakan diri dengan sistem pembelajaran daring . yang sedang berjalan saat ini. Semakin tinggi kemampuan yang dimiliki seseorang untuk meregulasi dirinya dalam belajar, maka akan semakin kecil kemungkinan untuk mengalami kesulitan atau hambatan-hambatan dalam menyesuaikan diri di perguruan tinggi, sehingga mempu mencapai hasil yang maksimal dalam proses akademis dan mampu mendapat prestais yang baik. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai pengaruh kemandirian belajar terhadap penyesuaian diri pada pembelajaran daring mahasiswa di Kota Samarinda adalah Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan penyesuaian diri. Hal ini menunjukkan dengan adanya kemandirian belajar berupa cognitive strategy use dan self regulation dapat mempengaruhi penyesuaian diri terhadap pembelajaran daring pada mahasiswa di Kota Samarinda sebesar 26,8%. DAFTAR PUSTAKA