Vol 2 No. 6 November 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 180 - 186 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/rp5wab19 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA DALAM MEMILIH KARIR SEBAGAI KONSULTAN PAJAK Renald Enrique Geovano Matahurila a*. Mira Pramudianti b a Program Studi Akuntansi, rendrique2222@gmail. Universitas Wijaya Kusuma. Surabaya. Jawa Timur b Program Studi Akuntansi, mirapramudianti@uwks. Universitas Wijaya Kusuma. Surabaya. Jawa Timur Penulis Korespondensi: Renald Enrique Geovano Matahurila ABSTRACT This study aims to identify the characteristics that influence students' tendency to choose a career as a tax The factors analyzed include tax knowledge, job market considerations, financial rewards, and professional recognition. Data were collected through a questionnaire distributed to accounting students at Wijaya Kusuma University. Surabaya. The sample consisted of 58 respondents. This study employs multiple regression analysis using SPSS software version 20. The results indicate that the factors examined, such as tax knowledge and professional recognition, significantly influence the choice of a career as a tax consultant, while job market considerations and financial rewards do not significantly influence the choice of a career as a tax consultant. Keywords: tax knowledge, job market considerations, financial rewards, professional recognition, tax Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik yang mempengaruhi kecenderungan mahasiswa untuk memilih profesi sebagai konsultan pajak. Faktor-faktor yang dianalisis meliputi pengetahuan perpajakan, pertimbangan pasar kerja, penghargaan finansial, serta pengakuan profesionalitas. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa akuntansi di Universitas Wijaya Kusuma. Surabaya. Sampel penelitian terdiri dari 58 responden. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda melalui perangkat lunak SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang diteliti seperti pengetahuan perpajakan dan pengakuan profesionalitas berpengaruh signifikan terhadap memilih karier sebagai konsultan pajak, sementara pertimbangan pasar kerja dan imbalan finansial tidak berpengaruh signifikan terhadap memilih karier sebagai konsultan pajak. Kata Kunci: pengetahuan perpajakan, pertimbangan pasar kerja, penghargaan finansial, pengakuan profesionalitas, konsultan pajak. PENDAHULUAN Konsultan pajak berperan dalam memberikan layanan konsultasi, pengelolaan kewajiban perpajakan, perwakilan, serta pendampingan dan pembelaan klien pada tahap pemeriksaan hingga persidangan pajak, termasuk berbagai jasa lain terkait perpajakan . Menurut data tahun 2024 dari IKPI (Ikatan Konsultan Pajak Indonesi. , jumlah konsultan pajak di Indonesia mencapai 6. 898 orang yang Sedangkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 278. 000, jika bisa dikatakan bahwa setiap konsultan pajak di Indonesia diharuskan melayani minimal 40. 401 wajib pajak, maka dapat disimpulkan bahwa permintaan akan jasa konsultasi pajak di Indonesia tetap sangat tinggi . Naskah Masuk 21 Agustus, 2025. Revisi 22 Agustus, 2025. Diterima 27 September, 2025. Tersedia 29 September, 2025 Renald Enrique Geovano Matahurila dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 180 Ae 186 Upaya untuk meningkatkan jumlah konsultan pajak dapat dilakukan mulai dari sekarang yaitu pada jenjang perguruan tinggi. Lulusan jurusan akuntansi dapat memilih karir pada bidang perpajakan yang rasionalnya sejalan dengan ilmu yang didapatkan selama perkuliahan. Akibatnya, lulusan dari jurusan akuntansi tidak bisa mengembangkan karier di sektor perpajakan. Dalam ranah perpajakan, konsultan pajak menjadi salah satu profesi yang dapat dipilih untuk dijalani (Putra. Wahyuni, dan Yasa 2. Keterbatasan jumlah konsultan pajak di Indonesia tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan, terutama program studi akuntansi di perguruan tinggi. Proses perkuliahan akuntansi memberikan mahasiswa pengetahuan tentang akuntansi sekaligus perpajakan. Pengambilan keputusan berkarir setelah lulus dalam bidang akuntansi bukan hanya menjadi auditor internal, auditor eksternal, dan pembuat sistem akuntansi tetapi profesi konsultan pajak menjadi alternatif karir di bidang perpajakan yang dapat dijalani oleh para Teori Pengharapan atau biasa disebut juga Teori Harapan dikembangkan oleh seorang psikolog yang bernama Victor Vroom . menyatakan bahwa teori harapan menjabarkan konsep motivasi yang menunjukkan bagaimana individu mempertimbangkan dan memutuskan pilihan dari berbagai perilaku yang tersedia. Seberapa besar motivasi individu untuk bertindak ditentukan oleh keyakinan bahwa tindakan itu menghasilkan sesuatu dan oleh arti penting dari hasil tersebut. Pada teori pengharapan yang dikembangkan oleh Vroom terdapat tiga elemen yang penting untuk menciptakan kekuatan motivasi, yang mendorong seorang individu untuk berperilaku dengan suatu cara Harapan meyakinkan bahwa peningkatan usaha akan menghasilkan peningkatan kinerja. Instrumentasi. Mengacu pada keyakinan bahwa jika kinerja kita baik maka hasil yang akan kita terima Valance. Nilai yang dibeyrikan suatu individu pada penghargaan. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya penelitian ini dilakukan dikarenakan masih sedikit lulusan Akuntansi yang berkerja menjadi konsultan pajak. Sehingga peneliti ingin mengetahui apakah mahasiswa/i program studi Akuntansi angkatan 2021-2022 memilik minat menjadi konsultan pajak. Pada penelitian ini, respondennya yaitu mahasiswa/i yang telah melalui mata kuliah perpajakan dan juga mengikuti, baik yang sedang berlangsung maupun telah selesai praktikum perpajakan. Maka dengan uraian diatas, penulis mengangkat isu mengenai pilihan karier mahasiswa akuntansi melalui judul AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Dalam Memilih Karir Sebagai Konsultan Pajak (Studi Empiris Pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma SurabayaAy. TINJAUAN PUSTAKA Pengetahuan Perpajakan Pengetahuan perpajakan yang diperoleh mahasiswa dapat berdampak pada ketertarikan mereka jalur karier sebagai konsultan pajak. Ritayanti dan Masdiantini dalam penelitiannya menyebutkan bahwa . temuan tersebut menyatakan bahwa tingkat pemahaman perpajakan memengaruhi arah pilihan karier di bidang perpajakan. Namun, penelitian Agas menunjukkan hasil yang berbeda . yang menjelaskan pengetahuan di bidang perpajakan ternyata memberikan pengaruh negatif secara signifikan terhadap keputusan mahasiswa akuntansi dalam menjalankan profesi konsultan pajak. Pertimbangan Pasar Kerja Periihal pertimbangan pasar kerja sebagai faktor pertimbangan pemilihan karier sebagai konsultan pajak oleh mahasiswa masih dipertimbangkan mengingat kondisi perekonomian yang fluktuatif dapat mempersulit mencari pekerjaan, sehingga banyak mahasiswa yang mempertimbangakan kembali dalam memilih kerja. Dalam penelitian yang dilakukan Juliana dan Jansori, ditemukan bahwa minat seseorang untuk berprofesi sebagai konsultan pajak dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh pertimbangan pasar kerja . 3 Penghargaan Finansial Penghargaan finansial turut menjadi pertimbangan penting bagi mahasiswa dalam menentukan pilihan Menentukan profesi yang diinginkan seorang mahasiswa tentunya bukan hanya memerlukan kebutuhan hidup. Penelitian yang dilakukan Kantohe. Kawatu, dan Febiola . menyatakan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam Memilih Karir sebagai Konsultan Pajak (Renald Enrique Geovano Matahuril. Renald Enrique Geovano Matahurila dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 180 Ae 186 penghargaan finansial memiliki kontribusi yang signifikan dalam memilih pekerjaan menjadi konsultan 4 Pengakuan Profesionalitas Pengakuan profesionalitas pada penelitian Rizka. Ayu, dan Siti . menyatakan pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai konsultan pajak dipengaruhi secara nyata dan positif oleh faktor pengakuan Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan temuan dari Averus dan Laksito . , yang memperlihatkan bahwa pengakuan profesional tidak berperan untuk menjadi penentu pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai konsultan pajak. METODOLOGI PENELITIAN 3 Jenis dan Pendekatan Penelitian Pada penelitian terdapat dua pendekatan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti menganalisis fenomena secara mendalam, termasuk interaksi sosial, sikap, dan persepsi individu atau kelompok, dengan fokus pada pemahaman konteks dan makna yang dibentuk Sebaliknya, pendekatan kuantitatif menggunakan data numerik untuk mengukur variabel dan hubungan antarvariabel secara objektif, sehingga memungkinkan pengujian hipotesis dan penarikan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan perpajakan, pertimbangan pasar kerja, penghargaan finansial, dan pengakuan profesionalitas memengaruhi ketertarikan setiap mahasiswa waktu menentukan pilihan karier dengan menjadi konsultan 4 Objek Penelitian Pada Universitas Wijaya Kusuma Surabaya terdapat sejumlah 70 pada angkatan 2021 sebanyak 70 mahasiswa/I sedangkan angkatan 2022 sebanyak 68 mahasiswa/I di program studi akutansi. Maka total keseluruhan di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sebanyak 138 mahasiswa/I yang terdiri dari kelas pagi dan malam pada program studi akutansi. Pemilihan mahasiswa angkatan 2021Ae2022 didasarkan pada kriteria bahwa mereka sudah mengambil mata kuliah perpajakan, serta saat ini sedang ataupun telah menjalani praktikum perpajakan. Sampel ditentukan berdasarkan kriteria yang tercantum berikut ini: Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Angkatan tahun 2021-2022 . ari semester 5 hingga semester . Mahasiswa dari bidang akuntansi yang telah menempuh pembelajaran pada mata kuliah perpajakan. Mahasiswa akuntansi yang pernah atau sedang menjalani perkuliahan pada mata kuliah praktikum 5 Jenis dan Sumber Data Data primer hasil pengisian kuesioner digunakan sebagai sumber utama dalam penelitian ini. Skala Likert dengan lima kategori jawaban digunakan pada penyusunan kuesioner penelitian ini. 6 Teknik Pengumpulan Data Data yang dihimpun langsung melalui lapangan atau sumber primer adalah data primer yang telah masuk ke dalam. Terkumpulnya data primer tersebut dari mahasiswa/i program studi Akuntansi angkatan 2021 hingga 2022 dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang mengisi secara online. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Uji Validitas Uji validitas memperlihatkan bahwa seluruh item pertanyaan yang dipakai dalam mengukur variabel pengetahuan perpajakan, pertimbangan pasar kerja, penghargaan finansial, pengakuan profesionalitas, serta minat mahasiswa untuk berkarier sebagai konsultan pajak dinyatakan valid, karena nilai total pearson correlation melebihi r kritis sebesar 0,254. Tabel 1. Uji Reliabilitas Variabel Cronbach Alpha 0,806 Ket. Reliabel JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 180 - 186 Renald Enrique Geovano Matahurila dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 180 Ae 186 Sumber : Olah Data Peneliti 0,674 0,826 0,775 0,762 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan pada table di atas dapat kita lihat hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa setiap butir pertanyaan pada variabel pengetahuan perpajakan, pertimbangan pasar kerja, penghargaan finansial, pengakuan profesionalitas, maupun minat mahasiswa berprofesi sebagai konsultan pajak dinyatakan reliabel, sebab nilai cronbach alpha yang diperoleh lebih tinggi daripada 0,6. Tabel 2. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Olah Data Peneliti Unstandardized Residual 0E-7 Berdasarkan Tabel 4. 10, dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Signifikan yang diperoleh melebihi batas 5% . Hasil pengujian menunjukkan data telah memenuhi asumsi normalitas dan siap digunakan untuk Tabel 3. Uji Multikolinearitas Variabel Pengetahuan Perpajakan (X. Pertimbangan Pasar Kerja (X. Penghargaan Finansial (X. Pengakuan Profesionalitas Sumber : Olah Data Peneliti Collinearity Statistic Tolerance VIF 0,710 1,409 0,343 2,914 0,420 2,383 0,548 1,825 Keterangan Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Mengacu pada Tabel 4. 11, nilai VIF (Variance Inflation Facto. untuk seluruh variabel bebas (X) tercatat < Dengan demikian, tidak adanya multikolinearitas pada model regresi memastikan semua variabel independen dapat digunakan secara bersamaan. Tabel 3. Uji Heteroskedastisitas Model (Constan. TotalX1 TotalX2 TotalX3 TotalX4 Dependent Variable: ABSRES Sumber : Olah Data Peneliti Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error Sig. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam Memilih Karir sebagai Konsultan Pajak (Renald Enrique Geovano Matahuril. Renald Enrique Geovano Matahurila dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 180 Ae 186 Hasil pada Tabel 4. 12 memperlihatkan bahwa nilai Sig . -taile. lebih besar dari 0,05 untuk seluruh variabel bebas (X). Model regresi terbukti tidak terindikasi heteroskedastisitas, sehingga variabel independen dapat dianalisis dalam penelitian. Tabel 4. Uji Simultan (Uji F) Fhitung 26,670 Sumber : Olah Data Peneliti Probabilitas Signifikansi 0,000 Berdasarkan uji F. F-hitung mencapai 26,670 dengan tingkat signifikansi 0,000 (<0,. Hal ini menandakan bahwa pengetahuan perpajakan, pertimbangan pasar kerja, penghargaan finansial, serta pengakuan profesionalitas secara simultan memberikan pengaruh secara signifikan pada minat mahasiswa akuntansi dalam memilih profesi konsultan pajak (Y). Tabel 5. Uji t Variabel Bebas Pengetahuan Perpajakan (X. Pertimbangan Pasar Kerja (X. Penghargaan Finansial (X. Pengakuan Profesionalitas (X. Sumber : Olah Data Peneliti Thitung Probabilitas Signifikansi Beta 2,798 0,007 0,263 0,038 0,970 0,005 1,659 0,103 0,203 4,848 0,000 0,518 Kesimpulan yang dapat ditarik dari tabel di atas yaitu sebagai berikut: Nilai t-hitung pengetahuan perpajakan (X. 2,798 dengan signifikansi 0,007 (<0,. , menunjukkan X1 memengaruhi minat mahasiswa memilih karir sebagai konsultan pajak (Y) secara signifikan. Nilai t-hitung pertimbangan pasar kerja (X. 0,038 dengan signifikansi 0,970 (>0,. , menunjukkan X2 tidak memengaruhi minat mahasiswa memilih karir sebagai konsultan pajak (Y) secara signifikan. Dengan t-hitung 1,659 dan signifikansi 0,103 (>0,. , penghargaan finansial (X. tidak memengaruhi minat mahasiswa akuntansi berkarir sebagai konsultan pajak (Y) secara signifikan. Hasil t-hitung pengakuan profesionalitas (X. 4,848 dengan signifikansi 0,000 (<0,. , menunjukkan X4 memengaruhi minat mahasiswa akuntansi memilih karir sebagai konsultan pajak (Y) secara 7 Pembahasan 1 Pengaruh Pengetahuan Perpajakan terhadap Minat Mahasiswa Sebagai Konsultan Pajak Pemahaman mahasiswa terhadap perpajakan memberikan pengaruh parsial terhadap ketertarikan setiap mahasiswa/i memilih profesi konsultan pajak, dengan uji t signifikansi 0,007 (<0,. Hasil tersebut memberikan dukungan terhadap hipotesis pertama (H. , yaitu bahwa pengetahuan perpajakan memengaruhi kecenderungan mahasiswa dalam menentukan pilihan karir sebagai konsultan pajak. Dengan demikian, wawasan perpajakan dapat dipandang sebagai sebuah faktor penting untuk mempengaruhi mahasiswa akuntansi mempertimbangkan karir di bidang konsultasi perpajakan. Sejalan dengan Teori Harapan, peningkatan pemahaman dalam bidang pajak diyakini mampu mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam menilai prospek karir konsultan pajak. Pengetahuan tersebut membantu mereka memahami bahwa profesi konsultan pajak tidak sekadar rumit, melainkan bidang keahlian yang dapat dikuasai melalui pembelajaran yang memadai. Hasil penelitian ini juga didukung dengan temuan Putri dan Rispanty . , yang menjelaskan bahwa pemahaman atas aspek perpajakan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa dalam menentukan pilihan karir konsultan pajak. 2 Pengaruh Pertimbangan Pasar Kerja terhadap Minat Mahasiswa Sebagai Konsultan Pajak Uji t menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan pertimbangan pasar kerja dalam ketertarikan pada mahasiswa/i berkarir sebagai konsultan pajak, berdasarkan signifikansi uji t 0,970 (>0,. Dengan demikian, hipotesis kedua (H. , yaitu adanya pengaruh pertimbangan pasar kerja terhadap minat mahasiswa untuk berkarir sebagai konsultan pajak tidak dapat diterima. Walaupun demikian, faktor pasar kerja tetap diperhitungkan mahasiswa akuntansi ketika mempertimbangkan jalur profesi. Tingginya tingkat persaingan dalam dunia kerja konsultan pajak diduga menjadi alasan mengapa sebagian mahasiswa merasa JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 180 - 186 Renald Enrique Geovano Matahurila dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 180 Ae 186 kurang tertarik menekuni profesi ini. Jika ditinjau melalui perspektif Teori Pengharapan, ketidakberartian pengaruh faktor pasar kerja bukan berarti aspek tersebut tidak relevan, tetapi lebih kepada bagaimana mahasiswa menilai serta memersepsikan peluang yang ada. Dalam hal ini, persepsi mereka tidak cukup kuat untuk menjadikan kondisi pasar kerja sebagai motivasi utama dalam menentukan pilihan karir. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Dewi dan Sari . yang juga menyimpulkan bahwa keputusan mahasiswa dalam memilih profesi konsultan pajak tidak secara signifikan diberi pengaruh oleh faktor pertimbangan pasar kerja. 3 Pengaruh Penghargaan Finansial terhadap Minat Mahasiswa Sebagai Konsultan Pajak Analisis parsial membuktikan variabel penghargaan finansial tidak signifikan dalam memengaruhi apa yang menjadi ketertarikan setiap mahasiswa memilih karir konsultan pajak, berdasarkan uji t signifikansi 0,103 (>0,. sehingga hipotesis ketiga (H. , yaitu adanya pengaruh penghargaan finansial terhadap minat mahasiswa tidak dapat diterima. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa mahasiswa akuntansi tidak menempatkan aspek penghargaan finansial sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan karir konsultan Menurut Teori Pengharapan, ketidaksignifikanan ini bukan berarti faktor pendapatan tidak penting, melainkan lebih disebabkan oleh cara mahasiswa memandang hubungan antara usaha, kinerja, dan kompensasi finansial. Persepsi tersebut tampaknya tidak cukup kuat untuk mendorong ketertarikan mereka terhadap profesi konsultan pajak. Hasil ini serupa dengan temuan Agista dan Aisyaturrahmi . , yang menyebutkan bahwa penghargaan finansial tidak memengaruhi keputusan mahasiswa untuk memilih profesi sebagai konsultan pajak. 4 Pengaruh Pengakuan Profesionalitas terhadap Minat Mahasiswa Sebagai Konsultan Pajak Analisis parsial membuktikan pengakuan profesionalitas signifikan dalam memengaruhi setiap ketertarikan pada mahasiswa/i memilih profesi konsultan pajak, dengan uji t signifikansi 0,000 (<0,. Dengan demikian, hipotesis keempat (H. , yaitu pengakuan profesionalitas memengaruhi minat mahasiswa dalam memilih profesi konsultan pajak dapat diterima. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa aspek pengakuan profesionalitas adalah salah satu faktor penting yang dipertimbangkan oleh mahasiswa akuntansi ketika memutuskan untuk berkarier sebagai konsultan pajak. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa pengakuan terhadap kompetensi individu dapat meningkatkan motivasi serta keyakinan mahasiswa dalam menekuni profesi di bidang perpajakan. Teori Pengharapan menjelaskan pengakuan profesionalitas memenuhi semua elemen yang ada Harapan bahwa mahasiswa/i dapat mencapai pengakuan tersebut. Instrumentasi dalam kemajuan karir, dan Valance yang tinggi pada nilai-nilai yang terkadung di dalamnya. Penelitian ini diperkuat oleh penelitian Stella dan Yenni . menyatakan bahwa pengakuan profesionalitas berperan dalam menentukan pilihan karir mahasiswa sebagai konsultan pajak. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pembahasan serta analisis data, berikut beberapa kesimpulan yang dapat diambil: Pemahaman mengenai perpajakan memengaruhi minat mahasiswa dalam menentukan karier sebagai konsultan pajak secara positif dan signifikan, dengan nilai signifikansi 0,007 (<0,. Pertimbangan pasar kerja tidak memengaruhi minat mahasiswa dalam memilih profesi konsultan pajak secara signifikan, dengan nilai signifikansi 0,970 (>0,. Penghargaan finansial tidak memengaruhi minat mahasiswa untuk berkarier sebagai konsultan pajak secara signifikan, ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,103 (>0,. Pengakuan profesionalitas memengaruhi minat mahasiswa menekuni profesi konsultan pajak secara positif dan signifikan, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,. SARAN Mengacu pada hasil analisis serta pembahasan penelitian, beberapa rekomendasi yang dapat diajukan yaitu sebagai berikut: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Disarankan untuk terus mendorong pengembangan kurikulum pada program studi akuntansi, sehingga mahasiswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam memahami faktor-faktor seperti peluang pasar kerja dan aspek penghargaan finansial terkait profesi konsultan pajak. Melalui kurikulum yang diperbarui, mahasiswa diharapkan mampu membekali diri secara maksimal guna menapaki karier sebagai konsultan pajak serta meningkatkan minat mereka terhadap profesi tersebut. Bagi Peneliti Selanjutnya Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa dalam Memilih Karir sebagai Konsultan Pajak (Renald Enrique Geovano Matahuril. Renald Enrique Geovano Matahurila dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 180 Ae 186 Penelitian mendatang diharapkan dapat menjadikan hasil studi ini sebagai rujukan maupun landasan dalam melakukan penelitian sejenis, serta digunakan untuk memperluas kajian terhadap variabel-variabel lain yang memberikan pengaruh pada keputusan mahasiswa dalam memilih karir sebagai konsultan pajak. DAFTAR PUSTAKA