JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 p-ISSN 2088-0421. e-ISSN 2654-461X DOI: 10. 35968/m-pu Jurnal Ilmiah M Progress. Vol. No. 2 Juni 2025 https://journal. id/index. php/ilmiahm-progress/index PENGARUH NPL. CAR. DAN NIM TERHADAP ROA PADA PT BANK MANDIRI PERIODE 2000-2024 Tasya Kurnia1*. Lia Ameliawati2. Naila Salsabilla3. Najwa Jawas4. Syafira Alawiyah5. Fazhar Sumantri6 1,2,3,4,5,6 Universitas Bina Sarana Informatika. Jakarta. Indonesia. tasyakurnia2609@gmail. com, 2 Liaameliawati09@gmail. com, 3nailasalsabilla6311@gmail. najwajawas37816@gmail. com, 5syafirahalawiyah400@gmail. com, 6fazhar. fzs@bsi. *Korespondensi Penulis Abstrak Kinerja keuangan bank dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan risiko kredit, kecukupan modal dan efisiensi pendapatan bunga. Indikator seperti Non-Performing Loans (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Net Interest Margin (NIM) menjadi faktor penting dalam menentukan Return On Assets (ROA) sebagai ukuran profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPL. CAR dan NIM terhadap ROA pada PT Bank Mandiri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Bank Mandiri selama periode 2000-2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Versi 26, serta pengujian asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, autokorelasi dan heteroskedastisita. , uji f dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, sementara CAR dan NIM tidak berpengaruh secara signifikan secara parsial. Namum, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap ROA. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,480 menunjukkan bahwa 48% variasi ROA dijelaskan oleh NPL. CAR dan NIM. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian risiko kredit dan efisiensi pengelolaan permodalam dalam meningkatkan profitabilitas bank. Keywords: Net Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Net Interest Margin (NIM). Return on Assets (ROA). Perbankan Abstract The financial performance of a bank is influenced by the effectiveness of credit risk management, capital adequacy, and interest income efficiency. Indicators such as Non-Performing Loans (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR), and Net Interest Margin (NIM) are critical factors in determining Return on Assets (ROA) as a measure of profitability. This study aims to analyze the effect of NPL. CAR, and NIM on ROA at PT Bank Mandiri. The research employs a quantitative approach using secondary data from PT Bank MandiriAos annual financial reports over the period 2000Ae2024. The data were analyzed using multiple linear regression with the aid of IBM SPSS Version 26, including classical assumption tests . ormality, multicollinearity, autocorrelation, and heteroscedasticit. , as well as F-test and t-test. The results show that NPL has a negative and significant effect on ROA, while CAR and NIM have no significant partial effect. However, simultaneously, all three variables significantly affect ROA. The Adjusted R Square value of 0. indicates that 48% of the variation in ROA is explained by NPL. CAR, and NIM. These findings emphasize the importance of credit risk control and efficient capital management in enhancing bank profitability. Keywords: Net Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Net Interest Margin (NIM). Return on Assets (ROA). Banking 343 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 PENDAHULUAN Perbankan (NPL). Pinjaman bermasalah bisa disebut sebagai kredit macet, terjadi ketika bank keuangan yang bertanggung jawab untuk memberikan kredit kepada peminjam yang mengumpulkan dana yang tersedia melalui deposito dan kemudian mengalokasikannya membayar kembali jumlah yang dipinjam. Menurut Hamidah et al. , jika kredit membutuhkan (Fanny et al. , 2. Industri bermasalah berdampak pada profitabilitas, itu perbankan menjadi lebih kompetitif di era globalisasi karena kapasitas bank untuk tantangan, terutama dengan nasabah yang mengumpulkan dan mendistribusikan modal tidak dapat memenuhi kewajiban pinjaman kepada masyarakat umum, karena berfungsi mereka (ROA) dan sebaliknya, tingkat NPL sebagai lembaga perantara organisasi yang dapat mentransfer uang tunai dari entitas pertumbuhan laba bank atau ROA, yang surplus ke unit entitas yang defisit (Putri et al. , 2. Menurut Cahyani et al. Capital Adequacy Ratio Menurut Supeno & Aminudin . , modal bank, jika CAR tinggi menunjukkan efektivitas dan efisiensi kinerja keuangan bahwa bank tersebut memiliki kemampuan bank berkontribusi pada terbentuknya bank baik untuk menghasilkan laba dan mengatasi yang kokoh secara finansial dan operasional, kerugian yang tidak dapat dihindari. Menurut Wicaksono Suselo Capital berkelanjutan, salah satu metode untuk Adequacy Ratio (CAR) yang lebih besar, yang menganalisis performa bank yaitu dengan ideal, akan menambah insentif bagi individu untuk menyimpan uang mereka di bank, dievaluasi melalui laporan keuangan. Menganalisis sehingga memungkinkan mereka memiliki memfasilitasi perhitungan rasio keuangan, yang penting untuk mengevaluasi kondisi menggambarkan peningkatan kecakapan bank moneter selama periode yang berbeda, untuk menangani kemungkinan yang terkait analisis ini bertujuan untuk memberikan dengan aktivitas pinjaman yang berpotensi penilaian dan perkiraan potensial mengenai kinerja di masa depan (Mustaslimah & NIM Abdullah, 2. (Net Peningkatan Interest Margi. CAR dasarnya perbandingan proporsional atas laba Menurut Dini & Manda . Non bunga bersih yang didapat setelah memotong Performing Loan (NPL) Bank Indonesia pendapatan bunga dari aset produktif dengan beban bunga, aset produktif meliputi investasi maksmimum 5% untuk kredit bermasalah bank baik dalam bentuk mata uang domestik 344 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 penempatan antar bank, surat berharga. Net Interest Margin (NIM) administrasi (Rahmi & Herlina, 2. Net Interest Margin (NIM) parameter yang memperkirakan keterkaitan antara hasil bunga setelah biaya dan rata-rata KERANGKA TEORI aset yang digunakan sangat penting bagi Non Performing Loan (NPL) Menurut kelancaran operasional bank (Saputra & Susilawati Nurul Angriani, 2. Kinerja yang kuat dan Rahmatiah . Non Performing Loan kepercayaan masyarakat dalam menitipkan (NPL) ialah parameter penilaian kunci dana mereka di bank dengan imbalan bunga mengevaluasi rasio kualitas aset produktif. sebagai hasil dari kepercayaan tersebut sangat Rasio ini diterapkan untuk menilai kualitas Di sisi lain, bank meminta bunga aset produktif dan memiliki tujuan untuk mengukur kapasitas bank dalam menangani kredit macet. Menurut Mustofa . , suatu masyarakat sebegai kredit. pinjaman sering kali digolongkan sebagai NPL melampaui ambang batas tertentu, seperti 90 Return On Assets (ROA) Menurut Rismanty & Suraya . Return Menurut Muhammad Alfian . Capital Adequacy Ratio (CAR) ialah parameter yang mengevaluasi kualitas bank dapat menangani potensi kerugian permodalan yang dimiliki . Rasio Rismanty Suraya Kecukupan Modal mencerminkan seberapa baik bank dapat memenuhi persyaratan modal minimum yang perlu dipertahankan. Rasio yang dimanfaatkan oleh perusahaan. Return On Assets (ROA) mengindikasikan sejauh mana entitas bisnis menghasilkan laba melalui sumber daya yang dimiliki. perdagangan surat berharga dalam struktur Menurut Assets menggambarkan hasil . dari total aset Capital Adequacy Ratio (CAR) Pengaruh Non Performing Loan (NPL) Terhadap Return on Assets (ROA) Non Performing Loan sebagai alat analisis keuangan guna menilai kapasitas bank dalam menangani kredit Ini mencakup semua pembiayaan eksternal yang tidak teratur, mergukan, atau 345 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 keseluruhan pembian yang bermasalah. dengan peluang yang lebih tinggi untuk (Hartiwi, 2. Pada penelitian Maulana et . , mengemukakan variabel Net penggunaan modal yang tinggi tanpa adanya Performing Loan (NPL) secara signifikan peningkatan profit yang sebanding. Mengacu memengaruhi laba atas aset (ROA). Hal ini pada temuan sebelumnya, hipotesis dalam muncul akibat adanya kredit macet yang penelitian ini yaitu: mengurangi profitabilitas bank, sehingga H2 : Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh secara parsial terhadap Return on Assets (ROA) mengharuskan bank mengeluarkan biaya ROA, penjualan yang besar. Rasio NPL yang tinggi tidak hanya mencerminkan kurangnya keahlian saat menangani alokasi modal, sekaligus memperlihatkan bahwa ancaman risiko yang terkait dengan pinjaman bank meningkat secara signifikan sehubungan NPL ROA Akibatnya. Mengacu hipotesis dalam penelitian ini yaitu: H1 : Net Performing Loan (NPL) berpengaruh secara parsial terhadap Return on Assets (ROA). Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Return on Assets (ROA) Rasio Interest Margin (NIM) dasarnya adalah cara mengevaluasi presentase hasil bunga terhadap aset aktif rata-rata di bank, ketika sebuah bank memiliki NIM yang tinggi, biasanya berarti kinerjanya sedang meningkat (Maulidah et al. , 2. Hasil Ramadanti Setyowati . , mengindikasikan bahwa Net Interest Margin (NIM) memengaruhi Return on Assets (ROA) secara signifikan. Temuan NIM elemen yang dapat meningkatkan profitabilitas merupakan ukuran yang mengindikasikan (ROA) di sektor perbankan. Mengacu pada besar sumber dana yang diperlukan guna mencegah timbulnya risiko finansial yang penelitian ini yaitu: mungkin terjadi akibat pengelolaan aset H3 : Net Interest Margin (NIM) berpengaruh secara parsial terhadap Return on Assets (ROA) Modal Net (CAR) Kecukupan Pengaruh Net Interset Margin (NIM) Terhadap Return on Assets (ROA) berkontribusi pada peningkatan keuntungan Rasio Pengaruh Net Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Net Interest Margin (NIM)Terhadap Return on Assets (ROA) Kecukupan Modal (CAR) memengaruhi Sumber dana yang ditanamkan oleh Return on Assets (ROA) secara signifikan pemilik bank berperan dalam pemenuhan dan negatif. Keadaan ini menerangkan CAR sebagai alat ukur kapasitas bank dalam bahwa peningkatan nilai CAR dikaitkan menghadapi depresiasi nilai aset akibat risiko bank (Yuliana & Listari, 2. Menurut penelitian Subekti & Wardana . , 346 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 kerugian, dengan memperhatikan kecukupan METODE PENELITIAN modal yang tersedia. Non Performing Loans (NPL) ialah pinjaman yang masuk dalam kelompok diragukan, kurang lancar, dan bermasalah menurut standar Bank Indonesia. Rasio ini dimanfaatkan untuk meninjau kapabilitas bank dalam mengatasi tantangan yang berkaitan dengan kredit bermasalah (Rahmani & Pratiwi, 2. Net Interest Margin (NIM) ialah indikator keuangan yang menilai besarnya keuntungan bersih yang diperoleh bank dari selisih bunga atas NIM mendapatkan pendapatan bunga yang bersih. Sementara Return Assets mencerminkan seberapa tingkat optimalisasi operasional perusahaan dalam meraih laba ROA ditentukan melalui pembagian keuntungan bersih terhadap total aset. Setiap peningkatan ROA kepentingan, termasuk pemegang obligasi dan pemegang saham, atas total aset yang Mengacu sebelumnya, hipotesis pada penelitian ini Pengertian struktur yang ditetapkan dengan baik dari Metodologi mencakup proses pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil. Metodologi penelitian mencakup berbagai langkah yang diambil untuk mengumpulkan data dan mengatasi masalah yang diidentifikasi dalam penelitian (Syahroni, 2. Fokus penelitian ini ialah PT Bank Mandiri. Dalam penelitian ini, data yang diambil selama periode 25 tahun, dari tahun 2000 hingga 2024. Data yang dipakai berasal dari laporan keuangan tahunan Bank Mandiri, dengan variabel penelitian diunduh dari situs web resmi bank. Dalam kajian ini, terdapat dua jenis variabel: NPL. CAR, dan NIM sebagai variabel independen, serta ROA sebagai variabel dependen. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan beberapa tahapan pengujian, seperti uji asumsi dasar, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, . ji-F), . , koefisien determinasi. Data statistik diolah memakai bantuan aplikasi statistik IBM SPSS Versi 26. H4 : Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Net Interest Margin (NIM) berpengaruh secara simultan terhadap Return On Assets (ROA). Koefisien Determinasi Menurut Indriani et al. , koefisien kontribusi variabel X dalam menjelaskan 347 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 variasi pada variabel Y. Ini dicapai dengan HASIL DAN PEMBAHASAN mengkuadratkan koefisien yang diperoleh. Uji Normalitas Untuk menghitung tingkat kontribusi atau Tabel 1. Hasil Uji Normalitas prosentase yang dihasilkan oleh variabel X terhadap variabel Y, dapat diperoleh melalui koefisien determinasi dengan menemukan nilai R-Square. Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Persamaan Regresi Menurut Septiatin . , analisis regresi berganda berfungi memprediksi nilai variabel dependen Y berdasarkan informasi Positive Negative 0,093 -0,138 0,138 Test Statistic Asymp. Sig. Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 yang tersedia dari seluruh faktor independen Mean Std. Deviation Absolute Unstandardized Residual 0,0000000 0,64113747 0,138 Setelah dilakukan uji normalitas, didapatkan Menurut tingkat signifikansi sebesar 0,200. Mengacu (Kurniawan et al. , 2. , analisis data diolah pada pedoman uji normalitas, apabila tingkat melalui metode regresi linear multiple signifikansi melebihi 0,05 menunjukkan telah dengan rumus sebagai berikut: berdistribusi normal. Y1 = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Uji Multikolinearitas Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Standardized Coefficients Beta Model 2,640 1,906 - 0,127 0,311 CAR - 0,056 0,022 NIM 0,183 0,211 Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 Tabel (Constan. NPL -0,526 1,385 -2,444 0,181 0,023 0,468 2,139 -0,103 -0,395 0,697 0,316 3,165 0,190 0,866 0,396 0,452 2,213 VIF toleransinya lebih besar dari 0,1 serta VIF memperlihatkan hasil uji multikolinearitas. tidak melebihi 10. Begitu pula dengan Hasilnya mengindikasikan bahwa nilai variabel CAR nilai toleransinya 0,316 dan variabel NPL, toleransinya sebesar 0,468 VIF sebesar 3,165 serta nilai toleransi dan nilai VIF sebesar 2,139. Sesuai NIM sebesar 0,452 dan nilai VIF sebesar dengan persyaratan uji multikolinearitas, 2,213. Maka, variabel CAR dan NIM variabel tersebut dapat dikatakan bebas bebas dari gejala multikolinearitas. Sig. Collinearity Statistics Tolerance 348 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Uji Heteroskedastisitas Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 Analisis nol pada sumbu Y. Maka bisa dikatakan mengungkapkan sebaran titik yang acak tanpa pola yang konsisten dengan posisi dinyatakan lolos uji heteroskedastisitas. terdistribusi di atas serta di bawah garis Uji Autokorelasi Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi Model Square Adjusted R Square 0,545 Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 0,48 Std. Error of the Estimate 0,6854 Durbin-Watson 1,751 Setelah melakukan uji autokorelasi, hasil yang didasarkan pada hasil pengujian yang diperoleh dari pengujian statistik dengan metode Durbin Watson nilai DW menyatakan model regresi pada analisis berada di rentang antara DU hingga 4-DU, ini tidak ditemukan masalah autokorelasi, yaitu 1,654 < 1,751 < 2,346 Analisa Regresi Linear Berganda Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Standardized Coefficients Beta Model (Constan. NPL 2,640 0,311 CAR 0,022 NIM 0,183 Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 Sig. 1,906 0,127 -0,526 1,385 -2,444 0,181 0,023 0,056 -0,103 -0,395 0,697 0,211 0,190 0,866 0,396 349 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Menurut Vol. Nomor 2 Juni 2025 tetap tidak berubah atau tetap dalam kondisi disajikan di atas, rumusan model regresi Nilai koefisien regresi NPL adalah berganda pada kajian ini dapat disusun -0,311, mengindikasikan bahwa setiap NPL seperti berikut: berkontribusi menurunkan ROA 31,1% setiap peningkatan 1%. Koefisien ROA = 2,640 Ae 0,311 NPL Ae 0,022 CAR CAR bernilai -0,022, yang mempunyai arti 0,183 NIM e Dari persamaan yang telah dibuat, dapat dikatakan bahwa nilai tetap dari ROA sebesar 2,640, yang berarti Return on Assets (ROA) memiliki nilai sebesar 2,640 apabila variabel bebas seperti NPL. CAR, dan NIM CAR menurunkan ROA sebesar 2,2% setiap peningkatan 1%. Koefisien NIM bernilai 0,183. NIM menaikkan ROA sebesar 18,3% setiap Koefisien Determinasi Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model R Square 0,545 Adjusted R Square 0,480 Std. Error of the Estimate 0,68540 Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 Tabel yang tertera mengindikasikan hasil dari kontribusi sebanyak 48% terhadap variasi uji koefisien determinasi, dimana Adjusted R yang terjadi pada variabel terikat ROA. Square tercatat sebesar 0,480. Hasil uji Sementara itu 52% sisanya variabel lain yang mengindikasikan variabel bebas NPL. CAR, memberikan kontribusi yang bukan menjadi fokus pada kajian ini. NIM Uji t (Parsia. Tabel 6. Hasil Uji t Standardized Coefficients Beta Model (Constan. NPL 2,640 0,311 CAR 0,022 NIM 0,183 Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 Sig. 1,906 0,127 -0,526 1,385 -2,444 0,181 0,023 0,056 -0,103 -0,395 0,697 0,211 0,190 0,866 0,396 350 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 Mengacu pada data uji t dalam tabel yang mengindikasikan bahwa angka thitung disajikan, memperlihatkan dampak signifikan yang didapatkan adalah -0,395 < ttabel masing-masing dari NPL. CAR, dan NIM, sebesar 2,080. Sementara itu, nilai baik dalam individual dan terkait dengan signifikansinya 0,697 > 0,05. Maka ROA secara parsial. dari itu, menunjukkan bahwa CAR Hasil pengujian t statistik kepada NPL (X. ROA mengindikasikan bahwa angka thitung Hasil pengujian t statistik terhadap yang didapatkan adalah -2,444 > ttabel sebesar 2,080. Sementara itu, nilai mengindikasikan bahwa angka thitung signifikansinya 0,023 < dari 0,05. Maka yang didapatkan adalah 0,866 < ttabel dari itu, mengindikasikan bahwa NPL sebesar 2,080. Sementara itu, nilai memengaruhi dengan negatif yang signifikansinya 0,396 > 0,05. Maka signifikan terhadap ROA. dari itu, menunjukkan bahwa NIM Hasil pengujian t statistik terhadap CAR NIM (X. secara signifikan tidak berpengaruh (X. terhadap ROA. Uji F (Simulta. Tabel 7. Hasil Uji F Model Regression Residual Total Sum of Squares 11,835 9,865 21,700 Mean Square 3,945 0,470 8,398 Sig. Sumber: Hasil Olah SPSS Versi 26 Temuan dari uji F yang diilustrasikan dalam ROA secara simultan. tabel di atas mengindikasikan nilai F hitung sebesar 8,398. Nilai terhitung ini akan dinilai HASIL DAN PEMBAHASAN terhadap nilai Ftabel yang bersumber dari tabel Pengaruh NPL Terhadap ROA distribusi F dengan tingkat signifikansi 5%. Temuan menunjukkan bahwa. Fhitung 8,398 > Ftabel 3,07 memengaruhi variabel Return on Assets dan signifikansinya 0,001 < 0,05. Maka, dari (ROA) secara parsial. Dapat dinyatakan penelitian ini dapat ditarik kesimpulannya bahwa H1 diterima. Oleh karena itu, kenaikan NPL dapat berimplikasi negatif menunjukkan bahwwa NPL. CAR dan NIM terhadap Bank Mandiri, karena nilai NPL memengaruhi dengan signifikan terhadap Performing Nilai Ftabel yaitu sebesar 3,07. Hasil pengujian Net Loan (NPL) 351 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 2 Juni 2025 penurunan kinerja bank. Seiring dengan melainkan faktor lain mungkin memiliki meningkatnya jumlah kredit bermasalah dampak yang lebih signifikan terhadap dalam suatu bank, hal ini berdampak negatif tingkat profitabilitas Bank Mandiri. Artinya, setiap penurunan atau kenaikan NIM tidak dalam menghasilkan pendapatan dari kredit selalu menyebabkan fluktuasi dalam tingkat yang disalurkan, sehingga keuntungan yang profit perusahaan. Penelitian ini didukung ROA oleh penelitian terdahulu yaitu Nufus & Terdapat Munandar . dan Dewi . memperkuat pengujian hipotesis ini, yaitu Pengaruh NPL. Terhadap ROA Maulana et al. dan Hartiwi . Temuan analisis mengindikasikan variabel Adequacy Ratio (CAR) memengaruhi variabel ROA secara parsial. Maka, dapat dinyatakan bahwa H2 ditolak. Temuan walaupun bank mempunyai modal besar, belum tentu modal tersebut digunakan secara Ada kemungkinan jika bank terlalu selektif dalam mengakibatkan dampak yang kecil pada Dan NIM Hasil pengujian yang telah dijalankan. Pengaruh CAR Terhadap ROA Capital CAR. Terdapat terdahulu yang mendukung temuan penelitian ini, yaitu Saputra & Angriani . dan mengindikasikan bahwa variabel X, yaitu NPL. CAR, dan NIM secara bersamaan mempengaruhi secara simultan terhadap variabel Y, yaitu ROA. Dengan begitu. Secara keseluruhan baik NPL. CAR, dan NIM memiliki peranan yang sangat penting untuk dioperasikan dengan optimal supaya Bank Mandiri bisa meningkatkan kemampuannya dalam memperoleh laba jangka panjang meningkatkan posisi pasar Bank Mandiri, dapat dilihat dalam ROA yang lebih tinggi. Terdapat kajian sebelumnya yang memiliki Grilseda & Riyadi . temuan serupa, yaitu Supeno & Aminudin . dan Fanny et al. Pengaruh NIM Terhadap ROA Temuan analisis mengindikasikan variabel Net Interest Margin (NIM) memengaruhi secara parsial pada variabel Return on Asset (ROA). Dengan demikian, bisa dinyatakan bahwa H3 telah ditolak. Ini NIM pergerakan profitabilitas Bank Mandiri. KESIMPULAN Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Non-Performing Loan (NPL) secara statistik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengembalian aset (ROA) di PT. Bank Mandiri (Perser. Tbk, hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat 352 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS NPL Vol. Nomor 2 Juni 2025 profitabilitas perusahaan, karena kenaikan Sementara itu. Capital Adequacy Ratio (CAR) terbukti tidak memberikan pengaruh ROA, mencerminkan bahwa kekuatan modal belum profitabilitas, sehingga keberadaan modal yang besar tidak secara langsung berdampak pada kinerja keuangan. Namun demikian, variabel NPL. CAR, dan Net Interest Margin (NIM) berpengaruh signifikan terhadap ROA bersama-sama memiliki peran dalam menentukan kinerja profitabilitas bank meskipun secara individual tidak semuanya menunjukkan pengaruh yang Dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,480, dapat disimpulkan bahwa model mampu menjelaskan 48% fluktuasi ROA, dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA