Bimbingan Belajar Matematika dan Membaca bagi Siswa di Desa Damar Makmur Kecamatan Tualan Hulu Andra*. Abad Jaya Zega Sekolah Tinggi Teologi Injil Arastamar (SETIA) Jakarta Email Koresponden: andreasamdra@gmail. Submit: 25-10-2024 Review: 21, 22-11-2024 Direvisi: 03-02-2025 Diterbitkan: 30-08-2025 Keywords: elementary, math, reading, students. Kata Kunci: bimbingan belajar, membaca, siswa SD p: ISSN: 2723-7036 e-ISSN: 2723-7028 A 2025. The Authors. License: Open Journals Publishing. This work is licensed under the Creative Commons Attribution License. https://jurnal. id/index. php/pkm/index Abstract This tutoring program aims to improve the reading and mathematics skills of elementary school students in Damar Makmur Village. Tualan Hulu District. Central Kalimantan, who face difficulties in formal learning. Limited time at school and parentsAo busy schedules in the world of work mean that students need additional lessons. The program lasts for six months with a total of 72 sessions which include interactive teaching methods, initial tests, and regular evaluations to assess student progress. In its implementation, students are tutored for free at the GKSI Hosiana manse, with a study schedule three times a week. Evaluation results show significant improvements, where reading scores increased from 60 to 95, and mathematics scores from 55 to 100. This program succeeded in building studentsAo self-confidence and encouraging their interest in With community support and parental involvement, it is hoped that this program can continue to improve the quality of education in the Keywords: Tutoring. Mathematics. Reading, and Elementary School Students. Abstrak Program bimbingan belajar ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan matematika siswa Sekolah Dasar di Desa Damar Makmur. Kecamatan Tualan Hulu. Kalimantan Tengah, yang menghadapi kesulitan dalam pembelajaran formal. Terbatasnya waktu di sekolah seta kesibukan orang tua dalam dunia kerja sehingga siswa membutuhkan pelajaran tambahan. Program berlangsung selama enam bulan dengan total 72 sesi yang mencakup metode pengajaran interaktif, tes awal, serta evaluasi berkala untuk menilai perkembangan Dalam pelaksanaannya, siswa dibimbing secara gratis di pastori GKSI Hosiana, dengan jadwal belajar tiga kali seminggu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana nilai membaca meningkat dari 60 menjadi 95, dan nilai matematika dari 55 menjadi Program ini berhasil membangun kepercayaan diri siswa dan mendorong minat belajar mereka. Dengan dukungan masyarakat dan keterlibatan orang tua, program ini diharapkan dapat berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selama menempuh pendidikan tentu saja banyak ilmu-ilmu yang begitu penting dipelajari selama masa belajar. Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat kompleks dan melibatkan berbagai pihak khususnya keluarga, sekolah dan masyarakat, sebagian lingkungan yang dikenal sebagai tripusat pendidikan (Kusuma & Daien, 1. Pendidikan sudah menjadi budaya dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Pendidikan bukan hanya mencakup lingkungan keluarga, masyarakat tetapi juga negara. Kualitas pendidikan dapat terlihat dari kemajuan sebuah negara. Negara yang maju tentu saja dipengaruhi oleh sebuah pendidikan yang baik (Metzger. Bruce M. Kesuksesan dalam sebuah infrastruktur yang baik bukan hanya oleh kemajuan ekonomi tetapi juga kualitas tenaga kerja dalam membangun sebuah negara. Kemampuan intelektual seseorang menempuh pendidikan dapat meningkatkan kualitas hidup Sekolah adalah lembaga yang dirancang khusus untuk mendidik dan mengembangkan potensi peserta didik, menjadi tempat di mana pengetahuan dan kreativitas bertemu (KHAIR, 2021. Sebagai lembaga formal, sekolah memegang peran penting dalam membimbing peserta didik untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia di sekitar mereka. Di sinilah siswa dapat berkreasi, bertukar ide, dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan tanpa batas, menjadikan sekolah sebagai laboratorium pembelajaran yang dinamis. Namun, keberhasilan proses belajar ini sangat bergantung pada peran guru, yang berfungsi sebagai mentor dan fasilitator. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berusaha memahami kebutuhan dan minat peserta didik, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dan menjadi lebih efektif. Dengan analisis yang cermat, guru dapat merancang metode pengajaran yang tidak hanya menarik minat siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif. Hasilnya, sekolah menjadi tempat yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup yang diperlukan di masa depan. Pendidikan nasional secara umum memiliki tujuan dan fokus pada pengembangan peserta didik, pembentukan karakter, memberi pemahaman peradaban bangsa untuk memberikan kemampuan dalam mengerti tujuan hidup (Huitt. William. Pendidikan memiliki tujuan yang sangat mulia agar manusia memiliki adab, cerdas, mandiri dan saling menghormati satu sama lain sesuai dengan Pancasila. Pendidikan memiliki struktur yang terorganisir dengan baik dan berjenjang, dimulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga ke jenjang perguruan tinggi (Kanti Dkk Setiap tahapan pendidikan dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang semakin mendalam sesuai perkembangan mereka. Namun, di setiap tingkatannya, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, pasti ada tantangan yang harus dihadapi. Tidak jarang, siswa mengalami kesulitan dalam mencapai nilai yang sesuai standar, atau merasa lambat dalam memahami materi yang Masalah-masalah seperti ini bukanlah hal yang asing, karena semua lembaga pendidikan, tanpa memandang tingkatannya, pasti menghadapi tantangan dalam proses Bimbingan Belajar Matematika A (Andra & A. Zeg. belajar-mengajar. Meski demikian, tantangan inilah yang membuat pendidikan semakin dinamis, mendorong inovasi dalam metode pengajaran serta menciptakan kesempatan bagi siswa untuk terus berkembang. Masalah yang muncul dalam dunia pendidikan seringkali tidak dapat dipisahkan dari kemauan dan motivasi setiap pelajar. Setiap individu memiliki keunikan dalam memahami dan merespons pembelajaran, tergantung pada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada siswa yang datang ke sekolah dengan motivasi hanya untuk bertemu teman, bermain, atau bahkan karena terpaksa, sementara beberapa mungkin menghadapi tantangan mental sejak lahir. Faktor eksternal seperti masalah keluarga, tekanan ekonomi, atau kurangnya fasilitas yang memadai di sekolah juga dapat memengaruhi semangat siswa untuk belajar, membuat mereka enggan hadir ke sekolah atau berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Selain di sekolah siswa juga membutuhkan dukungan dari orang tua saat di rumah dan orang lain di sekitarnya untuk memperlengkapi kekurangan dirinya. Sekolah membimbing Siswa sangat terbatas. Dalam pengajar Siswa diberikan petunjuk dalam memahami dan menyelesaikan masalah secara baik dan benar. Mengontrol dan menasihati adalah hal yang semestinya dimiliki seorang guru untuk siswa agar memiliki sikap yang hormat terhadap guru dan orang tua. Guru kelas memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik (Burbules & Hansen, 2. agar bisa membaca dan berhitung sejak menembus pendidikan. Kemampuan membaca dan matematika merupakan ilmu yang sangat penting bagi Ilmu matematika dan membaca sudah ada sejak menempuh TK sampai perguruan tinggi sekalipun. Ilmu matematika berkaitan dengan kemampuan dalam berhitung serta logika dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Selain itu juga kemampuan dalam membaca tidak kalah penting dengan berhitung. Jika seorang ingin memahami dan mengerti sebuah kalimat tentu saja dasarnya harus bisa membaca sebuah Ilmu matematika dan membaca adalah sebuah ilmu yang sangat penting bagi kehidupan manusia saat ini (Jayanthi, 2. Selain penting, ilmu matematika dan membaca sering sebagian orang sulit untuk mempelajarinya padahal merupakan ilmu yang sangat penting dan berguna dalam segala aspek kehidupan (Kringelbach et al. , 2. Sebagian siswa sering mengalami kendala khususnya waktu belajar sekolah yang terbatas sehingga membuat mereka membutuhkan pembimbing dan pembelajaran tambahan di luar sekolah formal. Tidak kurang kemungkinan siswa memilih kursus dan bimbingan belajar. Untuk menjawab kebutuhan mereka, bahkan mereka rela membayar dengan harga yang mahal. Hal yang serupa juga terjadi di semua daerah yang ada di Indonesia khususnya di desa Damar Makmur. Desa ini merupakan desa yang terletak di Kalimantan tengah, kecamatan Tualan Hulu yang merupakan daerah trans tempat pemukiman warga untuk bekerja dan Desa ini dikelilingi oleh PT besar seperti HSL (Hutan Sawit Lestar. dan BHL. Di desa Damar Makmur, kelapa sawit menjadi sumber penghasilan utama yang menopang kehidupan masyarakat. Kesibukan orang tua yang bekerja dari pagi hingga malam adalah bagian dari tanggung jawab mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik bagi yang telah berkeluarga maupun yang masih lajang. Namun, rutinitas ini Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 seringkali mengorbankan waktu berkualitas bersama anak-anak. Di tengah hiruk-pikuk pekerjaan, mereka terpaksa merelakan momen-momen berharga yang seharusnya dihabiskan bersama. Malam hari menjadi satu-satunya kesempatan untuk berkumpul, tetapi seringkali lelah akibat bekerja seharian mengurangi kualitas interaksi tersebut. Menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kebersamaan dengan keluarga menjadi tantangan tersendiri, yang memerlukan perhatian dan upaya lebih agar ikatan keluarga tetap terjaga meskipun dalam kesibukan yang padat. Kesibukan yang menyita waktu seringkali menjadi penghalang bagi orang tua dalam memberikan bimbingan yang optimal kepada anak-anak mereka (Sembiring, 2. Dengan tuntutan pekerjaan dan berbagai aktivitas sehari-hari, tidak jarang orang tua merasa tertekan dan terbatas dalam meluangkan waktu untuk mendampingi proses belajar anak. Kondisi ini mendorong anak-anak untuk belajar secara mandiri, berusaha mencari cara untuk memahami materi tanpa bimbingan yang memadai. Sementara di sekolah, waktu yang tersedia pun terbatas, sehingga anak-anak harus menghadapi tantangan belajar sendirian, terkadang tanpa adanya dukungan atau arahan yang diperlukan (Mustari. Mohamad. Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, agar anak-anak dapat terus berkembang meskipun dengan keterbatasan yang ada. Seorang siswa atau anak tentu saja memerlukan bimbingan belajar dari orang tua bahkan orang lain. Hal ini dikarenakan tidak semua anak bisa belajar secara mandiri di rumah apakah itu membaca maupun berhitung. Siswa lebih akan lebih cepat jenuh jika tidak ada pembimbing saat belajar sendiri. Dalam keadaan demikian siswa lebih memilih menggunakan waktu mereka bermain bersama teman-temannya dari pada belajar. Oleh sebab itu penting bimbingan belajar untuk menjawab kebutuhan mereka. Bimbel atau yang sering disebut bimbingan belajar adalah kegiatan belajar tambahan dari orang tua atau orang lain sekalipun di luar jam sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sebuah tugas maupun materi (Tari & Hutapea, 2. Dalam kesibukan terkadang orang tua kewalahan dalam membimbing anak mereka tentu saja orang tua mengharapkan yang terbaik bagi anaknya agar dapat belajar secara maksimal. Dalam bimbingan belajar, biaya sering menjadi hambatan bagi sebagian siswa untuk berpartisipasi, menyebabkan mereka kehilangan kesempatan penting untuk berkembang (Pembelajaran et al. , 2. Padahal, peningkatan kemampuan berhitung dalam Matematika dan keterampilan membaca adalah aspek krusial yang berperan besar dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat betapa vitalnya kedua kemampuan ini, sangat penting untuk menyediakan program bimbingan belajar gratis khusus untuk Matematika dan Membaca, agar setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan tumbuh tanpa terbebani oleh kendala finansial. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kesulitan siswa dalam memahami konsep dasar matematika serta meningkatkan keterampilan membaca. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi capaian akademik siswa, baik dari aspek internal seperti motivasi dan minat belajar. Bimbingan Belajar Matematika A (Andra & A. Zeg. maupun eksternal seperti lingkungan keluarga dan fasilitas pendidikan. Selain itu, penelitian ini bertujuan merancang dan menerapkan program bimbingan belajar yang efektif dan sesuai dengan kondisi lokal untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaan program dan memberikan rekomendasi kepada sekolah serta pihak terkait agar program bimbingan belajar dapat berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Desa Damar Makmur. Fokus pada penelitian ini adalah menguraikan program pelaksanaan bimbingan belajar kepada anakanak di Desa Damar Makmur. METODE PELAKSANAAN Bimbingan belajar atau bimbel ini terletak di Desa Damar Makmur. Kecamatan Tualan Hulu. Kabupaten Waringin Timur. Kalimantan Tengah. Kegiatan bimbingan Anakanak Sekolah Dasar dilakukan di pastori gereja GKSI Hosiana Damar Makmur. Metode yang pelaksanaan berdasarkan langkah-langkah berikut: pertama sosialisasi program Bimbel melalui Gereja GKSI Hosiana untuk merekrut yang akan bergabung dalam program Bimbel ini. Kedua. Fokus kegiatan pada anak yang sudah bergabung ke dalam program Bimbel ini. Ketiga, program pengabdian masyarakat ini dilakukan secara terbuka bagi siapa pun yang mau ikut serta yang masih menempuh pendidikan sekolah dasar, setiap anak-anak yang mengikuti bimbingan belajar wajib membawa peralatan belajar sendiri bahkan kebutuhan mereka seperti air minum, buku, pulpen, penghapus, mistar dan lain-lain sesuai dengan jadwal pelajaran. Keempat, pelaksanaan bimbingan belajar secara gratis kepada semua peserta tanpa terkecuali. Kelima, bimbingan belajar dilaksanakan tiga kali dalam satu Minggu pada hari Senin. Sabtu dan Minggu, pukul 14. Adapun tahapan kegiatan bimbingan belajar antara lain. Tahap persiapan (Adolph, 2. , pada tahapan ini beberapa kegiatan yang harus dilakukan survei tempat dan kesediaan fasilitas dalam kegiatan bimbingan belajar, melakukan sosialisasi kepada orang tua melalui gereja GKSI dan sekolah. Tahap pelaksanaan, dalam melaksanakan dalam bimbingan belajar ini adalah saya sendiri sebagai pengajar baik itu matematika maupun membaca, di waktu yang sama, pelaksana kegiatan ini menyesuaikan tingkat kemampuan masing-masing baik dalam berhitung maupun membaca. Selain itu semua siswa yang mengikuti kegiatan ini tidak perlu mengeluarkan biaya selama belajar. Saya berharap bimbingan belajar ini bisa terus berlanjut melalui setiap mahasiswa yang akan menggantikan saya di kemudian hari. Sasaran dan fokus bimbingan belajar adalah kepada seluruh siswa yang ada di Desa Damar Makmur keseluruhan dengan tujuan agar dapat terus berjalan dengan memanfaatkan sumber daya dari mahasiswa PKL. Tahap evaluasi adalah penyusunan laporan ini menyesuaikan tingkat keberhasilan yang telah ada selama proses bimbingan belajar dalam rangka PKM. Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan bimbingan belajar matematika dan membaca pada tahun 2024 menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Damar Makmur. Berlokasi di pastori GKSI Hosiana, kegiatan ini berlangsung di tengah suasana yang hangat dan mendukung, membuat para peserta merasa nyaman untuk belajar. Selama enam bulan penuh, dimulai dari tanggal 01 April hingga 31 November, kegiatan bimbingan belajar ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan siswa secara intensif. Dalam seminggu, sesi-sesi belajar ini akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggali lebih dalam ilmu pengetahuan dasar yang sangat penting bagi perkembangan mereka. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga untuk membangun rasa percaya diri dan kecintaan terhadap belajar di kalangan anak-anak. Proses bimbingan belajar ini berlangsung selama 72 kali pertemuan dengan Materi yaitu matematika dan membaca tingkat sekolah dasar. Waktu dan tempat pelaksanaan bimbingan belajar di pastori GKSI Hosiana pada hari Senin. Sabtu dan Minggu, pukul 14. 00 sampai 16. Setiap siswa akan melakukan proses tes untuk mengetahui kemampuan masing-masing dalam berhitung dan membaca (Ubabuddin. Pengujian secara satu persatu dengan tujuan agar mengetahui kemampuan setiap siswa agar memudahkan dalam memberikan materi Setelah tahap sosialisasi selesai, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi persiapan untuk memastikan semua fasilitas mendukung kegiatan bimbingan belajar dengan optimal. Dalam proses ini, berbagai fasilitas disediakan untuk memenuhi kebutuhan siswa dan siswi, mulai dari materi pembelajaran yang relevan hingga alat tulis, papan tulis, meja, dan kursi yang nyaman. Semua kebutuhan ini dibiayai secara mandiri, dengan dukungan beberapa fasilitas yang sudah ada sebelumnya. Dengan semua persiapan yang matang, kami siap mengundang seluruh siswa yang telah bergabung dalam program bimbingan belajar untuk mengikuti 72 pertemuan yang berlangsung selama enam bulan penuh. Ini adalah kesempatan berharga bagi mereka untuk belajar dan berkembang dalam lingkungan yang kondusif dan mendukung. Berikut panduan mengajar efektif untuk program bimbel di desa Damar Makmur sebagai berikut: penilaian awal kemampuan siswa, tes individu dilakukan untuk menilai kemampuan dasar siswa dalam berhitung dan membaca. Siswa kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan untuk memastikan materi pembelajaran sesuai Tahap ini membantu menyesuaikan metode mengajar agar lebih efektif. Penyusunan Kurikulum dan Jadwal Terstruktur, materi pembelajaran matematika dan membaca dibagi ke dalam 72 sesi selama enam bulan. Pendekatan bertahap diterapkan, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut, matematika: penjumlahan, pengurangan, pecahan, dan soal cerita. Membaca: Huruf dan kata dasar, kalimat sederhana, hingga membaca cerita pendek. Jadwal belajar ditetapkan pada Senin. Sabtu, dan Minggu pukul 14:00Ae 16:00 untuk memastikan kegiatan berlangsung teratur dan sistematis. Metode interaktif dan variatif, pembelajaran dilakukan melalui permainan berhitung, membaca cerita Bimbingan Belajar Matematika A (Andra & A. Zeg. bersama, diskusi, dan penggunaan alat bantu visual seperti papan tulis atau media digital (Miranti, 2. Metode ini dirancang untuk menjaga minat siswa dan meningkatkan pemahaman dengan pendekatan yang beragam. Monitoring dan evaluasi berkala, evaluasi dilakukan setiap minggu melalui kuis kecil atau aktivitas belajar. Hasil evaluasi digunakan untuk menyesuaikan metode pengajaran bagi siswa yang membutuhkan bantuan tambahan. Tes tengah program dan tes akhir digunakan untuk mengukur perkembangan dan keberhasilan siswa secara keseluruhan. Fasilitas belajar yang Optimal, lingkungan belajar yang kondusif disediakan, meliputi ruang kelas yang nyaman, bersih, serta fasilitas seperti papan tulis, alat tulis, dan bahan ajar yang memadai. Tes akhir dan refleksi, mencakup seluruh materi yang dipelajari selama enam bulan. Hasilnya digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan program dan memberikan umpan balik kepada siswa serta orang tua. Pelibatan orang tua dan komunitas, orang tua dilibatkan sejak awal melalui sosialisasi program. Mereka didorong untuk memotivasi anak agar aktif dalam pembelajaran, mendukung keberhasilan program melalui peran eksternal. Pengelolaan waktu yang efisien, setiap sesi dirancang dengan agenda jelas: pembukaan . , inti pelajaran . , dan penutupan . Ini memastikan waktu pembelajaran digunakan secara produktif. Dengan langkah-langkah ini, program bimbel diharapkan mampu meningkatkan kemampuan akademik sekaligus membangun rasa percaya diri siswa. Bimbingan belajar ini difokuskan khusus untuk siswa dan siswi SD Damar Makmur, dengan harapan dapat memberikan dampak positif pada perkembangan akademis mereka. Selama enam bulan, peserta akan mengikuti serangkaiaan kegiatan sebanyak 72 kali pertemuan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam berhitung dan membaca. Keberhasilan program ini akan diukur melalui tes di akhir sesi, yang akan menilai sejauh mana siswa dan siswi mampu menyerap materi yang telah Di bawah ini, kami sajikan tabel hasil tes yang menunjukkan tingkat pemahaman dan penguasaan materi bimbingan belajar selama enam bulan, sebagai gambaran nyata dari pencapaian mereka. Tabel 1: Hasil tes Materi bimbingan belajar Membaca Matematika Tes awal Tes akhir Gambar 1 perolehan nilai belajar Gambar 1 menampilkan hasil pencapaian siswa dan siswi setelah mengikuti proses pembelajaran intensif selama 6 bulan, baik dalam mata pelajaran matematika maupun Dari tes akhir ini, dapat diukur sejauh mana mereka mampu menyerap materi Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 yang telah diberikan selama 72 sesi pertemuan bimbingan belajar. Kegiatan ini berlangsung di pastori GKSI Hosiana yang menjadi tempat bagi para siswa untuk belajar dan berkembang. Gambar 2. Rumah pastori GKSI HOSIANA Gambar 2 menampilkan rumah Pastori GKSI Hosiana di Desa Damar Makmur, tempat berlangsungnya kegiatan bimbingan belajar. Ruangan yang cukup luas dan Di pastori ini memungkinkan para siswa dan siswi mengikuti pembelajaran dengan baik. Selama proses bimbingan, peserta menunjukkan antusias dan keterlibatan yang tinggi hingga akhir sesi. Suasana belajar yang seimbang antara serius dan santai, diselingi dengan canda tawa, membantu menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Hal ini membuat peserta merasa lebih nyaman dan dapat menikmati setiap arahan dengan lebih terbuka. Gambar 3. Peserta bimbingan belajar matematika dan membaca Bimbingan Belajar Matematika A (Andra & A. Zeg. Kegiatan bimbingan belajar untuk meningkatkan kemampuan setiap peserta dalam membaca dan berhitung, dalam proses pembelajaran peserta akan diberikan materi matematika yang belum mereka pahami atau Kurang mereka mengerti saat di sekolah, demikian juga dalam meningkatkan kemampuan membaca para peserta (Jemadi. Setiap peserta akan melalui tes terlebih dahulu untuk memudahkan dan mengetahui letak kekurangan peserta tersebut (Magdalena, 2. Gambar 4. Pelaksana kegiatan bimbingan belajar Pada gambar ke 4, merupakan proses pembelajaran matematika sekaligus membaca (Madu. Bagi siswa telah menyelesaikan pembelajar matematika dengan cepat dan benar maka selanjutnya peserta tersebut akan lanjut untuk membaca sesuai arahan dari pembimbing. Terlihat para peserta sangat menikmati proses berlangsung pembelajar dalam waktu dua jam. Semangat serta minat yang kuat membuat mereka merasa lebih percaya diri saat belajar. Gambar ke 5 tes akhir bimbingan belajar Jurnal PkM Setiadharma Volume 6 Nomor 2. Agustus 2025 Gambar ke 5 merupakan tes akhir dari proses bimbingan belajar selam 72 kali Dari hasil tes akhir dapat mengetahui sejauh mana peserta dapat memahami dan menyerap setiap materi bimbingan belajar matematika dan membaca. Melalui tes akhir setiap siswa telah melalui ujian juga secara lisan. Pengujian secara lisan untuk memastikan bahwa peserta bimbingan belajar sudah benar-benar memahami materi selama mengikuti bimbingan belajar. Melalui bimbingan belajar ini mereka sangat senang dan menikmati pembelajaran dari awal sampai akhir. Tabel ke2. peningkatan hasil belajar peserta bimbingan belajar dari awal sampai akhir Tabel 2 menampilkan peningkatan hasil belajar peserta bimbingan belajar dari awal hingga akhir proses pembelajaran. Pada tes awal, rata-rata peserta memperoleh nilai 55 untuk Matematika dan 60 untuk Membaca. Namun, setelah melewati rangkaian bimbingan yang intensif, hasil tes akhir yang dilaksanakan pada 31 November 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan nilai 95 untuk Membaca dan 100 untuk Matematika. Pencapaian ini tentu sangat memuaskan, tidak hanya bagi saya sebagai pengajar, tetapi juga bagi para peserta yang telah berusaha keras mencapai hasil Hasil ini menggambarkan betapa efektifnya program bimbingan belajar yang telah dijalani. KESIMPULAN Artikel pengabdian kepada masyarakat ini menguraikan pelaksanaan program bimbingan belajar matematika dan membaca di Desa Damar Makmur. Kecamatan Tualan Hulu, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa Sekolah Dasar yang mengalami kesulitan memahami pelajaran di sekolah formal. Program ini berlangsung Bimbingan Belajar Matematika A (Andra & A. Zeg. selama 6 bulan dengan total 72 pertemuan. Metode yang digunakan meliputi perekrutan peserta, pengajaran yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, dan evaluasi hasil Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa, di mana nilai tes akhir membaca mencapai 95 dan matematika 100, dibandingkan nilai awal masing-masing 60 dan 55. Program ini terbukti efektif tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membantu siswa mengembangkan sikap positif terhadap belajar. Program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh tenaga pendidikan di masa mendatang untuk mendukung keberlanjutan pendidikan di desa tersebut. DAFTAR PUSTAKA