Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 ANALISIS DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK REMAJA Putri Erika Ramadhani1 . Dra. Hj. Hetty Krisnani. Si2 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik putri16012@mail. 2hettykrisnani@yahoo. ABSTRAK Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan . uami-ister. , namun juga melibatkan anak khususnya yang memasuki usia remaja, perceraian merupakan beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada psikis. Reaksi anak terhadap perceraian orangtuanya, sangat dipengaruhi oleh cara orang tua berperilaku sebelum, selama dan sesudah perceraian. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, ataupun hasil penelitian sejenis yang telah dipublikasikan mengenai dampak perceraian orang tua terhadap anak remaja. Hingga saat ini dampak perceraian orang tua memang dapat memberikan dampak buruk bagi anak, baik fisik maupun psikologis anak. Sehingga perceraian memang perlu dipertimbangkan matang-matang, dan orang tua harus bisa memberikan pengertian yang baik kepada anak sehingga dapat mengurangi dan mengatasi dampak buruk pada anak pada saat perceraian terjadi. Tetapi fungsi keluarga untuk memberikan pengertian dan perhatian pada anak/remaja ternyata tidak berfungsi dalam kaitannya dengan kasus perceraian. Untuk mengatasi perlakuan salah tersebut, maka dalam praktik pekerjaan sosial, seorang pekerja sosial harus berupaya mewujudkan ketercapaian akan kesejahteraan bagi anak. Pekerja sosial dapat melakukan proses pertolongan sesuai dengan tahapan pertolongan pekerjaan sosial, pekerja sosial memberikan layanan konseling, serta pekerja sosial memberikan layanan konseling keluarga. Kata kunci : Remaja , perceraian , orangtua , psikologis ABSTRACK Divorce is not only an impact to the concerned, but also involves children, especially those entering adolescence, divorce is an individual burden to the child so that it affects the psychic. The child's reaction to the divorce of its parents, is heavily influenced by the way parents behave before, during and after divorce. The method in writing this article uses literature studies. The study of literature is secondary data conducted by beginning to seek literature study from various literatures such as books, scientific journals, articles, or similar research results that have been published regarding the impact of divorce of parents To teenage Until now, the impact of parents ' divorce can adversely affect children, both physical and So the divorce does need to be considered mature, and parents should be able to give a good understanding to the child so as to reduce and overcome the adverse effects on the child at the time of divorce Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 But the family function to provide understanding and attention in children/adolescents is not functioning in relation to divorce cases. To overcome such mistreatment, in the practice of social work, a social worker must strive to realize the welfare of the children. Social workers can do the relief process in accordance with the social job relief phases, social workers provide counseling services, as well as social workers to provide family counseling services. Keywords: teens, divorce, parenting, psychological PENDAHULUAN Salah satu pihak selingkuh. Suami tidak memberi nafkah . ahir dan bati. Perceraian dapat diartikan sebagai berakhirnya dalam jangka waktu lama. suatu hubungan suami dan istri yang diputuskan Pada tahun 1996 George Levinger (Moh. Mahfud. oleh hukum atau agama . karena sudah tidak 2006:. , menyusun 12 kategori keluhan yang ada saling ketertarikan, saling percaya dan juga menyebabkan terjadinya perceraian: sudah tidak ada kecocokan satu sama lain Karena sehingga menyebabkan ketidakharmonisan dalam . Dalam Priyana waktu dirumah dan tidak adanya kedekatan emosional dengan anak dan pasangannya. Masalah keuangan . enghasilan yang diterima Tidak setia, seperti punya kekasih lain dan sering berzina dengan orang lain. Keutuhan Ketidakcocokan dalam masalah hubungan keluarga tentu menjadi dambaan bagi siapapun seksual dengan pasangan, seperti enggan atau sering menolak melakukan senggama dan tidak Namun kerena permasalahan yang bisa memberikan kepuasan. dihadapi oleh pasangan suami istri, perceraian Sering mabuk. dapat dijadikan sebagai sebuah katub pengaman. Perceraian kata-kata kasar yang menyakitkan. Pasanganya sering berteriak atau mengeluarkan kembang jiwanya. Adanya penyiksaan fisik terhadap pasangan. Secara psikologis anak yang kedua orang tuanya Tidak kebutuhan rumah tangga tidak cuku. rasionalitas, stabilitas emosional dan sosiabilitas. bercerai mengalami resiko terhadap seperti jarang pulang kerumah, tidak ada kepastian normal maupun abnormal dan mencakup beberapa kewajiban terhadap rumah tangga dan anak, seseorang yang berkaitan dengan mental baik Adanya keterlibatan atau campur tangan dan tekanan social dari pihak kerabat pasangan. memenuhi salah satu atau beberapa alasan yang Sering muncul kecurigaan, kecemburuan dan sah, bahwa suami istri tidak dapat hidup rukun lagi. ketidakcocokan dengan pasangannya. Ada beberapa alasan orang bercerai. Alasan perceraian pada umumnya adalah sebagai berikut: Sudah tidak cocok. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 Berkurangnya perasaan cinta, sehingga jarang nyata merupakan bahan pelajaran yang akan diserap anak. Mendidik anak, yaitu mengajarkan karakter kebersamaan diantara pasangan. Adanya yang baik dan mendisiplinkan anak berperilaku tuntutan yang dianggap terlalu berlebihan sehingga pasangannya menjadi tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan. sabar, tidak ada toleransi dan dirasakan terlalu Dalam keluarga anak akan memilki figure ayah dan Faktor penyebab terjadinya perceraian ibu yang seimbang serta memiliki hubungan adalah faktor pendidikan, faktor usia dalam emosional yang lebih kuat dengan ayah-ibunya. Jika ayah-ibu sering berdialog dengan anak, ayah- perselingkuhan, faktor campur tangan orang tua ibu akan dihormati anak. Semakin besar dukungan dalam rumah tangga dan faktor perselisihan atau ayah-ibu pada anak akan semakin tinggi perilaku pertengkaran (KDRT). positif anak. Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang Dengan tidak memperhatikan anak, menyebabkan anak tidak terpacu semangatnya. Terlebih pada melibatkan anak khususnya yang memasuki usia anak-anak yang menginjak usia remaja, mereka remaja (Aminah. Andayani, dan Karyanta, 2. Perhatian orang tua kepada anak merupakan hal kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. yang sangat penting. Pengembangan karakter Disilah peran mantan suami dan istri dalam anak merupakan upaya yang perlu melibatkan mengesampingkan permasalahan antara keduanya semua pihak, baik keluarga inti maupun keluarga baik yang terjadi sebelum dan sesudah perceraian. akek-nene. , sekolah, masyarakat dan Dengan Menurut Gunadi (Character Building halaman . , tiga peranan utama ayah-ibu dalam Perceraian merupakan beban tersendiri mengembangkan karakter anak, antara lain : bagi anak sehingga berdampak pada psikis. Seperti . uami-ister. , perasaan malu, sensitif, dan rendah diri hingga menarik diri dari lingkungan. Hal-hal yang biasanya Tanpa ketenteraman, akan sulit bagi anak ditemukan pada anak ketika orangtuanya bercerai adalah rasa tidak aman, tidak diinginkan atau mengalami hambatan dalam pertumbuhan ditolak oleh orangtuanya yang pergi, sedih dan Ketegangan atau kesulitan adalah kesepian, marah, kehilangan, merasa bersalah, menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab orang Berkewajiban tua bercerai. karakter anak. Menjadi panutan positif bagi anak sebab anak Bagaimana anak bereaksi terhadap perceraian belajar terbanyak dari apa yang dilihatnya, orangtuanya, sangat dipengaruhi oleh cara orang bukan dari apa yang didengarnya. Karakter tua berperilaku sebelum, selama dan sesudah orang tua yang diperlihatkan melalui perilaku Anak akan membutuhkan dukungan, kepekaan, dan kasih sayang yang lebih besar untuk Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 membantunya mengatasi kehilangan yang dialami anak dengan orangtua dapat berpengaruh negtif selama masa sulit setelah orang tuanya bercerai (Ningrum, 2. Keluarga sangat dibutuhkan perannya Salah perceraian yang terjadi dalam sebuah keluarga membentuk suatu kepribadian positif anak. Kondisi (Hurlock, 2. keluarga yang tidak harmonis akan membuat anak Beberapa remaja yang orangtua bercerai dan belum dapat menerima perceraian orangtuanya keluarganya yang bercerai disertai dengan tindak akan memiliki keinginan yang sangat besar untuk mewujudkan keluarga menjadi normal kembali terputusnya ikatan pernikahan dinamik secara dengan membujuk agar kedua orangtuanya rujuk. hukum dan permanen yang dapat mempengaruhi Pada pertumbuhan psikologis seseorang. Perceraian sering dipandang sebagai sebuah katub pengaman tindakan merugikan diri sendiri karena merasa gagal menyatukan kedua orangtuanya kembali. mantan suami atau bekas istri. Tetapi banyak Adanya berbagai reaksi pada remaja terhadap kasus yang terjadi dalam keluarga yang telah penerimaan individu terhadap perceraian (Aminah. Terlebih Perceraian cara-cara Andayani & Karyanta, 2. terhadap kondisi psikologis dan ekonomis anak. Remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak METODE ke dewasa yang mencakup aspek biologi, kognitif dan perubahan sosial yang berlangsung antara 10- Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan 19 tahun dan belum kawin. Batasan usia remaja studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder menurut WHO adalah 12 sampai 24 tahun. Monks yang dilakukan dengan diawali mencari kajian mengatakan bahwa masa remaja dapat dibagi kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, menjadi tiga kelompok usia, yaitu: . Remaja jurnal ilmiah, artikel, ataupun hasil penelitian awal . sia 12-15 tahu. Remaja pertengahan . sia 15-18 tahu. Remaja akhir, berkisar dampak perceraian orang tua terhadap anak pada . sia 18-21 tahu. Pada masa ini individu mulai merasa stabil. Mulai mengenal dirinya, mulai PEMBAHASAN memahami arah hidup, dan menyadari tujuan hidupnya (Ningrum, 2. Remaja merupakan Kasus Mengenai Anak Remaja yang Orang Tuanya Bercerai pembentukan keperibadiannya. Ketika orang-tua Seorang remaja berusia 20 tahun berisinisal SF dan anak memiliki hubungan yang positif dan yang orang tuanya bercerai kurang lebih sudah 4 adaptif maka akan membantu remaja dalam SF anak ke 2 dari 4 bersaudara, kakaknya pencapaian tugas perkembangan yang optimal. sudah berkerja , adik-adiknya masih usia sekolah Sebaliknya hubungan yang tidak harmonis antara SF menceritakan bahwa ayahnya memang Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 bekerja sebagai nahkoda untuk suatu pabrik limbah, jadi ayahnya bisa pulang untuk menemui anak-anaknya hanya 1 tahun sekali , tetapi 2 tahun pendekatan/ perhatian, dan kesempatan untuk setelah bercerai ayah SF tidak pernah menanyakan terlibat dalam pengalaman positif yang dapat kabar via telpon atau pun pesan singkat . SF menumbuhkan dan mengembangkan kehidupan merasa sedih dan ketika SF melihat kehidupan mental yang sehat. Sedangkan menurut Katz yang teman-teman dekat disekitarnya yang orangtuanya dikutip oleh Muhidin . menjelaskan jika utuh , merasakan perhatian full dari seorang ayah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi anak . SF hanya bisa menahan semua kesedihan, adalah hubungan orangtua dan anak yang sehat kekesalan sendiri. Ayah SF lepas tanggung jawab dimana kebutuhan anak seperti perhatian dan kepada SF dan adik-adiknya . SF menceritakan juga ibunya bekerja keras sebagai single parents dorongan, dan pemeliharaan harus dipenuhi oleh bekerja di pabrik demi memenuhi kebutuhan anak- Selain itu. Hunttman . alam Huraerah. Terkadang SF mempunyai keinginan 2. merinci kebutuhan anak menjadi 10, yaitu: , untuk menyatukan kembali orangtuanya karena . Kasih sayang orangtua. kasihan kepada ibu dan adik-adiknya yang masih . Stabilitas emosional. kecil , tetapi kadang ada perasaan tidak ingin . Pengertian dan perhatian. memikirkan ayahnya lagi sampai kapanpun. Lalu . Pertumbuhan kepribadian. pada saat hari lebaran . SF berkunjung ke rumah . Dorongan kreatif. nenek dari ayahnya yang ternyata ayahnya pulang . Pembinaan kemampuan intelektual dan tetapi tidak sendiri , ayahnya mengenalkan keterampilan dasar. seorang perempuan baru , disitu SF merasa sangat . Pemeliharaan kesehatan. benci kepada ayahnya bahkan tidak mau mengenal . Pemenuhan kebutuhan makanan, pakaian, ayahnya lagi. SF mengatakan untuk bertanggung tempat tinggal yang sehat dan memadai. jawab saja tidak, malah mengenalkan perempuan . Aktivitas rekreasional yang konstruktif dan baru kepada SF. Sesudah kejadian itu kurang lebih . Pemeliharaan, 6bulan setelahnya, kakak SF tiba-tiba bercerita mendekatkan kakaknya dengan perempuan baru Orangtua harus memenuhi kebutuhan dasar anak nya, tetapi kakak SF menjawab telponnya hanya dengan sebaik-baiknya supaya pertumbuhan dan dengan berbicara sedang tidak mau di ganggu. perkembangan anak secara fisik, psikis, intelektual Dan perasaan SF untuk sangat membenci ayahnya maupun sosialnya berlangsung dengan baik. Kasus semakin besar. pelanggaran akan pemenuhan kebutuhan anak Kebutuhan Anak Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar yang mau tidak mau harus dipenuhi. Menurut Brown dan pertumbuhan kepribadian. Swanson . alam Muhidin, 2. menyatakan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Dampak Perceraian Pada Anak Perceraian Hal: 109 - 119 Juli 2019 kekuasaan orang tua berakhir dan berubah Bapak bertanggung jawab atas semua biaya menjadi AuperwalianAy . Subekti 1992:44. pemeliharaan dan pendidikan yang diperlukan Mereka yang putus perkawinan karena perceraian anak, bilamana bapak dalam kenyataannya tidak memperoleh status perdata dan kebiasaan sebagai dapat memenuhi kewajiban tersebut, pengadilan memutuskan ibu ikut memikul biaya tersebut. Pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas perkawinan, menjadi bekas suami berstatus duda suami untuk memberikan biaya penghidupan dan menjadi bekas istri menjadi janda. dan/atau menentukan suatu kewajiban bagi bekas . keduannya bebas melangsungkan perkawinan dengan pihak lain dengan ketentuan pihak mantan Dampak terhadap anak bila pasangan suami istri istri sudah melewati masa iddah, yang bercerai sudah mempunyai anak yaitu . kedua belah pihak diperkenakan menikah dampak psikologisnya, apabila anak tersebut masih kecil maka tidak baik terhadap perkembangan jiwa bertentangan dan dilarang oleh Undangundang si anak, misalnya dalam bergaul dengan teman (Moh. Mahfud, 2006:. Bila anak berumur kurang dari 11 Menurut Leslie, trauma yang dialami anak karena perceraian orang tua berkaitan dengan kualitas pengadilan, sedangkan anak yang berumur lebih hubungan dalam keluarga sebelumnya. Apabila dari 11 tahun maka anak tersebut berhak memilih anak merasakan adanya sendiri atau menentukan sendiri akan ikut siapa. kebahagiaan dalam kehidupan rumah sebelumnya maka mereka akan Anak-anak dalam keluarga yang bercerai kurang meraskan trauma yang sangat berat. Sebaliknya mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari bila anak merasakan tidak ada kebahagiaan orang tuanya, sehingga mereka merasa tidak kehidupan dalam rumah, maka trauma yang aman, mudah marah, sering merasa tertekan dihadapi anak sangat kecil dan malah perceraian . , bersikap kejam atau saling mengganggu dianggap sebagai jalan keluar terbaik dari konflik orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap terus menerus yang terjadi antara ayah dan ibu ( binatang ( hewa. , menunjukkan kekhawatiran O Ihromi, 2004:. dan kecemasan, dan merasa kehilangan tempat Menurut Undang-undang No 1 tahun 1974 tentang berlindung dan tempat berpijak. Dikemudian hari perkawinan, pasal 41 disebutkan : akibat putusnya dalam diri mereka akan membentuk reaksi dalam perkawinan karena perceraian ialah : bentuk dendam dan sikap bermusuh dengan dunia Baik ibu atau bapak tetap berkewajiban Anak-anak tadi mulia menghilang dari rumah, memelihara dan mendidik anak-anaknya, bilamana lebih suka bergelandang dan mencari kesenangan ada perselisihan mengenai hidup di tempat lain. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 disayangi, dilindungi rasa aman dan dihargai telah tereduksi bersamaan dengan peristiwa perceraian disfungsi, mempunyai resiko yang lebih besar orang tuanya. Keluarga yang tidak harmonis, tidak untuk bergantung tumbuh kembang jiwanya stabil atau berantakan . roken hom. isal, kepribadian anti socia. dibandingkan anak- faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak yang dibesarkan dalam keluarga yang anak yang tidak sehat. Aspek-aspek yang berkaitan harmonis dan utuh atau sakinah. Salah satu ciri dengan kepribadian itu sendiri antara lain : Karakter, yaitu konsekuen tidaknya dalam Menurut Dadang Hawari anak-anak Perceraian tersebut ternyata memberi dampak tidaknya dalam memegang pendirian atau kepribadian anak. Dalam penelitian ahli seperti: MC Dermott. Moorison Offord dkk. Sugar. Westman . Temperamen, yaitu disposisi reaksi seseorang dan Kalter yaitu bahwa remaja yang orang tuanya atau cepat lambatnya mereaksi terhadap bercerai cenderung menunjukan: . berperilaku rangsangan yang datang dari lingkungan. mengalami depresi. Sikap, yaitu sambutan terhadap objek . rang, hubungan seksual secara aktif. kecenderungan terhadap obat-obat terlarang (Syamsu Yusuf LN, bersifat positif, negative atau ambivalen . agu- 2009:43-. Perasaan . Stabilitas Emosional, yaitu kadar kestabilan Akibat perceraian akan sangat dirasakan adalah : reaksi emosional terhadap rangsangan dari (Kondisi ini anak merasa diabaikan , kesepia. Seperti Kualitas hubungan dengan orang tua menurun tersinggung, marah, sedih atau putus asa. Responsibilitas, . nak lebih menutup diri untuk membatasi hubungan dengan orang tu. menerima resiko dari tindakan atau perbuatan Membenci Orang tua yang dilakukan. Rasa tidak aman Sedih yang mendalam berkaitan dengan hubungan interpersonal. Kesepian Seperti pribadi yang terbuka atau tertutup. Marah/kesal kemampuan berkomunikasi dengan orang lain Menyendiri (Syamsu Yusuf, 127:2. Sosiabilitas. Perasaan tersebut yang dapat menyebabkan Hubungan interpersonal dalam keluarga yang perubahan pada kondisi kepribadian remaja. patologis atau tidak sehat telah memberikan Remaja kontribusi yang sangat besar terhadap sikap mental seseorang. keputusan, apakah akan mengikuti ayah atau ibu. Dalam penelitian Leslie menunjukan bahwa lebih dari separuh anak yang berasal dari keluarga yang tidak bahagia, memandang perceraian sebagai Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 solusi yang terbaik. Sedangkan anak-anak dari tersebut karena ia merasa apabila orang tuanya menikah lagi, ia akan merasa tersisihkan dan tidak dipedulikan lagi. menyatakan kesedihan dan bingung menghadapi perceraian orang tuanya. Dampak negatif atau buruk lebih dialami anak-anak yang orang tuanya Pertolongan Untuk Dampak Perceraian Pada Anak Leslie mengungkapkan bahwa anak-anak Dukungan sosial yang dibutuhkan remaja adalah yang orang tuanya bercerai sering hidup menderita orang tua. Pengasuhan yang dilakukan oleh orang khususnya dalam hal keuangan dan secara emosional kehilangan rasa aman (Moh. Mahfud, keduanya . rang tua-ana. Rohner mengatakan 2006:. Anak-anak yang orang tuanya faktor yang memengaruhi hubungan orang tua dan bercerai umumnya merasa malu dan menjadi anak adalah pengasuhan yang dipenuhi kasih inferior terhadap anak-anak yang lain. Gluecks sayang dan kehangatan. Hasil penelitian Lila, menyakini bahwa perceraian juga turut memberi Garcia, kontribusi terhadap tingkat delikuensi dikalangan pengasuhan orang tua yang dipenuhi kehangatan Temuan Gluecks tidak jauh berbeda dan kasih sayang berhubungan positif dengan perkembangan anak. Eunjung menambahkan, pada keluarga yang mengalami perceraian dan berasal dari keluarga yang tidak harmonis yang memiliki tekanan yang mengakibatkan depresi dan orang tuanya bercerai (Moh. Mahfud, 2006:. stres baik ayah maupun ibu berpengaruh positif Adakalanya anak-anak secara terang-terangan tehadap perilaku pengasuhan penolakan . , pengabaian, dan perasaan tidak sayang (Asilah tuanya, mulai melawan atau memberontak, sambil dan Hastuti, 2. Sebagian remaja yang di asuh melakukan perbuatan kriminal baik terhadap orang dan tinggal dengan salah satu orang tuanya tua maupun terhadap dunia luar yang kelihatan tidak ramah baginya. Sehingga anak merasa penuh menyenangkan, hal ini membuat remaja menjadi dengan konflik batin serta mengalami frustasi murung dan tidak mampu menerima kenyataan selain itu anak juga memiliki perasaan peka dari bahwa orang tuanya telah bercerai, remaja juga pada anak-anak yang lain, disebabkan perasan malu, minder, dan merasa kehilangan. pendapat juga merasa malu dengan keadaanya. Secara psikologi setelah perceraian orang tua akan hal ini mengakibatkan remaja sulit bergaul dengan merasa bersalah terhadap anak-anak mereka, sehingga mereka memanjakannya. Akibatnya anak merasa bahwa orang tuanya adalah merasa milik mereka sendiri dan sulit membuatnya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan disekitarnya. Hal tersebut terlihat ketika salah satu Pekerja sosial dengan anak merupakan sebuah anggota ingin membuat anggota baru, maka anak pelayanan yang dilakukan untuk membantu anak tersebut akan menolak dan menentang keras hal agar dapat meningkatkan keberfungsian sosialnya. anak-anak Browning Gracia Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Pekerja ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 . Memberikan fasilitas interaksi dengan sistem- meningkatkan kemampuan anak dalam memenuhi sistem sumber. Mempengaruhi kebijakan sosial. kemampuan anak dalam menjalankan peran sesuai dengan status dan tahap perkembangannya, serta sumber material. mampu meningkatkan kemampuan anak dalam Peranan pekerja sosial anak memecahkan masalahnya. Dalam bekerja dengan anak, seorang pekerja sosial harus mendasarkan . intervensinya kepada kepentingan terbaik untuk Sebagai enabler, seorang pekerja sosial anak membantu individu-individu, kelompok-kelompok. Sebagaimana yang disebutkan dalam Konvensi dan masyarakat dalam mengakses sistem sumber Hak Anak PBB pada tahun 1989 dikutip oleh Buttler & Roberts . 4: . , bahwa: AuIn all actions concerning children, whether undertaken by public or private social welfare . Peran sebagai perantara . Memeratakan Sebagai authorities or legislative bodies, the best interests Peran of the child shall be a primary consideration. Ay individu-individu. Yang artinya dalam semua tindakan tentang anak- masyarakat dengan lembaga pemberi pelayanan anak, apakah dilakukan oleh lembaga-lembaga publik atau swasta kesejahteraan sosial pengadilan Pemberdayaan Masyarakat serta Pemerintah, agar hukum, pemerintah maupun badan legislatif, dapat memnberikan pelayanan kepada individu- Didalam peran dan fungsi pekerja sosial dengan (Heru Sukoco, kelompok-kelompok. Dinas kelompok-kelompok pertimbangan utama. Sosial 1995:22-. menjelaskan fungsi dan peran pekerja sosial . Peran sebagai pendidik . sebagai berikut: Dalam menjalankan peran sebagai educator. Fungsi Pekerja sosial anak kemampuan menyampaikan informasi dengan baik menggunakan kemampuannya secara efektif untuk dan benat serta mudah diterima oleh individu- individu, kelompok-kelompok, dan masyarakat Membantu tugas-tugas memecah masalah-masalah sosial yang mereka yang menjadi sasaran perubahan. Peran sebagai tenaga ahli . Mengkaitkan orang Dalam kaitannya sebagai expert, pekerja sosial dengan sistem-sistem dapat memberikan masukan, saran, dan dukungan Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 Vol. 2 No: 1 Hal: 109 - 119 Juli 2019 informasi dalam berbagai area . ndividu-individu. Anak beserta keluarga terdekat korban diharapkan kelompok-kelompok dan masyaraka. terlibat aktif dalam proses intervensi yang akan . Peran sebagai perencanaan sosial . ocial dilakukan, supaya mampu mencapai tujuan yang Dalam kasus yang dialami korban Seorang social planner, mengumpulkan data berinisial SF, pekerja sosial dapat melakukan mengenai masalah sosial yang dihadapi individu- individu, kelompok-kelompok, dan masyarakat. Peran sebagai fasilitator memberikan layanan konseling, serta Peran pekerja sosial sebagai fasilitator, dalam sosial memberikan layanan konseling keluarga. peran ini berkaitan dengan menstimulasi atau Semua upaya tersebut melibatkan berbagai pihak mendukung masyarakat. Peran ini dilakukan untuk untuk turut serta aktif antara lain klien, keluarga, masyarakat, dan pekerja sosial. individu, kelompok-kelompok dan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA