ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 HUBUNGAN RIWAYAT PERSALINAN DENGAN TINGKAT KEJADIAN PLASENTA PREVIA PADA IBU YANG BERSALIN DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN PERIODE 2019-2022 Ferry Daniel Martinus1. Kasih Purwati2. Tanisya Firlya3 AFakultas Kedokteran Universitas Batam, ferrydanielmartinus@univbatam. AFakultas Kedokteran Universitas Batam, kasihpurwati@univbatam. AFakultas Kedokteran Universitas Batam, tanisyafirlyaa@gmail. ABSTRACT Background: Women with placenta previa are at increased risk of antepartum hemorrhage, which can be harmful to both mother and fetus. One factor that can influence the occurrence of placenta previa is trauma to the uterus, such as that caused by a cesarean sectio Methods: The method used in this study was an observational analytic with a Case-Control design conducted at Budi Kemuliaan Hospital Batam in January. The determination of the number of control and case samples used the Kelsey formula, with a total of 84 samples, with each group consisting of 42 patients. Bivariate analysis was performed to determine the Relationship Between Delivery History and the Incidence of Placenta Previa, as well as the value or magnitude of the Odds Ratio. Results: The results of this study showed that delivery history is associated with the incidence of placenta previa. The Chi-Square statistical test results showed a p-value of 014 . <0. with an Odds Ratio of 3. 100 (OR>. Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is a relationship between delivery history and the incidence of placenta previa at Budi Kemuliaan Hospital Batam. The risk of placenta previa in caesarean section is three times higher compared to normal deliveries. Keywords: Delivery History. Placenta Previa,Pregnant Women ABSTRAK Latar Belakang: Ibu yang menderita plasenta previa beresiko meningkatkan terjadinyapendarahan antepartum yang dapat membahayakan baik ibu dan janin. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya plasenta previa yakni adanya trauma pada uterus seperti akibat prosedur sectio caesarea. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain Case-Control yang dilakukan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam pada bulan Januari. Penentuan jumlah sampel kontrol dan kasus menggunakan rumus Kelsey dengan didapatkan total 84 sampel dengan masing-masing kelompok berjumlah 42 pasien. Analisis Bivariat dilakukan guna mengetahui Hubungan Riwayat Persalinan dengan Tingkat Kejadian Plasenta Previa serta nilai atau besaran dari Odds Ratio. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa riwayat persalinan memiliki hubungan dengan tingkat kejadian plasenta previa. Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan niali p 0,014 . <0,. dengan Odds Ratio sebesar 3,100 (OR>. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara riwayat persalinan dengan tingkat kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dengan tingkat resiko terjadinya kasus tiga kali lebih beresiko pada persalinan sectio Kata kunci: Riwayat Persalinan. Plasenta Previa,Ibu Hamil Universitas Batam Batam Batam Page 164 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 PENDAHULUAN Kematian ibu dilaporkan selama 2020 terjadi setiap 2 menit menurut WHO, dan setiap harinya pula terdapat hampir 800 wanita meninggal karena hal yang dapat dicegah terkait gestasi dan partus. Sekitar 287. meninggal selama kehamilan dan persalinan pada tahun 2020. Wilayah Afrika Sub-Sahara dan Asia Selatan menyumbang sekitar 87% . pada perkiraan kematian ibu global Kematian ibu ini disebabkan komplikasi selama atau sesudah kehamilan dan persalinan, komplikasi yang menjadi penyebab hampir 75% dari kematian ibu Perdarahan berat . ntepartum, intrapartum, postpartu. , infeksi, tekanan darah tinggi pada saat hamil, persalinan yang terdapat komplikasi, dan aborsi yang tidak aman (WHO, 2. Di Indonesia sendiri Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan jauh dari target global. Indonesia sendiri mempunyai target untuk menurunkan Angka Kematian Ibu yang ditentukan Sustainable Development Goals (SDG. 2030 yaitu sekitar 210 per 100. kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian ibu yang tercatat yaitu seperti gangguan . ,1%), pendarahan obstetric . endarahan antepartum, . ,03%) komplikasi non-obstetrik . ,7%), komplikasi obstetric lainnya . ,04%), infeksi yang berkaitan dengan kehamilan . ,06%) dan penyebab lain . ,81%) (Permenkes 2. Sementara itu menurut Profil Kesehatan Kepri . distribusi jumlah kematian ibu pada tahun 2019 di Batam sendiri menyumbang angka yang besar yakni sekitar 23 kasus paling besar diantara kabupaten/kota Penyebab kematian ibu di Kepulauan riau sendiri didominasi oleh pendarahan . %). Hipertensi . %), dan sebab lainnya . %) (Dinkes Kepri, 2. Pendarahan sebagai sebab dari kematian ibu dapat terjadi kapan saja dalam kehamilan jika terdapat kelainan. Umumnya pendarahan Universitas Batam Batam Batam sering terjadi pada trimester ketiga atau antepartum dan setelah melahirkan atau Hal ini tentunya sangat membahayakan apabila terjadi dan tidak mempengaruhi ibu dan bayi. Salah satu penyebab pendarahan antepartum adalah plasenta previa (Sakinah. Sebayang dan Dewi. Plasenta previa sendiri prevalensinya di dunia sekitar 5. 2 dari 1000 kehamilan dan didapatkan nilai tertinggi pada benua asia yaitu 2 dari 1000 kehamilan diikuti berikutnya oleh Eropa . 6 per 1000 kehamila. Amerika utara . 9 per 1000 kehamila. dan Afrika . 7 per 1000 kehamila. (Cresswell, 2. Di Indonesia sendiri plasenta previa terjadi sekitar 1 diantara 200 persalinan atau berkisar 2,4%3,56% dari seluruh kehamilan (Hero, 2. Pendarahan pula merupakan akibat utama dari plasenta previa dimana 15-20% kematian ibu di Indonesia akibat pendarahan antepartum terutama plasenta previa (Sakinah. Sebayang dan Dewi, 2. Plasenta previa adalah dimana plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim plasenta sepenuhnya menutupi os serviks disebut juga plasenta previa komplit atau berlokasi dekat dengan os serviks atau sebagian menutupi os serviks disebut plasenta previa sebagian (Crum, et al. Penyebab dar i terjadinya plasenta previa sejauh ini masih belum diketahui pasti, namun pada beberapa penelitian menerangkan bahwa faktor yang dapat menjadi penyebab ialah vaskularisasi mukosa rahim pada kehamilan yang tidak adekuat yang menyebabkan radang ataupun atrofi. Faktor resiko yang menjadi penyebab hal tersebut paritas dan umur, hypoplasia endometrium, endometrium yang rusak akibat partus yang berulang-ulang, post-operasi atau sectio ceasarea, akibat hal-hal yang disebutkan korpus luteum lambat bereaksi sehingga endometrium belum memadai untuk menerima konsepsi atau perlengketan plasenta. Page 165 Ukuran plasenta yang cukup besar ini bertumbuhlah hingga ke ostium uteri eksterna (Rahmania and Purnamawarti 2. Seorang ibu dapat melahirkan dengan cara pervaginam ataupun perabdomen apabila pervaginam tidak memungkinkan. Sectio caesarea adalah istilah yang digunakan untuk prosedur pembedahan untuk mengeluarkan konsepsi dari rahim. Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan bahwa tindakan persalinan dengan metode sectio caesarea sebesar 1015% pada setiap negara. Namun, tercatat pula dalam penelitian terbaru bahwa terjadi peningkatan drastis pada seluruh dunia sekitar 21% peningkatan ini tidak seharusnya terjadi karna setiap prosedur operasi memiliki resiko bahkan prosedur operasi ini juga dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan berikutnya (WHO,2. Di Batam atau tepat nya di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam pada tahun 2022 terdapat perbedaan signifikan pula pada jumlah persalinan spontan dan persalinan sectio caesarea pada tahun tersebut terdapat 19 pasien persalinan spontan dan 331 pasien dengan sectio caesarea sebagaimana yang tercatat di rekam medik. Metode persalinan ini bisa menjadi faktor resiko bagi ibu untuk mengalami kelainan plasenta dibandingkan ibu dengan persalinan pervaginam (Yeni et al. Pada penelitian yang dilakukan dr. Matalliotakis persentasi kejadian plasenta previa meningkat pada pasien dengan riwayat sectio caesarean (SC) yakni dari 50 wanita riwayat sectio ceasara 54% . dengan lebih dari dua kali SC mengalami plasenta previa, 46% . dengan satu kali sectio caesarea mengalami plasenta previa (Matalliotakis, et Didukung pula oleh penelitian oleh Karimah, sekitar 87,5 % . mengalami plasenta previa mempunyai riwayat sectio caesarea sebelumnya (Karimah. Analisis faktor resiko yang dilakukan mursalim pula didapatkan sectio ceasera dan umur ibu berpengaruh terhadap kejadian Universitas Batam Batam Batam plasenta previa dengan p-value 0. (Mursalim 2. Namun, terdapat beberapa perbedaan pendapat pula dimana Widia dkk, memaparkan bahwa tidak terdapat hubungan plasenta previa dengan riwayat sectio ceasarea ibu dan mendapatkan bahwa multiparitas dan usia ibu lebih mempengaruhi (Husain. Wagey and Suparman 2. Berdasarkan beberapa kontroversi dimana terdapat perbedaan output dibeberapa peneliti terkait riwayat persalinan sebagai salah satu faktor resiko plasenta previa, juga data yang menunjukkan tingkat kematian ibu yang masih tinggi akibat pendarahan terutama akibat plasenta previa maka peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Riwayat Persalinan dengan Tingkat Kejadian Plasenta Previa di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam Periode 2019-2022 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan desain penelitian case control. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunkan data sekunder berupa rekam Populasi yang termasuk dalam penelitian ini ialah ibu yang bersalin pada tahun 2019-2022 yang tercatat pada rekam medis Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam yang berjumlah 1. 099 pasien persalinan. Total sampel yang digunakan sebanyak 84 sampel dan dibagi menjadi 2 kelompok, 42 pasien penderita plasenta previa dan 42 pasien tidak plasenta previa. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Riwayat Persalinan pada Kelompok Kasus Tabel 1. Kelompok Case Riwayat Frekuensi Persentase Persalinan . (%) Tidak Spontan (Sectio 73,8% Caesare. Persalinan 26,2% Spontan Total Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kelompok kasus, didapatkan responden Page 166 dengan persalinan sectio caesarea sebesar 31 responden . %) dan persalinan spontan 11 responden . ,2%) pada kelompok kasus. Distribusi Frekuensi Riwayat Persalinan pada Kelompok Kontrol dan 42 sampel kontrol didapatkan responden dengan riwayat persalinan tidak spontan atau sectio caesarea pada kelompok kasus sebesar 31. ,8%) dan pada riwayat persalinan spontan sebesar 11. ,2%). Ibu dengan riwayat persalinan melalui metode sectio caesarea atau C-section menyebabkan terbentuk jaringan fibrinoid, skar atau jaringan desidua yang menipis sehingga plasenta yang akan berimplantasi melebar atau menempel pada bagian bawah segmen bawah uteri untuk mencukupi nutrisi janin (Timor-Tritsch, et al. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan oleh Mursalim dkk . dimana didapatkan pula hasil bahwa riwayat persalinan dengan sectio caesarea lebih berpengaruh daripada dengan faktor resiko lain seperti riwayat paritas dan riwayat gemelli (Mursalim, et al. Didalam Balkan Journal of Medical Genetics . juga didapatkan hasil bahwa dari 76 kasus insiden plasenta previa 50 . %) merupakan ibu yang mempunyai riwayat persalinan dengan sectio caesarea. Tabel 2. Kelompok Control Riwayat Frekuensi Persentase Persalinan . (%) Tidak Spontan (Sectio 47,6% Caesare. Persalinan 52,4% Spontan Total Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kelompok kasus, didapatkan pada kelompok kontrol didapatkan responden dengan persalinan sectio caesarea sebesar 20 responden . ,6%) dan persalinan spontan 22 responden . ,4%). Pada hasil penelitian ini pada tabel 1 tentang distribusi frekuensi riwayat persalinan dengan kejadian plasenta previa didapatkan bahaw dalam penelitian ini dari sebanyak 84 sampel, yang dibagi dalam 42 sampel kasus Analisis Bivariat Hubungan Riwayat Persalinan Dengan Tingkat Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu Yang Bersalin Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Periode 2019-2022 Tabel 3. Hubungan Riwayat Persalinan Dengan Tingkat Kejadian Plasenta Previa Pada Ibu Yang Bersalin Kasus Kontrol Riwayat Persalinan P-Value OR (CI 95%) Persentase Persentase (%) (%) Persalinan tidak spontan 73,8% 47,6% atau sectio caesarea 3,100 Persalinan Spontan 26,2% 52,4% ,240-7,. Total Berdasarkan tabel 3 hasil analisa terkait hubungan antara riwayat persalinan dengan tingkat kejadian plasenta previa yakni sebesar 31 . ,8%) responden dengan persalinan tidak spontan atau sectio caesarea pada kelompok yang mengalami plasenta previa sedangkan responden dengan riwayat persalinan spontan pada kelompok plasenta previa sebesar 11 . ,2%). Uji statistik juga menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna dimana nilai P- Universitas Batam Batam Batam value sebesar 0. <0. , maka ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak, adanya hubungan antara riwayat persalinan dengan kejadian plasenta previa. Hasil uji juga menunjukkan nilai Odds Ratio sebesar 3. dimana hasil ini bermakna bahwa ibu dengan riwayat persalinan tidak spontan atau sectio caesarea memiliki resiko tiga kali lebih besar untuk mengalami plasenta Pada penelitian ini sesuai dengan teori yang menjelaskan bahwa riwayat tindakan Page 167 invasif seperti persalinan dengan sectio caesarea dapat meningkatkan kemungkinan plasenta previa dikarenakan terbentuknya jaringan fibrinoid atau jaringan skar atau tipisnya jaringan desidua basalis sehingga plasenta yang berimplantasi harus melalukan kompensasi dengan menempel pada bagian yang bervaskularisasi tinggi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin dan dengan begitu plasenta melebar ke daerah segmen bawah uteri bahkan menutupi jalan lahir (TimorTritsch, et al. Pada riwayat persalinan dengan sectio caesarea juga terjadinya proses penyembuhan yang dibantu oleh sel seperti makrofag, limfosit T, neutrofil dan leukosit untuk membantu strukturisasi kembali setelah proses pembedahan, namun apabila proses ini terganggu maka proses strukturisasi menjadi kurang sempurna menyebabkan kemungkinan akan terjadinya plasenta previa pada kehamilan berikutnya (Downes, et al. Penyebab kematian dari ibu sendiri Dimana plasenta previa sebagai salah satu penyebabnya. Salah satu faktor resiko yang tengah meningkat yaitu sectio caesarea yang meningkatkan 3 kali resiko terjadinya plasenta previa (Wahyu, et al. Hasil penelitian ini juga berkesimpulan sama dengan hasil penelitian Nurul Huda Mursalim dkk pada tahun 2021 dengan judul AuAnalisis Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Plasenta Previa di RSUD Batara Guru RS Hikmah Sejahtera Kabupaten Luwu Tahun 2018-2019. Ay Dimana didapatkan bahwa riwayat sectio caesarea memiliki hubungan dengan kejadian plasenta previa (P=0. 035<0. Selain riwayat persalinan ada faktor resiko lain yang dapat mempengaruhi terjadinya plasenta previa dimana pada penelitian ini didapatkan terdapat 11 responden yang tidak ada riwayat section caesarea namun menderita plasenta previa. Faktor resiko yang dapat mempengaruhi yakni seperti usia, riwayat kuretase, dan ibu dengan paritas tinggi. Universitas Batam Batam Batam Pada wanita yang hamil diusia diatas 35 tahun sebagian besar beresiko memiliki keadaan komorbid seperti obesitas, diabetes hipertensi yang keadaan menyebabkan kelahiran sectio caesarea, preeclampsia, diabetes gestasional, dan perdarahan obstetric (Sheen, et al. Pada teori lain juga dijelaskan bahwa pada wanita dengan usia >35 tahun secara fisiologi mengalami penurunan jumlah aliran pembuluh darah arteri pada uterus sehingga memungkinkan terjadinya plasenta previa karena plasenta melebar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin. Pelebaran atau pergeseran plasenta tersebut dapat hingga ostium uteri interna atau bahkan menutupi jalan lahir (Roustaei, et al. Pada penelitian sebelumnya juga didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dari usia terhadap terjadinya plasenta previa di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam (Ibrahim. Gagah dan Azarine 2. Selain itu pada wanita yang memiliki riwayat kuretase dan paritas tinggi atau melahirkan anak lebih dari satu. Kuretase adalah proses pengangkatan jaringan dalam Tindakan ini menggunakan alat kanula hisap untuk menghisap jaringan dan scarper untuk mebersihkan sisa jaringan pada tindakan ini tidak dipungkiri dapat terjadi kerusakan endometrium sehingga dapat terbentuk scar pada uterus sehingga menyebabkan plasenta yang berimplantasi menempel dan melebar kea rah ostium uteri interna hingga menutup jalan (Anderson-Bagga and Sze 2. Pada ibu dengan paritas tinggi dimana terdapat penurunan kualitas vaskularisasi akibat multiparitas atau desidua yang mengalami atrofi sehingga plasenta melebar untuk memenuhi vaskularisasi hingga ke segmen bawah uteri (Husain. Wagey & Suparman KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat persalinan dengan kejadian plasenta Distribusi frekuensi riwayat persalinan menunjukkan bahwa sebagian besar kasus Page 168 plasenta previa . ,8%) terjadi pada ibu dengan riwayat persalinan melalui metode sectio caesarea, sementara 26,2% terjadi pada ibu dengan riwayat persalinan spontan. Nilai p yang diperoleh . =0. menunjukkan adanya hubungan yang signifikan . <0. antara riwayat persalinan dan kejadian plasenta previa. Analisis Odds Ratio menunjukkan bahwa risiko terjadinya plasenta previa tiga kali lebih tinggi pada ibu dengan riwayat persalinan melalui sectio caesarea dibandingkan dengan persalinan spontan, dengan nilai OR sebesar 3. % CI: SARAN Peneliti berharap agar penelitian ini dapat menjadi tambahan wawasan bagi peneliti Serta untuk para ibu hamil yang hendak bersalin bahwa persalinan spontan atau normal merupakan persalinan fisiologis dan hanya melakukan section caesarea saat didapatkan indikasi medis. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan staff Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam yang telah memberikan izin dan bantuan selama penelitian ini dilakukan. DAFTAR PUSTAKA