Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PEMBERDAYAAN UMKM SELERAKU MELALUI PENERAPAN INOVASI MESIN SEALER UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING DAN KUALITAS PRODUK Aris Pujiyanto1. Ernes Septina Azizi2. Fitri Adi Setyorini3. Muhamad Solekan4. Anggi Fitria Cahyaningsih5 1,2,4,5 Fakultas Pertanian. Prodi Agribisnis. Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Hubungan Internasional. Universitas Jenderal Soedirman aris@unsoed. id, ernes. azizi@unsoed. id , 3fitri. adi@unsoed. solekan@unsoed. id, 5anggi. cahyaningsih@unsoed. ABSTRACT Seleraku MSME in Lengkong Village. Banjarnegara Regency, faces challenges in product packaging due to its reliance on manual methods that result in inconsistent, less durable, and inefficient packaging. This community engagement program aims to improve packaging quality and efficiency through the application of sealer machine technology and capacity building for MSME operators. The implementation methods include socialization, training, mentoring, and structured observation-based evaluation of packaging processes and The results indicate clear improvements in packaging quality, particularly in terms of tightness, uniformity, and durability after the use of the sealer machine. Production efficiency also increased, as reflected in faster packaging flow and fewer manual packaging errors. Additionally, the technical skills of MSME operators improved through hands-on training and continued mentoring. Overall, the program demonstrates that the integration of simple sealer technology effectively enhances packaging quality, production efficiency, and strengthens the competitiveness of Seleraku MSME products in the marketplace. Keywords: MSMEs, competitiveness, community empowerment. Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 ABSTRAK UMKM Seleraku di Desa Lengkong. Kabupaten Banjarnegara, menghadapi kendala pengemasan yang masih dilakukan secara manual sehingga menghasilkan kemasan yang kurang rapat, tidak konsisten, dan kurang mampu menjaga kualitas Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas dan efisiensi pengemasan melalui penerapan teknologi mesin sealer serta penguatan kapasitas pelaku UMKM. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi berbasis observasi terstruktur terhadap proses dan hasil pengemasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang jelas pada kualitas kemasan, dengan kerapatan, keseragaman, dan daya tahan kemasan yang lebih baik setelah penggunaan mesin sealer. Efisiensi proses produksi juga meningkat, ditandai dengan alur pengemasan yang lebih cepat dan penurunan kesalahan pengemasan manual. Selain itu, kemampuan teknis pengelola UMKM dalam mengoperasikan mesin sealer turut berkembang melalui pelatihan dan pendampingan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pengemasan dan mendukung daya saing produk UMKM Seleraku di pasar. Kata Kunci: UMKM, mesin sealer, pengemasan, daya saing, pemberdayaan masyarakat. Aris Pujiyanto. Ernes Septina Azizi. Fitri Adi Setyorini. Muhamad Solekan. Anggi Fitria Cahyaningsih Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 PENDAHULUAN UMKM Seleraku adalah salah satu usaha mikro yang bergerak dalam bidang produksi makanan ringan di Desa Lengkong. Kecamatan Rakit. Kabupaten Banjarnegara. Jawa Tengah. Desa Lengkong sendiri merupakan sebuah daerah yang mayoritas penduduknya mengandalkan sektor pertanian dan perikanan sebagai mata pencaharian utama. Meskipun demikian, belakangan ini mulai banyak masyarakat yang mencoba peruntungan dengan mendirikan usaha mikro, termasuk sektor pengolahan UMKM Seleraku memanfaatkan potensi lokal dengan menghasilkan berbagai jenis makanan ringan, seperti keripik singkong, peyek, dan jajanan khas daerah yang memiliki cita rasa unik dan khas. Dengan adanya usaha ini. UMKM Seleraku berkontribusi penting terhadap ekonomi desa, menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, dan turut meningkatkan pendapatan keluarga (Aliyah, 2022. Purba & Sucipto, 2019. Regif et al. , 2. Gambar 1. Berbagai Produk UMKM Seleraku Namun, meskipun UMKM Seleraku memiliki produk dengan potensi pasar yang cukup besar, mereka menghadapi sejumlah tantangan signifikan dalam mengembangkan usahanya. Menurut Pujiyanto et al. salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan dalam hal Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 penerapan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas Saat ini, proses produksi di UMKM Seleraku masih sangat bergantung pada metode manual, terutama dalam tahap pengemasan Meskipun produk makanan ringan yang dihasilkan memiliki cita rasa yang baik, proses pengemasan yang kurang efisien menjadi hambatan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Oleh karena itu, sangat diperlukan penerapan teknologi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pengemasan, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk di pasar yang semakin kompetitif (Kinding et al. , 2. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM Seleraku terletak pada aspek pengemasan produk. Pengemasan masih dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana sehingga tidak efisien dan menghasilkan kualitas kemasan yang kurang konsisten. Kemasan plastik polos yang digunakan saat ini tidak mampu memberikan perlindungan optimal bagi produk, terutama dari sisi ketahanan, kerapatan, dan daya tarik visual. Hal ini berdampak pada potensi penurunan kualitas produk selama distribusi maupun penyimpanan, sebagaimana ditegaskan oleh Budiarto et al. dan Pulungan et al. bahwa penggunaan kemasan yang tidak memadai dapat menurunkan mutu sensoris serta persepsi konsumen. Selain itu, kapasitas produksi UMKM Seleraku relatif terbatas, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1, yang memperlihatkan volume produksi dan spesifikasi pengemasan yang digunakan saat ini. Kondisi tersebut menjadi dasar penting untuk menganalisis kebutuhan peningkatan teknologi pengemasan guna meningkatkan kualitas produk dan keberlanjutan usaha. Aris Pujiyanto. Ernes Septina Azizi. Fitri Adi Setyorini. Muhamad Solekan. Anggi Fitria Cahyaningsih Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Tabel 1. Volume Produksi UMKM Seleraku Parameter Nilai / Informasi Kapasitas produksi per batch 10 kg Berat produk per kemasan 200 gram Plastik biasa . on-zipper, nonJenis kemasan Metode pengemasan Manual Tidak rapat, kurang menarik, tidak Potensi masalah tahan lama (Sumber: Data Primer diolah, 2. Kelemahan utama daya saing UMKM Seleraku berasal dari aspek pengemasan yang belum memenuhi standar pasar yang kompetitif. Pengemasan yang tidak efisien dan kurang menarik menyebabkan produk sulit bersaing dengan merek lain yang telah menggunakan desain lebih profesional dan teknologi kemasan modern. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat, kualitas kemasan menjadi faktor penentu yang memengaruhi persepsi konsumen dan keputusan pembelian (Resmi & Wismiarsi, 2. Ketidaksesuaian kemasan yang digunakanAibaik dari sisi estetika maupun kemampuan melindungi produkAimenjadi penyebab mendasar rendahnya daya tarik pasar UMKM Seleraku. Berbagai studi, termasuk Badri et al. , menegaskan bahwa peningkatan teknologi kemasan dapat meningkatkan nilai jual, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing produk. Oleh karena itu, perbaikan pengemasan bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi merupakan langkah strategis untuk mengatasi akar masalah rendahnya daya saing dan membuka peluang peningkatan profitabilitas. Gambar 2. Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Pengemasan Produk UMKM Seleraku Dengan Cara Menggunakan Sealer Manual Penerapan teknologi seperti mesin sealer dalam UMKM tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan aspek non-teknis. Teori adopsi teknologi menjelaskan bahwa keberhasilan penggunaan inovasi dipengaruhi oleh kemampuan pengguna untuk memahami dan mengoperasikan teknologi tersebut secara efektif, serta persepsi mereka terhadap manfaat dan kemudahan penggunaannya. Dalam konteks UMKM Seleraku, pelatihan menjadi elemen penting untuk memastikan teknologi baru dapat diadopsi secara optimal, sebagaimana ditegaskan oleh Martan et al. bahwa implementasi teknologi. Selain itu, teori pemberdayaan menekankan perlunya peningkatan kapasitas individu dan kelompok melalui proses pendampingan yang Pendampingan tidak hanya memastikan keberlanjutan penggunaan teknologi, tetapi juga memperkuat kemandirian pengelola UMKM dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan usaha. Hal ini sejalan dengan temuan Jumadi et al. , yang menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan Aris Pujiyanto. Ernes Septina Azizi. Fitri Adi Setyorini. Muhamad Solekan. Anggi Fitria Cahyaningsih Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 teknologi dalam aktivitas produksi. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan merupakan bagian integral dari strategi implementasi teknologi pengemasan, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, mempercepat proses produksi, serta meningkatkan daya tarik produk UMKM Seleraku di mata konsumen. Desa Lengkong, sebagai lokasi UMKM Seleraku, menghadapi keterbatasan akses teknologi dan pelatihan, meskipun memiliki potensi lokal dalam pengolahan pangan. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kapasitas produksi masyarakat dan tuntutan pasar yang semakin Salah satu gap utama terletak pada kualitas pengemasan, yang saat ini masih sederhana dan belum mampu mendukung daya saing produk secara optimal. Padahal, kemasan yang baik terbukti memberikan kontribusi terhadap peningkatan nilai jual dan daya tarik konsumen (Pasaribu et al. , 2. Dalam konteks tersebut, penggunaan teknologi sealer menjadi urgensi karena dapat meningkatkan kerapatan, higienitas, dan konsistensi kemasan. Teknologi memperbaiki kualitas produk UMKM Seleraku sekaligus menjadi masyarakat dan ekonomi lokal. Berdasarkan gap dan urgensi tersebut, program ini memiliki tujuan sebagai berikut: Meningkatkan kualitas dan efisiensi pengemasan produk melalui teknologi sealer. Meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan teknologi. Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PELAKSANAAN DAN METODE Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat untuk UMKM Seleraku akan dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur, yang mencakup sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi. Tahapan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pengelola UMKM Seleraku tentang manfaat dan cara kerja teknologi yang diterapkan dalam meningkatkan daya saing dan kualitas produk mereka. Tahap pertama dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah sosialisasi kepada pengelola UMKM Seleraku mengenai pentingnya penerapan teknologi tepat guna, seperti mesin . Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai teknologi yang akan diterapkan, serta menjelaskan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas produk dan efisiensi pengemasan. Kegiatan sosialisasi akan dilaksanakan melalui pertemuan kelompok yang melibatkan seluruh anggota UMKM Seleraku. Pada tahap ini, pengelola UMKM akan diberikan informasi mengenai perkembangan teknologi dalam industri makanan ringan dan bagaimana hal ini dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin Sebelum memasuki tahap pelatihan, dilakukan analisis mendalam terkait kondisi operasional UMKM Seleraku, khususnya pada proses pengemasan produk. Tim pengabdian akan berkoordinasi dengan pengelola UMKM untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi dalam proses produksi, seperti pengemasan yang kurang efisien. Analisis ini juga mencakup observasi langsung pada lokasi produksi, untuk memastikan bahwa teknologi yang diterapkan akan sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan operasional UMKM Seleraku. Aris Pujiyanto. Ernes Septina Azizi. Fitri Adi Setyorini. Muhamad Solekan. Anggi Fitria Cahyaningsih Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Tahap selanjutnya adalah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pengelola UMKM Seleraku dalam menggunakan teknologi yang telah dipilih, yaitu mesin sealer untuk pengemasan. Pelatihan ini akan mencakup teori dasar mengenai cara kerja mesin, fungsi masing-masing komponen, serta prosedur operasional standar (SOP) dalam penggunaannya. Selain itu, pelatihan juga akan fokus pada cara merawat mesin agar tetap dalam kondisi Pelatihan ini akan dilakukan oleh para ahli yang berpengalaman di bidang teknologi pengolahan makanan, dan peserta pelatihan akan diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung di lapangan. Dengan demikian, pengelola UMKM dapat memahami dan menguasai cara penggunaan mesin sealer secara mandiri. Setelah pelatihan, tahap berikutnya adalah pendampingan langsung selama penerapan mesin sealer di lapangan. Tim pengabdian akan terus memberikan pendampingan kepada pengelola UMKM Seleraku selama periode percobaan penerapan teknologi. Pada tahap ini, tim pengabdian akan memantau penggunaan mesin dan memberikan solusi bagi kendala yang mungkin timbul selama proses produksi. Pendampingan ini juga UMKM mengoperasikan mesin dengan efisien dan sesuai dengan standar yang telah Selain itu, tim akan membantu pengelola dalam memonitor hasil pengemasan untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan tetap Setelah penerapan teknologi dan pendampingan berlangsung selama beberapa waktu, tim pengabdian akan melakukan evaluasi untuk mengukur dampak penggunaan mesin sealer terhadap efisiensi pengemasan dan kualitas produk UMKM Seleraku. Evaluasi ini akan meliputi pengukuran kualitas produk, serta kapasitas produksi yang dihasilkan dengan Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 menggunakan teknologi baru. Berdasarkan hasil evaluasi ini, tim pengabdian akan memberikan rekomendasi penyesuaian atau perbaikan jika Proses evaluasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa teknologi yang diterapkan benar-benar memberikan hasil yang optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam proposal. Pada tahap lanjutan setelah evaluasi, metode pengabdian difokuskan pada penguatan keberlanjutan adopsi teknologi oleh pelaku UMKM. Pendekatan ini mengacu pada prinsip pemberdayaan yang menekankan peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat melalui proses pendampingan yang terstruktur. Oleh karena itu, setelah tahap evaluasi pemanfaatan teknologi sealer, kegiatan akan dilanjutkan dengan . pendampingan intensif untuk memastikan pelaku UMKM mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri, serta . penguatan kapasitas usaha melalui praktik manajemen produksi dan pengemasan yang sesuai standar kualitas sebagaimana dituntut pasar yang kompetitif (Pasaribu et al. Metode ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan penggunaan teknologi sekaligus memperkuat posisi UMKM Seleraku dalam rantai nilai produk olahan pangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di UMKM Seleraku berfokus pada penerapan teknologi mesin sealer untuk mengatasi masalah pengemasan yang selama ini dihadapi. Sebelum implementasi. UMKM Seleraku menggunakan metode pengemasan manual yang tidak efisien, yang berpotensi merusak kualitas produk dan memperlambat proses Dengan adanya mesin sealer, diharapkan pengemasan dapat dilakukan lebih rapat dan rapi, yang dapat meningkatkan daya tahan produk Aris Pujiyanto. Ernes Septina Azizi. Fitri Adi Setyorini. Muhamad Solekan. Anggi Fitria Cahyaningsih Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 serta estetika kemasan. Sebuah penelitian oleh Budiarto et al. menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pengemasan yang efisien dapat meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar yang semakin Penerapan mesin sealer diharapkan memberikan solusi yang cepat dan tepat guna untuk masalah pengemasan di UMKM Seleraku. Hasil memperpanjang masa simpan, dan meningkatkan nilai jual produk di pasar. Gambar 3. Sesi Pelatihan Penggunaan Mesin Sealer Luaran utama dari program ini adalah peningkatan kualitas pengemasan produk UMKM Seleraku. Evaluasi dilakukan melalui observasi terstruktur terhadap proses dan hasil pengemasan sebelum dan sesudah penerapan mesin sealer, menggunakan indikator sederhana seperti kerapatan kemasan, keseragaman penutupan, serta daya tahan kemasan selama penyimpanan. Hasil observasi menunjukkan perubahan nyata: kemasan yang sebelumnya tidak rapat dan mudah terbuka menjadi lebih konsisten, higienis, dan tahan lama setelah penggunaan mesin sealer. Selain itu, peningkatan kemampuan pengelola UMKM dalam mengoperasikan mesin sealer dinilai melalui penilaian kinerja langsung selama sesi praktik, meliputi ketepatan prosedur, kecepatan kerja, dan ketuntasan Peningkatan keterampilan ini terlihat dari berkurangnya Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 kesalahan pengoperasian dan meningkatnya jumlah produk yang dapat dikemas dalam waktu yang sama. Perbaikan kualitas kemasan yang dihasilkan sejalan dengan temuan Sihombing et al. , yang menunjukkan bahwa kualitas kemasan memiliki hubungan langsung dengan kepuasan konsumen dan mendukung efektivitas pemasaran produk. Hal ini menguatkan bahwa teknologi sealer tidak hanya meningkatkan aspek teknis pengemasan, tetapi juga berpotensi memperkuat daya tarik pasar dan kinerja penjualan UMKM Seleraku. Selain peningkatan kualitas kemasan, program ini juga menghasilkan perbaikan pada kapasitas produksi UMKM Seleraku. Evaluasi dilakukan melalui observasi terstruktur terhadap alur produksi dan durasi kerja pada setiap tahap pengemasan sebelum dan sesudah penerapan mesin sealer. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan efisiensi kerja: waktu pengemasan menjadi lebih singkat dan jumlah produk yang dapat dikemas dalam satu kali sesi produksi meningkat secara konsisten. Perubahan ini terjadi karena penggunaan mesin sealer mampu mempercepat proses penutupan kemasan, mengurangi kesalahan pengemasan manual, dan meningkatkan kecepatan alur produksi secara keseluruhan. Temuan ini sejalan dengan Rahman et al. , yang menunjukkan bahwa teknologi pengemasan otomatis dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi waktu proses secara signifikan. Dengan demikian, walaupun tidak disajikan dalam bentuk angka absolut, pola peningkatan efisiensi yang teramati mengindikasikan bahwa penerapan mesin sealer berkontribusi nyata terhadap produktivitas UMKM Seleraku. Aris Pujiyanto. Ernes Septina Azizi. Fitri Adi Setyorini. Muhamad Solekan. Anggi Fitria Cahyaningsih Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 4. Produk Keripik Pisang yang Telah di Pres Menggunakan Mesin Sealer Penerapan mesin sealer di UMKM Seleraku menunjukkan dampak positif terhadap kualitas pengemasan produk. Hasil pengemasan yang lebih rapat dan menarik mendapat respon positif dari mitra dan konsumen. Berdasarkan kuesioner yang diberikan kepada pengelola UMKM dan konsumen, mayoritas responden memberikan nilai tinggi terhadap kualitas kemasan yang dihasilkan setelah menggunakan mesin sealer. Hal ini menunjukkan bahwa luaran program berupa peningkatan kualitas pengemasan berperan penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen. Penelitian oleh Sonatasia et al. menunjukkan bahwa pengemasan yang baik dapat meningkatkan loyalitas pelanggan, yang berhubungan langsung dengan keberhasilan pemasaran produk. Beberapa faktor pendorong yang mendukung keberhasilan program ini adalah keterlibatan aktif pengelola UMKM dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan dan pendampingan. Keinginan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing menjadi UMKM Seleraku mengimplementasikan teknologi mesin sealer. Selain itu, dukungan dari tim pengabdian dalam memberikan pelatihan dan pendampingan secara Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 berkala sangat membantu pengelola UMKM dalam memahami cara operasional mesin dan merawatnya dengan baik. Faktor-faktor ini sejalan dengan temuan yang dijelaskan oleh Isa et al. , yang menyatakan bahwa komitmen pengelola UMKM dan pendampingan yang intensif dapat meningkatkan keberhasilan penerapan teknologi. Namun, dalam pelaksanaan program ini, terdapat beberapa faktor penghambat yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu dan sumber daya untuk melaksanakan pelatihan secara intensif kepada seluruh pengelola UMKM. Meskipun pelatihan telah dilakukan, beberapa pengelola UMKM masih merasa kurang percaya diri dalam mengoperasikan mesin sealer dengan optimal. Kendala lain adalah masalah teknis yang muncul selama penerapan mesin, seperti pengaturan suhu dan kecepatan mesin yang perlu disesuaikan dengan jenis produk yang dikemas. Hal ini memerlukan lebih banyak waktu untuk pengujian dan penyesuaian. Penelitian oleh Pranata et al. menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan teknologi dapat terhambat oleh faktor keterbatasan pelatihan dan masalah teknis yang belum teratasi dengan baik. KESIMPULAN Program pengabdian kepada masyarakat di UMKM Seleraku menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, penerapan mesin sealer terbukti meningkatkan konsistensi dan kerapatan kemasan berdasarkan evaluasi terhadap perubahan kualitas fisik kemasan. Kedua, efisiensi proses produksi mengalami peningkatan, yang tercermin dari proses pengemasan yang lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan metode manual. Ketiga, peningkatan kapasitas teknis pengelola UMKM terlihat dari kemampuan mereka mengoperasikan mesin secara mandiri setelah mengikuti sesi Aris Pujiyanto. Ernes Septina Azizi. Fitri Adi Setyorini. Muhamad Solekan. Anggi Fitria Cahyaningsih Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 pelatihan dan pendampingan. Keberhasilan program terutama ditopang oleh komitmen aktif pengelola UMKM dan pendampingan teknis yang Namun, proses implementasi masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu pelatihan dan kebutuhan adaptasi terhadap masalah teknis pada tahap awal penggunaan mesin. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi sederhana seperti mesin sealer dapat menjadi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas kemasan, efisiensi proses, dan kapasitas produksi UMKM, sehingga memperkuat daya saing produk di pasar. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman yang telah memberikan dukungan melalui hibah pengabdian kepada masyarakat pada skema Penerapan IPTEKS dengan nomor kontrak 16. 3/UN23. 34/PM. 01/V/2025. Bantuan ini telah memungkinkan kami untuk melaksanakan program pengabdian kepada UMKM Seleraku dengan penerapan teknologi mesin sealer yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengemasan dan daya saing produk mereka. Kami juga menghargai kepercayaan dan kerja sama yang telah diberikan kepada kami, yang sangat berperan dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan Semoga dukungan yang diberikan oleh LPPM Universitas Jenderal Soedirman dapat terus mendorong pengembangan program-program pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia. Pemberdayaan UMKM Seleraku melalui Penerapan Inovasi Mesin Sealer untuk Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Produk Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA