Jurnal CyberTech Vol. No. Juli 2020, pp. x P-ISSN : E-ISSN : Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Kerusakan Pada Sistem Pendinginan Air (Water Cooling Syste. Mesin Mobil Dengan Metode Dempster Shafer Fitri Febrianti*. Dr. Dicky Nofriansyah. Kom. Kom**. Fifin Sonata. Kom. Kom ** * Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ** Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Keyword: Sistem Pendinginan Air Pada Mesin Mobil Mengidentifikasi Kerusakan Sistem Pakar Dempster Shafer ABSTRACT Pemilik Surya Service Radiator sering menemukan pelanggan yang datang meninggalkan berbagai macam kondisi permasalahan pada sistem pendinginan air pada mobilnya, seperti tempat berputarnya pada radiator dalam keadaan sangat kotor, korosi, air yang kering, pengisian air radiatior yang kurang tepat dan berujung pada servis besar. Selama ini pelanggan Surya Service Radiator ketika ada masalah pada sistem pendinginan air, hanya melakukan perbaikan masalah pada mobilnya secara langsung, tanpa megetahui permasalahannya dan hanya mengetahui garis besarnya saja, pelanggan tidak menerima pelayanan tentang pengetahuan ke penyebab kerusakan yang ada secara rinci. Dengan terkomputerisasi dan Sistem Pakar dengan metode Dempster Shafer sebagai pendukung untuk mengidentifikasi kerusakan yang ada pada sistem pendinginan air mesin mobil sesuai dengan gejala-gejala yang ada dan nantinya akan memberikan kesimpulan berdasarkan belief function and plausible reasoning . ungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk aka. dari seorang pakar. Hasil dari penelitian ini akan menghasilkan suatu perangkat lunak atau sistem yang akan dapat membantu pelanggan Surya Service Radiator dalam mengetahui informasi tentang sistem pendinginan air pada mobilnya dalam melihat gejala-gejala yang diamati secara langsung. Copyright A 2020 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama : Fitri Febrianti Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: fabyswan6@gmail. PENDAHULUAN Pelanggan perlu mengetahui informasi tentang masalah yang terjadi pada sistem pendinginan air pada mobilnya, karena pendinginan sangat diperlukan oleh mobil setelah beraktivitas diluar setiap harinya, panas Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : x -x E-ISSN : x -x mesin harus tetap terjaga, sistem pendinginan jika sudah dalam kondisi fatal akan memakan banyak biaya karena banyaknya komponen-komponen yang diperbaiki. Dengan demikian sistem pendinginan air perlu diperhatikan, karena dilihat dari kondisi pelanggan yang kurang memperhatikan kondisi mobil dalam jangka waktu yang panjang dan jarang dilakukannya seris pada sistem pendinginan air. Pada penelitian lain tentang pengaruh penggunaan water coolant terhadap performance mesin diesel bahwa. AuSalah satu faktor yang mendukung panjangnya umur pakai dari mesin adalah terjaga baiknya kondisi sistem pendinginan . ooling syste. pada mesin. Terutama pada mesin diesel yang bekerja pada rasio kompresi yang sangat tinggi sehingga panas mesin merupakan hal yang krusial dalam kestabilan operasinyaAy. KAJIAN PUSTAKA 1 Sistem Pendinginan (Cooling Syste. Salah satu sistem pendinginan yaitu sistem yang memiliki manfaat dalam menstabilkan temperatur mesin tetap dalam keadaan normal dan baik, untuk menghindari panas yang berlebihan. Membuat suatu energi pada mesin pembakaran didalam dan luar menjadi tenaga gerak, sistem pendinginan diperlukan agar torak dengan silinder pada Bagian-bagian mesin tidak megalami masalah kemacetan dan tidak retak. S istem Pendinginan Air (Water Cooling Syste. Penyerapan panas dari mesin dalam sistem pendinginan air dengan memanfaatkan media air sebagai perpindahan panasnya. Radiator alat yang melepaskan panas dengan cara mensirkulasikannya yang berada di sekeliling silinder blok. Pada sistem pendingin air ini banyak komponen yang terkait, antara lain radiator, termostat, pompa air, saluran pipa dan kipas pendingin, berikut ini keuntungan dan kelemahan sistm pendinginan air. Keuntungan Sistem Pendinginan Temperatur seluruh mesin dapat lebih seragam sehingga kemungkinan perbedaan pemuaian logam lebih kecil. Ukuran kipas relatif lebih kecil, sehingga tenaga yang diperlukan lebih kecil. Mesin jadi tidak terlalu berisik karena water jacket dan air dapat meredam getaran. Kemungkinan overheating kecil, meskipun dalam kerja yang berat. Jarak antara silinder dapat diperpendek sehingga mesin lebih ringan. Kelemahan Sistem Pendinginan Air: Banyaknya komponen sehingga harga relatif lebih mahal Memerlukan biaya dan perawatan berkala lebih tinggi 1 Komponen Sistem Pendinginan Air Komponen-komponen yang digunakan dalam sistem pendinginan air adalah sebagai berikut. Radiator Radiator akan bersirkulasi untuk mendinginkan air yang menyerap panas dari mesin yang akan dibuang ke udara melalui sarang-sarang radiator. Termostat Termostrat mempunyai dua katup yang akan mendeteksi suhu air secara otomatis akan membuka dan menutup. Pada saat air terlalu dingin katup pada termostat akan menutup, air akan mengalir dari pipa bypass ke motor dan pada saat panas akan membuka, air akan mengalir ke radiator untuk proses Pompa Air Air akan dialirkan dengan bantuan tenaga dari pompa air yang akan berputar dari putaran poros engkol agar suhu dapat diproses dengan cepat pada saat mesin hidup untuk menyesuaikan suhu Termostrat yang secara otomatis mendeteksi suhu tersebut. Saluran Pipa Pemasangan saluran pendingin memerlukan pipa saluran yang fleksibel, saluran utama bagian atas dan bagian bawah radiator serta saluran bypass juga dipasang, saluran lainnya bisa digunakan untuk memindahkan zat pendingin dari pemanas, saluran hisap . ntake manifol. Saluran radiator membentuk suatu hubungan fleksibel dengan mesin dan radiator, sehingga memungkinkan untuk disirkulasikan dan meredam mesin yang bergerak dan dari getaran. Saluran dibuat dari karet dan plastik oleh pabrik direncanakan untuk menjaga kestabilan temperatur dan tekanan dalam sistem. Kipas Elektrik atau Udara Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x Dalam perpindahan panas ke udara dari dalam radiator, tergantung dengan kualitas kipas dan sabuk pemutarnya, untuk menghasilkan keseimbangan antara tingkat kuantitas udara yang berhembus dengan kuantitas panas yang dihasilkan. Sistem Pakar John Durkin menjelaskan AuSistem pakar adalah program komputer yang didesain untuk meniru kemampuan memecahkan masalah dari seorang pakar. Pakar adalah orang yang memiliki kemampuan atau mengerti dalam menghadapi suatu masalah. Lewat pengalaman, seorang pakar mengembangkan kemampuan yang membuatnya dapat memecahkan permasalahan dengan hasil yang baik dan efisienAy. Menurut Efraim Turban. AuSistem Pakar harus mengandung: keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan dibidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalamanAy. Gambar 2. 1 Bentuk dan Struktur Sistem Pakar 1 Tujuan Sistem Pakar Pengalihan keahlian dari para ahli ke komputer untuk kemudian dialihkan ke orang lain yang bukan Dibawah ini merupakan tujuan utama dari sistem pakar, proses ini membutuhkan 4 aktivitas, yaitu. Tambahkan pengetahuan . ari para ahli atau sumber-sumber lainny. Representasikan pengetahuan ( ke kompute. Lakukan inferensi pengetahuan. Pengalihan pengetahuan ke user. Pengetahuan yang disimpan ke dalam komputer disebut basis pengetahuan. Ada 2 tipe pengetahuan, yaitu: fakta dan prosedur . iasanya berupa atura. 2 Struktur Sistem Pakar Struktur sistem pakar terdiri dari, lingkungan pengembang . evelopment environmen. dan lingkungan konsultasi . onsultation environmen. Lingkungan pengembang digunakan sebagai pembangunan sistem pakar baik dari segi pembangunan komponen maupun basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh seseorang bukan ahli untuk berkonsultasi. Struktur dari sistem pakar diberikan pada gambar berikut. Gambar 2. 2 Struktur Sistem Pakar (Sri Kusumadewi 2. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : x -x E-ISSN : x -x 3 Permasalahan Yang Dapat Diselesaikan Dengan Sistem Pakar Pengetahuan dari seorang pakar yang di implementasikan ke dalam sistem pakar dapat memecahkan masalah yang diuji dengan lebih cepat. Berikut ini contoh berbagai masalah yang dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem pakar. Interpretasi, pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk: pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal dan beberapa analisis kecerdasan lainnya. Prediksi, diantaranya: peramalan, prediksi demografis, peramalan ekonomi, prediksi lalulintas, estimasi hasil, militer, pemasaran dan keuangan. Diagnosis, diantaranya: medis, elektronis, mekanis dan diagnosis perangkat lunak. Perancangan: perancangan sirkuit dan bangunan. Perencanaan, seperti: perencanaan keuangan, komunikasi, produk dan manajemen proyek. Monitoring: Computer-Aided Monitoring Sistem. Debugging: memberikan resep obat terhadap suatu kegagalan. Instruksi, untuk diagnosis, debugging dan perbaikan kinerja. Kontrol, terhadap interpretasi, prediksi,perbaikan dan monitoring kelakuan sistem. 4 Metode Dempster Shafer Metode Dempster-Shafer dikenal juga sebagai teori fungsi keyakinan. Metode ini menggunakan belief, yang merupakan ukuran kekuatan evidence dalam mendukung suatu himpunan proposisi. Jika bernilai 0 . maka mengindikasikan bahwa tidak ada evidence, dan jika bernilai 1 menunjukkan adanya kepastian. Mathematical Theory of Evident merupakan sebuah buku yang diperkenalkan oleh shafer dari hasil penemuan uji coba metode ketidakpastian yang dilakukan dempster yaitu range probabilitas tunggal. Dibawah ini dapat diformulasikan sebagai berikut. yaAyceyco. cU) = OcycUOIycU yco . cU). Sedangkan untuk Plausibility (Pl. dapat diformulasikan sebagai : ycEycoyc . cU) = 1 Oe yaAyceyco . cU) = 1 Oe OcycUOIycU yco . cU) . Keterangan : Bel(X) = Belief (X) Pls(X) = Plausibility (X) m(X) = mass function dari (X) m(Y) = mass function dari (Y) Plausibility juga bernilai 0 sampai 1, jika yakin akan XAo maka dapat dikatakan Belief (XA. = 1 sehingga dari rumus di atas nilai Pls (X) = 0. Pada teori Dempster-Shafer juga dikenal adanya frame of discernment yang dinotasikan dengan o. FOD ini merupakan semesta pembicaraan dari sekumpulan hipotesis sehingga sering disebut dengan environment (Amanda dan Hidayat, 2. , dimana: Oy = . uE1, yuE2, yuE3. A , yuEycu, } . Keterangan: Oy = FOD atau environment 1. A n, = elemen atau unsur dalam environment Environment mengandung elemen-elemen yang menggambarkan kemungkinan sebagai jawaban, dan hanya ada satu yang akan sesuai dengan jawaban yang dibutuhkan. Kemungkinan ini dalam teori Dempster Shafer disebut dengan power set dan dinotasikan dengan P(O. , setiap elemen dalam Power Set ini memeiliki nilai interval antara 0 sampai 1. ycA = ycE(O. Sehingga dapat dirumuskan dalam persamaan: OcycUOOycE(O. cU) = 1 . P . = power set m (X) = mass function (X) Mass function . dalam teori Dempster-shafer adalah tingkat kepercayaan dari suatu evidence . , sering disebut dengan evidence measure sehingga dinotasikan dengan . Tujuannya adalah mengaitkan ukuran kepercayaan elemen-elemen . Tidak semua evidence secara langsung mendukung tiaptiap elemen. Untuk itu perlu adanya probabilitas fungsi densitas . Nilai m tidak hanya mendefinisikan elemen-elemen saja, namun juga semua subsetnya. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x Sehingga jika berisi n elemen, maka subset adalah 2n. Jumlah semua m dalam subset sama Apabila tidak ada informasi apapun untuk memilih hipotesis, maka nilai : m{} = 1,0 Apabila diketahui X adalah subset dari , dengan m1 sebagai fungsi densitasnya, dan Y juga merupakan subset dari dengan m2 sebagai fungsi densitasnya, maka dapat dibentuk fungsi kombinasi m1 dan m2 sebagai m3, yaitu ditunjukkan pada persamaan . = OcycUOycU=ycs yco1 . cU). cU) 1Oe OcycUUCycU=On yco1 . cU). cU) Dimana : m3(Z) m1 (X) m2 (Y) OcycUOycU=ycs yco1 . cU). cU) . = mass function dari evidence (Z) = mass function dari evidence (X), yang diperoleh dari nilai keyakinan suatu evidence dikalikan dengan nilai disbelief dari evidence tersebut. = mass function dari evidence (Y), yang diperoleh dari nilai keyakinan suatu evidence dikalikan dengan nilai disbelief dari evidence tersebut. = merupakan nilai kekuatan dari evidence Z yang diperoleh dari kombinasi nilai keyakinan sekumpulan evidence. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi Perancangan Sistem Dalam pengumpulan data menjadi suatu informasi yang diperoleh dari seorang pakar atau ahli sesuai bidangnya, diperlukan metode penelitian agar suatu penelitian dapat berjalan sesuai dengan apa yang Adapun untuk melakukan penelitian terdapat beberapa cara yaitu : Teknik Pengumpulan Data (Data Collectin. Proses dalam pengumpulan data dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti : observasi dan wawancara untuk memastikan objek yang dilteliti dapat ditindaklanjuti dan kesesuaian data yang didapatkan Studi Kepustakaan (Study of Literatur. Dalam penelitian ini studi kepustakaan yang digunakan berasal dari buku dan jurnal-jurnal yang mendukung atau menjelaskan terkait masalah yang dibahas dan referensi dari metode yang digunakan. 2 Metodologi Perancangan Sistem Dalam penelitian ini adapun perancangan sistem yang dilakukan berdasarkan konsep waterfall yang mengunakan model dengan tahapan secara berurutan dan sistematis. Berikut merupakan cakupan aktifitas menggunakan pendekatan Model Waterfall, yaitu . Analisa masalah dan kebutuhan Proses mengumpulkan informasi dilakukan untuk kebutuhan sistem atau perangkat lunak dalam penyesuaian mengenai fungsi, batasan dan tujuan sebagai spesifikasi sistem. Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak Proses perancangan sistem ini difokuskan pada empat atribut, yaitu struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan algoritma prosedural. Yang dimaksud struktur data adalah representasi dari hubungan antara elemen-elemen data. Implementasi dan Pengujian Unit Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit Kemudian pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap uni program telah memenuhi Integrasi dan Pengujian Sistem Pengujian dilakukan mulai dari unit testing atau unit program yang diintegrasikan menjadi sebuah kesatuan sistem dan kemudian dilakukan pengujian. Dengan kata lain, pengujian ini ditujukan untuk menguji keterhubungan dari tiap-tiap fungsi perangkat lunak untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah Setelah pengujian sistem selesai dilakukan, perangkat lunak dapat digunakan oleh pengguna. Operasi dan Pemeliharaan Setelah dilakukan pengujian, maka akan dilakukan pemeliharaan yang meliputi koreksi untuk kesalahan yang sebelumnya tidak ditemukan dan akan dilakukannya pengembangan sistem jika ingin diperbaharui dengan penambahan-penambahan dalam sistem. Algoritma Sistem Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : x -x E-ISSN : x -x Algoritma sistem merupakan tahapan untuk menyelesaikan suatu masalah dalam perancangan sistem pakar dalam menentukan gejala-gejala dan kerusakan sistem pendinginan air yang ada pada mobil. Berikut ini algoritma sistem pada penyelesaian sistem pakar deteksi kerusakan sistem pendinginan air pada mobil menerapkan metode dempster shafer: Tabel 3. 1 Gejala yang dipilih Kode Gejala Nama Gejala Bobot Rule Mesin panas saat kecepatan tinggi 0,85 K1,K2,K3,K4,K5 Air radiator keluar melimpah dalam radiator ke cadangan dan terdengar suara mendidih 0,80 K1,K2,K4 Air pada radiator keruh atau berwarna coklat 0,50 Celah atau sarang-sarang radiator menutup atau ada kotoran lainnya yang menempel 0,96 K1,K5 Gejala 1 : Mesin panas saat kecepatan tinggi Langkah pertama hitung nilai dari belief dan plausibility dari gejala (G. dengan rumus : yaAyceyco. cU) = OcycUOIycU yco . cU) . Dan untuk Plausibility (Pl. ycEycoyc . cU) = 1 Oe yaAyceyco . cU) = 1 Oe OcycUOIycU yco . cU) . yaAyceyco. cU) = yco1 {K1. K2. K3. K4. = 0. ycEycoyc. cU ) = yco1 . uE} = 0. ycEycoyc. cU ) = yco1 . uE} = 1 Oe yco2 (G. = 1 Oe 0. 85 = 0. Gejala 4 : Air radiator keluar melimpah dalam radiator ke tabung cadangan dan terdengar suara air yang Apabila diketahui gejala baru, yaitu (G. , dengan mengacu pada rumus . , maka nilai keyakinannya adalah : yco2 {K1. K2. = 0. uE} = 1 Ae 0. 80 = 0. {K1,K2,K3,K4,K. = 0. uE} = 0. {K1,K2,K. = 0. {K1,K2,K. = 0. {K1,K2,K. = 0. uE} = 0. {K1,K2,K3,K4,K. = 0. uE} = 0. Selanjutnya menghitung tingkat keyakinan . combine dengan rumus yco3 . = OcycUOycU=ycs yco1 . cU). cU) 1Oe OcycUUCycU=On yco1 . cU). cU) . Maka, 68 0. = 0. 1Oe0 ycA3 {K1. K2. K3. K4. = = 0. 1Oe0 ycA3 . uE} = 0. Gejala 5 : Air pada radiator keruh atau bewarna coklat ycA3 {K1. K2. = Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x Kemudian apabila diketahui adanya gejala baru, yaitu (G. , dengan mengacu pada rumus . , maka nilai keyakinannya adalah : yco4 {K. = 0. uE} = 1 Ae 0. 50 = 0. {K. = 0. uE} = 0. M 1-2 {K1,K2,K. = 0. {K. = 0. {K1,K2,K. = 0. {K1,K2,K3,K4,K. {K. = 0. {K1,K2,K3,K4,K. = 0. uE}= 0. {K. = 0. uE} = 0. = 0. 1Oe0 ycA5 {K1. K2. = = 0. 1Oe0 ycA5 {K1. K2. K3. K4. = = 0. 1Oe0 yco5 {} = = 0. 1Oe0 Gejala 9 : Celah atau sarang-sarang radiator menututp Apabila diketahui gejala baru, yaitu (G. , dengan mengacu pada rumus . , maka nilai keyakinannya adalah : yco6 {K1. = 0. uE} = 1 Ae 0. 96 = 0. {K1,K. = 0. uE} = 0. M 1-2-3 ycA5 {K. = {K1 } = 0. {K. = 0. {K. = 0. {K1,K2,K4 } = 0. {K. = 0. {K1,K2,K. =0. {K1,K2,K3,K4,K. {K1,K. = 0. {K1,K2,K3,K4,K. = 0. uE}= 0. {K1,K. = 0. uE} = 0. = 0. 1Oe0 082 0. ycA7 {K1. = = 0. 1Oe0 yco7 {K1. K2. = = 0. 1Oe0 yco7 {K1. K2. K3. K4. = = 0. 1Oe0 yco7 {} = = 0. 1Oe0 Dari perhitungan nilai densitas yco7 kombinasi diatas dapat dilihat bahwa didapatkan hasil deteksi kerusakan sistem pendinginan air sebesar 0. 884 atau jika dipresentasekan 88,4 % dengan deteksi kerusakan Radiator. Solusi yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi masalah dalam kerusakan radiator yaitu : Radiator mampat, membuat radiator tidak mampu mendinginkan air yang lebih panas saat mesin bekerja keras, servis Radiator atau ganti bila perlu Terjadi kerusakan pada radiator sehingga diperlukan servis atau diperbaiki, minta penanganan kepada bengkel langganan untuk mengatasinya yco7 {K. = Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : x -x E-ISSN : x -x Sistem pendinginan sudah mengalami karat atau korosi karena bisa jadi pengisian air yang tidak tepat, ganti air radiator yang tepat. Perhatikan dengan cermat sarang-sarang pada radiator jika ada kotoran menempel, segera bersihkan dan jika celah sarang-sarangnya menutup, rapikan atau luruskan dengan obeng atau benda lainnya yang bisa digunakan, lakukan dengan perlahan. Flowchart Program Flowchart program merupakan keterangan yang lebih rinci tentang bagaimana prosedur sesungguhnya yang dilakukan oleh suatu program. Flowchart ini menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Berikut flowchart sistem yang dirancang : Gambar 3. 1 Flowchart Program HASIL Keluaran yang dihasilkan oleh sistem akan disesuaikan dengan hasil perhitungan. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x Gambar 5. 5 Tampilan Form Perhitungan Adapun disini manfaat dari gambar 5. 5 di atas ialah melakukan proses perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan metode Dempster Shafer Gambar 5. 6 Tampilan Form Hasil Perhitungan Adapun disini manfaat dari gambar 5. 6 di atas ialah menampilkan hasil perhitungan yang dilakukan pada form perhitungan. Gambar 5. 7 Tampilan Hasil Perhitungan pribadi Pada Crystal Report Adapun disini manfaat dari gambar 5. 7 di atas ialah, pada form hasil pribadi yang berfungsi untuk print report atau mencetak hasil pribadi dari perhitungan dan keputusan. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : x -x E-ISSN : x -x Gambar 5. 8 Tampilan Hasil Keseluruhan Pada Crystal Report Adapun disini manfaat dari gambar 5. 8 di atas ialah, pada form hasil keseluruhan yang berfungsi untuk print report atau mencetak hasil keseluruhan konsultasi yang telah dilakukan dan keputusan. KESIMPULAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kerusakan yang dilakukan berdasarkan gejalagejala dari kerusakan yang ada pada mobil pelanggan Surya Service Radiator dengan menggunakan metode dempster shafer, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Untuk mengetahui kerusakan pada sistem pendinginan air mesin mobil dengan cara melihat gejala-gejala yang ada secara langsung. Sistem pakar berpengaruh untuk mengetahui tingkat hasil deteksi terhadap gejala-gejala yang ada dari jenis kerusakannya. Metode Dempster Shafer dapat diterapkan pada sistem pakar sebagai salah satu algoritma dalam memecahkan masalah pada kerusakan sistem pendinginan air mesin mobil dari pelanggan Surya Service Radiator, sehingga pelanggan Surya Service Radiator dapat mengetahui informasi dari gejala ataupun seberapa besar jenis kerusakan tersebut yang terdeteksi dan memberikan solusinya. Implementasi dari sistem yang dibangun atau sistem pakar berbasis Desktop Programming yang digunakan dapat membantu pelanggan mengetahui informasi secara terkomputerisasi dan mempermudah pihak Surya Service Radiator untuk memberikan informasi kepada pelanggan dalam pelayanan tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH Bismillahirrahmananirahim. Alhamduillahi rabbilAoalamin. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga dapat menyelesaikan jurnal ilmiah ini dengan baik. Penghargaan terbesar kepada orang tua tercinta untuk doa-doa mereka dan memberikan dorongan untuk menjadi kuat, juga dan keluarga besar tersayang yang telah memberikan motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga ditujukan terutama kepada Bapak Rudi Gunawan. SE. Si. , selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Zulfian Azmi. ST. Kom. , selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Jurnal SAINTIKOM Vol. No. September 201x : xx Ae xx Jurnal SAINTIKOM P-ISSN : x-x E-ISSN : x-x Bapak Marsono. Kom. Kom. , selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Dr. Dicky Nofriyansyah. Kom,. Kom selaku Dosen Pembimbing I yang perhatian dan wawasannya yang telah banyak membantu skripsi ini lebih baik dari pada yang pernah dipikirkan sebelumnya, terutama untuk motivasi, waktu, saran dan koreksi. Ibu Fifin Sonata. Kom. Kom selaku Dosen Pembimbing II yang telah membimbing, memberikan pengarahan serta membantu selama menyelesaikan skripsi ini terutama atas perhatian, waktu, saran dan koreksi. Seluruh Dosen. Staff dan Pegawai di STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Dahrul Amani, selaku pemilik Surya Service Radiator, yang memberikan waktu dan kesempatan untuk riset dan melakukan tanya jawab atau wawancara dalam memenuhi pengambilan data dan teman-teman terbaik, teman seperjuangan 8SIB1 di STMIK Triguna Dharma Medan. REFERENSI