JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 3094 - 3103 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Hikmah Cahya Utami1A. Aris Rudi Purnomo2 Universitas Negeri Surabaya. Indonesia1,2 E-mail: cacaocha22@gmail. com1, arispurnomo@unesa. Abstrak Pada abad 21 diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat menguasai penggunaan teknologi, salah satunya di bidang pendidikan dengan menggabungkan teknologi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi siswa setelah penggunaan video animasi Powtoon pada materi bumi dan tata surya. Metode yang digunakan adalah pre eksperimental. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII A Mts Negeri 4 Sidoarjo berjumlah 32 siswa dengan teknik pengambilan yang digunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar angket motivasi belajar model Attention. Relevance. Confidence. Satisfaction (ARCS) dengan jumlah pernyataan sebanyak 23 nomor. Teknik pengumpulan data dengan cara memberi angket kepada siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran menggunakan video animasi Powtoon. Angket yang sudah diisi kemudian dilihat hasilnya berdasarkan skala Likert. Teknik analisis data dengan menganalisis angket dengan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan motivasi belajar dengan rata-rata motivasi belajar sebelum pembelajaran sebesar 57,75% dengan kategori kurang dan sesudah pembelajaran sebesar 87,11% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, terdapat peningkatan motivasi belajar setelah menggunakan video animasi Powtoon sehingga perlu adanya penggunaan video animasi Powtoon pada materi IPA lainnya yang cocok dengan karakteristik siswa. Kata Kunci: Video Animasi Powtoon. Bumi dan Tata Surya. Motivasi Abstract In the 21st century, quality human resources are needed to be able to master the use of technology, one of which is in the field of education by combining technology as a learning medium. This research aims to describe student motivation after using Powtoon animation videos on Earth and solar system material. The method used is pre-experimental. The research subjects were 32 students in class VII A of Mts Negeri 4 Sidoarjo. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument is a learning motivation questionnaire sheet using the Attention. Relevance. Confidence. Satisfaction (ARCS) model with a total of 23 The data collection technique is by giving questionnaires to students before and after learning using Powtoon animated videos. The results of the completed questionnaire are then seen based on a Likert scale. The data analysis technique involves analyzing questionnaires with quantitative descriptives using percentages. The results of this research show that there is an increase in learning motivation with an average learning motivation before learning of 57. 75% in the poor category and after learning 87. 11% in the very good category. Based on these results, there is an increase in learning motivation after using Powtoon animation videos, so it is necessary to use Powtoon animation videos in other science materials that match student characteristics. Keywords: Powtoon Animation Video. Earth and Solar System. Motivation Copyright . 2024 Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo A Corresponding author : Email : cacaocha22@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3095 Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Ae Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan untuk memajukan bangsa melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) (Mulyani, 2. sehingga di perlukan perbaikan kualitas sumber daya manusia, salah satunya pada bidang pendidikan. Kualitas SDM yang tinggi mampu membimbing aktivitas siswa lebih optimal sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai (Desmawan et al. , 2. Saat ini memasuki abad 21, dengan adanya tuntutan peralihan zaman agar mampu beradaptasi, siswa diharapkan memiliki kemampuan menggunakan media informasi yang baik (Sinaga, 2. Pembelajaran pada abad 21 mengalami transformasi dimana yang awalnya tradisional menjadi modern, dan keterlibatan guru hanya sebagai fasilitator dengan siswa yang lebih aktif dalam pembelajaran. Abad ini mengalami banyak perkembangan, seperti teknologi dan informasi yang semakin canggih sehingga pada dunia pendidikan guru harus menguasai penggunaan teknologi, salah satunya pengintegrasian teknologi sebagai media pembelajaran agar siswa memahami materi (Mardhiyah. Faktanya guru masih menggunakan cara mengajar kuno dikarenakan gagap teknologi sehingga siswa tidak memahami pembelajaran yang diberikan oleh guru dan menimbulkan kebosanan yang akan berdampak pada motivasi belajar siswa (Rohima, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPA MTs Negeri 4 Sidoarjo menjelaskan bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru dan hanya satu arah dengan penggunaan media pembelajaran melalui buku paket dikarenakan kurang terampil dan membutuhkan banyak waktu. Hal tersebut berpengaruh terhadap aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran IPA, dimana pernyataan diperkuat oleh hasil wawancara dengan 32 siswa, bahwa 30% siswa menjawab bosan dan jenuh karena tidak paham materi IPA yang bersifat abstrak dan sebagian siswa sering beralasan pada guru untuk pergi ke toilet, akan tetapi tidak kembali ke kelas. Sebanyak 90% siswa mengerjakan tugas di sekolah dan terlambat mengumpulkan, alasannya lupa, dan 30% siswa tidak memiliki semangat dalam mengikuti pelajaran karena mengantuk sehingga tidurtiduran di bangku. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa siswa mengobrol dengan teman sebangku dan mengabaikan penjelasan dari guru, kurang konsentrasi dan serius, serta memilih diam dan tidak aktif ketika guru bertanya karena tidak percaya diri terhadap kemampuan mereka. Kurangnya minat siswa dalam memahami materi disebabkan ketidaksukaan dan kesulitan dalam mencerna materi IPA. Hal tersebut di dukung oleh angket motivasi yang disebarkan oleh peneliti pada saat sebelum pembelajaran, didapatkan hasil dengan perolehan persentase 57,75% sehingga dapat disimpulkan bahwa perolehan tersebut termasuk dalam kategori motivasi, hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berdasarkan karakteristik gaya belajar siswa sedangkan berdasarkan angket siswa menjelaskan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat memberikan dampak positif dalam menerima Video animasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa (Sumardi et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian oleh Afrilia et al . dapat disimpulkan bahwa video animasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan perolehan t-test > t-tabel, dimana t-test sebesar 0,45 dan t-tabel sebesar 0,25. Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh Angela . bahwa video animasi dapat meningkatkan motivasi belajar dengan sangat baik dan mendapatkan respons positif dari siswa selain itu penelitian yang dilakukan oleh Febriani . bahwa terjadi peningkatan motivasi dari 74,22% dengan kategori kuat menjadi 85,72% dengan kategori sangat kuat. Penelitian yang dilakukan oleh Salah satu aplikasi pembuat video animasi yaitu powtoon yang merupakan media audio visual dengan animasi yang atraktif seperti animasi tulisan tangan dan animasi kartun serta efek transisi yang jelas sehingga terlihat hidup. Dengan adanya powtoon pengguna dapat memasukkan video, gambar, audio, animasi secara bersamaan sehingga guru tidak bergantung pada komunikasi lisan dan pembelajaran tidak terasa jenuh dan membosankan karena dapat dimanfaatkan dalam kelompok besar dan memotivasi siswa (Rahmawati, 2. Powtoon merupakan aplikasi web online yang dapat menciptakan presentasi dan mempermudah penjelasan materi (Anggita, 2. Terdapat berbagai macam background, scene, karakter, dan properti untuk mendukung pembuatan video, selain itu adanya tutorial di Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3096 Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Ae Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. dalam aplikasi tersebut dapat memudahkan pemula memulai membuat video. Penggunaan media pembelajaran di dukung oleh teori kognitif bahwa media pembelajaran dapat memberikan pengalaman nyata dan meletakkan dasar perkembangan siswa dan teori konstruktivisme bahwa penggunaan media pembelajaran, siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan konsep yang sudah dimiliki sebelumnya Penggunaan video animasi powtoon dapat digunakan pada materi bumi dan tata surya karena materi tersebut tidak dapat dilihat secara langsung sehingga diperlukan media pembelajaran dengan penggambaran benda langit dengan tepat, membedakan struktur dan karakteristik benda langit, dan memaparkan fenomena alam yang dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran(Widiati et al. , 2. Pada penelitian terdahulu masih sedikit penggunaan aplikasi powtoon pada materi bumi dan tata surya, hanya berupa pengembangan video saja seperti penelitian yang dilakukan oleh Ardianto . dengan hasil sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi pada materi siklus hidup hewan dan sebatas uji produk dengan dinyatakan layak oleh ahli media seperti yang dilakukan oleh (Kusumawati,2. dan video tersebut hanya disajikan pada salah satu fase sintaks pembelajaran dengan penggunaan kurikulum, tujuan pembelajaran dan jenjang pendidikan yang berbeda sehingga terdapat kebaruan dalam penelitian ini yaitu terdapat aktivitas pembelajaran berupa pengamatan yang bersifat dua arah dan terjadi interaksi antar siswa dengan menggunakan salah satu bantuan aplikasi dalam menemukan benda langit pada waktu yang berbeda, siswa dapat mencatat informasi penting mengenai benda langit yang ditemukan pada aplikasi tersebut dan referensi sumber belajar yang di gunakan oleh siswa sebagian besar menggunakan Powtoon pada tahap pembelajaran dengan bentuk penyajian pada Lembar Kerja siswa berupa scan barcode untuk memaksimalkan pembelajaran dan memanfaatkan teknologi dengan baik sehingga siswa dapat mengakses secara mandiri menggunakan gadget masing-masing secara fleksibel. Kebaruan ini berkontribusi untuk memperkuat hasil penelitian tentang manfaat menggunakan video animasi khususnya Powtoon dan menggunakan materi yang lebih lengkap di bandingkan materi yang serupa yang ada di aplikasi Powtoon. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti memberikan salah satu solusi alternatif agar motivasi belajar siswa dapat mengalami peningkatan melalui penggunaan video animasi pada materi bumi dan tata surya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan motivasi siswa setelah penggunaan video animasi powtoon pada materi bumi dan tata surya. METODE Metode pada penelitian ini menggunakan pre-experimental yang mencakup hanya satu kelas yang diberikan sebelum dan setelah uji (Sugiyono, 2. dengan One group pretest-posttest design menggunakan kelas VII A di MTs Negeri 4 Sidoarjo yang diberikan sebelum dan sesudah melakukan pembelajaran. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian, selain itu siswanya memiliki kemampuan yang hampir setara dan mendapatkan rekomendasi dari pengajar. Subjek penelitian ini berjumlah 32 siswa dengan 12 siswa laki-laki dan 20 siswa Pada lembar angket motivasi siswa terdiri atas 23 pernyataan sesuai dengan motivasi ARCS oleh keller (Attention. Relevance. Confidence, dan Statisfactio. Angket ini dilakukan dengan cara memberi angket kepada siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pembelajaran menggunakan video animasi Powtoon. Tabel 1. Indikator Angket Motivasi Siswa Atribut Nomor Pertanyaan Attention 1,2,3, 4,5*,6* Relevance 7,8,9,10,11,12* Confidence 13,14,15,16,17*,18* Statisfaction 19,20,21,22*,23 Keterangan : *bernilai negatif Pada angket ini mempunyai skor dari 1 hingga 4 dan digunakan untuk mengukur persepsi siswa tentang Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3097 Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Ae Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. motivasi belajar. Berikut merupakan skala likert yang digunakan dalam penelitian ini Tabel 2. Kriteria Penilaian Skala Likert Penilaian Kriteria Positif Negatif Sangat Setuju Setuju Tidak setuju Sangat Tidak Setuju (Riduwan, 2. Angket ini dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan persentase. Untuk mengetahui skor motivasi belajar yang dicapai siswa baik pada motivasi awal maupun motivasi akhir terhadap pembelajaran digunakan rumus sebagai berikut ycEyceycycyceycuycycaycyce(%) = Jumlah skor yang diperoleh x 100% Jumlah skor keseluruhan Untuk menilai sebuah komponen, pengukuran kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase skor rata-rata masing-masing komponen. Persentase ini diwakili oleh: Jumlah skor setiap aspek ycEyceycycyceycuycycaycyce(%) = Jumlah keseluruhan setiap aspek x 100% Setelah skor diperoleh, gabungan skor positif dan negatif untuk setiap pernyataan dihitung dan dikategorikan sesuai dengan persentase skor rata-rata: Tabel 3. Skala Likert Kriteria Motivasi Siswa Tingkat Motivasi (%) Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Kurang O54 Sangat Kurang (Purwanto,2. HASIL DAN PEMBAHASAN Motivasi belajar diketahui dari angket motivasi belajar siswa. Angket motivasi pada penelitian ini menggunakan indikator ARCS (Attention. Relevance. Confidence. Statisfactio. oleh John Keller berjumlah 23 butir yang disebarkan kepada 32 siswa kelas VII A. Hasil angket motivasi yang didapatkan dari siswa berupa sebelum dan sesudah pembelajaran. Berikut ini grafik peningkatan motivasi siswa pada tiap indikator ARCS. Gambar 1. Peningkatan Rata-rata Motivasi Belajar Setiap Indikator pada Seluruh Siswa yang Diperoleh melalui Angket ARCS Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3098 Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Ae Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Berdasarkan gambar 1 data hasil angket motivasi siswa diketahui bahwa terjadi peningkatan pada motivasi belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan tiap indikator yang diperoleh pada saat sebelum dan sesudah dilakukan pembelajaran menggunakan video animasi powtoon. Pada angket yang diberikan saat sebelum pembelajaran dengan aspek Attention. Relevance. Confidence, dan Statisfaction yang awalnya berturut-turut 56,51% . ategori kuran. , 61,06% . ategori kuran. , 52,21% . ategori kuran. , 61,25% . ategori kuran. dengan rata-rata seluruh indikator yaitu 57,75% . ategori kuran. sedangkan pada angket yang diberikan saat sesudah pembelajaran dengan menggunakan video animasi powtoon. pada aspek Attention. Relevance. Confidence, dan Statisfaction berturut-turut 93,61% . ategori sangat bai. , 76,95% . ategori bai. , 86,32% . ategori sangat bai. , 91,56% . ategori sangat bai. dengan rata-rata seluruh indikator yaitu 87,11% . ategori sangat bai. Rata-rata keseluruhan pada angket motivasi sebelum dan sesudah pembelajaran yaitu 72,43% . ategori bai. Gambar 1. Hasil Angket Seluruh Indikator Motivasi Belajar Berdasarkan Kategori yang Diperoleh Setiap Siswa Berdasarkan gambar 2 menjelaskan hasil perolehan angket motivasi belajar dengan seluruh indikator meliputi Attention. Relevance. Confidence, dan Statisfaction siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video animasi powtoon dalam pembelajaran. Pada awal pembelajaran pertama sebelum menggunakan video animasi Powtoon menunjukkan 5 siswa atau 15,625% masuk dalam kategori motivasi sangat kurang, 26 siswa atau 81,25% masuk dalam kategori motivasi kurang, dan 1 siswa atau 6,25% masuk dalam kategori motivasi cukup sehingga diperoleh rata-rata seluruh siswa untuk semua indikator yaitu 59,78 dengan kategori cukup sedangkan setelah menggunakan video animasi Powtoon menunjukkan 5 siswa atau 15,625% masuk dalam kategori motivasi cukup, 17 siswa atau 53,125% masuk dalam kategori motivasi baik, dan 10 siswa atau 31,25% masuk dalam kategori sangat baik sehingga diperoleh rata-rata sebesar 90,76 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan persentase pada angket sebelum pembelajaran . re-treatmen. sebesar 61,25% dan meningkat pada angket sesudah pembelajaran . ost treatmen. menjadi sebesar 93,61%. Proses pembelajaran dengan menggunakan video animasi mampu meningkatkan motivasi belajar dengan adanya keterlibatan siswa (Sunami & Aslam, 2. Minat siswa dapat bangkit dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta memberikan pengalaman belajar yang mengasyikkan melalui animasi yang interaktif dan menarik sehingga melalui penyajian video animasi dapat mencegah kejenuhan dalam pembelajaran (Kurnia Farastuti et al. , 2. Pernyataan tersebut di dukung oleh hasil penelitian yang dilakukan Bansu . bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar siswa SMP, pada siklus awal dengan kategori sedang dan meningkat mencapai kategori tinggi pada akhir siklus setelah menggunakan media video animasi. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3099 Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Ae Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Indikator motivasi dari aspek perhatian (Attentio. antara lain perhatian terhadap proses pembelajaran dan adanya kemauan siswa untuk mencari dan menemukan informasi yang berkaitan dengan materi terhadap proses pembelajaran. Perolehan hasil tersebut merupakan bentuk perhatian siswa pada saat mengikuti pembelajaran menggunakan video animasi powtoon dan kisi-kisi tersebut bagian dari pernyataan angket motivasi, seperti terlihat dari . konsistensi siswa memperhatikan video yang ditayangkan dari awal hingga akhir . siswa merasa senang dan tidak bosan sehingga mempertahankan perhatiannya pada video . materi yang ditayangkan dalam bentuk video tidak bersifat abstrak sehingga siswa memperhatikan dan tidak kesulitan memahami pembelajaran (Yusrin & Hidayati, 2. Pada angket sebelum pembelajaran memperoleh persentase sebesar 56,51% dan meningkat pada angket setelah diterapkan pembelajaran menggunakan video animasi powtoon sebesar 93,61%. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan terbesar sebelum dan sesudah pembelajaran terjadi pada aspek Attention dengan perolehan persentase sebesar 37,1%. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Setyowati . bahwa adanya perhatian siswa terhadap materi pembelajaran yang diimbangi dengan perasaan senang akan membantu dalam konsentrasi belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Saat guru mengarahkan pengetahuan awal, siswa memiliki perhatian yang lebih fokus, antusias, dan semangat menyaksikan video animasi yang ditampilkan serta video animasi merupakan hal baru bagi siswa karena guru belum pernah menggunakan media Siswa bersemangat menyimak materi pembelajaran dikarenakan video animasi lebih aktual karena dilengkapi oleh suara yang jelas, teks, dan gambar animasi (Ardhianti, 2. Indikator motivasi dari aspek relevansi . antara lain kemampuan siswa dalam mengaitkan dan menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang sedang dipelajari (Fitriyani, 2. Pada angket sebelum pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 61,06% sedangkan pada angket setelah pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 76,95% sehingga dapat disimpulkan bahwa pada aspek relevansi terjadi peningkatan akan tetapi peningkatannya tidak terlalu besar dengan perolehan peningkatan persentase sebelum dan sesudah pembelajaran sebesar 15,89%. Pernyataan pada angket motivasi pada aspek relevansi mengenai . relevansi materi dan manfaat . relevansi manfaat pembelajaran IPA dengan kebutuhan siswa serta . relevansi media terhadap kehidupan sehari-hari. Perolehan peningkatan persentase kurang besar tersebut disebabkan Siswa kurang mengerti yang dimaksud kata pendahuluan pada pernyataan nomor 8 sehingga peningkatannya tidak terlalu besar, selaras dengan pernyataan Sri Lena et al . bahwa apabila siswa memiliki keterbatasan dalam kosa kata mereka mengalami kesulitan dalam memahami arti atau kalimat yang belum dikenal dalam pernyataan, di sisi lain siswa yang merasa sudah mengetahui dan memahami materi lupa mencatat poin penting yang sudah disampaikan oleh guru dengan alasan dapat menonton ulang video animasi berulang kali dimanapun mereka berada. Siswa dapat mengakses video animasi secara fleksibel sesuai dengan preferensi belajar mereka sehingga siswa dapat belajar dengan ritme mereka sendiri (Melati et al. , 2. Indikator motivasi dari aspek Confidence (Percaya dir. yaitu kemampuan menumbuhkan rasa percaya diri siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung (Ramadhani & Sulisworo, 2. Pada angket sebelum pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 52,21% sedangkan pada angket sesudah pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 86,32% dengan peningkatan persentase sebelum dan sesudah pembelajaran sebesar 34,11%. Peningkatan persentase diperoleh dari mental yang kuat dan rasa percaya diri yang besar pada diri siswa. Pernyataan pada aspek Confidence mengenai . keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat . keyakinan siswa mengerjakan soal dengan hasil yang baik . kepercayaan diri siswa dalam mempelajari dan memahami materi. Dengan adanya penggunaan video animasi powtoon pada saat proses pembelajaran, siswa berani menyampaikan kesulitan atau kendala yang di alami sehingga guru dapat membimbing siswa dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman, siswa berani bertanya dan menjawab pertanyaan pada saat guru memberikan apersepsi dan ketika melakukan presentasi bersama kelompok tidak terdapat siswa yang malu dan gugup Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3100 Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Ae Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. sehingga siswa percaya bahwa pembelajaran IPA mudah, akan tetapi terdapat siswa yang memiliki kepribadian yang berbeda-beda terdapat siswa yang introvert, karena orang introvert cenderung pendiam, pemalu, dan ramah hanya dengan orang terdekat sehingga menyukai tempat yang damai (Putri Rahayu et al. , 2. sehingga jika ada kesulitan pada saat pembelajaran, mereka bertanya pada teman sebangku dan dikarenakan presentasi hanya dilakukan pada sebagian kelompok karena keterbatasan waktu, sehingga siswa tidak leluasa dalam melakukan diskusi . anya jawa. Pada saat guru bertanya banyak siswa yang aktif dan berebutan untuk menjawab sehingga guru menunjuk siswa yang belum pernah menjawab secara bergantian. Hal tersebut di dukung oleh hasil penelitian Sofiana . bahwa penggunaan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan dirinya dan membantu meningkatkan motivasi belajar IPA. Di dukung oleh hasil penelitian (Sunami & Aslam . bahwa adanya penggunaan video animasi dapat menumbuhkan percaya diri siswa pada saat menjawab pertanyaan dari guru, sejalan dengan penelitian tersebut menurut Yulinawati . dengan menggunakan video animasi siswa mengalami peningkatan yang mencolok dalam kepercayaan diri mereka. Dengan adanya video animasi siswa dapat berpartisipasi aktif melalui diskusi, tugas, atau simulasi terkait materi pelajaran. Keaktifan siswa tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga merasa terlibat secara langsung dalam pembelajaran (Rosadi et al. , 2. Indikator motivasi dari aspek Satisfaction (Kepuasa. yaitu keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan. Pada angket sebelum pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 61,25% sedangkan pada angket sesudah pembelajaran persentase sebesar 91,56% sehingga terjadi peningkatan persentase sebesar 30,31%. Pernyataan pada aspek satisfaction mengenai . kepuasan siswa dalam menyelesaikan soal . penghargaan dari guru terhadap usaha yang dilakukan siswa . kepuasan siswa yang dicapai setelah pembelajaran dengan menggunakan video animasi powtoon. Perolehan peningkatan persentase tersebut disebabkan siswa berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dan mengerjakan dengan sungguh-sungguh hingga dapat menuntaskan tugas tersebut dengan baik sehingga siswa merasa puas terhadap hasil yang di capai dan menikmati pembelajaran dengan cara memperhatikan penjelasan guru dan video animasi yang ditampilkan. Pada saat siswa menjawab pertanyaan, guru memberikan apresiasi berupa pujian dan hadiah, ketika jawaban siswa tersebut salah guru berusaha untuk tidak menyalahkan dan selalu mengapresiasi pendapat siswa, di akhir jawaban para siswa yang beraneka ragam, guru memberikan kesimpulan yang benar. Kepercayaan diri yang tinggi pada siswa dapat muncul adanya rasa kepuasan pada diri akan kemampuannya sehingga mendapatkan hasil yang baik (Mujazi,2. Pembelajaran dengan menggunakan media dapat membuat siswa menikmati belajar (Raztiani & Permana, 2. dan hasil penelitian Rawa . bahwa dengan adanya perhatian dari guru kepada siswa berupa pemberian reward atau memberikan ujian siswa akan menjadi senang dan termotivasi untuk belajar serta kepuasan siswa merupakan penunjang keberhasilan dan proses belajar mengajar oleh guru, siswa akan merasa lebih puas apabila kemampuan dan harapan dalam proses belajar mengajar sudah sesuai (Aureza & Ardin, 2. sehingga siswa dapat menyelesaikan tugas secara mandiri. Siswa memahami tentang materi yang ada pada video animasi sehingga siswa dapat merasa puas dengan materi yang disampaikan hal tersebut dibuktikan melalui pengisian angket siswa pada pernyataan 18 dan pernyataan 23 bahwa siswa banyak yang memilih setuju. Pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran berbasis teknologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, salah satunya siswa puas dengan media yang digunakan (Melati et al. , 2. Siswa lebih tertarik dan menikmati pembelajaran dengan menggunakan video animasi karena dapat memberikan gambaran berbagai fenomena untuk meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rohim et al. , 2. bahwa terdapat adanya peningkatan motivasi belajar pada aspek satisfaction sebesar 0,58 dengan kategori sedang melalui bantuan video animasi. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 3101 Penggunaan Video Animasi Powtoon untuk Meningkatkan Motivasi Siswa pada Materi Bumi dan Tata Surya Ae Hikmah Cahya Utami. Aris Rudi Purnomo DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Pengisian jawaban pada angket motivasi belajar yang berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi latar belakang siswa dan perasaan yang dialami oleh siswa yang berbeda-beda, selain itu terdapat pernyataan yang hampir sama maknanya akan tetapi beberapa siswa masih bingung menjawabnya dan dipengaruhi oleh kondisi emosional yang tidak stabil sehingga terdapat jenis jawaban yang variatif setiap siswa, hal tersebut didukung oleh Laia bahwa remaja merupakan tahap perkembangan yang emosinya masih labil, selain itu waktu yang digunakan dalam mengisi angket terbatas dan dilakukan pada saat pembelajaran IPA berlangsung sehingga terdapat jawaban yang tidak sesuai dengan yang diharapkan (Pipieh Rubiana, 2. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yaitu hanya menggunakan satu kelas, sehingga pada penelitian selanjutnya diperlukan dua kelas untuk membandingkan kelas kontrol dan eksperimen sehingga hasil motivasi belajar yang didapatkan lebih maksimal selain itu salah satu pernyataan pada instrumen dapat dilakukan validasi ulang agar siswa dapat memahami dengan baik maksud dari pernyataan tersebut sehingga memberikan jawaban sesuai dengan yang diharapkan oleh guru sedangkan implikasi dari penggunaan video animasi powtoon pada perkembangan ilmu di masa depan yaitu siswa dapat belajar sepanjang hayat dengan keinginan dan hasratnya sendiri secara mandiri dan fleksibel karena mudah di akses sehingga siswa juga dapat memperbarui dan meningkatkan keterampilan mereka sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi selain itu mempercepat penyebaran pengetahuan dan inovasi melalui pertukaran ide yang lebih luas. KESIMPULAN Penggunaan media video animasi powtoon dapat meningkatkan motivasi siswa, hal tersebut dapat dilihat dari perolehan rata-rata hasil angket motivasi sebelum pembelajaran dengan kategori kurang dan sesudah pembelajaran menggunakan video animasi powtoon pada materi bumi dan tata surya dengan kategori sangat baik sehingga pada abad 21 khususnya di bidang pendidikan dibutuhkan sumber daya manusia dengan kualitas tinggi yang memiliki keterampilan penggunaan teknologi sesuai dengan perubahan zaman agar mampu bersaing secara global serta berdampak baik untuk menghasilkan nilai yang maksimal pada siswa dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh guru. Video animasi powtoon dapat digunakan pada materi IPA lainnya yang cocok dan bersifat tidak dapat dilihat langsung oleh mata telanjang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada bapak Aris Rudi Purnomo atas waktu, tenaga, dan pikiran dalam memberikan saran dan kritik agar penelitian ini dapat menjadi lebih baik. DAFTAR PUSTAKA