Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Sosialisasi Anti-Bullying oleh KKN MAs 2025 di SDN 003 Laksamana Sakban1. Dzaki Fauzan2. Rasti Andriani3. Eka Muzizat Dianningsih4 Fakultas Studi Islam. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ekonomi Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Purwokerto email: 220402127@student. Abstract Anti-bullying socialization is an effort to increase awareness and understanding of the dangers of bullying and how to prevent and overcome it. The socialization activity was held on August 7, 2025 at SDN 003 Laksamana with the hope of increasing students' awareness of the negative impact of bullying and building mutual respect. This socialization aims to increase students' understanding of forms of bullying, the impact it has both psychologically and socially, and prevention methods that can be done. Thus, this socialization not only provides education, but is also the first step in forming a safe school environment and helping to develop positive character of students. Keywords: Anti-Bullying. Students. Socialization. Elementary School. KKN MAs 2025 Abstrak Sosialisasi anti-bullying merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya bullying serta cara mencegah dan mengatasinya. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2025 di SDN 003 Laksamana dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai dampak negatif bullying serta saling membangun sikap saling menghargai. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan baik secara psikologis maupun sosial, serta cara pencegahan yang dapat dilakukan. Dengan demikian, sosialisasi ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk lingkungan sekolah yang aman dan membantu pengenbangan karakter positive peserta didik. Kata Kunci: Anti-Bullying. Siswa. Sosialisasi. Sekolah Dasar. KKN MAs 2025 PENDAHULUAN Pada masa sekarang, perundungan atau bullying menjadi salah satu permasalahan sosial berbagai kalangan. Karena bullying memiliki berbagai dampak, tidak hanya bagi korban tapi juga bisa berdampak pada lingkungan sekitar. Sehingga, perkembangan karakter individu maupun kelompok(Ali Sofyan et al. , 2. Perlu diketahui bahwasanya bullying merupakan suatu tindakan mengganggu atau menyakiti orang lain yang dilakukan secara sadar dan disengaja baik secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal yang direncanakan direncanakan maupun spontan kemudian tindakan tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan terus menerus (Hayati et al. , 2. Pelaku bullying ini bertindak kepada seorang yang mereka anggap lemah untuk mengambil keuntungan ataupun hanya untuk mereka sendiri tetapi tindakan tersebut dapat merugikan korban dan tindakan bullying ini dapat dilakukan oleh individu maupun sekelompok orang serta dapat terjadi di semua tingkat usia baik tingkat sekolah dasar, menengah, maupun perguruan tinggi. Sosialisasi anti bullying yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN MAs 40 di Sekolah Dasar https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. 3 November 2025 Negeri 003 Laksamana ini adalah memberikan edukasi kepada siswa mengenai tindakan bullying agar mereka memiliki pemahaman yang lebih baik tentang perilaku tersebut. Melalui pemaparan materi, siswa diperkenalkan pada bentuk-bentuk bullying serta dampak yang ditimbulkan baik secara fisik maupun Sosialisasi ini juga menjadi langkah nyata dalam upaya pencegahan maupun penanganan kasus bullying di lingkungan Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa dalam mengembangkan diri, sekaligus membentuk karakter positif yang menjunjung sikap saling menghargai dan menghormati antar teman Kegiatan sosialisasi ini juga mendorong menyeluruh mengenai pengertian bullyin, jenisjenisnya, serta peran yang dapat dilakukan oleh sisea, masyarakat, dan pihak sekolah dalam mecegah maupun menanggulangi perundungan. Pentingnya langkah yang dilakukan sebelum bullying tersebut terjadi semakin jelas ketika melihat kasus tragis yang terjadi di Riau, dimana seorang siswa kelas dua SD yang berusia delapan tahun meninggal dunia diduga akibat perundungan yang dilakukan lima kakak kelasnya di Kabupaten Indragiri Hulu (Tempo. Korban ditemukan dengan luka dalam serta lebam pada beberapa bagian tubuh, dan kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa bullying bukanlah persoalan sepele, melainkan ancaman serius bagi keselamatan dan kesehatan psikologis anak. Oleh karena itu melalui sosialisasi anti-bullying di sekolah ini, diharapkan kesadaran seluruh pihak dapat semakin meningkat sehingga pencegahan dapat METODE PENELITIAN Metode yang diterapkan dalam kegiatan sosisalisasi di SDN 003 Laksamana adalah partisipatif-edukatif. Menurut (Kartika Dewa et al. , 2. , pendekatan ini memadukan berbagai metode seperti ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dan permainan Penerapan metode tersebut bertujuan agar siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara kognitif, tetapi juga dapat terlibat secara aktif dalam seluruh proses sosialisasi. https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Tahapan pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini terdiri atas beberapa Langkah utama sebagai Gambar 1. Tahapan Kegiatan Rangakaian kegiatan sosialisasi anti-bullying dimulai dari tahap observasi, yakni pengamatan awal terhadap kondisi sekolah serta perilaku peserta didik guna memperoleh gambaran mengenai tingkat pemahaman mereka tentang Temuan dari tahap ini menjadi dasar dalam merumuskan strategi sosialisasi yang relevan dengan kebutuhan siswa (Permana et al. Gambar 2. Tahap Observasi Selanjutnya adalah tahap perencanaan, yang dilakukan melalui koordinasi antara tim mahasiswa KKN MAs menentukan tujuan kegiatan, sasaran peserta, jadwal pelaksanaan, serta penyusunan materi yang akan disampaikan. Materi difokuskan pada pengertian bullying, bentuk-bentuknya, dampak yang ditimbulkan, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh siswa di lingkungan sekolah. Tahap berikutnya adalah persiapan, meliputi penyusunan media presentasi, perancangan permainan edukatif, serta menyiapkan instrument untuk refleksi siswa. Persiapan juga mencakup pembagian peran antar anggota tim sehingga kegiatan dapat berlangsung secara efektif dan Tahapan terakhir adalah pelaksanaan, yang dilaksanakan pada 7 Agustus 2025 di SDN 003 Laksamana. Pelaksanaan dimulai dengan pembukaan dan ice breaking, dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui ceramah interaktif yang dipadukan dengan diskusi dan tanya jawab. Untuk menjaga antusiasme siswa, disisipkan permainan edukatif seperti AuTepuk AntiBullyingAy. Pada akhir kegiatan, siswa diajak melakukan refleksi bersama dan menyampaikan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 janji untuk tidak melakukan bullying serta berani membela teman yang menjadi korban. HASIL DAN PEMBAHASAN Upaya untuk mencegah dan mengurangi tidakan bullying ini sangat penting untuk dilakukan dan didukung oleh seluruh pihak, baik orang tua, guru, maupun masyarakat sekitar. Salah satu upaya yang dapat kami lakukan adalah mengadakan kegiatan sosialisasi terkait bullying yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2025 di SDN 003 Laksamana yang dihadiri oleh siswa kelas 4-6. Sosialisasi tersebut berfokus pada penekanan pemahaman siswa terkait bullying melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, dan permainan edukatif. Materi yang disampaikan pada sosialisasi diantaranya pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak bullying, dan cara melawan Gambar 3. Tahap Persiapan Dijelaskan dalam materi yang kami bawakan bahwasanya bullying merupakan perbuatan yang menyakiti teman secara sengaja dan berulang-ulang. Sebagaimana dijumpai dalam salah satu jurnal oleh (Hayati et al. , 2. yang menjelaskan bahwa bullying merupakan suatu tindakan mengganggu atau menyakiti orang lain yang dilakukan secara sadar dan disengaja baik secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal yang direncanakan maupun spontan kemudian tindakan tersebut dilakukan secara berualang-ulang dan terus menerus. Materi sosialisasi dilakukan dengan diskusi interaktif bersama siswa untuk meningkatkan pemahaman siswa bahwa perilaku bullying yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja akan memberikan dampak yang merugikan bagi korban bullying. Diskusi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pendapat maupun pengalaman mereka terkait bullying serta sejauh mana perilaku tersebut terjadi diantara mereka. Gambar 4. Pemaparan Materi Tindakan bullying pada saat ini dipandang sebagai masalah yang global atau umum. Yang dimana sebagian orang tua maupun pihak sekolah menganggap bahwa perundungan hanya dialami oleh siswa SMP dan SMA tidak sepenuhnya benar, sebab kenyataannya perilaku serupa juga banyak terjadi pada anak usia 3-12 Pada masa perkembangan saat ini, kasus bullying seringkali terabaikan karena dianggap sebagai perilaku yang wajar (Agustina Rahayu & Permana, 2. Pada saat kegiatan sosialisasi kami juga menjelaskan sedikit lebih rinci terkait bentukbentuk bullying sekaligus dampaknya yaitu menurut (Nur et al. , n. ), bentuk bullying ini banyak jenisnya, ada bullying fisik, verbal, dan Bullying fisik merupakan bentuk penindasan secara langsung menyakiti tubuh orang lain sehingga dapat dengan mudah untuk diidentifikasi dibandingkan dengan bentuk yang lainnya, bullying verbal merupakan bentuk penindasan dengan ucapan atau perkataan yang mengejek dan menyakiti hati orang lain, dan bullying sosial merupakan tindakan yang paling sulit diidentifikasi karena ini adalah bentuk tindakan yang menjadikan orang lain dijauhi atau tidak dianggap. Bullying menjadi hambatan serius bagi anak dalam mengekspresikan diri karena tidak memberikan rasa aman maupun nyaman. Sebaliknya, perilaku ini menimbulkan rasa takut, terancam, rendah diri, dan membuat korban merasa tidak berharga. Dampak yang muncul antara lain kesulitan berkonsentrasi saat belajar, enggan bersekolah, sulit bersosialisasi dengan lingkungan, kehilangan kepercayaan diri, hingga prestasi akademik yang menurun. Dalam kasus yang lebih parah, korban bahkan dapat mengalami tekanan psikologis berat yang berujung pada kainginan untuk mengakhiri hidupnya (Anang Zulqurnain et al. , 2. Perilaku bullying dapat dipicu oleh faktor sekolah maupun teman sebaya. Lingkungan sekolah yang lebih sering memberikan masukan membangun, dapat menghambat terbentuknya https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. 3 November 2025 sikap saling menghargai dan menghormati antar warga sekolah. Sementara itu, pengaruh teman sebaya juga sangat besar, dimana interaksi dengan kelompok pertemanan yang memiliki kecenderungan negatif, seperti suka melakukan kekerasan, membolos, dan tidak menghargai orang lain dapat mendorong anak maupun remaja terlibat dalam perilaku Ikatan yang kuat dengan kelompok semacam ini semakin meningkatkan risiko seorang anak untuk melakukan tindakan perundungan (Herawati, 2. Menurut (Selian & Restya, 2. , terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi siswa. Strategi tersebut meliputi penyelenggaraan kampanye anti-bullying, pemberian pelatihan bagi guru, staf, dan siswa, pembentukan tim anti-bullying, penetapan kebijakan khusus yang tegas, serta peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah. Kampanye anti-bullying meningkatkan kesadaran tentang dampak bullying, menanamkan nilai menghargai perbedaan, dan menciptakan iklim sekolah yang aman dan ramah bagi seluruh siswa. Kegiatan yang dilaksanakan di SDN 003 Laksamana sejalan dengan strategi tersebut. KKN MAs menyelenggarakan sosialisasi kampanye anti bullying dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan ini menjadi Langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari Berdasarkan pengalaman selama kegiatan, siswa mampu mengidenntifikasi bentuk-bentuk bullying seperti fisik . emukul, menendang, menjambak, meludah. , verbal . enghina, mengejek, memak. , maupun sosial . engucilkan tema. Beberapa siswa mengakui bahawa ada teman yang terkadang suka memukul, kemudian setelah sosialisasi mereka juga menyadari bahwa tindakan tersebut termasuk tindakan bullying. Gambar 5. Ice Breaking dan Games https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 SIMPULAN Kegiatan Sosialisasi Bullying yang dilaksanakan di SDN 003 Laksamana merupakan salah satu upaya untuk mencegah ataupun menangani tindakan bullying. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak bullying, serta cara untuk menghadapi Siswa juga mampu mengidentifikasi tindakan bullying serta menyadari pentingnya sikap tolong menolong dan saling menghargai. Dengan demikian kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying disekolah dasar, dan diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dengan dukungan dari pihak sekolah maupun orang tua melalui program berkesinambungan untuk memperkuat budaya anti-bullying pada tingkat sekolah dasar. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Bullying ini terutama seluruh anggota kelompok KKN MAs 2025 mulai dari ketua Dzaki Fauzan, sekretaris Eka Muzizat Dianningsih dan Rasti Andriani, bendahara Annisa Febri Yanti, humas M. Fauzan dan Rini Kartika Sari. Korlap Muhammad Faqih. Afri Maharani dan Mardotilla Aini, serta pdd Rizky Afriansyah. Juliana Dara Pratiwi dan Putra Alizar. Termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah AoAisyiyah (PTMA) yang telah memberi dukungan materi dan imateri. Semoga hasil dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. DAFTAR PUSTAKA