Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. LITERASI BAHASA DI RUMAH: PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP KETERLAMBATAN BERBICARA ANAK Nor Izatil Hasanah Universitas Islam Negeri Antasari izza@uin-antasari. Nurul Faziah Universitas Islam Negeri Antasari nufajazmyn@gmail. Abstrak Speech delay atau keterlambatan bicara pada anak usia dini adalah masalah perkembangan yang semakin sering ditemukan dan berdampak pada kemampuan komunikasi, sosial, hingga pembelajaran anak. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan pemahaman orang tua pada keterlambatan berbicara anak yang berusia dini, mencakup pengetahuan tentang tanda-tanda, faktor penyebab, serta strategi intervensi yang digunakan di lingkungan rumah. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dipilih sebagai pendekatan dan jenis penelitian ini. Subjek penelitian terdiri atas delapan orang tua di RT 22 Kelurahan Kebun Bunga. Banjarmasin Timur. Kalimantan Selatan, yang memiliki anak umur 3 hingga 6 Data dihimpun melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian megindikasikan bahwa sebagian besar orang tua hanya memahami keterlambatan bicara secara umum tanpa mengenali indikator perkembangan bahasa secara spesifik. Faktor penyebab yang diketahui terbatas pada penggunaan gadget dan kurangnya interaksi verbal, sedangkan faktor bawaan seperti kondisi medis atau neurologis kurang dipahami. Intervensi yang dilakukan pun masih sederhana dan tidak sistematis, seperti mengajak anak untuk terus berinteraksi dan menyekolahkan anak ke lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan literasi orang tua terkait kemampuan bahasa anak usia dini serta penguatan peran pemangku kebijakan untuk program penguatan peran orangtua, lembaga PAUD dan layanan kesehatan dalam memberikan edukasi. Kata kunci: Literasi Bahasa. Keterlambatan Bicara. Pemahaman OrangTua. Anak Abstract Speech delay in early childhood is an increasingly common developmental problem that impacts on children's communication, social and learning skills. This study aims to explain parents' understanding of early childhood speech delay, including knowledge of signs, causal factors, and intervention strategies used in the home environment. A qualitative approach with a case study method was chosen as the approach and type of this research. The research subjects consisted of eight parents in RT 22 Kebun Bunga Village. East Banjarmasin. South Kalimantan, who have children aged 3 to 6 years. Data were collected through semi-structured interviews and participatory observation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing stages. The results indicates that most parents only understood speech delay in general without recognizing specific language development indicators. The known causative factors are limited to the use of gadgets and lack of verbal interaction, while innate factors such as medical or neurological conditions are less understood. Interventions are still simple and unsystematic, such as inviting children to continue interacting and sending children to PAUD institutions. This finding indicates the need to increase parental literacy related to language development. Keywords: Language Literacy. Speech Delay. Parental Understanding. Child P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. PENDAHULUAN rentang usia 12 hingga 18 bulan. Seorang Masa usia dini merupakan masa keterlambatan berbicara apabila pada usia menentukan kualitas kehidupan di masa 24 bulan belum menunjukkan kelancaran depan, termasuk dalam aspek perkembangan dalam berbicara, tidak mampu merespons Literasi bahasa menjadi dasar bagi kosakata aktif kurang dari 25 kata, serta berpikir kritis, serta berinteraksi sosial belum dapat memahami pertanyaan yang diajukan (Pratiwi et al. , 2. Literasi Pada melainkan juga kemampuan memahami, dilaporkan diberbagai layanan kesehatan. membangun komunikasi yang bermakna. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia Oleh sebab itu, stimulasi literasi bahasa (IDAI), melaporkan bahwa sebanyak 5 - 8% sejak usia dini sangat penting karena anak yang belum memasuki sekolah dasar berperan besar dalam mendukung kesiapan Sedangkan di Jakarta, tercatat 21% anak maupun kehidupan sosial di masa depan mengalami speech delay (Amaliyah & Frety, (Ginting et al. , 2. Salah satu tantangan serius dalam Fenomena mengganggu proses perkembangan bahasa anak, hal ini kemudian juga mempengaruhi keterlambatan bicara. Keterlambatan bicara berbagai aspek lain. Seperti penurunan sendiri adalah kondisi di saat anak-anak memiliki kemampuan berbicara lebih yang keterampilan sosial dan emosional, yang lambat dari biasanya untuk usia mereka pada akhirnya meningkatkan risiko status (Irchamna et al. , 2. Kondisi ini ditunjukkan oleh pelafalan yang tidak jelas NiAomatuzahroh, ditangani, keterlambatan bicara ini dapat komunikasi, sehingga pesan anak sulit menghambat komunikasi, pembelajaran, (Palipung Apabila memahami ucapan orang lain (Hasanah, keseluruhan dan peluang masa depan (Putra. Keterlambatan bicara pada anak usia Berasarkan dini umumnya mulai teridentifikasi pada keterlambatan bicara pada anak dapat P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara Oleh karena itu. Pemahaman orang lain: jenis kelamin laki-laki, kondisi prenatal tua tentang perkembangan bahasa anak dan perinatal seperti kelahiran prematur serta berat badan lahir terlalu rendah, pola pengasuhan yang tidak optimal, penggunaan lingkungan yang kondusif, memberikan gadget yang melebihi 30 menit per hari, serta bimbingan dan dorongan yang tepat dengan kurangnya pemberian stimulasi yang tepat usia anak, mengenali langkah dan gaya sesuai tahapan perkembangan anak (Pratiwi et al. , 2. Berasarkan paparan tersebut, meningkatkan kepercayaan diri merka dan pola asuh orang tua menjadi faktor penyebab memfasilitasi pertumbuhan bahasa yang keterlambatan bicara selain faktor bawaan. (Lestari. Sebaliknya. Damanik et al. , . menambahkan pemahaman yang tidak memadai atau bahwa hal utama yang menyebabkan kurang praktik pengasuhan yang buruk dapat tepatnya pola pengasuhan adalah pendidikan orang tua yang rendah dan interaksi yang Padahal, menunjukkan bahwa hingga 80 % input efektif (Ulfadhilah & Nurkhafifah, 2. linguistik anak justru berlangsung di rumah bersama keluarga (Teepe, 2. Berdasarkan dapat disimpulkan bahwa keterlambatan Orang tua memiliki peran yang utama bicara pada anak merupakan permasalahan dalam menstimulasi bahasa anak. Interaksi penanganan sejak dini. Salah satu langkah Frekuensi dan praktik bahasa yang memetakan tingkat pemahaman orang tua berkualitas antara kedua orang tua dan anak mengenai tanda-tanda keterlambatan, faktor secara signifikan membantu penguatan penyebab, serta strategi stimulasi yang tepat. keterampilan bahasa dan literasi pada anak- Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan anak (Sims & Coley, 2015. Astuti, 2. untuk memetakan sejauh mana pemahaman Selain itu, menciptakan lingkungan yang orang tua terhadap keterlambatan berbicara mendukung seperti kegiatan membaca buku, pada anak. Selanjutnya hasil penelitian ini menyanyikan lagu, bermain tebak-tebakan, diharapkan dapat memberikan dasar bagi bermain kata dan mendongeng mengekspos penyusunan program intervensi atau edukasi anak-anak yang tepat guna, baik oleh (Harahap et al. , 2. P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 pendidikan anak usia dini, tenaga kesehatan. Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. mendorong perkembangan bahasa anak secara optimal dan mencegah dampak memperoleh gambarab langsung mengenai negatif lanjutan. praktik orangtua dalam mendampingi anak. Teknik Analisis Data METODE PENELITIAN Data yang telah terkumpul kemudian Pendekatan dan Jenis Penelitian dianalisis dengan tiga langkah teknis analisis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verivication. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan mendalam terkait isu yang dikaji, yaitu HASIL DAN PEMBAHASAN Kemampuan berkembang seiring dengan bertambahnya keterlambatan berbicara anak usia dini baik Menurut Permendikbud Nomor 137 dari segi tanda-tanda keterlambatan, faktor Tahun 2014, pada usia 12-18 bulan anak penyebab, serta strategi stimulasi yang tepat. sudah mulai memproduksi satu kata, seperti Subjek Penelitian ma, pa, ya, tidak. Pada usia 18-24 bulan anak Penelitian ini dilaksanakan di RT 22 sudah mampu mengungkapkan keinginan Kelurahan Kebun Bunga. Banjarmasin dan merespon pertanyaan dengan kalimat Timur Kalimantan pendek (Peraturan Menteri Pendidikan Dan Selatan. Subjek utama penelitian ini adalah Kebudayaan Republik Indonesia, 2. delapan orang tua yang memiliki anak Kemampuan anak dalam mengungkapkan berusia 3-6 tahun. Empat diantaranya bahasa tersebut semakin kompleks seiring memiliki anak yang mengalami speech dengan terus bertambahnya usia mereka. Subjek penelitian dipilih melalui Sehingga, jika kemampuan anak dalam teknik purposive sampling berdasarkan berbicara tidak sesuai dengan indikator kriteria kesesuaian dengan tujuan penelitian. Teknik Pengumpulan Data tersebut, maka bisa dikatakan anak tersebut Data Banjarmasin, wawancara semi tersrtuktur dan observasi keterlambatan berbicara. Wawancara dilakukan untuk Pemahaman Orang Tua terhadap Tanda- menggali pemahaman orang tua mengenai Tanda Speech Delay keterlambatan berbicara anak usia dini baik Berdasarkan dari segi tanda-tanda keterlambatan, faktor penyebab, maupun strategi stimulasi yang diperoleh data bahwa pada dasarnya mereka mengetahui maksud dari speech delay atau P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Observasi Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. keterlambatan berbicara pada anak, namun cuma bisa manyebut seperti AoMommyAo dan mereka tidak bisa menjelaskan usia berapa AoShoesAo aja, itu jua gara-gara kelamaan dan apa ciri sehingga anak bisa dikatakan menonton kartun bahasa Inggris di HP, jadi mengalami speech delay. AuAnak yang terlambat bicara itu. Inggris Ay(Ibu DL). anak yang kesusahan berbicaraAy, . bu NR). AuSelama masuk sekolah yang ini. Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh agak berkurang sifat pemalunya ke orang lain, sudah mulai mau berbicara walaupun AuTelambat bicara tu anaknya balum bisa sadikit-sadikit. Dulu, sebelum masuk PAUD, meucapkan kosa kataAy (Ibu NL), serta tidak terlalu mau diakan bicara, maunya AuTerlambat berbicara tu ya anaknya main HP ajaAy(Ibu MM). terganggu bicaraAu (Ibu V). Faktor Fakta mengejutkan yang ditemui Penyebab Menurut Persepsi Orang Tua peneliti adalah pada awalnya semua subjek Yulia dalam Herpiyana et al. , . penelitian mengaku bahwa anak mereka menjeaskan secara garis besar ada dua faktor tidak memiliki hambatan berbicara, namun akhirnya 1 subjek mengaku bahwa baru keterlambatan bicara, pertama adalah faktor mengetahui anaknya mengalami speech internal atau bawaan dari dalam diri anak delay saat berusia 6 tahun. yang meliputi factor genetik, cacat fisik. AuMulai sadar ketika umurnya 6 malfungsi neurologis, prematur, dan jenis tahun, dia masih belum bisa berbicara Sedangkan faktor yang kedua seperti anak seumurannya, menyesal karena adalah faktor eksternal atau faktor dari luar membiarakannya main handphone terusAy diri anak yang meliputi faktor kondisi (Ibu AS) ekonomi, latar pendidikan orang tua, urutan Berdasarkan hasil observasi peneliti, peneliti melihat bahwa 2 orang subjek yang anak dalam keluarga, jumlah anak, fungsi keluarga, dan bilingual. berusia 6 tahun yang seharusnya sudah bisa Faktor berbicara lancar masih terbata-bata dan keterlambatan bicara adalah pemberian Demikian juga 2 orang subjek yang berusia gadget pada anak tanpa aturan dan Batasan 4 tahun, anak tersebut tidak mau berbicara hanya menggeleng dan mengganguk jika perangkat digital, misalnya untuk bermain diajak berbicara. Namun pengakuan orang game dan menonton video, mereka tidak tua anak tersebut hanyalah malu. terlibat dalam interaksi yang berarti. Mereka Ketika anak-anak Au. dia tidak bisa banyak bicara, hanya menjadi penerima informasi yang P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. pasif, dengan kesempatan yang sangat bergaul dengan kawan sebaya, karena tidak sedikit untuk belajar mengekspresikan atau memahami apa yang dibicarakan atau dirasakan orang lainAy. (Ibu H) Akibatnya, anak-anak AuMenurutku keterlambatan dalam perkembangan bicara menyampaikan kenedak dan isi hatinya, (Hasanah et al. , 2. Anak-anak berusia di karena dia susah berbicaraAy (Ibu MM). bawah dua tahun tidak boleh terpapar layar. Sebenarnya sementara anak-anak yang lebih besar harus diizinkan menonton layar dalam waktu kemampuan anak dalam mengungkapkan terbatas (Rocka et al. , 2. keinginan saja yang akan terhambat jika Berdasarkan hasil wawancara, rata- anak mengalami speech delay, akan tetapi rata subjek penelitian ini mengetahui 2 juga berdampak pada pembelajaran (Wooles faktor keterlambatan bicara pada anak, yaitu et al. , 2. Bahkan apabila tidak ditangani, factor kurangnya interaksi dengan orang tua keterlambatan bicara ini dapat menghambat dan penggunaan gadget yang berlebihan. komunikasi dan interaksi sosial yang efektif. AuBisa juga karna orangtuanya tidak terlalu mengajak bicara, dan selalu memmberikan keseluruhan dan peluang masa depan (Putra. HPAy(Ibu NR). Au Kurang diperhatikan orangtuanya anaknya diizinkan nonton Strategi Intervensi yang Dilakukan Oleh terusAy(Ibu MM) Orang Tua Subjek penelitian hanya mengetahui 2 Terkait intervensi yang bisa dilakukan untuk membantu anak yang mengalami keterlambatan bicara pada anak. Sedangkan factor internal mereka tidak mengetahuinya. memberikan respon bahwa cara yang bisa Mereka bicara akan memberikan dampak negatif penggunaan HP, selalu mengajak anak pada anak sepeti anak akan mengalami berbicara dan mengulang-ulang kata, selalu keinginan dan emosi, memberikan pertanyaan-pertanyaan dan 2 subjek memaparkan bahwa cara yang bisa Au. karena dia suasah menyampaikan dilakukan adalah memasukkan anak ke lembaga sekolah. Para orangtua mengaku menyampaiakn jadi akhirnya menangis dan mendapatkan informasi tersebut dari sosial marah-marahAy (Ibu V) media seperti Instagram dan tiktok, melalui Au. dia mengalami kesulitan dalam P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Posyando dan guru di lembaga PAUD. Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. Aumisalnya kalau N lagi nonton film keterlambatan bicara, para orangtua baik sasambil ditanyaii pendapatnya yang memiliki anak yang sedang mengalami tentang tokoh kartu yang di tontonnya dan speech delay maupun tidak mengaku bahwa paling penting membatasi waktu memakai tidak terlalu tertarik untuk mencari tahu handphoneAy(Ibu HY) . AuAmemasukkan lebih mendalam, selain beranggapan anak anak ke PAUD, setelah di sekolahkan mereka tidak memiliki gangguan bahasa anakku mulai tidak pemalu, mulai mau berbicaraAy(Ibu V). tersebut adalah hal yang kurang penting. Pernyataan lain juga diungkapkan AuAku tidak pernah mau tahu lebih oleh informan lainnya yang menyebutkan mendalam, menurutku tidak talalu panting- bahwa AuPalingan melihat konten lewat- panting bangetAy. (Ibu MM) lewat di intagram atau di tiktok aja makanya tahu,Ay (Ibu H) AuAA ada aja sih infromasi di posiandu oleh bidanAy (Ibu MM) Aunggak pernah juga mau tahu lebih mendalam, anakku bicara aja, tidak ada bemasalahAy(Ibu NL) . Orang tua memiliki peran utama Pemahaman orang tua tentang metode dalam meningkatkan kemampuan bicara anak yang mengalami speech delay. Orang mengalami gangguan bahasa sangat penting tua secara signifikan membantu anak-anak untuk perkembangan bahasa yang efektif. Pemahaman ini memungkinkan orang tua memperkuat kegiatan bicara di rumah, meningkatkan keterampilan komunikasi, komunikasi anak mereka, memfasilitasi generalisasi perilaku yang dipelajari ke (Alias & Ramly, 2. Orang tua harus lingkungan rumah dan sosial. Orang tua terlibat dalam kegiatan bicara reguler, yang tidak memahami cara intervensi untuk seperti mengubah gaya komonikasi Yes/No anak mereka yang mengalami gangguan Questions Questions, bahasa dapat secara signifikan menghambat membacakan cerita, buku, dongeng agar kemajuan anak. Kurangnya pemahaman memperkaya kosa kata anak, mengajukan dapat menyebabkan dukungan yang tidak pertanyaan terbuka, membatasi screentime memadai di rumah, membatasi generalisasi dan berkonsultasi kepada dokter. (Hasanah, keterampilan yang dipelajari selama sesi Tidak adanya keterlibatan orang tua Sayangnya, ini dapat mengakibatkan perkembangan komunikasi yang kurang efektif, yang pada P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Penelitian Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2025 . Vol 10. No. Received: Juni 2025 Accepted: Juli 2025 Published: September 2025 Article DOI: 10. 24903/jw. menunjukkan bahwa anak-anak yang orang Posyando dan PKK, selain itu, lembaga tuanya secara aktif berpartisipasi dalam PAUD juga bisa berkalaborai dengan terapi dan memahami strategi intervensi Posyando, psikolog untuk mengadakan menunjukkan peningkatan yang lebih besar daripada mereka yang orang tuanya tidak terlibat (Uysal, 2. tumbuh kembang anak serta skrining PENUTUP Temuan Kesimpulan pemahaman orang tua yang baik terhadap Secara garis besar, pemahaman para keterlambatan bicara sangat berperan dalam orangtua terhadap keterlambatan bicara penanganan dini yang tepat. Oleh karena itu, masih bersifat umum dan terbatas. Faktor sudah saatnya semua pihak, khususnya penyelenggara layanan anak usia dini, cenderung terbatas pada aspek eksternal mengambil peran aktif dalam membangun yaitu kurangnya interaksi dan penggunaan ekosistem dukungan yang lebih terintegrasi gadget berlebihan. Strategi yang dilakukan bagi deteksi dan stimulasi perkembangan umumnya berupa pembatasan gadget dan bahasa anak sejak dini. komunikasi verbal seadanya. Informasi yang diperoleh pun lebih banyak bersumber dari media sosial dan posyandu, bukan dari tenaga ahli. Fakta menunjukkan orangtua keterlambatan berbicara anak. Temuan ini DAFTAR PUSTAKA Alias. , & Ramly. Parental Involvement in Speech Activities of Speech Delayed Child at Home. Proceedings of the 2nd International Conference on Technology and Educational Science (ICTES 2. https://doi. org/10. 2991/assehr. menunjukkan rendahnya kesadaran orangtua terhadap pentingnya memahami tumbuh kembang anak hal ini berimplikasi pada kemampuan sosial dan akademik anak di masa depan Saran