Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Pengaruh Spa Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya The Effect Of Diabetic Foot Spa On Foot Sensitivity Of Diabetes Mellitus In Bandar Baru Public Health Center,Pidie Jaya Azhar MuAoalim1*. Nurlela Mufida2. Iklima3. Ismuntania4. Muizzah5 3,4,5 Program Studi Profesi Ners STIKes Medika Nurul Islam. Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Medika Nurul Islam *Email: azharmualim27@gmail. ABSTRAK Perawatan kaki salah satunya SPA diabetik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sirkulasi darah perifer sehingga dapat mencegah komplikasi dari Diabetes Melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest, populasi dalam penelitian adalah semua pasien diabetes mellitus berjumlah 604 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 15 orang dan tempat penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 13 Juli Ae 13 Agustus 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif sebanyak 11 responden . ,3%). Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif sebanyak 10 responden . ,7%). Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus dengan nilai P-value 0,000 menunjukkan perbedaan yang bermakna yang terlihat dari t-hitung = 3,055 dan t-tabel = 2,145. Sehingga dapat disimpulkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Saran: Diharapkan bagi responden dengan adanya penelitian ini memberikan informasi tentang Efek dari SPA Kaki Diabetik dapat memperbaiki sensitifitas kaki. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk pengobatan non farmakologis sensitifitas kaki pada pasien sehingga dapat mengurangi resiko neuropati serta dapat mencegah komplikasi yang berakibat ulkus diabetik maupun amputasi. Kata Kunci: SPA Kaki. Sensitifitas Kaki. Diabetes Mellitus Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 ABSTRACT Diabetic SPA treatment is one of the factors that can affect peripheral blood circulation so that it can prevent more complications from Diabetes Mellitus. The objective of the research was to know the effect of diabetic foot SPA on foot sensitivity to Diabetes Mellitus. The research was Experimented through the onegroup pretest-posttest design. The population in the research was Diabetes Mellitus patients that consisted of 604 people. Several 15 people were taken as samples by using the Purposive Sampling method. The research was conducted from July 13 up to August 13 in 2023 at Bandar Baru Public Health Service in Pidie Jaya. To obtain the data, the researchers used a questionnaire sheet. The result showed that 11 respondents . ,3%) with negative category before diabetic foot SPA. It found that 10 respondents . ,7%) with a positive category after diabetic foot SPA. There was an effect of diabetic foot SPA on foot sensitivity of Diabetes Mellitus that obtained a P-value of 0,000. It found that the significant differences showed t-count = 3,055 and t-table = 2,145. So it can be concluded that t-count > t-tables then Ha accepted. In brief, there was the effect of diabetic foot SPA on foot sensitivity of Diabetes Mellitus. The researcher expected that respondents could get information, especially about the effect of diabetic foot SPA on foot sensitivity of Diabetes Mellitus. This therapy can be recommended for non-pharmacological treatment of foot sensitivity for patients so that it can reduce the risk of neuropathy. It also can prevent the complications that result in diabetic ulcers or amputations. Keywords: Foot SPA. Foot Sensitivity. Diabetes Mellitus PENDAHULUAN Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya terus mengalami peningkatan di dunia, baik pada negara maju ataupun negara berkembang, sehingga dikatakan bahwa DM sudah menjadi masalah kesehatan atau penyakit global pada masyarakat. Menurut International Diabetes Federation Pada tahun 2017, sekitar 425 juta orang di seluruh dunia menderita DM. Jumlah terbesar orang dengan DM yaitu berada di wilayah Pasifik Barat 159 juta dan Asia Tenggara 82 juta. China menjadi negara dengan penderita DM terbanyak di dunia dengan 114 juta penderita, kemudian diikuti oleh India 72,9 juta, lalu Amerika serikat 30,1 juta, kemudian Brazil 12,5 juta dan Mexico 12 juta penderita. Indonesia menduduki peringkat ke tujuh untuk penderita DM terbanyak di dunia dengan jumlah 10,3 juta penderita (Rahayu, 2. WHO menyebutkan bahwa sekitar 150 juta orang di dunia telah menderita diabetes mellitus. Penderita yang semakin meningkat jumlahnya setiap tahun sebagian besar berasal dari negara berkembang. Penduduk Amerika yang menderita diabetes sebanyak 29,1 juta jiwa dimana sebanyak 21 juta jiwa katagori diabetes yang terdiagnosis, sedangkan sebanyak 8,1 juta jiwa termasuk katagori diabetes tidak terdiagnosis Prevalensi diabetes di Indonesia menepati uruatan ketujuh tertinggi di dunia setelah China. India. USA. Brazil. Rusia dan Mexico (Azwar, 2. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi diabetes di Indonesia, dengan proporsi penduduk usia Ou15 tahun adalah 1. 290 jiwa. Data Riskesdas 2018 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus di Provinsi Aceh mencapai 20. Prevalensi DM cenderung lebih tinggi pada perempuan . ,8%) dari pada laki-laki . ,2%), di perkotaan . ,9%) dari pada pedesaan . ,0%) dan lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi . ,8%) dengan kuintil indeks kepemilikan tinggi. Gejala diabetes akan meningkat sesuai dengan bertambahnya Keterbatasan jumlah insulin pada pasien Diabetes Melitus mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat, hal ini menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf, dan struktur internal lainnya sehingga pasokan darah perifer . aki dan tanga. semakin terhambat, akibatnya pasien Diabetes Melitus akan mengalami gangguan sirkulasi darah pada kaki menurunnya sensitivitas kaki pada pasien Diabetes Melitus dapat menyebabkan resiko terkena luka kronik maupun Adapun beberapa terapi yang dapat meningkatkan sirkulasi peredaran darah maupun sensitivitas kaki yaitu Senam Kaki Diabetik dan SPA Kaki Diabetik. SPA Kaki Diabetik merupakan serangkaian kegiatan perawatan kaki yang diawali dari pembersihan . kin cleansin. dengan air hangat, memotong dan merapikan kuku . , masker kaki . oot mas. , dan pemijatan kaki . oot Perawatan kaki seperti ini adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sirkulasi darah perifer (Monungo, 2. Menurut Istihora, dkk . Aktivitas perlindungan kaki yang mengkombinasikan tiga intervensi: perawatan kaki, latihan kaki dan pijat kaki akan meningkatkan sensitivitas kaki karena terjadi perbaikan perfusi darah di Pada beberapa penelitian sebelumnya ditemukan adanya pengaruh SPA kaki terhadap sirkulasi darah perifer dan neuropati perifer yang ditunjukan dengan melakukan pengukuran sensasi kaki menggunakan monofilament test. Hasil penelitian Rahmi Affiani dan Puji Astuti . menunjukkan bahwa SPA Kaki Diabetik efektif terhadap sirkulasi darah perifer. Semakin rutin dilakukannya SPA Kaki Diabetik, maka sirkulasi darah perifer akan semakin baik, sehingga dapat mencegah komplikasi dari Diabetes Melitus. Selanjutnya hasil penelitian yang dilakukan oleh Suyanto . menunjukkan ada perbedaan rerata peningkatan sensasi kaki yang diberikan kombinasi senam kaki diabetik dan terapi SPA dibandingkan hanya diberikan tindakan senam kaki diabetik. Menurut Ainiyah . sensitifitas kaki pada masyarakat yang mengalami diabetes mellitus sangat dipengaruhi oleh spa kaki diabetik dan kualitas tidur sedangkan menurut Rasdini . sensitifitas kaki pada masyarakat yang mengalami diabetes mellitus sangat dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin dan spa kaki diabetik. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2021 didapatkan bahwa jumlah penderita Diabetes Mellitus tahun 2021 periode Januari sampai dengan Desember sebanyak 1. 518 orang (Dinkes Pidie Jaya, 2. Sedangkan data dari Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya didapatkan bahwa jumlah penderita Diabetes Mellitus tahun 2022 periode Januari sampai dengan Desember sebanyak 604 orang dan berdasarkan data Dinkes Puskesmas Bandar Baru nomor 4 terbanyak pasien Diabetes Mellitus (Data Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, 2. Menurut survey awal penulis dengan cara wawancara dan observasi pada 12 orang penderita diabetes mellitus didapatkan bahwa 10 orang diantanya mengalami keram/kebas hingga berkurangnya sensitivitas pada kaki sedangkan 2 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 diantaranya tidak ada rasa di kaki. Menurut hasil wawancara penderita diabetes mellitus belum pernah melakukan spa kaki untuk memulihkan keram/kebas dan mati rasa dikaki. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemderita diabetes mellitus tidak pernah melakukan spa kaki diabetik dikarenakan kurangnya informasi baik dari media maupun dari petugas kesehatan. Berdasarkan masalah atau fenomena yang didapatkan penulis dari penelitian orang lain atau jurnal dan dari hasil melakukan survey awal maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Spa Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. METODE Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja yang dipilih secara random dan tidak dilakukantes kestabilan dan kejelasan kelompok sebelum diberikan perlakuan (Sujarweni, 2. Adapun tujuan dari desain ini adalah melihat Pengaruh Spa Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Sujarweni, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 604 orang. Penelitian telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 13 Juli Ae 13 Agustus 2023. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang akan diberikan kepada responden tentang sensitifitas kaki pada responden yang mengalami diabetes melitus dan melakukan intervensi Spa Kaki Diabetik dengan jumlah sampel 15 orang HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden . Frekuensi Persentase Keterangan . 18 Ae 40 Tahun 41 Ae 60 Tahun Usia 61 Ae 80 Tahun Laki-laki Jenis Perempuan Kelamin Dagang Pensiunan Pekerjaan Tani IRT Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa usia responden mayoritas 41 Ae 60 tahun yaitu sebanyak 10 responden . ,7%), jenis kelamin responden mayoritas perempuan yaitu sebanyak 10 responden . ,7%), dan pekerjaan responden mayoritas IRT yaitu sebanyak 9 responden . %). Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 Tabel 2. Distribusi Frekuensi Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Sebelum SPA Kaki Diabetik . Sensitifitas Kaki Sebelum SPA Kaki Diabetik Positif Negatif Total Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif sebanyak 11 responden . ,3%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Sesudah SPA Kaki Diabetik . No Sensitifitas Kaki Sesudah Frekuensi Persentase SPA Kaki Diabetik Positif Negatif Total Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif sebanyak 10 responden . ,7%). Tabel 4. Pengaruh SPA Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Variabel Mean Standar Beda ttP-value Deviasi Mean Hitung Tabel PreTest 0,400 0,009 PostTest Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa rata-rata sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik sebesar 1. 73 dengan standar deviasi 0,458 sementara rata-rata sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik sebesar 1. 33 dengan standar deviasi 0,488. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan sebesar 0,400 dan perbedaan tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna yang terlihat dari t-hitung = 3,055 dan ttabel = 2,145 dengan nilai P-value 0,009. Sehingga dapat disimpulkan bahwa thitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima yaitu ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 PEMBAHASAN Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Sebelum SPA Kaki Diabetik Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif sebanyak 11 responden . ,3%). Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas negatif disebabkan oleh gangguan vaskularisasi pada kaki. vaskularisasi pada kaki pada pasien diabetes mellitus jika dibiarkan maka akan beresiko mengalami luka apabila berat maka harus dilakukan amputasi pada kaki selain itu penurunan perasa pada kaki dan sering terjadinya kebas. Peningkatan kejadian komplikasi berbanding dengan lamanya menderita diabetes, dengan kata lain semakin lama menderita diabetes maka resiko untuk terkena komplikasi juga meningkat (Priyanto, 2. Menurut Monungo . di Gorontalo menunjukkan bahwa sensitivitas kaki pasien Diabetes Melitus tipe II sebelum melakukan SPA Kaki Diabetik pada kelompok intervensi yaitu menunjukkan rata-rata 5. 60 untuk kaki kiri dan 5. untuk kaki kanan, kemudian setelah melakukan intervensi mengalami peningkatan 70 untuk kaki kiri dan 7. 80 untuk kaki kanan. Menurut pendapat peneliti bahwa sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif karena responden mengalami sensitifitas kaki negatif seperti tidak terasa saat diperiksa dengan kapa, sikat dan jarum ini sesuai dengan tindakan yang peneliti lakukan pada saat melakukan penelitian yang diujung jari tidak terasa apa-apa. Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Sesudah SPA Kaki Diabetik Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif sebanyak 10 responden . ,7%). Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus setelah SPA kaki diabetik mayoritas positif disebabkan SPA kaki dapat memperbaiki saraf-saraf yang ada di kaki yang bertujuan untuk memperlancar darah menuju parifer sehingga tidak terjadi sumbatan pada saraf di kaki yang bisa menyebabkan masalah sensitivitas kaki yang jika tidak segera ditangani akan bermasalah pada kaki. Perawatan dengan SPA kaki diabetik akan memperlancar vaskularisasi darah ke parifer yang ada di kaki penderita diabetes melitus (Suyanto, 2. Menurut Monungo . di Gorontalo menunjukkan bahwa Sensitivitas kaki pasien Diabetes Melitus tipe II psesudah intervensi pretest rata-rata 6. untuk kaki kiri dan 6. 00 untuk kaki kanan, kemudian setelah diperiksa kembali menunjukkan posttest rata-rata 5. 90 untuk kaki kiri dan 6. 00 untuk kaki kanan. Menurut pendapat peneliti bahwa sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif ini dikarenakan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 saat peneliti melakukan sensitifitas kaki setelah diberikan SPA kaki diabetik sebagian responden sudah mengalami sensitifitas kaki positif seperti sudah terasa apabila diperiksa dengan sikat dan diperiksa dengan jarum. Pengaruh SPA Kaki Diabetik Terhadap Sensitifitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik sebesar 1. 73 dengan standar deviasi 0,458 sementara rata-rata sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik sebesar 1. 33 dengan standar deviasi 0,488. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan sebesar 0,400 dan perbedaan tersebut menunjukkan perbedaan yang bermakna yang terlihat dari t-hitung = 3,055 dan ttabel = 2,145 dengan nilai P-value 0,009. Sehingga dapat disimpulkan bahwa thitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima yaitu ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Spa kaki diabetik merupakan perawatan kaki berupa pembersihan dan pemijatan dengan air hangat yang biasanya menggunakan campuran garam khusus untuk spa kaki. Selain dapat melancarkan aliran darah yang bertujuan untuk mengurangi nyeri kaki, penyandang DM juga bisa merasakan rileks. Merendam kaki dengan air hangat dapat mengakibatkan vasodilatasi darah dan melebar lumen arteri sehingga menurunkan resistensi aliran darah sehingga meningkatkan aliran darah (Aisyah, 2. SPa diabetik memiliki sensasi yang lebih baik untuk memperbaiki sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus. Rangsangan yang diberikan saat pemijatan kaki memberikan efek rileks dan memperlancar edaran darah yang menyebabkan darah mengantarkan lebih banyak oksigen dan gizi ke sel tubuh sehingga sensasi proteksi pada kulit akan meningkat. Spa kaki merupakan perawatan pada kaki yang dapat mempengaruhi sirkulasi dari perifer dengan serangkaian kegiatan senam, pembersihan kaki dan pemijatan. Selain melancarkan aliran darah, spa kaki juga membuat pasien merasa nyaman dan rileks (Rinawati. Menurut Istihora. Asnar, & Harmayetty . Aktivitas perlindungan kaki yang mengkombinasikan tiga intervensi: perawatan kaki, latihan kaki dan pijat kaki akan meningkatkan sensitivitas kaki karena terjadi perbaikan perfusi darah di kaki. Pada beberapa penelitian sebelumnya ditemukan adanya pengaruh SPA kaki terhadap sirkulasi darah perifer dan neuropati perifer yang ditunjukan dengan melakukan pengukuran sensasi kaki menggunakan monofilament test. Hasil penelitian Rahmi Affiani dan Puji Astuti . menunjukkan bahwa SPA Kaki Diabetik efektif terhadap sirkulasi darah perifer. Semakin rutin dilakukannya SPA Kaki Diabetik, maka sirkulasi darah perifer akan semakin baik, sehingga dapat mencegah komplikasi dari Diabetes Melitus. Selanjutnya hasil penelitian yang dilakukan oleh Suyanto . menunjukkan ada perbedaan rerata peningkatan sensasi kaki yang diberikan kombinasi senam kaki diabetik dan terapi SPA dibandingkan hanya diberikan tindakan senam kaki diabetic Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari hasil pengamatan dan intervensi yang diberikan oleh peneliti menunjukkan responden ada perubahan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 disaat setelah diberikan intervensi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa spa kaki yang dilakukan 30 menit selama 5 hari berturu-turut akan meningkatkan sensitifitas kaki pada pasien diabetes mellitus ini terbukti dari sebelum melakukan SPA kaki diabetik pasien mengalami sensitifitas kaki negatif yaitu tidak terasa bila diperiksa dengan kapas, sikat dan jarum sedangkan setelah melakukan SPA kaki diabetic pasin sudah mengalami sensitifitas kaki positif yaitu sudah terasa bila diperiksa dengan sikat dan jarum. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan bahwa rata-rata usia responden 41 Ae 60 tahun termasuk dalam usia pra lansia yang dominan berjenis kelamin perempuan dan rata-rata penderita diabetes mellitus tidak bekerja serta penderita perempuan hanya sebagia IRT SIMPULAN Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sebelum SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori negatif sebanyak 11 responden . ,3%). Sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus sesudah SPA kaki diabetik mayoritas berada pada kategori positif sebanyak 10 responden . ,7%). Ada pengaruh SPA kaki diabetik terhadap sensitifitas kaki pada penderita diabetes melitus dengan nilai P-value 0,000 menunjukkan perbedaan yang bermakna yang terlihat dari t-hitung = 3,055 dan t-tabel = 2,145. Sehingga dapat disimpulkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel maka Ha diterima. SARAN Penelitian ini memberikan informasi tentang Efek dari SPA Kaki Diabetik dapat memperbaiki sensitifitas kaki. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk pengobatan non farmakologis sensitifitas kaki pada pasien sehingga dapat mengurangi resiko neuropati serta dapat mencegah komplikasi yang berakibat ulkus diabetik maupun amputasi. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel lebih banyak lagi dan melakukan quasi eksperimen dengan dua buah kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sehingga dapat diketahui perbandingannya. DAFTAR PUSTAKA