STUDI PENAFSIRAN ASY-SYAAoRyCWI ATAS LAFADZ AuUMMATAN WyCIDAHAy DALAM TAFSIR ASY-SYAAoRyCWI Muhamad Saubari N. Prodi Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan (STIQ) Isy Karima. Karanganyar. Jawa Tengah elfaqihy@gmail. ABSTRACT In an age full of slander and division like nowadays brotherhood . and unity become something very expensive. Only because pursuing personal or group interests is often unity and brotherhood set a side or even ignored at all. The Islamic ummah are increasingly retreating and collapsing because of disputes and divisions among themselves. Even though Islam commands its people to unite and help in kindness. There are many propositions both from the QurAoan and as-Sunnah which command Muslims to unite, maintain brotherhood and also cooperate in kindness, so that it is fitting for Muslims together to return to knit the unity of the ummah and ukhuwah Islamiyyah. This study aims to find out the meaning of words ummatan wyhidah AUAUin the QurAoan based on Tafsir Asy-SyaAorywi, and to know the method of interpreting Asy-SyaAorywi for the verses ummatan wyhidah, and to find out tips the unity of the ummah according to Asy-SyaAorywi on its interpreters of the verses ummatan wyhidah. The approach used in this study is the approach Library Research . with the type of maudhyAoI . that is conceptually peeling by writing, presenting data and analyzing All of the data sources come from written materials related to topics that have originated from the primary data, namely Tafsir Asy-SyaAorywi. The results of the analysis of this study note that the interpretation of the word ummatan wyhidah in tafsyr Asy-SyaAorywi, there are several meanings which are explained and adjusted to the context of the verse. Among the meanings of ummatan wyhidah AUAUwhich are presented include: the unity of the ummah in following the manhaj of the Prophet Adam, the unity of the ummah under one shariAoat, the unity of the ummah above the guidance, the unity of the people above al-Haq, unity of the Ummah that there are no disputes in it, the unity of the ummah above Ao one aqydah . , the unity of the people in the faith, and the unity of the people above kufr. The interpretation method used by Asy-SyaAorywi is the method of interpretation bil maAotsyr and also by the method bi al-raAoyi. Keywords: ummatan wyhidah. Tafsyr Asy-SyaAorywi ABSTRAK Di zaman yang penuh fitnah dan perpecahan seperti saat ini rasa persaudaraan . dan persatuan menjadi sesuatu yang sangat mahal. Hanya karena mengejar kepentingan pribadi atau golongan seringkali persatuan dan persaudaraan disisihkan atau bahkan tidak digubris sama sekali. Umat Islam semakin mundur dan terpuruk karena perselisihan dan perpecahan di antara mereka sendiri. Padahal Islam memerintahkan umatnya untuk bersatu dan tolong-menolong dalam kebaikan. Banyak sekali dalil-dalil baik dari Al-QurAoan maupun As-Sunnah yang memerintahkan umat Islam untuk bersatu, menjaga persaudaraan dan juga bekerja sama dalam kebaikan, sehingga sudah sepatutnya umat Islam bersama-sama untuk kembali merajut persatuan umat dan ukhuwah Islamiyyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna lafadz ummatan wyhidah dalam Al-QurAoan berdasarkan Tafsyr Asy-SyaAorywi, dan untuk mengetahui metode penafisran Asy-SyaAorywi terhadap ayat-ayat ummatan wyhidah, serta untuk mengetahui kiat-kiat persatuan umat menurut Asy-SyaAorywi pada penafsirannya terhadap ayat-ayat ummatan wyhidah. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan AuLibrary ResearchAy . dengan jenis penelitian maudhyAoI . yaitu dengan mengupas secara konseptual dengan cara menulis, dan menyajikan data-data serta menganalisisnya. Semua sumber datanya berasal dari bahan-bahan tertulis yang berkaitan dengan topik yang telah bersumber dari data primer, yaitu Tafsyr asy-SyaAorywi. Hasil analisis dari penelitian ini diketahui bahwa penafsiran lafadz ummatan wyhidah dalam tafsyr asy-SyaAorywi, terdapat beberapa makna yang dipaparkan dan disesuaikan dengan konteks ayat, makna ummatan wyhidah yang dipaparkan diantaranya, kesatuan umat dalam mengikuti manhaj Nabi yCdam, kesatuan umat dalam di bawah satu syariAoat, kesatuan umat dalam keimanan, kesatuan umat di atas hidayah, kesatuan umat di atas Al-Haq, kesatuan umat yang tidak ada perselisihan didalamnya. Kesatuan ummat di atas Aoaqydah . , dan kesatuan umat di atas kekufuran. Metode penafsiran yang digunakan oleh asy-SyaAorywi adalah metode penafsiran bil maAotsyr dan juga dengan metode bi al-raAoyi. Kata kunci: ummatan wyhidah. Tafsyr Asy-SyaAorywi PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan pintu masuk bagi manusia untuk mengenal sendi-sendi agama Islam, di dalamnya terkandung berbagai cabang ilmu, di antara cabang-cabang ilmu yang terkandung dalam Al-QurAoan adalah tentang hukum-hukum Islam, sejarah, dan perkaraperkara gaib yang merupakan dasar keimanan kepada Allah. Manusia sebagai sebagai makhluk sosial yang bercirikan dengan ketidakmampuannya untuk hidup sendiri. Demi keberlangsungan hidupnya manusia akan membutuhkan bantuan dan kerja sama dari manusia lainnya, dan ketika manusia hidup bersama saling berdampingan, manusia membutuhkan peraturan dan kesepahaman antara satu dengan yang lainya demi tercapainya sebuah keadilan dan kesejahteraan. Karena begitu pentingnya garis-garis serta batas peraturan itu, kemudian Allah mengaturnya dalam hukum-hukum yang tertuang dalam AlQurAoan. Akhir-akhir ini, berbagai perselisihan silih berganti, saling mencela antar kelompok hingga saling mengkafirkan atara golongan satu dengan golongan yang lain menjadi sebuah hal yang biasa kita dengar dan kita lihat saat ini. Perbedaan pendapat sebenarnya telah terjadi sejak zaman sahabat, tetapi mereka menyikapi perbedaan pendapat itu dengan hati dan jiwa yang bersih sehingga perbedaan itu tidak sampai menyebabkan perpecahan di antara mereka. Lafadz ummatan wahidah penulis pilih sebagai tema penelitian karena penulis merasa bahwa tema ini sangat penting untuk didalami terlebih Allah juga memerintahkan umat ini agar tidak berpecah belah dengan menyebutkan ayat-ayat tentang ummatan wyhidah, dan juga penulis memandang pentingnya adanya ang persatuan umat yang ternyata disebutkan umat dan diulang ternyata telah disebutkan dan diulang oleh Alm Al-QurAoan sebanyak Sembilan kali, dalam sebuah hadits lah dalam Al-QurAoan sebanyak Sembilan kali. Rasylullyh Shallallyhu allyhu Aoalaihidalam Aoalaihi wasallam juga banyak menyeru kepada anya sabda Rasulullah saw. persatuan, diantaranya sabda Rasulullah saw. { AaUi i Oii U } ON A adalah rahmat sedangkan berpecah belah adalah azab. ( HR. Berjamaah adalah rahmat sedangkan berpecah belah adalah azab. ( HR. Ahma. 1 ni sengaja penulis mengambil dari Tafsyr AsyPenelitiansumber ini sengaja Tafsyr Asy-Sya`rywy beliau adalah bil satu ulama tafsyrdari di abad 20, karena beliau adalah salah satu ulama tafsyr banyak dijulukiyang di itu ini, beliau di satu 20, selain gan metodenya yang bagus dan mudah dalam menafsirkan Al1 Asy-Syaikh SyuAoaib Al ArnaAouth. Musnad Al Imym Ahmad bin Hambal. (Beirut. Muassasah Ar Risylah ) Jld nya beliau adalah ulama yang hidup di saat umat Islam banyak sehingga beliau menjadi salah satu ulama yang berusaha , maka dari itu 48 akan sangat tepat sekali ketika tema persatuan ini ri tafsyr ini. yak dijuluki sebagai salah satu mujaddid di abad ini, beliau juga dikenal dengan metodenya yang bagus dan mudah dalam menafsirkan Al-QurAoan, dan tentunya beliau adalah ulama yang hidup di saat umat Islam banyak berpecah belah sehingga beliau menjadi salah satu ulama yang berusaha menyatukan umat, maka dari itu akan sangat tepat sekali ketika tema persatuan ini penulis angkat dari tafsyr ini. KAJIAN PUSTAKA Penelusuran penulis terkait kajian atas tafsir Asy-SyaAorawi didapatkan beberapa penelitian dari berbagai universitas, akan tetapi pembahasan tersebut tidak terkait dengan penafsiran atas lafadz ummatan wahidah. Diantaranya: Penafsiran At-Tabari dan Asy-Sya`rywi Tentang Makanan oleh Hendro Kusuma Jurusan Tafsyr dan Hadits Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta, 2009. Konsep Wasythiyyah dalam Tafsyr Asy-Sya`rywi oleh: Nasrul Hidayat pascasarjana UIN Alauddin. Makassar, 2016. Penafsiran Syukur dalam Tafsyr Asy-Sya`rywi oleh: Junnatul Khasinah UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta, 2008. Berdasarkan beberapa judul dan tema yang dikaji dalam karya-karya ilmiyah di atas didapatkan bahwa kajian-kajian atas penafsiran Asy-Sya`rywy telah banyak dilakukan baik dalam tema pendidikan maupun dalam bentuk kajian yang lain. dan penelitian tentang ummatan wyhidah juga sudah ada pembahasan tentang tema itu, akan tetapi penulis belum mendapatkan pembahasan ummatan wyhidah yang mengacu kepada penafsiran Asy-Sya`rywy, sedangkan penelitian penulis menganalisis penafsiran Asy-Sya`rywy secara mendalam dalam mengkaji lafadz ummatan wyhidah dalam kitab Tafsyr Asy-SyaAorywy. 1 Penafsiran Ummatan wyhidah dalam Tafsir asy-Sya`rywy METODE PENELITIAN Kata Auummatan wyhidahAy terulang hingga 9 kali dalam al-QurAoan, dan memiliki beberapa makna. Syaikh Asy-SyaAorywi memaknai ummatan wyhidah bebeda-beda disesuaikan dengan konteks ayat dan mengkorelasikanya dengan ayat-ayat lain yang saling berhubungan antara satu ayat dalam surat dengan ayat lainnya, serta mendeskripsikan di balik makna Ummatan Wyhidah dengan ditilik dari semua sektor, maka analisis dari lafadz Ummatan Wyhidah sendiri terdapat beberapa makna menurut syekh asy-SyaAorywi, diantaranya : Metode penelitian ini menggunakan Library Research . enelitian pustak. , yaitu dengan memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitian atau penelitian yang menitik beratkan pada literatur dengan cara menganalisis muatan isi dari literatur-literatur yang terkait dengan penelitian baik dari sumber data primer maupun sekunder. Dalam hal ini sumber data primer yang dipakai penulis adalah Tafsir Asy-SyaAorywi. Buku-buku, artikel, jurnal, ataupun makalah yang berkaitan dengan permasalahan yang menjadi pembahasan penulis. Diantaranya adalah Al-MuAojam Al-Mufahras Li Alfyzhil QurAoanil Karym karya Muhammad Fuyd Abdul Bayqy. Al-Bidayah fie At-tafsyr Al-MaudhuAoI Dirasah Manhajiyah MaudhuAoiyyah karya Dr. Abdul Hayy Al-Farmawi, serta kitab-kitab yang lain yang membahas tentang tema dalam penelitian ini. Kesatuan umat dalam mengikuti manhaj . engikuti manhaj nabi yCda. Pada pembahasan di surat al-Baqarah ayat 213, syekh asy-Sya`rywi menjelaskan tentang maksud dan makna dari ummatan wyhidah pada ayat ini yaitu bahwa umat ini sebelumnya adalah umat yang satu yang mengikuti manhaj nabi yCdam yang diajarkan oleh Allah swt. dan kemudian diajarkan kembali oleh yCdam kepada anak Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsyr maudhyAoi . , dimana penulis akan membahas ayat-ayat AlQurAoan sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan. Semua ayat yang bersangkutan dengan topik yang dimaksud akan dikumpulkan kemudian dikaji secara mendalam. Sebagaimana perkataan Asy-SyaAorywi: (( A))auI a i O eeUo eA Aeoe cUo e auI a i OA A O ca n ea I A,AoeUI IA AcU uI oeaN ONA PEMBAHASAN AuManusia itu . satu umat, lalu Allah mengutus para Berdasarkan data-data yang sudah penuAuManusia itu . satu umat, nabi, sebelum Allah mengutus para nabi manusia adalah satu umat lalu Allah mengutus para nabi, sebelum lis kumpulkan , berikut ini adalah analisis atas yang mengikuti Nabi yCdam. Allah telah Allahdan nabi manusia adalah penafsiran Ibnu katsir terhadap ayat-ayat yang satu umat Nabimemberikan yCdam, dan yCdam sebuah manhaj setelah Allah didalamnya terdapat lafadz ummatan wyhidah. Ay3 Muhammad Muthawalli Asy-SyaAorywi. 1991 M. Tafsyr Asy-SyaAorawi. Kairo: Daar Akhbarul Yaum. Hal. Kesatuan umat dalam syariAoat . arangan dan perinta. Pada pembahasan di surat Al-Myidah ayat 48 Syekh Asy- SyaAorywi menjelaskan maksud dari lafadz ummatan wyidah di sini adalah umat yang satu dalam hal berpedoman terhadap syariat karena (( A))auI a i O eeUo eA AllahAiA AOA a A e auIA AcUoAyCdam AeoeA Kesatuan umat dalam keimanan dan larangan, pada setiap manhaj umat, akan tetapi hal itu tentu tidak sebuah manhaj setelah Allah Pada pembahasan di surat Yynus ayat 19 An eaA A cakan AOA ,AoeUI IA dan AIA Ay dengan bergantinya zaman dan generasi. Syekh Asy-SyaAorywi menjelaskan maksud dari lafadz ummatan wyhidah di sini Allah Kesatuan dalam keimanan AuManusia itu . dan perinta. adalah umat yang satu dalam keimanan, di surat Yynus ayat 19 Syekh Asy-SyaAorywi sebelum Allah mengutus para nabi manusia adalahPada kemudian manusia mulai berselisih Pada pembahasan di surat Al-Myidah maksud dari lafadz ummatan wyuidah di sini adalah mengikuti Nabi yCdam, dan Allah telah menyampaikan sehingga Allah mengutus para nabi dan ayat 48 Syekh Asy-SyaAorywi menjelaskan yang satu dalam keimanan, kemudian manusia mulai berselisih sebuah manhaj setelah Allah memilihnya umat dan memberikan rasul untuk mengeluarkan mereka dari maksud dari lafadz ummatan wyhidah Allah para nabi dan rasul untuk mengeluarkan Ay dan mengembalikan mereka di sini adalah umat yang satu dalam hal mereka dari perselisihan dan kepada di kepada sesuatu yang berpedoman terhadap syariat karena yang disepakati di atas ikatan uan umat dalam syariAoat . arangan menjelaskan tentang AoeaNA AcU uIA Kesatuan umat dalam AONA syariAoat . arangan A"I o i o c Ea UaA Pada pembahasan di surat Al-Myidah ayat 48 Allah. Syekh bahwa Asykehendak dan kekuasaan wi menjelaskan maksud wyidah di sini Allah dari A aauI a u i OA: AI ua A umat yang satu dalam syariat karena satu dalam sayariAoatnya s ayat ini menjelaskan ada tentang akan Allah. A UA,A eeUo eA,AeaoiA Allah sangat mampu Allah AA OUO iaC e U aIA atnya tanpa ada perselisihan sama sekaliumat akan ini Allah tidak Allah menjadikan berbeda-beda "AOEA endaki hal itu sehingga Allahdan ini berbedaBahwasanya maksud daripada ayat yang sedang kita bicarakan masing-masing masing-masing yariatnya, dan disesuaikan dengan zaman Bahwasanya maksud daripada ayat yang saat ini adalah manusia sebelumnya adalah umat yang satu kemudian Sebagaimana yang dikatakan oleh syekh: sedang kita bicarakan saat ini adalah Sebagaimana yang dikatakan oleh syekh: berselisih, maka kemudian Allah utus para nabi untuk mengeluarkan manusia sebelumnya adalah umat yang satu A e aA: AUu i OA A Adari A aAperselisihan AOA dan mengembalikan kepada sesuatu yang kemudian berselisih, maka kemudian Allah ,AiU" O e u aA "A"eU" OAyaitu AUAdi atas ikatan utus para nabi untuk mengeluarkan mereka Ketika membahas surat Asy-Syyra ayat 8 beliau juga AOu o u oaea O oAA dari perselisihan dan mengembalikan menjelaskan seandainya Allah maka Allah akan memaksa sesuatu yang yaitu di AOIAmakhluk-Nya A aIAuntuk beriman kepada7 Allah, akan tetapi Allah atas ikatan iman. AuDan sekiranya Allah menghendaki, niscaya tidak dijadikan- hal itu karena tentunya akan berbeda ketika orang AuDan sekiranya Allah menghendaki. Ketika membahas surat Asy-Syyra ayat 8 niscaya kamu dijadikan-Nya satu beliau juga menjelaskan seandainya Allah akan menjadikan manusia satu umat saja dalamdisertai umat sajaAy maknanya sekiranya Allah mengendaki maka Allah akan memaksa Beliau mengatakan: berkehendak maka Allah akan menjadikan seluruh makhluk-Nya untuk beriman manusia satu umat saja dalam perkara kepada Allah, akan tetapi Allah tidak perintah dan larangan,5 pada setiap manhaj menghendaki hal itu karena tentunya akan Ibid. Hal. Hal. 5821 tidak akan umat, akan tetapi hal6 itu berbeda ketika orang beriman dengan Ibid. relevan dengan bergantinya zaman dan paksaan dan beriman karena pilihannya sendiri dan disertai rasa cinta. atu umat sajaAy maknanya sekiranya Allah berkehendak makapaksaan dan beriman karena pilihannya sendiri dan beriman dengan Ibid Ibid. Hal. Ibid. Hal. Hal. Ibid. hidayah-Nya, sehingga tidak akan keluar sedikit pun daripada hidayah Allah, artinya Allah sangat mampu untuk memaksa manusia semuanya berada dalah naungan hidayah Allah swt. Beliau mengatakan dalam tafsyrnya: Beliau mengatakan: Aeo Ae e Ae a uI )OIA A oUa e Ui Eoi eA A OauI u IA,AaI( I IO oA A O aun Uo Ui aoEaA,AoA AU e i O oi UA ,A O a OauI a Ua IA -AOaI N Aeea UaA AOu eC c aI U OueaA Dengan kekuasaan-Nya Allah telah menundukkan seluruh alam semesta . elain Hal. Janganlah engkau heran dengan ketentuan9 Ibid. Allah, karena Allah Ibid. Hal. untuk tunduk patuh menunaikan Janganlah engkau heran dengan ketentuan iki kekuasaan mutlak atas para makhluk-Nya, sekiranya perintah-Nya, dan tentu sangatlah mungkin Allah, karena Allah memiliki kekuasaan dak-Nya iningin memaksa seluruh Makhluk-Nya maka tidak ada Allah menjadikan manusia sebagai umat mutlak atas para makhluk-Nya, sekiranya un dari makhluk-Nya yang bisa keluar dari kehendak-Nya, dan yang satu di bawah naungan hidayah-Nya kehendak-Nya iningin memaksa seluruh seluruh manusia akan beriman . arena paksaan Alla. , akan dan tidak bisa keluar dari perintah yang Makhluk-Nya maka tidak ada satu pun tentu akan berbeda seseorang yang beriman karena paksaan dikehendaki-Nya. dari makhluk-Nya yang bisa Dengan keluar dari kekuasaan-Nya Allah telah menundukkan seluruh alam n orang yang beriman karena didasari rasa cinta dan karena kehendak-Nya, dan tentu semesta seluruh . elain untuk tunduk Kesatuan umat patuh di atasmenunaikan al-Haq nnya sendiri. akan beriman . arena paksaan Nya. Alla. , dan tentu sangatlah mungkin Allah menjadikan manusia sebagai Pada pembahasan di surat An-Nahl ayat 93 uan umat di atas hidayah tetapi tentu akan berbedaumat yang satu di bawah naungan hidayah-Nya dan tidak bisa keluar ini syekh menjelaskan bahwa Allah mampu Pada pembahasan di surat Hyd Syekhdengan Asy-SyaAorywi dari perintahorang yang dikehendaki-Nya. menjadikan umat ini umat yang satu berada laskan maksud dariyang wyidah di sini Kesatuan umat di atas al-Haq di atas al-Haq, dan bukan di atas kesesatan. yang satu di atas hidayah, ayat ini juga dan karena Pada pembahasan Umat di surat An-Nahl ini bingkai yang satu yang terikat saan Allah untuk menjadikan umat ini satu dalah naungan Kesatuan umat di atas hidayah menjelaskan bahwa Allahiman menjadikan umat ini umat yang dan hidayah-Nya. AOaI U a OoaA h-Nya, sehingga tidak akan keluar sedikit pun daripada hidayah satuHyd atas al-Haq, dan bukan di atas kesesatan. Umat yang Pada pembahasan di surat Karena pada dasarnya Allah memiliki artinya Allah sangat mampu untuk iman dan hidayah-Nya. Syekh Asy-SyaAorywi menjelaskan kekuasaan untuk memaksa makhluk-Nya nya berada dalah naungan hidayah Allah swt. pada dasarnya Allah memiliki kekuasaan untuk dari lafadz ummatan wyhidah diKarena sini adalah . ermasuk manusia ) untuk tunduk dan Beliau mengatakan dalam tafsyrnya: memaksa konteks makhluk-Nya . ermasuk ) untuk tunduk danBeliau umat yang satu di atas hidayah, patuh sesuai kehendak-Nya. A)OIA a Ae Ae A Aeo A sesuaiAedengan kehendak-Nya. Beliau mengatakan dalam tafsyrnya: ayatAuIA ini juga dalam tafsyrnya: AIAAllah AuA AAmenjadikan A OauIA,AoAumat AIOAiniAIAsatu (AaIA Ae a U Ua u i O eA naungan hidayah-Nya, sehingga tidak AUAakan Aoi A Ae iA AUA sedikit AOA pun daripada Allah, artinya-Allah sangatAemampu Aea UaA AN Auntuk AOaIA memaksa manusia semuanya berada dalah naungan hidayah Allah swt. A i O e aIA,A e AEA,AnA A ua U a O iA,AOiA AO e a aA Sekiranya Allah berkehendak niscaya Allah mampu menjadikan Beliau mengatakan dalam tafsyrnya: Sekiranya Allah berkehendak niscaya Allah mampu menjadikan seluruh umat satu di atas kesesatan, umat yang satu dalam naungan iman dan manusia sebagai umat yang satu di atas hidayah, sebagaimana Allah telah menjadikan makhluk yang lain al-haq dan bukan satu11di atas kesesatan, seluruh umat manusia sebagai umat yang satu di atas al-haq dan bukan Ibid. Hal. Ibid. Hal. bersatu dan tunduk sesuai dengan kehendak Allah. Ibid. Kesatuan umat yang tidak ada perselisihan didalamnya Pada Al-AnbiyaAo Syekh Asy-SyaAorywi menjelaskan bahwa maksud dari pada lafadz ummatan wyidah pada ayat ini adalah umat yang satu yang tidak ada perselisihan didalamnya, beliau juga menukil perkataan dari Imam Al-Qurthubi menjelaskan maksud ummatan wyuidah pada ayat ini adalah umat yang satu dalam hal Aoaqoid atau aqidah, dan hal itu tidak akan terpecah atau berselisih meskipun dengan adanya perselisihan dalam manhaj, serta hukum-hukum juziyt umat yang satu dalamsyariAoat yang sifatnyayang juziyt . selalu berubah kondisi dankondisi dan hidayah, sebagaimana Allahyang selalu dikarenakan berubah dikarenakan menjadikan makhluk yang lain bersatu dan kebutuhan manusia yang selalu berubah. tunduk sesuai dengan kehendak Allah. A"eai O U e UoaUa OuI oinA Kesatuan umat yang tidak ada perselisihan A OauI Ui oA,Ae Ui OA "AoU Ai aA Pada surat Al-AnbiyaAo ayat 92 Syekh AsyMaka yang dimaksud ummatan wyuidah pada ayat ini adalah Maka yang dimaksud ummatan wyhidah SyaAorywi menjelaskan bahwa maksud persatuan umat pada aqidah yang satu meskipun berbeda pandangan pada ayat ini adalah persatuan umat dari pada lafadz ummatan wyhidah pada dalam perkara syariAoat dan manhaj, dan juga hukum-hukum yang pada aqidah yang satu meskipun berbeda ayat ini adalah umat yang satu yang tidak bersifat parsial yang akan senantiasa berubah seiring berkembangnya pandangan dalam perkara syariAoat dan ada perselisihan didalamnya, beliau juga kebutuhan dalam kehidupan manusia. manhaj, dan juga hukum-hukum yang menukil perkataan dari Imam Al-Qurthubi Beliau juga menjelaskan bahwa perkara-perkara ushul yang bersifat parsial yang akan senantiasa yang mengatakan. AuMereka semua Allah dan tidak kebutuhan ada ruang terkumpul dalam ikatan tauhid, dan umat ijtihad didalamnya. di sini bermakna agama IslamAy, dan Allah mengutus para nabi dan Rasul kepada umat Ibid. Hal. asul kepada umat ini ini untuk menyempurnakan Ibid. Hal. 10057 yang Ibid. Ibid. dalam kehidupan manusia. Beliau juga menjelaskan bahwa perkaraperkara ushul yang Allah tetapkan tidak akan pernah berselisih, dan tidak ada ruang Aou i aE ua i Oi ABeliau Aea NA mengatakan :ijtihad didalamnya. A O Ua ua aO oA,AoA eaA Beliau mengatakan : AAuea o ua caiI A Aca OA Au E A Ua O oaA Maksud dari ummatan wyidah pada ayat ini adalah persatuan Maksud dari ummatan wyhidah pada ayat yang tidak ada perselisihan sedikit pun, dan diutusnya para ini adalah persatuan umat yang tidak ada AeaA adalah untuk menyempurnakan satu bangunan. perselisihan sedikit pun, danPerkara-perkara yang telah Allah tetapkan hukumnya dengan uan umat di atas aqidah . Perkara-perkara yang telah Allah tetapkan para Rasul adalah untuk menyempurnakan lafadz yang shorikh muhkam adalah perkara pokok yang tidak ada hukumnya dengan lafadz yang shorikh Pada pembahasan surat Al-Mukminyn ayat 52 beliau satu bangunan. perselisihan dan tidak ada ruang ijtihad didalamnya. muhkam adalah perkara pokok yang tidak askan maksud ummatan wyuidah pada ayat ini adalah umat Dengan demikian perkara-perkara yang furuAo yang Allah Kesatuan umat di atas aqidah . ada perselisihan dan tidak ada ruang ijtihad satu dalam hal Aoaqoid atau aqidah, dan hal itu tidak akan berikan ruang untuk berijtihad didalamnya maka hendaknya kita Pada pembahasan surat Al-Mukminyn ah atau berselisih meskipun dengan adanya perselisihan dalam 52 beliau t dan manhaj, serta hukum-hukum yang maksud juziyt Dengan demikian perkara-perkara yang Kesatuan wyhidah . yang selalu berubah dikarenakan kondisi dan kebutuhan furuAo yang Allah berikan ruang untuk Syekh Asy-Sya`rywi menjelaskan bahwa maksud daripada 13 dalam hal Aoaqoid atau aqidah, dan berijtihad didalamnya maka hendaknya ia yang selalu berubah. hal itu tidak akan terpecah berselisihwyuidah ketika membahas surat Az-Zukhruf ayat 33 kita menghormatinya. AoinA AUoaUa OuIA AUA AOA A"eaiA yang satu dalam kekufuran, maksudnya dari ayat adalah dengan AeAadanya Allah syariAoat dan manhaj, hukumHal. 10057ini menjadi satu umat di atas AoAdalam AUiA AOauIA ,AOA AUiA A eA13 Ibid. Ibid. Hal. Ibid. Hal. Ibid. kekufuran disebabkan orang-orang kafir yang bergelimang 15 melihat Ibid. "AoU Ai aA 16 Ibid. kekayaan dan kenikmatan duniawi, seandainya Allah menghendaki Maka yang dimaksud ummatan wyuidah pada ayat ini adalah manusia semuanya bersatu dalam kekufuran maka pastilah Allah akan uan umat pada aqidah yang satu meskipun berbeda pandangan jadikan orang-orang kafir itu segala kenikmatan duniawi, sehingga perkara syariAoat dan manhaj, dan juga hukum-hukum yang akan banyak manusia dan orang-orang beriman tertipu dan t parsial yang akan senantiasa berubah seiring berkembangnya menganggap bahwa tidak ada manusia yang lebih mulia dibanding Kesatuan dalam kekufuran Syekh Asy-Sya`rywi menjelaskan bahwa maksud daripada lafadz ummatan wyhidah ketika membahas surat Az-Zukhruf ayat 33 adalah umat yang satu dalam kekufuran, maksudnya dari ayat adalah Allah tidak menghendaki manusia ini menjadi satu umat di atas kekufuran disebabkan melihat orang-orang kafir yang bergelimang kekayaan dan kenikmatan duniawi, seandainya Allah menghendaki manusia semuanya bersatu dalam kekufuran maka pastilah Allah akan jadikan orang-orang kafir itu segala kenikmatan duniawi, sehingga akan banyak manusia dan orangorang beriman tertipu dan menganggap bahwa tidak ada manusia yang lebih mulia dibanding orang-orang kafir disebabkan besarnya kenikmatan yang Allah berikan kepada mereka di dunia. Syekh Asy-SyaAorywiSyekh Asy-SyaAorywi berkata: AU ) i O ( U e OA A O I a OIA,AoU e uiA Aaue U eioI c Un uA A co uI eA A,A UA kafi. dengan segala kenikmatan duniawi, sehingga seolah tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada mereka, padahal kenikmatan ini hanya sebatas kenikmatan dunia yang akan sirna serta tidak akan 2 Analisa metode Asy-Sya`rywy dalam menafsirkan ayat-ayat yang terdapat lafadz ummatan wyhidah Pada umumnya para mufassir menggunakan metode yang tidak terlepas dari empat metode penafsiran, yaitu tahlyliyy, ijmyly, muqyran, dan maudhuAoy. Adapun metode umum yang dipakai AsySya`rywy dalam penafsirannya adalah metode tahlyliyy, yaitu menjelaskan kandungan makna ayat-ayat Al-QurAoan dari berbagai aspeknya, dengan memperhatikan urutan ayat sebagaimana yang tercantum dalam mushhaf. Dalam melakukan kegiatan penafsiran atas ayat-ayat yang terkandung lafadz ummatan wyhidah. Asy-SyaAorywi menggunakan sumber penafsiran sebagai berikut: Penafsiran Al-QurAoan dengan Al-QurAoan AI U U a o caoa OA Salah satu metode Asy-SyaAorawi dalam menafsirkan Al-QurAoan pada kategori ini adalah dengan mengorelasikan antara satu ayat dengan ayat lainya yang memiliki kesamaan dalam makna sehingga akan menjelaskan secara gamblang maksud atau makna dari ayat tersebut, salah satu contoh ketika menjelaskan makna salah satu ayat ummatan wahidah pada surat Yynus ayat 19 . AOIA Makna ummatan wyuidah pada ayat ini adalah umat yang Makna ummatan wyhidah pada ayat ini adalah umat yang bersatu di atas satu terkena fitnah dengan orang-orang kafir yang bergelimang agama kekufuran, sekiranya bukan karena matan duniawi, maka niscaya Aku akan limpahkan kepada manusia akan terkena fitnah dengan oranga . rang-orang kafi. dengan segala kenikmatan duniawi, orang kafir yang bergelimang kenikmatan ga seolah tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada duniawi, maka niscaya Aku akan a, padahal kenikmatan ini hanya sebatas kenikmatan dunia yang kepada mereka . rang-orang u di atas satu agama kekufuran, sekiranya bukan karena manusia rna serta tidak akan abadi. Ibid. Hal. a metode Asy-Sya`rywy dalam menafsirkan ayat-ayat yang pat lafadz ummatan wyuidah Pada umumnya para mufassir menggunakan metode yang tidak Kategori bil maAotsyr Ibid. Al-Farmywy. Al-Bidyyah fy Al-Tafsyr Al-MauduAoyAA. n ayat lainya yang memiliki kesamaan dalam makna Asy-SyaAorywi dalam menafsirkan ayat Ummatan wahidah menjelaskan secara gamblang maksud atau menempatkan makna dari ayat posisi hadits sebagai salah satu sumber untuk ut, salah satu contoh ketika menjelaskan makna salah satu ayat pemahaman akan maksud ayat, sehingga memudahkan an wahidah pada surat Yynus ayat 19 . pembaca dalam memahami ayat tersebut. Sebagai contoh ketika Syekh Asya a a a e a U a a U ca a ca a Sebagai ca Aa aau aIAcontoh ketika Syekh Asy-SyaAorywi menafsirkan salah A eaoai o aO eA AaO aA a Aa au i OA SyaAorywi menafsirkan salah satu ayat. QS. QS. Al-AnbiyaAo: e Au ai a aeoA a A caa a e eA Al-AnbiyaAo: a a An a ac acco oA Aa ae aA AuI N ou i O Oa cuA a a ea . Aoa aiIA . AeaUeOIA Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka Manusia dahulunya hanyalah satu Ketika ayat ini Syekh Asy-Sya`rywy menafsirkan sih, kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada menafsirkan Ketika menafsirkan ayat ini Syekh umat, kemudian mereka berselisih, kalau wyuidah yang satu lafadz yang tidak mu dahulu, pastilahtidaklah telah diberi karena suatu ketetapan yang Asy-Sya`rywy telah ada dari dahulu, pastilah didalamnya, dan juga menegaskan wyhidah umat yang bahwa satu yang g apa yang mereka perselisihkan Tuhanmu telah diberi keputusan dibagai mereka,satu bangunan ada perselisihan didalamnya, dan beliau juga yang sama-sama tentang apa yang mereka perselisihkan bahwa beliau umat ini bagai sebuah disempurnakan oleh paramenegaskan Rasul. Kemudian satu bangunan yang sama-sama dibangun hadits untuk menerangkan makna ayat ini, dan disempurnakan oleh para Rasul. Syekh Asy-SyaAorywi menukil ayat Syekh Asy-SyaAorywilain Kemudian menukil Hal Muhammad Muthawalli Asy-SyaAorawi. 1991 M . Tafsyr Asy-SyaAorwi. 5820 hadits yang senada dengan ini dan untuk menerangkan makna ayat ini, menjelaskan sebagai berikut: sebagai berikut: AO a i e uo oaci O NA A O aE nA,Ai OuI oe A U a a U ca a a ca a a AA a A " auI a i OA: Ae e uoA a caAeA ca a ca a a a a A" O oOI oIA. a AeeUo cA AcEi OUI Un oioI u aA an terjemahanA. Hal. AIA A ON aA,Aoaca a e U UaIA Ac Ua e Aa c i OA Sehingga ini menggambarkan bahwa di antara metode beliau Aea N ou i aE ua i Oi A A O Ua ua aO oA,AoA eaA A uIA: A ua aE U OA,Aca OA aa a aa A cA AuA AuA UAeA AeaA AOuA AuA ae aa a e a a a ea A eEAUAcaoUaA UAO au si OiA A u AUAOA a a a a a ca a a ea U AeIA A OUAUAa e aEeI ca aA A aU A AeA a a a ca e A a ac aO aUA: AIA A eEaA:A aEAUAn N aeiA AOoA a ca a caAeA ca a AA A OaAUA aeiA AOU I c U O o e OA Sehingga ini menggambarkan bahwa di antara metode beliau dalam menafsirkan iran pada kategoriAl-QurAoan metode bil maAotsur ditinjau diantaranya AoA sirkan Al-QurAoan dengan Al-QurAoan. penafsiran pada kategori Kemudian bil maAotsur diantaranya adalahbeliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan nafsiran Al-QurAoan dengan Kemudian beliau menjelaskan bahwa Al-QurAoan Al-QurAoan. wyuidah di sini adalah umat yang satu yang tidak ada Asy-SyaAorywi dalam ayat Ummatan yang dimaksud dengan ummatan wyhidah didalamnya, dan Rasulumat yang yang Allah satu utus sama-sama mpatkan posisi hadits sebagai Al-QurAoan salah satuperselisihan . Penafsiran di sini yang tidak ada perselisihan didalamnya, dan semua erikan pemahaman akanAsy-SyaAorywi maksud ayat,dalam Rasulbersabda: yang Allah utus sama-sama datang dalam sebuah hadits Rasylullyh ca dalam memahami ayat tersebut. Ummatan wahidah menempatkan untuk menyempurnakan AuSesungguhnya dengan nabihadits salah satu Sebagai contoh ketika Syekh Asy-SyaAorywi satu, sebagaimana dalam sebuah hadits bagaikan seorang laki-laki membangun rumah, maka yat. QS. Al-AnbiyaAo:memberikan Rasylullyh bersabda: ayat, sehingga memudahkan pembaca menafsirkan Al-QurAoan ditinjau dari sumber pengambilan ia membaguskan dan mempercantiknya kecuali tersisa satu bata di . AeaUeOIA AO OaA AuI N ou iA dalam AcuA ayat tersebut. bagian sudut, maka manusia AuSesungguhnya mengelilinginya danperumpamaanku terheran-heran nabi-nabi dan berkata. AuMengapa tidak dipasang bata ini? Ketika menafsirkan ayat inidan Syekh Asy-Sya`rywy 20 Al-QurAoan terjemahanA. Hal. ummatan wyuidah adalam umat yang satuRasulullah yang tidak AuAkulah bata tersebut dan aku adalah penutup sihan didalamnya, nabiAy. 54 dan beliau juga menegaskan sebuah satu bangunan yang sama-sama dibangun Maknanya Rasylullyh purnakan oleh para Rasul. Kemudian beliaumenyempurnakan menukil sebuah serta menutup kenabian sebelumnya. sebelumku, bagaikan seorang lakilaki membangun rumah, maka ia membaguskan dan mempercantiknya kecuali tersisa satu bata di bagian sudut, maka manusia mengelilinginya dan terheran-heran melihatnya, dan berkata. AuMengapa tidak dipasang bata ini? Rasulullah bersabda. AuAkulah bata tersebut dan aku adalah penutup para nabiAy. Manusia itu . satu umat, lalu Allah mengutus para nabi . menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang diberi (Kita. , setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya. Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus. Maknanya bahwa Rasylullyh saw. adalah yang menyempurnakan serta menutup kenabian sebelumnya. tegori bi al-raAoyi Kategori bi al-raAoyi Penafsiran bi al-raAoyi ini mempunyai peranan penting bagi corak tafsyr `ilmy yang dilakukan Asy-Sya`rywi pada penafsiran ayat-ayat Al-QurAoan. Pada pembahasan ayat ini salah satu yang beliau jelaskan adalah sebab daripada perselisihan yang terjadi di antara manusia, beliau menjelaskan bahwa sebelumnya umat ini adalah umat yang satu dengan mengikuti manhaj nabi yCdam dan tidak ada perselisihan didalamnya, beliau menjelaskan faktor yang menjadikan umat ini satu adalah karena pada saat itu penduduk di bumi ini hanya beberapa orang saja, yaitu hanya dihuni oleh yCdam dan anak-anaknya, padahal bumi sangat luas dan juga dipenuhi dengan berbagai kekayaan alamnya, sehingga manusia pada saat itu tidak ada keinginan untuk berselisih Penafsiran bi al-raAoyi ini mempunyai peranan penting bagi corak Penafsiran ilmiah yang dilakukan AsySya`rywi banyak berasal dari penalaran rAoan. ilmiah Asy-Sya`rywi, yang pada awalnya Penafsiran ilmiah menurut yang dilakukan Asy-Sya`rywi penulis, adalah karena kecintaan l dari penalaran ilmiah Asy-Sya`rywi. Asy-Sya`rywi ut penulis, adalah termasuk karena kecintaan ilmu-ilmuAsy-Sya`rywi `ilmy yang dilakukan Asy-Sya`rywi pada penafsiran ayat-ayat pengetahuan termasuk ilmu-ilmu Sebagai umum. contoh ketika Syekh Asy- Sebagai contoh ketika Syekh Asy-Sya`rywi Sya`rywi menjelaskan menjelaskan pada surat pada AlAl-Baqarah ayat 213:Baqarah ayat 213: a a a a U a a U ca a a ca a a a caAeA a ca AoA ca AcA A eeUA a AauI a i OA e a a a a a a aa a a a Aaea acA a A a OE U A a A aOA aAuoa cA e a e a aAoaa ai e o aOaA ca Au a A Aa aeaA a a AA a a ca ca ea a a ea a aA OA a AA Aa a aA AN a U a a A a Aoe ae a auA ca a ca a a a e a a e a U e a a a ca a e a AA a AA Aa a a a Aua aa c n eO cA e a a ca a Ac e aO aA Aoai ae a a a a acn ca aOa a OA a a aa a e ca AA a uA s a a AA s A o aoA Kemudian beliau mengambil contoh pada kehidupan manusia sehari-sehari, sebagai gambaran untuk dapat dipahami oleh pembaca. Manusia itu . satu umat. Allah oleh 21 Hadits Muttafaq Aoalaihi. Bukhari para Kitab Shahihnya hadits ke-3535. dan Muslim dalam untu. menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan shahihnya hadits ke-2286. 22 Ibid. Hal 9636. nkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran. Ibid. Hal 33. memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang a perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang diberi (Kita. , setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada a, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan mnya, sehingga manusia pada saat itu tidak ada keinginan untukepada tauhid Kembali elisih demi memperebutkan kepentiangan duniawi. Kiat menjaga persatuan, yaitu bagaimana manusia berusaha Kemudian beliau mengambil contoh pada kehidupan kembali dalam menauhidkan Allah swt. karena ketika tauhid hilang ari-sehari, sebagai gambaran untuk dapat dipahami oleh seorang manusia maka selamanya akan terus berselisih dan maka selamanya akan terus berselisih dan berpecah-belah. berpecah-belah. A aE A,Ao e aa iA AOuaE eA ,A E cU u coa Ooua aI ONA AOu Ei coai O uu e E a cA A u oO un u coa OA,AA Aeu Ei E coai O eoCA A"e uI i O u u ooen Oa A A eOI n A,A O OAUn Ue OA "AonA acnA akan manusia Maka umat ini tidakMaka akan umat Sebagai contoh kita bisa melihat dalam kehidupan kita seharimanusia syariAoat Sebagai contoh kita bisa syariAoat darikecuali Tuhan apabila yang Esa, dan tunduk di bawah , ketika ada seorang ayah membelikan anak-anaknya 20 kg jeruk Tuhan Esa, dalam kehidupan kita sehari-hari, ketika(Alla. , jika manusia lalai dari hal ini maka akan terus mudian diberikan kepada anak-anaknya maka mereka tidak akan satu sesembahan (Alla. , jika manusia ada seorang ayah membelikan dan berpecah-belah. ng berebut, dikarenakan ada sangatdiberikan lalai dari hal ini maka akan terus berselisih 20 kg dan berpecah-belah. beda jika sang ayahkepada hanya membelikan kg jeruk anak-anaknya tidakserta menjauhi Waspada perselisihan yang hanya dikarenakan ah pasti anak-anaknya dikarenakan masalah jumlah furuAo Waspada serta menjauhi perselisihan yang jeruk yang ada sangat banyak. Berbeda g sedikit. masalah untuk furuAo senantisa Sebagai seoranghanya sudah sepantasnya Penafsiran Asy-SyaAorywi pada ayat ini terutama persatuan umat dengan perbedaan sudah Sebagai anak-anaknya njelaskan sebab dari munculnya perselisihan di antara manusia furuAoiyyah, tanpa saling akan saling berebut dikarenakan jumlah umat ataupun dengan berbeda saling menghargai at dipandang hasil pemikiran dari24Asy-Sya`rywy ketika lain yang berbeda Asyyang sedikit. mahami ayat untuk para pembaca lainya dengan lebih Sya`rywy mengatakan :perbedaan dalam permasalahan furuAoiyyah. Penafsiran Asy-SyaAorywi pada ayat tanpa saling menuduh kafir kepada realistik, agar lebih mudah diterima dan dipahami. ini terutama ketika menjelaskan sebab dari kelompok lain yang berbeda pandangan munculnya perselisihan di antara manusia ataupun berbeda ijtihad. Asy-Sya`rywy dapat dipandang hasil pemikiran dari Asymengatakan: Sya`rywy ketika berusaha memahami ayat ,A"o e N i Oco e OaA 26 dengan lebih untuk para pembaca lainya Ibid. Hal. konprehensif dan realistik, agar lebih AOO a ia ea E eO uIA mudah diterima dan dipahami. "Aoe uU Ua cauiA 3 Kiat-kiat persatuan menurut AsyHendaknya Hendaknya kalian bertaqwa kepada kalian Allah dan tetaplah menjaga SyaAorywi dalam penafsiran terhadap Allah dan tetaplah persatuan umat ini, dan perkara umat ayat-ayat ummatan wyhidah ini, dan waspadalah terhadap bebagai perkara akan memecah persatuan umat dari berbagai perselisihan seputar yang akan memecah persatuan umat dari furuAo, yaitu jika ada perbedaan pandangan masalah furuAo Beberapa kiat-kiat untuk menjaga persatberbagai perselisihan seputar masalah furuAo, untuk saling mengkafirkan satu dengan yang lainya. uan umat menurut Syekh Asy-SyaAorywi yaitu jika ada perbedaan pandangan masalah sebagai berikut. furuAo mudah untuk saling mengkafirkan satu Kembali kepada tauhid Penutup dengan yang lainya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Kiat menjaga persatuan, yaitu PENUTUP bagaimana manusia berusaha kembaliAsy-SyaAorywi terhadap ayat-ayat ummatan wyuidah Penafsiran Kesimpulan dari hasilmakna, dalam menauhidkan Allah swt. dan dijelaskan dengan beberapa ketika tauhid hilang dari seorang dalam mengikuti Nabi yCdam, kesatuan umat dalam di 25 kesatuan Ibid. Hal. dalam keimanan, kesatuan umat di bawah satu syariAoat. Ibid. Hal. Ibid. Hal. atas hidayah, kesatuan umat di atas Al-Haq, kesatuan umat yang tidak ada perselisihan didalamnya, kesatuan umat di atas aqidah . , kesatuan umat dalam keimanan, dan kesatuan umat di atas kekufuran. Metode Asy-Sya`rywy dalam menafsirkan ayat-ayat yang terdapat lafadz ummatan wyuidah, telah sesuai dengan ciri-ciri kitab tafsyr a. Penafsiran Asy-SyaAorywi terhadap ayatayat ummatan wyhidah dipaparkan dan dijelaskan dengan beberapa makna, yaitu kesatuan umat dalam mengikuti manhaj Nabi yCdam, kesatuan umat dalam di bawah satu syariAoat, kesatuan umat dalam keimanan, kesatuan umat di atas hidayah, kesatuan umat di atas Al-Haq, kesatuan umat yang tidak ada perselisihan didalamnya, kesatuan umat di atas aqidah . , kesatuan umat dalam keimanan, dan kesatuan umat di atas kekufuran. Metode Asy-Sya`rywy dalam menafsirkan ayat-ayat yang terdapat lafadz ummatan wyhidah, telah sesuai dengan ciri-ciri kitab tafsyr lainya yang menggunakan metode tahlyliyy, adapun analisis penulis terhadap metode yang digunakan oleh Asy-SyaAorywi dalam menafsirkan ayat-ayat ummatan wahidah dari sisi pengambilan sumbernya diantaranya adalah . Kategori bil maAotsyr yang terdiri dari penafsiran al-qurAoan dengan Al-QurAoan dan penafsiran AlQurAoan dengan riwayat, . Kategori bi alraAoyi yang berasal dari penalaran ilmiah Asy-Sya`rywi. Asy-SyaAorywi sebab-sebab terjadinya perselisihan dan perpecahan di antara adalah: Manusia mulai banyak keluar dari manhaj Allah. Mulai kepentingan duniawi. Manusia adalah makhluk yang Allah . ebebasan beberapa manusia memilih untuk taat ada pula yang memilih untuk enggan menaati perintah Allah. Saling menuduh kafir di antara sesama muslim hanya dikarenakan perbedaan ijtihad atau pandangan mengenai perkara-perkara yang furuAo. Beberapa kiat-kiat yang disampaiakan Asy-SyaAorywi agar persatuan umat terjaga adalah dengan kembali kepada agama tauhid dan juga bagaimana selalu waspada serta menjauhi perselisihan yang hanya dikarenakan masalah furuAo, apalagi sampai kepada saling mengafirkan satu sama lain. DAFTAR PUSTAKA