n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 727-730 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN LOOSE PART PADA TK NEGERI MATAWAI AMAHU Petrus Logo Radja1*. Irony Damianus Saefatu2. Engelbertus SeranA. Raijes Fares Giri4 1,2,3,4 Prodi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen. Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Kota Kupang, 85147. Indonesia. *Email korespondensi : petrus. logoradja@gmail. Diterima Februari 2025. Disetujui Juni 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This is a new author guidelines and article template of Jurnal Dedikasi Pendidikan. Article should be Children often perceive activities like playing, singing, and listening to stories as simple, monotonous, and meaningless in early childhood education. Teachers can make learning meaningful by using enjoyable learning media, one of which is Loose Part media. Loose Parts is a medium that is currently popular among teachers, but sometimes teachers do not fully understand the characteristics, types, benefits, usage or application, challenges or obstacles faced, and solutions to the challenges or obstacles encountered when using Loose Parts. The research shows that teachers at TK Negeri Matawai Amahu have used Loose Parts in their lessons by using what they had on hand and thinking about things like the child's age, the benefits, the goals, the right way to use or apply the Loose Parts, and how the child is developing. The challenges encountered by teachers during the use of Loose Parts were more about how to select and prepare Loose Parts that meet the children's The teachers can effectively address the challenges encountered in using Loose Parts. Based on the research results, it can be concluded that the teachers at TK Negeri Matawai Amahu have a very good understanding of the use of Loose Parts. Keywords : Loose Parts. Early Childhood Education. Abstrak: Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna salah satunya dengan menggunakan media Loose Part. Guru-guru pada TK Negeri Matawai Amahu telah menggunakan media Loose Part namun adakalanya guru-guru hanya sekedar mengikuti trend dan kurang memahami secara benar terkait karakteristik, jenis, manfaat, penggunaan atau penerapan, kendala atau tantangan yang dihadapi serta solusi dari kendala atau tantangan yang dihadapi pada saat menggunakan Loose Part. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi menunjukan bahwa guru-guru pada TK Negeri Matawai Amahu telah menggunakan Loose Part dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia serta memperhatikan beberapa hal seperti usia anak, manfaat, tujuan, penggunaan atau penerapan Loose Part yang tepat serta aspek perkembangan anak. Kendala yang ditemui guru pada saat penggunaan Loose Part ialah pada persiapan alat dan bahan Loose Part agar sesuai dengan kebutuhan anak. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa guru-guru pada TK Negeri Matawai Amahu telah memiliki pemahaman yang sangat baik tentang penggunaan Loose Part, terdapat kendala dalam penggunaan media Loose Part, serta guru-guru dapat mengatasi kendala dan tantangan yang ditemui pada saat penggunaan media Loose Part dalam pembelajaran. Kata kunci : Media Pembelajaran Loose Part. Pendidikan Anak Usia Dini PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sering menjadi jenjang pendidikan yang disepelekan dan dianggap Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Loose. (Radja. Saefatu. Seran, & Giri, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 727-730 http://jurnal. id/index. php/dedikasi tidak penting oleh sebagian masyarakat. Pandangan masyarakat yang menyepelekan keberadaan PAUD didasari oleh minimnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya memberikan pendidikan sedini mungkin pada anak dan menganggap bahwa aktivitas belajar yang dilakukan anak pada jenjang PAUD hanyalah aktivitas yang monoton seperti bermain dan bernyanyi. Dengan adanya pandangan yang keliru dari sebagian masyarakat ini tentu berpengaruh pula pada antusiasme masyarakat dalam menyekolahkan anak mereka pada jenjang PAUD dan lebih memilih untuk AulangsungAy menyekolahkan anak mereka pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Pada kenyataannya Pendidikan anak usia dini memiliki peranan yang sangat penting karena anak-anak yang bersekolah pada jenjang pendidikan PAUD akan mendapat bimbingan dari guru sejak dini untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri anak, sehingga anak dapat tumbuh menjadi manusia yang berkualitas (Huliyah, 2. Pelaksanaan pendidikan pada jenjang PAUD telah menggunaakan kurikulum yang disesuaikan dengan tuntutan zaman. Kurikulum sendiri adalah serangkaian pengalaman belajar yang akan ditempuh oleh peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Pengalaman belajar yang akan ditempuh oleh anak PAUD didefinisikan sebagai pengalaman bermain (Ndeot, 2. Menurut (Sriandila et al. , 2. Kurikulum PAUD diharapkan mampu berkembang dan menjawab tututan zaman serta kebutuhan anak dalam mengakses pengalaman belajar sambil bermain yang berkualitas untuk mengembangkan berbagai kemampuan yang dimiliki yang dapat digunakan sebagai bekal anak dimasa depan. Dari dua pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum memiliki fungsi sebagai serangkaian kegiatan belajar dan pengalaman belajar anak yang diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan anak yang dapat digunakan sebagai bekal di masa depan . Proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik jika dalam pelaksananya ditunjang dengan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Menurut (Handayani, 2. media pembelajaran adalah sarana dalam menyampaikan materi dan pengetahuan yang akan dibangun dalam setiap kegiatan bermain. Kemudian, (Rupnidah & Suryana, 2. menambahkan bahwa media pembelajaran digunakan sebagai alat bantu pembelajaran dan memiliki tujuan mempermudah guru dalam mentransfer isi pembelajaran kepada anak. Kemudian menurut (Fitria, 2. media pembelajaran memiliki manfaat dalam memberikan pembelajaran yang menarik sehingga dapat menumbuhkan motivasi anak dalam belajar dan menjadi pembelajaran yang bermakna atau meaningfull learning bagi anak . Media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru PAUD sangat beragam jenisnya, salah satunya ialah media pembelajaran Loose Part. Loose Part adalah media pembelajaran yang terbuat dari bahan-bahan yang dapat dilepas dan disatukan kembali sesuai dengan keinginan anak (Ridwan et al. , 2. Dalam penggunaannya Loose Part dapat dipindahkan, dapat dibawa, dapat digabung, dapat dirancang kembali, dipisahkan dan disatukan kembali dengan berbagai cara (Muryaningsih, 2. Menurut (Fono & Ita, 2. Loose Part dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat disekitar dan bahan dari alami seperti ranting, batu, kerikil, bijibijian, daun kering, bambu dan bahan-bahan lain yang telah disiapkan dan telah disesuaikan dengan kebutuhan serta keamanan bagi anak pada saat menggunakannya Loose Part memiliki manfaat diantaranya dapat ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 727-730 meningkatkan kreatifitas anak, imajinasi anak, memberikan suasana yang menyenangkan dan meningkatkan rasa ingin tahu anak (Lestari & Halim, 2. Berdasarkan beberapa pernyaan di atas dapat disimpulkan bahwa Loose Part adalah media pembelajaran yang sangat sederhana dikarenakan terbuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh dan mudah digunakan. Penelitian ini dilaksanakan pada TK Negeri Matawai Amahu. Waingapu. Kabupaten Sumba Timur. Alasan memilih lokasi penelitian ini karena TK Negeri Matawai Amahu memiliki karakteristik yang unik dan relevan dengan fokus penelitian, yaitu guru-guru pada TK Negeri Matawai Amahu telah menggunakan dengan sebagai telah menggunakan media pembelajaran Loose Part Berdasarkan data awal yang diperoleh Tim Peneliti. TK Negeri Matawai Amahu telah menggunakan Loose Part dalam pembelajaran. , namun adakalanya guru tidak memahami secara benar penggunaan dari media Loose Part, kebanyakan guru menggunakan media Loose Part oleh karena model pembelajaran Loose Part sedang menjadi tren dan guru ikut-ikutan menggunakannya. Oleh karena itu maka peneliti ingin meneliti sejauh mana pamahaman guru-guru dalam penggunaan media pembelajaran Loose Part, kendala dan tantangan apa saja yang dihadapi guru dalam menggunakan media pembelajaran Loose Part serta bagaimana cara guru dalam mengatasi kendala dan tantangan tersebut. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman guru-guru terkait penggunaan dan cara mengatasi kendala yang ditemui dalam penggunaan media Loose Part. KAJIAN PUSTAKA Media Pembelajaran Loose Part Loose Part adalah bahan yang dapat dipindahkan, dibawa, digabungkan, dirancang ulang, dipisahkan dan disatukan kembali dengan berbagai cara. Loose Part menciptakan kemungkinan kreasi tanpa batas dalam aktivitas pembelajaran mengandung kreativitas anak (Rozana, dkk 2024:. Loose Part merupakan istilah yang diciptakan oleh seorang arsitek bernama Simon Nicholson, ia mempertimbangkan secara teliti tentang objek dan lingkungan yang membentuk koneksi. Nicholson percaya bahwa setiap anak mempunyai tingkat keterampilan berpikir yang berbeda-beda sesuai dengan bahan-bahan yang telah tersedia. Helista . alam Farikhah . mengungkapkan bahwa Loose Part adalah bahan pembelajaran yang yang bersifat terjangkau karena berasal dari bahan-bahan terbuka, dapat dipisah dan disusun menjadi satu, mudah dibawa, dapat dijajarkan dan dipindah, flekxibel karena bisa digabungkan dengan bahan-bahan lain, dan dapat berupa benda alam atau benda sintetis. Semua sifat Loose Part tersebut dapat merangsang imajinasi anak untuk bermain, belajar, dan bekesplorasi sesucai dengan keinginanya sendiri tanpa memerlukan keterlibatan orang Media Loose Parts memungkinkan anak-anak untuk belajar secara aktif dan kreatif, sambal merangsang imajinasi dan kreativitas mereka. Oleh karena itu, media Loose Part dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam pendidikan anak usia dini. Anak-anak yang memiliki literasi yang baik cenderung memiliki kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah yang lebih baik, serta memiliki keterampilan sosial dan emosional yang lebih baik. Mereka juga lebih mungkin untuk memiliki prestasi akademik yang lebih baik disekolah dan Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Loose. (Radja. Saefatu. Seran, & Giri, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 727-730 http://jurnal. id/index. php/dedikasi mengembangkan minat pada membaca dan belajar (Mulyani, 2. Penting bagi pendidik untuk memperhatikan kebutuhan dan minat anak, serta memilih media Loose Part yang sesuai untuk usia dan tingkat perkembangan anak-anak. Selain itu, penggunaan media Loose Part harus dikombinasikan dengan strategi pengajaran yang tepat dan terstruktur untuk memastikan bahwa anak-anak memperoleh manfaat maksimal dari penggunaan media ini (Witri, 2. Dari pengertian diatas dapat diberikan pengertian bahwa media Loose Part merupakan media pembelajaran yang dapat mendukung anak usia dini dalam memunculkan ide atau gagasan anak karena bahan Loose Part ini terbuat dari bahan alam dan sintesis. Selain itu, media Loose Part juga dapat diubah, dimanipulasi, dan diciptakan Sehinggaanak dapat berimajinasi, bereksplorasi dan mengembangkan berbagai kreativitas yang Jenis-jenis Bahan Media Pembelajaran Loose Part Pemanfaatan bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan yaitu berasal dari bahan alam maupun sintesis. Bahan tersebut dapat digunakan untuk media pembelajaran pada anak usia dini dan dapat dipergunakan dengan mandiri maupun dikombinasikan dengan bahan lain. Menurut Haughey . alamSukawati . mengemukakan jenis-jenis bahan Loose Part menjadi 7, yaitu bahan alam, kayu, plastik, logam, keramik, bahan pabrik . enang dan kai. dan kemasan . Manfaat Media Pembelajaran Loose Part Menurut Beloglovsky dalam Dewi . mengemukakan bahwa penggunaan bahan Loose Part dapat mendukung untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak, diantaranya sebagai berikut : Sosial Emosional. Pada aspek social emosional ini mencakup aktualisasi diri, ilmu pengetahuan, mengatur diri, membangun harga diri dan keterampilan sosial. Motorik. Pada aspek motorik kasar, kemampuan motorik halus berkembang. Kognitif. Kognitif atau intelektual ini mencakup kemampuan anak untuk memperkirakan, berfikir tingkat tinggi, mempertanyakan, dan menganalisis. Kemampuan kognitifakan muncul berbarengan dengan kebebasan anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Bahasa. Pada aspek bahasa mencakup kosa kata, kemampuan berkomunikasi, dan fungsi bahasa. Aspek bahasa pada umumnya akan terlihat pada saat anak didik menyampaikan ide atau pendapatnya, sesuai yang ingin disampaikan serta membuat perencanaan dengan teman sebayanya. Menurut Handyman (Ambarita,dkk. mengemukakan bahwa ada beberapa manfaat bermain menggunakan media Loose Part dalam proses pembelajaran diantaranya sebagai berikut : Meningkatkan level permainan kreatif dan imajinatif Anak bermain lebih kooperatif dan mampu bersosialisasi Anak-anak secara fisik lebih aktif Meningkatkan keterampilan komunikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 727-730 Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan anak usia dini adalah wadah untuk membimbing anak pada rentang usia 0-6 tahun melalui pembelajaran atau pengajaran yang dapat menstimulus aspek perkembangan dan pengetahuan anak untuk mempersiapkan serta mencetak generasi yang lebih unggul. Begitu juga penjelasan pendidikan anak usia dini dalam UU Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 14 diartikan sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini di Indonesia mengalami berkembang yang sangat pesat dari tahun ke tahun, pada generasi saat ini PAUD berubah menjadi pendidikan yang wajib dilakukan sebelum memasuki masa sekolah dasar, sehingga muncul perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di lembaga Anak usia dini merupakan sosok individu sebagai makhluk sosiokultural yang sedang mengalami proses perkembangan yang sangat fundamental bagi kehidupan selanjutnya dan memiliki beberapa karakteristik. Karakteristik anak usia dini adalah unik, egosentris, aktif dan energik, rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal, eksplorasi dan berjiwa petualang, spontan, senang, dan kaya akan fantasi, masih muda frustasi, kurang mempertimbangkan dan melakukan sesuatu, daya perhatian pendek, bergairah untuk belajar dan banyak belajar pengalaman dan semakin menunjukan minat terhadap teman. Sehingga secara psikologis anak usia dini memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan anak yang usianya diatas delapan tahun (Yesni Yenti, 2. Anak usia dini merupakan satu dasar untuk menyiapkan dan menciptakan generasi-generasi bangsa yang berkualitas dan berkarakter. Anak usia dini juga merupakan tahap kehidupan dimana anak mengalami peningkatan dalam perkembangannya. Perkembangan pada anak usia dini meliputi beberapa aspek seperti nilai agama dan moral, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik, dan seni. Aspek-aspk yang dimiliki anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, yang tidak dapat diulang pada masa yang Masa pada anak usia dini merupakan masa emas . olden ag. , dimana pada masa ini anak dapat meniru apa yang dilihat, didengar, dan juga dirasakan baik dalam hal positif ataupun negatif (Devianti, dkk. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Slamet Suyanto dalam Adhani D. Dkk. pendidikan anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai falsafah suatu bangsa. Adapun menurut Undang-Undang Republiq Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang System Pendidikan Nasional pada bagian ketujuh pasal 28 yang mengatur tentang pendidikan anak usia dini (UU RI NO 20 Tahun 2003:2. sebagai berikut :. Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan . Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikn formal, non formal dan/atau . Pendidikan anak usia dinipada jalur formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA) atau berbentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Loose. (Radja. Saefatu. Seran, & Giri, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 727-730 http://jurnal. id/index. php/dedikasi kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau berbentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh . Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat . , ayat . , ayat . dan ayat . diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Pembelajaran bagi anak usia dini tidak boleh dianggap mudah atau disepelekan. Pembelajaran pada anak usia dini sangat perlu dipersiapkan. Guru perlu mempersiapkan rencana pengajaran bagi peserta didik agar proses pembelajaran dapat tersusun dan terarah sehingga mencapai tujuan pendidikan. METODE PENELITIAN Sesuai dengan pembahasan permasalahan penelitian yang telah diuraikan pada latar belakang maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitiatif deskriptif. Penelitian Kualitatif Deskriptif menurut Sugiyono . adalah penelitian yang data-data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata dan tidak menekan pada angka yang setelah dianalis kemudian dideskripsikan sehingga mudah dipahami. Waktu Penelitian dilaksankan selama 1 minggu. Dengan penelitian deskriptif kualitatif ini diharapkan mampu menggambarkan keadaan yang sebenarnya di lapangan. Data yang dikumpulkan ialah data yang terkait dengan analisis penggunaan media pembelajaran berbasis Loose Part. Untuk memperoleh data-data tersebut, maka teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini ialah wawancara, observasi dan dokumentasi (Sugiyono:2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan Media Pembelajaran Loose Part pada TK Negeri Matawai Amahu Guru-guru pada TK Negeri Matawai Amahu telah menggunakan media pembelajaran Loose Part dalam Guru-guru memiliki pemahaman yang baiktentang media pembelajaran Loose Part, pemahaman guru-guru tidak hanya terbatas pada kemampuan menggunakan media Loose Part tetapi guru-guru telah mampu untuk memilih jenis dan bahan yang digunakan sebagai media Loose Part serta mengetahui kegunaan dari media Loose Part. Sebelum memilih media pembelajaran Loose Part yang akan digunakan guru harus memperhatikan beberapa hal terkait kriteria bahan Loose Part antara lain ketersediaan/mudah diperoleh yaitu , bahan media Loose Part sedapat mungkin adalah bahan yang mudah diperoleh seperti bahan yang terbuat dari barang-barang bekas, memiliki ketahanan yang baik dan tahan lama dan aman untuk digunakan hal ini senada dengan pendapat (Prameswari & Anik Lestariningrum, 2. pemilihan bahan yang tepat pada media Loose Part ini akan sangat berpengaruh pada pemahaman anak sehingga anak dapat mencapai peningkatan pemahaman dalam pembelajaran, sehingga media pembelajaran ini sangat direkomendasikan dalam proses pembelajaran anak usia Penggunaan media pembelajaran Loose Part memiliki tujuan untuk membantu anak memahami tema yang diajarkan, serta dapat mengembangkan kreativitas anak, hal ini sesuai pendapat (Ambarita & Purnamasari, 2. bahwa manfaat dari media pembelajaran Loose Parts dapa mengembangakan n aspek-aspek perkembangan anak ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 727-730 seperti Kognitif. Fisik Motorik. Sosial Emosional. Bahasa. Moral dan Seni. Aspek-aspek perkembangan anak ini berkaitan dengan media Loose Part dikarenakan dalam penerapannya media Loose Part melibatkan semua Aspek perkembangan anak misalnya Kognitif ketika anak mampu menuangkan pemikirannya kedalam potongan-potongan yang dibetuk sehingga menyerupai objek tertentu. Aspek Motorik ketika anak menyusun potongan Loose Part sehingga membentuk sebuah objek tentu membutuhkan koordinasi motorik halu sanak. Aspek Sosial Emosional ketika anak bersama temannya bekerjasama dalam kelompok dan saling berbagi alat yang digunakan seperti gunting, lem dan lain-lain. Aspek Bahasa ketika anak mampu menjelaskan objek yang dibentuk menggunakan Loose Part. Aspek Bahasa anak-anak diajarkan untuk memiliki rasa toleransi dan moral yang baik pada saat membuat objek menggunakan Loose Part. Aspek Seni anak-anak dapat menuangkan ideide kreatifnya pada saat membentuk objek tertentu menggunakan media Loose Part. Kendala dan tantangan dalam penggunaan media pembelajaran Loose Part pada TK Negeri Matawai Amahu Dalam penggunaan media pembelajaran Loose Part guru pada TK Negeri Matawai Amahu guru mengalami beberapa kendala dan tantangan. Kendala yang dihadapi guru ialah berkaitan dengan perhatian anak yang hanya berkisar 5-10 menit dalam membuat objek menggunakan Loose Part, selebihnya anak-anak akan melakukan aktivitas lain seperti mengganggu teman,bercanda, berlari dan lain-lain Perhatian anak yang tidak bertahan lama ini dikarenakan salah satu karakteristik dari anak usia dini ialah memiliki konsentrasi/perhatian yang pendek (Wati, 2. Anak akan lebih tertarik melakukan aktivitas fisik lain seperti berlari, melompat dan lain-lain dikarenakan anak-anak lebih tertarik melakukan aktivitas fisik, hal ini senada dengan pendapat (Khotimah et al. , 2. yang menyatakan bahwa perhatian anak tidak akan bertahan lama dan anak anak cenderung menggunakan gerak fisik dalam belajar. Perhatian anak yang terganggu dan tidak bertahan lama ini juga akan berdampak pada kemampuan anak dalam menggunaan media pembelajaran Loose Part Oleh karena perhatian anak yang tidak bertahan lama atau pendek ini dapat disiasati guru dengan memodifikasi aktivitas Selain kendala yang dihadapi oleh guru pada saat penggunaan media pembelajaran Loose Part tantangan yang juga dihadapi guru adalah ketelitian guru dalam menyiapkan bahan Loose Part guru harus benar-benar teliti dalam mempersiapkan bahan media Loose Part serta alat yang akan digunakan, dengan memperhatikan keamanan dari peserta didik. Guru harus memperhatikan keamanan dan keselamatan dari anak pada saat menggunakan Loose Part hal ini senada dengan pendapat yang diungkapkan (Maulina & Suhaibah, 2. yang mengatakan bahwa penggunaan bahan Loose Part harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan serta karakteristik peserta didik. Selain itu karena sebagian bahan media pembelajaran Loose Part terbuat dari bahan alam maka ada sebagian hasil karya anak-anak yang tidak bertahan lama . udah robek dan rapu. Bahan alam yang digunakan seperti kayu, ranting, biji-bijian . agung dan kacang-kacanga. daun kering,pelepah pisang dan bambu (Fono & Ita, 2. Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Loose. (Radja. Saefatu. Seran, & Giri, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 727-730 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Cara guru mengatasi kendala dan tantangan dalam penggunaan media pembelajaran Loose Part pada TK Negeri Matawai Amahu Dalam mengatasi kendala kurangnya perhatian anak selama pembelajaran menggunakan media pembelajaran Loose Part ialah dengan memberikan reward kepada anak yang memberikan perhatian selama Pemberian reward dapat memberikan pengaruh yang cukup besar kepada anak untuk melakukan hal yang positif seperti menaruh perhatian selama proses pembelajaran seperti tidak melakukan aktivitas lain seperti mengganggu teman, berlari dan lain-lain (Madiyanah & Farihah, 2. Selain dengan memberikan reward kepada anak guru juga dapat memodIfikasi media pembelajaran Loose Part agar dapat menarik perhatian Tantangan yang juga dihadapi oleh guru terkait ketelitian guru dalam menyiapkan media pembelajaran Loose Part Ialah dengan memastikan bahwa semua bahan dan alat yang akan digunakan aman dan tidak berbahaya bagi anak, hal ini senada dengan pendapat (Kulsum, 2. yang meyatakan bahwa guru harus mempertimbangkan keamanan anak ketika memilih bahan Loose Part dan melakukan pengawasan pada anak agar terlindar dari bahaya tersendak, tertelan dan terluka pada saat menggunakan Loose Part ataupun alat-alat media Loose Part yang digunakan sebagian besar terbuat dari bahan alam yang mudah sobek, rapuh dan patah oleh sebab itu guru harus menyediakan tempat atau ruangan khusus untuk menyimpan media Loose Part, penyimpanan media Loose Part pada ruangan khusus ini senada dengan pendapat (Diana Fitri et al. , 2. yang menyatakan bahwa media Loose Part harus disimpan pada ruangan atau tempat khusus yang memiliki tingkat kelembaban yang rendah. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Loose Part Di TK Negeri Matawai Amahu di Kabupaten Sumba Timur maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Guru-guru pada TK Negeri Matawai Amahu telah memiliki pemahaman yang sangat baik tentang model pembelajaran Loose Part serta penggunaannya Terdapat kendala dan tantangan yang dihadapi oleh guru-guru pada saat penggunaan media pembelajaran Loose Part Guru-guru pada TK Negeri Matawai Amahu mampu menghadapi dan mengatasi kendala serta tantangan dengan sangat baik dalam penggunaan media Loose Part. Saran Media pembelajaran Loose Part adalah salah satu media pembelajaran yang sering menjadi pilihan guruguru dalam pembelajaran karena memiliki berbagai kelebihan, namun dalam penggunaannya media pembelajaran Loose Part juga memiliki kelemahan yang mengakibatkan munculnya kendala serta tantangan tersendiri, oleh sebab itu guru-guru diharapkan dapat terus mengembangkan kompetensi yang dimiliki agar dapat mengatasi kendala dan tantangan tersebut. Selain itu bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian atau kajian yang lebih mendalam tentang Loose Part. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 727-730 DAFTAR PUSTAKA