JURNAL VASTUKARA e-ISSN 2798-1703 Volume 2 No 1 Maret 2022 ADAPTIVE REUSE PADA INTERIOR RUMAH BODRIE 1934 DI SURABAYA Okky Gastri Kusumaningtyas1. Agus Dody Purnomo2 1,2 Program Studi Desain Interior. Fakultas Industri Kreatif. Universitas Telkom E-mail : 1okky. gastri19@gmail. com, 2agusdody@telkomuniversity. Abstrak Kawasan kota lama merupakan saksi sejarah Pemerintahan Belanda pada era Kolonial. Pusat pemerintahan Belanda terletak pada salah satu kota lama yaitu kota Surabaya. Hingga saat ini bangunan kolonial di kota Pahlawan ini masih dilestarikan dan dijadikan objek pariwisata kota ataupun yang sering disebut dengan bangunan heritage. Bangunan heritage saat ini sedang banyak dialihfungsikan sebagai tempat berkumpul yang desainnya disesuaikan dengan fungsi dan lingkungan sekitar. Penyesesuaian alih fungsi ini disebut dengan adaptive reuse, yang secara umum memodifikasi sebuah tempat untuk fungsi yang diusulkan atau disesuaikan dengan fungsi eksisting. Penelitian ini mengkaji tentang penerapan adaptive reuse pada desain interior cafe Bodrie 1934. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di Rumah Bodrie 1934. Pengumpulan data melalui observasi lapangan dan studi literatur dari beberapa penelitian Hunian Bodrie 1934 yang terletak di Jl Bodri No 9 Surabaya termasuk dalam daftar cagar budaya Pemerintah kota Surabaya. Bangunan tersebut awalnya hunian yang di bangun oleh orang Belanda dan saat ini di fungsikan sebagai cafy & studio. Alih fungsi bangunan tersebut merupakan strategi dalam pelestarian bangunan yakni adaptive reuse. Strategi ini meminimalkan perubahan pada unsur arsitektural yang lebih mengedepankan alihfungsi pada interiornya. Diharapkan penelitian ini dapat merubah pemikiran dan membuka wawasan pentingnya keberadaan bangunan heritage. Kata kunci : Adaptive reuse, cafy, interior. Rumah Bodrie 1934 Abstract The Old City area is a historical witness of the Dutch Government in the Colonial era, the center of the Dutch government is located in one of the old city named Surabaya. Until now, the colonial buildings in Surabaya are still being preserved and used as tourism objects or cultural heritages which are commonly referred to as Heritage Buildings. Heritage buildings are currently being converted as a gathering place whose design is adapted to the function and the surrounding environment. This adjustment of function transformation is called Adaptive Reuse, which generally modifies a place for the proposed function or adapts it to an existing function. This study examines the application of adaptive reuse in the interior design of the Bodrie 1934 cafe. The method used in this study uses a qualitative method with a case study at Bodrie House 1934. Data collection is through field observations and literature studies. Bodrie House 1934, which is located on Bodri Street No. 9 Surabaya, is included in the list of cultural heritage of the Surabaya City Government. The building was originally a residence built by the Dutch and is currently functioning as a cafy & studio. The transformation of building function is a strategy in building preservation, namely adaptive reuse. This strategy minimizes changes to architectural elements that prioritize the conversion of functions in the interior. It is hoped that this research can open the knowledge about the importance of heritage building preservation. Keywords : Adaptive reuse, cafy, interior. Rumah Bodrie 1934 Artikel ini diterima pada : 9 September 2021 dan Disetujui pada : 17 Januari 2022 PENDAHULUAN Di era milenial bangunan heritage di Kota Pahlawan Surabaya semakin hari semakin hilang keberadaannya. Dimana bangunan bersejarah tersebut telah dilakukan perombakan dengan mengubah fasad bangunan atau mengalami perubahan bentuk dari gaya kolonial Belanda menjadi gaya modern kontemporer (Andriyani & Ridjal, 2. Sedangkan Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 5 Tahun 2005 lebih memperhatikan tentang keberadaan bangunan heritage. Salah satu isinya menyatakan bahwa bangunan dan/atau lingkungan cagar budaya di Kota Surabaya merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan demi pemupukan jati diri bangsa dan kepentingan nasional. Selain peraturan daerah setempat, pemerintah RI juga sudah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pada pasal 1 ayat 1. Pelestarian Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 33 bangunan bersejarah ini juga dapat mengedukasi karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Karena bangunan heritage yang notabenenya mempunyai nilai sejarah jika di rawat akan mempunyai nilai lebih dan mempunyai manfaat bagi penikmatnya. Ghafar dalam Jamal . menyatakan bahwa bangunan bersejarah adalah bangunan yang memiliki nilai sejarah, budaya dan arsitektur yang tinggi. BangunanAe bangunan bersejarah mempunyai pengertian sebuah bangunan atau kelompok bangunan yang memiliki nilai sejarah baik dari fisik maupun fungsi dari bangunan tersebut (Sidabutar , 2017:. Bangunan bersejarah . secara fungsi dapat dimanfaatkan tergantung pada cara penggunaanya misalkan dapat sebagai tempat tinggal, tempat usaha atau sebagai bangunan public seperti gedung-gedung pengadilan atau penyediaan layanan masyarakat (Murti & Wijaya, 2013:. Nilai nilai terhadap fungsi bangunan bersejarah adalah sebagai berikut : . bentuk bangunan, . fungsi bangunan, . gaya bangunan, . performa bangunan (Sachari, 2. Salah satu strategi dalam konservasi bangunan heritage adalah menerapkan strategi adaptive reuse. Cantell . menyatakan bahwa adaptive reuse juga sering dikaitkan dengan bidang keilmuan arsitektur konservasi sebagai metode untuk memproteksi bangunan historis dari demolisi. Adaptive reuse adalah salah satu solusi dan kebijakan yang digunakan agar bangunan tua lebih terawat, mempunyai fungsi baru yang bermanfaat dapat dinikmati secara virtual atau psikologis . serta sedikit banyak bisa mengikuti perkembangan zaman dengan merubah kegunaan dan diperbaikinya bagian-bagian yang sudah usang atau rusak agar menjadi lebih baik dengan pertimbangan tetap mempertahankan keasliannya. Fenomena menghidupkan kembali suatu kawasan dengan langkah membuat suatu fungsi baru dari fungsi lama pada bangunan-bangunan tersebut merupakan istilah dari adaptive reuse (Purwantiasning, 2. Beberapa prinsip adaptive reuse yaitu mengaktivasi bangunan menjadi adaptif dengan fungsi baru dan berkelanjutannya, merespon lingkungan sekitar dan mendukung konteks sosial budaya, untuk membuat harmonisasi visual dan mudah diakses serta memiliki dampak lingkungan yang minim. Bangunan asli dipertahankan atau meminimalkan perubahan arsitekturnya. Perubahan fungsi terkait desain interiornya. Perubahan fungsi untuk menyesuaikan kebutuhan masa kini dan masa depan (Purnomo, 2. Surabaya memiliki potensi daya tarik wisata yakni wisata sejarah. Sebagai kota Pahlawan Surabaya banyak menyimpan kenangan historis dan modernitas yang telah berbaur dalam masyarakat. Terkait dengan keberadaan bangunan heritage salah satunya adalah Rumah Bodrie. Bangunan tersebut awalnya dibangun oleh pengembang Belanda. Tiedeman dan Van Kerchem, pada tahun 1931. Dalam perkembangannya mengalami perubahan kepemilikan dan sebagai pemilik terakhir adalah seorang perwira TNI AL. Pada bulan Mei 2021 bangunan Rumah Bodrie beralih fungsi menjadi Cafy & Studio dengan mempertahankan keaslian bangunannya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melihat perubahan fungsi dengan tetap menjaga kelestarian bagunan lama. Strategi yang di gunakan adalah adaptive reuse. Diharapkan penulisan ini dapat membuka wawasan masyarakat terkait dengan pentingnya pelestarian bangunan dan juga memberi dampak terhadap lingkungan disekitarnya. METODE Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah Cafy dan Studio Bodrie 1934 yang terletak di Jl. Bodri No. Darmo. Kec. Wonokromo. Surabaya. Jawa Timur. Bangunan ini terletak di lokasi yang strategis, karena dekat dengan fasilitas publik. Dari Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) berjarak serkitar 700 m. Sedangkan dari lapangan THOR berkisar 800 m. Pengumpulan data dilaksanakan melalui survey di lapangan. Peneliti melakukan pengamatan secara langsung. Kunjungan pertama dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2021 untuk melihat lokasi dan merekam data-data di lapangan. Dan di lanjutkan kunjungan kedua pada tanggal 8 Agustus 2021 datang sebabgai pengunjung mencoba menikmati suasana di Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 34 berbagai sudut dan sedikit mendokumentasi beberapa sudut, tanggal 4 September 2021 kembali ke Bodrie 1934 untuk wawancara dan mendokumentasi pada area lantai 1 dan 2. Wawancara yang di lakukan pada Headbar Cafy menanyakan seputar pelayanan, sejarah bangunan, alur aktivitas, maupun kenyamanan ergonomi dan antropometri serta kekuatan konsep AujadoelAy pada bangunan Bodrie 1934. Data sekunder melalui studi pustaka antara lain buku cetak maupun elektronik, jurnal ilmiah, website. Instagram Bodrie 1934 Cafy & Studio dan juga video (YouTub. Data Ae data tersebut kemudian dianalisis dan diolah dalam penulisan ini. Pada tahap akhir diambil kesimpulan. Gambar 1. Peta bodrie 1934 Cafy & Studio (Sumber: google map. HASIL DAN PEMBAHASAN Rumah Bodrie 1934 Tiedeman & Van Kerchem sebagai pengembang Belanda menduduki dan menghuni pada tahun 1934. Berdirinya Bodrie 1934 selama lebih dari 50 tahun hingga sekarang membuat Bodrie 1934 layak di sebut menjadi bangunan heritage dan menjadi warisan arsitektur bagi warga Surabaya. Deretan rumah di Jalan Bodrie Surabaya memang memiliki arsitektur khas Belanda. Empat rumah di Jl Bodrie ini merupakan cagar budaya, terlihat dari Awal berdirinya rumah Bodrie1934 telah berpindah tangan beberapa kali hingga sekarang dimiliki oleh seorang perwira TNI AL. Yang saat ini sedang menjalankan studi di Korea untuk keperluan sehigga sedikit waktunya dan jarang mengunjungi atau visit ke rumah huniannya yaitu Bodrie 1934, segingga ia menaruh kepercayaan kepada pendiri dan pecetus Bodrie Cafy & Studio dan staffnya untuk merawat huniannya. Bodrie 1934 adalah cabang dari cafy indische 1931 yang berada pada Jalan Bridgen Katamso no. 179 Kedung Rejo. Kecamatan Waru. Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, yang bangunannya juga merupakan bangunan lama yang didirikan pada tahun 1931. Cabang cafy indische yang mempunyai studio foto hanya ada di Jalan Bodrie saja. Pendiri cafy ini mempunyai ide untuk memberi nama hunian ini menjadi Bodrie 1934 karena bangunan Bodrie 1934 Cafy & Studio ini di dirikan pada tahun 1934 dan berada di Jalan Bodrie. Pengelola Cafy Bodrie 1934 (Wawancara, 2. mengatakan bahwa penggunaan nama cabang cafy indische menjadi Bodrie 1934 karena pemilik ingin membuat cafy ini lebih otentik yang selaras dengan nama jalannya sehingga akan mudah di ingat. Pada saat bangunan ini masih bersifat hunian, masyarakat Surabaya hanya dapat melewati dan menikmati indahnya arsitektural Bodrie 1934 dari luarnya saja. Lokasinya yang berada di pinggir jalan membuat kendaraan yang melintas hanya dapat melihat atap rumah melengkung yang khas bangunan Belanda, beberapa jendela dilantai dua, teras rumah yang tidak terlalu terlihat karena terhalang oleh pepohonan dan pagar rumahnya, juga seketika akan merasakan sensasi kembali ke masa lampau dan sedikit mencekam ketika malam hari. Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 35 Gambar 2. Bodrie 1934 Cafy & Studio (Sumber : Instagram Bodrie Cafy & Studio, 2. Namun demi melanjutkan keberlanjutan sejarah, pada bulan Mei 2021 Komunitas Indische 1931 bekerja sama dengan pemilik rumah Bodrie 1934 untuk membangun Rumah Bodrie 1934 menjadi lebih terbuka, bermanfaat & dapat di kunjungi oleh siapapun guna menjadi titik temu pemuda komunitas dan masyarakat khususnya di Surabaya. Sehingga Bodrie 1934 yang sebelumnya hanya bersifat hunian tertutup kini beralih fungsi menjadi cafy dan studio terbuka yang nyaman. Untuk menciptakan rasa nyaman pada bangunan heritage tersebut, prinsip adaptive reuse dapat menjadi pilihan yang baik untuk menanggulangi masalah yang kerap ada pada bangunan lama. Gambar 3. Tampak depan Bodrie 1934 Cafy & Studio (Sumber : Koleksi Pribadi, 2. Desain Interior Rumah Bodrie 1934 Strategi adaptive reuse di terapkan pada desain interior Rumah Bodrie 1934. Langkah tersebut mendukung kebijakan untuk mewujudkan pelestarian warisan bangunan cagar budaya khususnya bagi masyarakat Surabaya. Dengan merubah fungsi interior bangunan hunian lama menjadi cafy & studio yang sangat bermanfaat, dapat meberikan pengalaman baru dan suasana baru bagi pengunjung. Perubahan zoning blocking yang ada pada bangunan Bodrie 1934 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 36 Tabel 1. Perbandingan kondisi Bodrie 1934 dulu dan sekarang (Sumber : Data Pribadi, 2. Penempatan Kondisi Awal Kondisi Sekarang . Beralih fungsi menjadi area Cafy yang dapat menampung sekitar 30 orang atau lebih yang terbuka untuk Furniture dan Material Penambahan furniture yang material kayu, besi, hpl, busa, bambu, kulit Bangunan asli tile, granit, batu alam, kayu, kaca Penambahan Bangunan asli tile, granit, batu alam, kayu, kaca Outdoor lantai 1 bagian kanan kiri Merupakan teras, halaman samping, dan carport yang berfungsi untuk menerima tamu sementara yang hanya berkunjung sebentar, dan Indoor lantai 1 bagian depan Merupakan ruang keluarga yang ruangannya berfungsi sebagai menerima tamu dekat atau sekedar berkumpul dengan keluarga Beralih fungsi menjadi persewaan ruangan kantor Indoor lantai 1 bagian belakang Beralih fungsi menjadi kantor sekaligus tempat beristirahat bagi staff Penambahan furniture baru. Bangunan asli tile, granit, batu alam, kayu. Outdoor lantai 1 bagian kiri belakang dari Merupakan area service yang berfungsi untuk makanan dan minuman juga untuk menyimpan peralatan Merupakan garasi pemilik dengan daya tampung 2 mobil Beralih fungsi menjadi area pembayaran atau kasir dan area memasak untuk cafy Bodrie 1934 Indoor lantai 2 bagian sisi kanan dari enterance Merupakan kamar utama yang berfungsi sebagai tempat tidur dan beristirahat Beralih fungsi menjadi studio foto yang di sewakan untuk umum. Penambahan treatment meja kasir playwood dengan finishing Bangunan asli tile, granit, batu alam, kayu. Penambahan sedikit furniture, perubahan cat pada dnding, lampu dan loose multipleks wall untuk keperluan foto jika di Bangunan asli Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 37 Indoor lantai 2 sisi depan tepat diatas ruang keluarga dekat enterance Merupakan salah satu kamar yang berfungsi untuk tidur Indoor lantai 2 Terdapat 4 ruangan lagi yang merupakan kamar tidur atau ruang penyimpanan Beralih fungsi menjadi kantor pribadi bodrie 1934 yang mempunyai jendela yang menghadap ke jalan raya utama (GOR Pantjasil. Beralih fungsi menjadi ruang persiapan bagi penyewa studio Bodrie 1934 misalnya seperti ruang kostum, makeup dll batu alam, bambu, baja dan Penambahan Bangunan asli granit dan batu alam. Penambahan perubahan cat pada dinding. Bangunan asli granit dan batu alam. Hasil dari kujungan ke Bodrie 1934 Cafy & Studio menunjukan bahwa benar bangunan ini mempunyai nilai sejarah yang jika di benahi akan menjadi bangunan yang mempunyai nilai estetik dan pengetahuan keragaman sejarah budaya. Seperti beberapa area interiornya yang telah direnovasi menambah kenyamanan dan kemanan bagi pengunjung untuk dapat melihat bagaimana bentuk dan keunikan pada bangunan ini yang tidak di temui pada bangunan baru yang lain. Berkat keunikan dan keautentikan bangunan ini membuat antusiasme masyarakat dan komunitas fotografi amatir hingga profresional, juga beberapa komunitas lain seperti komunitas sepeda dan komunitas skate kerap mendatangi Bodrie 1934. Mereka menikmati fasilitas cafy dan studio dengan konsep interior klasik dengan tetap berusaha mempertahankan keasliannya menjadikan daya tarik tersendiri di dalam bangunan Bodrie 1934. Pihak pengelola memutuskan untuk menambahkan furniture baru yang di letakkan pada cafy seperti stool, meja kasir, easy chair, meja makan, dan kursi makan custom dengan bantalan duduk warna hitam dengan memakai material kayu. HPL, rotan, kulit sintetis, busa dan juga besi. Berikut dokumantasi yang didapat tentang perubahan yang ada pada Bodrie 1934 Cafy & Studio. Gambar 4. Teras depan Bodrie 1934 Cafy & Studio lantai 1 yang di rubah menjadi cafy dan menjadi salah satu spot foto yang di pergunakkan oleh komunitas foto (Sumber : Koleksi Pribadi, 2. Dapat dilihat juga pencahayaan pada area cafy di siang hari menggunakan pencahayaan alami. Ceiling pada area ini memanfaatkan cahaya matahari yang masuk dari special treatment kanopi berbentuk modul-modul persegi berbahan twinlite semi transparan Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 38 dan frame yang terbuat dari bahan kayu yang kokoh. Sehingga membuat area cafy menjadi terang tetapi tetap memperhatikan penghematan energi yang baik untuk kesejahteraan Pada lantai area cafy menggunakan tegel dengan warna warna warm atau warna alami guna menyeimbangkan masuknya sinar matahari ke dalam ruangan, sehingga ruangan atau area tersebut tidak terasa panas. Didukung juga dengan dinding area cafy yang memakai material batu alam, kayu, dan cat dinding berwarna putih membuat keseluruhan ruangan secara alami menjadi lebih dingin. Gambar 5. Meja kasir bodrie dan suasana sekitar meja kasir 1934 Cafy & Studio lantai 1 (Sumber : Koleksi Pribadi, 2. Pada area dalam cafy terdapat meja kasir yang mempunyai fungsi aktivitas pemesanan, pembayaran, dan pengambilan makanan atau minuman yang telah di pesan oleh pengunjung. Meja kasir ini juga sekaligus menjadi pembatas antara ruang publik dan privat di Cafy Bodrie1934. Material yang di gunakan pada meja tersebut menggunakan playwood dengan finishing HPL berwarna krem dan coklat gelap pada top table-nya. Kemudian pada bagian dinding di salah satu sisi area cafe terdapat tambahan dinding timbul yang di pergunakan menjadi meja untuk makan dan minum beserta stool untuk duduk Penambahan meja untuk kegiatan makan dan minum ini juga termasuk dalam pemaksimalan ruang interior suatu bangunan. Perubahan bangunan juga terdapat didalam toilet lantai dua. Adanya perubahan ceiling pada toilet tersebut berhubungan dengan kenyamanan pengunjung. Sebelum direnovasi, ceiling ini mengalami kelapukan pada materialnya akibat dimakan zaman yang menghawatirkan jika dibiarkan. Sehingga ceiling lama itu digantikan dengan material baru yaitu frame kayu dengan desain dan warna yang sama seperti motif ceiling yang berada pada area cafe. Toilet ini dulunya adalah toilet utama pemilik Bodrie 1934. Pada setiap area di bangunan Bodrie 1934 ini ditambahkan juga saklar listrik untuk memfasilitasi pengunjung yang membutuhkan daya listrik untuk meeting menggunakan laptop, mengisi daya ponsel, atau kebutuhan lainnya. Hal kecil ini di juga di perhatikan oleh pengelola cafy dan studio guna menambah kenyamanan bagi pengunjungnya. Gambar 6. Kanan toilet bodrie 1934 Cafy & Studio lantai 2. Kiri tambahan Saklar listrik di area cafy (Sumber : Koleksi Pribadi, 2. Selain pencahayaan alami Bodrie 1934 juga menambahkan pencahayaan buatan lampu led berwarna warm dangan armatur spotlamp yang cahayaanya langsung menyorot ke sepanjang jalan kecil di sisi bangunan dan ada juga lampu led berwarna warm white dengan armatur hanging lamp berkonsep klasik Jawa. Sehingga membuat bangunan Bodrie Jurnal Vastukara. Volume 2 No 1 Maret 2022 | 39 1934 sebagai warisan kolonial Belanda ini mempunyai suasana yang semakin hidup, hangat dan dapat membaur sesuai dengan lingkungan sekitarnya yang berlokasi di Indonesia khususnya di Pulau Jawa sehingga tidak menghilangkan konsep nusantaranya. Ditambah dengan penambahan speaker yang berguna untuk memanggil nama pemesan untuk mengambil pesanannya di meja kasir, selain itu juga berguna untuk mendengarkan musik dan lainnya. Selain semua penjelasan di atas semua interior bangunan pada lantai bawah dan atas menggunakan material asli mulai dari kusen pintu, jendela lantai, dinding dan ceiling serta ornamennya. Material bangunannya sendiri banyak menggunakan batu alam, kayu, dan tile, sehingga dapat disimpulkan bangunan ini 87% presentase keasliannya. Gambar 7. Suasana Cafy & Studio Bodrie 1934 (Sumber : Koleksi Pribadi, 2. Dengan begitu dapat dilihat bahwa efek yang diberikan dari adaptive reuse sangat berpengaruh pada bangunan bersejarah, lingkungan, pariwisata, dan semua orang yang Selain menambah wawasan terhadap keunikan dan warisan sejarah yang bisa dilihat dari sisi interior ruangannya, adaptive reuse juga membuat bangunan bersejarah menjadi lebih terawat dan tidak kehilangan eksistensinya yang kini hampir dimakan oleh SIMPULAN Adaptive reuse adalah kebijakan dan upaya yang baik pada era milenial. Melihat bangunan yang sudah semakin banyak dan lahan hijau semakin sedikit, serta telah dipublish oleh beberapa liputan berita dan Badan Penelitian dan Bangunan Dalam Negeri . bahwa sebagian wilayah di Indonesia khusunya kota Jakarta akan tenggelam 10 sampai 40 tahun lagi. Berita tersebut adalah peringatan bagi kita semua untuk peka dan menyadari bahwa pembangunan yang berlebih juga tidak baik untuk kehidupan manusia. Mengolah dan mempergunakan kembali bangunan heritage atau bangunan yang sudah ada menjadi bangunan yang mempunyai fungsi baru adalah salah satu langkah kecil yang berdampak besar untuk membantu menyelamatkan bumi. Sehingga adaptive reuse sangat bermanfaat bagi semua sektor yang terlibat karena membuka kesempatan, wawasan dan pengetahuan tentang keberadaan warisan sejarah bagi budaya nusantara untuk semua orang. Bodrie 1934 Cafy & Studio telah membuat langkah tepat karena dapat merealisasikan apa yang sudah menjadi kewajibannya untuk tetap melestarikan bangunannya. Sebagai bangunan heritage yang masuk kedalam daftar cagar budaya Pemerintah Kota Surabaya Bodrie 1934 mempunyai pengaruh baik dari segi industri kreatif, perekonomian dan dapat meberikan warna baru pada lingkuran sekitarnya. DAFTAR PUSTAKA