p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 THE INFLUENCE OF PROFITABILITY. LEVERAGE AND LIQUIDITY ON TAX AGGRESSIVITY (EMPIRICAL STUDY OF MANUFACTURING COMPANIES IN THE BASIC AND CHEMICAL INDUSTRIAL SECTORS LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE 2018-2021 PERIOD) Titi Aslah 1. Jihat 2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta ABSTRACT The existence of different interests between the government and taxpayers leads to tax avoidance by taxpayers in the form of taking advantage of loopholes in the Tax Law. This study aims to determine the effect of profitability, leverage and liquidity on tax aggressiveness . n empirical study of manufacturing companies in the basic industrial and chemical sectors listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2021 perio. From the results of the tests that have been carried out in this study, it can be concluded that profitability (Return on Asset. has a significant effect on tax aggressiveness (Effective Tax Rat. , while Leverage (Debt to Equity Rati. and Liquidity (Current Rati. have no effect on tax aggressiveness (Effective Tax Rat. in Manufacturing companies in the Basic Industry and Chemical Sector Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2021 Keywords: Profitability. Leverage. Liquidity PENGARUH PROFITABILITAS. LEVERAGE DAN LIKUIDITAS TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2. ABSTRAK Adanya perbedaan kepentingan antara pemerintah dengan wajib pajak menimbulkan tindakan penghindaran pajak oleh wajib pajak dalam bentuk memanfaatkan celah Undang-Undang Perpajakan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui Pengaruh Profitabilitas. Leverage, dan Likuiditas terhadap Agresivitas Pajak (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas (Return on Asset. berpengaruh signifikan terhadap agresivitas pajak (Effective Tax Rat. , sedangkan pada Leverage (Debt to Equity Rati. dan Likuiditas (Current Rati. tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak (Effective Tax Rat. di perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2021. Kata Kunci: Profitabilitas. Leverage. Likuiditas Korespondensi: Titi Aslah,SE,M. Ak. ,Jihat. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta. Jl. Salemba I No. 10 Jakarta Pusat. Kode pos 10430. Email: titi_aslah@stie. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, menyatakan bahwa industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang dapat menjadi barang, dengan mengelolah bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi, dan barang jadi yang memiliki nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya dalam kegitan industri. Salah satu industri yang ada indonesia adalah industri Ada beberapa sektor yang masuk ke dalam industri manufaktur, diantaranya adalah industri dasar kimia, sektor industri bahan konsumen, dan sektor aneka industri. Besarnya beban pajak penghasilan yang harus dibayar perusahaan membuat perusahaan melakukan tindakan penghindaran pajak. Salah satu contoh terjadinya kasus penghindaran pajak adalah yang dilakukan oleh PT. Coca Cola Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menyelidiki kasus penghindaran pajak oleh CCI. DJP menyatakan total penghasilan kena pajak CCI pada periode itu senilai Rp 603,48 miliar, sedangkan CCI mengklaim penghasilan kena pajak Rp 409. 59 miliar. Akibatnya. DJP menghitung kekurangan pajak penghasilan dan CCI terindektasi merugikan devisa negara senilai Rp 49,24 Hasil penelusuran DJP bahwa perusahaan tersebut telah melakukan tindakan penghindaran pajak yang menyebabkan setoran pajak berkurang dengan ditemukannya pembengkakan biaya yang besar pada perusahaan tersebut. Beban biaya itu antara lain untuk iklan dari rentang waktu tahun 2002-2006 dengan total sebesar Rp 566. 84 miliar. Akibatnya, ada penurunan penghasilan kena pajak. (Sumber. com 15 Desember 2017,22. Fenomena penghindaran pajak lainnya yang terjadi di Indonesia adalah PT. Semen Baturaja Tbk, dimana PT. Semen Baturaja tidak membayar pajak sejak Juli 2017, dimana PT Semen Baturaja Tbk memiliki 8 alat berat yang merupakan inventaris untuk kegiatan operasional perusahaan tersebut , nilai nominal denda dan biaya pajak yang wajib dibayar sekitar 78 juta yang jatuh temponya pada Juli lalu . Dari fenomena diatas dapat menjelaskan bahwa walaupun tax avoidance secara literal tidak melanggar hukum, semua pihak sepakat bahwa yang namanya penghindaran pajak merupakan sesuatu yang secara praktik tidak dapat diterima. Hal ini dikarenakan penghindaran pajak secara langsung yang mengakibatkan berkurangnya penerimaan pajak yang dibutuhkan oleh negara . id, yang diakses pada tanggal 13 Juli 2019, pukul 20:00 WIB. Tindakan dalam melakukan agresivitas pajak dengan mengecilkan jumlah pembayaran pajak yang tidak tepat, karena dalam pembayaran pajaknya mempunyai keterlibatan dengan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya seperti pendidikan, kesehatan masyarakat dan transportasi umum. Tindakan agresivitas pajak yang direncanakan oleh perusahaan dalam kurun waktu yang pendek maupun p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 panjang akan sangat mengurangi pendapatan negara. Hal ini memotivasi penulis untuk meneliti tentang agresivitas pajak. Apabila penerimaan pajak yang diterima negara optimal maka akan memajukan kesejahteraan dan kemakmuran Negara. Ada berbagai macam aspek yang berpengaruh pada tindakan agresivitas pajak yaitu profitabilitas,likuiditas, dan II. LITERATUR REVIEW Pajak adalah keharusan yang timbul karena keadaan, peristiwa dan tingkah laku yang memberikan status tertentu. Melimpahkan sebagian dari harta yang dimiliki ke kas negara adalah wajib tetapi itu bukan merupakan hukuman bagi pemerintah dan diharuskan, dan tidak menerima manfaat secara langsung dari Negara untuk menjaga kesejahteraan bersama. Menurut Mardiasmo . , objek pajak adalah hal-hal yang menjadi dasar untuk dikenakan Objek pajak dapat berupa kekayaan, pendapatan, atau kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diukur. Dalam konteks pajak, objek pajak merupakan subjek yang dikenai kewajiban pajak oleh pemerintah. Menurut Diana Sari . , wajib pajak adalah orang atau badan yang diwajibkan untuk membayar pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini didasarkan pada prinsip keadilan pajak, dimana setiap orang atau badan yang memperoleh penghasilan atau memiliki kekayaan tertentu harus ikut serta dalam membiayai pengeluaran negara melalui pembayaran pajak. Laporan keuangan menurut Munawir . alam Sulistyowati, 2015:. adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakansebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan Menurut Mustika . agresivitas pajak adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengurangi pendapatan kena pajak yang dilakukan melalui perencanaan pajak . ax plannin. baik dengan cara legal denganmelakukan penghindaran pajak . ax avoidanc. maupun dengan cara illegal yang dilakukan dengan penggelapan pajak . ax evasio. dengan memanfaatkan celah- celah yang ada dalam peraturan perpajakan. Menurut Yustrianthe dan Fatniasih . Profitabilitas adalah suatu rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Suatu perusahaan yang memiliki angka rasio profitabilitas yang tinggi menunjukan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sudah Dengan kata lain semakin tinggi rasio profitabilitas maka akan semakin banyak kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 Menurut Fahmi . dalam Fahmi . rasio leverage adalah mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh hutang. Leverage ialah perusahaan yang menggunakan hutang dalam pembiayaan (Ngadiman dan Puspitasari, 2. Sumber dana dari pinjaman untuk membiayai kegiatan operasionalnya baik yang jangka pendek maupun yang jangka panjang merupakan penerapan dari kebijakan leverage (Darmawan & Sukartha, 2. Leverage dapat digunakan sebagai gambaran perusahaan memiliki kemampuan dalam menggunakan aktiva atau dana yang mempunyai beban tetap . ixed cost assets or fund. untuk memperbesar tingkat penghasilan . bagi pemilik perusahaan. Leverage menunjukan seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh hutang atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal (Ngadiman dan Puspitasari, 2. Likuiditas merupakan salah satu aspek keuangan yang penting untuk dianalisis. Hal tersebut dikarenakan likuiditas merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan yang dilihat dari seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban 22 Menurut Ross, et al. , . 5: . semakin likuid suatu perusahaan, semakin kecil kemungkinan perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan . aitu, kesulitan dalam membayar utang Ae utang atau membeli berbagai aset yang diperluka. Sehingga dapat dikatakan bahwa rasio ini memiliki kegunaan untuk dapat mengetahui kemampuan pembiayaan serta memenuhi kewajiban keuangan. Tingginya tingkat likuiditas di suatu perusahaan akan meningkatkan kepercayaan Investor terhadap saham pada perusahaan. Dalam rangka penelitian ini digambarkan bagaimana hubungan antara variabel independent dengan variabel dependen, sebagai berikut : Profitabilitas (X. Leverage (X. Likuiditas (X. Agresivitas Pajak (Y) Perumusan hipotesis pada penelitian ini berdasarkan latar belakang dan teoriyang mendasari, maka dapat dirumuskan hipotesis dari penelitian pengaruh likuiditas, leverage, profitabilitas, terhadap agresivitas pajak sebagai berikut: H1: Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak Jumlah laba perusahaan dapat mempengaruhi praktik agresivitas pajaknya. Profitabilitas tinggi p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 menghasilkan agresivitas pajak tingkat tinggi. Agusti . Prasista dan Setiawan . , dan Andhari dan Sukartha . menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak,namun Nugraha . memperoleh hasil sebaliknya. H2: Leverage berpengaruh terhadap agresivitas pajak Hasil penelitian Suyanto . menunjukkan bahwa leverage berpengaruh terhadap agresivitas Demikian juga penelitian Suprapti . menyatakan leverage berpengaruh terhadap tax avoidance. Susilowati . yang menyatakan leverage berpengaruh terhadap effective tax rate, serta Suroiyah . dan Wangga . menyatakan leverage berpengaruh terhadap agresivitas pajak. H3: Likuiditas berpengaruh terhadap agresivitas pajak Suyanto dan Suparmono . dipenelitiannya ditemukan adanya pengaruh likuiditas terhadap agresivitas pajak. Rasio likuiditas semakin tinggi menandakan perusahaan tersebut dalam keadaan baik. Semakin tinggi tingkat laba perusahaan akan membuat modal . ktiva bersi. perusahaan naik. Dengan meningkatkan aktiva lancar, perusahaan harus memiliki tingkat aktiva bersih yang tinggi (Yusriwati, 2. dalam Adisamartha dan Noviari . Perusahaan dengan memiliki tingkat rasio likuiditas yang tinggi akan berusaha mengalokasikan laba periode berjalan ke periode berikutnya dengan alasan tingkat biaya pajak yang tinggi apabila perusahaan dalam keadaan yang sehat. Semakin tinggi tingkat rasio likuiditas perusahaan maka berbanding positif terhadap agresivitas pajak. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2018-2021. Pengambilan data sampel penelitian dilakukan secara online melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu w. id dengan periode penelitian selama 4 . Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kausal. Menurut Sugiyono . penelitian kausal adalah penelitian untuk mengetahui pengaruh antara satu variabel atau lebih variabel bebas . ndependent variabl. terhadap variabel terikat . ependent variabl. Dalam hal ini adalah Profitabilitas. Leverage dan Likuiditas sebagai variabel bebas . ndependent variabe. terhadap agresivitas pajak sebagai variabel terikat . ependent variabe. Populasi dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode studi pustaka dan dokumentasi. Pengolahan dan peritungan data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi program Microsoft Excel 2019 dan SPSS p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 Statistics 24. Program ini digunakan untuk melakukan pengujian signifikansi data urutan waktu dan analisis regresi linier berganda. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Pemilihan model sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Variabel dependen pada penelitian ini yaitu Agresivitas Pajak (ETR), sedangkan variabel independennya adalah Profitabilitas (X. yang diproksikan ROA (Return On Asse. Leverage (X. yang diproksikan DER (Debt to Equity Rati. , dan Likuiditas (X. yang diproksikan CR (Current Rati. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 20 sampel perusahaan sektor bahan industry dasar dan kimia selama periode Hasil statistik deskriptif seluruh variabel dalam penelitian iniyang meliputi nilai minimum, nilai maksimum, nilai mean, dan standar deviasi. Tabel 1 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Std. Minimum Maximum Mean Deviation ROA 0,00 0,10 0,0250 0,02863 DER 0,56 5,44 1,5304 1,39925 0,87 2,90 1,4956 0,55876 ETR -0,62 13,17 0,8842 2,90373 Valid N . Sumber: Hasil Olah Data SPSS 24, 2023 Tabel 2. Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square ,916a 0,839 Predictors: (Constan. CR. ROA. DER Adjusted R Std. Error of the Square Estimate 0,809 0,42215 p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 Dependent Variable: LN_Y SSumber: Hasil olah SPSS 24, 2023 Berdasarkan tabel 2 diperoleh nilai koefisien R Square (R. sebesar 0,839 atau 83,9%. Jadi bisa diambil kesimpulan besarnya variabel Profitabilitas. Leverage dan Likuiditas terhadap Agresivitas Pajak sebesar 0,839 atau 83,9% dan sisanya 16,1% dipengaruhi dari variabel lain. Uji Signifikan simultan (Uji F) digunakan untuk mengukur signifikasi secara simultan atau bersamasama terhadap variabel Y apakah model regresi penelitian layak atau tidak. Berikut adalah hasil Uji F. Tabel 3. Hasil Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Mean Square Regression 12,477 4,159 Residual 5,109 0,341 Total 17,586 12,210 Sig. ,000b Dependent Variable: LN_Y Predictors: (Constan. LN_X2. LAG_X1. LN_X3 Sumber: Hasil olah SPSS 24, 2023 Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa nilai Fhitung diperoleh sebesar 12,210 sedangkan pada Ftabel 3,238 dapat diketahui bahwa Fhitung > Ftabel . ,210 > 3,. Sedangkan dari nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, artinya seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen secara simultan sehingga model regresi dinyatakan sebagai model yang fit. Uji t dalam regresi linier berganda dimaksudkan untuk menguji apakah parameter . oefisiensi regresi dan konstant. merupakan parameter yang tepat atau belum. Tabel 4. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error (Constan. -3,382 0,412 LAG_X1 -0,538 0,093 LN_X3 0,575 LN_X2 0,164 Beta Sig. -8,201 0,000 -0,813 -5,783 0,000 0,443 0,199 1,298 0,214 0,215 0,118 0,761 0,458 Dependent Variable: LN_Y Sumber: Hasil olah SPSS 24, 2023 Profitablitas Berdasarkan tabel 4 yaitu hasil uji t . menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Profitablitas p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 5. No. Juli 2023 (X. terhadap Agresivitas Pajak (Y) adalah 0,000 < 0,05 dan nilai thitung -5,783 > nilai ttabel 2,119 artinya terdapat pengaruh Profitablitas (X. terhadap Agresivitas Pajak (Y) secara signifikan sehingga H1 Leverage Berdasarkan tabel 4 yaitu hasil uji t . menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Leverage (X. terhadap Agresivitas Pajak (Y) adalah 0,214 > 0,05 dan nilai thitung 1,298 < nilai ttabel 2,119 artinya tidak terdapat pengaruh signifikan variabel Leverage (X. terhadap Agresivitas Pajak (Y) sehingga H2 Likuiditas Berdasarkan tabel 4 yaitu hasil uji t . menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh Likuiditas (X. terhadap Agresivitas Pajak (Y) adalah 0,458 > 0,05 dan nilai thitung 0,761 < nilai ttabel 1,977 artinya tidak terdapat pengaruh secara signifikan variabel Likuiditas (X. terhadap Agresivitas Pajak (Y) sehingga H3 ditolak. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage dan likuiditas terhadap agresivitas pajak pada perusahaan sektor barang konsumen primer Periode 2018 - 2021, maka diperoleh hasil kesimpulan sebagai berikut: Profitabilitas berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak. Pada hasil pengujian yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap Agresivitas Pajak. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Leverage tidak berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak. Pada hasil pengujian yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap Agresivitas Pajak. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,214 > 0,05. Likuiditas berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak. Pada hasil pengujian yang telah dilakukan, ditemukan hasil bahwa Likuiditas tidak berpengaruh terhadap Agresivitas Pajak. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,458 > 0,05. VI. REFERENSI