P-ISSN: 2828-1780 & E-ISSN: 2828-3600 Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Volume 5. Nomor 1. Januari 2026 PELATIHAN VERIFIKASI INFORMASI BAGI ANAK MUDA DAN PERANGKAT DESA BAKALEREK KECAMATAN NUBATUKAN KABUPATEN LEMBATA Sultan Abdullah1*. Mikhael Rajamuda Bataona2. Elisabeth Date Masan Welin3 Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Indonesia1,2,3 Corresponding Author: Sultan, sultanabdulah. 21@gmail. ABSTRAK ARTICLE INFO Article history: Received 10 Oktober 2025 Revised 25 Desember 2025 Accepted 27 Januari 2026 Pelatihan Verifikasi Informasi bagi anak muda dan perangkat Desa BakalerekAy dilaksanakan dengan tujuan untuk mengatasi masalah penyebaran hoaks ataupun informasi palsu di Desa Bakalerek. Topik ini dipilih untuk mengatasi banyaknya informasi hoaks yang tersebar di media sosial, sehingga membutuhan kemampuan untuk memverifikasi suatu informasi atau berita dengan tujuan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan informasi hoaks atau informasi palsu yang Metode pengabdian menggunakan pelatihan dan observasi langsung kepada anak muda dan perangkat Desa Bakalerek. Pelatihan ini dilakuan dalam bentuk penyampaian materi kepada anak muda dan perangkat Desa Bakalerek serta melakukan diskusi bersama dan evaluasi terhadap pemahaman Hasil dari pelatihan menunjukan peningkatan yang baik dalam pengetahuan peserta dalam memverifikasi informasi serta membedakan informasi hoaks yang beredar dan menerapkan langka-langka verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Keberhasilan program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak muda dan perangkat desa dalam menghadapi tantangan informasi digital, terutama dalam hal mencegah penyebaran suatu informasi hoaks, sehingga mendorong sikap kritis dan bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi di lingkungan Desa Bakalerek. Kata Kunci: Anak Muda. Pelatihan. Perangkat Desa, informasi. How to Cite : Abdullah. Sultan. , et al. Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata, 5 . DOI : https://doi. org/10. 52266/taroa. Journal Homepage : https://ejournal. id/index. php/taroa This is an open access article under the CC BY SA license : http://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. PENDAHULUAN omunikasi merupakan pertukaran informasi antara komunikator dan komunikan untuk mendapatkan makna pesan yang sama. Komunikasi pada dasarnya bukan saja pertukaran pesan melainkan komunikasi dapat menciptakan kerjasama, kolaborasi, memperkuat hubungan dan pemahaman yang sama antara setiap orang. Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari, dikarenakan dengan berkomunikasi manusia dapat berhubungan satu sama lain dimanapun manusia itu berada (Harahap. , et. ,al. , 2021. Padang, 2. Dari penjelasan di atas maka penulis dapat menjelaskan bahwa komunikasi merupakan proses TAROA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT. VOL. 5 NO. JANUARI 2026 Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata penyampaian, pertukaran pesan atau informasi maupun gagasan dari komunikator kepada komunikan melalui berbagai saluran media seperti media tatap muka , media cetak, elektronik, media online dan lainya untuk mencapai suatu tujuan. Dalam kehidupan seharihari komunikasi dapat menjalin kerjasama yang baik antara dua pihak atau lebih untuk mendapatkan suatu keuntungan tertentu. Komunikasi informasi memegang peranan Proses komunikasi informasi melibatkan penyampaian, penerimaan, dan pengolahan informasi, yang tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan pesan, tetapi juga memastikan pesan tersebut dipahami dengan benar. Pemahaman yang baik tentang komunikasi informasi memungkinkan individu untuk lebih efektif dalam mengelola arus informasi, terutama di tengah derasnya tantangan era digital. Selain itu, komunikasi informasi yang efektif juga dapat membantu individu menghindari dampak negatif yang ditimbulkan oleh informasi yang salah atau tidak relevan (Hazan. ,et. , 2025. Sanur. Perkembang an teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat di abad ke-21 telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Teknologi ini memungkinkan individu untuk tidak hanya mengakses informasi dengan mudah, tetapi juga memproduksi dan menyebarluaskannya dalam hitungan detik. Berbagai platform digital seperti media sosial, blog, dan aplikasi berita menawarkan kemudahan untuk berbagi konten secara realtime. Namun, kemudahan ini juga menciptakan tantangan baru berupa fenomena informasi Informasi berlebih adalah situasi di mana seseorang menerima informasi dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang mampu dipahami atau diproses. Di era digital ini, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat adalah menentukan mana informasi yang relevan dan dapat dipercaya di antara banyaknya sumber yang tersedia. Dalam situasi di mana banyak informasi berasal dari sumber yang tidak jelas, kemampuan untuk memilih dan menyaring informasi menjadi semakin penting. Ketidakmampuan untuk mengelola informasi yang melimpah ini sering kali menyebabkan kebingungan, kesalahpahaman, dan bahkan kecemasan di kalangan individu (Hazan et al. , 2. Di era informasi digital sekarang yang terus berkembang, sangat penting bagi setiap orang agar bisa memilah informasi yang diterima. Dengan tujuan agar bisa terhindar dari informasi yang palsu atau informasi yang menyesatkan. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan emeriksa keaslian sumber informasi, misalnya dengan melihat sumber informasi atau siapa penulisnya serta informasi yang didapatkan sesuai fakta. Selain itu, melakukan pengecekan fakta juga membantu memastikan kebenaran suatu berita atau Menggunakan beberapa sumber informasi yang berbeda juga efektif untuk memastikan yang di terima akurat. Teknologi saat ini menyediakan alat bantu, seperti algoritma di media sosial yang menampilkan konten sesuai minat pengguna. Namun, sistem ini punya kelemahan, yaitu bisa membuat pengguna hanya melihat informasi yang sesuai pandangannya saja, sehingga pandangan yang beragam jadi terbatas. Oleh karena itu, agar hasilnya lebih baik, memilah informasi harus disertai dengan kemampuan literasi informasi yang baik(Hazan et al. , 2. Di era informasi yang semakin maju seperti sekarang, sangat mudah untuk mengakses informasi-infoermasi di berbagai platfrom media sosial dengan sangat cepat. Namun dibalik kemudahan terseut muncul tantangan tantangan begitu besar yakni penyebaran informasi palsu atau hoaks. Hoaks merupakan suatu informasi yang sengaja disebarkan dengan tujuan menyesatkan atau menipulasi fakta demi kepentingan tertentu. Misalnya mempengaruhi opini publik atau menimbulkan kekacaua sosial. Dampak negatif TAROA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT. VOL. 5 NO. JANUARI 2026 Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata dari hoaks atau berita palsu sangat merugikan bahkan berbahaya,karena dapat menimbulkan ketidakpercayaan terhadap informasi yang benardan menggangu aspk sosial,politik, serta ekonomi. Oleh sebab itu peningkatan literasi informasi menjad sangat penting untuk mengatasi tantangan dari informasi palsu (Rusdiyanti et al. , 2. Hoaks adalah kabar palsu yang sering muncul di internet dan memiliki tujuan untuk menyebarkan kepanikan dan ketakutan massal. Kegiatan ini dilakukan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab. Sedangkan menurut Chen Et AI . menyatakan hoaks adalah infrmsi yang sesat dan berbahaya karena menyesatkan persepsi manusia dengan menyampaikan informasi palsu sebagai kebenaraan. Hoaks bertujuan untuk membuat opini publik, serta mengiringi persepi khalyak yang dapat menguji kecerdasan dan kecermatan bagi pengguna media sosial. Banyak tujuan dari penyebaran hoaks, diantaranya untuk membuat lelucon, menjatuhkan seseorang, mengubah kebijakan, menghibur diri dan sebagainya. Adapun jenis-jenis hoaks di antaranya adalah Fake News. Clickbait. Confirmation Bus. Misinformation. Satire. Past-truth, dan Propaganda(Sahroni & Irawaty, 2. Hoaks merupakan ekses atau hal negatif yng melampaui batas terhadap kebebasan berpendapat dan penyampaian aspirasi khususnya media sosial dan blog di internet (Lubis et al. , 2. Hoaks dibuat secara sengaja, beraksud mempengaruhi publik dengan mengeluarkan opini, membentuk presepsi serta kecerdasan pengguna internet dan media sosial dalam membaca serta menerima informasi. Akibat yang ditimbulkan dari penyebaran berita hoaks itu sendiri adalah keributan, kesalahpahaman, hingga perpecahan anar elemen masyarakat. Terlebih elemen masyarakat yang mejadi pengguna aktif di media Dalam menyampaikan atau menyebarkan suatu informasi atau berita kepada masyarakat umum, perlu adanya melakukan proses memverifikasi informasi yang Proses memverifikasi ini dilakukan agar berita yang di sampaikan kepada masyarakat adalah berita yang relevan, valid dan berita yang terpercaya. Salah satu cara untuk melakukan verifikasi ini adalah dengan memeriksa kembali sumber informasi yang didapatkan, seperti melakukan apakah informasi yang d dapatkan berdasarkan fakta, maka dari itu perlu adanya memverifikasi suatu informasi seperti memeriksa siapa penulisnya, dan dari mana informasi itu didapatkan. Salah satu cara yang digunakan untuk memverifikasi informasi adalah fact checking. Fact checking adalah suatu proses yang dilakukan untuk memverifikasi suatu sumber informasi untuk memastikan keakuratan atau kebenaran terhadap informasi atau berita yang didapatkan . Menurut (Kustiawan et al. Di era sekarang banyak informasi yang tersebar begitu cepat, akan tetapi masih banyak informasi atau berita yang tersebar belum jelas dengan kebenarannya. maka dari itu media online, situs berita, blog, maupun media sosial memiliki tanggungjawab besar untuk menyajikan dan menyebarkan informasi ang benar dan dapat di percaya. Mereka menjalankan tugas ini dengan cara melakukan pengecekan yang teliti seelum mempublikasi Peroses ini meliputi pengmpulan data dari sumber yang terpercaya dan membandingkan informasi dari sumer yang berbeda, dan memstikan kebenaranya dengan sumber yang terpercaya. Dengan begitu media online tidak hanya menyebarkan informasi tetapi juga berfungsi sebagai penjaga yang menjaga keakuratan informasi yang diberikan kepada masyarakat. Apabila seseorang sudah terpapar informasi yang salah meskipun hanya sebentar saja, informasi yang salah ini bisa tersimpan di memori manusia sebaik informasi yang benar. Tentu hal ini akan mengkhawatirkan apabila seseorang dengan tidak TAROA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT. VOL. 5 NO. JANUARI 2026 Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata sengaja menyebarkan informasi yang salah ini hanya karena paparan berita bohong sekilas Memang tidak semua orang langsung percaya dengan informasi-informasi yang tersebar di dunia maya, masih ada orang yang mengecek kebenarannya. Namun, dari penelitian lain, rupanya orang-orang yang sudah melakukan pengecekan fakta ini masih saja bisa terpapar dengan berita-berita bohong, yang berarti tidak ada orang di dunia ini yang bisa terlepas dari penyimpangan informasi karena berita-berita bohong ini (Hendry Naufal Marbella, 2. Menjawab permasalahan di atas, maka mahasiswa universitas katolik Widya Mandira Kupang melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM) mandiri mahasiswa turun desa di desa Bakalerek. Kecamatan Nubatukan. Kabupaten Lembata. Dalam kegiatan ini salah satu mahasiswa membawakan program Aupelatihan verifikasi informasi bagi anak muda dan perangkat desa bakalerekAy Program ini merupakan program yang akan diikuti oleh anak mudan dan perangkat desa dengan tujuan menghindari penyebaran berita hoax yang dapat menyebabkan kesalahpahaman, konflik, serta meningkatkan literasi digital. METODE PENGABDIAN Dalam pengabdian kepada masyarakat ini, menggunakan metode pelatihan dan dengan cara observasi dengan sasaran adalah anak muda dan perangkat desa di Desa Bakalerek kecamatan NubaTukan kabupaten Lembata. Tujuan kegitan ini dilakukan agar mengurangi penyebaran informasi palsu . di Desa Bakalerek, meningkatkan kepercayaan anak muda dan perangkat desa di Desa Bakalerek terhadap informasi yang disebarkan, dan meningkatkan kemampuan anak muda dan perangkat Desa di Desa Bakalerek dalam melakukan fact checking. Sebelum melakukan pelatihan, terlebih dahulu mahasiswa MBKM melakukan observasi terhadap perilaku masyarakat dalam menerima informasi yang beredar. Setelah itu barulah mengadakan kegiatan Pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Bakalerek pada tanggal 14 Mei 2025 . Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, anak muda, dan peserta MBKM. Kegiatan ini dilakukan dengan dua sesi yaitu Materi dan Diskusi. Setelah kegiatan berlangsung, pemateri melakukan evaluasi dengan meminta respon dari audiens untuk memastikan efektivitas kegiatan dan umpan balik dari kegiatan yang berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Di era informasi digital sekarang yang terus berkembang, sangat penting bagi setiap orang agar bisa memilah informasi yang diterima. Dengan tujuan agar bisa terhindar dari informasi yang palsu atau informasi yang menyesatkan. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan emeriksa keaslian sumber informasi, misalnya dengan melihat sumber informasi atau siapa penulisnya serta informasi yang didapatkan sesuai fakta. Selain itu, melakukan pengecekan fakta juga membantu memastikan kebenaran suatu berita atau informasi. Menggunakan beberapa sumber informasi yang berbeda juga efektif untuk memastikan yang di terima akurat. Teknologi saat ini menyediakan alat bantu, seperti algoritma di media sosial yang menampilkan konten sesuai minat pengguna. Namun, sistem ini punya kelemahan, yaitu bisa membuat pengguna hanya melihat informasi yang sesuai pandangannya saja, sehingga pandangan yang beragam jadi terbatas. Oleh karena itu, agar hasilnya lebih baik, memilah informasi harus disertai dengan kemampuan literasi informasi yang baik. Kegiatan Pelatihan Verifikasi Informasi bagi Anak Muda dan Perangkat Desa BakalerekAy Di laksanakan di Desa Bakalerek. Kecamatan Nubatukan. Kabupaten Lembata. TAROA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT. VOL. 5 NO. JANUARI 2026 Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur yang bertempat di kantor Desa Bakalerek, pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2025. Kegiatan pelatihan ini di hadiri oleh Kepala Desa Bakalerek beserta beberapa jajaran nya dan, para pemuda serta kelompok mahasiswa MBKM yang sedang menjalankan pengabdian masyarakat di Desa Bakalerek. Kegiatan pelatihan berlangsung dibagi dalam beberapa sesi sebagai berikut. Gambar 1: Foto Bersama Anak Muda dan Perangkat Desa Pengenalan mengenai Pelatihan Verifikasi Informasi. Peserta diberi pemahaman mengenai pemahaman dasar terhadap proses memverifikasi suatu informasi atau berita sebelum mempercayai atau menyebarkan berita tersebut. Proses ini sangat penting karena semua berita atau informasi yang di kirim atau di sebarkan dapat di Teknik verifikasi informasi. Pada teknik ini peserta diberi pemahaman mengenai langka-langka memverifikasi suatu informasi atau berita seperti memerikasa suatun sumber ataupun informasi yang didapatkan ataupun membandingkan informasi atau berita dari berbagai sumber. Diskusi dan tanya jawab. Peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi terkait pengelaman mereka ketika menerima maupun menyebarkan suatu informasi atau berita serta pengelaman yangb dihadapi mereka dalam membedakan suatu informasi yang benar maupun informasi yang hoaks atau informasi palsu. Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung para peserta menunjukan antusiasme yang sangat tinggi baik saat mendengarkan paparan materi maupun ketika terlibat dari dalam Baik anak muda dan perangkat Desa Bakalerek mengalami peningkatan yang baik mengenai konsep verifikasi informasi setelah mengikuti materi yang disampaikan. Selain itu peserta sudah mampu mengenali ciri-ciri informasi palsu atau informasi hoaks dan mampu melakuan langka langka awal dalam proses verifikasi informasi sebelum membagikan atau menyebarluaskan informasi tersebut kepada orang lain. Pelatihan verifikasi informasi ini bukti sangat di perlukan di tingkat desa. Khususnya bagi anak muda dan perangkat Desa, mengingat saat ini banyaknya berita palsu atau hoaks yang beredar luas dikalangan masyarakat umum. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya menjadi lebih sadar akan pentingnya literasi informasi, tetapi juga memahami dampak negatif yang dapat di timbulkan oleh penyebaran informasi yang tidak benar. Lebih jauh lagi. Pelatihan ini memberikan bekal keterampilan praktis yang sangat berguna dalam meningkatkan kualitas dan keakuratan informasi yang beredar di masyarkat Desa Bakalerek. Sehingga di harapkan TAROA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT. VOL. 5 NO. JANUARI 2026 Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata dapat membantu membangun kelompok untuk lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menerima serta menyebarkan informasi. Tabel 1. Tahapan Kegiatan Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Keterangan Waktu Hasil Kriteria Peserta pelatihan adalah anak muda dan perangkat desa. Desa Bakalerek. 1 hari, tanggal 14 Mei, 2025, jam 30 WITA. Ou80% peserta dapat melakukan verifikasi mandiri Metode pelatihan Sesi pemaparan materi, sesi pelatihan dan Evaluasi hasil Pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan Peningkatan peserta dalam mengenali hoaks dan teknik verifikasi informasi secara Peserta mampu informasi hoax dan informasi melalui media sosial Terdapat pengetahuan dan keterampilan untuk verifikasi informasi hoaks pada peserta Keaktifan peserta minimal 90% selama pelatihan Hasil dari pelatihan peningkatan pada peserta yang mana sebelumnya, belum ada kegiatan serupa dan peserta sering berita hoaks Dengan demikian proses verifikasi informasi merupakan suatu tindakan dengan tujuan untuk mencari tahu kebenaran berbagai informasi yang didapatkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa verfikasi merupakan tindakan pemeriksaan mengenai kebenaran pernyataan. Begitupun diungkapkan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel bahwa menurutnya verifikasi ini merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk mencari kebenaran informasi. Sehingga, pada dasarnya verifikasi ini adalah cara untuk mengidentifikasi bahwa informasi yang dapatkan itu benar. SIMPULAN Pelatihan verifikasi informasi yang di laksanakan di Desa Bakalerek dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada para anak muda dan perangkat Desa mengenai bagaimana cara memeriksa kebenaran informasi yang beredar serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya hoaks atau berita palsu. Pelatihan ini sangat penting di tingkat desa karena banyaknya peneybaran informasi palsu yang dapat merugikan masyarakat. Selain meningkatkan literasi informasi, pelatihan ini juga membekali peserta dengan keterampilan praktis untuk menjaga keakuratan informasi di lingkungan mereka,sehingga TAROA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT. VOL. 5 NO. JANUARI 2026 Pelatihan Verifikasi Informasi Bagi Anak Muda Dan Perangkat Desa Bakalerek Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata diharapkan dapat membantu kesadaran kolektif agar lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan peseta dalam mengenali informasi palsu dan melakukan langka awal verifikasi sebelum menyebarkan suatu informasi atau berita. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiata pengabdian ini. Terima kasih kepada Ibu Elisabeth Date Masan Welin selaku Dosen Pembimbing Lapangan. Bapak Uhe Urbanus selaku Kepala Desa Bakalerek yang telah memberikan dukungan dan semangat penuh serta memfasilitasi jalanya kegiatan pengabdian ini. Terima kasih juga kepada seluru anak muda dan perangkat desa Bakalerek yang menjadi sasaran dalam kegiatan pengabdian ini yang dengan sabar dan setia mengukuti rangkaian kegiatan dari awal hingga berakhir dengan baik. Terima kasih juga kepada Bapak Mikhael Rajamuda Bataona selaku Dosen Pembimbing yang selalu membimbing penulis dalam pembuatan jurnal ini. Semangat dan ketertiban kalian semua menjadi faktor utama dalam mencapai hasil yang positif. DAFTAR PUSTAKA